I’m Sorry, I Can’t

I’m Sorry, I Can’t
Author : Haretami  (@HareTa_mi)
Cast :
• Krystal
• Kai as Krystal’s boyfriend
• Sehun as Krystal’s twin brother
• Lay as Krystal’s brother
• Minho as a doctor 

(cocok kan ya ital sehun jadi twin?!)
Genre : romance, mystery, brothership, angst
Rate : PG 15+
Length: oneshoot (5.6++)
Disclaimer : plots are pure from my imagination. I wrote this hard. SILENT READERS AND PLAGIATOR are prohibited!

also published at : my personal site (haretami,wordpress.com)
~~**~~
“gyaaa! Apa yang kau lakukan disini?”
Krystal terlonjak kaget ketika ia keluar dari kamar mandi di dalam ruangan tidurnya. Ia mendapati seorang namja yang tentunya sudah ia kenali berada di dalam kamarnya. Krystal baru saja selesai mandi dan ia masih memakai handuk. Rambutnya masih tergerai kusut dan mukanya masih lembab oleh air. Kai yang mendapati krystal telah selesai mandi tidak kalah kagetnya melihat krystal. Beberapa detik ia tercengang memperhatikan krystal sampai akhirnya krystal memukulnya dengan tongkat bisbol di kamarnya dan meneriakinya untuk keluar.
“dasar gila! Seenaknya kau masuk ke kamarku! Cepat keluar!!!!!” teriak krystal dan blam. Kai keluar dari kamarnya dan ia membanting pintu kamarnya dalam sekali hentakan yang keras.
‘haft… ya tuhan, namja gila itu, apa maunya?’ pikir krystal yang masih berdiri menempel di pintu kamarnya.
Setelah memastikan pintu kamarnya terkunci krystal buru- buru memakai bajunya dan merapikan rambutnya. Tidak lama setelah itu ia keluar dan mendapati kai yang sudah asyik bercengkrama di depan televisi dengan saudara kembarnya, sehun dan kakak laki-lakinya, lay.
Krystal berjalan melewati tiga orang namja yang tengah tertawa dengan obrolan mereka itu. Ia langsung keluar rumah siang itu dan mengabaikan kai. Meskipun ia ingin sekali menghajar namja yang sudah masuk sembarangan ke kamarnya untuk kesekian kalinya itu, tapi untuk saat ini ia sedang lelah untuk berdebat dan menanyai alasan namja itu. Lagian ia juga harus cepat pergi untuk suatu urusan.
“krys, kau mau kemana?” lay langsung memanggil krystal ketika ia baru saja mau menarik handle pintu.
“keluar” jawab krystal singkat. Ia mendesah dan menurunkan bahunya karena lagi-lagi lay menahannya.
“ya keluar kemana?” Tanya lay yang tidak puas sama sekali dengan jawaban krystal.
“ke suatu tempat” jawab krystal yang masih enggan memberikan jawaban yang puas. Dari dulu memang krystal seperti itu. Jika ada sesuatu hal tentang dirinya yang tidak ingin diketahui oleh orang lain maka ia akan sebisa mungkin menghindari untuk memberi tahu. Terlebih untuk hal yang satu itu. Sebuah hal yang akan ia simpan rapat- rapat sampai ia dewasa ataupun sampai ia mati nanti.
“haft…” lay mendengus kesal seperti biasa. Meskipun sudah biasa dengan sikap adiknya tapi lay tetap tidak pernah bisa untuk memberikan toleransi.
“ hey kau,” krystal menatap kai dengan sorotan misteriusnya. “kau masih ada urusan dengan ku!” ujar krystal tajam sebelum ia menghilang dari balik pintu.
“kau tidak ikut dengannya?” Tanya lay kepada kai. Karena bagaimana tidak, kai adalah first love krystal dan begitu juga sebaliknya. Mereka bertemu di usia 11 tahun saat keluarga krystal pindah rumah dan menjadi tetangga kai. sampai sekarang, 6 tahun berlalu dan mereka masih bersama meskipun sering sekali bertengkar dan berdebat.
“ku pikir ia sedang marah dan ingin pergi sendiri.” Ujar kai yang dari dulu mengenal sekali keadaan krystal hanya dengan melihat ekspresi dari raut wajahnya.
“iya. Ku pikir dia sedang tidak ingin diganggu.” Timpal sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari tontonan di televisi.
~~**~~
“jadi kau masih belum memberitahu keluargamu?” Tanya sang dokter setelah ia mencuci tangannya. Ia seorang dokter yang sangat muda dan juga ramah. Ia bertemu dengan krystal secara kebetulan malam itu. Dan sejak saat itu ia dan krystal bertemu 3 kali seminggu. Ini pertemuan keempat mereka.
“belum,” ujar krystal tertunduk. Ia tidak ingin melihat wajah dokter bernama minho itu. Meskipun minho termasuk orang penting dan telah berjasa dalam sejarah hidupnya tapi ia ingin sebisa mungkin menghindari menatap dokter itu untuk saat ini.
“kau tau krys, sampai sekarang aku masih kebingungan dengan dirimu. Kau tertembak di malam itu dan aku menolongmu. 3 kali seminggu kita bertemu dan kau masih belum memberikan alasan kenapa kau bisa tertembak di malam itu. Kau siswi sma yang sungguh misterius.” Ujar minho panjang lebar.
Pertemuannya dengan krystal memang tidak pernah terprediksi. Mereka bertemu di las vegas, kota besar yang sungguh jauh dari negeri mereka sendiri. Secara tidak sengaja minho mendapati krystal yang berjalan terseok-seok di gang gelap malam itu. Di tambah lagi krystal saat itu dalam keadaan yang sungguh kusut, muka yang pucat, bibirnya yang memutih dan tangannya yang dipenuhi dengan darah. Tanpa pikir panjang, minho saat itu memaksa krystal untuk ikut dengannya. Ia menarik krystal ke dalam mobilnya kemudian membawa gadis itu ke hotel tempat ia menginap.
Krystal yang masih setengah sadar saat itu sempat menolak dengan keras ajakan minho. Alasannya karena ia sama sekali tidak mengenal pria itu dan terlebih saat itu ia di negeri orang. Namun satu hal yang akhirnya meluluhkan krystal adalah pengakuan namja itu kalau ia seorang dokter.
“maafkan aku. Kau seharusnya sudah kuberi tahu tentang hal ini. Terlebih kau orang yang paling berjasa disaat aku dalam keadaan kritis saat itu.” Ujar krystal lirih dan mencoba menatap minho yang tengah duduk di depannya sambil memperhatikan dirinya. “namun ini sangat sulit bagiku. aku belum bisa memberitahu siapapun.” Lanjut krystal. Ia tetap berkomitmen dengan keputusan awalnya. Tidak akan ada yang tau tentang hal ini. Sampai kapanpun.
“baiklah. Aku dapat memahaminya meskipun akan lebih baik jika suatu masalah diceritakan. Minimal kepada keluargamu atau orang terdekatmu yang lain.”
Krystal bergidik mendengar hal itu. Memang benar apa yang dikatakan minho. Krystal sebelumnya juga berpikir begitu, bahwa bercerita dapat mengurangi beban seseorang. Namun hal ini benar-benar berat untuk ia buka. Sebuah hal yang masih tersimpan rapat dalam memorinya. Rahasia kejadian dalam hidupnya yang saat ini masih sulit untuk ia terima meskipun kejadian itu telah berlalu seminggu lebih lamanya.
“aku tidak ingin membuat keluarga dan orang terdekatku khawatir.” Ujar krystal kemudian setelah mendapatkan alasan yang pas dan paling masuk akal.
“haft…” minho menarik nafasnya kemudian menghembuskannya lagi. “yasudah. Kalau kau butuh aku, kalau terasa sakit di malam hari kau bisa menelfon.” Ujar minho. Ia tidak punya kata-kata lagi untuk terus membujuk krystal atau menasihati gadis itu. Ia tampak keras kepala dan sedikit individual.
“baiklah. Terima kasih dok,” krystal pun berdiri dan meninggalkan ruangan minho.
“misterius dan menarik” ujar minho setelah krystal menutup pintu ruangannya. Minho sedikit tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
~~**~~
3 orang itu tampak sedang asyik dengan film yang mereka tonton. Hari ini hari libur jadi mereka seperti biasa, sering menghabiskan waktu baik itu sekedar berbicara, bermain playstation, atau menonton.
“kai, apa kau dan krystal baik-baik saja?” Tanya lay yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Terlebih tentang hubungan krystal dengan kai. Berbeda dengan kembaran krystal, sehun. Namja itu malah terkesan kurang peduli dan cuek seperti krystal. Benar- benar saudara kembar yang satu pendirian. Begitu banyak kesamaan dalam sifat krystal dan sehun. Meskipun seharusnya saudara kembar memiliki sifat yang bertolak belakang agar bisa saling melengkapi tapi kali ini mereka malah sama persis.
“kenapa hyung?” Tanya kai yang sedang serius dengan tontonannya.
“krystal setelah balik dari las vegas sedikit berubah.” Tutur namja yang sangat perhatian kepada adiknya itu. Lay memang kakak yang baik. Diantara anggota keluarga lainnya lay yang paling sering dipuji dalam keluarga. Ia berjiwa besar, penuh perhatian, peduli dengan lingkungan, pintar di sekolah, sangat sosialis, mudah bergaul, dan wajah tampannya yang tidak ketinggalan.
“berubah apanya?” Tanya kai mendadak. Ia langsung mengalihkan tontonannya dan menatap lay untuk menunggu penjelasan selanjutnya.
“bukan sifatnya yang berubah tapi kegiatannya. Seminggu ini ia keluar rumah 3 kali di malam hari dan ditambah lagi tidak mau ditemani siapapun.” Jelas lay yang mulai curiga sekaligus penasaran.
“hah? Kenapa aku tidak tau?” kai tentu saja kaget dengan hal itu. Krystal kekasihnya. Biasanya ia selalu kemana- mana dengan gadis itu baik itu saat pergi sekolah, pulang sekolah, malam hari atau saat hari libur.
“hm… aku juga Tanya kenapa ia tidak pergi denganmu tapi ia selalu bilang ingin pergi sendiri.”
“haft lagi-lagi dia membuatku bingung. Nanti aku bicara dengannya.” Ujar kai sambil menurunkan bahunya. Sempat tersirat perasaan kecewa dalam hatinya tapi cepat- cepat ia buang perasaan itu. Ia yakin krystal adalah gadis baik-baik dan akan selalu setia bersamanya meskipun ia sendiri sering membuat gadisnya kesal.
“aku yakin terjadi sesuatu saat ia di las vegas” tambah sehun yang masih memandang layar televisi.
Lay dan kai sontak langsung memandang ke arah sehun.
~~**~~
Begitu meninggalkan rumah sakit, krystal mengunjungi toko musik yang tempatnya cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Ia menikmati kondisi cuaca luar yang tidak terlalu dingin itu. Untuk menghindari kecurigaan, setiap kembali dari rumah sakit krystal sengaja mengunjungi tempat lain agar ia punya alasan jika ditanyai.
Namun saat ia hampir saja masuk ke toko itu ia segera berbalik kemudian berlari sekencang mungkin. Matanya membulalak kaget, nafasnya tertahan dan keringat dingin langsung mengalir disekujur tubuhnya. Secepat mungkin ia berlalu menjauhi toko music yang sering dikunjunginya itu sampai akhirnya ia kembali melihat kebelakang dan hal yang ia takuti tidak mengikutinya.
Haft…
Ia menarik nafasnya dalam sambil mengelus dadanya. Ia rasakan tubuhnya masih bergetar hebat.
‘semoga mereka tidak melihatku’ pikir krystal sambil mengeluarkan air mineral di dalam tas selempangnya. Ia meneguk air itu sampai setengah isinya habis untuk menenang dirinya. Kemudian ia langsung menyetop taksi dan pulang ke rumah. Saat itu ia sungguh tidak ingin berlama- lama di luar rumah terlebih setelah melihat dua orang yang tidak pernah ingin ditemuinya lagi.
“ajusshi, tolong lebih cepat lagi.” Pinta krystal kepada supir taksi yang dinaikinya.
20 menit berselang, taksi itu berhenti di samping pagar rumah krystal. Setelah membayar sang supir krystal lansung berlari ke dalam rumahnya. Ia tarik handle pintu tapi sayang pintu rumahnya terkunci.
“aku pulang” ujar krystal dari balik pintu setelah ia memencet bel rumahnya beberapa kali. Beberapa detik kemudian lay membuka pintu dan matanya langsung membesar ketika melihat krystal yang dalam keadaan pucat.
Krystal langsung masuk dengan langkah cepat dan menghiraukan kakaknya yang masih berdiri di depan pintu.
Ia segera berlari menaiki tangga, menghiraukan lay yang berteriak kepadanya dan kai yang memanggil namanya. Begitu sampai di dalam kamarnya, ia langsung mengunci pintu.
Terdengar suara hentakan kaki yang menaiki tangga. Krystal terduduk di samping pintu kamarnya. Menyandarkan tubuhnya yang tadi sempat syok dan berkeringat dingin.
“krys,” panggil lay dan kai bersamaan.
“tolong, aku ingin istirahat!” ujar krystal dari dalam kamarnya. Untuk saat ini ia ingin menenangkan diri tanpa diganggu siapapun.
“tapi krys, kita harus berbicara!” ujar kai yang rasa penasarannya tidak bisa dibendung lagi.
“krys, kau tidak boleh menghiraukan kai seperti ini!” tambah lay dengan suara yang lebih ditekankan. Lay dan kai terus memukul-mukul pintu kamar krystal agar ia mau keluar dan berbicara.
“kumohon,” ujar krystal sedikit melemah dari balik pintu. ia mencoba mengatur nafasnya kembali normal.
“ayolah krys, kau harus keluar!” ujar lay lagi dengan suara yang lebih keras dan memaksa.
“krys, ku mohon!” tambah kai dengan penuh perasaan dan pengharapan.
Krystal hanya terdiam sambil menundukan kepalanya. Ia pandangi lantai putih kamarnya. Nafasnya masih saja menderu dengan cepat. Ia tarik nafasnya dalam sambil memejamkan matanya.
‘aku belum bisa memberitahu mereka’ pikir krystal sekali lagi.
Beberapa menit lay dan kai menunggu di luar kamar krystal dan tidak ada yang terjadi. Krystal belum juga membuka pintu kamarnya. Kemudian terdengar hentakan kaki yang menaiki tangga dan itu sehun.
“kasih dia waktu.” Sehun datang dengan ekspresi flatnya. Tidak seperti lay dan kai yang sekarang tengah penasaran sekaligus kesal. “jika tiba waktunya dia akan berbicara kepada kita” ujar sehun lagi. Kai menatap sehun dengan dalam.
‘sehun kembaran krystal. Ia sudah bersama-sama dengan krystal sepanjang hidupnya. Dan dia jauh lebih tahu dan mengerti daripada ku” kai sontak terdiam ketika menyadari sesuatu baru.
“tapi sampai kapan kita menunggunya seperti ini? Ia selalu membuat kita penasaran dan khawatir. Jarang sekalikan ia menceritakan masalahnya kepada kita!” tutur lay yang mulai emosi. Ia mulai jengkel dengan krystal yang sungguh keras kepala dan tidak memedulikan orang lain yang lelah menunggunya untuk membuka mulut.
Krystal mendengar kata- kata kakaknya dari dalam. Nafasnya tertahan begitu menyadari hal itu. lay benar-benar peduli dengan dirinya yang selama ini sama sekali tidak peduli dengan kakaknya itu. perlahan air mata mulai membasahi pipinya.
Sehun dan kai ikut terdiam setelah lay mengakhiri kata-katanya. Sehun berpikir bahwa selama ini ia yang paling bisa mengerti dengan krystal yaitu dengan membiarkannya menjadi gadis pendiam di rumah. Jarang memaksanya untuk bercerita panjang lebar. Tapi setelah mendengar kakaknya, ia jadi sadar. Ia selama ini malah egois dan jarang berbagi dengan krystal. Ia biarkan saudaranya bungkam atas masalah- masalah yang mungkin pernah menimpanya. Ia biarkan krystal menahannya sendiri tanpa pernah ia tanyai.
Kai pun juga. Ia teringat bahwa krystal selalu terlihat bahagia di depannya. Krystal jarang sekali mengeluh padanya. Selama ini dirinya yang sering menceritakan kesulitan hidupnya kepada krystal. Jika ia tanya apakah krystal punya masalah, ia selalu menggeleng dan tetap tersenyum seolah- olah hidupnya selalu bahagia. Dan ditambah lagi kai sering membuat krystal kesal, ia sering masuk ke kamar krystal dan mengganggunya, mereka sering berdebat dan bertengkar. Hal itu membuat kai jadi merasa bersalah sebagai kekasih dan cinta pertama krystal.
“sudahlah, tinggalkan saja dia sendiri!” ujar lay kemudian. Raut wajahnya menampilkan perasaan kecewa. Ia kemudian turun dan kembali ke ruang televisi. Sehun bertatapan dengan kai.
“aku akan menunggu sampai ia keluar,”
“yasudah,” jawab sehun kemudian ikut turun dan kembali ke ruang televisi.
Kai sekarang hanya terdiam memandangi pintu putih di depannya. Tidak ada coretan ataupun tempelan- tempelan di pintu itu. bersih seperti saat pintu itu dipolesi dengan cat.
Setelah hatinya luluh dan bergelut dengan pikirannya yang berdebat keras, krystal akhirnya berdiri dan membuka pintu kamarnya perlahan. Kai yang sudah lama berdiri dan menunggu mendongak ke arah pintu. ia lihat setengah wajah krystal dari balik pintu. kai hanya terdiam untuk sesaat.
“boleh aku masuk?” tanya kai perlahan sambil mendekat ke arah pintu.
Bukannya menjawab tapi krystal langsung memeluk kai. Ia melingkarkan tangannya di leher kekasihnya dan sekarang air matanya kembali keluar. Kai pun membalas pelukan krystal. ia memeluk pinggang krystal dengan satu tangannya dan satu tangan lagi mengusap rambut kekasihnya itu. mereka berpelukan dengan erat dalam beberapa menit.
Untuk saat ini kai tidak mengatakan apapun. Begitu juga dengan krystal. Mereka masih bungkam dan tetap berpelukan dengan erat. Tidak lama setelahnya krystal melepaskan pelukannya dan mereka saling bertatapan. Wajah krystal tampak sudah basah oleh air matanya. Dan kai tidak kunjuk menempeli tangannya ke wajah krystal untuk menyingkirkan air mata sedihnya itu. ia masih sibuk dengan pikirannya yang berkecamuk.
Detik berikutnya krystal malah kembali menangis dan membenamkan kepalanya di dada kai. Tangisannya lebih keras dan lebih banyak air matanya yang keluar. Kai merasakan bajunya yang telah basah. Ia mempererat pelukan sambil mengusah-usap rambut krystal dengan satu tangannya.
Saat itu lay dan sehun kembali berjalan menaiki tangga. Mereka melihat dua orang yang saling menempel dengan erat itu. krystal dan kai menghiraukan kehadiran mereka. Kai memejamkan matanya dan sekarang tangannya berhenti mengusap rambut krystal.
Lay dan sehun yang sempat terhenti melihat dua orang itu sekarang kembali berjalan ke kamar mereka masing- masing. Lay tersenyum kecut kemudian menutup pintu kamarnya yang berada di sebelah kanan kamar krystal.
~~**~~
Matahari sudah terbenam sejak satu jam yang lalu. Dua orang itu masih bersama sejak tadi. Kai dan krystal duduk di sofa panjang di kamar krystal yang menghadap ke arah jendela. Krystal sejak tadi tertidur sambil memeluk tangan kanan kai. Ia menyandarkan kepalanya di bahu kai. Kai sebelumnya masih terjaga sambil sesekali menatap krystal. Dan tidak lama setelahnya ia ikut tertidur. Mereka berdua terlelap dan tidak sadar bahwa langit sudah gelap. Lay yang ingin turun untuk mengambil makanan tidak sengaja melihat ke arah kamar krystal yang pintunya terbuka lebar. Ia perhatikan seisi ruangan dan matanya tertuju ke arah sofa yang membelakanginya.
Sejak melihat krystal dan kai berpelukan tadi perasaannya mulai tenang. Meskipun krystal tidak akan berbagi masalahnya dengannya tapi minimal ia membaginya bersama kekasihnya. Itu cukup menenangkan hati lay dan meredam kekecewaannya. Ia tersenyum melihat dua orang yang tengah bersandar dan menempel di sofa itu.
“hyung, kau kenapa?” pintu kamar sehun yang berada di sebelah kiri kamar krystal membuka. Ia berniat mengambil air mineral ke dapur tapi karena melihat lay yang tersenyum-senyum sendiri di depan pintu kamar krystal membuatnya jadi penasaran. Ia menghampiri lay dan mengikuti arah pandangan hyung-nya itu.
“ooh…” mulut sehun membuka dan membentuk oval setelah ia mengetahui apa yang membuat lay tersenyum-senyum.
“mereka tertidur?” tanya sehun yang tidak bisa memastikan sedang apa dia orang itu.
“sepertinya begitu,” jawab lay mengalihkan pandangannya ke arah sehun.
“heum… aku punya ide!” ujar sehun tiba-tiba dengan sorotan nakalnya.
“ide apa?”
~~**~~
30 menit berlalu. Malam semakin gelap. Dua orang itu sejak tadi terlelap dengan pulas tapi mereka sudah berpindah tempat ke ranjang yang hanya untuk satu orang di kamar krystal. Krystal dan kai tidur saling berhadapan. Tangan kai menempel di pinggang krystal sedangkan tangan krystal berada di bahu kai. Perlahan krystal mulai mengedipkan matanya begitu juga dengan kai. Mereka mulai terbangun dan mengumpulkan nyawa yang sempat melayang-layang liar di saat mereka tidur. ketika mata mereka sudah terbuka, waktu seakan terhenti sejenak. Bola mata krystal membesar ketika menatap kai yang berada sangat dekat dihadapannya dan terlebih dalam keadaan tidur. kai juga tidak kalah terkejut seperti krystal. Ia memutar otaknya untuk mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Dan ia ingat sekali bahwa terakhir kali ia melihat krystal tertidur di lengannya di atas sofa bukan di ranjang.
“GYAAAAAAAAAAA” krystal pun berteriak dan cepat- cepat mendorong kai dari ranjangnya yang terlalu kecil untuk dua orang itu.
Blammm!
Kai terjatuh ke lantai.
Sementara lay dan sehun yang mendengar teriakan krystal dari ruangan televisi langsung tertawa lebar.
~~**~~
ini minggu kedua hari libur mereka. sepanjang libur lay, sehun dan krystal yang satu sekolah hanya berada di rumah. Begitu juga dengan kai. Dan sudah tiga hari lamanya krystal tidak berbicara sedikitpun kepada lay dan sehun. Sejak kejadian itu ia jadi semakin kesal dengan tiga orang laki-laki yang paling dekat dengannya. Namun dengan kai? Krystal masih mau berbicara karena kejadian waktu itu tidak termasuk kesalahan kekasihnya meskipun ia tetap kesal kepada namja itu.
sampai detik ini krystal bersyukur karena tiga orang namja itu tidak menanyainya tentang kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia pulang ke rumah dalam keadaan pucat dan saat krystal menangis dalam pelukan kai. Ia sangat berharap mereka sudah melupakannya.
Setelah selesai mandi krystal turun ke bawah dan ikut menonton bersama lay dan sehun tapi ia tetap tidak mengeluarkan kata- kata apapun. Ekspresinya hanya datar meskipun dalam hati ia sangat kesal terlebih melihat lay dan sehun masih bisa tertawa girang setelah mengerjainya dan kai. Seakan tidak merasa telah menurunkan mood-nya dua hari ini.
Krystal duduk di sebelah lay. Ia mengikuti apa yang di tonton oleh dua namja itu. lay dan sehun sesekali tertawa karena tontonan mereka tapi krystal ternyata hanya diam. Lay pun mencuri pandangan ke arah krystal. Meskipun ia tahu bahwa ia dan sehun telah bersalah atas kejadian waktu itu tapi mereka malah melupakannya dan tidak meminta maaf kepada krystal dan kai. Menurut sehun, ia dan kakaknya tidak perlu meminta maaf karena ia yakin krystal dan kai sebenarnya senang dengan apa yang mereka lakukan malam itu.
“PAGI!!!” kai datang secara tiba-tiba dengan suara yang terdengar penuh semangat. Tiga orang yang tengah duduk di sofa itu memutar kepala mereka ke arah sumber suara.
“hai rapi sekali kau pagi ini. Mau kemana?” tanya lay. Ia melihat kai yang tidak memakai baju rumah seperti biasa saat ia berkunjung ke rumahnya.
“ya tentu saja pergi dengan tuan putriku. Memangnya kau hyung, sudah tua hanya bisa berlibur di rumah dengan pria itu.” ujar kai menyindir lay sambil menunjuk ke arah sehun.
Lay dan sehun tentunya geram dengan ucapan kai. Tidak biasa sekali kai menyindir mereka seperti itu.
‘ah ini pasti efek dari ide sehun waktu itu. sial’ pikir lay memikirkan penyebab perubahan kai.
“yak, aku hanya setahun di atas kalian! Tua apanya!” balas lay.
Krystal yang masih diam sedari tadi hanya tersenyum tipis memperhatikan kai.
“krys, jadi pergi kan?” tanya kai kemudian duduk di sofa dekat krystal.
“haft.. cepat! Kalian berdua pergi sana!” sambar lay dengan nada mengusir.
Krystal tampak berpikir sejenak. Tadinya memang ia berencana akan pergi dengan kai tapi satu pikiran muncul di benaknya. Ekspresinya langsung berubah menjadi khawatir. Rasa takut mulai menghampirinya, seakan diluar sana ada binatang buas yang akan menerkamnya.
“ayo krys, tukar bajumu!” tambah sehun yang sesekali berbicara itu. biasanya ia tidak memperdulikan dua orang yang sudah lama menjalin hubungan itu.
Krystal menatap kai yang dengan penuh harap menunggu jawaban darinya.
“maaf. Kapan- kapan saja kai.” Jawab krystal kemudian. Raut muka kai langsung berubah. Ia tadinya sudah semangat ingin menghabiskan harinya dengan krystal. Padahal kemarin malam mereka sudah berjanji untuk berlibur bersama hari ini.
Kai tampak sangat kecewa. Lay dan sehun hanya terdiam. Dua orang itu juga sibuk memikirkan kenapa krystal menolak ajakan kekasihnya sendiri. Karena setahu mereka, sejak kembali berlibur dari las vegas krystal tidak pernah lagi pergi keluar rumah bersama dengan kai.
Krystal tampak tidak tega melihat kai yang dikecewakan olehnya.
“kita menghabiskan waktu di rumah saja, bagaimana?” tambah krystal.
“hm baiklah” jawab kai dengan sabar. Ia saat ini berusaha untuk tidak memaksakan apapun kepada krystal meskipun hatinya kecewa. Mungkin krystal sedang tidak enak badan dan lelah pergi keluar rumah.
Sehun dan lay yang sadar kalau posisi mereka tidak tepat kemudian berdiri dan berjalan menuju tangga.
“hyung, sehun-ah, mau kemana?”
“ah kami berdua akan melihat pameran lukisan hari ini. Bukan begitu sehun-ah?” lay melihat ke arah sehun dan sehun pun mengerti maksud lay.
“ah iya benar, kami sudah membeli tiketnya dari kemarin,” tambah sehun demi menyakinkan dua orang itu.
~~**~~
Jam demi jam berlalu. Krystal dan kai sedari tadi hanya terdiam dan saling memfokuskan pikiran mereka kepada sebuah film yang kemarin baru saja di beli kai. Krysal duduk disebelah kanan kai. Ia tidak melepaskan genggaman tangannya ke tangan kai sejak film di mulai. Kai sesekali tersenyum sambil mencuri pandangan ke wajah krystal yang sedang serius. Meskipun tadi ia sempat dikecewakan tapi ia mencoba untuk menjadi kekasih yang bisa saling mengerti. Ia harus menjadi laki-laki yang sabar. Sejak tadi ia sebenarnya menunggu krystal untuk membuka mulutnya dan membagi cerita yang mungkin selama ini menghantui rasa penasaran kai, tapi ternyata krystal masih tetap diam.
Tidak terasa film yang berdurasi sekitar dua jam itu berakhir. Krystal melepas genggamannya dari tangan kai dan merilekskan kedua tangannya. Ia kemudian melirik jam dan ternyata sudah jam sebelas siang. Ia berpikir sejenak karena rasanya ada satu hal yang ia lupakan.
“oppa, aku keatas sebentar” ujar krystal setelah ia tersadar akan satu hal itu. kai hanya mengangguk dan memperhatikan punggung krystal yang semakin menjauh.
‘ya tuhan semoga tidak terjadi sesuatu kepadaku.’ Pikir krystal dengan penuh harap. Ia mencari- cari obat yang sempat ia lupakan. Ia duduk di tempat tidurnya dan meminum obat penghilang rasa sakit yang ia temui di dalam laci meja kecilnya itu. ia setengah menyesali dirinya. Padahal ia tidak boleh telat sekalipun meminum obatnya karena seperti yang sering diingatkan minho, bahwa telat sekali saja akan berdampak besar dan memperlambat penyembuhan luka di punggung krystal.
Setelah meneguk segelas air, krystal segera memasukkan obatnya ke dalam laci kecil itu lagi. Ia pun berdiri dan kembali menemui kai di bawah. namun bukan nyaman yang ia rasakan setelah meminum obat tapi kepalanya malah menjadi pusing. Denyut- denyutan di sekitar punggungnya yang tertembak terasa sangat sakit. Wajah krystal berubah jadi pucat. Ia menuruni tangga dengan perlahan.
Kai kembali mengalihkan pandangannya kepada krystal dan ketika melihat gadisnya sudah dalam keadaan pucat ia tentunya langsung terkejut dan tidak habis pikir.
“krys, ada apa denganmu? Kenapa kau bisa…” kai langsung berdiri dan memegang kedua lengan krystal.
“ah aku hanya pusing sedikit oppa,” potong krystal ketika kai belum mengakhiri ucapannya.
Kai langsung meraba kening krystal. Terasa sangat panas memang.
‘ternyata ini alasannya tidak mau pergi. Haft… untung saja aku tidak memaksanya tadi.’
“kenapa kau tidak bilang kalau kau sakit?”
“bukan begitu. Tadi aku hanya tidak enak badan sedikit saja.” Jawab krystal di tengah kelemahannya.
“sudah minum obat?”
“barusan,”
“baiklah, sekarang kau harus istirahat.” Ujar kai kemudian. Tanpa pikir panjang ia langsung mengangkat krystal.
~~**~~
Kai sudah pulang sejak tadi. Krystal yang memintanya karena ia ingin istirahat tanpa ada orang lain di kamarnya. Sekarang ia tinggal seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya sudah 6 bulan tidak pulang. Selama ini ia sudah biasa tinggal bertiga dengan saudar laki-lakinya. Satu jam ia tertidur dan saat terbangun ia kembali merasakan denyutan hebat. kepalanya terasa makin sakit. Ia teringat kalau seharusnya ia sudah check up sejak kemarin tapi ia malah lupa. Ia mencoba untuk berdiri tapi kaki-kakinya malah tidak kuat. Bagaimanapun ia harus ke rumah sakit saat ini juga karena ini sudah lewat satu hari dari ketetapan dokter. Tidak ada satu pun yang mungkin ia minta untuk mengantarnya ke rumah sakit. Karena itu sama saja memancing orang untuk mencurigainya. rahasia yang berusaha ia tutup serapat mungkin akan terkuak jika mengajak seseorang ke rumah sakit.
di tengah perdebatan rumit yang terjadi di dalam pikiran krystal, handphonenya berdering. Ia melihat nama penelfon dan ternyata itu minho.
“yeoboseyo,” ujar minho cukup keras dari seberang.
“ne, yeoboseyo,” jawab krystal sedikit lemah dan serak.
“krys, kenapa kau tidak datang kemarin? Bukankah sudah kubilang kalau 3 kali seminggu lukamu harus terus di periksa?” tanya minho beruntun. Saat ini ia sedang bersantai di rumahnya karena kebetulan hari ini bukan jam kerjanya. Ia tiba- tiba teringat dengan krystal ketika melihat-lihat daftar kontak di handphonenya.
“maafkan aku dok. Aku benar- benar lupa,” jawab krystal apa adanya. Ia Merasakan denyutan yang semakin mendalam menyakitinya.
Haft… minho mendengus dari seberang.
“dok, bisakah kau datang? Aku tidak kuat untuk keluar rumah…” aku krystal di tengah kelemahannya. Mungkin ini cara paling tepat untuk saat ini. Kebetulan tidak ada orang di rumahnya jadi minho mungkin bisa datang tanpa di curigai siapapun.
~~**~~
Setelah mendapat kabar bahwa krystal dalam keadaan kritis, minho langsung bergegas dan membawa peralatan medis yang ada ada di dalam ransel. Ia hanya memakai jins dan kaus dongker biasa. Ia memacu mobilnya ke rumah krystal setelah mengetahui alamat rumahnya dari GPS yang terpasang di mobilnya. 15 menis lamanya, ia akhirnya sampai di rumah krystal. Ia mengeluarkan handphonenya untuk memberitahu krystal bahwa ia telah sampai.
“krys, aku sudah di depan rumahmu.” Ujar minho setelah krystal menjawab panggilannya.
“pintu rumah ku tidak di kunci, masuk saja. Tidak ada orang lain. ” jawab krystal yang masih terbaring lemah di tempat tidurnya.
Minho terdiam setelahnya. Ia tahu krystal tentunya dalam keadaan kritis dan mana mungkin ia keluar rumah dan berjalan demi membukakan pintu untuknya. Setangah tidak yakin, minho pada akhirnya masuk ke dalam rumah krystal. Ia melontarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang tertata dengan rapi itu.
‘memang tidak ada orang lain di rumahnya,’ pikir minho yang masih menebak-nebak di mana kamar krystal. Ia pun memilih berjalan menuju tangga. Ia lihat ada tiga pintu di lantai 2 itu dan pintu yang di tengah- tengah terbuka.
Dengan sendirinya kaki minho membawa tubuhnya menuju pintu yang terbuka itu dan ternyata benar, itu kamar krystal.
“kau datang, terima kasih” ujar krystal yang masih berbaring dengan wajah pucatnya.
“kau bisa dudukkan?” tanya minho menghampiri krystal ke arah ranjang tidurnya.
Krystal mengangguk lemah dan minho membantunya duduk. krystal membuka kancing bajunya dan melepaskan setengah bajunya. Krystal membelakangi minho yang sudah duduk di ranjangnya. Sekarang tampak jelas punggung sebelah kanan krystal yang tertutup perban putih.
Dengan cepat minho membuka perban yang sudah tidak layak pakai itu dan mengeluarkan beberapa kapas dan cairan alkohol untuk membersihkan luka krystal.
Krystal hanya bisa menunduk sambil memicingkan matanya. Hal ini mau tidak mau ia lakukan sampai lukanya sembul. Membuka setengah bajunya, memperlihatkan setengah tubuhnya kepada minho, dan membiarkan minho menyentuh bagian punggungnya. Hal ini tentunya wajar dalam hubungan pasien dan dokter tapi krystal tetap merasa tidak nyaman. Kekasihnya yang telah 6 tahun bersamanya saja tidak pernah menyentuh langsung kulit punggungnya.
Minho berusaha secepat mungkin melakukan tugasnya. Ia seorang laki-laki muda yang baru berusia 22 tahun. Seorang dokter sekalipun ia tentunya juga memiliki perasaan sebagai laki-laki. Ia tentu tidak bisa seperti malaikat yang tidak memilihi hawa nafsu dan bisa menahan imannya. 5 kali ia membersihkan luka di punggung krystal dan ia selalu berusaha dengan keras membuang pikiran kotornya, ia harus ingat sumpahnya sebelum ia menjalani praktek sebagai seorang dokter.
“apa masih berdenyut?” tanya minho. Sedari tadi mereka hanya terdiam di kamar krystal.
“sudah berkurang,” jawab krystal tanpa melihat minho. Sakit di kepalanya pun perlahan mulai hilang, mungkin memang obat yang ia minum sejak tadi baru saja beraksi.
Beberapa menit kemudian perban baru yang lebih bersih kembali menutupi punggung kanan krystal. Minho berdiri dan langsung masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar krystal untuk mencuci tangannya dan membersihkan beberapa peralatannya. Krystal pun kembali memasang bajunya. Ia rasakan sakitnya telah berkurang. Denyutan di punggungnya juga tidak terasa lagi.
Minho keluar dari kamar mandi dan memasukkan peralatan medisnya ke dalam tas.
“ingat krys, luka mu belum sembuh. Mungkin satu minggu lagi baru bisa perbanmu di buka.” Ingat minho sambil bersiap-siap menyandang tasnya.
“iya dok. Terima kasih untuk hari ini. Sakitku benar-benar telah berkurang. “ balas krystal sambil berusaha melontarkan senyum.
“baiklah, kalau ada apa- apa lagi kau boleh menelfonku.” Ujar minho lagi sambil berjalan ke arah pintu.
“dokter, sekali lagi terima kasih!” ujar krystal lagi sambil membungkukkan kepalanya.
~~**~~
Minho menuruni tangga rumah krystal dengan cepat. Ia sangat takut terjadi kesalah pahaman setelah ini. Karena ia tidak memakai seragam dokter dan datang ke rumah pasiennya yang seorang diri di rumah.
Rumah kai terletak berhadapan dengan rumah krystal. Jalan beraspal menjadi pemisah rumah mereka. kamar kai berada di lantai dua dengan jendela yang tepat menghadap ke rumah krystal. Saat itu ia tengah melamun sambil melihat ke luar jendela, memperhatikan rumah krystal. sedari tadi ia diliputi rasa curiga karena sebuah mobil tiba-tiba saja sudah terparkir di depan rumah krystal saat ia kembali dari kamar kecil. Ia yakin mobil itu bukan milik keluarga krystal. selama 6 tahun menjadi tetangga krystal tidak pernah ia lihat saudara keluarga krystal datang dengan mobil itu.
Dan saat pintu rumah krystal membuka, tampak seorang pria muda keluar dari rumah itu. kai tentunya terkejut bukan main. Ia telah mengenal keluarga krystal luar dalam. Dan ia yakin pria itu bukan bagian dari keluarga krystal.
Dengan cepat ia berlari ke bawah dan keluar dari rumahnya. Minho ketika itu hendak masuk ke dalam mobilnya tapi mendadak sebuah pukulan datang dari belakangnya. Tas nya terjatuh. Ia menoleh ke belakang dan bertatapan dengan namja yang memukulinya. Sekali lagi kai langsung menghajar minho dengan penuh emosi. Pikirannya tidak dapat terkontrol dengan baik saat itu. Ia terus menghajar minho yang tidak ahli sama sekali dalam bertengkar. Minho terjatuh ke aspal dan kai semakin leluasa menghajar pria itu.
Darah mulai mengucur di sudut bibir minho. Mulutnya belum bisa membuka untuk mengungkapkan kebingungannya. Kai tidak henti- hentinyanya memukuli minho sampai akhirnya krystal datang berlari. Di saat bersamaan lay dan sehun juga tampak sudah pulang sambil berlari. Mereka melihat kai menghajar seorang pria dari kejauhan.
“OPPA!!! HENTIKAN! APA YANG KAU LAKUKAN?” teriak krystal sekeras mungkin. Kai malah menghiraukan teriakan kekasihnya dan tetap menghajar minho. Krystal menangis melihat apa yang sedang terjadi di depan matanya. Minho yang telah membantunya, yang pernah menyelematkannya beberapa kali dari kondisi kritis sekarang malah menjadi korban kekasihnya yang sedang salah paham.
“oppa, tolong hentikan!” ujar krystal sekali lagi sambil menangis. Lay dan sehun pun langsung menarik kai dan menghentikannya. Sangat sulit memang untuk menghentikan kai yang tengah terbawa oleh emosinya.
“KAU PRIA BRENGSEK! APA YANG KAU LAKUKAN DI RUMAH KEKASIHKU?” teriak kai yang kedua tangannya sedang di tahan oleh lay dan sehun.
~~**~~
Sekarang lima orang itu duduk di dalam rumah krystal. setelah minho membersihkan lukanya dan kai di tenangkan oleh krystal mereka akhirnya memilih untuk membicarakannya baik-baik. Lay dan sehun tentunya sangat penarasaran. Kai sudah mulai tenang dan menyesali dirinya yang sangat mudah emosi beberapa saat yang lalu.
“seharusnya aku memberi tahu hal ini sejak awal, ” Ujar krystal memulai penjelasannya. Saat ini krystal seolah sebagai aktor utama dalam sebuah film. Empat pasang mata tertuju padanya. Kai tampak yang paling penasaran dengan apa yang akan di jelaskan krystal. meskipun minho sudah tahu sedikit rahasia krystal tapi ada satu rahasia lagi yang katanya belum ia beritahu kepada siapapun. Minho pun tidak bisa menebak apakah krystal akan membuka rahasianya itu atau tidak.
“kai, minho bukan pria brengsek. Ia seorang dokter. Hanya saja sekarang ia tidak mengenakan seragam kerjanya. ia telah membantuku saat aku tertembak di las vegas.”
“TERTEMBAK?” kai dan lay berseru bersamaan. Sedangkan sehun hanya terkejut tanpa membuka mulutnya.
Kai yang duduk di samping krystal menatap kekasihnya untuk melanjutkan penjelasannya.
“malam itu aku berjalan seorang diri. Ketika memasuki daerah yang sedikit sepi, aku tanpa sengaja melihat gerombolan pria yang sedang mengelilingi seorang gadis yang lebih kecil dariku. Ia tampaknya seorang gadis smp. Aku perlahan mendekat ke gang sepi itu dan melihat apa yang akan mereka lakukan. Sempat terpikir olehku untuk pergi menjauh dan membiarkan gadis kecil itu. namun, karena aku juga wanita dan tau bagaimana takutnya gadis kecil itu, aku terus menguntit dari balik tembok. Gerombolan pria itu tampak sedang menguras isi tas sang gadis. Aku pun dengan cepat menelfon 911 dan memberitahukan apa yang sedang kulihat. Cukup lama aku menunggu kedatangan tim bantuan sedangkan gerombolan pria itu tampak akan melalukan tindakan pelecehan kepada gadis itu. kakiku bergetar dan terus berdoa. Setengah berani, aku sedikit mendekat dan meneriaki gerombolan pria itu dari tempat ku mengunti. aku mengisyarakatkan kalau mereka harus melepaskan gadis itu atau kalau tidak sesuatu buruk akan terjadi pada hidup mereka. namun hal yang tidak kusangka terjadi, salah satu dari mereka menarik pelatuk dan tepat mengenai punggung kananku. Dalam kondisi seperti itu aku tidak ada pilihan lagi dan mau tidak mau aku berlari meninggalkan gadis malang itu. aku berlari secepat yang aku bisa, keringat dingin bercucuran,rambutku kusur karena berlari, dan disaat seperti itu aku bertemu dengan minho.”
Krystal menarik nafasnya panjang. Kai tampak masih berusaha mencerna cerita buruk kekasihnya. Lay hanya bisa melongo. Ia tidak pernah membayangkan kalau adiknya akan mengalami kejadian seperti itu. sehun tampak masih menimbang-nimbang cerita saudara kembarnya, antara percaya dan tidak percaya. Seakan masih ada hal lain yang belum terungkap. Sedangkan minho yang sedari tadi memperhatikan ekspresi krystal saat menceritakan rahasianya di las vegas, mendapati kalau gadis itu berbohong. Minho sangat yakin dengan anggapannya itu. ia seorang dokter dan pernah belajar materi psikolog. Menurutnya krystal masih belum menceritakan hal yang sesungguhnya terjadi. Itu dugaannya.
‘rahasia tetaplah rahasia. Maafkan aku.’
~**~
Oke fine, itu aja untuk kali ini. Sequel?
Aku tunggu komen readers dulu deh, ‘-‘v

oh ya, mampir juga ya readers ke blog aku, itu blog semakin sepi heu U.u

74 thoughts on “I’m Sorry, I Can’t

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s