Miserable Scene

Elle1nologo

 

Author                  : Park Minhyun

Cast                       : Kim Jaejoong

Genre                   : Romance,Sad

Rating                   : PG15

Length                  : Drabble

 

This is all ma own plot and story. Apabila ada kesamaan cerita atau cast,saya benar-benar tidak berfikir untuk mengcopy-nya sama sekali :D

I’m back with short FF *tada* seperti yang lalu,aku bakal bikin selingan FF drabble setiap bikin project FF baru kekeke anggap aja iklan gitu (?)

Ini adalah FF pake cast DB5K pertamaku,aku harap meskipun kalian bukan cassie,tetep mau baca secuil FF ini dengan seksama :D kenapa aku pilih DB5K? Karena menurutku mereka punya charm tersendiri hahaha…oya ini FF pertamaku juga loh yang berbau seksi (?) biasanya juga bikin FF kekerasan bwahahaha aku mohon bantuannya ya apabila ada kekurangan *bow*

 

CHECK THIS FF RIGHT NOW n_n

DON’T FORGET TO LEAVE COMMENT AND LIKE GUYS *-*

 

***

 

 

Tuhan telah mengutukku sebagaimana mereka dengan puasnya merutukki diri. Hilang sudah kegunaan akal sehat yang diulu-ulukan orang padaku,pada diriku. Seolah tubuh menindak cepat akan lingkungan itu,kini indera dan seluruh emosi membuncah seolah tidur nyenyakku terusik. Diam-diam namun pasti langkahku terhenti. Cukup terkoyak parang menhempas jantung,ditancapnya dan menghujamnya sekali lagi. Tidak,bahkan lebih dari sekali—beribu kali—mungkin ini menjadi mengapa setan licik yang bersarang di tiap peluh yang menetes membisikkan kata-kata buruk.

 

Langit malam tanpa bintang bertaburan,seakan merayuku untuk mengenyahkan amarah. Semerbak alkohol turut merayakan ‘pesta kecil’ milikku. Aku tampak membual bila kukatakan aku baik-baik saja sedangkan tumpukkan tanda tanya masih menari lihai di rongga kepalaku. Siap atau belum,mungkin aku yang memulainya. Ini tidak adil bagiku,sama sekali tidak adil. Aku dapat apa? Tidakkah ini mengunci rasa percayaku padanya? Persetan dengan manusia biadab itu yang kini bersenang-senang dengan dia yang sangat sangat aku cintai.

 

“Jaejoong-ah! Ppaliwa!” Kutorehkan wajah tidak inginku pada pria di depanku ini. “Anniya,hyung dengan Jinhee saja. Aku badmood.”Aku merogoh saku jas berwarna hitam dan mengambil mini polaroid. “Biar aku saja yang memotret moment bahagia kalian.”

Pria itu mengangguk sambil menunjukkan senyumnya,begitu juga dengan gadis disampingnya. Taman bermain ini begitu luas,mengundang rasa takut padaku kalaulah tempat luas ini tak bisa menyembunyikan rasa sakit yang kukubur dalam-dalam. Penyesalan hanya datang terakhir,penyesalan adalah hal yang selalu terlambat datang tidak seperti penantian yang rajin hadir lebih awal. Sungguh menyedihkan.

 

“Oppa…” Kutolehkan wajahku sejenak menatap punggung yeoja mungil yang berdiri membelakangiku. Tubuhnya terlihat lebih anggun dari biasanya,sejenak kutertegun namun kutepis semua rasa. “Kajja,ayo ke tempat itu!” Cekatannya,segera ia menarik lenganku.

“Chankaman!” ujarku cepat. Kegiatan kami berlari terhenti. Kutatap lekat wajahnya. “Bisakah kau…”

 

“Jinhee-ya!”

“Yunho oppa! Kau lama sekali ke kamar kecilnya! Kau sakit perut atau apa sih? Menyebalkan!” Gadis di depanku ini memajukan bibirnya kesal dan memukul tubuh tinggi namja yang baru datang. “Mianhae,tadi aku ada urusan.”

“Ah~molla…” Jinhee menyilangkan kedua tangannya. Tiba-tiba dadaku terasa sesak ketika seorang Jung Yunho memeluknya hangat seakan tak mau kehilangan dirinya. “Mian,mian,mian,miaaan…ne?”

“Shireo!”

 

‘chu’

“Aigoo…kalian mengesalkan saja.” Aku langsung berbalik ketika dua sejoli itu mengungkapkan perasaan cinta mereka dengan sebuah kecupan. Bodoh kau Kim Jaejoong. Dengan ini akan sangat kentara kalau kau menyukainya. “Ei,jangan jangan kau cemburu ya?”

“Kalau iya bagaimana eoh?”

 

Seperdetik kemudian suasana hening. Angin sore berhembus menarikan helaian-helaian rambut Jinhee. Aku berusaha tak menghiraukannya namun Yunho malah mengaitkan helaian itu di balik cuping telinga Jinhee. “Awas nanti kau kelilipan dengan rambutmu sendiri hahaha…”

“Aish~oppa!”

***

“Jaejoong-ah…”

 

“Wae hyung?”

 

“Bisakah kau bantu aku sedikit?”

 

“Untuk apa?”

 

“Hari ini aku akan melamar Jinhee,menurutmu cincin ini bagaimana?”

“Lumayan.”

 

“Itu saja? Sungguh?”

“Terserah kau Hyung.”

***

“YA! KAU KEMANAKAN CINCINYA EOH?”

“Aish~mianhae Hyung! Aku menghilangkannya di jalanan. Tadi motorku sedikit bermasalah dan cincin yang sudah kau siapkan jatuh ke dalam selokan. Mianhae hyung! Jebal!”

“Baiklah,ku maafkan…”

“Gomawo Hyung…”

“Lain kali jangan kau lakukan ne?”

“Ne…”

“Hei,kalian sedang bicara apa?”

 

Malam itu,aku seharusnya tidak datang.

 

“Would you marry me Hwang Jinhee?”

***

“Oppa~bantu aku menanam mawar…”

“Baiklah ayo kita beli bibitnya.” Saat itu,cuaca cerah. Semua tampak baik-baik saja. Aku dan Jinhee berjalan menyusuri pertokoan di pinggir jalan. Jinhee tersenyum sepanjang perjalanan. I wonder why namun melihatnya begitu,entah aku ikut bahagia.

***

“Oi! Kalau menyiram yang benar dasar bodoh!” Yunho meninju lenganku pelan,tawa renyahnya seolah mengisi keheningan sore itu. Jinhee datang dari belakang membawa sepiring kue coklat kesukaanku. “Gomawo ne.”

Ujarku sambil mengigit kue coklatnya.

“Ei,naekkoya~” Dengan kagetnya,tiba-tiba Yunho mengambil kue yang masih ada di mulutku dan memasukkannya ke mulutnya. “Ya ampun! Kalian jorok sekali sih! Kan masih ada banyak!”

“Jinhee-ya…asal tahu atau tidak,mulut namja ini lumayan lezat loh!”

“Kalian bilang apa sih.”

 

Dunia terasa berhenti seketika. Selang air yang kubawa juga terjatuh. “Omo! Kau mengaggetkanku!”

“Kau kenapa Jaejoong Oppa?”

“A…anniyo…”

 

Katanya,mulutku terasa lezat.

***

Langit malam tanpa bintang bertaburan,seakan merayuku untuk mengenyahkan amarah. Semerbak alkohol turut merayakan ‘pesta kecil’ milikku. Aku tampak membual bila kukatakan aku baik-baik saja sedangkan tumpukkan tanda tanya masih menari lihai di rongga kepalaku. Siap atau belum,mungkin aku yang memulainya. Ini tidak adil bagiku,sama sekali tidak adil. Aku dapat apa? Tidakkah ini mengunci rasa percayaku padanya? Persetan dengan manusia biadab itu yang kini bersenang-senang dengan dia yang sangat sangat aku cintai.

 

“Hyung,ini orange juice…nya…”

 

Nafasku memburu seketika jantung menderu kencang. Langit seolah runtuh bersamaan dengan telapak tanganku yang mengepal. Orang yang kusayangi itu dengan bergairahnya berciuman di ruang tengah. Tidak,bukan itu saja. Ia memperdalam ciumannya. Seorang wanita yang duduk di pangkuan pria itu tampak asyik dengan kegiatan mereka. Bodoh,kenapa bukan aku yang duduk disana. Aku tahu dan aku paham ini bukan hal yang wajar,karena pada hakekatnya,ini adalah sebuah kesalah pahaman belaka.

 

Aku dengan diam melangkah pergi. Dengan pasrah aku turun dari panggung sandiwara ini. Kuputuskan untuk tidak meneruskan permainan bodoh ini lebih jauh. Aku tidak ingin nanti pada saatnya akan banyak orang yang terluka.

 

Jemariku bergetar hebat. Ini memang terlambat namun kucoba untuk tetap berjalan lurus memandang kedepan. Ini kisah sedih yang aku alami. Biarlah saja,toh takkan merugikan siapapun. Syukurlah.

Pada akhirnya,aku cuma bisa duduk dan menyesap segelas alkohol. Hanya segelas. Dan benar buktinya,aku tidak bisa minum dengan baik,tubuhku memintaku untuk segera terlelap.

 

“YA! KAU KEMANAKAN CINCINYA EOH?”

“Aish~mianhae Hyung! Aku menghilangkannya di jalanan. Tadi motorku sedikit bermasalah dan cincin yang sudah kau siapkan jatuh ke dalam selokan. Mianhae hyung! Jebal!”

“Baiklah,ku maafkan…”

“Gomawo Hyung…”

“Lain kali jangan kau lakukan ne?”

“Ne…”

“Hei,kalian sedang bicara apa?”

 

Kurogoh saku celanaku. Kutemukan sebuah barang kecil berbentuk lingkaran. Aku tersenyum miris.

“Jaljjayo…Jung Yunho…”

Kumasukkan sebuah cincin emas ke dalam gelas.

 

Selamat malam.

 

-END-

Otte? Is good enough? Oke,mian buat bahasanya yang gak karuan gini *sob* oya,belum aku kasih tau kalau genrenya juga YAOI tapi enggak yo’i ceritanya (?) dan….mian buat FF ini tanpa poster… ini juga bikinnya cepet banget dah jadi mian kalau typo kalau apa… jangan lupa komen yaaaaaaaaaa muah muah *cling*

9 thoughts on “Miserable Scene

    • hahah ini drabble chingu ^^; itu abang jae ceritanya ga normal (?) sukanya sama om yuno *alah* jadi dia itu gasuka sama Jinhee,pas di taman bermain itu sebenarnya mau ngomong sama Jinhee supaya jauhin Yunho,eh Yunhonya udah dateng duluan… begitulah ahahaha gomawo udah mampir ya ^^

  1. […] Miserable Scene : Tuhan telah mengutukku sebagaimana mereka dengan puasnya merutukki diri. Hilang sudah kegunaan akal sehat yang diulu-ulukan orang padaku,pada diriku. Seolah tubuh menindak cepat akan lingkungan itu,kini indera dan seluruh emosi membuncah seolah tidur nyenyakku terusik. Diam-diam namun pasti langkahku terhenti. Cukup terkoyak parang menhempas jantung,ditancapnya dan menghujamnya sekali lagi. Tidak,bahkan lebih dari sekali—beribu kali—mungkin ini menjadi mengapa setan licik yang bersarang di tiap peluh yang menetes membisikkan kata-kata buruk […]

  2. Kukira Jaejoong suka sama Jinhee, ternyata ia sukanya sama Yunho… Like this story! Aku suka Yaoi… sama Yuri juga suka. Aku taunya Jaejoong suka sama Yunho pas mbaca lagi ceritanya, dadanya Jaejoong sesak sewaktu Yunho berpelukan dengan Jinhee.

    • ne begitulah ._. kalo aku malah sebenarnya gak (kurang) suka sama yaoi dan yuri eh malah aku bikin FF ini jadi kebacanya malah aneh hehehe mian ne tapi aku juga terimakasih udah mau komen ff abal ini *bwo* gomawo chingu ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s