Spring

spring

Author : Vera D Ailiana

Cast    : Kwon Jiyong, Park Sora (OC’s)

Genre  : Romance

Rating  : G

Length : Drabble (1,209 words)

Annyeong readers!

Mumpung lagi liburan, aku bawain sebuah FF epik dari author manis kita Vera D Ailiana yang sekaligus chingu dekat aku. Ingat gak fanfict singkat yang pernah aku post waktu itu chingu? Ya, dengan cast yang sama author ini membuat lanjutan alur sequel  (walaupun bisa dibilang bukan) dari kisah Jiyong-Sora. Masih bertemakan musim, pastinya enggak kalah seru dengan FF sebelumnya :’)

“Plagiarism is forbidden and a good reader knows how to respects and reacts”

Previous : SNOW

©2013 Spring

Terpaan angin musim semi yang dingin menyapu menyapa setiap lekuk keindahan alam ini. Bunga-bunga Sakura tengah bermekaran, memamerkan kelopak berbentuk hatinya yang satu-persatu  gugur diterpa layang-layang angin. Begitu eloknya alam ciptaan Sang Kuasa yang pasti akan memikat setiap mata penikmatnya. Cicitan merdu burung-burung hadir menciptakan hari yang sempurna.

Di sana, di bawah pohon Sakura. Seorang laki-laki berbaring dengan santainya menatap hamparan langit biru. Mata hitam tajamnya menerawang jauh ke atas cakrawala. Sesekali mata hitam itu mengatup saat sang empunya terlena dengan kenyamanan yang tercipta di musim ini. Semilir angin musim semi menerbangkan anak-anak rambut pirangnya. Kelopak Sakura berguguran, membuat benda berbentuk hati itu berjatuhan di atas pahatan sempurna wajah lelaki tampan itu.

“Jiyong-a!” Sebuah sapaan seorang gadis mampu menyadarkannya dari tautan pemikirannya. Lelaki itu beranjak dari tempatnya berbaring, lalu berdiri mensejajarkan tubuh dengan gadisnya. Tangannya menepuk-nepuk kecil ekor bajunya yang terkena tanah.

“Well, akhirnya kau datang juga,” Gadis itu tersenyum manis melihat reaksi lelaki yang ada di hadapanya.

“Kita akan ke mana?” Tanya gadis itu memastikan. Rambut hitam ikalnya melayang-layang saat tertiup angin, menyisahkan anak-anak rambut yang sedikit menutupi bagian wajahnya.

“Di sini,” Jiyong kembali mendudukkan tubuhnya di atas rumput. Tubuhnya sedikit bergeser ke kanan untuk memberikan ruang kosong bagi gadisnya. Terlihat tangan kirinya menepuk-nepuk rumput yang ada di sebelahnya, “Duduklah.”

Gadis itu beranjak duduk di sebelah Jiyong. Kedua kakinya tertekuk dengan tangannya menyilang di sana. Berbeda dengan Jiyong yang lebih memilih meluruskan kakinya guna memperlancar peredaran darah.

Kedua pasang mata itu menatap lurus hamparan taman dengan berbagai macam bunga yang baru bermekaran di musim semi ini. Harum wewangian bunga menyeruak memenuhi saraf penciuman mereka. Sungguh segar, meski sebenarnya bunga-bunga di sana belum sepenuhnya mekar.

Mereka terdiam, entah sudah berapa menit berlangsung. Mereka saling bergumul dengan pikiran masing-masing, entah tentang apa .

“Ehm,” Sebuah deheman kecil mampu mencairkan kesunyian yang terjadi sejak beberapa menit terakhir ini. Kedua matanya tetap menatap jauh di sana, “Sora-ya, apakah tempat ini indah?” Basa-basinya.

“Ya?” Sora menoleh ke kanan, sedikit terkejut saat melihat kekasihnya melepas kecanggungan dengan berbasa-basi seperti itu. Tidak biasa, batinnya. “Oh.. cantik, sangat cantik di sini.” Sedikit kedua sudut bibirnya terangkat, manis– sangat manis meski hanya sedikit tersenyum.

“Apakah kau nyaman?” Kini Jiyong memalingkan wajahnya menatap wajah sempurna Sora, menatap manik mata akik biru gadis itu yang selalu berhasil memikatnya.

“Ya, pasti. Bunga-bunga di sini indah, harum, dan jarang-jarang kita melihat bunga Sakura mekar seperti ini. Bukankah mereka mekar hanya seminggu? Aku suka, sangat nyaman.” Jawabnya panjang-lebar. Mata birunya berkeliling memandangi objek-objek di sekelilingnya yang dimaksud.

“Eng, bukan. Bukan seperti itu maksudku. Huh..” Jiyong mengeluarkan karbondioksida itu dari mulutnya dengan sekenanya. Tak ada asap putih yang mengepul keluar dari sisi bibirnya, tak seperti saat musim dingin kemarin.

Sora menunggu beberapa patah kata selanjutnya yang akan keluar dari bibir tipis Jiyong. Tapi seperti kebiasaannya, ia tak akan tahan untuk menunggu.

Kedua telapak tangannya yang mulai berair mengusap-usap permukaan jeansnya yang kasar. Mengulur waktu menunggu Jiyong berucap. Tapi nihil, sepertinya ia tidak akan meneruskan kata-katanya, “Jiyong-a, tadi.. maksudmu apa?” Tanyanya akhirnya.

Dada Jiyong sedikit mengembang saat menghirup panjang oksigen yang ada di sekitarnya, sepersekian detik kemudian dihembuskannya karbon itu seiring dengan mengempisnya dadanya, “Maksudku, apa kau nyaman dengan… denganku?”

Sora terkesima sesaat, mencerna maksud dari pertanyaan Jiyong. Dan dengan lancangnya, pikirannya menerka-nerka hal-hal negatif yang akan terjadi setelah ini. ‘Apa hubungan ini akan berhenti di sini? Dengan cara seperti ini?’ Seperti itulah sekiranya bayangan yang sedang berkelebat di pikirannya.

“Ya pasti! Aku sangat-sangat nyaman denganmu.” Jawabnya tegas, meski suaranya sedikit terdengar lantang. “Tapi… kita, tidak akan… berpisah bukan?” Tanyanya risau. Sedikit terselip rasa khawatir di benaknya saat menunggu jawaban itu.

Jiyong menoleh ke arah Sora dengan matanya yang melotot, “YA?? BERPISAH?” Sora mengangguk kecil. “Kau ingin aku memutuskanmu? Tidak! Tidak akan.” Tukas Jiyong lantang akhirnya.

“Maksudmu?” Sora sedikit bingung dengan situasi ini. “Lalu, tadi.. pertanyaanmu?”

“Pertanyaan? Pertanyaan yang mana?” Dahi Jiyong sedikit berkerut saat mengingat-ingat. Pertanyaan? Bahkan ia tak yakin pernah bertanya sebelumnya.

Sora mendecakkan lidahnya dengan kesal, “Ckckck. Kau memang sudah tua, Oppa.” Lanjutnya, “Pertanyaan yang tadi. Soal nyaman dengan.. mu.”

“Oh.. jadi kau kira aku tadi ingin memutuskanmu?” Sora mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kkekk~ Kau selalu aneh, Sayang.” Kekehnya.

“Hah?”

“Baiklah-baiklah, daripada berbelit seperti ini menjadi salah paham.” Jiyong sedikit menggeserkan tubuhnya berhadapan dengan Sora. “Ehm, aku..” Perkataan Jiyong sedikit menggantung, terlalu fokus dengan tangannya yang merogoh-rogoh sesuatu di saku belakang jeans hitamnya.

“Aku.. emn,” Sesaat ia berdehem kecil guna mengatur nada suaranya. Tak dapat dipungkiri, ia sedang gugup saat ini, “Sora-ya.. maukah kau menikah denganku? Menjadi ibu dari anak-anakku kelak, dan selalu ada di sampingku untuk selamanya, hingga mati nanti.”

Jiyong menyodorkan sebuah kotak perhiasan berwarna dark blue ke arah Sora. Gadis itu terlalu shock untuk menerima kenyataan ini. Secara tidak sadar kedua telapak tangannya terangkat guna menutupi mulutnya yang sedikit terbuka. “Maukah kamu menjadi istriku Sora, Park Sora?”

Dibukanya kotak perhiasan itu. Di sana terlihat sebuah benda yang melingkar berwarna perak. Di salah satu bagian sisinya ada sebuah permata safir berkilau. Indah. Seindah senyuman Sora saat melihatnya.

“Saranghae,” Kata itu meluncur bergitu saja dari mulut Jiyong. Menegaskan kata-kata panjang dan tak bermajas yang sebelumnya ia ucapkan.

“Maaf, aku tidak bisa menerimamu.”

DEG!

Keadaan hening seketika. Burung-burung yang bercicit menghiasi musim semi ini tak terdengar lagi oleh telinga Jiyong, bahkan angin yang menderu-deru menerpa dedaunan pun seakan bisu oleh sebuah kalimat yang diucapkan gadis yang ada di hadapannya. Di dalam telinganya hanya dapat mendengar kalimat itu, kalimat gila yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Suara itu terdengar berulang kali di dalam telinganya, seperti suara yang memantul dan menggema di sebuah gua.

Sora berdiri dari tempat duduknya. Menepuk-nepuk kecil ujung jaketnya yang tekena tanah. Gadis itu memalingkan wajahnya, seakan acuh pada reaksi Jiyong yang terlihat menyakitkan.

“Tap.. tapi kenapa?” Kepala berambut pirang itu menengadah, memandang wajah gadisnya yang akan pergi meninggalkannya. “Huh.. baiklah, kalau itu maumu. Terimakasih.”

Jiyong beranjak dari tempat bertapaknya dan akan beranjak pergi. Baru sekali kakinya melangkah menjauh, ia kembali menghentikan langkah kakinya ketika sebuah suara terdengar oleh gendang telinganya.

“Tunggu!”

Jiyong tak bergeming, tak juga menoleh. Terlalu menyakitkan baginya melihat wajah gadisnya yang membuatnya ketagihan seperti kafein pada secangkir kopi hitam yang biasanya ia minum saat malam hari.

“Aku belum selesai bicara, Bodoh. Kau yang aneh, bukan aku.” Jiyong sedikit memiringkan kepalanya, memfokuskan pendengarannya untuk mendengar kalimat selanjutnya.

“Aku tidak bisa menerimamu Jiyong. Sebelum aku memastikan cintamu.”

“Bagaimana lagi aku harus memastikannya, bukankah ini sudah sangat berarti aku mencintaimu.” Jiyong membalikkan badannya. Sebuah harapan baru. Ada secercah cahaya untuk mendapatkan gadisnya lagi.

“Cium aku.”

Seketika mata Jiyong sedikit membulat, hanya sedetik, tak lebih, kemudian matanya membali kesemula. Kini salah satu sudut bibirnya terangkat. Senyuman miring, sebuah seringai. Senyuman yang begitu digilai oleh Sora.

“Apa kau sudah tidak waras, Sayang?,” Sudut bibirnya semakin tinggi, “Well, baiklah. Kau yang memulai, maka aku tidak akan bertanggung jawab.”

Ia maju selangkah, hanya selangkah saja. Selangkah untuk menggapai kehidupannya yang lebih indah bersama gadis ini. Hanya selangkah, selangkah saja untuk membuktikannya.

Dan di atas mereka, bunga-bunga Sakura yang berwarna merah muda itu adalah sebuah tanda. Kelopak bunganya yang berbentuk hati berjatuhan sebagai tanda cinta mereka yang semakin indah.

Burung-burung yang sebelumnya membisu, kini kembali bercicitan. Deruan angin bergemerisik bertabrakan dengan daun-daun pohon Sakura. Musim semi, adalah salah satu musim yang sangat indah bagi mereka.

=FIN=

Nah, bagaimana chingu? Bagus, keren, lumayan, atau kurang? Ada pertanyaan silahkan comment di bawah karena makin banyak comment dan like yang ada, memungkinkan lanjutan dari FF ini untuk di post kembali ^^

credits

author  : Vera Diva Ailianna | editor   : Sandra Calena (Safa P. A.) | publisher and cover making  : parkminhyun

18 thoughts on “Spring

  1. kereeen >w< thor boleh tanya? ini ff bersambung bukan? tadi pas winter, namanya hwang sora (kalo gak salah baca) trus skrg jd park sora ._.v tapi maksudnya sama kan? ^^

    • ._. oya, kamu kok teliti bingit ya? aku aja gak tau hiks, saya sepertinya typo chingu mian nee T.T iya ini sequel dan lanjutan nya udah ada kok udah aku post. Silahkan dilihat gomawo ne udah komen disini ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s