Hot Issue, Baby! (1)

kimmyelf

Title : Hot Issue, Baby!

Author : kimmyelf

Main cast : Kim Jongin / Kai , Hwang Jin Hee (OC)

Rating : PG – 12

Genre : Romance, Fiction

………

foreword

Jin Hee adalah seorang wanita biasa. Ia masih duduk di bangku sekolah. Tak ada yang special di hidupnya. Tapi berubah tiba – tiba saat ia tak sengaja bertemu dengan salah satu idola yang baru digandrungi semua orang. Sejak itu ia harus menjalani hidupnya dengan penuh skenario.

CHAPTER 1

(Sub-tittle : 6000 won)

To : Jin Hee

From : Min Ah

Maafkan aku >.< ibuku menelfonku untuk cepat pulang.

Neneku berada di rumah sakit. Kami sekeluarga akan men-

jenguknya. Maaf..aku tidak bisa menemanimu ke toko buku :(

Aku membaca pesan di HP yang baru saja ku terima. Ku lengkungkan bibirku, kecewa. Tapi apa boleh buat. Minah adalah sahabatku yang juga teman satu kelasku. Kami sudah berencana sejak 2 hari yang lalu untuk pergi ke toko buku bersama. Tapi sepertinya sesuatu yang buruk terjadi pada neneknya.

Ku letakan HP ku kembali ke kantong rok sekolahku. Dan mulai berjalan pulang. Ku angkat jam tangan yang berada di tangan kananku. Pukul 16.00. Hari ini aku pulang telat karena aku harus mengikuti kegiatan ekstra. Kau tau ekstra apa yang ku ikuti? Melukis dan Teater! Aku tak jago dalam olahraga. Bukannya aku tak suka olahraga ,hanya aku tidak pintar berlari dan tidak suka berkeringat.

Aku melangkahkan kaki menuju halte bis. Bis adalah kendaraan setiaku untuk pergi dan pulang ke sekolah. Untuk dapat mencapai ke halte bis aku harus melewati beberapa pertokoan. Sekolahku memang berada di tengah kota, tapi entah kenapa tak ada yang bisa dibanggakan di sekolahku. Akan ku ceritakan masalah ini nanti.

Aku berhenti didepan sebuah toko aksesoris bernama “Style”. Toko ini menjual berbagai aksesoris dari anting, gelang, kalung, bando,kosmetik,dompet, sabuk, syal dll untuk perempuan maupun laki – laki. Mataku membulat, senyum pun tergambar di wajahku. Naluri perempuanku pun muncul. Dengan semangat dan ketertarikan yang sangat, aku berjalan ke dalam toko itu.

“Wahh~!!!” adalah kata pertama yang ku ucapkan. Ku tutup mulutku cepat cepat. Ini sangat keren barang – barang cantik dimana – mana.

Aku langsung berkeliling ke tempat dimana aksesoris wanita berada. Ku pegang satu – persatu barang – barang yang ku sukai. Dan bahkan terkadang mencobanya. Nona penjaga toko melihatku dengan muka aneh, dan melihatku seperti seorang pencuri, sepertinya aku mengerti pikirannya. Aku tersenyum ke arahnya lalu pergi ke bagian yang lain.

Kali ini aku pergi ke bagian koleksi anting. Aku sedang melihat semua anting yang diletakan dengan rapi di dalam kotak etalase. Mataku membulat saat melihat satu anting – anting yang menarik penglihatanku. Anting itu berwarna hitam, berbentuk kepala kelinci kecil, simple. Tapi aku suka. Yap, sudah ku pustukan aku akan beli itu.

“Bisa ambilkan anting yang itu!” aku menunjuk ke arah anting di dalam kotak kaca itu.

Tapi aku terhenti saat melihat tangan lain yang juga sedang menunjuk anting itu dan juga kami berkata bersamaan. Aku melihat ke orang di sampingku. Penampilannya sangat aneh. Dia memakai sebuah jaket hitam dan sebuah topi . Syal yang dilingkarkan di lehernya sebagian menutupi wajahnya. Tapi aku tahu kalau dia itu seorang namja.

“Aku mau yang ini!” dia berkata lagi. Masih melihat ke arah Nona penjaga etalase. Dia bahkan menghiraukanku keberadaanku.

“Tapi aku duluan yang menginginkannya!” aku tak mau kalah dengannya. Ku lihat Nona penjaga etalase bingung melihat kami.

“Akan ku bayar berapapun jika kau mau memberikannya padaku!” kata orang itu lagi kepada Nona penjaga etalase. Aku mengernyitkan mata melihatnya.

“Tidak bisa! Apa – apaan kau? Kau tak bisa seenaknya seperti itu!” kataku melihatnya.

“3000 won?” ia berkata ke Nona itu lagi. Laki – laki ini benar- benar Aaahh!!!

“Nona bukankah yang duluan berhak memilikinya? Benarkan?” kataku memohon kepada Nona penjaga etalase.

“6000 won” ia berkata lagi.

Daguku jatuh,aku menganga, 6000 Won? Itu bahkan beberapa kali lipat dari uang sakuku satu bulan.

——-;;;——-

AUTHOR P.O.V

Jin Hee keluar dari toko dengan muka tak percaya. Anting yang di incarnya telah jatuh di tangan namja tadi. Ia telah berusaha protes pada Nona penjaga etalase. Tapi setelah Nona itu menelfon pemilik toko dan menceritakan apa yang terjadi. Pemilik toko lebih memilih untuk memberikannya kepada namja tadi. 6000 won bukanlah sedikit, tentu saja pemilik toko itu akan memberikannya kepada namja tadi.

Tapi bukankah aku duluan yang menginginkannya..!!!! tidak adil >.< !!!

Pikir Jin Hee ,menghentakan kakinya dengan keras, sambil mulai berjalan menyusuri trotoar jalan untung pulang.

(DI SISI LAIN)

“Terimakasih sudah datang di toko kami!!” kata penjaga kasir kepada seorang laki – laki di depannya.

Walaupun namja itu memakai pakaian yang sangat tertutup dan aneh tapi kasir itu senang karena namja itu telah membeli anting di tokonya dengan harga tinggi.

Namja itu hanya mengangguk membalas si kasir.

Namja itu berjalan menuju pintu keluar dan pada saat yang sama terdapat seorang pengunjung perempuan yang akan masuk ke dalam toko.

Karena dia berjalan dengan menunduk ia tak tahu kalau ada orang di depannya. Dan akhirnya mereka bertabrakan.

Keduanya terdorong ke belakang dan akhirnya jatuh terduduk di lantai. Topi yang dipakai namja tadi terlepas dan membuat wajahnya terlihat.

Pengunjung wanita tadi yang telah berdiri di depan namja yang di tabraknya. Terdiam melihat namja itu. Ia melebarkan matanya seperti tak percaya. Ia menarik nafas yang panjang dan menahannya sebentar sambil mengamati namja tadi dengan mata yang bulat.

Sementara laki – laki tadi masih sibuk memijat sikunya yang terbentur keras oleh lantai saat ia jatuh. Ia lalu sadar bahwa sekarang topinya telah jatuh dan saat ia melihat wanita di depannya yang mempunyai wajah super kaget. Ia mencoba mengangkat telunjuknya mencoba memberikan wanita itu sinyal agar ia tidak berteriak. Tapi..

“K…KKAAIIIIII!!!!!!”

Ia terlambat, semua perhatian pengunjung toko itu sekarang berada pada dirinya. Ia mencoba tersenyum ramah pada pengunjung toko itu. Tapi dengan kepopulerannya saat ini, sangat tidak mungkin dia tidak akan dikejar oleh fans wanitanya.

“Kai Oppa!!!!!!!!!”

Semua wanita di toko itu berlari mendekatinya. Kai yang merasa takut melihat para wanita yang berteriak histeris dan mengejarnya seperti itu langsung cepat cepat lari keluar toko. Ia tak sempat mengambil topinya yang jatuh karena telah diambil oleh wanita yang ditabraknya tadi.

Ia berlari ke jalan raya. Berusaha untuk mencari tempat persembunyian yang aman. Tapi segerombolan wanita tadi yang berada di toko pun juga mengejarnya sampai ke jalan raya. Berteriak – teriak “Oppa jangan pergi!!” “Oppa!!!” “Kai Oppa!!” membuat orang –orang yang tadinya tidak tahu bahwa yang di kejar segerombolan wanita itu adalah Kai ikut mengejarnya.

Benar – benar ramai. Polisi yang mengatur jalan raya bahkan kualahan mengatasinya. Kai terus saja berlari walaupun wanita yang mengejarnya semakin banyak.

Ia belok ke arah toko sepatu di sebelah kiri mencoba untuk mencari tempat tapi baru saja ia membuka pintu took, para wanita di dalamnya sudah berteriak histeris. Kai mengeluarkan nafas panjang. Ia mengangkat syal yang di lilitkan di lehernya sedikit ke atas agar menutupi wajahnya dan mulai berlari lagi.

Ia berlari sekencang kencangnya mencoba menjauh. Berbelok ke setiap tingkungan yang ia anggap aman. Fansnya masih mengejarnya di belakang. Dia benar – benar sudah tak kuat lagi sedangkan puluhan fans wanitanya masih setia mengikutinya. Ia sekarang berada di pertigaan jalan, ia dengan cepat memutuskan akan belok ke kiri. Sebelum ia memutuskan untuk belok ia menoleh ke belakang melihat bagaimana keadaan, para fansnya ternyata masih agak jauh darinya. Kekuatan wanita tentu saja beda dengan laki – laki. Dan akhirnya ia belok ke kiri.

“Bukankah tadi ia belok ke kiri?”

“Benar dimana dia?”

Mereka semua tidak tahu bahwa ternyata Kai sedang mati – matian bersembunyi di belakang mesin fotocopy di dalam toko yang di jaga oleh nenek – nenek yang sudah tua. Dia menahan nafas karena tegang, berharap fansnya tidak bisa menemukannya.

“Pasti dia kesana, ayo kita cari,pasti dia belum jauh dari sini!!” kata seorang fans lain.

Dengan komando itu, para wanita pun berlari menjauh dari toko itu. Di belakang mesin foto copy Kai dengan cermat mendengarkan suara langkah yang semakin lama semakin menjauh.

Ia mulai berdiri dari posisi nya lalu mengintip sedikit, setelah dia melihat keadaan luar sudah aman dia menuju pintu keluar toko. Tapi sebelum ia membuka pintu toko untuk keluar ia berbalik.

“Khamsahamnida nenek, ku doakan tokomu setelah ini akan ramai!” lalu ia keluar toko dan berlari ke arah sebaliknya dari para wanita tadi.

Nenek yang sudah tua itu hanya melihat namja tadi dengan tatapan Tuhan-memberkatimu.

—+—-

Kai berjalan hati – hati sepanjang trotoar, ia telah membalik jaketnya sehingga yang seharusnya bagian dalam menjadi bagian luar dan sebaliknya, sehingga warnanya pun berbeda. Ia sangat bersyukur kali ini dia memakai jaket ini. Tak lupa ia menaikan syalnya lagi untuk menutupi mukanya.

Dia selalu membuang mukanya ke samping jika ia berpapasan dengan orang lain di jalan.

Tapi tiba – tiba ia merasa ada seseorang yang mengendap endap menguntitnya. Ia berjalan lebih cepat lagi. Orang itu masih mengikutinya. Dia bisa merasakannya. Tapi saat ia berbalik badan untuk melihat siapa itu, tak ada orang di belakangnya. Ia mempercepat langkahnya dan berbelok ke arah gang sepi.

Ia berhenti di tengah jalan dan tak berbalik badan, ia mencoba membiarkan si penguntit itu menunjukan dirinya. Kai mendengar suara langkah kaki di belakangnya mendekat. Hanya sepasang langkah kaki ia lega karena ternyata hanya satu orang saja yang mengikutinya.

“Oppa!!” sebuah tangan menepuk pundak Kai dari belakang. Suara perempuan. Kai berfikir sejenak apa yang harus dilakukannya.

“Kai Oppa!! Benarkan?” kata yeoja itu lagi.

Kai menarik nafas dalam – dalam sebelum ia berputar. Ia telah berfikir akan berbicara baik – baik dengan fans wanita ini untuk tidak mengikutinya lagi. Dia akan memberikan tanda tangan jika itu perlu.

“Ya~” Kai mulai membalikan badannya dan melihat ke arah yeoja yang sedang menunggunya.

“Ini be-be-benar Kai??!! Omo!!!!” wanita itu histeris sambil menutup mulutnya agar tidak berteriak.

Kai memandang yeoja itu dengan senyum yang dipaksanya. Fans yang berada di hadapan Kai sekarang, mempunyai tubuh yang gemuk,dengan pipi cubby dan rambut yang terurai.

Sunguh aneh melihatnya dari sisi Kai yang terlihat rapid an tampan.

“Oppa..jadilah pacarku!!?” Yeoja itu mendekat sambil memegang tangan Kai.

Kai membelalak.

“Mwo??” katanya kaget.

“Aku tidak bisa..!” kata Kai lagi. Walaupun begitu Kai sudah biasa dengan tingkah para fansnya.

“Oppa kumohon!!”

“Tidak..maaf kan aku.” Kata Kai mencoba melepaskan tangannya dari genggaman wanita itu.

“Ayolah Oppa..aku bisa menyembunyikannya. Kau tidak perlu mempubliskasikan hubungan kita.” Kata wanita itu mulai mendekat ke wajah Kai ia bermaksud untuk menciumnya.

Kai yang melihat wajah wanita itu yang semakin lama semakin mendekat mencoba menjauh. Ia melepaskan tangannya dari genggaman wanita itu lalu lari lagi secepat mungkin.

Kali ini Kai memilih untuk melarikan diri lewat jalan yang sepi. Karena jika ia seperti tadi lagi, maka para gerombolan wanita akan mengejarnya.

Dari kejauhan saat Kai berlari dia melihat seseorang yang tidak asing di ingatannya. Wanita itu sedang berada di depan toko buah.

 

JIN HEE P.O.V

“Bibi,masih adakah buah jeruknya?” aku memutuskan untuk mampir ke toko buah sebelum pergi ke halte yang berada tepat di depannya.

“Maaf nak,jeruknya baru saja habis. Mau mencoba anggur?” kata bibi penjual itu sambil menodongkan buah anggur ungu ke arahku.

“Bagaimana ya.. Umma sukanya dengan buah jeruk.” Kataku sedikit bergumam.

“Untuk ibumu? Wah kau anak yang baik. Jeruknya tidak ada tapi aku akan memberikan anggur ini dengan setengah harga kalau kau mau?” kata bibi itu tersenyum.

Aku tersenyum senang. Ternyata hari ini tak selamanya sial. Bibi ini benar – benar baik.

“Chinca? Baiklah aku mau angg..Hei!” sebelum aku sempat menyelesaikan perkataanku. Seseorang memegang pergelangan tanganku dan membawaku lari.

“Bibi aku pinjam sebentar ya anak ini!” teriak namja itu menoleh ke arah bibi yang sedang bengong melihatku. Saat aku melihat ke arah bibi penjual tadi aku heran dia malah tersenyum dengan mata berbunga -bunga ke arah namja ini. Bagaimana kalau namja ini penculik? A-ahh benar..

Aku diculik! Aku diculik! Tidakkk!!!!!!!!!

“Tolo…” adalah kata pertama yang ada di pikiranku dan langsung ku ucapkan, tapi percuma tangan namja ini sudah menutupi mulutku.

Aku masih saja dibuatnya untuk berlari. Ini benar benar hari sialku.

Kami telah sampai di sebuah jalan yang sepi dimana jarang ada orang yang melewatinya. Kami berhenti disana. Aku memberontak agar dia melepaskanku. Tapi sia – sia saja tangannya begitu kuat menutup mulutku. Aku diam untuk memikir cara lain bagaimana aku bisa melarikan diri dari orang ini.

Di saat aku mulai untuk kehilangan akal aku merasakan bahwa aku sekarang berada sangat dekat dengannya. Aku bisa merasakan di punggungku detak jantungnya yang berdetak kencang setelah kami berlari cukup cepat , nafasnya pun terengah – engah, tangannya dingin melingkar di tubuhku sehingga dia mengapit kedua tanganku disamping sedangkan tangan kanannya menutupi wajahku. Kami lebih tepatnya seperti “Back Hug” pelukan dari belakang. Omo!?!

Mukaku kurasakan mulai memanas. Tidak tidak bukan saatnya memikirkan ini. Aku sedang diculik! Yang harus ku pikirkan adalah bagaimana bisa bebas darinya.

“Oppa!!!!”

Ku dengar seorang wanita berjalan dari belakang. Sipa dia? Kenapa dia memanggilnya Oppa?

Kurasakan tangannya mulai membebaskan badanku dan juga tidak menutupi mulutku lagi. Tapi tangan kanannya sekarang memegang pinggangku. Dia memaksaku untuk berputar melihat ke arahnya.

AUTHOR P.O.V

“eh…?!” Jin Hee membuka matanya lebar – lebar untuk mengetahui siapa yang berada di depannya sekarang.

“Oke, baiklah..” Kata Kai kepada Jin Hee , tapi mungkin lebih tepatnya dia bergumam sendiri. Tangannya yang tadi berada di pinggang Jin Hee sekarang keduanya berada di pundak wanita itu.

Jin Hee memandang wajah Kai dengan muka bingung.

“Eh? Mwo?..BO-HONG..!! Di-dia mau apa??”

Kai mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Jin Hee . Semakin lama semakin dekat. Hidung mereka hampir bersentuhan.

“Hentikan! Tunggu..apa ini!?” kata Jin Hee mendorong badan Kai untuk menjauh.

“Sudah, jangan melawan!” katanya dengan muka datar.

Kai menaruh tangan kanannya di punggung Jin Hee , lalu menarik Jin Hee untuk lebih dekat dengannya. Jin Hee tak bergerak, ia tak mengerti apa yang harus dilakukannya atau mau apa Kai dengannya. Beribu pertanyaan tergambar di wajah Jin Hee . Walaupun begitu mukanya mulai memerah karena jarak yang begitu dekat dengan wajah Kai.

…………..

“Oppa!! Tidak jangan lakukan!!Tidak..!!” fans Kai yang masih berdiri di belakang Kai melihat kejadian itu dengan muka yang tak percaya. Ia berkali kali berteriak “Oppa tidak mungkin, ini pasti tidak mungkin!!” kepada Kai tapi sepertinya Kai menghiraukannya dan sibuk dengan seseorang yang sekarang berada di dekatnya.

“Aduh..” kata Jin Hee reflek saat ia merasakan tangan Kai menekan punggungnya dengan paksa agar ia mendekat padanya.

Jin Hee yang tingginya hanya sedagu Kai, membuatnya jika pada posisi ini hanya terlihat sebagian kepalanya saja. Sehingga yang terjadi adalah…

“Tiddddddddddaaaaaaakkkkkkk!!!!!!! Jangan cium!!!!”

-TBC-

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Halllooooooooo ^^

Libur  telah tiba .. libur telah tiba… haha xD Yap sebenarnya udah dapet tema ini udah lama dan aku udah nulis beberapa chapter secara diam – diam , tapi masih belum yakin untuk ngepublishnya.. jadi yah saya berfikir kalau ini waktunya.. J

 

Bergutat dengan Kai lagi.. dan EXO dan yang lainnya… udah berfikir berulang kali untuk milih cast yg cocok dan akhirnya kembali lagi ke Kai .___.v

 

Yang dulu pernah baca di web ku kimmyelf.wordpress.commasih ingatkah kalian, saya pernah bilang kalau saya suka xiumin? :D iya.. kalian , exotic pasti udah lihat exo di radio youngstreet pas bagian sesi ‘Jagiya nayo?’  saya bener –  bener sukkaaaaaaaaa bangeeeettttt sama suaranya Uminnnnnnn >< beneran!

Tapi kayaknya sekarang saya beralih ke Luhan xD u know? Luhan itu kayak 4 in 1 … udah visual, lead vocal, ngedance juga bagus, dia gak ngecoba jadi imut aja, dilihat udah imut banget >< hahaha xD stop! -.-

Salah satu lagu yang bukan tittle song tapi enak di denger, salah satu lagu yang ku suka di album Melting.. untuk setiap chapter selanjutnya akan ku kasih tahu lagu – lagu yang bukan tittle song yang aku suka. So stay tune guys :)

Next chapter on ‘Hot Issue, Baby!” sub-tittle : Kiss? and Fans!

26 thoughts on “Hot Issue, Baby! (1)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s