Hot Issue, Baby! (2)

hib

Title : Hot Issue, Baby!

Author : kimmyelf

Main cast : Kim Jongin / Kai , Hwang Jin Hee (OC)

Rating : PG – 12

Genre : Romance, Fiction

“Oppa tidak mungkin, ini pasti tidak mungkin!!” kepada Kai tapi sepertinya Kai menghiraukannya dan sibuk dengan seseorang yang sekarang berada di dekatnya.

 

“Aduh..” kata Jinhee reflek saat ia merasakan tangan Kai menekan punggungnya dengan paksa agar ia mendekat padanya.

 

“Diam. Pura – pura di cium saja” kata Kai pelan ditelinga Jinhee. Ia sedikt menunduk dan memiringkan wajahnya. Jinhee yang tingginya hanya sedagu Kai, membuatnya jika pada posisi ini hanya terlihat sebagian kepalanya saja. Sehingga yang terjadi adalah…

 

Fans Kai yang melihat Kai dari punngungnya saja, mengira bahwa dia benar benar sedang…

 

“Tiddddddddddaaaaaaakkkkkkk!!!!!!! Jangan cium!!!!”

 

 

CHAPTER 2

(Sub-Tittle: Kiss? and Fans!)

“Oppa..ka-kau?” fans itu memandang Kai sambil menutup mulutnya.

 

“Maaf~” kata Kai dengan muka bersalah.

 

Sedangkan Jinhee hanya berdiri disamping kiri Kai dengan kepala menunduk. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Kejadian tadi membuat shock dirinya.

 

“Jadi..di-dia pa-car mu?” Kata wanita gendut itu dengan suara sedikit bergetar.

 

 

Kai memijat bahu kiri Jinhee pelan untuk menenangkannya.

 

“aku..ahh bisakah kau merasahasiakan hal ini?” – kata Kai. Ia memasang muka memohon agar sang fans percaya padanya.

 

Jinhee mengangkat wajahnya memandang wajah Kai dengan kaget.

 

“Jadi..benar????” kata wanita itu lagi.

 

“Aku bukan..” kata Jinhee mencoba bicara. Tapi Kai  menyela dengan cepat.

 

“Kau fans setiaku kan? Kau tak akan membuatku kecewa kan?” kata Kai ke arah wanita di depannya dengan senyum manis.

 

“Eh?” wanita itu kaget dengan perubahan topic pembicaraan yang tiba – tiba. “I-iya..tentu saja, Kai Oppa adalah idolaku, orang yang kucintai, aku tak akan mengecewakanmu apa pun yang terjadi.” Lanjutnya dengan semangat dan senyum yang mengembang di bibirnya.

 

“Benarkah? Aku sangat senang mendengarnnya. Jadi.. kau akan bahagia melihatku bahagia dan sedih saat aku sedih?”

 

“Emmm’……” Wanita itu mengangguk semangat.

 

“Siapa namamu?” kata Kai ramah.

 

“Min Yul..Shin Min Yul”

 

“Oke Min Yul-ssi, aku percaya padamu, aku tahu kau tak akan mengecewakanku..” kata Kai dengan senyum manis. “Aku harus pergi sekarang..”

 

Min Yul tersenyum senang mendengar perkataan Kai, hatinya berbunga – bunga mengetahui bahwa Kai idolanya mau mempercayainya.

 

“Oppa..!!” panggil Min Yul. Kai pun membalikan tubuhnya untuk melihat ke arahnya.

 

“Iya?” Kai melihat ke arah Min Yul dengan wajah bingung

 

“Terimakasih.. Aku senang bertemu Oppa, ternyata Oppa benar – benar baik sekali. Aku.. aku tak kecewa menjadi fans Oppa. Dan seperti katamu, aku senang melihat Oppa bahagia, aku akan diam dan janji untuk tidak mengatakannya pada siapapun” Min Yul menjelaskan dengan senang dan setelah ia puas mengatakan isi hatinya, ia pun berlai menjauh.

 

Click…click…click…

 

“Tapi..aku-aku..” Jinhee tak mengerti apa yang di maksud oleh Min Yul ia mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Kai.

 

“Ssstttt..jangan buat rencana ini jadi berantakan” bisik Kai.

 

“Kita mau kemana?” Jinhee bertanya saat Kai menyeretnya untuk pergi dari tempat itu.

 

“Disini terlalu berbahaya..”

 

Mereka berjalan ke belakang sebuah gedung dimana tak ada seorang pun disana.

 

“Terimakasih~” Kai tersenyum kepada Jinhee lalu berbalik badan untuk pergi.

 

Jinhee yang jengkel atas kelakuan Kai membuka mulutnya tak percaya.

 

“Hanya itu saja??” kata Jinhee sedikit menyentak.

 

Kai kembali melihat ke arahnya.

 

“Ah benar berikan aku alamat rumahmu~ Besok akan ku kirim hadiahnya karena sudah menolongku.. Akan ku kirimkan ke rumahmu.” – Kai

 

“Apa maksudmu heh? Kenapa kau seenaknya saja?! Pacar apa??!! Kita bahkan baru bertemu!!” dengan muka yang sangat marah Jinhee membentak Kai.

 

“Tak ada pilihan lain.. hanya itu yang bisa kulakukan.” Kata Kai santai.

 

“Jadi kau lebih memilih membohongi fansmu? Bagaimana jika berita ini tersebar??!!” – Jinhee

 

“Min Yul akan menepati janjinya, aku tahu itu.. dia fans yang bisa diandalkan. Sudahlah lupakan saja hari ini, anggab saja kejadian tadi tidak sengaja.”

 

“Apa???”

 

Kai pun berlari dengan cepat menjauh dari Jinhee.

 

“Aaaaaaahhhhhhhhhhh dasar !!!!!!!!!!” teriak Jinhee sekencang – kencangnya.

 

@ Seika Gakuen (sekolah  Jinhee)

 

“Apa?? Siapa?”

 

“Iya aku yakin..dia seorang idola di foto majalah yang pernah kau tunjukan padaku! Aku juga tidak percaya bahwa aku bisa bertemu dengannya.”

 

Jam istirahat dimulai, Jin Hee  bersama dengan sahabatnya Mina berjalan di lorong sekolah untuk menuju ke kantin sekolah. Dalam perjalanan itu Jin Hee  yang masih terbayang – bayang kejadian kemarin bercerita kepada Mina dari awal sampai akhir. Tentu saja dengan suara yang pelan agar murid lain tak mendengarnya.

 

“Aku tak percaya padamu Jin Hee .. Ceritamu seperti.. Emm.. tidak masuk akal. Lagipula siapa laki laki itu? Ayolah ingat – ingat lagi wajahnya. ” tanya Mina sambil memperbaiki posisi kacamatanya.

 

Jinhee benar – benar sudah mati – matian untuk mengingat – ngingat lagi nama namja kemarin. Tapi apa boleh buat, ia sudah lupa. Nama namja itu terlalu asing di telinga Jinhee. Dan karena kemarin ia sangat syok ia tak sempat mengingat nama namja itu.

 

“Yah..! ini kenyataan..!!  Ahh Mina, aku tidak tahu siapa nama namja itu, tapi aku yakin dia seorang artis, karena wanita yang mengejarnya adalah fans nya. Seandainya waktu itu kita jadi pergi bersama mungkin kau akan melihatnya langsung juga.” – Hyena mengaitkan lengannya di lengan Mina.

 

“Kalau kemarin kita jadi pergi ke toko buku bersama… kejadian kemarin tak akan terjadi.” – Mina berkata tanpa melihat sahabatnya itu.

 

“ah ya, benar juga..~” kata Hyena dengan anggukan setuju.

 

 

 

Mina dan Jinhee memang selalu berterus terang kepada satu sama lain. Mereka saling percaya bahwa satu sama lain bisa saling menjaga rahasia dengan aman. Mina adalah teman SD Jinhee, tapi persahabat akrab mereka dimulai saat SMP, di kelas 2 saat mereka mendapatkan kelas yang sama.

 

Mina adalah seperti kebanyakan siswa lainnya. Dia memakai kacamata , tidak suka menggerai rambutnya, seragamnya pun selalu rapi, dia juga suka sekali membaca buku atau kadang membawa sebuah buku tulis untuk menuliskan beberapa cerita atu puisi disana, walaupun begitu Jinhee tahu sahabatnya ini sebenarnya cantik sekali. Hanya saja perlu di rubah sedikit dalam gaya penampilannya.

 

“Jinhee..” – Mina.

 

“Ya?”

 

“Apakah nanti kau ada waktu? Bagaimana kalau kau main ke rumahku?”

 

“Ada apa ? tumben sekali kau mengajakku ke rumahmu.. Biasanya kau suka menghabiskan waktu di café.”

 

“Bukan begitu.. Ayahku tadi malam baru pulang dari Prancis. Dia membelikanku banyak sekali oleh – oleh dan juga coklat. Aku ingin berbagi denganmu.”

 

“AAh Chinca? :D “ kata Jinhee dengan semangat.

 

“Hmm :) bagaimana?”

 

“Iya.. Iya aku mau..aku akan dat… Ah!”

 

Jinhee terduduk di lantai ia menggeram kesakitan karena pantatnya membentur lantai dengan keras.

 

“Kalau jalan hati – hati dong.. Kau tak punya mata apa??! Dasar..!!” seorang wanita berdiri di depan Jinhee dan Mina dengan kedua tangannya di pinggang.

 

JINHEE P.O.V

 

 

Dan inilah dia Yoojin, wanita yang merasa tercantik di sekolah ini. Tak ada yang menyukainya selain tentu saja sahabat sahabat nya yang sama – sama memiliki sifat yang sombong. Di sebelah kiri Yoojin adalah Yoo In Na dan sebelah kanan adalah Seo.

 

Sebenarnya Yoojin adalah anak orang kaya seperti Mina. Tapi karena dia tidak pintar dan nilainya rendah di semua mata pelajaran ia akhirnya di sekolahkan disini oleh orang tuanya. Berharap anaknya bisa malu dan memperbaiki diri tapi sepertinya masih seperti itu – itu saja.

 

Untuk masalah otak, Mina sangatlah pintar dan aku emm bisa dibilang biasa – biasa saja, tak pintar tapi juga tak bodoh hanya standar bagi murid biasa. Aku masuk sekolah ini karena ayah tidak bisa membiayai jika aku akan pergi ke sekolah yang bagus. Sedangkan Mina, ah aku sedikit bersalah pada ayahnya. Ayah Mina ingin anaknya melanjutkan sekolah di luar negeri. Tapi ~ Mina, dia tak mau pisah denganku ia menolak permintaan ayahnya. Sempat, ayah Mina membenciku karena ia mengira ini semua karena aku membujuk Mina untuk tidak pergi. Tentu saja aku tidak melakukannya (walaupun aku akan sangat sedih sekali jika Mina benar – benar akan pergi), tapi sekarang semua baik – baik saja sejak Mina berjanji pada ayahnya besok kalau kuliah, dia mau untuk kuliah di luar negeri. Ahh aku pasti akan menangis seharian saat aku akan mengantarnya ke bandara.

 

Back to Yoojin..

 

 

“Kau wanita atau apa? Bicaramu kasar sekali?” kataku kepada Yoojin setelah Mina menolongku untuk berdiri.

 

“Kenapa kau yang marah? Kau yang salah sudah menabrakku.. tidak minta maaf malah marah – marah.” Kata Yoojin.

 

“Buah tidak jatuh dari pohonnya… dia benar – benar seperti ayahnya.” In Na ikut – ikut bicara dari belakang.

 

“Diam kau In Na!!” kata Mina membantuku.

 

“Kau yang diam Mina!” Yoojin berkata membantu In Na yang dibentak Mina, ia membulatkan mata melihat ke arah Mina. “Kami sedang tidak bicara denganmu saat ini!” lanjut Yoojin dengan angkuh.

 

“Tau apa kau tentang ayahku? Jangan asal bicara!” kataku jengkel.

 

“Benar… menabrak mobil orang , tidak minta maaf malah pergi begitu saja.” – Yoojin

 

AUTHOR P.O.V

 

“Apa??? Ayahku menabrak mobil?” – Jinhee

 

Terdapat wajah heran di wajah Yoojin.

 

“Lucu sekali.. bahkan anaknya sendiri tidak tahu atau.. bahkan ibumu juga tidak tahu?” –Yoojin

 

“A-a-apa? ayahku kenapa???”  wajah Jinhee mulai pucat.

 

“Dengar anak miskin.. ! Ayah mu menabrak mobil tapi setelah itu lari begitu saja tanpa dulu minta maaf atau bertemu si pemilik mobil. Ah mungkin dia takut untuk mengganti kerugiannya yang ia tak bisa bayar. Ku lihat mobil yang ayahmu tabrak mobil yang sangat mewah tentu saja lecet sediki saja sudah bayar berapa juta apalagi sampai parah seperti itu.” – In Na menjelaskan dengan rinci

 

“Yah..!! Yo In Na.. kenapa kau bicara tentang mobil?” – Seo

 

“Aku kan hanya ingin memberi tahunya bahwa mengganti kerugian itu perlu beberapa puluh juta won.” – In Na

 

“Kalian!!!” teriak Yoojin kepada dua sahabatnya itu.

 

“Yang pasti kau tahu..” Yoojin kembali memandang wajah Jinhee.

 

“Mobil yang ia tabrak adalah milik Kai!” lanjutnya sambil melipatkan kedua tanggannya di dada dan tersenyum licik.

 

 

.

TBC

 

……………………………………………………………………………………………………………

Aku tidak memohon padamu untuk cinta

Aku menginginkan hati tulus mu

Bahkan dihari aku melihatmu untuk terakhir kalinya

Aku tidak menginginkanmu

 

yak sekilas lirik dari lagu I Hate You oleh Urban Zakapa . Satu minggu ini theme song saya ya lagu ini. Walaupun ga sesuai dengan keadaan tapi lagu – lagu yang kayak gini…yg slow.. adalah favorit saya :)

check this -> http://www.youtube.com/watch?v=fZB3D_mBL00

Minggu ini bener- bener capek -.- walaupun liburan ada beberapa pekerjaan yang saya harus lakukan dan selesaikan. Awalnya minggu kemaren mau post chap 2 ini. Tapi karena saya baru pergi akhirnya baru kesampaian malam ini. Tetap jaga kesehatan buat kalian!! semangat!! :D

follow wordpress saya : http://kimmyelf.wordpress.com/

recomended ff :I Need You

oh ya ini perkenalkan pacar baru saya ;) Taehyung. Kim Taehyung!
1010518_659569980724934_147847517_n

 

 

 

 

 

 

 

 

atau panggil V juga lebih bagus v^^v LolLol

komentar dan like kalian sangat membantu :)

btw, TERIMAKASIH UNTUK ‘COCOA!’ karya shiho kashiwagi!! credit untuk komik itu :)

bubay :D

-kimmyelf-

 

23 thoughts on “Hot Issue, Baby! (2)

  1. Langsung coment deh ._. Baca ngebut. Ih kesel banget sama si Yoojin dkk, sombongnya minta dijejelin kodok (?) ayah nya jinhee nabrak mobil kai ? Wah kalo ayahnya ga bisa ganti rugi gimana tuh ? Kasian jinhee. Ckck

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s