Don’t Say Yes (MyungSom Version)

Title : Don’t Say Yes || Author : Egadorks (@ega_ssi) || Length : Ficlet || Rating : PG-13 || Genre : Romance || Main Cast :Kim Myung Soo & Kim Dasom || Supporting Cast : Park Jiyeon

egadorks-dont-say-yes

Cr : Poster by @DelZeal from Cafe Poster Art . Thanks for the gorgeous poster :D

FF ini sebenarnya adalah re-make dari FF saya dengan judul sama yang sedikit saya hilangkan kosa katanya. Sebelumnya FF ini pernah di publish di beberapa blog dan blog pribadi saya dengan versi YoonKai.

***

Don’t say yes run away now…

Tisu-tisu itu teronggok mengenaskan di sekitar tempat tidur yeoja bernama Kim Dasom itu. Isakan tangisnya terdengar sudah sejak tadi malam. Isakan tangis yang keluar dari pemilik kamar itu.

”Kau jahat!” gumam Dasom. Wajah cantiknya basah oleh air matanya yang sedari tadi malam terus keluar tanpa henti.

Tangannya meraba sesuatu dibalik selimutnya. Setelah menemukan apa yang dicarinya, yeoja itu menariknya dari balik selimut. Sebuah foto. Dirinya dan mantan kekasihnya—Kim Myungsoo—atau yang biasa disebut Myungsoo.

 

Ditatapnya foto itu lama. Hingga beberapa saat kemudian, air mata mulai membanjiri wajahnya lagi.

”OPPA! KENAPA KAU MENINGGALKANKU?!” tangisan Dasom akhirnya meledak.

Kasihan… Sudah sedari 4 tahun, dirinya menjalin hubungan dengan seorang namja perfect bernama Kim Myungso. Namun, cinta mereka harus kandas. Dan ini terjadi sejak tiga hari yang lalu…

-Flashback-

Dasom menyesap kopinya. Ekspresinya terlihat sangat bahagia karena sekarang dirinya sedang bersama kekasih tercinta. Namun, tidak dengan Myungsoo. Namja itu hanya memandang Dasom dengan tatapan mirisnya.

Dasom yang menyadari mimik Myungsoo itu mengernyitkan dahinya.

‘Aneh, biasanya aku dan Myungsoo Oppa selalu terlihat bahagia jika sedang berkencan. Tapi kenapa kali ini Myungsoo Oppa terlihat tidak bahagia?’ tanya Dasom dalam benaknya.

”Oppa…” panggil Dasom.

”Ne?” balas Myungsoo.

”Kenapa kau terlihat tidak senang seperti itu?” cibir Dasom.

”Oh tidak. Aku senang.” ujar Myungsoo.

Dasom mengangguk. ”Oppa! Kenapa kau mengajakku berkencan siang-siang begini? Aku kan tadi sudah bilang kalau aku sedang ada presentasi untuk tugas kampusku. Ahhh kau ini! Bagaimana jika nanti dosen memarahiku? Aiisshhhh…” gerutu Dasom panjang lebar.

Myungsoo tersenyum kecil.

”Mianhae…” kata Myungsoo singkat.

”Ada apa kau mengajakku siang-siang begini?” tanya Dasom.

”Aku hanya ingin memberikan sesuatu kepadamu sekaligus mengatakan sesuatu kepadamu. Ini…sangat penting.” Dasom diam mendengar jawaban dari namjanya.

”Huh…” Myungsoo menghembuskan nafasnya sebelum memulai kata-katanya.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

6 detik

7 detik

Myungsoo menyodorkan sesuatu kepada Dasom. Tampak seperti, kartu. Undangan? Dasom menatap kartu undangan itu sejenak. Entah kenapa perasaannya campur aduk saat ini.

Kemudian, tangan-tangan lentiknya bergerak perlahan mengambil undangan itu.

Myungsoo menatap ke bawah tak berani melihat ekspresi Dasom saat membukanya.

Dasom membuka kartu undangan itu. Sedetik kemudian, matanya berair. ”A-aapa maksudnya ini, Oppa?” tanya Dasom. Jelas sekali terdengar suaranya yang bergetar.

Myungsoo diam. Tetap melihat kebawah.

Dasom mengerjapkan matanya. Kemudian membaca lagi undangan itu. Lebih tepatnya undangan pernikahan. Disana tertulis ‘Kim Myungsoo & Park Ji Yeon’.

”Oppa! Katakan padaku!” bentak Dasom. ”Apa kau selingkuh? Apa kau akan menikah?” tanya Dasom memandang tajam Myungsoo dengan mata berairnya.

Sementara Myungsoo masih melihat kebawah. ”Mianhae…” ucap Myungsoo. Namja itu meluruskan pandangannya kearah Dasom.

Sungguh, hatinya miris sekali melihat air mata sang yeoja yang dicintainya itu jatuh bergulir menuruni pipinya.

”Jadi tujuanku untuk memberikan itu padamu. Dan aku harap kau mengerti maksudku. Aku…………….” Myungsoo menggantungkan kata-katanya. Tak rela melanjutkannya. ”Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini.”

Mata Dasom membesar begitu mendengar kalimat Myungsoo barusan.

”Tap-tapi Oppa, bukankah…………” suara Dasom seakan tercekat. Kemudian tangisannya meledak.

”BUKANKAH KAU BILANG KAU AKAN SELALU MENCINTAIKU?” jerit Dasom.

”Aku memang bilang begi-” perkataan Myungsoo terpotong oleh Dasom.

”LALU KENAPA KAU MENIKAH DENGAN YEOJA LAIN? HUH?” Dasom berdiri. Menangis. Menatap tajam Myungsoo dengan matanya yang sudah memerah.

Myungsoo berdiri, berjalan kearah Dasom dan mendekap tubuh kurusnya. ”Mianhae. Tapi sungguh, ini bukan kehendakku.” Dasom meronta-ronta dalam pelukkan Myungsoo. ”Aku tidak pernah mengharapkan takdir ini. Aku tidak mencintai Ji Yeon. Aku hanya mencintaimu. Kuharap kau mengerti Dasom. Kita tidak bisa bersama bukan karena aku tidak mencintaimu.”

-Flashback END-

Dan sejak saat itulah hubungan mereka berakhir. Pertemuan terakhir mereka.

***

Dasom menatap pantulan dirinya dalam cermin kamarnya yang sederhana. Dirinya tampak cantik dalam cermin itu. Tapi, lebih cantik lagi apabila matanya tidak terlihat bengkak.

Dirinya mengenakan gaun berwarna merah muda selutut. Rambut ikalnya hanya digerai. Kaki jenjangnya semakin terlihat indah dan cantik dengan sepatu Converse. Maklum saja, Dasom bukan berasal dari keluarga kaya yang cukup mampu untuk membeli high heels. Dirinya hanya seorang yeoja berkehidupan serba sederhana yang telah ditinggal kedua orangtuanya yang sekarang sudah berada di atas sana.

”Apapun yang terjadi. Aku harus tetap menghadiri pernikahan Myungsoo Oppa dan Jiyeon-ssi.”

Ya, hari itu 26 Juli 2012, hari dimana Myungsoo akan menikah dengan yeoja lain.

”FIGHTING!” gumam Dasom sambil mengepalkan kedua tangannya.

***

Di ruang serba putih itu, Myungsoo terus memandangi arloji Casio miliknya. Waktu berjalan membuat Myungsoo semakin takut menghadapi hari itu.

Tampan. Namja itu tampak sempurna hari ini. Dirinya menggunakan tuksedo hitam. Rambutnya ditata sedemikian rapi.

”Satu jam lagi dan harapanku untuk bersama Dasom sirna sudah. Huh…” gumam Myungsoo.

”ARGHHH!” Myungsoo berteriak frustasi. Ditendangnya sebuah meja yang terletak didekatnya.

TOK TOK TOK

”Masuklah…” ucap Myungsoo.

”Tuan, nona Park sudah menunggumu.” kata seorang pelayan wanita.

Myungsoo menghembuskan nafasnya. Mencoba untuk menahan diri agar tidak emosi dengan perkataan pelayan itu.

***

Myungsoo berdiri di altar itu. Sambil menunggu Jiyeon datang. Myungsoo mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Matanya berhenti di satu arah. Dasom. Dialah yang Myungsoo pandang.

Dasom balik memandang Myungsoo dari kursi paling belakang dekat pintu.

Tatapan Dasom seolah-oleh berkata ”Selamat Oppa! Kau akan segera berbahagia.” namun tetap saja raut kesedihan masih tersirat dalam wajahnya.

Myungsoo memandang Dasom dengan tatapan sedih. Seolah-olah mengatakan banyak hal. ”Apa kau baik-baik saja?”, ”Aku tidak mau menikah dengan yeoja lain selain dirimu.”, ”Aku tidak akan bahagia jika yang kunikahi bukan dirimu.”, ”Aku benci dengan semua ini.” dan ”Aku mencintaimu Som.”.

Myungsoo terus memandang Dasom. Tatapan Myungsoo terlihat sangat sedih, tapi juga pilu, tapi juga tersirat banyak cinta disana.

Tapi sayangnya seseorang merusak momen mereka. Park Jiyeon sudah berdiri disamping Myungsoo.

Dasom menahan dirinya agar tidak menangis.

Sementara itu, Myungsoo dan Jiyeon berjalan menuju altar.

”Apa kau Park Ji Yeon-ssi, bersedia menerima Kim Myungsoo sebagai suamimu? Mencintainya dengan sepenuh hati. Selalu bersama dalam senang maupun sedih. Suka dan duka. Sampai maut memisahkan kalian?” tanya sang pastur kepada sang mempelai wanita.

”Ne, saya bersedia.” jawab Jiyeon mantap.

Myungsoo menghembuskan nafasnya.

”Apa kau Kim Myungsoo-ssi, bersedia menerima Park Ji Yeon sebagai istrimu? Mencintainya dengan sepenuh hati? Selalu bersama dalam senang maupun sedih. Suka dan duka. Sampai maut memisahkan kalian?” tanya sang pastur kepada Myungsoo.

Myungsoo diam tak berbicara. Namja itu mengalihkan matanya dari pastur ke arah kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya berbisik sesuatu kepada Myungsoo ”Katakan ‘ya’ ”.

Kemudian beralih menatap sahabatnya, D.O, Sehun, dan Tao. Ketiganya mengangguk.

Lalu matanya menatap Dasom. Yeoja itu menatap Myungsoo dengan tatapan sedih. Seolah tatapan itu berkata ”Kumohon jangan katakan ‘ya’, Oppa.”.Sudah jelas sekali matanya berair sekarang. Bahkan sebulir air mata telah jatuh dari pipinya.

”Kim Myungsoo-ssi…” sang pastur memanggil Myungsoo. Myungsoo menatap sang pastur.

”Saya…” Myungsoo menggantungkan kata-katanya. Dilihatnya kursi tempat Dasom tadi. Tapi, Dasom tidak ada. Matanya menelisik lagi mencari Dasom.

Nah! Itu dia! Yeoja itu keluar dari gereja.

”Maaf, saya tidak bersedia.” ucap Myungsoo. Melepaskan tangan Jiyeon dari tangannya.

Seluruh orang di gereja kaget. Myungsoo, turun dari altar dan keluar dari gereja itu.

Namja itu mencari Dasom. Dia yakin yeoja itu pasti masih disekitar gereja. Akhirnya namja itu berlari.

Pencariannya berhenti didekat gerbang gereja. Yeoja itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Dasom?

”Dasom!” panggil Myungsoo.

Dasom berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Dilihatnya sekarang, Myungsoo sedang berlari ke arahnya.

Semakin dekat. Dan Myungsoo memeluk yeoja itu. Oh tidak, lebih tepatnya memeluk dan mencium bibir manis yeoja itu.

Dasom kaget bukan main.

Sementara itu Myungsoo mencium Dasom dalam-dalam hingga pada akhirnya Dasom kehabisan nafas. Myungsoo melepas ciuman mereka dan menatap Dasom.

”Oppa, bagaimana kau? Oppa! Kembalilah!” pinta Dasom kepada Myungsoo.

”Tidak! Aku tidak akan kembali.” kata Myungsoo.

”Tapi Oppa, bukankah kau—” ucapan Dasom terpotong dengan ucapan Myungsoo.

”Mwoya? Kau pikir aku bersedia menikahi yeoja yang tidak aku cintai itu?” mata Dasom membulat mendengar kata-kata Myungsoo dan memilih diam.

”Jadi, aku bilang ‘Maaf tapi aku tidak bersedia’ saat pastur itu bertanya kepadaku.”

Mata Dasom semakin membesar mendengar kata-kata Myungsoo.

”Kim Myungsoo! Kim Myungsoo!” sayup-sayup terdengar suara orangtua Myungsoo. Myungsoo tidak ingin keberadaannya ditemukan oleh kedua orangtuanya.

”Aish! Gawat.” gerutu Myungsoo. Tanpa pikir panjang, Myungsoo mengecup dahi Dasom yang masih membeku karena kata-katanya tadi. Kemudian, cepat-cepat menarik tangan Dasom dan mengajaknya kabur dari tempat itu.

”Oppa! Bagaimana jika mereka menemukanmu??” tanya Dasom sambil berlari.

”Tidak akan! Karena aku akan pergi dari kota ini!” kata Myungsoo sambil terus berlari dan setia menggenggam tangan Dasom.

”MWO? Kau GILA???” pekik Dasom.

”Ya! Aku memang gila! Tapi akan lebih gila jika aku meninggalkanmu!”

”MWO? STOP STOP STOP!” Dasom dan Myungsoo berhenti dari pelarian mereka. Mereka berhenti di sebuah taman.

”Apa maksudmu dengan pergi dari kota ini?” tanya Dasom. Nafasnya tersengal-sengal.

”Maksudku, kita akan pergi dari kota ini. Entah itu di Mokpo, Incheon atau Goyang.”

”Apa maksudmu Oppa?”

”Kita akan pergi dari kota ini. Dan kita akan memulai kehidupan baru di sana.” ucap Myungsoo.

”Tap tapi. Bagaimana dengan orangtu—” Myungsoo menempelkan jari telunjuknya di bibir Dasom.

”Aku tidak peduli. Aku hanya ingin hidup denganmu. Menikah denganmu dan berbahagia denganmu. Aku hanya mencintaimu. Aku tidak peduli dengan mereka merestui pernikahan kita atau tidak.”

”Apa kau yakin??” tanya Dasom.

”Sangat yakin.” ucap Myungsoo mantap. Myungsoo menatap manik mata Dasom dalam. ”Jadi apakah kau mau hidup bahagia bersamaku? Kita akan membuka lembaran baru disana. Kita akan menikah dan berbahagia disana. Maukah kau?” tanya Myungsoo.

Dasom diam.

Sesaat kemudian, yeoja itu menjawab ”Aku mau Oppa.” jawab Dasom mantap.

Myungsoo senang mendengar jawaban Dasom. Keduanya saling bertatapan. Tatapan cinta yang sangat dalam.

Perlahan keduanya saling mendekatkan wajah, dan ciuman indahlah yang terjadi.

”Jadi, kau siap untuk hidup bahagia bersamaku?” tanya Myungsoo saat ciuman mereka sudah mengakhiri ciumannya.

”Aku siap!”

”Baiklah sayangku. Ayo kita memulainya!” ajak Myungsoo.

Keduanya melanjutkan pelarian mereka.

‘Tidak peduli mereka akan merestuinya atau tidak. Yang kuinginkan hanya hidup bersamamu.’

Myungsoo & Dasom

THE END

7 thoughts on “Don’t Say Yes (MyungSom Version)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s