첫 만남- The First [SPECIAL PART]

gd-splash

Author : Vera D Ailiana

Cast    : Kwon Jiyong, Park Sora (OC’s)

Genre  : Romance

Rating  : G

Length : Drabble (913 words)

annyeong readers… *bow* setelah hiatus beberapa waktu, aku kembali tapi dengan ff orang *faint* lol hahaha karena memang akhir-akhir ini aku sibuk banget yah biasalah junior baru banyak kerjaan (?) dan syukurlah ini udah menginjak dua tahunnya aku di FKI *claps* mudah-mudahan awal yang baik akan membawa akhir yang baik pula chingu… ^^;

By the way ini adalah FF series dari Jiyong-Sora couple handmade dari author Vera D.A -chinguku- dan ini juga jadi part spesial dari FF” sebelumnya C: mohon maaf karena aku enggak menyertakan posternya dan malah nyari di google soalnya aku sok sibuk hahaha

ssstt…enough! *cough* now just enjoy the story and don’t forget to clickin’ da “like” button and write down a little bit comment guys :D

previous story : SNOW | SPRING

첫 만남 – The First

Lelaki itu berjalan sempoyongan. Kepalanya yang berdenyut-denyut sejak tadi tidak dapat dihentikannya. Matanya yang sesekali terkatup menahan denyutan kepala, membuat pandangannya sedikit terganggu. Ditekannya kepala itu dengan kedua telapak tangannya. Tapi nihil, tak ada reaksi apapun.

“Arghh..!” Erangnya tertahan. Kedua lututnya sempat lemas sesaat ketika sebelum ia terjatuh berlutut di atas tanah.

Entah ia berada di mana sekarang. Yang ia rasakan saat ini hanya sakit, sakit di sekujur badannya terutama hatinya yang sudah remuk tercecer tak tersisa.

Ia mengerang lagi, dan sesekali tangannya ia gunakan untuk meremas rambutnya yang pirang. Ia remas kuat-kuat karena pusing menahan air matanya yang sebentar lagi berderai.

“Kenapa harus aku? KENAPAA?!” Ucapnya frustasi. Kesakitannya begitu kentara ketika suaranya terdengar bergetar. Sakit. Sangat sakit hingga ia memukul-mukul dadanya sendiri.

Sangat muluk memang nasibnya kini. Hidupnya seakan berputar dengan nasib yang sama. Seperti film yang menayangkan season ke-dua dan seterusnya. Ia merasa, cerita dalam hidupnya hanya itu-itu saja. Membuatnya bosan karena sakit dan sakit saja yang ia terima.

“Aku harus bagaimana lagi?” Ucapnya putus asa. Sempat sekilas pikiran itu datang di otaknya, tapi ia tak ingin mengakhiri hidupnya dengan sakit hati yang ia terima. Ia ingin mati dengan keadaan bahagia, tanpa sedikitpun rasa sakit yang bersarang di hatinya.

Lelaki itu menangis meraung-raung, tanpa henti, tanpa senyuman, dan hanya nada menyakitkan yang terdengar. Nafasnya mulai berat membuatnya sesegukan karena terlalu banyak menangis, sesekali mengerang merutuki hidupnya yang selalu gagal tentang cinta.

Hingga sebuah tangan mengusap punggungnya lembut. Tangan itu mengusapnya ke atas lalu ke bawah dan diulanginya berkali-kali, seolah menenangkannya dan memberikan kekuatan pada dirinya yang sangat rapuh.

“Menangislah,” Ucapnya. Suaranya yang lembut dan rendah membuat tangisnya semakin pecah. Tak mereka hiraukan dengan siapa masing-masing berhadapan dan terus menenangkan lelaki itu.

Merasa tak kuat hati. Mendengar tangisnya yang meraung-raung menyakitkan yang pecah membuatnya merengkuh tubuh lelaki itu pada dekapannya. Sangat ingin dia memeluknya seperti seorang bayi mungil yang menangis dan membutuhkan sandaran pada ibunya. Dan tak lupa tangannya ia usap-usapkan di punggung lelaki itu, serta sesekali rambut kepalanya yang pirang juga diusapnya lembut.

“Menangislah,” Ucapnya lagi. Membuat tangisan lelaki yang ada di dalam dekapannya berangsur mereda. Hingga kemudian berhenti dan menyandarkan kepalanya di atas pundak gadis itu.

Merasa sudah tersadar dan lebih baik, lelaki itu melepas diri dari dekapannya. Kemudian mengusap bekas air mata dengan punggung tangannya, “Terimakasih,” Ucapnya dengan suara yang serak dan parau, “Dan maaf soal tadi.”

“Tidak apa-apa.” Gadis itu tersenyum, “Seharusnya saya yang meminta maaf karena dengan lancang memeluk Anda seperti itu. Saya hanya tidak kuat hati saja melihatnya. Maafkan saya.” Terusnya sembari menundukkan kepala.

Lelaki itu menggelengkan kepalanya lemah, “Tidak-tidak, aku baik-baik saja. Dan.. pelukanmu, sungguh aku menghargainya.” Tukasnya.

Gadis itu mengangkat wajahnya, dan tersenyum menghargai. “Apa Anda sekarang baik-baik saja?”

Lelaki itu menggeleng lemah lagi. Membuat gadis yang ada di hadapannya sedikit kecewa karena tak menghasilkan apa-apa. “Tidak, aku sekarang tetap tidak baik-baik. Tapi, setidaknya lebih baik dari sebelumnya.” Gadis itu kembali tersenyum.

“Kwon Jiyong,” Lelaki itu mengulurkan tangan kanannya, “Namamu?”

“Sora, Park Sora.” Jawab gadis itu seraya menautkan tangannya.

“Mm.. sepertinya pertemuan pertama kita sekarang ini tidak terlalu menyenangkan, bukan?” Jiyong meluruskan kakinya di atas rumput. “Oh.. jadi aku sekarang ada di taman?” Tanyanya tak percaya.

“Apa Anda lupa?” Sora mengalihkan pandangannya ke arah Jiyong, takut-takut mendadak lupa ingatan karena terguncang.

“Tidak-tidak. Hanya saja, aku datang ke sini dengan keadaan tidak sadar.” Jawabnya dengan mata sedikit sayu ketika teringat kepergiannya.

Sora mengangguk-angguk mengerti, lalu ikut meluruskan kakinya di atas rumput. “Tempat ini indah.” Gumamnya tak sadar.

Ia tak habis pikir. Setelah cintanya yang sepihak baru ia ketahui setelah sekian lama bersama mengantarkannya ke taman indah ini dan kemudian bertemu dengan seorang lelaki yang sangat menyedihkan tengah menangis habis-habisan di sini. Membuatnya berempati dan datang untuk menenangkannya, meski dalam hati ia pun sedang tak baik-baik saja.

Dan sekarang terbayar sudah. Sebuah tempat yang ia cari-cari. Taman yang indah dengan ketenangan di sekitarnya. Matanya yang berwarna hitam pekat melihat ke sekeliling taman yang ada di hadapannya. Hamparan bunga yang bermekaran terlihat indah, bahkan dimalam hari sekalipun. Di tengah-tengahnya ada sebuah kolam kecil dengan air pancur yang mencuat rendah. Dan di bagian-bagian luarnya ada jalan setapak yang mungkin dapat digunakan untuk berjalan kaki di sana.

“Ya, indah.” Ucap Jiyong yang juga manatap hamparan bunga yang ada di hadapannya. Membuat lamunan Sora tentang taman ini hilang seketika.

Sora tersenyum, lalu menatap Jiyong yang ada di sampingnya, “Apa Anda sering datang ke sini?” Tanyanya.

Jiyong memutar bola matanya kesal, “Oh.. Anda?” Tanyanya menirukan sebutan panggilan untuk dirinya. “Aku rasa itu terlalu formal. Bisakah memanggilku dengan sebutan yang santai?”

“Oh, maaf. Baiklah, apa kau sering datang ke sini?” Diulanginya pertanyaan itu.

“Yup, tapi sebenarnya tadi aku benar-benar tidak sadar saat datang ke sini. Menangis tanpa tahu malu. Ohh.. aku rasa sudah mulai baikan. Suaraku kurasa tidak terlalu terdengar menyakitkan, bukan? Meski.. di sini masih sakit,” Tangannya menunjuk dadanya yang bidang. Matanya yang coklat madu masih menyisahkan kilat-kilat penderitaan, meski nada suaranya terdengar sedang baik-baik saja.

Mereka kemudian saling melontarkan senyuman, entah kenapa merasa ada sebuah gaya yang membuat mereka kembali hidup dari keterpurukan sakit hati karena cinta. Dan kemudian dilanjut dengan pertanyaan-pertanyaan simpel hingga menceritakan bagaimana kisah menyakitkan yang membawa mereka ke tempat ini.

Mungkin sebagian orang akan mendengar ini adalah kisah pertemuan teraneh. Dari kesakit hatian masing-masing membuat mereka bersatu. Melepas seseorang di masa lalunya untuk membuka hati yang baru. Dan tanpa mereka sadari, itulah takdir mereka yang sebenarnya.

Tuhan memanglah adil. Di saat keterpurukan dan kesakitan sedang melanda, di saat itu pulalah sebuah kebahagiaan yang abadi akan menyertainya.

2013Vera Diva Ailianna

DON’T FORGET TO LEAVE A COMMENT AND LIKE JUSEYO :D WE LOVE READERS AS READERS LOVE K-FANFICTION <3 Thanks :D

2 thoughts on “첫 만남- The First [SPECIAL PART]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s