Truth or Dare? [2: Jinri’s Crush]

image

Title
Truth or Dare?

Author
Yoo Jangmi

Genre
teen-romance; drama; comedy; school

Length
Series

Rating
PG 14

Cast
– Byun Baekhyun (EXO-K); – Yook Hyemi (OC); – Oh Sehun (EXO-K); – Krystal Jung (f(x))
Other Cast
just find ‘em e.e

© Yoo Jangmi || 2013
I do not own the cast, I just own the story. No plagiarism, no bash and no silent reader. Please be a good reader :3

– Happy Reading –


Prolog
Chapter 1: Let’s Go Have Some Tea, Sunbaenim
– Chapter 2: Jinri’s Crush

“bagaimana dia bisa tahu o_o” pikir Hyemi. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil mencari jawaban yg tepat.

“ehm…iya itu…tapi…sunbae aku mohon jangan katakan pada Baekhyun sunbae soal dare itu…aku terlanjur bohong padanya” kata Hyemi.

“kalau aku bilang padanya bagaimana?” tanya Minhyuk

Hyemi menghela napas lalu mengacak-acak rambutnya sendiri. “hah aku tidak tahu…aku pusing err” gumamnya.
“sebetulnya ini kan hanya permainan -_- tapi aku tidak mau dia tahu” kata Hyemi pelan.

Minhyuk menganggukkan kepalanya.”baiklah. Aku akan diam. Tapi aku yakin dia akan tahu sendiri” katanya.

Hyemi menundukkan kepalanya dan menatap lantai. “memang sih ini cuma permainan truth or dare…tapi kan aku tidak tahu bagaimana perasaannya kalau ia tahu ia digunakan sebagai objek(?) dare -_-” pikir Hyemi.

“astaga aku baru ingat ada kelas Biologi” pekik Hyemi. Ia cepat-cepat mengambil buku Biologi dengan asal lalu berlari ke kelasnya, meninggalkan Minhyuk yang kebingungan melihatnya.

.

.

.

.

-di kelas-

Hyemi membuka pintu dan masuk ke dalam kelas diam-diam. Ia sudah terlambat 15 menit. Ia langsung menuju tempat duduknya di sebelah Soojung.

“dari mana saja? Kau sudah terlambat” kata Soojung setengah berbisik. “iya aku tahu. Ini gara-gara dare darimu-_-” jawab Hyemi. Soojung tersenyum kecil “mian” ujarnya. “eh..kemana Jinri?” tanya Hyemi sambil mencari-cari Jinri di kelas dengan matanya. “ia sedang sakit. Katanya semalam ia mendadak demam” kata Soojung sambil mencatat tulisan di papan tulis. Hyemi menggumamkan kata “Oh” sambil mulai mencatat juga.

“sekarang kalian harus mencari partner untuk tugas hari ini. Cepat, saya beri waktu 5 menit” seru Han sonsaeng.

Semua murid segera pindah tempat duduk bersama partner yang mereka inginkan. Soojung cepat-cepat duduk di sebelah Sehun, sementara Hyemi yang kebingungan tetap diam di tempatnya menunggu seseorang duduk di sebelahnya.

Seseorang akhirnya duduk di sebelah Hyemi. Hyemi mengenal orang itu, namanya Jung Daehyun. Salah satu murid populer seperti Baekhyun, Minhyuk, dan yang lainnya. Daehyun melihat Hyemi lalu memasang ekspresi terkejut “oh..kau yang kemarin itu, yang pergi bersama Baekhyun hyung” katanya. “err…iya -_-” jawab Hyemi. “ia bilang kau sangat kampungan dan polos. Tapi nyatanya tidak juga” kata Daehyun. “hah? Kampungan?!” pekik Hyemi kesal dan cukup keras untuk di dengar seluruh kelas. Hyemi menyadari semua orang sedang memandanginya, ia nyengir salah tingkah dan menggumam “jwesonghamnida-_,-”

Han sonsaeng menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menghampiri tempat duduk Hyemi. Ia menyuruh Hyemi dan Daehyun keluar dari kelas karena membuat keributan (?). Dengan pasrah, Hyemi melangkah keluar dari kelas, Daehyun, partner biologinya yang gagal (?) mengikuti di belakangnya.

“dasar gadis gila” gumam Soojung sambil tertawa kecil. “kau menertawakan temanmu sendiri” kata Sehun sambil menulis sesuatu di buku catatannya. “aish tidak apa-apalah menertawakannya sedikit” kata Soojung, lalu ia menepuk bahu Sehun dan melanjutkan “hey, kau benar-benar sombong padaku, sejak aku kembali lagi ke Korea kau tidak pernah menyapaku lagi”

Sehun tidak menjawab. Ia dan Soojung adalah teman dekat sejak kecil, lalu mereka terpisah ketika Soojung harus pergi ke Amerika bersama keluarganya. Saat itu mereka membuat sebuah janji, tapi Sehun sudah melupakan soal janji itu karena saat itu ia masih kecil.

“entahlah, aku merasa…jauh. Kau berubah banyak” ujar Sehun pelan. Soojung memandangi Sehun dengan tatapan heran, ia tidak mengerti di sisi mana ia berubah, ia merasa sama saja(?)

“benarkah? Hmm..kau harus memeriksa lokermu nanti, di sana ada cokelat dariku” kata Soojung. “Sepertinya begitu. Cokelat? Gomawo” kata Sehun sambil tersenyum. Soojung membalas senyuman itu lalu bertanya lagi. “apa kau masih mengganggapku temanmu atau tidak?”

Sehun menatap yeoja yang duduk di sebelahnya itu dengan penuh ketulusan. “tentu saja” ujarnya. “kalau begitu…kau masih ingat janjimu padaku dulu?” tanya Soojung penuh harap.

“mianhae jungie, tapi aku sudah lupa. Waktu itu aku masih kecil jadi-” belum selesai Sehun bicara, Soojung segara memotong kata-katanya “ya ya aku mengerti. Cepat kerjakan tugas Biologinya” kata Soojung sambil manyun. “kau juga harus mengerjakannya, ini tugas kelompok” kata Sehun. Soojung cemberut lalu mulai mengomel tentang nail art-nya yang bisa saja rusak dan lain-lain. Sehun hanya diam mendengarkannya mengoceh sambil mengerjakan tugas Biologi-nya. “ternyata kau sama sekali tidak berubah jungie kkk”

.

Sementara itu di atap gedung sekolah…

“kau mau cokelat? Ini bagus untuk menghilangkan stress…terutama kalau hobimu ngemil” kata Daehyun sambil menyodorkan sebatang cokelat pada Hyemi yang sedang duduk memeluk lutus dan manyun sambil meratapi nasib (?). Hyemi mengambil cokelat itu dan menggumamkan “gomawo”.

“ada apa denganmu? Kelihatannya depresi sekali” tanya Daehyun sambil duduk di sebelah Hyemi. Hyemi menggigit cokelat dari Daehyun lalu menangis.

“entahlah hidupku selalu sial…hiks…aku tidak tahu apa salahku…tapi sepertinya selalu ada yang salah” katanya.

Daehyun menganggukkan kepalanya seolah-olah mengerti perasaan Hyemi, lalu memberi yeoja itu sebatang cokelat lagi.

“arasseo arasseo, makan saja yang banyak” kata Daehyun sambil menepuk-nepuk pundak Hyemi.

Hyemi menoyor(?) kepala Daehyun lalu berteriak “kau pikir aku tukang makan?! Apa kelihatannya begitu?! Aku tidak mau gendut”

Ekspresi Daehyun berubah menjadi seperti ini » O_O
Ia mengambil kembali cokelat yang diberikannya pada Hyemi tadi, hendak memakannya sendiri. Tapi kemudian Hyemi merebut makanan manis itu dari tangannya. “naekkoya” kata Hyemi, lalu memakan cokelat itu.

“aneh sekali-_-” gumam Daehyun bingung.

.

.

.

.

.

(singkat cerita)
– malam hari, rumah Jinri –

Jinri menutupi seluruh tubuhnya yang menggigil dengan selimut tebal, berusaha menghangatkan diri. Tangan kanannya memegang ponselnya, ia sedang menerima telpon dari Hyemi yang menanyakan keadaannya. Jinri membersit hidungnya sesekali sambil menjawab pertanyaan Hyemi.

“gwaenchana, tenang saja ini hanya demam biasa. ne~ jangan khawatir, besok aku akan–oh” kata-kata Jinri terputus tepat saat seseorang masuk ke dalam rumahnya (lebih tepatnya sebuah ruang atap di atas gedung) dengan terburu-buru seperti habis dikejar-kejar.

“aniyo Hyemi-ya, sudah dulu ya”

Jinri meletakkan ponselnya lalu perlahan-lahan berdiri dari tempat tidurnya. “nuguya…” kata Jinri pelan sambil mendekati orang itu.

Orang itu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jinri, ternyata orang itu tidak asing lagi bagi Jinri.

“Myungsoo sunbae, sedang apa kau di dalam rumahku?” tanya Jinri pada Kim Myungsoo, kakak kelasnya yang adalah seorang idol juga.

“maaf, aku…aku sedang menghindari kejaran sasaeng fans, ah aku akan pergi sekarang” kata Myungsoo, ia segera menuju ke arah pintu hendak pergi dari situ tapi Jinri menahannya.

Sebenarnya Jinri sudah lama mengagumi sunbae-nya itu, tapi ia tidak pernah memberitahu siapapun kecuali sepupunya yang tinggal bersamanya. Dan kesempatan seperti ini, ketika Myungsoo ada di dalam rumahnya, bagi Jinri adalah kesempatan langka yang tidak boleh ia sia-siakan.

“siapa tahu mereka masih berkeliaran di sekitar sini, sunbae…tidak mau diam sebentar di sini?” tanya Jinri.

Myungsoo tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan, lalu duduk di lantai.

“aku lapar” kata Myungsoo tiba-tiba. Jinri menatapnya dengan heran, lalu memiringkan kepalanya “ne?”
“aku lapar” ulangnya. “buatkan ramyeon” tambah Myungsoo.

“aku bukan pesuruh. Ramyeon instan banyak di rak itu, masaklah sendiri” kata Jinri sambil menunjuk sebuah rak biru di dapur kecilnya.

Myungsoo diam saja tak bergeming dari posisi duduknya. Ia tetap ngotot menyuruh Jinri yang memasak ramyeon itu untuknya.

Jinri menghela napas dan akhirnya pergi ke dapur untuk memasak sepanci Ramyeon. Ramyeon instan itu selesai dimasak dalam beberapa menit.
Jinri membawa panci berisi Ramyeon beserta dua pasang sumpit dengan hati-hati ke tempat Myungsoo duduk.

“makanlah, kelihatannya sunbae benar-benar lapar” ujar Jinri sambil tersenyum. Myungsoo tidak membalas senyum itu tapi ia menggumamkan kata “gomawo” lalu memakan Ramyeon itu langsung dari pancinya.

Jinri terlalu sibuk menatap Myungsoo yang duduk di hadapannya, ia memegang sumpit sejak tadi tapi tidak sedikitpun menyentuh Ramyeon itu.

“kau tidak mau makan?” tanya Myungsoo, lalu ia sadar ia baru saja menghabiskan sepanci ramyeon untuk porsi dua orang sendirian. Jinri tersenyum dan menatap panci kosong dihadapannya “sunbae sudah menghabiskan semuanya” ujar Jinri.

“maaf” gumam Myungsoo. “ani, gwaenchana, aku sedang tidak ingin makan” ujar Jinri.

“oke, ah aku harus pergi sekarang” kata Myungsoo. Ia berdiri dan melangkah menuju pintu, tapi kemudian ia terdiam sesaat, teringat akan sesuatu. Ia melihat ke arah Jinri lalu mengatakan dua kata yang tidak akan pernah gadis itu lupakan seumur hidupnya (?).

“cepat sembuh” kata Myungsoo, meskipun ekspresinya menunjukkan seolah ia tidak tulus, tapi sesungguhnya ia mengatakan itu dengan tulus. Ia bukan tipe orang yang mudah mengekspresikan perasaannya, karena itu ia selalu terlihat sama saja, dalam keadaan sedih, atau pun senang kadang tidak terlalu terlihat bedanya (?)

Jinri bisa merasakan wajahnya memanas dan pipinya yang memerah. “go-gomawo” kata Jinri pelan. Ia terlalu senang sampai-sampai perutnya terasa mual. Ia bisa merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya, jantungnya berdetak lebih cepat. Ia bisa gila. Untung saja Myungsoo sudah keluar dari rumahnya sejak 30 detik yang lalu.

“yah, Jinri-ya, namja tadi siapa?” tanya Jiyoung, sepupunya yang tiba-tiba datang. Gadis itu berpapasan dengan Myungsoo di luar rumah tadi.

“ne…dia sunbae-ku” jawab Jinri pelan sambil tersenyum. Jiyoung hanya menganggukkan kepalanya dengan bingung.

Sementara Jinri, terus saja tersenyum sambil membereskan panci bekas ramyeon. Dua patah kata “cepat sembuh” dari Myungsoo tadi terus terulang-ulang di kepalanya. Ia hampir tidak percaya hari ini benar-benar terjadi. Tiba-tiba ia bersyukur karena hari ini ia sakit.

.

.

.

.

(Sementara itu)

Di rumah Baekhyun…

Baekhyun menatap kosong ke dalam akuarium kecil di kamarnya sambil memikirkan entah apa. Matanya mengikuti gerakan ikan kecil di dalam akuarium itu. Minhyuk dan Sehun memandanginya dengan pandangan seolah melihat orang aneh, sementara Daehyun sibuk memakan cemilan apapun yang bisa ia temukan di rumah Baekhyun.

“dia kenapa?” tanya Daehyun, lalu memasukkan keripik kentang rasa original ke dalam mulutnya. “mana kutahu” jawab Minhyuk. “jangan-jangan ia jatuh cinta pada Yook Hyemi” kata Sehun asal, mengingat ajakan kencan gadis itu adalah satu-satunya yang pernah Baekhyun terima.

“ck. aku bahkan tidak mengenalnya” kata Baekhyun. Ia akhirnya berhenti memandangi akuarium. “lagipula kau tidak boleh suka padanya” kata Minhyuk. “wae?” tanya Baekhyun penasaran.

“karena Yook Hyemi…naekkeoya” kata Minhyuk sambil tersenyum. “nekkeo? sejak kapan?” kata Baekhyun dengan nada mengejek.
“entahlah, pokoknya dia milikku”…

-To Be Continued-

[keterangan: naekkeo: milikku nekkeo: milikmu]

——————————————

[A/N]

halowww xD akhirnya owe baru dapet sinyal lagi ;___; maaf klo gaje atau kurang bagus (?). lafyu all readers~~ jangan lupa rcl nee chinguss

btw aku lg seneng karena seperti yg udah sering aku bilang aku Woohyun-Sulli shipper xD dan nemu foto ini rasanya samting(?) walaupun bukan foto baru :3

image

ahay ahay xD yasudah goodbyeee x3

-Yoo Jangmi-
13/08/09

24 thoughts on “Truth or Dare? [2: Jinri’s Crush]

  1. aigoo~ ffnya tmbh seru,D4E34K!!
    kasian hyemi sial mulu’-‘
    hey minhyuk neo naekkeo-ya hahaha xD
    min entah knp aku ngerasa chap ini agak pendek dr chap sebelumnya._.
    chapter selanjutnya ditunggu ya min:))) keep hwaiting~

    #ninggalin jejak#

  2. Waks… baekhyun naksir ikannya yak wkwkw :) ikan mulu di perhatiin hoho…weits minhyuk oppa beneran suka hyemi nih yaa…. whooa jangan2 nanti jadi segitiga *tepungemang hehe lanjutin yah penasaran eww…

  3. annyeong ka Syara ^^
    cerita makin sini jadi seru..
    jadi Baek, Dae, Min dan Seh?,, *apacoba.. mereka sahabatan… Baekki sama Minhyuk cinta sama Hyemi trus Daehyun gmana?.. #loh

    ciee yang tiba” kedatengan orang ganteng ke rumah nya.. #toel Jinri
    itu ngapain coba s Minhyuk nyebut naekkoya, naekkoya.. ?
    kesan nya tuh dia takut kesaingan bnget sama s Bacon.. takut klah maaksut nya

    Kak Syara.. FF nya rapi baasa nya mdah d mengerti dan genre yang kmu berikan juga pas.. kerasa bnget,,^^
    ok aku tunggu kelanjutannya Eonn.. ^^
    zrep #teleport barengg bangKai
    Sungjae nongol nya dikit ya,, *diabukanpmeranutama Woi,, -_-

  4. mian,baru sempet komen di part ini :) gpp kan komen nya aku gabungin dari prolog ampe part 2 disini? makasih~
    ceritanya seru banget,karena peran utamanya OC jadi berasa aku deh sebagai peran utamanya. apalagi ada baekhyun,L,sehun,minhyuk,daehyun berasa lengkap deh ni cerita~~ udahmah sifat baekhyunnya aku suka banget cool cool gimana gitu, belum lagi minhyuk waktu bilang “dia milikku” aih,andai waktu bilang gitu tatapan minhyuknya kaya pas di mv irresitible lips,tajem tajem gimana gitu~ done,aku tunggu part selanjutnya~
    mian kalo komennya kepanjangan .*bow salam kenal~ ohya,aku reader baru disini,baru nemu ni wp kemaren malem *bow (again?) byebyebye

  5. Baru beres baca chap 2, greget thor lg asik2 eh malah tbc. Lanjut ya thor, ga sabar baca next chap. Msh blm kebayang sih kejadian apalagi yg bakal terungkapa karena byk tokohnya dan tampaknya author berniat bikin konflik yg nyangkut satu dgn lainnya. Ditunggu ya thor :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s