Truth or Dare? [3: A ‘Dare’ For Byun Baekhyun]

image

Title
Truth or Dare?

Author
Yoo Jangmi

Genre
teen-romance; drama; comedy; school

Length
Series

Rating
PG 14

Cast
– Byun Baekhyun (EXO-K); – Yook Hyemi (OC); – Oh Sehun (EXO-K); – Krystal Jung (f(x))
Other Cast
just find ‘em e.e

© Yoo Jangmi || 2013
I do not own the cast, I just own the story. No plagiarism, no bash and no silent reader. Please be a good reader :3

– Happy Reading –
Prolog
Chapter 1: Let’s Go Have Some Tea, Sunbaenim
Chapter 2: Jinri’s Crush
Chapter 3: A ‘Dare’ For Byun Baekhyun

Baekhyun menatap Minhyuk sejenak dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Setelah itu ia berpaling ke akuarium kecilnya lagi.

“kurasa ia mencintai ikannya” celetuk Daehyun masih sambil mencari-cari cemilan. Sehun melempar kaleng keripik kentang kosong ke arah Daehyun, “kau juga harus berhenti makan, bodoh” kata Sehun, lalu mereka mulai berebut sebungkus keripik kentang yang tersisa.

Pintu kamar Baekhyun tiba-tiba terbuka, terlihat Kim Myungsoo berdiri di ambang pintu sambil memandangi teman-temannya satu persatu.

“boleh aku masuk?” tanyanya sambil melangkahkan kakinya memasuki kamar Baekhyun. Ia duduk di sebelah akuarium kecil Baekhyun lalu menghela napas pelan.

“kau menikmati hidupmu sebagai idol, huh?” tanya Baekhyun, ia mengalihkan perhatiannya dari si ikan kecil pada Myungsoo. Myungsoo hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.

“entahlah. Aku menyukainya tapi ini membuat waktuku sangat tersita” katanya.

“hey kalian berdua. Jangan terlalu serius begitu. Kebetulan kita semua ada di sini, ayo kita main” kata Minhyuk, ia menepuk punggung Sehun dan Daehyun yang sedang berebut keripik kentang supaya mereka memperhatikannya.

“main apa?” tanya Baekhyun.

“permainan ini disebut truth or dare. pernah dengar?” kata Minhyuk, ia mengambil kaleng bekas keripik kentang lalu menunjuk lantai dengan benda berbentuk tabung itu. “tapi kita harus duduk di bawah” katanya.

Mereka berlima pun duduk melingkar di lantai, setelah itu Minhyuk meletakan kaleng keripik kentang itu di tengah-tengah mereka.

“aku akan memutar kalengnya, yang tertunjuk bagian atas kaleng, akan di suruh memilih truth atau dare” kata Minhyuk menjelaskan.

“sepertinya menyenangkan, aku pernah main yang seperti ini sebelumnya” kata Myungsoo.

Minhyuk melihat ke arah teman-temannya lalu tersenyum jahil. Ia memutar kaleng itu. Beberapa detik kemudian kaleng itu berhenti berputar,  bagian atas kaleng itu menunjuk ke Baekhyun.

“hah?” gumam Baekhyun bingung sambil menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya.

“yap, sekarang pilih, truth atau dare?” kata Minhyuk semangat. Ia sangat ingin memberi Baekhyun tantangan supaya temannya itu menjadi sedikit lunak (?) dan tidak membosankan.

“aku pilih dare” kata Baekhyun agak ragu.

“yeah! sesuai harapan” pikir Minhyuk.

Sekarang ia memikirkan tantangan apa yang harus ia berikan pada Baekhyun. Ia ingin memberi tantangan yang sulit tapi mengasikkan (?).

“ah..aku punya tantangan untukmu. Buat Yook Hyemi menyukaimu dalam waktu 1 minggu. Tapi kau tidak boleh suka padanya, dan kalau kau gagal, kau harus membiarkanku mendekati Hyemi” kata Minhyuk. Saat ini, saat mengatakan semua itu ia tidak tahu kalau tantangannya itu akan berpengaruh besar nantinya (?).

“ck tantangan macam apa itu, mengerikan sekali” kata Daehyun. “apanya yang mengerikan?” tanya Sehun polos.

Baekhyun terdiam. Ia sedang mencerna kata-kata Minhyuk di dalam otaknya. “oke. Itu kedengaran tidak begitu sulit” kata Baekhyun datar.

“dia terlalu percaya diri” kata Myungsoo mengejek, diikuti tawa dari Daehyun.

“hoam. Sepertinya aku mau tidur. Kalian pulanglah” kata Baekhyun sambil berjalan menuju tempat tidurnya.

Ketiga temannya berdiri dari lantai, dan langsung menuju pintu kamar. Sementara Sehun melempar kaleng keripik kosong ke arah Baekhyun dan tepat mengenai kepalanya.

“ups. maaf hyung, jaljayo” kata Sehun, lalu berlari menyusul yang lain keluar dari kamar.

Baekhyun hanya terdiam sambil memegangi kepalanya yang terkena timpukan kaleng. Ia mengacak-acak rambutnya lalu berbaring di tempat tidurnya, sambil memandangi langit-langit kamar.

“apa yang harus aku lakukan untuk membuat yeoja polos dan kampungan semacam Hyemi menyukaiku?” pikir Baekhyun.

Ia tidak tahu apa yang gadis itu sukai dan tidak sukai. Ia tidak tahu apa-apa tentang Hyemi. Baekhyun memejamkan matanya dan membayangkan ekspresi Hyemi saat minum teh bersamanya. Ia mengingat-ingat apa saja yang Hyemi katakan. Tapi setelah itu ia sadar mereka jarang sekali bicara hari itu. Hampir tidak mengobrol sama sekali. Wajah Hyemi saat itu menunjukkan ekspresi bosan, sekaligus kesal, tapi berusaha ditutupi.

“apa aku sangat membosankan?” gumam Baekhyun. “lalu kenapa ia mengajakku…oh apa itu semacam dare juga?” lanjutnya masih sambil menatap langit-langit kamar.

“aku tidak tahu apa-apa tentang Hyemi, tapi mungkin aku bisa cari tau” pikir Baekhyun, lalu Ia memejamkan kedua matanya dan berusaha tidur.

the next day~~

(Mimpi Hyemi)
Hyemi berada di konser C.N.Blue bersama ribuan penonton lainnya. Ia berdiri paling dekat dengan panggung. Ia ikut menyanyikan lagu yang sedang dimainkan.

“Lee Jonghyun oppa~~~ aaa saranghae” teriak Hyemi histeris. Ia meloncat-loncat bahagia. Tapi tiba-tiba suara musik yang keras itu lama-kelamaan makin mengecil. Penonton-penonton dan semua yang di sekitarnya memudar. Sekarang suara itu benar-benar hilang.

“hoi” terdengar sebuah suara memanggilnya. Hyemi melihat ke sekeliling dengan bingung lalu…

Hyemi membuka matanya, ia tertidur di halte bus sambil mendengarkan lagu lewat headset. Hyemi melihat ke sebelah kanannya, matanya langsung membelalak kaget, ia hampir saja jatuh dari kursi halte.

“hoi, kau sedang apa? kenapa tidur di sini?” tanya Baekhyun, di tangan kanannya terdapat headset Hyemi, yang tadi ia lepaskan supaya Hyemi bangun.

“aku..a-aku..mengapa sunbae berdiri di situ seperti itu? sunbae semacam stalker atau apa..” kata Hyemi bingung dengan kata-katanya sendiri.

Baekhyun tersenyum mengejek lalu melempar headset Hyemi kembali pada pemiliknya. Ia duduk di sebelah gadis itu. “bukan begitu bodoh. Aku tidak sengaja melihatmu di sini” kata Baekhyun. Hyemi mengangguk-angguk mengerti.

“ah sunbae, kita sudah terlambat!” pekik Hyemi sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 07:15 pagi.

Baekhyun memegang tangan Hyemi lalu berdiri dari kursi halte, tepat saat bus yang Hyemi tunggu datang. “ayo kita ke sekolah” kata Baekhyun datar. “eh tapi…tapi kita sudah terlambat aku malu” ujar Hyemi, tapi kakinya melangkah mengikuti Baekhyun saat sunbae-nya itu menarik tangannya.

Bus itu sudah penuh. Tidak ada tempat duduk kosong tersisa. Hyemi dan Baekhyun pun terpaksa harus berdiri. Baekhyun tidak pernah berangkat sekolah naik bus sebelumnya, ia selalu naik sepeda, atau kadang mobil. Ini pertama kalinya ia berangkat sekolah naik bus dan entah kenapa ia menyukainya.

“sunbae, mengapa kau sangat membosankan?” tanya Hyemi tiba-tiba. “mengapa kau bertanya begitu?” kata Baekhyun balik bertanya. Hyemi menggaruk-garuk kepalanya lalu tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi. “aku tidak tahu, hehe” ujarnya.

“aku tidak tahu mengapa aku membosankan, aku bahkan tidak tahu kalau ternyata aku membosankan” kata Baekhyun. Hyemi hanya menunjukkan ekspresi -> -_- lalu mengalihkan pandangannya ke jendela bus, melihat jalanan yang ia lewati setiap hari.

“ini lucu. Mengapa Baekhyun sunbae tiba-tiba mau bicara denganku? Kita juga berangkat sekolah bersama..hmm..aku harus beritahu Soojung dan Jinri” batin Hyemi. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku seragamnya dan mengirim chat pada Soojung dan Jinri.

chat with soojungssi94 & jellychoi-

hyemikkuma: hei kaliaaaaan .-. aku ingin memberitahu sesuatu.

jellychoi: apa itu Hyemi-ya? o.o

soojungssi94: wah wah wah ada apa Hyemiiii x3

hyemikkuma: Baekhyun sunbae bertingkah aneh, ia bicara padaku. Dan sekarang kami berangkat sekolah bersama ;-; ada apa ini?

jellychoi: ngomong-ngomong kalian sudah terlambat-_-

soojungssi94: woah daebak O.O apa ia tertarik padamu? xD

hyemikkuma: iya aku tahu aku terlambat-_- mana mungkin ia tertarik padaku._.

soojungssi94: mungkin saja ‘.’

jellychoi: benar, itu mungkin saja. Tapi aneh ‘^’

hyemikkuma: ah aku bingung. Tapi ia masih sama membosankannya seperti waktu itu ;-;

jellychoi: mungkin ia butuh dihibur -,-

hyemikkuma: iya mungkin saja.__. mana soojung? -.-

jellychoi: Ia menghilang o.O

hyemikkuma: Soojung-aaa yah jungiee ‘O’

jellychoi: oi oi oi oi jungiee ~

soojungssi94: kelas sudah dimulai -__-

jellychoi: aww (/-\)

Bus itu akhirnya berhenti di halte terdekat dari sekolah Hyemi. Hyemi memasukkan ponselnya ke saku seragamnya lalu turun dari bus diikuti Baekhyun di belakangnya.

Hyemi mempercepat langkahnya sementara Baekhyun berjalan dengan santai di belakangnya, padahal mereka sudah terlambat setengah jam. Baekhyun seolah tidak peduli akan hal itu.

Hyemi menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri Baekhyun “yah sunbae! Kita sudah terlambat 30 menit, mengapa kau santai sekali?” seru Hyemi
“kau ini bodoh atau bagaimana? Kita tetap saja sudah terlambat, untuk apa cepat-cepat?” kata Baekhyun sambil menyelipkan tangannya ke dalam saku celananya. Hyemi mengerucutkan bibirnya, namun setelah ia pikir perkataan Baekhyun ada benarnya juga. Ia pun berjalan di sebelah Baekhyun dengan kecepatan yang sama.

Hyemi berjalan sambil melamun, entah apa yang dipikirkannya. Ia sama sekali tidak memperhatikan langkahnya dan ke mana ia berjalan. Hyemi tersandung batu dan nyaris jatuh terjerembab mencium aspal. Untung saja Baekhyun menangkapnya dari belakang.

Dan ketika itu terjadi, yang Hyemi pikirkan adalah rok seragamnya yang pendek— yang bisa saja terangkat di posisi seperti itu —dan apakah Baekhyun melihatnya.

“yah lepaskan aku!” seru Hyemi panik. Baekhyun melepaskan pegangannya pada Hyemi lalu memandangi gadis itu dengan penuh keheranan.

“Byuntae Baekhyun sunbae! Jangan-jangan tadi kau mengintip rokku” kata Hyemi sambil menendang kaki Baekhyun.

“heh! Kau memanggilku apa? Aku bahkan tidak melihat apa-apa, kalaupun rokmu terangkat aku tidak ingin melihatnya” Kata Baekhyun sambil menahan sakit di kakinya.

Sekarang ia yang mempercepat langkahnya dan meninggalkan Hyemi. Gadis itu mengikuti di belakangnya sambil manyun. “dasar Byuntae Baekhyun”

-di sekolah-

Jinri mengambil beberapa buku dari lokernya, begitu juga Soojung, yang lokernya tepat berada di sebelah loker Jinri.
Jinri melirik jam tangannya lalu menghela napas. Sekarang pukul 08:02 dan Hyemi belum terlihat juga.

“apa menurutmu ia baik-baik saja?” tanya Jinri cemas. “siapa? Hyemi? Tenang saja gadis gila itu akan baik-baik saja. Ia tidak sendirian” kata Soojung santai. “bersama Baekhyun sunbae maksudmu?” tanya Jinri sambil tertawa kecil. Soojung mengangguk sambil menutup pintu lokernya. “ayo ke kelas. Kau sudah selesai?” kata Soojung sambil mengintip ke dalam loker Jinri.

“ah jungie, aku ingin menceritakan sesuatu” kata Jinri sedikit berbisik. “apa itu?” tanya Soojung penasaran. “ehm ini tentang seseorang” kata Jinri, ia menarik napas dan melanjutkan.

“seseorang ini tidak sengaja masuk ke rumah seseorang. Seseorang itu bahkan makan satu panci ramyeon di rumah seseorang yang tadi. Lalu sebelum pergi, seseorang itu mengucapkan “cepat sembuh” pada seseorang yang satu lagi. Dan seseorang yang satu lagi itu sangat senang”

Soojung mengerutkan dahinya, ia berusaha mencerna perkataan Jinri tapi ia tidak mengerti. “aish Jinri-ya aku bingung, bicara yang jelas” kata Soojung sambil manyun.

“ehm..nanti saja aku ceritakan yang jelas, ayo ke kelas” kata Jinri sambil menggandeng lengan Soojung dengan tangan kanannya, lalu ia memindahkan buku-bukunya ke tangan kanannya juga.
Soojung hanya mengangguk, tapi ia masih sangat penasaran dengan cerita Jinri yang tidak jelas tadi.

Mereka berjalan bersama menuju ke kelas bahasa inggris sambil membicarakan tentang guru bahasa inggris mereka Mr. Kim. Mereka berpapasan dengan Myungsoo dan Daehyun yang kebetulan melewati lorong yang sama.

“oh…tumben sekali Myungsoo sunbae terlihat di sekolah” kata Jinri dalam hati. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu diselipkan di tangan kirinya saat Myungsoo dan Daehyun melewatinya dan Soojung.

Jinri memeriksa tangannya dan menemukan sebuah coklat ukuran sedang, berbentuk kotak biasa dengan bungkus warna putih bertotol pink. Ia menoleh ke belakang, ke arah Myungsoo yang belum terlalu jauh melewatinya, namja itu tersenyum padanya, Jinri pun refleks membalas senyuman itu. Kupu-kupu dalam perutnya mulai berterbangan lagi.

“wah…yang barusan itu maksudnya apa?” tanya Soojung kaget, ia mengingat-ingat cerita Jinri yang tadi dan menghubungkannya dengan apa yang ia lihat barusan.

“oh jadi..dia..kau…kalian ada sesuatu? O.O” kata Soojung. Jinri tersenyum sambil menggelengkan kepalanya “aniya…” katanya. “eiy jangan bohong padaku” kata Soojung sambil manyun. “lupakan saja jungie…ayo jalan lagi” kata Jinri sambil menarik Soojung yang terus bertanya-tanya.

Kembali pada Hyemi…

Hyemi dan Baekhyun berhasil sampai di sekolah pukul 08:15. Mereka dimarahi habis-habisan oleh Guru Jung dan disuruh pergi ke gudang sekolah. Mereka harus membereskan gudang sebagai hukuman.

Hyemi terus saja bersin selama membongkar kardus-kardus di gudang itu. Debu di ruangan itu sangat banyak. Hyemi sesekali melihat ke sudut ruangan gudang atau ke bawah kardus-kadus, ia takut tiba-tiba ada kecoa atau tikus muncul dari sana.

Baekhyun sejak tadi hanya duduk diam tidak mau mengerjakan apapun. Sesekali ia memandangi Hyemi, lalu ketika Hyemi melihat ke arahnya, Baekhyun memalingkan wajahnya ke jendela gudang. Hyemi rasanya ingin menonjok wajah sunbae-nya itu….andai ia berani.

“wah ada gitar” kata Hyemi girang sambil menarik sebuah gitar yang sudah agak berdebu dari sebuah kardus. Ia selalu ingin belajar memainkan alat musik itu, tapi hal itu tidak pernah terjadi dalam hidupnya.

Hyemi menghampiri Baekhyun lalu duduk di sebelahnya. Ia menyodorkan gitar itu pada Baekhyun. “sunbae bisa memainkannya?” tanya Hyemi. “bisa. Tapi aku tidak mau” kata Baekhyun dingin. Hyemi cemberut dan menundukkan kepalanya. “tapi aku mau dengar” gumamnya sepelan mungkin, tapi cukup keras untuk didengar oleh Baekhyun di sebelahnya.

“aku harus membuatnya menyukaiku kan?” pikir Baekhyun, teringat tantangan dari Minhyuk untuknya. Akhirnya ia memutuskan untuk menuruti permintaan Hyemi.

Ia meraih gitar tadi dari tangan Hyemi dan meniupi debu di atasnya. Hyemi tersenyum senang dan memusatkan perhatiannya pada Baekhyun.

“kau ingin aku main lagu apa?” tanya Baekhyun datar. Hyemi mendesis kesal melihat sikap sunbae-nya itu, tapi ia tidak mau Baekhyun berubah pikiran, jadi ia cepat-cepat menjawab. “apa saja, yang enak didengar”

Baekhyun mulai memetik senar gitar itu dan menyanyikan sebuah lagu. Saat itu Hyemi diam menatapnya, sekarang ia menyadari hal apa yang membuat gadis-gadis di sekolah sangat menyukai Byun Baekhyun, selama ini ia tidak pernah peduli.

“ia sangat…keren”

-To Be Continued-
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

[A/N]: halaw (;-;) maaf klo jelek hihihi. Dan kalo setiap chap pendek itu emang tipe FF yg ini kayak gtu (?) pendek-pendek tapi chapnya banyak ._.

Okaay segitu aja chingu~ dun porget RCL~

-Yoo Jangmi-
2013/08/24

12 thoughts on “Truth or Dare? [3: A ‘Dare’ For Byun Baekhyun]

  1. astaga,byun baekhyun~ oppa keren banget kkk~
    senyum-senyum sendiri pas baca bagian L yang nyelipin coklat+senyum kearah jinri~ astaga,kalo itu aku.. aku pasti langsung pingsan da :) terus ntar dirumah langsung bikin tumpengan bareng keluarga kkk~ next partnya ditunggu :D

  2. Selalu gemes kalo ada ff dgn tokoh baekhyun hehehehe. Aaah gemes segemes gemesnya sama baekhyun, pergerakannya lamban. Semoga chapter berikutnya mulai masuk konflik ato ada romansa2nya hehehehehe.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s