[BTS] Don’t Go Breaking My Heart

Author: Gita Oetary as Goetary

Cast: Yoo Young Jae [B.A.P], Lee Ka Eun [After School]

Type: Songfic

Length: Drabble

Soundtrack: Yoseob – No

 don't go breaking my heart

Copyright&Crossposting by Goetary

Gunduk-gundukan salju menghampar di sepanjang ruas jalan di samping trotoar. Langit mulai mendung meski hari masih belum terlalu sore. Angin musim dingin berhembus kencang, membuat lelaki itu menggigil kedinginan meski saat itu tubuhnya sudah dilapisi cukup banyak jenis mantel.

Oppa…”

Suara itu mengalun lembut, melayang di udara sebelum membangkitkan seluruh indranya yang hampir mati suri di tengah udara sedingin ini. Walau tersirat ketegangan dalam suara itu, Youngjae tetap gembira mendengar Kaeun memanggilnya. Hingga saat ini, suara milik gadis itu adalah suara kesukaannya.

Oppa.”

Lagi-lagi suara itu menyebut namanya. Dengan hati berbunga-bunga Youngjae bergumam, “hmm?”

“Kita putus saja.”

Saat itu Youngjae sedang menekuri kecantikan di hadapannya. Bibir Kaeun semerah buah cery dengan bentuk yang bagus, gadis itu juga memiliki senyum yang indah. Ketika tersenyum biasanya Kaeun senang memejamkan matanya padahal matanya sama sekali tidak bisa dibilang sipit, namun Youngjae selalu senang melihat kebiasaan gadis itu. Tapi ketika mendengar ucapan kekasihnya mendadak tubuhnya membeku. Pandangan matanya kehilangan fokus. Pikirannya kosong.

I already know we aren’t supposed to love

Apakah ia sedang bermimpi berada di padang tandus? Ataukah barusan memang ada angin berhembus sekencang badai berusaha menumbangkan tubuhnya yang selemah mayat hidup saat mendengar ucapan tersebut?

My lips started to quiver and i tried to hold back the tears

Youngjae berkedip berkali-kali, mencoba menepis kabut yang disebabkan oleh angin. Salju bertebaran di depan matanya. Dengan bibir bergetar ia mencoba tersenyum.

“Ini yang terbaik,” Kaeun kembali memecah keheningan. “Lagipula, hubungan kita tidak mungkin berhasil.”

We can’t be together, we really can’t be together

Lelaki itu masih gelagapan, tak siap mendengar apa pun yang dikatakan kekasihnya. Ia merasa ada yang salah dengan telinganya. Atau setidaknya ia berharap begitu. Youngjae memandang wajah Kaeun lagi, berusaha menatap matanya untuk mencari kebohongan di sana. Namun gadis itu bahkan telah sampai pada titik di mana ia tak lagi mau memandangnya.

I already know we aren’t supposed to love

Apa ia salah dengar? Barusan gadis itu bilang putus.

But until now

Ingin putus. Maksudnya jangan bertemu lagi. Benar-benar tidak bertemu lagi. Kenapa?

I love you

Yongjae baru saja akan mengatakan sesuatu ketika dilihatnya sosok Kaeun berjalan pergi. Masih dirundung kebingungan, lelaki itu hanya bisa menatap kepergian kekasihnya dengan perasaan tak menentu tanpa sanggup menuntut penjelasan yang dibutuhkannya.

After saying that we will not work out

You turned away

Perlahan, ketika sengatan listrik menjalari kulitnya, Youngjae seakan baru tersadar dari kenyataan yang tengah berjalan lambat di sekitarnya. Kepalanya tertunduk lesu, di balik syal yang melingkari lehernya ia berusaha menutupi wajahnya. Supaya luka yang terlukis jelas di keningnya yang saling bertaut tak disadari orang lain.

We can’t be together, we really can’t be together

Tahu bahwa tak ada yang bisa ia lakukan. Bahwa memang lebih baik begini adanya. Dengan langkah berat Youngjae berbalik, lalu berjalan pergi tanpa pernah lagi menoleh ke belakang.

I already know we aren’t supposed to love

Namun, sekuat apa pun ia mencoba meyakinkan dirinya tentang kebenaran yang dikatakan Kaeun, hatinya kerap menolak. Meski benaknya sepertinya cukup membantu dengan memberikan gambaran-gambaran yang realistis dan berjanji bahwa dia akan baik-baik saja walau tanpa gadis itu, entah mengapa sebagian besar dirinya merasa bahwa apa yang kini tengah ia rasakan adalah nyata. Bahwa hidup tanpa Kaeun akan terasa menyakitkan.

No, no more.

I’m afraid to say these words

Anak-anak berkeliaran di tengah hujan salju, cukup banyak es untuk berseluncur dan membuat orang-orangan salju di taman. Youngjae menghentikan langkahnya ketika tak kuasa menahan langkah kakinya membawanya ke salah satu bangku kayu. Namun belum sempat ia mendekat tiba-tiba langkahnya terhenti.

The memories of us captivated me

Youngjae melihat wajah lain sedang tersenyum di tengah taman di atas ayunan. Gadis berambut panjang itu tertawa riang. Anehnya salju perlahan memudar,  matahari bersinar hangat, sehangat senyuman itu. Sehangat hatinya kini.

I suddenly paused on the road that i used to walk with you

Rambut coklat gadis itu berwarna keemasan saat di timpa cahaya matahari musim semi. Matanya bersinar seraya memandangi Youngjae dengan tatapan jenaka. Samar-samar suara tawa terdengar di kedua telinganya, dan Youngjae mendadak ingat apa yang membuat gadis itu tertawa. Ia dikerjai lagi. Youngjae balas tersenyum walau perasaannya sedang gundah gulana.

Suara tangis seorang anak lelaki memaksa dirinya berpaling dari gadis berwajah cantik yang tengah tersenyum di atas ayunan itu. Membawanya kembali ke dunia nyata.

And your face suddenly appeared in my mind

Hujan salju masih berlangsung. Bayangan Kaeun yang sedang tertawa riang menghilang dalam sekejap.

The memories of us captivated me

Kalang-kabut. Youngjae melangkah linglung. Depan. belakang. Kanan. Kiri. Depan lagi. Belakang lagi. Lelaki itu tampaknya tak yakin ke mana ia seharusnya melangkah.

And your face that i erased faintly

Suddenly appeared in my mind

Raungan frustasi dari lubuk hatinya bergemuruh mendesak dadanya. Youngjae menyisipkan jari-jarinya ke dalam rambut dengan geram. Air mata membuat matanya merah.

I couldn’t take it because it was so sad

If i had said to myself that i shouldn’t send you away at that spot

Could we have really loved?

Namun langkah kakinya yang entah mendapat energi dari mana segera mendorong dirinya berlari sekuat tenaga. Ketika sadar ia telah memacu langkahnya ke tempat terakhir ia melihat Kaeun.

We could have really loved…

Ia berusaha mengerahkan seluruh tenaganya, dan cukup menyesali kenyataan keseringan mangkir dari waktu berolahraga membuat napasnya cepat habis. Namun Youngjae tetap memaksa kakinya berlari dengan langkah lebar. Dalam pikirannya, ia hanya harus melesat secepat mungkin sebelum Kaeun naik kereta dan lenyap untuk selamanya dari hidupnya.

 

-The End-

It’s B.A.P The Series Yess Sir!! Thank you for reading…

2 thoughts on “[BTS] Don’t Go Breaking My Heart

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s