[CHAPTER] My Everything – Part 5

htw9ld

Title : My Everything

Author : Reenesmee Potter

Main Cast : Kim Kibum (SuJu) , Im Yoona

Supporter cast : Lee Donghae, Jiyeon, Choi Minho, Bae Suzy, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Jinki

Genre : Romance, frienships, School Life

Length : Chaptered

A/N : Semuanya adalah Author POV ^^

PART 5

“Memangnya ada apa sampai kau meminta bantuanku, sunbae?” tanya Suzy polos. Jiyeon memutar bola matanya, cewek itu jelas kesal karena Suzy tak mengerti kalau dia sudah kepincut berat sama Minho. Tapi sedetik kemudian ia sadar, bukankah lebih baik kalau tidak banyak orang yang tahu?

“Berikan ini padanya,” ujar Jiyeon sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna kuning dengan pita silver sebagai pemanisnya. Suzy mengangkat seblah alisnya.

“Benda ini?” gumamnya sambil menerima barang itu. “Harus sampai di tangannya, nih?”

“Ya iya lah, Suzy,” Jiyeon mulai merasa kesal dengan sikap bolot Suzy yang muncul tiba-tiba.

“Sunbae, bisakah kau meminta gadis lain? Aku tak mungkin memberikan ini padanya, ia bisa mengejekku seumur hidup,”

“Tolonglah, hanya kau yang dekat padanya. Ia pasti menerimanya. Karena kalau aku yang memberikannya ia tak mau menerima,” pinta Jiyeon dengan raut agak memelas. “Tolong ya, Suzy,”

“Baiklah. Tapi hanya sekali ini saja, oke?”

“Ya, terimakasih!” Suzy memungkuk sebentar lalu melangkah meninggalkan Jiyeon yang memasang senyum tipis di tempatnya.

Begitu ia membelokkan langkahnya untuk masuk ke gedung sekolah, Suzy memekik kaget ketika seseorang menarik tangannya. “KYAH!”

“Kau Suzy, kan?” Suzy menoleh lalu tertegun melihat cowok yang tadi dia tumpahi dengan milkshake. Kaget sih, tapi juga heran kenapa cowok ini dengan cepat bisa menemukannya.

“Ne? Waeyo sunbae?”

“Bisa tolong ambilkan seragam yang agak besar? Yang ini terlalu kecil,” ujarnya pelan yang membuat mata gadis itu melebar. Ia hampir saja berhasil menahan tawanya yang ingin membludak keluar.

“Huakaka, ah, mianhae, baiklah, akan kuambilkan,” jawab Suzy enteng, dan bersiap melangkah lagi. Tapi cengkeraman tangan Kibum tak kunjung lepas dar tangannya.

“Bisa minta tolong lagi?” Suzy kembali menoleh dan merenyit melihat wajah Kibum yang ada beberapa senti dari wajahnya. Ia menggeser tubuhnya menjauh, menyadari suaranya yang agak gugup.

“Apa?”

“Pura-pura jadi pacarku,”

JEDERRRRR

__

KIM KIBUM SUDAH MEMILIKI PACAR! Sung Rin membelalak ketika mendengar kabar itu. Bagaimana tidak, baru saja kemarin ia melancarkan strateginya untuk mendapatkan Kibum, lah sekarang cowok itu sudah jadian dengan cewek lain! Tapi jangan panggil dia Sung Rin kalau ia tak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

“Unni~~” Sung Rin menghempaskan diri di kasur kakaknya sambil merengek. Kakaknya yang sedang mengaplikasikan masker ke wajahnya hanya menatap adiknya lewat cermin meja riasnya.

“Wae?” tanya kakaknya singkat. Sung Rin tiba-tiba terduduk sambil memeluk sebuah bantal.

“UNNI! Harusnya kau memberiku gantungan itu lebih awal! Kibum oppa sudah punya pacar unni~~ aku tidak suka!!” pekik Sung Rin sambil memukul bantalnya. Sungkyu menghentikan kegiatannya dan memutar tubuh menatap adiknya.

“Mwo?”

“UNNI~!” pekik Sung Rin kesal. “Kenapa ekspresi unni santai begitu sih?!” tapi Sungkyu hanya menunjuk-nunjuk maskernya.

“Mian,” jawabnya singkat. Sung Rin menghentakkan kakinya lalu beranjak keluar kamar kakanya. Sepeningal Sung Rin, Sungkyu merenung sambil rebahan di ranjangnya.

Kibum memiliki pacar? Kenapa cepat sekali? Bukankah ia masih menyukai cinta pertamanya itu? Apa jangan-jangan Kibum telah menemukannya? Tapi gantungan itu ada pada Sung Rin, harusnya Kibum mengetahui kalau Sung Rin itulah teman masa kecilnya!! Sungkyu berkata dalam hati.

Lima belas menit kemudian setelah masker yang digunakannya sudah kering dan Sungkyu-pun sudah membilas wajahnya, ia berjalan menuju kamar Sung Rin dan mendapati adiknya itu sedang memainkan ponselnya. “Sung Rin-ah, kau mau bicara?”

Sung Rin mengerucutkan bibirnya. “Harusnya unni yang menjelaskan padaku bagaimana bisa Kibum oppa dapat gosip sudah punya pacar,” tukasnya kesal. Sungkyu melangkah mendekat lalu duduk di tepi ranjang adiknya.

“Unni bukan baby sitter-nya Kibum, Sung Rin-ah,” ujar Sungkyu. Tapi Sung Rin tetap tidak peduli. “Memang kau sudah memastikan siapa pacarnya Kibum?”

Sung Rin melempar ponselnya ke atas ranjang lalu berdecak kesal. “Aku belum tahu unni, aishhh jinjja cewek yang jadi pacar Kibum oppa pastilah sangat menyebalkan,”

“Gantungan itu masih padamu, kan?” tanya Sungkyu tiba-tiba. Sung Rin menatap unni-nya lamat-lamat lalu mengangguk.

“Ne, ada di dalam tasku,”

Sungkyu nampak berpikir. “Besok, temui lagi Kibum. Tunjukkan gantungan itu lagi padanya,”

Sung Rin berdecak tanpa menatap Sungkyu. “Arrasseo,”

__

Istirahat siang sudah tiba dan saatnya para murid yang keroncongan mengisi lagi perutnya sehingga kantin sekolah menjadi sangat penuh hari itu. Kibum sedang duduk bersama Yesung dan Donghae dan nampak tak serius dengan makannya. Ia nampak sedang berpikir sesuatu tapi ia sama sekali tidak ingin memberitahukannya kepada kedua sahabatnya.

“Kibum-ah, kenapa kau tidak makan? Hah, buatku saja ya,” Donghae yang memerhatikan Kibum berusaha untuk mengambil sup ayam yang ada di nampan Kibum. Seketika tangan Kibum menahan tangannya.

“Ini jatahku, Lee Donghae,”

Donghae berdecak. “Paling tidak makanlah dengan lahap, aku paling kesal melihat orang yang cara makannya seperti itu,”

Yesung hanya menatap kedua temannya itu sambil menikmati buburnya. “Ck, kau sudah makan banyak Donghae!” balas Kibum tak mau kalah.

“Jangan-jangan kau ada masalah ya?” tanya Yesung pada akhrinya. Kibum menatap Yesung dengan kedua alis terangkat.

“Masalah apa?”

Yesung mengangkat bahunya. “Kura-kura peliharaanmu, mungkin,”

PLETAK

Yesung meringis ketika Donghae menjitak kepalanya. “Yak, ikan bahenol, kepalaku sakit tahu!” rutuk Yesung kesal. Donghae hanya menatap Yesung jengah.

“Sejak kapan Kibum memelihara kura-kura? Kau pikir dia sepertimu?” sahut Donghae. Kibum hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya.

“Sudahlah, kalian makan saja. Berisik tahu,” Kibum ingin menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya tapi ia menghentikan tangannya ketika melihat seorang gadis berdiri di depan mejanya.

“Annyeonghaseyo, oppa. Aku Sung Rin, oppa ingat, bukan?” Kibum meletakkan sendoknya dan menatap Sung Rin dingin.

“…”

“Oppa, bolehkan aku makan di sini? Banyak meja sudah penuh,” Donghae dan Yesung ikut-ikutan memerhatikan Sung Rin lalu memandang ke sekeliling mereka. Masih ada satu atau dua meja yang kosong, kok. Donghae terkikik dan Yesung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Alasan klise.

Kibum menelan ludahnya. “Meja kami juga sudah penuh,” jawabnya yang membuat Donghae dan Yesung menatap Kibum bingung. Jelas saja, di meja mereka ada empat kursi, sementara mereka hanya bertiga. Mau dikemanakan satu kursi itu?

Sung Rin menyeringai. “Oppa, masih ada satu kursi di sampingmu,”

Kibum memutar bola matanya, dan untung saja sudut matanya menangkap sosok Suzy yang masih celingukan mencari tempat duduk, karena meja incarannya sudah diduduki oleh Krystal and the gank. Kibum mengangkat tangannya dan memanggil Suzy. “Suzy-ah! Kesini!”

Suzy yang juga menangkap sosok Kibum hanya bisa melongo. Gadis itu masih tak percaya bahwa ia menjadi pacar gadungan Kibum. Meski gadungan, tapi lumayan, kan? Gadis itu menurut dan menghampiri Kibum, ia berusaha memasang ekspresi setenang mungkin meski mata seisi kantin terarah padanya. “Ne, oppa?”

“Lihatkan, Sung Rin-ssi, kursi terakhir untuk yeojachingu-ku, Suzy. Jadi, meja kami sudah penuh,” Kibum langsung menarik Suzy hingga duduk di sampingnya. Kedua mata Donghae dan Yesung melotot, sementar Suzy hanya memasang senyum manis. Sung Rin yang syoknya sudah melecut ke ubun-ubunpun berputar dan meninggalkan meja Kibum.

Tek

Kibum memerhatikan sesuatu yang jatuh dari tubuh Sung Rin. Sebuah gantungan berbentuk namja yang sudah usang, yang sangat dikenalnya. Ia mengambil gantungan itu dan tersenyum kecil.

“Jadi, sejak kapan kalian pacaran?” Donghae langsung heboh, tidak menyangka kalau Kibum diam-diam memacari si kembang kelas XI yang ada di lantai dua. Banyak pria yang tahu tentang prestasi dan kecantikan seorang Bae Suzy. Suzy tersenyum lalu membungkuk sopan.

“Annyeonghaseyo, Bae Suzy imnida,”

Yesung melongo. “Yesung imnida, dan ini Donghae,” ujarnya masih melongo. Tiba-tiba matanya berputar menatap Kibum. “Kibum-ah, aku tak tahu seleramu tinggi juga,”

Kibum hanya terkekeh. “Kalian ini, mudah saja tertipu,”

Suzy mulai memakan makanannya sambil melirik Kibum. “Sebenarnya, kami ini tidak benar-benar pacaran,” ujar Suzy pelan yang hanya dapat di dengar oleh Donghae dan Yesung.

“MWO?”

Kibum buru-buru menutup mulut kedua sahabatnya agar tidak memancing perhatian. “Dengarkan dulu!”

“Aku hanya membantu Kibum sunbae menemukan cewek yang disukainya. Tapi aku tidak mendapat imbalan apapun. Hhh… bukankah menurut kalian aku ini terlalu baik hati?” lanjut Suzy sambil menatap Donghae dan Yesung bergantian. Dan Yesung maupun Donghae kembali syok.

“Pokoknya hanya kalian berdua yang tahu hal ini. Jangan sampai ada yang tahu, arra!”

“Tapi kenapa harus berpura-pura?” tanya Yesung bingung. Donghae hanya mengangguk membenarkan kata-kata Yesung. Kibum mendesah.

“Kau tidak lihat cewek bernama Sung Rin itu?” tukas Kibum kesal. Donghae manggut-manggut lagi, dan Yesung pun akhirnya nalarnya nyambung.

Tanpa mereka sadari, seorang cowok jangkung memandang pemandangan itu dengan tatapan sangat tidak suka.

__

Setelah makan siang, bel pertanda istirahat kedua selesai masih belum berbunyi. Suzy yang sudah pasti risih berada di dekat para lelaki seperti itu memilih untuk kembali ke kelas. Masih ada satu misi yang belum dia selesaikan. Permintaan dari si Ketua OSIS, Park Jiyeon. Suzy mendengus kesal sambil melirik kotak kuning yang masih bertengger manis di laci mejanya sejak istirahat pertama. Harus ia apakan benda ini? Hah? Suzy frustasi sendiri, mengingat hubungannya dengan cowok jangkung mata belo itu juga tidak terlalu baik.

Srakk

Tanpa pikir panjang dan sudah membulatkan tekad, Suzy menyambar kotak kuning itu dan keluar kelas. Dia harus memberikannya sekarang. Atau tidak selamanya. Kelas Minho hanya di samping kelasnya, kan? Buklan masalah.

Baru ssaja ia membelokkan langkah masuk ke kelas Minho, cowok itu justru sedang membelokkan langkah keluar kelas. Keduanya berhenti dan saling berpandangan. “Minggir,” ujar Minho dingin. Suzy menelan ludahnya ketika Minho berusaha untuk melewatinya.

“Chakkkaman…” ujar Suzy, membuat Minho berhenti dan berbalik.

“Apa?” dengan ragu Suzy menyerahkan kotak kuning yang ada di tangannya ke arah Minho.

“D-dari Jiyeon. Katanya kau tidak akan menerimanya kalau ia yang memberi langsung. Jadi dia memintaku menyerahkan ini padamu,” ujar Suzy agak kikuk. Minho menyambut kotak itu tapi masih menatap Suzy heran.

“Kau mau saja ia suruh?”

“Dia memelas,” jawab Suzy lagi. “Aku sudah bilang aku kurang akrab denganmu tapi… dia memaksa,” jelas Suzy. Setelah gadis itu berkedip beberapa kali, “Sudah ya, aku pergi dulu,”

“Tunggu,” Suzy sudah beberapa langkah dari Minho tapi cowok itu memanggilnya. Terpaksa Sauzy membalikkan badannya lagi.

“Apa?”

“Kau… pacaran dengan Kibum?”

Hening sejenak. Tapi akhirnya Suzy menagngguk. “Ya,”

Tanpa Suzy tahu, Minho merasa hatinya hancur seketika. “A-aku pergi dulu,” Suzy mengucapkannya dengan bertambah kikuk dan buru-buru menghindari Minho. Raut wajah cowok itu sekarang benar-benar membuat Suzy takut.

Brukk

Suzy terkejut ketika ternyata ia menabrak seseorang ketika sedang berjalan menunduk. Suzy buru-buru mendongak dan berjengit ketika mengetahui siapa yang barusan ditabraknya. Lee Donghae. “Hei, Suzy-ah, hati-hati,” gumam Donghae. Suzy mengangguk.

“Mian,”

“Hei, kau tahu dimana Jiyeon?” tanya Donghae tiba-tiba. Suzy mengedip-ngedipkan matanya.

“Tempat favoritnya perpustakaan. Bukannya harusnya sunbae mengetahuinya?” ujar Suzy heran sambil menyipitkan matanya. “Sunbae hilang ingatan, ya?”

“Siapa tahu dia ada di tempat lain, kan,” jawab Donghae sambil memamerkan sneyumnya. “Dah,”

Cowok bernama Lee Donghae itu akhirnya melanjutkan jalannya ke perpustakaan, tempat yang menjadi sarang tidurnya, sekaligus tempat yang bisa membuatnya menggodai Jiyeon setiap hari. Dan, benar saja. Jiyeon sedang asyik dengan beberapa buku yang ada di hadapannya. Gadis itu duduk di meja baca dan benar-benar nampak larut dalam bacaannya.

“Hai cewek,” Donghae duduk tepat di depan meja Jiyeon lalu mengerling ke gadis itu genit. Tak digubris. “Kok dicuekin?”

Jiyeon membanting bukunya lalu menatap Donghae tajam. “Berisik!”

Srakkk

Gadis itu pindah tempat duduk.

__

Yoona sedang menyelesaikan beberapa soal matematika yang menurutnya tanggung jika ditinggal, meskipun perutnya sudah mulai berbunyi dan ingin agar Yoona segera pergi ke kantin dan mengisi perut. Bel istirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu, dan kelas sudah terisi lagi dengan murid yang ingin makan siang di kelas sambil bercanda dengan temannya. “Im Yoonaaaa~~” itu adalah Eunji, teman baru Yoona dan pacar Lee Hoowon, sunbae ketua klub dance. “Hey kau tidak turun ke kantin?”

Yoona menggeleng dan tetap menggenggam pensil pilot orangenya sambil menatap soal di depannya dengan serius. “Tidak lapar,” jawabnya ketika merasakan Eunji menatapnya dengan tatapan bertanya.

“Oh, kurasa kau harus mendengar berita terbaru ini. Kupikir kau akan segera di tembak Kibum sunbae gara-gara kau pernah diajak ke kafe bareng. Tapi ternyata Kibum sunbae sudah punya pacar loh,” Eunji ngoceh dan Yoona hanya bisa tersenyum miring. Namun senyumnya pudar ketika mendengar kalimat terakhir Eunji, pensilnya tergeletak di tengah buku.

“Apa katamu?”

Eunji mengangkat kedua bahunya lalu mengemut pasta cokelat yang baru dibelinya. “Beritanya baru tersebar barusan, dan cewek-cewek kelas sebelas langsung heboh. Kantin penuh dan memang benar—Kibum sunbae lagi makan sama yeoja!”

Pundak Yoona lemas. Gantungannya hilang dan cowok yang kemungkinan merupakan cinta pertamanya sejak kecil sudah adi pacar orang. Yoona pusing. Cuma gantungan itu yang bisa dia andalkan untuk ketemu sama cowok masa kecilnya itu. “Iya—kah?”

Eunji berdecak. “Kayaknya sih benar. Hey, memangnya kau suka sama Kibum sunbae ya? Kok langsung pucat gitu,” Eunji kembali mengemut cokelatnya sambil menatap Yoona penasaran. Memang benar, kabar kalau Yoona pernah dijak jalan sama Kibum udah diketahui banyak orang. Cuma, semuanya percaya kalau itu cuma tugas MOS doang. Jadi, ga ada yang mikir macem-macem deh. Bahkan fans nya Kibum yang biasanya paling gampang ngamuk tenang-tenang aja tuh kemarin.

Srak!

Baik Yoona maupun Eunji—bahkan seluruh isi kelas langsung kaget ketika seseorang membuka pintu dengan kasar dan keras. Semua mata langsung menatap cewek yang masuk ke kelas dengan gusar, berjalan ke tempat duduknya yang ada di pinggir dekat jendela dan menyambar tasnya, lalu langsung pergi keluar. “Itu si SungRin? Kenapa mukanya bete banget gitu?” gumam Eunji kepo. “Jangan-jangan mau mabal lagi. Gila, fisika mau mabal? Kayak otaknya udah pinter aja,”

Yoona memerhatikan SungRin dari jauh, lalu menatap Eunji. “Bukannya otaknya memang encer? IPS-nya seratus semua tahu,” balasnya yang membuat Eunji mencibir.

“IPS? Bagaimana dengan IPA-nya?”

“Kau kenapa sensi sekali sama SungRin?” tanya Yoona bingung. Eunji hanya mendesah kesal.

“Well, aku dan SungRin satu sekolah waktu SMP. Dan bisa dibilang kami banyak cekcok. Kan dia pernah membuatku terpaksa menonjoknya gara-gara dia mau mengambil tasku,”

TBC

#Maaf ya kelamaan T^T ide ngestuck dan janji deh ga bakal lama lagi, paling lamanya sebulan, oke xD

2 thoughts on “[CHAPTER] My Everything – Part 5

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s