Truth or Dare? [4: Scandal of Soojung’s Mom]

image

Title
Truth or Dare?

Author
Yoo Jangmi

Genre
teen-romance; drama; comedy; school

Length
Series

Rating
PG 14

Cast
– Byun Baekhyun (EXO-K); – Yook Hyemi (OC); – Oh Sehun (EXO-K); – Krystal Jung (f(x))
Other Cast
just find ‘em e.e

© Yoo Jangmi || 2013
I do not own the cast, I just own the story. No plagiarism, no bash and no silent reader. Please be a good reader :3
`nb: di chap ini lebih nyeritain Krystal :3

Credit Pic
ƒ(x) Krystal Jung — ©tumblr

– Happy Reading –
Prolog
Chapter 1: Let’s Go Have Some Tea, Sunbaenim
Chapter 2: Jinri’s Crush
Chapter 3: A ‘Dare’ For Byun Baekhyun
– Chapter 4: Scandal of Soojung’s Mom

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Hyemi. Selesai membersihkan gudang pagi tadi bersama Baekhyun, mereka berdua tidak boleh masuk kelas, dan malah disuruh menghadap kepala sekolah. Mereka pun mendapat ceramah kedisiplinan dari Kepsek selama dua jam lebih. Ketika mereka keluar dari ruang Kepala Sekolah, bel pulang sudah berbunyi.

Sekarang Hyemi dan kedua sahabatnya, bersama adiknya Sungjae juga, sedang berada di depan gerbang sekolah. Hyemi kadang merasa sedang diperhatikan oleh seseorang, dan benar saja, sejak tadi Byun Baekhyun melihat ke arahnya. Hyemi jadi merasa semakin takut, ia tidak mengerti apa yang membuat sunbae-nya itu jadi suka memperhatikannya. Rasanya tidak mungkin kalau laki-laki itu menyukainya.

“heh, apa kau tidak curiga dengan sikap Baekhyun sunbae yang sangat aneh sejak tadi pagi?” tanya Hyemi pada Jinri. Jinri menggelengkan kepalanya, “memangnya apa yang aneh?” ujar Jinri balik bertanya. “sudahlah Jinri nuna, jangan tanggapi pertanyaan Hyem nuna. Nuna-ku ini kebanyakan nonton drama” kata Sungjae.

“Yook Sungjae! ish dasar bocah sialan” Hyemi menggetok kepala Sungjae sambil menatap tajam ke adiknya itu. “Hyem nuna! kau tidak boleh menyiksaku” kata Sungjae sok polos. “jangan panggil aku Hyem nuna!” seru Hyemi kesal.

“hey kalian-_- ayo kita ke rumahku” kata Soojung sambil memandangi kakak-beradik Yook gila (?) yang sedang bertengkar di depan gerbang sekolah seolah tidak akan ada yang melihat kelakuan mereka. Hyemi berhenti memukuli Sungjae dan mendorong adiknya itu menjauh darinya. “ayo!” kata Hyemi “tinggalkan saja bocah itu” lanjutnya, sambil mendorong Jinri dan Soojung agar cepat berjalan. Sungjae cepat-cepat menyusul kakaknya dan teman-teman kakaknya, “tunggu aku nuna-nuna!”

| Rumah Soojung |

Soojung dan yang lainnya duduk mengitari meja makan sambil mengobrol. Mereka sama sekali tidak menyentuh sup miso di hadapan mereka.

“kau tahu, kurasa ibumu benar-benar tahu cara memasak” kata Hyemi pada Soojung sambil mengaduk-aduk sup miso itu.

Soojung melirik ibunya yang sedang memasak sesuatu yang beraroma aneh, ia mengerucutkan bibirnya. Sejak dulu ibunya tak bisa memasak makanan yang layak (?) untuknya. Pada akhirnya ia akan menelpon layanan delivery. Soojung menghela napas dan mengeluarkan ponselnya, ia menatap Hyemi, Jinri, dan Sungjae.

“biar kusarankan, pizza” kata Jinri. Sungjae mengangguk setuju dengan semangat (?) sementara Hyemi hanya mengiyakan. Soojung baru saja akan menelpon restoran pizza ketika ibunya tiba-tiba menginterupsi.

“anak-anak, kurasa kalian harus pulang. Maafkan aku tapi Soojung ada acara” katanya sambil tersenyum ramah.

“acara? Acara apa?” tanya Soojung bingung. Hyemi menatap sahabatnya itu sambil mengangkat bahu. Jinri menggumamkan kata “hwaiting” sementara Sungjae terlihat kecewa karena batal makan pizza (?).

Setelah ketiganya pulang, nyonya Han duduk dihadapan putrinya sambil tersenyum bahagia. Wanita itu keliatan persis seperti remaja SMA yang sedang jatuh cinta. Soojung masih kebingungan. Ia hanya memandangi ibunya dalam diam.

“jadi begini jungie, umma akhirnya menemukan seseorang” ujar nyonya Han. Soojung membelalakan matanya karena kaget, ia merasa akan tersedak (?).

“siapa namanya? Apa ia baik?” tanya Soojung datar. “namanya Oh Hyunsoo. Ia sangat keren, baik dan kalau aku menikah dengannya kau akan punya saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Menyenangkan bukan?” kata wanita itu bersemangat.

Oh Hyunsoo. Nama itu terulang-ulang dalam otak Soojung. Gadis itu sedang berusaha mengingat dimana ia mendengar nama itu. Seolah menemukan kepingan puzzle yang hilang, begitu ia mengingat nama itu, langsung terbayang sebuah wajah yang sangat ia kenal.

“MAKSUD UMMA, OH HYUNSOO APPA-NYA SEHUN TEMAN KECILKU ITU?!” seru Soojung.

“jangan teriak-teriak jungie-_- iya itu dia” kata Nyonya Han.

“Tidak! Tidak bisa! Umma tidak boleh pacaran dengan Oh ahjussi apalagi menikah dengannya! No! Big No!” protes Soojung.

“jangan begitu jungie, ia orang yang baik kok, kau tahu sendiri kan” kata nyonya Han, lalu wanita itu melanjutkan lagi “sekarang cepatlah bersiap-siap, kita akan pergi makan siang bersama Hyunsoo dan anak-anaknya”

Nyonya Han pun meninggalkan anaknya yang sedang dalam keadaan shock dan bingung.

“tidak ini tidak boleh terjadi! Bagaimana bisa… Aku dan Sehun akan jadi kakak-adik?! Andwae.. Ini mengerikan, aku tidak mau, aku kan…” Soojung membatin. Ya, ia menyukai Oh Sehun. Bahkan sebelum keluarganya pindah ke Amerika. Ia tentu tidak akan mau bersaudara dengan orang yang disukainya, tapi ia tidak mungkin menyuruh ibunya batal menikah. Itu tidak baik.

Soojung mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia tidak tahu harus apa. Yang bisa ia lakukan sekarang adalah menurut pada ibunya.

Ia pun beranjak ke kamarnya dan segera mengganti pakaian.

Sudah 15 menit Oh Hyunsoo dan kedua anaknya menunggu di restoran itu. Pria itu sudah menghabiskan 3 gelas air mineral.

“appa, sebenarnya kita mau bertemu siapa sih?” tanya Hayoung sambil bertopang dagu, wajahnya menunjukkan kebosanan. “seseorang” kata tuan Oh sambil tersenyum pada putrinya.

“pacar appa?” kata Sehun ikut bertanya. Pria itu terbatuk dan mengangguk pelan. Sehun dan Hayoung saling pandang, keduanya mengangkat bahu.

Beberapa saat kemudian seorang wanita, dan seorang gadis seumuran Sehun datang menghampiri meja mereka. Kedua orang itulah yang mereka tunggu. Sehun melihat ke arah mereka berdua. Wanita itu, Han Minjung, adalah pacar ayahnya. Dan saat melihat anak dari wanita itu, Sehun terkejut, namun tidak menunjukkannya. Gadis itu, Jung Soojung.

Setelah nyonya Han dan tuan Oh saling memperkenalkan diri mereka pada anak-anak mereka, tuan Oh menyuruh Sehun dan Hayoung berkenalan dengan Soojung, (ia lupa kalau mereka adalah teman kecil).

“appa, sebenarnya kami sudah saling kenal, kami satu sekolah dan… kami teman kecil” kata Sehun. Tuan Oh mengangguk mengerti. “baiklah kalau begitu, kita langsung makan siang saja” ujarnya.

Soojung sedang berusaha memahami situasi saat ini. Ia duduk dihadapan Sehun, ibunya duduk di sebelahnya, berhadapan dengan tuan Oh, dan Hayoung duduk sendiri di sisi kiri meja. Bagi Soojung, semua ini terasa seperti double date dengan Hayoung sebagai hiasan. (?)

Sekarang Sehun melihat ke arahnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Soojung hanya memasang wajah datar. Hayoung memandangi Soojung dan oppa-nya bergantian, keduanya terlihat seperti tidak nyaman.

Setelah makanan datang, Soojung segera memfokuskan dirinya pada makanannya. Ia berusaha menyelesaikan makannya secepat mungkin agar bisa cepat berhenti mendengar obrolan cheesy ibunya dan tuan Oh. Ia mual melihat ibunya bertingkah seperti anak remaja (?).

“uhuk” Soojung terbatuk karena menelan sepotong kentang begitu saja tanpa dikunyah.
“jungie, kau kenapa? Gwaenchana?” tanya nyonya Han sambil menepuk-nepuk punggung anaknya perlahan. Soojung menyedot jus apelnya lalu mengatur napasnya. “ya, aku baik” katanya.

Setelah itu ia berdiri, membuat keempat pasang mata yang lainnya melihat ke arahnya. “umma, Oh ahjussi, Sehun-ah, Hayoungie, aku mau keluar sebentar” kata Soojung, sambil memasang sebuah senyum. Tanpa menunggu jawaban siapa pun, ia segera beranjak ke pintu depan restoran dan keluar. Sehun, entah kenapa, merasa harus mengikutinya.

Oh Hayoung menghela napas, lalu mengerucutkan bibirnya. “mereka meninggalkanku sendirian bersama appa dan Hanjumma” gumamnya. Ia menusuk sepotong kentang dan mengunyahnya dengan wajah kesal.

Soojung sedang berusaha mencerna semuanya sekarang. Mencerna dalam arti sebenarnya dan juga tidak. Sekarang perutnya sedang sakit karena makan terlalu cepat. Ia duduk di bangku taman restoran itu sambil memegangi perutnya dan melamun.

Ia merasa saat ini hidupnya terlalu seperti cerita drama. Oh Hyunsoo, pria itu memang baik, kaya, Soojung bahkan melihat beberapa kemiripan dengan appa-nya, tapi appa-nya adalah orang yang perfeksionis, pelit, dan sombong. Sesempurna apa pun Oh Hyunsoo, ia tetap tidak rela kalau Sehun harus jadi saudara tirinya.

“hey” terdengar suara Sehun memanggilnya. Sehun duduk di sebelahnya lalu memandanginya. Soojung menundukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya. “kau terlihat tidak senang” kata Sehun.

“tentu saja! Eh… maksudku… aku lebih berharap umma kembali pada appa, tapi itu tidak mungkin kan” ujar Soojung asal. Ia tidak mungkin berkata “aku menyukaimu, jadi aku tidak mau mereka pacaran”

Sehun tersenyum, ada sebuah pertanyaan yang terbesit di benaknya. “apa kau tidak mau punya oppa sepertiku?”

Soojung cepat-cepat menggeleng, dan sekarang ia bingung bagaimana harus memberi alasan kalau Sehun bertanya mengapa.

“memangnya kenapa?” tanya Sehun.

Soojung menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha memikirkan sebuah alasan. “hmm.. Karena aku mau oppa seperti.. seperti Myungsoo sunbae. Ia keren, populer, pokoknya akan sangat keren punya oppa sepertinya” kata Soojung.

“jungie bodoh-,- kau ini sedang bicara apa sih… bagaimana kalau Sehun salah paham”

Sekarang Sehun diam saja. Membuat Soojung berharap-harap cemas menunggunya mengatakan sesuatu.

“jungie…” panggil Sehun. “hmm?” jawab Soojung sambil memandangi temannya itu. Sehun tersenyum salah tingkah dan menggelengkan kepalanya. “aniya.. tidak jadi” ujarnya pelan.
Soojung baru saja akan mengatakan sesuatu, ketika tiba-tiba terdengar suara Hayoung memanggil mereka.

“oppa, unnie, ayo pulang”

Soojung berdiri dari tempat duduknya dan cepat-cepat menyusul Hayoung. Sehun mengikuti dibelakangnya sambil melihat ke arah ponselnya. Ia sedang mengirim pesan pada seseorang.

“unnie” kata Hayoung pada Soojung “kau menyukai oppaku kan?” lanjutnya.

Soojung terbatuk-batuk lalu menggeleng-geleng salah tingkah “aniyo.. aniyo..” ujar Soojung.

“unnie bohong” kata Hayoung sambil menjulurkan lidahnya pada Soojung. Soojung merasa seperti seorang kriminal yang tertangkap basah sedang beraksi (?) Ia pun memasang ekspresi seperti ini » -__- pada Hayoung supaya gadis itu diam. Hayoung tertawa kecil lalu melirik oppa-nya yang berjalan agak jauh dibelakang mereka, setelah itu ia bicara pada Soojung lagi. “unnie tenang saja, oppa-ku juga menyukai unnie kok” kata Hayoung.

“mwo?!”

——————————————

Hyemi, Jinri dan Sungjae duduk di kursi paling belakang di dalam bus sambil mengobrol. Sekarang mereka sedang membicarakan Soojung.

“jungie tidak memberi kabar apapun” kata Jinri, lalu menggigit bibir bawahnya. “aku benar-benar penasaran apa yang terjadi padanya” gumam Hyemi sambil mengusap-usap kedua tangannya. “Hyem nuna, Jinri nuna, tidak bisakah kalian berhenti ngegosip? Aku lapar lebih baik kita cari makan” Sungjae mengeluh sambil memegangi perutnya yang terus berbunyi sejak tadi.

Hyemi memukul tangan adiknya dan memberinya The Hyemi’s Death Glare yang lumayan terkenal diantara teman-temannya. (?) “ah nuna~ jangan menatapku seperti itu” ujar Sungjae sambil menghindari kontak mata langsung dengan kakaknya.

“yang kau pikirkan hanya makanan” kata Hyemi. “aku juga memikirkan hal lain kok” bantah Sungjae sambil manyun. Hyemi memutar bola matanya sambil melipat tangannya di dada, entah apa yang membuat ia dan Sungjae tak pernah bisa akur.

“eh ada 1 chat. Mungkin ini dari jungie” kata Jinri tiba-tiba. Ia membuka chat itu, Hyemi pun mendekatkan kepalanya dengan Jinri supaya ia bisa melihat isi chat-nya.

myung313: hei Jinri, kau ada waktu kosong besok?

Mulut Hyemi membentuk huruf O besar setelah membaca chat yang ternyata bukan dari Soojung. Jinri memegang ponselnya dengan tangan gemetaran. Ia tidak percaya Kim Myungsoo baru saja memulai chat dengannya.

“yah Choi Jinri! Apa itu artinya ia mengajakmu kencan?!” seru Hyemi antusias, ia seolah lupa mereka berada di dalam bus kota dan ada orang lain di dalam bus itu selain dirinya. Jinri menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. “Hyemi-yaaah! ini benar-benar daebak!” kata Jinri senang, tidak kalah keras dengan seruan Hyemi tadi. Mereka berpegangan tangan dan bergerak naik turun (?) di tempat duduk mereka. Sungjae sampai berencana tidak akan mengakui kalau ia mengenal Hyemi & Jinri.

ping!

Tiba-tiba ponsel Jinri & Hyemi berbunyi. Mereka berhenti bertingkah histeris dan mengecek ponsel masing-masing.

soojungssi94: aku dalam masalah besar huaa T_T

                             ….

To Be Continued

[A/N] : halaw :3 sorry ini ngaret pake bgt T.T pendek pula /shoot myself/ (janji next chap bakal agak panjangan). saya sibuk seriusan ;-; pr nonstop everyday u.u kasihanilah saya #apasih
terus maaf saya ga bales komen T.T pengen bgt ngebales, tp hp saya browsernya error jd ga bisa bales komen -.- makasih loh supportnya chingu :’3 saya seneng banyak komen positif wakak.

yaudah kelamaan ._. RCL ya chingu~ bye bye

-Yoo Jangmi-
13/09/27

22 thoughts on “Truth or Dare? [4: Scandal of Soojung’s Mom]

  1. Makin keren dan makin penasaran aja <333
    Doh itu Han ajhumma sama Oh ahjussi serasa engga sadar umur ya ._.v
    Jangan sampai Sehun sama Soojung jadi kakak adik </3 Huaa/?
    Itu kenapa Baekhyun engga beraksi? ._.
    Ecieeee Jinri diajak kencan sama Myungsoo <33
    Ngakak gegara ulah Hyemi-Sungjae XD
    Ditunggu lanjutannya eon XDD

  2. hyemi dibuntutin ma sungjae kemana-mana ya kasian :D baekhyun ngapain pake ngeliatin hyemi gitu? naksir nie ceritnya..? ekekeke
    ya ampun.. oemma nya soojung ma appa nya sehu puber ke dua kali ya, mpe ga sadar klo anaknya tu saling suka. hayoung daebak ya bisa tau klo oppanya suka soojung saling suka ^^
    myungsoo beneran suka ya ma jinri, kok ampe nge chat segala..? apa ada sesuatu? :D
    nextnya beneran di panjangin ya, yg ini pendek banget.. tapi tetep seru kok :)

  3. Aku suka baca ff ini, tiap tokohnya dapat cerita tersendiri secara adil jd ga cuma sekedar figuran selewat aja. Mulai kompleks tp blm memanas dan greget pgn tau kelanjutan baekhyun sama hyemi.

  4. lanjutin min… pokok.na WAJIB DILANJUTIN!!! aku sampe sedih, galau, murung, yah pokok.na gitu lah.. gara” lupa nama blog ini min!!! jadi .. FF INI WAJIB DILANJUTINNN!!! (?) #pemaksaan -_- oke min?? lanjutin ya.. ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s