[FF Chaptered] Still… It’s Rain

Title : Still…It’s Rain

Length : Chaptered

Genre : Romance,epic

Cast : random

Summary : MinYoung can’t stop her adore into rain…Such a wonderful moment when every part of her memory will recall.. About love and pain…Will she get enough of memory or stay in the middle of rain?

Disclaimer :

FF ini pernah di post di blog pribadiku nickisland.wordpress.com

Tetesan Pertama : Did I ever know you?

Hujan..MinYoung menutup laptopnya pelan kemudian melangkah ke arah jendela di kamarnya itu. Hujan..Hanya hujan yang dapat mengalihkan perhatiannya sejenak dari apapun. Ia mengamati setiap tetesan yang jatuh maupun menempel di kaca. Setiap butiran yang menyimpan setiap cerita cintanya sendiri. Ingatannya berfokus pada sebuah nama…Rain..Hujan…

Entah apa yang menjadi awal. Sama seperti hujan yang membuatnya terpana tanpa sadar semenjak ia mengenal arti keindahan, Rain juga seperti perlahan mencoba memenuhi pikirannya sedikit demi sedikit sampai semuanya terlambat untuk diberhentikan.

MinYoung meningat tetesan pertamanya..Tetesan yang membuatnya menyadari kehadiran cowok itu dalam hidpnya.

Saat itu…Saat ia masih duduk di kelas 8..Di tengah kesibukannya yang padat seperti hari-hari lainnya…

“Oh my..my..telat.”Gerutu MinYoung panik smebari memelototi jam di handphonenya. Ia setengah berlari menyusuri jalanan sambil berusaha menghindari gerimis yang mulai turun. Kalau saja ia tidak terburu-buru harus masuk ke les inggrinya, ia akan menyempatkan diri untuk berhenti dan menengadahkan tangannya ke arah hujan.

“MinYoung?LimMinYoung-ah?!”

Gadis itu membalikkan tubuhnya setengah bingung saat mendengar namanya dipanggil oleh suara yang tidak familiar di telinganya. Menahan gerutunya, ia mencoba mengenali wahag dengan senyum ramah itu.”Ada apa ya?”Tanyanya bingung.

“Kau tidak mengenalku?”Tanya cowok itu dengan ekspresi tidak percaya.

MinYoung menggeleng cepat sembari meringis. Pandangannya beralih kembali ke handphone di tangannya. Gawat..10 menit..Ia harus mulai menyusun alasannya terlambat. Jangankan memikirkan siapa cowok di depannya, kalimat inggris untuk membuatnya lolos masuk saja tidak terlintas!

“Kelihatannya kau sedang sibuk.”

Rasanya MinYoung ingin menjerit, tapi berhubung ia tidak mengenali cowok di depannya sama sekali, ia terpaksa menahan lidahnya. Siapa tahu manusia itu adalah salah satu dari anak rekan bisnis appanya. Jangan sampai kalimatnya yang sembarangan menimbulkan malapetaka besar.

“Hubungi aku kalau kau ingat.”Ujar cowok itu sambil menyelipkan secarik kertas ke tangan MinYoung.Nomor handphone.. Ia malah meyakinkan dirinya untuk menghilangkan kertas itu pada kesempatan pertama.

Begitu cowok itu melangkah pergi, MinYoung segera melirik handphonenya,” Omo!15 menit!”Dan iapun terpaksa berlari lagi.

***

“Hei…Kau sedang melamun!”

“Kan sedang hujan..”Jawab MinYoung simpel kepada NaReul. Itu kebiasaannya yang harus dimaklumi semua orang. Hujan…pada saat hujan tidak ada yang boleh mengganggunya. Ia akan menghabiskan waktu untuk mengamati titik-titik air itu sampai habis jatuh ke bumi.

“Ah itu kertas nomor handphone siapa?”

“Hmm..Yang itu?Aku tidak tahu juga.Tidak mengenalnya.”

“Tidak coba kau hubungi atau bagaimana?”

“Untuk apa?Siapa tahu hanya orang iseng atau seperti itu..”

“Masa orang iseng semudah itu memberikan nomor handphonenya?”

“Siapa yang tahu kan?Sudahlah…Masih banyak hal yang perlu kuperhatikan. Hujan misalnya..”

NaReul menggelengkan kepalanya, memang percuma mengajak MinYoung berbicara serius pada saat hujan. Sedangkan MinYoung sendiri kembali memandang hukan. Pada saat seperti ini, ia seperti merecall memorynya. Dia yang akhir-akhir ini hanya memikirkan tentang JeongMin. Kakak kelasnya yang seperti sedang mempermainkannya.

Dari kesamaan mereka yang selalu terlambat kemudian begitu saja berkembang menjadi kesamaan-kesamaan lainnya. Hanya saja perhatian sebegitu mudah diumbar malah menjadikannya ragu. Apalagi cowok itu lebih suka menghilang secara tiba-tiba.

Memikirkan itu semua mana munkin ia sempat memberi ruang pada orang yang mengaku mengenalnya itu? Dengan sekali remasan, kertas di tangannya berubah menjadi gumpalan dan ia melemparkannya ke luar jendela tanpa rasa bersalah. Sudahlah…Ia tidak memerlukan masalah baru. Umurnya masih belia dan ia tidak mau jatuh dalam kerumitan.

***

“Kau masih belum mengingatku.” Ujar cowok itu sambil menghadang jalan MinYoung. Sebelah tangannya melepaskan headset dari telinganya dan menatap MinYoung penasaran.

“Kau seharusnya tahu karena aku belum menghubungimu kan?” Jawab MinYoung ringan. Kenapa harus hari ini? Kenapa cowok ini selalu muncul di saat hujan dan di waktu seharusnya ia tidak berhenti melangkah?

“SD Les Belles…Masih belum ingat?”

MinYoung menggelengkan kepalanya. Tidak.. ia mengingat setiap wajah yang ada dalam angkatannya. Jadi ia pasti bukan salah satu dari anak yang pernah sekelas dengannya atau duduk semeja dengannya.

“Rain..1 tahun di atasmu.” Akhirnya cowok itu pasrah menyebutkan namanya karena permainan tebak-tebakkan kali ini jelas sama sekali tidak menyenangkan.

Ingatan yang datang ke dalam pikiran MinYoung merayap perlahan. Sedikit demi sedikit rekaman kejadian mulai bermunculan. Rain….nama yang sama dengan benda favoritenya hujan. Orang yang ada di kehidupannya selama ia berada di SD semenjak kelas 3. Orang yang membuatnya menyadari cinta pertamanya si jago basket Alex.

“Kau tidak bisa menyalahkanku karena tidak mengenalimu. Lihat kau sekarang..”

“Berbeda.”Jawab Rain cepat.”Aku tahu. Aku tidak bisa selamanya menjadi anak kecil manja yang terus lari kesana kemari kan?”

“Iya..tapi bukan hanya itu. Lebih fashionable?”Ujar MinYoung lugas. Cowok di depannya jelas bukan hanya sekedar ‘fashionable’, tapi benar-benar sadar penampilan. Pakaiannya bukan hanya sekedar kaos biasa untuk les seperti yang ia gunakan, tapi juga dilengkapi oleh headset,hodie turtle neck dan bahkan anting (MinYoung agak bergidik melihatnya).

Tidak dapat dikenali.. Sedangkan dirinya sendiri? Well tidak heran.. Rasanya ia tidak melakukan banyak perubahan kecuali pada rambutnya yang ia pangkas habis-habisan setelah putus dengan pacarnya yang terakhir. Apa appearance seseorang bisa berubah secepat itu? MinYoung mengabaikan pikirannya sendiri yang mengomel panjang tentang bagaimana ia menghabiskan waktu selama ini. Sudahlah… Ini memang dirinya. Apalagi yang harus ia sesalkan?

“Yah dan kau tidak berubah sama sekali. Aku langsung mengenalimu.”

“Aku anggap itu sebagai compliment. Bagaimana kau sendiri bisa berubah sedrastis ini?”

“1 tahun di London cukup untuk mengubah semuanya.”

“Mungkin kau benar. Jadi kenapa kembali lagi ke sini?”

“Masalah keluarga. Aku tidak perlu menceritakan semua hal sekarang kan?”

“Kau benar.. Aku hampir terlambat lagi.” Ujar MinYoung lugas saat melirik jam tangan yang bergelung di tangan Rain.

“Aku tidak akan menghalangimu kalau begitu. Hubungi aku begitu kau sempat.”

MinYoung hanya mengangguk tanpa mengatakan kalau satu-satunya kontak yang diberikan Rain padanya sudah kembali menyatu dengan bumi. Ia memandang cowok itu sebentar. Well, Rain bukan tipe orang yang akan mencarinya juga.. Bukan tipe cowok yang menunggu terlalu lama juga. Dan ia juga merasa dirinya sendiri tidak cukup pantas dikejar oleh Rain. Jadi biarkan saja mereka tetap tidak berhubungan.

Salah satu hal lain yang ia ingat tentang Rain adalah semenjak dulu cowok itu tidak pernah berhenti dikelilingi oleh wanita. Kapanpun.. Dimanapun.. Baik di sekolah mereka, tempat les mereka dulu. Keadaan tetap sama. MinYoung dan Rain sendiri memang berteman atau minimal MinYoung berpikir seperti itu. Sudah lama ia berhasil memaksa logikanya berjalan di depan hatinya.

Semenarik apapun Rain, MinYoung selalu berhasil mengingatkan dirinya untuk tidak menaruh hati ada cowok itu. Untuk apa memulai sesuatu yang akan terlihat jelas di mana rasa sakitnya? Status hubungannya dengan JeongMin saja sudah membuatnya pusing.

Tetes demi tetes hujan turun semakin deras, kenangan demi kenangan berusaha menyusup ke dalam pikiran MinYoung, tapi gadis mengabaikan semua itu. Tidak sekarang.. Ia akan menyimpan semuanya lagi ke dalam hujan.

23 thoughts on “[FF Chaptered] Still… It’s Rain

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s