Hot Issue, Baby! (5)

Image

Title : Hot Issue, Baby!

Author : kimmyelf

Main cast : Kim Jongin / Kai , Hwang Jin Hee (OC)

Rating : PG – 12

Genre : Romance, Fiction

CHAPTER 6 : Here~

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

chapter sebelumnya : here

“Be..beri aku waktu untuk berfikir..” kata Jinhee dengan sedikit terbata – bata.

“Tidak. Aku butuh jawabanmu sekarang. Kau mau ayahmu keluar dari penjara atau tidak? Jika iya tanda – tangan disini.. bukankah penawaranku ini sangatlah bagus?”

Jinhee hanya terpaku kepada kertas yang berada di hadapannya. Sedangkan Presiden Yang berusaha sebiasa mungkin untuk meyakinkan anak perempuan yang malang ini. Segalanya bisa di atur, apalagi jika anak ini bisa menghasilkan keuntungan yang banyak untuku.. pikir Presiden Yang.

Jinhee mulai menggerakan tangannya ke arah bolpoin yang berada di samping kertas.

Kai yang melihat Jinhee menanda tangani kertas itu mengangkat satu alisnya. Ia merasa tak percaya perempuan di sampingnya akan benar – benar setuju dengan rencana gila ini .

Sedangkan Presiden Yang tersenyum puas karena Jinhee mau menyutujui rencananya.

Jinhee menggigit bibirnya sambil meletakan bolpoin yang dipegangnya.

“Aku mempunyai satu permintaan..” Jinhee memandang wajah Presiden Yang dengan sedikit memohon.“Aku tidak ingin.. ibuku tahu yang sebenarnya tentang masalah ini.”

“Baik kalau itu maumu.” – Presiden

“Kalau begitu besok lusa kita mengumumkan hubungan kalian!” –lanjut Presiden

CHAPTER 5

(Sub-Tittle: Greet)

@ rumah keluarga Hwang (06.00 malam)

“Aduh Ayah kenapa Jinhee tidak pulang – pulang ya.. Sudah jam berapa ini?”

Ibu Jinhee berjalan mondar – mandir, Dan sesekali melihat ke luar jendela.

Hari semakin gelap. Tapi anak perempuan satu – satunya belum datang juga dari sekolah. Seharusnya jika pada jadwal biasa Jinhee akan pulang ke rumah sekitar pukul 4 sore.

“Mungkin saja ada kegiatan disekolahnya. Makanya dia pulang sampai malam seperti ini.” Kata Ayah.

“Aku pulang..!!”

Seseorang yang ditunggu – tunggu mereka  akhirnya datang. Dengan tergesa – gesa ibu pun berjalan ke arah pintu.

“Darimana saja kamu ini .. jam segini baru pulang” kata Ibu memarahi Jinhee.

“Ah..ibu aku..”

“Jinhee, ibumu sangat hawatir padamu..” Ayah tiba – tiba datang dari dalam.

“Ayah? Ayah tidak apa – apa? ahhh syukurlah..” kata Jinhee tiba – tiba sambil memegang kedua tangan ayahnya.

Ayah dengan muka khawatir lalu cepat – cepat menarik Jinhee ke dalam dapur..

“Sssttt jangan sampai ibumu tahu..!!” Ayah menaruh telunjuknya di depan mulut.

“Akan ku jelaskan nanti. Sebenarnya ayah juga bingung bisa bebas secepat ini. Yang terpenting adalah jangan sampai ibu tahu dan penyakit jantungnya kambuh.” Lanjut ayah.

Jinhee pun mengangguk mengerti.

Di malam hari saat jam menunjukan tengah malam. Jinhee masih terjaga dalam tidurnya. Walaupun ia paksa untuk menutup matanya. Pikirannya yang terbayang – bayang akan hari esok membuatnya tak bisa tidur. Besok, setelah pengumuman kalau dirinya adalah pacar Kai, semua yang ada pada hidupnya akan berubah. Akan banyak wartawan yang mengikutinya, dan fans dari EXO yang akan mencaci maki dirinya. Memikirnya saja sudah membuat perut Jinhee seperti ada kupu- kupu didalamnya. Walaupun begitu ini sudah pilihannya, lagi pula Presiden Yang sudah menepati janjinya untuk membebaskan ayahnya dari penjara. Dan sekarang tinggal dia yang harus menebus kebaikan Presiden dengan menuruti permintaannya.

“Wahh.. dari kemarin sore sampai sekarang semua memberitakan hal yang sama.”

Pagi ini sebelum berangkat ke sekolah, Jinhee sarapan pagi bersama dengan keluarganya. Ia berpura – pura tak mendengar kalimat dari Ibu dari pada harus menjawabnya.

“Yah pantas saja~ berciuman di tempat umum. Apalagi pacarnya masih anak sekolah.” Kata Ibu masih konsentrasi pada berita di TV.

“Uhuk!” Jinhee terbatuk mendengar ucapan Ibu.

“Bagaimana ibu tahu kalau pacarnya siswi sekolah?” – kata Jinhee cemas

“Tentu saja.. lihat seragam yang dipakainya. Eh kenapa seragamnya sama dengan seragam milikmu?” – kata Ibu melihat ke arah Jinhee.

“Jangan – jangan dia anak sekolahmu?” – ayah ikut ikutan bertanya.

“Eh Aku.. tidak tahu.” Kata Jinhee gugup.

Tak terduga sebelumnya oleh Jinhee. Ternyata sudah banyak wartawan yang berada di depan sekolahnya. Berita mengenai salah satu siswi sekolah Seika Gakuen adalah pacar Kai telah menyeruap bagai angin kencang. Jinhee berjalan pelan menuju kea rah gerbang sekolah. Ia mencoba bersikap biasa walaupun jantungnya berdetak dengan hebat. Setelah bersusah payah untuk masuk gerbang beberapa detik kemudian gerbang ditutup oleh Pak Satpam. Pak kepala sekolah daripada bersikap marah malahan tersenym senang melihat para wartawan di luar gerbang sambil melambaikan kedua tangannya dan ditemani oleh Miss Jung guru kesenian yang centil memberi tahu para wartawan untuk tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar saat ini.

JINHEE P.O.V

Aku menoleh sedikit ke arah gerbang melihat kelakuan kepala sekolahku yang sangat gembira. Lalu dengan reflek saat tiba tiba sebuah kamera mengarah padaku saat aku melihat ke arahnya, aku mengalihkan pandanganku kembali dan berlari menuju kelas.

Aku tidak bisa mengikuti pelajaran dengan tenang. Pikiranku tidak bisa di pointkan pada pelajaran kesenian yang di ajar Miss Jung pada jam pelajaran ini. Dan aku tahu beberapa kali sahabatka Mina yang duduk di sampingku memberikan pandangan khawatirnya padaku. Dan aku hanya bisa membalasnya dengan gelengan kepala dan tersenyum padanya.

Jam istirahat datang. Di sepanjang koridor yang aku lewati bersama Mina untuk menuju kantin sekolah, hampir semua anak yang berpapasan denganku membicarakan topic yang sama.

“aku benar – benar tidak percaya pacar Kai Oppa bersekolah disini? Sekolah yang sama denganku?” kudengar Yoojin bersama ke dua sahabatnya juga membicarakan topic yang sama , aku bisa mendengarkan ucapan mereka karena mereka duduk di meja kantin di belakangku. Sedangkan aku duduk berdua berhadapan dengan Mina, posisiku adalah membelakangi Yoojin.

“Benar.. siapa kira – kira? Memangnya disini ada perempuan yang cantik yang menjadi tipe ideal Kai?” ku dengar suara In Na bicara.

Aku masih mendengar kalimat mereka dengan seksama sambil makan makan siangku.

“Tak ada.. siapa? Tipe ideal Oppa disini paling mendekati hanyalah aku..”

Aku terbatuk mendengar ucapan Yoojin. Mina memandangku dengan aneh. Aku cepat – cepat meminum jus jerukku.

“Lagi pula.. siapa pun dia, aku tak akan membuat hidupnya tak tenang karena sudah merebut Kai dariku!!” kata Yoojin.

Aku menelan ludahku dengan berat.

“Jinhee..Jinhee? Gwencana?” kata Mina tiba – tiba dan menaruh bukunya yang masih terbuka di atas meja.

Aku terdiam memberikan Mina sebuah tatapan mata.

“Ceritakan padaku…bagaimana kemarin?” tanyanya dengan penasaran.

“Sudah ketahuan,..aku..”

Aku menceritakan semuanya pada Mina. Dan seperti yang kuduga saat ku ucapkan bahwa aku akan menjadi pacar pura-pura dari Kai dia hampir berteriak sangat kencang tapi aku cepat – cepat menutup mulutnya.

“Jadi.. nanti kau harus datang menemaniku, kalau aku tiba – tiba pingsan kau harus menolongku secepatnya!” kata ku setelah berada diakhir cerita.

Mina membuka mulutnya dengan agak ragu.

“Aaa… kau bilang jam 7 malam kan? Aku tidak bisa.. ayahku tidak  akan mengijinkanku pergi malam – malam.” Kata Mina dengan muka bersalah,

Beberapa saat kemudian bel masuk pun berbunyi. Semua murid mulai berjalan kembali ke kelas mereka.

AUTHOR P.O.V

Seperti biasa Jinhee berjalan kaki ke halte bis saat pulang sekolah. Tapi kali ini daripada langsung naik bis ia membelok kea rah toko buku yang tidak jadi dikunjunginya bersama Mina 2 hari yang lalu. Di otaknya, segelintir pikiran untuk tidak jadi melakukan pengakuan bodoh tentang berpacaran dengan Kai  terbesit tiba – tiba. Ia ingin mengahabiskan waktu dan bersembunyi toko buku ini kalau bisa sampai nanti malam.

Saat ia ingin duduk di lantai karena capek dan berpura – pura untuk membaca buku tiba – tiba seorang laki – laki itu berdiri di depannya.

Jinhee tersontak kaget. Melihat reaksi Jinhee, orang yang menggunakan pakaian serba hitam itu mengeluarkan sebuah kartu idntitasnya dari balik jasnya dan memberikannya padaku.

“Presiden Yang ingin anda cepat ke kantornya.”

“Ta-tapi..ini baru jam 5 sore. Bukankah acara akan dimulai pada 7 malam.” – Jinhee beralasan.

“Aku hanya melaksanakan perintah. Mari ikut saya nona”

“Tapi.. “

Jinhee sedikit tidak percaya pada orang di depannya.

“Presiden Yang bisa melakukan apa pun yang ia mau. Saya harap anda mengerti.”

“Baiklah…~” Jinhee dengan nada pasrah akhirnya mau mengikuti orang itu.

Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit karena kota Seoul yang macet akhirnya aku sampai di kantor ini.

JINHEE P.O.V

Daripada menggirigku ke ruang Presiden, Laki – laki tadi mengarahkanku ke jalan yang berbeda. Dan sekarang aku berada di depan pintu dengan tanda nama “Dress Room” terdapat disana. Ia mengetuk pintu dan setelah ada jawaban dari dalam, laki – laki itu memberikan kode padaku untuk masuk.

“Kau sudah datang??”

Aku membungkuk ke arah Presiden Yang yang berada di dalam ruangan itu. Ia tak sendiri ada sekitar 4 orang lain di ruangan ini. 2 orang laki – laki dan 2 orang wanita. Umur mereka lebih tua dari ku. Aku tidak tahu siapa 4 orang itu. Tapi yang kulihat bahwa mereka benar – benar berpakaian trendy dengan parfum mereka sangat wangi menyerbak.

Tak lupa setelah aku sedikit kaget dengan ke 4 orang itu , aku pun membungkuk kepada mereka ber 4.

Ku lihat mereka memperhatikan penampilanku dari kaki sampai ujung rambut dengan mata mereka. Membuatku agak sedikit kikuk di depan mereka.

Setelah diam beberapa saat aku melihat ke arah Presiden Yang lagi yang sampai sekarang masih diam.

“Baiklah.. jadi ini adalah Hwang  Jinhee.” Kata Presiden yang menaruh tangannya di pundaku untuk memperkenalkanku kepada mereka ber 4.

“Jinhee.. perkenalkan ke 4 orang ini adalah beberapa stylist handal yang kami miliki.”

Aku terdiam mendengarkan perkataan Presiden Yang. Pantas saja penampilan mereka benar – benar trendy.

“Ini adalah Han Ji Hoo salah satu stylist 2ne1.” Kata Presiden Yang menunjuk seorang wanita dengan rambut pendek sebahu berwarna blonde.

“Annyeonghaseyo.. panggil saja aku Jio” kata wanita itu ramah.

“Annyeonghaseyo..Jinhee imnida!!” kataku sedikit gugup. Dibanding denganku dia benar – benar cantik dan tinggi.

“Ini adalah Bae Noo Ri. Stylist 2ne1 juga.” Presiden Yang melanjutkan memperkenalkan orang yang berdiri di samping Jio Unnie.

“Annyeonghseyo..Ri imnida!”

Dari pada Jio Unnie, Ri Unnie sedikit lebih kaku. Untuk pertemuan pertama bahkan dia tidak tersenyum padaku. Untuk penampilannya harus ku akui walaupun aku tidak mengerti tentang fashion aku suka dengan jaket biru yang ia kenakan. Menggukana jaket itu tubuhnya tampak kecil karena ukuran besar pada jaketnya. Dia juga menggunakan sebuah kaca mata berwarna putih.

Perkenalan diri masih berlanjut.

Kali ini presiden yang memperkenalka orang ketiga. Seorang laki – laki yang Presiden Yang sebut sebagai stylist dari f(x).

“Annyeonghaseyo..Park Jin Sang imnida”

Dan terakhir seorang laki – laki yang memakai celana jins ketat, aku sedikit menyipitkan mataku saat aku pertama kali melihatnya.

“Dan ini adalah Park Hwi Ss…”

“Excuse me Mister Presiden,.” Laki – laki di depanku tiba – tiba menyela pembicaraan presiden. “Namaku adalah Nick, just Nick, Jinhee kau harus memanggilku Nick. Tidak ada yang lain. Arraseo?”

Presiden tertawa melihat ee…… Nick? Nama yang aneh. Apa itu benar – benar namanya? Tapi yang aku herankan adalah dia sampai berani menyela pembicaaran presiden. Wahh apakah dia orang penting. Hemm…tapi satu hal kenapa cara bicaranya sedikit…. feminim?

“Arraseo~” kataku akhirnya.

“Dia salah satu stylist EXO.” Lanjut Presiden.

Aku kaget mendengarnya. EXO mempunyai stylist seperti ini? Chinca??

“Annyeonghaseyo….~” sekali lagi aku membungguk ke arah Nick Oppa.

“Jadi… bagaimana menurut kalian?” Presiden Yang lalu tiba – tiba menanyai mereka ber 4.

Tampak wajah berfikir pada mereka semua. Dan sekali lagi mereka melihatku dari atas kepala sampai bawah kaki.

“Emm Presiden Yang ingin menampilkan image cute pada gadis ini bukan? Mianhe, kurasa aku tidak cocok untuk ke arah itu. Ku rasa itu bukan style ku.” Kata Ri Unnie masih melihat ke arahku.

“Bagaimana denganmu?” Tanya Ri Unnie kepada Jio Unnie.

“Ahh sebenarnya aku ingin membantu tapi seperti Ri, mungkin aku lebih masuk ke image 2ne1 dari pada harus cute. Mianhe Presiden Yang.”

Ku lirik Presiden Yang mengangguk pelan ke arah 2 wanita itu. Lalu beralih memandang 2 orang namja di depannya.

“f(x) akan comeback satu bulan lagi. Ku rasa akan butuh waktu yang ekstra untuk memikirkan konsep bersama. Jadi aku tidak yakin punya banyak waktu untuk membantu Jinhee.” Kata Jin Sang Oppa.

“Kau benar.. kau harus focus kepada comeback f(x)!” kata Presiden disertai anggukan pelan.

Tanpa bertanya tapi hanya dengan tatapan mata. Nick Oppa sudah mengerti bahwa Tuan

Presiden sedang menunggu jawabannya.

“Karena EXO telah comeback dan aku tidak masalah dengan image cute. Kuarasa aku bisa membantunya. Dengan posisiku sebagai stylist Kai juga kurasa kami bisa bertukar pikiran untuk mengubah penampilannya sesuai keinginan Kai.”

Aku sedikit aneh dengan semua percakapan ini. Aku benar – benar tidak mengerti apa yang mereka maksud. Cute image? style? Sesuai keinginan Kai? Apa maksudnya??? Mereka ingin mengubah penampilanku? Dan satu lagi,,, memangnya ada yang salah dari penampilanku sekarang????

AUTHOR P.O.V

Pukul 19.30

(Pulang dari Pemotretan Majalah => Kai)

“15 menit lagi kita sampai, walaupun Presiden telah memberikan nasehat tentang apa saja yang akan kau katakan, kurasa kau juga harus berlatih dengannya.”

Kai terus saja memandang ke arah luar jendela saat Manager Shin memberikan nasehat kepadanya. Ia tak bisa memungkiri bahwa setelah press conference nanti sebagian hidupnya akan berubah. Mematuhi perintah Presiden Yang adalah hal buruk baginya, membohongi fans untuk menaikan popularitas?? Jika semua kebohongan ini terbongkar, tidak hanya popularitas akan jatuh tapi mungkin kami akan dibenci oleh fans selamanya. Tapi aku tahu Presiden Yang yang telah dia kenal sejak kecil dan menjadi orang tua ke duanya telah memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Bibb…bibb…bibb…

Terdengar suara ringtone HP Kai berbunyi. Manager Shin yang dari tadi berbicara akhirnya diam. Sejujurnya Kai tidak begitu mendengarkan apa yang dikatakan olehnya.

Sebuah nama terpampang di layar HP Kai.

“Soojung”

Kai heran dengan apa yang di lihatnya. Ia lalu membuka satu SMS itu.

“Bukan berarti kita tidak bisa bersahabat lagi kan?”

-tbc-

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Annyeonghaseyo ……….~~

Long time no see Long time no see~!

Ogenki desuka? lol ahhhhhh setelah kemarin ngepost ff yg terakhir tentang si V dari BTS -semoga kalian udah baca dan mohon dibaca :)- tiba2 pengen ngelanjutin FF ini mumpung ceritanya udah ada dan tinggal ngedit bentar. Dan horeeeee holidayyyyyy, setelah lama kutunggu tunggu akhirnya datang liburaaaannn kyaaa!!! \(^^)/ saya senang sekali :3

terakhirr~ tolong komentar dan nasehat nya~ stay tune for chapter selanjutnya~~~~ :3 -kimmyelf- bubay!!

Hot Issue, Baby! please click

1. 6000 won

2. Kiss? and Fans!

3. Meet Jongin & President

4. The Deal

5. Greet

6. Perempuan yang berani, Jinhee!

11 thoughts on “Hot Issue, Baby! (5)

  1. Hore.. Hore..
    Bikin tumpengan..
    Akhir’a aku bisa baca jg yg part 5 setelah penantian panjang..
    Penasaran dgn hasil press conference’a. Dan knapa Soojung tiba2 sms? Waktu’a ga tpt deh, bkn Kai goyah..
    Jinhee Fighting…

    Jia Jung

  2. Ekhm ada hubungan apa kai sma soojung? Mgkinkah mreka….pacaran.. Hmm mgkin krna dilihat dari prktaanx kai di kalimat trakhir. ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s