FICLET: Cry For Me

image

Title
Cry For Me

Author
Yoo Jangmi

Genre
Teen Romance; AU

Length
Ficlet

Rating
PG16 (for safe. lmao. nothing here. just a few cursing :p)

Main Cast
– Taemin (SHINee)
– Jiyoung (KARA)

Disclaimer
I do not own the casts. I just own the story.

(recommended song: Beast – How To Love :p)
Happy Reading~

Wanna read my other fics? ^^

13/11/06
[ONE SHOT] Breathe Again
13/06/09
[FICLET] Live in the Dazzling Cage
13/02/15
[FICLET] Last Day of My Life
13/01/21
[FICLET] Stupid Love Story
12/11/28
[ONESHOT] Only Memory
12/10/30
[DRABBLE] Girl With the Red Umbrella
12/10/07
[FICLET] Because the Rain Reminds Me of You (sequel of Beautiful Goodbye)
12/10/01
[DRABBLE] Beautiful Goodbye
12/07/22
[FICLET] 떠나지마
12/07/12
[FICLET] The Gaje MOS Story (sequel of The Gaje UKK Story)
12/07/06
[FICLET] Infinitely Yours
12/06/06
[FICLET] The Gaje UKK Story
12/06/03
[ONESHOT] The History of My Pink Shoes
12/05/21
[DRABBLE] Please, Eonni

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

“you’re the first one who ever cried for me..”

Kang Jiyoung mencoret-coret buku catatan matematikanya sambil sesekali memandang bosan ke arah teman-temannya yang sangat ribut. Kim Sonsaeng sakit hari ini, jadi kelasnya akan kosong selama kira-kira 2 jam pelajaran. Dan sekarang kelas itu sangat berantakan dan ribut.

Jiyoung melihat ke sudut kanan belakang kelasnya. Ada Shin Donggeun dan Bang Minah yang sedang pacaran. Lalu ia melihat ke depan kelas. Sungjong, Dongho, Jongin, dan Ilhoon sedang melakukan permainan “ala anak cowok” yang bisa kau bayangkan (dan pastinya kau tahu)

Di sisi lain, Soojung, Suji, dan Sohyun sibuk ngegosip. Dan masih banyak lagi kegiatan yang terjadi di kelas itu. Minji dan Namjoo bahkan main salon-salonan.

Sementara Jiyoung? Yang ia lakukan hanya diam. Semua teman sekelasnya menganggapnya pendiam dan antisosial. Tapi sebenarnya tidak begitu.

Suara berisik dari belakang kelas tiba-tiba menarik perhatian Jiyoung. Ia meletakkan pulpennya lalu melihat kebelakang. Menyaksikan pemandangan tidak menyenangkan.

Di kursi pojok itu duduk seorang namja. Namanya Lee Taemin. Jiyoung tidak pernah bicara padanya tapi gadis itu sering memperhatikannya, Taemin memiliki problem yang sama dengannya. Tidak punya teman. Laki-laki itu duduk dalam diam di kursinya hampir sepanjang hari. Dan hari ini, ia kena bully Byunghun dan gengnya yang sialan.

“hey Lee Taemin, namja macam apa yang suka minum susu stroberi” kata Byunghun, diikuti tawa dari Jeongmin dan Chunji.

Taemin diam saja. Ia seolah pura-pura tidak mendengar.

“heh girly, jawab aku!” bentak Byunghun. Taemin tetap diam. Ia tidak suka keributan. Ia memilih membiarkan Byunghun membullynya, meskipun ia bisa melawan kalau ia mau.

“mungkin dia tuli” Chunji menendang meja Taemin dengan cukup keras. Byunghun dan Jeongmin pun bersiap untuk memukuli Taemin, tapi…

“yah brengsek”

Jiyoung berdiri dari kursinya, lalu berjalan penuh karisma (?) dan keberanian ke belakang kelas. Keributan di kelas pun berhenti, semua hening, memusatkan perhatian ke belakang kelas.

Jiyoung menghampiri Byunghun dan gengnya, wajahnya penuh kemarahan. Bagaimana pun ia tidak terima melihat seseorang yang tidak pernah mengganggu siapa pun dibully seperti itu.

“apa?” tanya Byunghun. Awalnya ia menganggap remeh Kang Jiyoung.

Jiyoung meraih karton susu stroberi di meja Taemin. Ia merobek kartonnya dan menyiramkan isinya ke kepala Byunghun.

“yah kau yeoja sialan! apa yang kau lakukan?!?!” seru Byunghun tidak terima.

Jiyoung mendekat ke arahnya dan menatapnya lekat-lekat. “kau tidak suka kan diperlakukan seperti itu? Sama halnya dengan dia!” Seru Jiyoung galak sambil menunjuk Taemin.

Seruan-seruan langsung terdengar di seluruh kelas.

“Ia tidak pernah melakukan apa-apa padamu tapi kau memperlakukannya seperti itu. nappeun jashik” Jiyoung tidak pernah mengumpat sebelumnya. Tapi hari ini ia sangat emosi. Setelah mengatakan itu ia menonjok wajah Byunghun sekeras yang ia bisa.

“WHOAA KANG JIYOUNG DAEBAK!” seru Ilhoon tiba-tiba. Yang lain pun ikut-ikutan berseru.

Byunghun meringis kesakitan. Ia sangat terkejut tiba-tiba Kang Jiyoung yang selalu diam saja di kelas bisa seberani ini.

Sekarang Jiyoung melihat ke arah Chunji dan Jeongmin. Kedua namja itu diam saja, mereka takut pada Jiyoung.

“kalau kalian berani mengganggu Taemin lagi akan kugiling kalian satu-persatu” kata Jiyoung, cukup untuk membuat Byunghun dan gengnya (paling tidak untuk saat ini) takut.

“Heh Kang Jiyoung, kau menyukai Lee Taemin?” tiba-tiba Sungjong menggodanya.

Jiyoung diam saja. Ia langsung kembali ke tempat duduknya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Tapi teman-temannya terus menggodanya.

“eiy Jiyoung-ah, akui saja!” seru Minah.

“Kang Jiyoung menyukai Lee Taemin~” kata Minji bernada.

“Mereka akan jadi freak couple” seru Dongho mengejek.

Jiyoung tetap tidak merespon. Tapi sesekali ia melirik ke tempat duduk Taemin. Namja itu terlihat bingung tapi kagum terhadap Jiyoung. Sekian detik kemudian pandangan keduanya bertemu.

Jiyoung cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke buku matematikanya. Dan selama jam pelajaran yang tersisa sampai jam istirahat, teman-teman sekelasnya tak hentinya menggodanya soal Taemin.

| After School |

Lee Taemin keluar dari bangunan sekolah, tidak dengan wajah kusut dan datar seperti biasanya. Ekspresinya sedikit lebih cerah hari ini.

Sambil melangkahkan kakinya, ia teringat Jiyoung dan aksinya di kelas tadi. Ia benar-benar tidak akan pernah melupakan kejadian itu. Ia kagum pada keberanian Jiyoung, yeoja itu sangat berbeda. Bagi Taemin, Jiyoung bukannya aneh, tapi unik. Unik adalah aneh yang baik, bukan?

Selama jam pelajaran tadi, ia mencuri kesempatan untuk memperhatikan Jiyoung. Gadis itu punya wajah yang manis, dan ia punya perasaan kalau Jiyoung adalah orang yang baik.

Ia berjalan melewati sebuah taman, di sana ia melihat Jiyoung. Gadis itu kelihatan sedang dalam masalah. Ada dua orang pria berbadan besar dengan pakaian serba hitam dan sepatu mahal berdiri di hadapan Jiyoung.
Pria-pria itu bicara dengan kasar pada Jiyoung.

Taemin memutuskan untuk memperhatikan sejenak, kalau mereka macam-macam baru ia akan melakukan sesuatu.

Setelah percakapan panjang yang penuh kata-kata kasar dari si pria itu, salah satunya mulai berbuat kasar pada Jiyoung dengan mendorong gadis itu. Kelihatannya mereka memaksakan sesuatu pada Jiyoung.

Taemin pun cepat-cepat berlari ke arah Jiyoung lalu berdiri di depan gadis itu, bermaksud melindungi Jiyoung dari si pria bersepatu mahal.

“yah Lee Taemin kau sedang apa di sini?!” pekik Jiyoung kaget.

“Jangan sentuh Kang Jiyoung” Kata Taemin.

“siapa kau? minggir. urusanku dengan Kang Jiyoung belum selesai!” Bentak salah satu pria berbadan besar, tapi Taemin tidak menghiraukan bentakan itu.

“kalau begitu tak usah diselesaikan” kata Taemin lalu menghajar pria itu. Pukulannya membuat sudut bibir si pria luka.

Tapi bagaimana pun juga tubuhnya lebih besar dan kuat dibanding Taemin yang agak kurus. Ia dan temannya membalas pukulan Taemin, bisa dibilang mulai mengeroyok anak itu. Tapi Lee Taemin tetap mencoba melawan sebisanya.

“yah Lee Taemin, stop!” seru Jiyoung panik. Ia takut namja itu dipukuli sampai mati.

“ahjussi jebal, aku akan bayar hutangnya secepatnya. Jangan pukuli dia” kata Jiyoung semakin panik.

Si pria bersepatu mahal (yang ternyata adalah penagih hutang) tidak peduli pada kata-kata Jiyoung. Sekarang ia mulai menendangi remaja kelas dua SMU yang sudah mulai lemah dan luka-luka itu.

“aku mohon hentikan” ujar Jiyoung pelan, ia mulai menangis ketakutan, takut Taemin akan mati.

Pria itu akhirnya menghentikan perbuatannya karena Taemin tidak melawan lagi. Ia mengancam Jiyoung sekali lagi dengan bentakan lalu pergi bersama temannya dengan wajah tidak puas.

Jiyoung (masih menangis) mendekati Taemin yang tergeletak di tanah dengan luka bekas pukulan dimana-mana.

“Lee Taemin paboya! kenapa berbuat seperti itu bodoh! aku bahkan tidak tahu bagaimana kau bisa menemukanku di sini..aku-”

“aku hanya.. balas menolongmu” jawab Taemin pelan sambil tersenyum. “terima kasih.. untuk yang di kelas tadi” lanjutnya.

Jiyoung malah menangis semakin hebat (?) dan mengatai Taemin “bodoh” lagi.
“tapi aku tidak sampai terluka saat menolongmu tadi! lihat dirimu bodoh”

Taemin menghela napas, ia menahan rasa nyeri di badannya sambil berusaha duduk. Ia menatap Jiyoung yang duduk di dekatnya, lalu menghapus air mata gadis itu dengan tangannya.

“berhenti menangis Kang Jiyoung” katanya.

“tidak bisa” ujar Jiyoung sambil sesenggukan.

“aku baik-baik saja. Tidak perlu menangis seperti itu pabo” ujar Taemin lalu memeluk Jiyoung yang masih menangis.

“kau bohong pabo. Itu pasti sakit” kata Jiyoung.

Saat ini, entah mengapa mereka merasa nyaman seperti sudah sangat dekat sejak lama. Padahal ini pertama kalinya mereka berbicara satu sama lain. Selama ini yang mereka lakukan adalah diam-diam saling memperhatikan satu sama lain.

Mendengar Jiyoung masih menangis, Taemin melepas pelukannya dan sekali lagi menghapus air mata Jiyoung dengan tangannya.

“Kang Jiyoung” panggilnya.

“mmm?” jawab Jiyoung, air matanya mulai berhenti mengalir.

Taemin menyingkirkan poni berantakan yang menutupi wajah Jiyoung, lalu mencium bibirnya.

Jiyoung yang terkejut dengan tindakan Taemin yang sangat tiba-tiba (dan Taemin sendiri setengah tidak sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan), hanya merespon dengan pipinya yang memerah seperti apel.

“kau tahu,” kata Taemin.
“kau adalah orang pertama yang menangis untukku, Kang Jiyoung”


-END-

______________________________________________________________________

[A/N]: apa pula ini hoho XD gaje sangat. saya ga sadar saya nulis apaan (?) @_@ haha.
Makasih sudah mau baca, semoga suka(?) jangan lupa RCL and HAPPY NEW YEAR :p

Yoo Jangmi
14/01/01

10 thoughts on “FICLET: Cry For Me

  1. suka sama chara yeoja disini ,
    terlebih karna aksi heroiknya pukul cowok..
    whoaaaa girl power bgt suer keren

    thanks for this sweet story..^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s