Ying Er [PART 5.a]

Ying Er

Original Title       : Yīng’ér (mandarin: 婴儿)

Cast                      : Tiffany Hwang | Choi Siwon | Jung Yunho

Other Cast          :Luna f(x) | Kim Taeyeon | Kim Jonghyun

Length  :

Chaptered

Genre   :

Angst,Romance,Family,Sad,AU

Rating   : PG15

parkminhyun™

artwork and fanfiction

 

READ LIKE AND COMMENTS ARE NEEDED GUYS

PLEASE BE CREATIVE, CALM THEN FLY TO SEOUL ^^;

 

[read also] : PART 1 | PART 2 | PART 3 | PART 4

***

Drama ini dimulai ketika seorang wanita biasa yang  menghadapi sebuah kenyataan pahit dalam hidupnya. Ya, Hwang Miyoung anak kedua dari pemilik asli G Cosmetic Hwang Jinhwan yang dua tahun lalu meninggal akibat sebuah kebakaran di gudang daerah Gangwon-do.  Disusul dengan kehamilan tak terduga empat tahun sebelumnya yang dialami Miyoung seakan menjadi mimpi buruk baginya. Tidak hanya itu saja, perusahaan G Cosmetic menjual sahamnya atau sengaja “dijual” salah seorang kerabat jauh Alm. Hwang Jinhwan bernama Hong Sunhyung. Ya benar. Hong Sunhyung selain kerabat jauh, ia juga ayah dari seorang gadis bernama Hong Jihyun. Wanita yang pernah Miyoung temui di tempat kerjanya dulu. Gadis itu adalah istri Jung Yunho. Pria yang dianggapnya paling bejat dan brengsek yang pernah ada. Dan pada akhirnya, semakin berbelit tak kala Miyoung atau yang lebih dikenal sebagai Tiffany ini baru mengetahuinya setelah kecelakaan hebat yang menimpa dirinya sehingga menewaskan anaknya yang baru lahir-anak biologis Jung Yunho-

Kesengsaraan, kesedihan serta merta menyerbu hidup seorang Hwang Miyoung seketika. Kerlingan matanya yang sayu seolah ditinggalkannya. Ia merantau pergi, pergi meninggalkan segala masalah dan kesalahannya. Sehingga 4 tahun berlalu, ia kembali. Membawa sosok berbeda dengan identitas yang berbeda. Tak perlu merasa hebat, karena ia tahu tak ada yang membuatnya hebat. Bahkan cinta sekalipun.

Kedatangannya sebagai Stephanny Hwang ke Seoul tampaknya membuat resah beberapa orang. Terutama mereka yang terlibat dalam masalah sangat rahasia ini.

Flashback

 

“Hong Sunhyung-ssi, senang bertemu denganmu.” Gadis yang tampak modis itu melambai seolah sangat mengenali sosok di depannya. “Lama tak jumpa.” Jawab pria berbadan agak tinggi tersebut.

 

Pembicaraan dua insan itu sangat biasa. Percakapannya hanya basa basi sebelum akhirnya gadis itu mengangkat bicara. “Apa anakmu baik-baik saja? Dia hidup bahagia kan bersama suaminya?”

“Hoho…tentu saja. Tapi menantuku sepertinya agak bodoh dan aku suka itu.” Pria parlente yang menghisap sepuntung rokok itu kemudian menaruh rokoknya dan mematikannya di sebuah asbak kayu di meja cafe tersebut.

 

“Bodoh? Seperti apa?” Gadis di depannya merasa tertarik sehingga ia membuka kacamata hitamnya sehingga tampak dua pasang mata indah yang dihiasi eyeliner tebal di sisi-sisinya. “Jelas saja. Memangnya mudah mengambil perusahaanku ini dengan hanya menikahi anakku saja? Bwahahaha ia juga berpura-pura baik terhadapku.”

 

“Dan apakah aku terlihat bodoh di matamu tuan?” Suara gadis itu meninggi seolah memancing jawaban yang baik. “Kau polos. Berarti kau benar-benar pintar untuk menyembunyikan kebodohanmu Stephanny.”

 

“Polos? Hahaha jawaban yang lucu Tuan Hong.”

 

“Hahaha baiklah. Bagaimana kalau kita mulai saja. Apakah kau mau menanda tangani peminjaman saham perusahaan ini. Tenang saja, hasil keuntungannya akan kita bagi. Kalau mau, keuntungannya 12% akan kuberikan padamu nona.”

 

“Tentu.”

Mereka kemudian melakukan transaksi saham di sebuah ruangan V.I.P cafe yang sepi pengunjung. Tidak mau kalau salah-salah seorang reporter dari dispatch yang hobinya memotret hal ganjil di jalanan dan mengetahui bahwa CEO G Cosmetic sedang berdua bersama seorang designer tenar Stephanny Hwang yang seharusnya sedang berada di Jepang dalam pertunjukkan busana.

 

“Terimakasih nona Stephanny. Kapan-kapan kutraktir minum. Nanti akan aku ajak si menantu bodohku itu. Akan kukenalkan padamu hahaha maksudku ia tak sebodoh itu. Namanya Jung Yunho.”

 

Suasana pun hening sebentar

 

“Geuraeyo tuan. Bagaimana kalau ajak anakmu dan cucumu sekalian?” Gadis bernama Stephanny itu berjalan membuka pintu ruang tertutup tersebut. “Hei jangan bercanda nona. Cucuku masi dibawah umur. Bagaimana ia melihat kakek dan orang tuanya minum di depannya. Ada-ada saja kau ini.” Tuan Hong tertawa sambil mengibaskan tangan kanannya.

 

“Kalau begitu bagaimana sebaiknya ajak cucumu yang satunya tuan?”

Stephanny bergerak mengambil secarik kertas dari handbag nya. Selaginya tuan Hong bingung, Stephanny atau bisa dibilang Hwang Miyoung meletakkan kertas itu di tangan tuan Hong.

 

“Tuan kunjungi dia. Lagi pula secara kekerabatan ia juga cucu tuan. Oya satu lagi, kalau berkunjung bawa saja bunga cactus kecil. Cucu mu suka cactus.” Ujar Miyoung kemudian berjalan meninggalkan Tuan Hong yang terpaku.

 

Masih dalam keadaan bingung, Tuan Hong membaca secarik kertas itu.

 

-Rumah Abu ‘Cheonsa-do’ ruang Lotus loker no. 117 atas nama ‘Hwang Byul’-

 

Flashback END

Pada malam itu. Sebuah mobil terparkir di basement rumah sakit tempat khusus staff dan karyawan. Orang yang tak asing tersebut tak mengira bahwa akan ada orang lain yang pulang lebih awal. Ia kemudian mengendap namun sayangnya ia tak mengetahui adanya CCTV baru di lantai tersebut.

“Padahal baru jam enam tapi sudah sepi saja…” Seseorang dari arah berlainan menggerutu tak jelas lalu pada akhirnya ia berhenti mendadak. “Apa aku yang terlalu cepat pulang duluan ya?” Dokter bernama Siwon menggeleng heran dan meneruskan langkah kakinya santai.

“Aish, ternyata dokter sok tampan itu.” Gumam orang yang berjas putih tadi. Ia menghela nafas santai kemudian berjalan mengendap ke mobil miliknya dengan amat hati-hati.

“Siapa disana?!”

Suara lantang yang menghardik itu membuat orang ini berbalik dan menepi ke balik sisi mobil lain. Dengan tenangnya ia memperhatikan bayangan Dokter Choi dari spion yang sudutnya memperlihatkan sosok tampan itu yang kebingungan sekaligus ketakutan. Orang ini hampir tertawa tapi ia menutup mulutnya.

Tak lama, mobil Tucson XG milik dokter Choi Siwon pun melaju melewatinya dengan cepat. “Ada seekor hama disini. Tapi sudah bersih nyonya. Dan untuk dokumennya… sudah kelar.”

“Baiklah. Tunggu aku di luar.” Suara wanita dari seberang telepon pun membalas panggilan itu. “Ne mengerti.”

***

One week later…

“Kepalamu sudah tak apa-apa Oppa?” Gadis berjas dokter yang terburu-buru menyusul pria di depannya tampak khawatir. “Anniyo. Gwaenchana.” Dokter bernama Choi Siwon itu berbalik menghadap gadis yang notabene nya sebagai kekasihnya selama 4 tahun. Ia mengenggam kedua tangannya. “Iam okay.”

“Sungguhan? Pasti sakit. Kau seharusnya masih di rumah oppa. Huh untung saja si Jonghyun keluar rumah bukannya membawa toppokki malah membawa kau waktu itu.”

“Hahaha…itu juga kan adikmu sendiri.” Gurau Siwon sambil mengacak-acak rambut Taeyeon-gadis mungil itu-

“Aish, ya ampun. Kau selalu mengacak-acak rambutku! Berantakkan!” Dan tidak biasanya Taeyeon berbicara seperti anak kecil. “Hei, kau sakit ya? Tumben aegyo mu keluar.”

“Anniyo. Aku sehat sehat saja. Lihat ototku huh!”

Taeyeon tiba tiba menyingkiskan lengan jas nya. “Hei hei! Tak usah! Malu dilihat orang!”

“Selamat pagi dokter Kim, dokter Choi.”

“Ne selamat pagi.” Jawab mereka berdua. “Semoga hari kalian menyenangkan.” Ujar salah seorang dokter yang berpapasan dengan Taeyeon dan Siwon. “Ya, Dokter Oh juga!” Seru Taeyeon.

“Loh, kau bawa tas itu sepertinya berat sekali. Apa mau aku bantu?” Siwon menghampiri Dokter Oh dengan santainya. “Ah…tidak usah biar aku saja yang bawa. Lagipula dokter Siwon sedang ditunggu pasien.”

“Itusih mudah, ayo ini aku bantu.”

“Anniyo, terimakasih. Silahkan dilanjutkan saja. Saya permisi dulu…” tukas Dokter Oh singkat dan terkesan dingin.

“Ah…geurae baiklah.” Jawab Siwon kikuk.

“Oppa, lagipula kau kan baru sembuh lukamu. Biarkan saja dokter Oh melakukan pekerjaannya.” Bisik Taeyeon.

Mereka kemudian berlalu dan dokter Oh menengok memperhatikan Siwon dan Taeyeon. Ia mengukir senyum di ujung bibirnya.

***

“Ya! Kerjaanmu malas-malasan saja!” Seorang pria bertubuh ‘sedikit’ berisi dengan alis yang tebal tampak seolah ingin memukul pria pendek di depannya namun sengaja ia tahan. “Ah sudahlah percuma aku marahi.” Ia kemudian duduk di kursi kerjanya. Pria pendek tadi bernama Jonghyun yang mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan ai tadi karena tidur siangnya. Akibat pria gendut tadi, tidur siangnya terganggu dan itu membuatnya benar-benar kesal. Ia menyikap jaket hitamnya,

“Aish hyung!”

Hampir saja ia menyumpahi seniornya tersebut kalau tidak saja sebuah bunyi tanda ‘beep’ dari sakunya muncul.

From : Uri Luna

30 march 2013 11:34

Aku sedang di dekat kantor polisi. Coba kau keluar oppa, aku membawa bekal untukmu :D

Pria itu tersenyum. “Hei mau kemana?” dalam keadaan setengah mengendap, ia berhenti. “Mau…bisnis. Hehehehe”Jawab Jonghyun sekenanya kemudian melenggang santai dari ruangan padat dokumen tersebut.

“Dasar detektif pemalas…” Sindir atasan Jonghyun. “Hei sebentar!”

Jonghyun merasa terpanggil sehingga ia pun berbalik. “Hmm? Ada apa sunbae ku tercinta?” Kalimat menggelikan itu muncul dari mulut Jonghyun sehingga membuat pria gendut yang berada tepat 4 meter di depannya bergidik ngeri.

“Kau masih ingat kasus 3084?” Pertanyaan tersebut membuat Jonghyun berhenti untuk berfikir sejenak. Kasus 3084? Sepertinya ia pernah ikut serta dalam penyelidikkan tersebut.

“Sebentar.” Ia kemudian mengambil sebuah buku catatan kecil dari saku dalam jaket kulitnya. Terdapat dua buku catatan. Yang satu tampak masih baru sedangkan satunya lagi yang berukuran lebih kecil dan lebih tebal dari buku satunya yang tampak sudah sedikit hancur.

“Seseorang kemarin menghadapku dan menanyakan kelanjutan kasus 3084 makannya aku bertanya padamu.” Pria gendut tadi memutar kursinya menghadap sebuah layar komputer yang sedari tadi menyala kemudian berbalik seolah memastikan si detektif pemalas itu tidak kabur seenaknya seperti kemarin-kemarin.

“Ah!” Jonghyun memetikkan jarinya. “Mollayo hyung.” Hampir saja sebuah botol kosong menghantam kepalannya. “Kau ini apa yang becus.”tatapan pria setengah ganas ini nampak seolah mengatakan bahwa ia ingin sekali memecat detektif tengil ini kalau saja ia punya kekuatan dan jabatan lebih untuk menendangnya dari distrik Cheongnam.

“Aigoo hyung, jangan begitu kepada adikmu tercinta ini…eyy~” Jonghyun segera melontarkan jurus pijatannya yang sebenarnya tidak enak sama sekali tersebut. “Dwaesseo. Belikan kopi untukku.” Senior Jonghyun sekarang memulai tingkahnya sebagai ketua tim dengan santai membuat Jonghyun sendiri melepas pijatannya cepat. Ia menyipitkan kedua matanya kemudian menyilangkan lengannya. “Aku tahu pasti begini.” Jonghyun merasa untuk saat ini sunbae nya benar-benar menyebalkan. Ah, tidak hanya saat ini tapi hari-hari biasa juga tetap sama saja.

“Hyung. Orang-orang pasti akan mengira kau kekasihku karena aku lebih banyak bersamamu daripada bersama Luna. Kalau kau tak mau dianggap pedofilia…ah salah maksudku homosex tolong jangan ganggu waktuku dengan uri chagi ne aku benar-benar tak ingin jadi perjaka tua gara-gara kelakuanmu hyung. Atau… jangan-jangan kau sungguhan suka denganku hyung? Hyung, kau tahu kan kalau aku berasal dari keluarga baik-baik dan ayahku juga direktur rumah sakit dan hanya kau yang tahu dari banyaknya polisi-polisi dan detektif lainnya. Tapi hyung, seandainya kau mengetahui rahasiaku kan bukan berarti aku bisa menerimamu hyung…hyung aku masih normal dan…”

Jonghyun mengomel tanpa henti dan tanpa memberi jarak antar katanya dengan menarik nafas. Anak tengil ini bisa saja jadi atlit perenang nasional sayang saja tingginya hanya sejengkal ckckck

“YA! Cukup-cukup aku sudah hafal trikmu. Pergi pergi sana temui ‘uri chagi’ mu itu aish dasar begundal tengik.” Ucapan pria gendut itu mampu membuat Jonghyun menghentikan ocehannya yang ditukar dengan senyum tidak jelas ciri khasnya itu.

“Hyung! Pamit ya! Sebentar!”

“YANG LAMA SEKALIAN!”

Jonghyun kemudian meraih buku kecilnya yang ia letakan diatas dispenser tepat di sebelahnya lalu berlari begitu saja. Ah susah sekali keluar sebentar

Seorang pria di sisi lain daun pintu hendak membuka namun pintu tersebut sudah terbuka oleh Jonghyun. Ia sedikit tersentak tapi rupanya Jonghyun benar-benar tampak terburu-buru sehingga tak menghiraukan bahkan tak mengetahui keberadaan pria yang baru saja tiba di Seoul itu. “Ah mengaggetkanku.” Ujarnya pelan.

“Hei detektif Byun! Kau datang juga…”

“Hormat! Annyeonghaseyo joneun detektif Byun Baekhyun imnida!”

***

Belum reda gemparnya kematian Hong Sunhyung, CEO perusahaan terbesar ke-lima di Korea Selatan tersebut, berita tentang bangkrutnya G Cosmetic juga sedang hangat di bicarakan. Hal ini membuat Jung Yunho gusar. Tepat, yang ia lakukan hanyalah berjalan kesana kemari sambil menerka-nerka apa yang akan terjadi pada perusahaannya-atau yang lebih tepatnya kepada dirinya sendiri.

“Mwo? Para investor menarik saham mereka?” Terdengar bisikan kalut dari ujung lorong gedung kantor. Tampaknya para pembicara itu tidak menyangka bahwa Yunho mendengar ucapan mereka.

“Ne. Kita akan bangkrut secepatnnya.”

“Bukankah status ketua perusahaan ada di tangan manager Jung?”

“Ah itu belum bisa dipastikan karena surat wasiat Hong Sunhyung sajangnim juga tidak jelas.”

“Benarkah?”

“Tentu, bayangkan saja kalau…”

Langkah dua insan yang bercakap pelan itu berhenti ketika di depan mereka sudah berdiri lelaki semampai yang sedang menunjukkan wajah tidak sukanya itu. “Untuk sementara, jika kalian tidak ingin di pecat silahkan lanjutkan bekerja.” Ucapnya dingin. Semua orang tahu, bahwa kalimat yang dilontarkannya mengandung ketakutan luar biasa tapi hanya saja dikemas  rapi dengan nada datar yang bisa membuat siapapun diam seperti kutu.

“Ne.”

“Dan satu lagi,” Yunho memandangkan pandangannya ke luar jendela. “Seharusnya kalian turut berduka, bukan malah membicarakan orang lain. Sikap yang buruk.”

“N..nee. Kami permisi tuan Jung.” Dua karyawan itu menunduk cepat kemudian pergi berlalu meninggalkan Yunho dengan ketakutannya sendiri. Akankah ia hancur? Atau…bukankah ini yang dia inginkan? Menjadi satu-satunya pewaris harta kekayaan tuan Hong dengan mengambil alih G Cosmetic? Atau malah ia mulai ragu akan pilihannya ini?

Yunho sudah terlanjur sakit hati dengan bagaimana Hong Sunhyung memperlakukannya sehingga ia tampak seperti anjing peliharaan sang majikan. Kematian Hong Sunhyung menjadi kesenangan tersendiri baginya. Dengan memanfaatkan bakat aktingnya, ia selalu tampak seperti menantu baik yang akan bersedih ketika mertuanya meninggal dunia. Benar, semua ini tidak berlaku bagi Jung Yunho. Apa yang harusnya ia milikki, meski berkorban darah dan keringat. HARUS ia milikki.

“Jagiya…” Yunho berbalik dengan senyum palsunya. “Oh, Jihyun-ah! Kapan kau datang?”

“Baru saja kok. Tadi pagi Sora ku antar ke sekolah, kemudian aku belanja dengan teman temanku, Ternyata tempatnya dekat dengan kantor,jadi aku mampir kesini.” Ucap gadis manis yang pucat itu.

“Geurae?” Ujar Yunho dengan ekspresi takjub dibuat-buatnya. “Tentu!”

“Ah kau memang benar istriku yang baik! Nah, tuan putri, bagaimana kau akan pergi sekarang?”Yunho mengalihkan pandangannya dan berhenti sejenak. Ia melirik kesana kemari untuk memastikan tak ada satupun orang yang lewat.

“Tidak mau. Aku mau disini.” Ucap Jihyun—wanita manis nan elok—sambil bergelayut manja di lengan Yunho. Ia sangat merindukan kehangatan tubuh Yunho yang akhir akhir ini jarang ia rasakan. Cukup sudah ia membasahi bahunya seminggu lalu akibat air mata Jihyun. Bahu yang dingin, genggaman tangan yang kaku itu masih ia ingat. Jihyun tahu, kematian ayahnya bukan akhir dari segala tekanan yang ia rasakan. Tapi untuk mencintai suaminya ini, ia merasa sebuah dinding halus menjadi penghalang bagaimana cintanya—walau terpaksa—menikah dengan orang yang belum ia kenal demi kelangsungan bisnis keluarganya harus diuntai sedikit demi sedikit olehnya. Semakin lama semakin besar rasa itu. Jihyun tidak ingin kehilangan lelaki ini. Begitu pula dengan Yunho yang saat ini tidak ingin kehilangan uangnya.

“Jihyun-ah…” Yunho memegang punggung tangan Jihyun lembut. Ia memberikan sinyal untuk melepaskannya perlahan. “Kau sudah tahu kan keadaan perusahaan saat ini…ada baiknya kau istirahat saja di rumah. Nanti aku pulang terlambat kembali. Eotte? Tak apa kan?” Yunho memegang kedua bahu Jihyun yang ia hadapkan padanya. Mata sayu Jihyun mengatakan tak apa namun sebenarnya hatinya berkata tidak mau. Baru 10 menit mereka bertemu. Tidak cukup mengganti rasa rindunya selama 10 hari.

“Oppa akan pulang. Kau dirumah. Eoh? Eoh?” Yunho menggoyang-goyangkan bahu Jihyun sembari mendekatkan wajahnya untuk membujuknya agar ia segera pergi. Jihyun akhirnya mengangguk dengan ekspresi sedihnya. Ia lalu mengecup kilat bibir Yunho sebelum akhirnya benar-benar pergi.

“Janji kau pulang ya! Jangan tidur di kantor lagi.” Ingat Jihyun mengembangkan senyumnya miris. Langkahnya berat dengan berjalan mundur menatap erat Yunho.

“Ne! Nanti kuhubungi!” Sahut Yunho sambil menunjukan tangannya yang ia dekatkan telinga seolah olah sebagai telepon gagang yang ia gerak-gerakan.

‘driiit driiit’

“Yeoboseyo?”

“Ah ne…”

“Oya ada satu hal yang ingin aku tanyakan.”

“Tuan Han, bukankah masih ada satu investor yang masih menanamkan sahamnnya pada kita?”

“Ne. Tolong buatkan perjanjian. Aku ingin bertemu langsung.”

Yunho menutup teleponnya.

Homescreen layarnya terpampang jelas membuat hatinya bertambah kalut.

Hong Jihyun dan putrinya sedang tersenyum

Baiklah. Ini bukan kehidupan yang Yunho inginkan. Ia pria biasa yang hanya ingin hidup bersama satu orang yang ia cintai. Hwang Miyoung. Mendengar namanya saja membuat hati Yunho tersayat teramat perih. Gadis cinta pertama dan terakhirnya itu harus tersiksa karena ulah Yunho sendiri. Apa yang ia lakukan selama ini membuat Yunho merasa ia adalah makhluk terkutuk yang paling hina.

“Miyoung-ah…eoddiga?” Gumamnya.

-part 5.a TO BE CONTINUED-

Nihao readers T^T

Akhirnya masuk ke tahun ketiga pembuatan FF Ying Er ini cepatnya ngalah-ngalahin pembuatan film box office ;A; (?) oh ya sebelumnya HAPPY NEW YEAR 2014 ya chingu ^^ anggap saja ini hadiah dari saya walaupun short versionnya dari part 5 aku udah usaha buat ngebet-ngebetin share karena udah gak sabar ketemu sama kalian :D

Sebenarnya aku udah buat plot dan rangkaia konsep cerita dari lama dan bahkan udah jadi. Tapi ternyata ada insiden besar. Laptopku R.I.P dan data-data seluruh fanfict ku tak tertolong. Entah kenapa aku cuma bisa bengong selama sebulan sebelum akhirnya penyelamatku datang dengan laptop lain. Alhasil, aku baru bisa bikin lagi dua minggu setelah adaptasi laptop baru.

Dengan kata lain, project-project FF ku yang lain juga hangus (termasuk harta kpop ku lainnya) dan tidak lain tidak bukan koleksi pribadiku + data artwork *INICURCOL* T^T

Aku udah sempet nyerah ngelanjutin FF ini tapi sungguh berartinya komen kalian yang keren keren bikin aku semangat lagi buat lanjutin karya dari jari-jari panjangku (?). Sebagai hadiahnya, aku juga nyiapin spesial segment dari Ying Er. Bisa kalian baca disini.

 

 Sekali lagi aku minta maaf sebesar-besarnya untuk kelanjutan FF ini kalaulah masih bikin chingudeul semua bingung maka dari itu sudah aku usahakan perjelas segala seluk beluk permasalahan yang rumit disini :D

Gomawo and Lav ya all :*

25 thoughts on “Ying Er [PART 5.a]

  1. hmmh.. mulai sdkit mengerti dgn jalan ceritanya, itu meninggalnya anak tiffany krna kecelakaan gak dcritain scara jelas ya di part ini? atau mngkin mau djlasin d part brikutnya? trus Dokter Oh itu sdkit mencurigakan..

    thor, itu link nya gak bisa d buka ya??

    • ne aku cuma pengen menjelaskan part sebelumnya di part ini hehehe sekalian nambahin plot plot baru. Dan yap sepertinya dokter oh mencurigakan juga sih… oh ya kemarin lupa kalau link nya belum aku sisipkan. Tapi udah aku update kok link nya ^^

  2. Lanjut thor q setia menanti karyamu.,
    PPany..ppany.. Tippany.. Gx muncul2 thor,.
    Next chap pnjgn dkit ya thor.. Hehe
    Hwaiting…!!!

  3. Munarohhhhhh… Bang ocit datang~~prepet prepet prepet*teriak pake toa colongan*
    Kyaaaaaa Happy New Year author sayang!*kecupbasah*
    sesuai janji seperti di chapter sebelumnya inyong akan kembali datang untuk merusuhhh di ff mu huahahahaha
    *backsound : buka dikit joss by afgan*

    wah ga percuma tiap hari ngisi TTS dan tebak-tebak nomor togel hahaha tebakan inyong di chapter sebelumnya bener jugaaa ternyataaa si mimi*read:miyoung* yang buka rahasia si abang yuyun ke tuan hong ck
    dan sebenernya masih clueless yang bunuh tuan hong itu abang yuyun atau antek-anteknya mimi sih(?) atau jangan-jangan si empok author nih pembunuh berdarah dingin yang udah bunuh itu ahjussi yang kurang dibelai ckck
    dan yang bekerja sama dgn mimi untuk pencurian berkas surat wasiat bapak’e author itu *mikirkeras* kalo sesuai Buku TTS nih ya no.7 menurun itu ada 8 kotak, apa jangan-jangan itu DokterOh? *backsound: trio macan : Oh!*
    abisnya itu tas yang dibawa dokter oh katanye berat udah gitu ditawarin mau dibantu malah ga woles nolaknya tsk gerak-geriknya mencurigakan bingitZZ*eaaa alaynya kumattt*
    eh empok’e author,dokter Oh itu jangan pake cast OC ya gaenak bayangin nya klo cast OC kesannya manusia transparan ga bisa kebayang mukanya kayak gimana masa iya gue bayangin muka sule kan ga lucu kalo namanya jadi Dokter Oh Sule atau jadi Dokter Oh Munaroh -_- yang paling bener pake nama suami gue aja deh Oh Sehun*peluk mesra sehunnie*
    oh iya aye lupe tadi pas awal aye bace genre ini ff katenye ada bumbu-bumbu ajinamoto*eh maksud aye bumbu-bumbu romantis nye mpok hehe aye kira bakalan ga beda jauh kayak kemaren waktu abang siwon dimabuk asmara mikirin bapak’e tapi ternyata gak juga ye ada romance scene nya abang siwon-empok taetae feat abang yuyun-mpok jihyun..ya walaupun cuma seutil kotoran semut doang apa mau dikate dah cerita cerita siape ya suka-suka empok author dah
    eh itu si abang yuyun yaampyunnn cucok deh gatau kenapa aye mah suka banget liat dia menderita hahaha akhirnya bangkrut juga tuh perusahaan tahu tempenya keluarga hong ga ada lagi dong yang mau direbut sama si yuyun*smirk
    tapi itu masih ada 1 investor lagiii yaaa? Pasti si mimi dah ntu,emang tu orang baik sih iye tapi diam-diam makan dalam ck sadis banget pembalasan dendam si mimi sama orang-orang yang pernah jahatin diaaa
    *backsound : rita sugiarto : sadis*

    si yuyun yaelah kemane aja lu bang? Abis keliling tanah abang ye? Kok baru nyadar lo udah kelewatan ama si mimi ck tapi masih cinta juga ternyata doi sama si mimi ck sayang mimi mah malah nyimpan dendam segede kotoran gajah sama dia *sumpeh gue jijik tiba-tiba bayangin kotoran gajah saudara jauhnya si author*
    gue boleh ngarep ga thor tapi please jangan php-in akyu dong:3*ini apa lol* kagak-kagak gue serius nih pls dong mpok author jangan ngaret-ngaret buju buneng udah 1 tahun 8 abad aye nunggu engga lanjut-lanjut ni ff padahal aye pengen tau hubungan siwon sama mimi di ff ini apa,apa mimi punya dendam juga apa kagak sama keluarga siwon*gue si ngarepnya kagak* semoga aja entar di pintu hati author bisa jebol ye biar baikan gtu mau ngepost ga ngaret udah gtu mau jelasin tentang sifany dan munculin mimi di next chap,oh iya 1 lagi mpok’e taetae sama abang siwon semoga cepat putus yaaa biar mimi yang gantiin mpok taetae ntar wkwk*maunya*
    oh iya ada lagi ini mengenai penulisan nama aja thor nama si mimi di akte lahirannya mah Stephanie Hwang bukan stephanny hwang hehe agak janggal klo Stephanny di benak gue bukan malah si mimi tapi munaroh hehe pokoknya semangat ya buat authornya semoga ini ff ga ngaret lagi lanjutannya hehe,hwaiting! ^^

    • 13 paragraf…

      Udah kayak riwayat hidup anak sj aja munawaroh ku sayang (?)
      HAPPY NEW YEAR JUGA YA YANK *kecupbecek* (?) rusuhanmu menghiasi hidupku pokoknya dah emmwah emmwah :*
      Yaelah masih ditanyain aja yang bunuh siapa :( orang sini aja masih gatau mau siapa yang bunuh. Apa jangan jangan cuma bunuh diri aja yak? Ato kepleset? Enak kali ya mati konyol keselek koka kola hmm…. ide bagus!

      Kalo buat dokter Oh udah ane kasih mukanya kok di special part, liat aja link nya udah ane update lagi. Kalo penasaran lagi mukanya Kim Namgil cocok beud jadi dokter Oh. Hayoh kenapa kok gak pake Sehun? Karena…. Sehun masih bocah. *authornya juga bocah* dan anak bocah dilarang masuk FF ini (?) *authornyamasihbocahjugainiceritanya*

      Asal kasih tau aja ye nanti ada satu part nya mungkin di PROTECTED LOH!!!! *syukurandulu* kurang romance? Ah seneng dah nanti di part itu pokoknya jeng bahagia dah :* /sekalilagiauthornyalagibocah/
      Perusahaannya bangkrut? Cieelah masih belum kali ya. Kan adaaaa….investor satu lagi, ciat ciat ciat Yunho cieelah clbk kayaknya mumumumu
      Terus buat putusnya Siwon ama Taeng…keknya author punya ide dashyat deh. Ah benar benar dashyat pokoknya (?)

      NAH KALO BUAT PHP GAK JANJI LOH YAH
      saya kan orangnya *sok* sibuk gitu kan anak yang baik rajin bekerja, rajin *enggak* ngerjain tugas, dan kawan2 nya gitu loh. Nah kenapa lama soalnya pas itu ane kepentok UNAS. Terus tadi kan udah bilang kalo laptop lama datanya ilang semua. SEMUANNYA.
      ini FF sejarahnya bisa ngabisin 364 halaman kalo dijabarkan. Intinya ini udah jadi sampe 3 part dan menghilang di telan bumi. Mati aja mati.
      tapi bakal diusahain ASAP :)))

      ah Stephanny? Stephanie? Jeli amet ya heran aku ciah. Ada sendiri kok misteri namanya si mimi tercinta hehehehe

      ah pokoknya janji next part panjangin sampe 48 paragraf biar ane panggilin anak anak Wota suruh oi oi oi an disini wakakaka

      makasih udah rusuh *bow* ^^

  4. Ahh msih binggung thor :(
    Smga d’part slnjutnya udh ngerti ya :)

    Btw yg sbar ya thor :)
    Smngt lnjutin ff nya + ff yg lainnya jga :)

    *part selanjutnya ada sifany moment nya ya, gpp deh biar pun dikit* ^^v

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s