[Freelance Chapter] Ballon and Fire In Love – 1

Title
Ballon and Fire In Love

Author
@nanda_fadyla

Genre
Romance

Rating
16

Main Cast(s)
Lee Taemin (SHINee)
Krystal Jung (f(x))

Other Cast(s)
other members of SHINee
Jessica Jung (SNSD)

[A/N]
“Saya berterima kasih karena akhirnya karya saya dapat di post disini, hahahaha, berhubung ini adalah karya pertama saya, saya harap kalian dapat memberikan komentar dan kritik, ini sangat penting buat kedepannya. Ceritanya memang agak panjang sih, hehehehe, tetapi saya tetap berharap kalian puas membacanya. Untuk kekurangan saya mohon maaf, terima kasih ^^”

Taemin menatap kembali kota Seoul yang selama beberapa tahun terakhir ini ditinggalkannya dari balik kaca taxi. Sejenak dirinya berusaha untuk menerima kembali kenyataan yang ada bahwa dia memang harus kembali kesini, Seoul. Sesuai dengan perjanjiannya dulu bersama orang tuanya. Taemin sedikit menurunkan kaca taxi, dan untuk pertama kalinya sejak sampai di Korea, dia berusaha menghirup udara kota Seoul kembali. Suasana sejuk masuk menyelimuti ruang paru-parunya, hujan membuat kota Seoul menjadi sejuk dan menyenangkan. Tapi itu tetap tidak cukup untuk membuatnya menjadi lebih baik. Kenyataan harus kembali kesini membuat hatinya menjadi sakit.

Taemin memasang ear phone-nya kembali, berharap suasana hatinya menjadi lebih baik dengan mendengarkan musik. Sejak penerbangan Amerika menuju Seoul, Taemin memang tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewanya harus kembali ke Seoul. Kruukk…… Taemin memegang perutnya dan rasa lapar mulai memenuhi lambungnya, Taemin sadar sejak tadi pagi dia memang belum memakan apa pun.

“Tolong berhenti di depan restoran itu, aku ingin berhenti dan makan,” ucap Taemin pada supir taxi yang sedang mengemudi. Bahkan untuk bicara seperti itu bagi Taemin terasa aneh, mengingat dia hanya berbicara menggunakan bahasa Korea terhadap keluarganya saat tinggal di Amerika. Dia tidak ingat secara persis, orang lain mana yang terkahir berbicara dengannya dalam bahasa Korea selain keluarganya. Ini memang hal kecil tapi terasa asing untuk seorang Taemin.

“Baik,” kata supir taxi itu dan merapatkan mobilnya ke pinggir jalan, tepat berhenti di sebuah restoran kecil.

Taemin turun dari taxi, kemudian menatap restoran itu, menimbang sejenak apakah dia harus masuk atau tidak. Perutnya kembali berbunyi, ini pertanda untuknya agar tidak memikirkan masalah ‘kelas’ restoran itu. Restoran itu memang sangat sederhana. Taemin menoleh ke arah supir taxi yang masih berada dalam mobil dan berbicara melalui kaca yang terbuka, “Kau bisa menungguku kan? Yah mungkin paling lama setengah jam.” Supir itu diam sejenak lalu mengangguk sambil tersenyum. Melihat anggukan dari si supir Taemin langsung pergi. Dia tidak ada niatan sama sekali untuk mengajak supir taksi itu untuk makan bersamanya. Akan menjadi hal sulit jika supir itu makan bersamanya karena artinya dia harus membangun percakapan dan Taemin menghindari hal itu sejak tadi. Ketika Taemin masuk ke dalam taxi itu dari Bandara Incheon, saat dia baru sampai di Seoul, supir itu menyapa Taemin dengan ramah dan mengajak Taemin untuk berbincang singkat. Taemin memang tidak tertarik dan terus menjawab dengan datar dan tak ada niatan. Seperti yang diharapkan Taemin supir itu mengerti keiinginannya dan selama perjalanan berlangsung mereka hanya diam.

Taemin masuk ke dalam restoran itu, dan melirik ke seluruh ruangan, untuknya restoran itu cukup ramai oleh pengunjung. Taemin mengambil tempat duduk yang ada. Tak lama pelayan wanita datang dan menghampirinya, “Permisi tuan, ini buku pesanannya.” Wanita itu lalu menyodorkan buku pesanan. Taemin membuka bukunya dan mulai memesan.

“Galbi-gui satu dan minumnya lemon juice.” Wanita itu mencatat pesanan Taemin dan pergi dengan sopan.

Taemin menatap sekitarnya, seorang laki-laki sedang sibuk mengepel lantai. Di saat yang bersamaan, seorang gadis yang sebaya dengan Taemin membawa semangkuk bimbimbap dan segelas minuman. Gadis itu melangkah dengan cepat tanpa memperhatikan jalanan yang dilaluinya sedang basah, gadis itu hanya berdiri beberapa meter dari Taemin.

“Oh tidak!!!!!” Gadis itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan karena jalan licin yang dilewatinya, tetapi gadis itu berusaha menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh. Gadis itu melangkah maju dengan panik. Jaraknya semakin dekat dengan Taemin.

“Oh kumohon jangan jatuh,” ucapnya lagi dengan panik. Sayang sepertinya kaki gadis itu tak menurut dengan perintahnya, gadis itu mencondongkan badan ke depan bersiap jatuh, laki-laki yang sedang mengepel tadi berusaha menolong si gadis dari belakang, laki-laki itu datang dan berusaha menarik tubuh gadis itu ke belakang. Sayang kedatangan laki-laki itu malah memperburuk keadaan.

Tanpa disadari, laki-laki itu makin mendorong gadis itu ke arah depan, bukan menariknya ke belakang. Kondisi lantai yang baru di pel membuatnya juga kehilangan kontrol. Nampan yang di bawa gadis itu terdorong kuat ke atas bersamaan dengan jatuhnya gadis itu ke lantai.

Taemin memperhatikan kejadian itu dan kaget bukan main, tapi dengan refleks Taemin menatap ke atas, nampan itu berada tepat di atasnya. Taemin tidak sempat menghindar, nampan bimbimbap dan segelas minuman itu jatuh dengan sukses ke sekujur tubuh Taemin.

Gadis itu syok melihat sekujur tubuh Taemin telah bermandi bimbimbap dan minuman.

“Maafkan aku, aku tidak sengaja, maafkan aku.” Sambil berkata seperti itu gadis itu berusaha berdiri. Semua pengunjung memperhatikan kejadian itu, gadis itu mendekati Taemin, dan berkali-kali membungkuk meminta maaf.

“Sekali lagi kumohon maafkan aku karena kurang berhati-hati.”

Taemin memejamkan matanya sejenak, menahan emosinya yang sudah memuncak. Gadis ini bukan hanya sukses membuat sekujur tubuhnya penuh dengan bimbimbap tapi juga sukses membuat mood-nya hari ini semakin hancur! Taemin lalu berdiri dan menatap gadis itu dengan tajam, gadis itu melirik Taemin sekilas sambil membungkuk. Walau hanya sekilas dia tahu bahwa laki-laki yang berdiri dihadapannya benar-benar murka.

“Shit! Kenapa kau begitu ceroboh dan harus melakukan hal ini?! Kalau tidak bisa berhati-hati tidak usah membawa pesanan!” rutuk Taemin

“Ini semua memang salahku, karena tidak berhati-hati.” Gadis itu menjawab sambil terus menunduk.

“Salahmu? Semua yang ada disini juga tahu! Tapi lihat kekacauan apa yang kau timbulkan! Kau tahu kan?!.” Gadis itu tidak sanggup menjawab, dia tahu sekarang Taemin tampak terlihat tolol karena ulahnya. Tubuh yang bermandi bimbimbap itu sangat tidak lucu. Laki-laki yang tadi mengepel kemudian angkat bicara, “Jangan salah kan gadis ini, tidak sepenuhnya kesalahannya, saya juga ikut terlibat.”

“Tapi Jinki oppa……” Gadis itu berusaha bicara tetapi laki-laki bernama Jinki itu segera memotong, “Anda bisa menyalahkan semua pada saya, karena sayalah penyebab gadis ini terjatuh, saya akan berusaha mengganti kerugian Anda.”

“Kerugian?” kata Taemin dengan marah sambil menggeser kursinya dengan kasar, “Apa menurutmu uang bisa menyelesaikan masalah? Hah? lucu sekali! Seberapa besar pun kamu mengganti, pelayanan buruk tetap buruk dan itu tidak akan merubah apa pun!” Pertengkaran ini menjadi tontonan menarik semua orang yang ada. Taemin beranjak pergi dari kursinya, tetapi sebelum pergi dia menatap gadis itu dengan tatapan membunuh, “Terima kasih karena telah membuatku tampak bodoh di hadapan semua orang dan menjadikanku seperti objek menyedihkan yang pantas untuk dihina.” Taemin kembali memejamkan mata di hadapan gadis itu lalu berusaha membersihkan beberapa sayuran yang menempel di tubuhnya dengan seadanya.

            Taemin berlalu, keluar dari restoran brengsek yang telah membuatnya malu itu sambil membanting pintunya dan tak pernah menoleh ke belakang lagi.

————–

Lee Ha Na menatap adiknya dengan terbelalak, adik yang sangat disayanginya itu benar-benar tampak kacau. Tubuh adiknya kotor, beberapa sayuran berwarna-warni menempel di tubuh adiknya, rambut adiknya basah dan sangat terlihat menjijikkan karena dipenuhi dengan gochujang (pasta cabai).

“Taemin, kalau kamu ingin kedatanganmu hari ini membuatku terkejut, kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini.” Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Lee Ha Na melihat kondisi adiknya.

“Benar-benar lucu.” jawab Taemin dengan datar. Sejujurnya dia bahkan merasa malu dengan keadaannya sendiri.

“Hahahahaha….!!!!” tawa Ha Na pecah, penderitaan adiknya benar-benar lelucon sempurna untuknya, “Kamu sangat-sangat menakjubkan! Penampilanmu benar-benar sempurna! Kamu memang punya selara humor yang bagus!!! Hahahaha!!!!”

“Bisa kah kamu mengajakku masuk dan bisa kah untuk berhenti menghinaku?.” Taemin mulai tidak sabar dengan sikap kakaknya. Dia sudah tidak tahan terus menyaksikan Ha Na tertawa di depan pintu. Ha Na berhenti tertawa dan berdehem sekilas.

“Oh maaf kalau tadi itu menyinggung, tapi hm maksudku siapa pun yang melihatmu dalam kondisi seperti ini pasti tertawa. Memangnya apa yang terjadi padamu?”

“Seperti yang kamu bilang, semua orang pasti akan tertawa melihatku, tapi sebenarnya tidak tertawa juga sih.” Taemin berusaha mengingat kejadian di restoran tadi, tidak ada yang tertawa tapi setidaknya dia menjadi pusat perhatian semua orang, “Tapi semua orang memperhatikanku.”

            “Oh baiklah Taemin.” kata Ha Na sambil merangkul Taemin mengajaknya masuk, “Sehancur apa pun penampilanmu, aku akan tetap menerimamu sebagai adikku, ayo kita masuk, penjelasan detailnya nanti saja, tapi aku harap kamu segera menuju kamar mandi! Kau bau anak bodoh!”

————–

“Jadi kamu terkena tumpahan bimbimbap dan segelas minuman?” tanya Ha Na setelah mendengar penjelasan Taemin. Dia bersyukur kondisi adiknya kini telah membaik setelah adiknya mandi membersihkan diri,

“Gadis itu benar-benar bodoh” komentar Taemin, “Aku sebenarnya sudah mengira gadis itu akan jatuh, tapi aku tidak mengira kalau pesanan yang dibawanya bakal jatuh ke badanku.”

“Lalu kamu menjadi ‘hiburan’ untuk pengunjung?,” tanya Ha Na. Taemin mengangguk sambil menghabiskan roti panggang yang kakaknya siapkan. Membahas hal itu untuk kedua kalinya membuatnya muak, “Bisa kah kita membahas hal lain?”

“Baiklah,” ucap Ha Na pada akhirnya, “Kita akan membicarakan hal lain.” Seketika Taemin berhenti mengunyah, pembicaraan ini sudah berubah ke arah yang lebih serius. Ini jauh lebih buruk baginya dari pada mengungkit masalah bimbimbap tadi.

“Aku bukan tipikal perempuan yang suka berbasa-basi. Kamu sudah kudaftarkan di Seoul International High School dan aku harap kamu bisa menikmati hari-harimu. Kamu harus melupakan Amerika dan ingat kalau ini Seoul. Aku tahu ini sulit bagi kamu, setidaknya kamu harus mencoba memulai semuanya lagi kan?”

            Taemin hanya mengangguk, dan dia harap itu semua sudah lebih dari cukup.

 ————–

            Pintu kamar Taemin di buka dengan kasar, Ha Na masuk dan membangunkan Taemin dengan cepat, “Taemin bangun!!!! Kupikir dari tadi kamu sudah bangun!!!! Taemin kamu harus pergi ke sekolah sekarang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Taemin berusaha meredam suara kakaknya dengan bantal yang di tutup ke telinganya, pagi ini seharusnya menjadi miliknya, bukan bergelut dengan kakaknya, “Ha Na tolong kecilkan suaramu,” desis Taemin dengan pelan berusaha menikmati suasana tidurnya yang sempat terganggu.

“Ha Na? Kau jadi kurang ajar ya! Apa ini karena pengaruh pergaulan di Amerika?! Kau harusnya memanggilku nuna!!!! Tunggu sebentar ya!”

            “Hm, oke!” kata Taemin sambil berusaha tertidur lagi. Ketika dirinya sudah akan terlelap sesuatu menerpa wajahnya. Byur. Seember air sudah di lemparkan Ha Na ke arahnya, Taemin dengan tergesa-gesa terbangun, dan menoleh pada Ha Na dengan kesal, “Maaf Taemin tapi ini satu-satunya cara agar kau bangun.”

————–

Taemin mengikuti Mr.Kim Joon Yoon, Waka Bidang Kesiswaan itu ke kelas barunya. Kakaknya benar-benar mengatur semuanya dengan sempurna, seragam, buku-buku mata pelajaran, dan semua hal. Mr.Kim Joon Yoon mengantarkan Taemin ke kelas XI-B, kelas yang bakal dihuninya sebentar lagi.

Saat mereka masuk, seorang wanita menyambut mereka dengan ramah. “Mrs.Suri ini murid yang waktu itu kuceritakan padamu. Sekarang dia akan masuk ke kelasmu.”

“Oh baiklah,” katanya sambil tersenyum ke arah Taemin. Tak lama Mr.Kim Joon Yoon pergi dan meninggal kan Taemin bersama Mrs.Suri, Taemin bisa mendengar bisik-bisik kecil yang tentu saja membicarakan dirinya.

“Selamat pagi, kau murid baru pindahan Amerika itu kan?” tanya Mrs.Suri dengan ramah, beberapa anak mengucapkan “Wao…” secara serempak karena mendengar kata-kata ‘Amerika’. Taemin hanya mengangguk, sebenarnya dia cukup malu ditanya seperti ini.

“Saya Mrs.Shin Suri, saya disini mengajar Matematika dan saya adalah wali kelas disini, bisa kah kamu memperkenalkan dirimu di hadapan anak-anak ini?” pinta Mrs.Suri sambil menoleh ke arah semua muridnya, “Oh ya pelajaran ini baru di mulai kok, baru berjalan 15 menit”

Taemin diam sejenak, suasana hening menunggunya untuk memperkenalkan diri. “Anyeonghaseo,” Taemin membuka perkenalan, “Selamat pagi, nama saya Lee Taemin dan saya….” “Brak!” Suara pintu di buka dengan kasar. Semua orang menoleh ke arah pintu tak terkecuali Taemin.

Seorang gadis menempelkan tangannya ke pintu lalu membungkuk dengan terengah-engah, berusaha mengatur nafasnya. Terlihat sekali dia sangat terburu-buru. Taemin menatap gadis itu, sepertinya dia mengenalnya.

Gadis itu menegakkan badannya, dia telah berhasil mengatur nafasnya, lalu berkata sambil tersenyum, “Maaf semua karena aku terlambat dan datang dengan cara tidak sopan, sekali lagi aku minta maaf,” kata gadis itu sambil membungkuk beberapa kali.

“Tidak apa-apa Krystal, lain kali kau tidak boleh terlambat dan masuklah dengan sopan,” tegur Mrs. Yuri dengan lembut.

“Oh tentu sa….” tiba-tiba pandangan gadis bernama Krystal itu bertemu dengan Taemin, seketika itu pula kalimatnya terhenti. Taemin syok bukan main melihat gadis yang bernama Krystal itu. Dia tidak tahu harus berkata apa. Tetapi reaksinya sudah cukup menggambarkan semuanya, gadis ini, gadis yang benama Krystal adalah gadis yang membuatnya menjadi pria tolol di restoran kemarin. Taemin langsung memberi sinyal perang kepada gadis itu. Sial, kenapa gadis brengsek itu ada di sini?

to be continued…

4 thoughts on “[Freelance Chapter] Ballon and Fire In Love – 1

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s