(One Shot) A Wrong Feeling

a wrong feeling

 

Luhan, Krystal, Other cast|Romance, Fluff, Friendship, Comedy/?|Teenager

Thanks for Fadila setsuji Eonni dari effecxoticfanfic.wordpress.com atas cover yang awesome :D

Ketika perasaan yang kau cari, ternyata adalah perasaan ganjil yang selama ini menyusup di celah kecil hatimu

 

IloveAJ’s Present

Story Begin

 

“Luhan-ah! Tunggu aku!” Seru seorang gadis-sambil memasukkan buku geometri yang tebal, pada seorang pemuda yang terus saja berjalan tanpa menghiraukan teriakan gadis tadi

Merasa diacuhkan, gadis tadi meraih sebatang kapur lalu mematahkannya menjadi dua dan melemparkan keduanya kearah pemuda tadi, dan salah satunya mengenai belakang kepala pemuda kurus bernama Luhan itu

“Aw!” rintih Luhan sambil mengelus belakang kepalanya dengan tangan kurusnya

“Ya! Apa-apaan kau huh!?” protes Luhan sambil menoleh ke arah Krystal yang sedang berjalan dengan tenang ke arahnya

Dengan gaya tak acuhnya, Krystal menjatuhkan tangan kirinya di pundak Luhan yang tegap, lalu sedikit melempar Smirks

“Kau lupa huh? Kau bilang akan mentraktirku makan Ramyeon di kedai Jang Ahjumma, jangan kira kau bisa membuatku melupakannya!”

Luhan menautkan alisnya, lalu menggerutu layaknya anak kecil yang merajuk karena tak dibelikan permen

“Baiklah, kau bisa menangkapku kali ini, namun tidak lain kali! Camkan itu Nona Jung!”

Diam-diam Luhan tersenyum sementara Krystal menertawakan kemenangannya

_

Ahjumma, pesan Ramyeon dua, dan soju dua” kata Luhan pada Jang Ahjumma

“Ya! Luhan! Kau sudah gila!? Memesan soju? Apa otakmu bergeser gara-gara lemparan kapurku tadi!?” cecar Krystal gemas, ia tak habis pikir apa yang ada dalam pikiran pemuda berkulit halus itu.

Luhan sedikit mengangkat sudut bibir kirinya

“Memangnya kenapa? Kau takut?”

Krystal benar-benar tak habis pikir, ini bukan masalah takut kan? Mereka belum cukup umur! Sekarang Krystal yakin kalau Luhan kurang waras

“Takut bagaimana? Kita belum cukup umur, Xi Luhan!”

Luhan berdecak kesal

“Tck, pada dasarnya, minum soju itu tak ada batasan umurnya, hanya saja, norma yang berkembang di masyarakat dengan tak kasat mata memberi batas umur, namun, kita sudah 19 tahun, ingat? Lagipula, kita tak akan meminumnya” Jelas Luhan sambil menunjukan seringaiannya

“Maksudmu?”

“Aku tahu apa yang kulakukan, Nona Jung” Kata Luhan meyakinkan

Krystal hanya mengangkat satu alis untuk menanggapinya

_

Segera setelah pesanan datang, pemuda kurus terebut dengan sigap menuangkan dua cawan soju tersebut ke mangkuk ramyeon milik Krystal

Lalu ia menyunggingkan sebuah cengiran lebar, cengiran yang memaksa Krystal untuk meredam emosinya dan mengurungkan niatnya untuk menonjok wajah mulus Xi Luhan

Krystal menarik napas dalam-dalam, itu tanda bahwa dia sedang beruaha untuk tidak menghilangkan diameter hidung pemuda di hadapannya tersebut (dengan artian lain, menonjoknya)

“Luhan-ah, apa maksudmu dengan menuangkan soju ke ramyeonku?” tanya Krystal sambil tersenyum (Ng… Tersenyum!?)

Luhan membalas senyumnya dengan senyum polos “Tidak ada maksud apa-apa, kkk~”

Mata Krystal membulat sempurna, sekarang ia kembali pada spekulasi bahwa kapur yang ia lemparkan tadi telah mengakibatkan berkurangnya kadar kewarasan pada diri seorang Xi Luhan. Krystal tidak berniat untuk menanggapi perangai Luhan lagi, ia sibuk meratapi Ramyeon-nya yang “dirusak” oleh pemuda itu

Diam-diam, Luhan tersenyum nakal

“Aku tahu apa yang kulakukan…” bisik Luhan

“ng, Krystal-ah, aku tahu kau lapar, karena itu, engg, mau berbagi Ramyeon denganku? Aku tidak bisa memberimu semuanya karena aku juga lapar, kkk~” tawar Luhan sambil tersenyum tulus

Krystal tertegun sambil menatap lekat pemuda konyol tersebut, sementara yang dipandang terus saja tersenyum seperti seorang idiot

“Tidak mau, idiot! Lagipula, kau bodoh? Tidak ada tempat kosong kan” tolak Krystal mentah-mentah

“Kau bisa memesan mangkuk kosong tentu saja, bodoh, namun sebenarnya tidak perlu tempat kosong, makan saja di mangkukku” jawab Luhan santai, dan itu membuat jantung Krystal berdegup kencang

“Tidak mau! Dasar idiot” tolak Krystal

Luhan kecewa dengan penolakan yang diberikan Krystal, namun ia diam saja.

Diam-diam, ahjumma penjaga kedai terkikik geli melihat tingkah muda-mudi tersebut

Hmm, perlu kalian ketahui, mereka berdua sangat akrab karena mereka berteman sejak SMP, hingga sekarang, mereka selalu bersama, bahkan anehnya, di SMP maupun SMA, mereka selalu sekelas, bahkan mereka diterima di Universitas yang sama, jurusan yang sama, kelas yang sama, bahkan kelompok riset yang sama! Entah roh penjaga mereka telah berkompromi atau bagaimana aku tak tahu.

Namun ada yang ganjil di hubungan mereka, ada perasaan khusus yang menyusup tanpa permisi, ya, perasaan itu adalah cinta. Mereka merasa sangat nyaman satu sama lain, terlampau nyaman. Jantung mereka akan saling beradu kecepatan berpacu ketika salah seorang diantara mereka melakukan yang “lebih”. Mereka merasakan panas yang aneh ketika salah satu dari mereka berdekatan dengan lawan jenis, biasanya cemburu-lah yang menyadarkan cinta, namun pada kasus ini, tidak begitu, toh itu jarang terjadi, toh mereka berdua selalu bersama

“Luhan-ah” gumam Krystal memecah keheningan

Luhan tersentak “Ya? Ada apa?”

“Ng, kau sudah selesai? Kalau belum, boleh aku duluan? Kakakku sudah meneleponku” tutur Krystal

“Ah, ya, ya, sudah selesai” Luhan segera melesat ke arah kasir lalu kembali dengan wajah sumringah, sambil membentuk lingkaran di pinggangnya dengan cengiran khasnya

Krystal mengeryit, sesungguhnya, ia telah mengerti apa yang dimaksudkan sahabatnya tersebut

“Maksudmu apa, Deer of the dawn?” tanya Krystal sedikit menggoda Luhan, karena ia tahu betul bahwa pemuda jahil itu sangat menyukai panggilan tersebut, menurutnya panggilan tersebut terkesan lucu namun juga megah (kkk, ada-ada saja!)
Sebenarnya panggilan tersebut adalah arti dari namanya sendiri, Xi Luhan

Wajah Luhan berseri-seri, dan ia menambah lebar cengirannya

“Masa kau tidak mengerti?” balas Luhan sambil mengedipkan mata kirinya berkali-kali ke arah Krystal, yang mengundang tatapan geli dari Krystal, namun kemudian ia tertawa lepas

“Ada apa dengan matamu? Apa kau mengidap penyakit cacingan? Ewh” gurau Krystal sambil menelusupkan tangannya ditangan Luhan

Mereka bergurau dan tertawa-tawa sepanjang perjalanan pulang

Di depan rumah Krystal, mereka berdua terdiam. Ada perasaan tak ingin berpisah, namun mereka berdua meragukan dan mengacuhkan perasaan itu.

Krystal berjalan menuju pintu masuk, sebelum masuk, ia membalikkan tubuhnya dan tersenyum

“Sudah ya, Luhan-ah, terima kasih atas traktiran mu, walaupun akibat perbuatan kurang warasmu tadi aku tidak jadi makan ramyeon Jang ahjumma~” ucap Krystal dengan seulas senyum tulus

“Ya, tentu aja, dengan senang hati akan kulakukan lain kali, kkk~ Salam untuk Jessica Noona, jangan merindukanku, aku tahu aku tampan Krystal-ah” gurau Luhan sambil kembali memberikan cengiran lebar

“Huh, ucapkan lagi dalam mimpimu, Xi Luhan!” seru Krystal sambil tertawa, kemudain ia menutup pintu

Luhan lalu pulang kerumahnya yang hanya berjarak 1 blok dari rumah Krystal sambil tetap tersenyum

_

Eonni-ya, aku lapar” keluh Krystal sambil memegangi perutnya pada Eonni-nya yang tengah bersantai menonton televisi sambil menikmati kimbap

“Ng? Darimana saja kau?” tanya Jessica

Krystal memposisikan dirinya disebelah kakaknya

“Luhan mentraktirku makan Ramyeon”

Jessica mengeryit sementara mulutnya masih sibuk mengunyah Kimbap

“Kau ditraktir Luhan makan Ramyeon, sekarang kau mengeluh lapar?”

Krystal menghela napas, lalu tangannya terjulur untuk meraih kimbap namun dicegah oleh Eonni-nya “Itu incaranku, ini” Jessica kemudian menyodorkan Kimbap yang ukurannya lebih kecil daripada yang hendak diambil Krystal tadi

Krystal mendengus lalu melahapnya

“Tadi Luhan menumpahkan jus jeruk ke Ramyeonku” ujar Krystal agak berbohong, tentu saja, mana mungkin ia mengatakan kalau tadi Luhan memesan soju?

Jessica tersedak

“Apa!? Jahat sekali Luhan! Kalau aku, pasti sudah mencecarnya dengan pedas!” omel Jessica

Krystal terdiam mendengar kata-kata Eonni-nya, benar juga, mengapa tak ada prasangka buruk? Mengapa hanya ada kebahagiaan?

***

Terdapat sedikit kebisingan di sepanjang koridor Universitas Seoul ini, gadis-gadis muda itu berbisik, terkagum-kagum, bahkan berteriak
Ada apakah gerangan?

Oh ternyata Luhan

.

.

.

Apa? Luhan? Ada apa dengan Luhan?

Oh, dia mempesonakan gadis-gadis itu hari ini!

Dengan penampilannya yang um, terlampau keren (kau harus membayarku untuk ini, Luhan) dengan menggunakan kacamata hitam dan T-shirt polos yang ditutupi kemeja yang tak dikancing dan sebagainya, aku tak tahu bagaimana harus mendekskripsikannya

Namun Luhan tidak mempedulikan semua teriakan itu, ia masuk kelas lalu duduk di sebelah Krystal yang tengah membaca buku

“Pagi, Krystal-ah” sapa Luhan sambil tersenyum dan sontak mengundang jeritan histeris ala fangirl dari gadis-gadis itu

Krystal menutup bukunya lalu memandang Luhan dengan pandangan aneh

“Luhan” panggil Krystal

“Ya?” sahut Luhan dengan senyum mengembang, ia berpikir Krystal akan memujinya keren, tampan, atau apalah…

“Luhan, matamu bintitan?”

Jdang!

Bayangan Luhan rusak semua, ia lalu melepas kacamata hitamnya dengan gusar

“Ya! Apa-apaan kau!? Mataku masih seindah dulu!”

Krystal mengeryit, lalu memandang Luhan dengan seksama tepat di manik mata pemuda itu, dan berhasil membuat jantung Luhan berdegup lebih kencang dari seharusnya

“Ya, matamu masih sama. Lalu mengapa memakai kacamata hitam? Apa kau mengidap alergi cahaya matahari?” tanya Krystal sambil mengangkat bahu

Luhan memutar bola matanya

“Ini fashion, Krystal, Fashion! Kau benar-benar seorang kutu buku kusam ya” ejek Luhan lengkap dengan cengiran khas-nya

Mereka terlarut dalam obrolan hangat dan tidak menyadari bahwa semua gadis memandangi mereka berdua dengan tatapan iri

Guys, sebaiknya kalian pulang, Kang ssaem memundurkan jam kelasnya menjadi jam 3 sore nanti” jelas Wufan di pintu kelas dan di sahut dengan desahan kecewa mereka semua

_

Luhan dan Krystal sedang berjalan berdampingan di sebuah jalan tak dikenal yang luar biasa indah

Mereka berdua tenggelam dalam keheningan, keheningan yang memang mereka butuhkan, untuk bisa saling memahami, untuk saling merasakan perasaan masing-masing

Tunggu dulu, jarang sekali mereka berdua seperti ini, biasanya mereka selalu bercanda, saling melontarkan gurauan dan lelucan yang tak lucu, saling menertawakan kepedihan, mengejek satu sama lain, menjadi gila, dan benar-benar hanya mereka berdua.
Tawa dan kebahagiaan tak pernah meninggalkan ketika mereka bersama, mereka tak pernah ingin berpisah barang sedikitpun, mereka saling mencintai, tanpa menyadari.
Mungkin roh penjaga mereka sudah bosan dengan mereka yang tak kunjung peka dengan perasaan merrka masing-masing, bosan dengan mereka yang tak kunjung menyadari perasaan ganjil yang menyusup di sendi pertemanan mereka, karena itu mereka merancang keadaan ini? Entahlah.
Mengapa mereka tak kunjung menyadari perasaan mereka? Apa karena terlalu terbiasa, jadi mereka tak sadar dan menganggap itu rasa persahabatan biasa? Atau karena mereka belum pernah merasakan cinta pertama? Entahlah

Mereka berdua masih dalam keheningan, ketika angin musim gugur menerpa wajah mereka, sinar mentari keemasan menuntun langkah kaki mereka, dan wangi semerbak bebungaan musim gugur menyambangi indra penciuman mereka.

Dengan perasaan berdebar, mereka memberanikan diri

“Luhan-ah/Krystal-ah” panggil mereka berdua bersamaan

Mereka berdua berpandangan sejenak, setelah itu meledaklah tawa keduanya

“Hahaha, kau duluan” kata Krystal disela tawanya

“Tidak, kau duluan” sahut Luhan masih dengan tawanya

Tiba-tiba tawa Krystal terhenti, ia mendecakkan bibirnya

“Kau duluan! Xi Luhan!” tegasnya

Tawa Luhan pun ikut terhenti, ia menaikkan satu alisnya

Ladies first, Nona Jung” ujar Luhan santai

“Hmm, gentleman yang manly pasti takkan segan memulai duluan” ucap Krystal sambil mengangkat bahu seolah menyayangkan. Luhan kalah telak, tentu saja ia tak mau dikata bahwa manliness-nya dibawah garis tengah, Luhan mendengus keras, sementara Krystal menunjukkan seringaian lebarnya

“Baiklah, karena aku manly, aku bersedia duluan” ujar Luhan agak malu pada dirinya sendiri dan pada Krystal tentu saja

“kkk, memang seharusnya begitu, kau kan seorang pria tampan yang manly, ya” goda Krystal sambil tertawa-tawa

Wajah Luhan bersemu

“Ya! Berhenti menggodaku, Krystal Jung” protes Luhan dengan pipi memerah yang konyol, yang justru menambah semangat Krystal untuk tertawa

“Tentu saja, tuan tampan”

Tawa Krystal makin menjadi melihat Luhan yang menggerutu layaknya bocah 5 tahun

So? Apa yang mau kau tanyakan, Xi Luhan?” tanya Krystal, ketika sudah berhasil mengontrol tawanya

Luhan terdiam sejenak, ia menggapai tangan Krystal untuk mencegahnya berjalan lebih jauh

Saat itu, entah mengapa angin bertiup lebih kencang dan membuat surai mereka berkobar, pohon-pohon Maple yang berdiri kokoh di tepi trotoar pun menggugurkan daunnya yang berputar-putar, dihela nafas berat angin utara, membuat suasana menjadi serius dan dramatis

Luhan membuka kacamata hitamnya, lalu menatap Krystal serius, membuat jantung Kyrstal berpacu lebih cepat, dan suhu tubuhnya menjadi naik turun

Kuakui, dia memang tampan…

Batin Krystal

Luhan mendongakkan kepalanya, menatap langit musim gugur yang menenangkan

Lalu ia menatap Krystal lagi dengan senyum tipis menghiasi bibirnya

“Krystal-ah, kau tahu apa itu cinta?” tanya Luhan, ia menyentuh puncak kepala Krystal, menyingkirkan beberapa daun maple yang bersarang di kepalanya, lalu mengelus pelan kepala gadis itu. Membuat wajah gadis itu bersemu merah dan jantungnya, ugh, marathon?

Krystal terdiam, Cinta? Pertanyaan yang sama yang ingin ia lontarkan. Tak asing baginya tentu saja, namun hatinya terasa janggal mendengar kata itu, dirinya merasa seperti orang asing mendengar kata itu, dan yang terbayang di benaknya adalah senyuman lebar Xi Luhan, dan ia benar-benar tak mengerti

Krystal menggeleng

“Entahlah Lu, aku tidak mengerti cinta… Sama sekali”

Luhan menatapnya dalam, menelusuri iris berkilauan gadis itu, lalu ia memandang nanar kebawah

“Begitupun aku” desah Luhan

Lalu ia mendongakkan kepalanya, “Nah, apa yang mau kau tanyakan Stal?”

Krystal tersenyum

“Hal yang sama, kkk~ ah, sudah jam 2 lewat, kurasa lebih baik kita kembali ke kampus” ujar Krystal

***

Seusai kelas, Krystal menghampiri Baekhyun

“Baekhyun-ah, bisakah pulang bersama denganku? Ada yang ingin kutanyakan”

Baekhyun berpikir sejenak

“Biasanya kau dengan Lu ge?”

Krystal memutar otaknya mencari alasan

“Um, tidak hari ini” jawab Krystal canggung, akhirnya Baekhyun mengiyakan tanpa bertanya lebih jauh lagi

“Ya, ayo”

Baekhyun menepuk pundak Krystal pelan, Krystal mengangguk

Mereka berjalan beriringan, dan tak sengaja bertemu Hanna, sepupu Krystal

Disisi lain, Luhan tengah kebingungan mencari Krystal, ia telah menanyai-hampir-seluruh murid kelasnya

Mengapa ia tidak membiarkan Krystal saja? Tidak, ia tidak bisa melakukan itu, ia mengetahui bahwa Krystal tak mungkin pulang sendiri, tidak, tidak, gadis itu benci berjalan sendirian, Krystal pernah berkata bahwa ia tidak peduli dengan apa yang orang lain lakukan padanya tapi tidak dengan meninggalkannya atau membiarkannya berjalan sendirian, ia akan menarik siapa saja yang berada didekatnya untuk berjalan bersamanya jika itu terjadi

Luhan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, ia sungguh bingung, bagaimana mungkin Krystal menghilang dari hadapannya seolah ditelan bumi? (Hey, kau berlebihan Luhan)

Lalu ia merasakan dua tangan lembut menutupi kedua matanya

Ia berpikir itu Krystal-tentu saja

“kkk, dasar Krystal Jung” tawa Luhan dalam hati, ia menggenggam kedua tangan itu

“Krystal-ah?” tebaknya sambil mengembangkan senyum lebar, lalu melepas tangan itu

Luhan menoleh kebelakang, namun bukan senyum manis Krystal yang ia dapatkan, ia justru mendapat tatapan sebal dari seorang gadis cantik-sangat cantik, tapi menurut Luhan biasa saja/?

“Aish, kau ini, Luhan-ah, mengapa selalu Krystal? Banyak gadis yang mengejarmu, mengapa Krystal? Banyak yang lebih baik daripada Krystal, Luhan-ah” ceracau gadis cantik itu, Tiffany-salah satu fans luhan “Sudah, tinggalkan saja gadis dingin itu, lihat aku, apa aku lebih buruk dari Krystal Jung?”

Luhan menghela napas

“Maafkan aku, Noona. Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan, lagipula, Krystal adalah sahabatku” jelas Luhan sambil sedikit melempar senyum terpaksa

Gadis bermarga Hwang itu memicingkan matanya

“Benarkah? Tidak ada debaran sama sekali?” selidiknya

Luhan tertegun, debaran, kata itu, tidak asing-sepertinya

“Debaran… apa?”

“Misalnya seperti ini, apa kau merasakan jantungmu berdegup lebih kencang ketika aku menyentuhmu?” tanya Tiffany-sedikit-berharap sambil memegang tangan Luhan

Luhan mengeryit

“Tidak” katanya jelas

Tapi pada Krystal iya

Imbuhnya dalam hati

Tiffany mendengus keras mendengar kata-kata Luhan tadi-yang merupakan penolakan secara tidak langsung

“Yaa, kalau kau merasakan jantungmu berdebar ketika seseorang menyentuhmu, tersenyum padamu, memberikan perhatian lebih atau semacamnya padamu, artinya kau menyukai gadis itu” terang Tiffany

Luhan merenungkan kata-kata Tiffany, rasanya semua itu tidak asing baginya (Astaga, Luhan, kau belum menyadarinya juga!?)

“Begitukah… Ng, noona, kau melihat Krystal?”

Tiffany mendengus keras-lagi

“Krystal lagi” gumamnya pelan “Tadi kulihat Ia bersama Baekhyun, mereka kelihatan akrab, kudengar juga mereka dekat”

Lebih dekat denganmu tentu saja

Sambungnya dalam hati

“Mereka memang dekat…” gumam Luhan pelan, sangat pelan, sepelan angin yang berhembus, hampir tak terdengar

“Ng, aku duluan Noona, semoga harimu menyenangkan” Luhan tersenyum sambil sedikit membungkuk lalu segera menghilang dari pandangan Tiffany

_

“Baekhyun-ah, apa itu cinta?”

Baekhhyun dan Hanna menatap Krystal takjub

“Krystal-ah, ada apa denganmu?” Baekhyun menyentuh dahi Krystal dengan punggung tangannya dan Hanna memegang dadanya, merka berdua bertingkah seolah Krystal sudah gila

Krystal menepak tangan mereka berdua dengan perasaan jengkel

“Apa-apaan kalian? Aku masih waras”

Krystal mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya di depan dada, Baekhyun dan Hanna tergelak melihat itu

“Lihat saja, anak kecil sepertimu tidak pantas menanyakan cinta!” gurau Hanna sambil mencubit pipi Krystal, Baekhyun hanya mengiyakan sambil tertawa

Krystal berontak

“Aish! Hanna-ya! Berhenti memperlakukanku layaknya balita! Kau juga Baekhyun-ah, bukannya mendukungku malah menertawakanku, kalian ini benar-benar!” Krystal menggerutu sambil menggembungkan pipinya kesal dan menghentak-hentakkan kakinya kesal

Hanna tertawa melihat itu

“Hahaha, dasar dinosaurus, kalian selesaikan ya, aku duluan”

Hanna berlalu meninggalkan Baekhyun dan Krystal sambil menelepon kekasihnya, Park Chanyeol

“Aish, Hanna-ya!”

Baekhyun menatap Krystal yang sedang menggerutu sekarang

“Apa yang terjadi Krystal-ah? Kau tak seperti biasanya” kata Baekhyun

Krystal tiba-tiba terdiam

“Aku tak bisa menjelaskannya” jawab Krystal sambil menatap Baekhyun “Baekhyun-ah, apa arti cinta?” tanya Krystal sekali lagi dengan tatapan serius, Baekhyun balik menatap Krystal

“Ada apa? Mengapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Ada apa dengan dirimu dan Lu Ge?” tanya Baekhyun serius

Krystal terhenyak, tak dapat menjawab pertanyaan Baekhyun

Krystal akhirnya memutuskan untuk mengutarakan perasaannya pada Baekhyun

“Entahlah Baekhyun-ah, perasaanku terhadap Luhan sebenarnya sangatlah aneh, aku tak dapat mengartikannya, namun aku baru menyadarinya akhir-akhir ini”

Baekhyun terdiam

“Apakah…”

Baekhyun terlihat berpikir sedangkan Krystal menunggu Baekhyun meneruskan ucapannya

“Kau menyukai Lu Ge?” tanya Baekhyun serius

Krystal tertegun, benarkah begitu? Benarkah ia menyukai Luhan?

“Me, memang suka itu bagaimana?” tanya Krystal

Baekhyun berpikir sejenak

“Kita tidak bisa mengobrol di tengah jalan begini, Stal. Mari kita makan es krim”

Krystal mengangguk menyetujui

_

“Jadi?” tanya Krystal sambil mengaduk-aduk es krim Vanilla engan saus Blueberry tersebut

“Jadi apanya?” Baekhyun tersenyum nakal

Krystal mengerucutkan bibirnya lalu memasukkan satu sendok es krim ke mulutnya

“Aish, kau menyebalkan, kau hendak memberi tahu soal cinta bukan?”

Baekhyun menyeringai jahil

“Benarkah aku bilang begitu? Kurasa aku hanya mengajakmu makan es krim bukan?”

Krystal merengut, itu memang benar, tapi…

“Aish, kau menyebalkan! Aku sedang tidak tahu harus berbuat apa!” Gerutu Krystal

Baekhyun hanya menanggapinya dengan tawa, dan itu makin membuat Krystal kesal

“Yaaa! Byun Baekhyun!”

“Jadi, apa maumu?” tanya Baekhyun masih dengan senyum jahil

“Haft, beritahu aku, suka itu bagaimana” kata Krystal sambil menatap Baekhyun serius, tampaknya ia benar-benar ingin tahu

“Sebelumnya, aku ingin bertanya, seperti apa perasaanmu terhadap Luhan ge?”

Krystal terdiam, ia memutar otaknya, berusaha memberi dekskripsi yang rinci kepada Baekhyun apa yang ia rasakan sehingga ia bisa tahu apakah perasaannya terhadap Luhan itu cinta atau bukan

“Hmm, aku nyaman dengannya, tak ingin berpisah, berdebar ketika ia menyentuhku, menatapku, atau semacamnya, dan aku merasa moodku hancur ketika melihat ia bersama seorang gadis” jelas Krystal

Baekhyun tersenyum

“Nah, berarti, kau menyukai Lu Ge!”

Krystal membulatkan matanya

Ia menyukai Luhan? Benarkah?

Ia tidak sepenuhnya mempercayai apa yang Baekhyun katakan, Krystal menelusuri mata pemuda itu, menyusuri setiap lekuk ekspresi pemuda itu, tak ada satupun yang dapat memberatkan kecurigaannya

“Aku tak berbohong” gumam Baekhyun seolah dapat membaca ekspresi Krystal
“Sebaiknya kau katakan pada Luhan ge sebelum terlambat” usul Baekhyun

Sekali lagi Krystal membulatkan matanya

“Apa? Aku yang mengutarakan perasaanku padanya? Tidak mau! Aku kan perempuan! Lagipula aku tak mau persahabatanku hancur” tolak Krystal mentah-mentah

Baekhyun menaikkan satu alisnya

“Ini sudah zamannya emansipasi wanita, jadi kau tak perlu malu. Lagipula kurasa itu tak akan terjadi” papar Baekhyun

“Kurasa? Kau bilang kurasa!? Atas dasar apa kau berspekulasi begitu!?” Krystal merasa gusar tanpa sebab, ia merasa bahwa dirinya menyukai Luhan adalah jawaban yang salah, ia merasa tidak diperbolehkan menyukai Luhan walaupun itulah yang terjadi

“Kau merasa salah?” tegur Baekhyun

Krystal mengeryit, perasaannya aneh sekali

“Apa yang harus kulakukan jika benar aku menyukai Luhan?” tanya Krystal

Baekhyun tergelak

“Hahaha, tentu saja mengutarakannya bodoh” Jawab Baekhyun

Krystal mengeryit ragu

“Ummm… Baiklah”

_

Luhan tengah duduk di pinggir trotoar dekat rumah Krystal, ia ingin mengetahui apakah gadis itu sudah sampai dirumah atau belum, namun ia terlalu canggung untuk menyambangi rumah gadis itu

Itu aneh dan baru kali ini terjadi, biasanya ia tanpa segan keluar masuk rumah gadis itu, karena ia memang sudah akrab dengan keluarga Krystal, namun sekarang? Ia dilanda perasaan canggung dan bimbang sedangkan ia sangat khawatir jikalau Krystal belum pulang juga

Disaat Luhan masih meratapi kebimbangannya, Krystal melihatnya dari kejauhan

“Ah, Luhan?” panggil Krystal dengan semangat, jantungnya berdegup kencang mengingat pembicaraannya dengan Baekhyun tadi

Wajah Luhan berubah cerah, ia mendongakkan kepalanya dan berdiri

Krystal berlari kearahnya

“Sedang apa kau disini?”

Luhan tersenyum

“Seusai kelas tadi aku tak melihatmu, aku hanya ingin memastikanmu sampai dirumah dengan selamat, tapi aku terlalu canggung untuk masuk kedalam dan syukurlah aku dapat melihatmu dengan mata kepalaku sendiri” tutur Luhan sambil mengelus kepala Krystal

Krystal merasakan wajahnya memanas dan ia tak bisa mengontrol detak jantungnya

“Ng, terima kasih” gumam Krystal sambil menunduk “Oh iya, ada yang mau kukatakan padamu” lanjutnya sambil sedikit mendongak

“Sebenarnya aku juga” sahut Luhan

“Kau duluan”

Luhan hendak menyangkal namun ia teringat perkataan Krystal soal gentleman yang manly tadi sore, jadi ia mengurungkan niatnya untuk menyangkal dan memilih untuk mengatakannya terlebih dahulu

“Ng… Sepertinya aku mengetahui apa arti cinta, dan sepertinya…” Luhan menggantungkan kata katanya diudara, membuat Krystal hampir mati penasaran, jantungnya berdegup kencang, karena ia juga ingin mengutarakan hal yang sama

Luhan menggaruk tengkuknya

“Aku, sepertinya…”

Krystal mengangkat kedua alisnya, sangat-sangat-penasaran

“Yaaa, cepat katakan, Xi Luhan!” protes Krystal kesal karena dibuat terlalu lama penasaran

“Ng, aku…”

“Aish!” Krystal memukul kepala Luhan pelan, dan Luhan hanya meringis kesakitan dan tertawa

Sekali lagi Luhan menggaruk tengkuknya, lalu terlihat sedikit semburat merah di pipi halusnya

“Ng… Sepertinya aku menyukaimu”

Krystal membulatkan matanya, Luhan berhasil melambungkan jantungnya, Ia merasa suhu tubuhnya naik turun, dan tangannya sedikit gemetaran, dan Luhan merutuk dalam hati melihat reaksi Krystal

“Ah, lupakan saja, aku baru menyadarinya hari ini, mungkin saja salah, aku tak ingin persahabatan kita hancur Stal” kata Luhan sambil tersenyum canggung

Krystal tersenyum sambil menggeleng

“Tidak, Lu. Aku juga ingin mengutarakan hal yang sama”

Wajah Luhan langsung berubah cerah, dia membulatkan matanya, bibirnya mengunggingkan senyuman senang, pipinya merona kemerahan

“Ah, ng, benarkah?”

Krystal mengangguk, mereka berdua lalu bertatapan dengan canggung dan wajah memerah

“Jadi, mau mencoba berpacaran?”

                           Fin

A/N: Hai satu lagi ff fluff ku, entahlah lagi suka genre ini kkk~ ah iya aku lagi suka LuStal walaupun yeah aku tahu mereka crack couple, but they’re cute xD Aku tahu ini mungkin couple yang nggak biasa/? tapi entahlah lagi suka LuStal kkk

Semoga ff ini dapat menghibur kalian :D oh iya, aku mau voting nih, ff yang mau dilanjut, kalau red tear sih sudah pasti kulanjut, tp untuk yang lain, hmm aku ada pertimbangan, kkk maaf aku tahu aku sama sekali nggak profesional-_-

Ah… ya, satu lagi, aku sangat sangat sangat kecewa karena siders, ffku masuk top viewers dan kulihat di stat blog ini, memang tidak sedikit yang baca ffku. tapi yang komen? bahkan sebanyak jumlah jari di satu tangan aja nggak ada. dan itu… jleb/?

aku tahu ffku masih jauuuuuhhh dari kata bagus tapi tolong hargai ffku, karena aku bikinnya pake perasaan/? jadi tolong tinggalkan jejak kalian, seminimal minimalnya like lah, itu sama sekali nggak susah kan?

okay itu aja, semoga ffku menghibur :D

40 thoughts on “(One Shot) A Wrong Feeling

  1. haha lucu and polos banget ceritanya.. akan lebih bagus klo bisa setting SMA sih.. tpi gini juga bagus.. pure bgt and sweet.. btw kata terakhir itu siapa yg ngomong? mau mencoba berpacaran?
    klee ato luhan?

    • iya hehehe, awalnya settingnya memang SMA, tapi karena beberapa alasan kuubah jadi Universitas, kkk
      terima kasih~
      Ah itu, aku juga kurang tahu karena aku pikir itu nggak penting/? tapi kurasa Luhan :D
      btw thanks for being good reader~

  2. huwaaaa sweet bangett! ceritanya ringan dan dan dan.. :D perfect!
    meskipun ini crack couple, ga tau kenapa feelnya dapet banget. jadi senyum2 sendiri :))
    bikin lagi ya.. Krystal aja tapi cast cewenya. :D
    pairing bareng Luhan oke juga^^

  3. Annyeong thor ini pertama kalinya baca ffmu. Sweet banget loh, *bikin yg baca ikut malu2* hahahha ini ngegambarin cinta yg polos. Thumbs up deh buat authornya :D keep it up XD

  4. eeh… apa2’n nih ff so sweet bingiittttt :) kyaaaaaa… ada jga yg buat ff HANSTAL/LUSTAL (gk tau nma couple nya) hihihi XD “mau mencoba berpacaran” iih… gk tau knapa inget kata2 itu lucuuu deh
    eh… bacon jga muncul :) bikin ff hanstal yg so sweet lg

  5. Kok lucu dehh?? aku bacanya sampe ngakak2.. oh iya,.maaf ya thor.. waktu itu aku sempet baca ff ini tp belom sempet komen karena batre hp abis, pas nyala, aku lupa kalo mau komen di ff ini :D ^^V
    Jadi baru sempet sekarang.. mianhe..
    Aku dr kemaren pengen bilang, ini ff cocok buat ngehibut yg lagi galau :)

  6. Hallo authorr, maaf baru komen T.T aku new readers, baca ff nya setengah2 terus dari kemaren-_- jadi baru komennya skrg hehe..
    Sweetttt banget :3 keep writing thor!

  7. Holaa, thor. Aku dtg lagi buat suguhin komen gajelas ini/?

    Oke, ini fluff yang feelnya, ugh, jangan ditanya.
    Ini lucu, manis dan yaah, aku bisa diabetes kalo dijabarin hehe

    Aku setuju Lustal, gatau kenapa kalo cast-nya mereka feelnya ngena aja gitu hehe
    biar crack tapi unik~

    Oya, satu lagi…
    aku baru ngubek2 semua ff buatan kamu, aku suka bgt sama ‘red tear’ dan ‘Do You Still Love Me Even You Can’t Saw Me!’ karena dua ff itu berchapter jadi ya aku nunggu kelanjutannya thor, soalnya aku
    liat juga itu udh agak lama gadiupdate. Kira2 ada kemungkinan diupdate lagi? Aku tunggu ya~^^
    (maap nyampah disini abis aku gatau mesti nyampeinnya dimana hehe)
    satu lagi, author punya wp pribadi ga? kalo ada aku mau kunjung kesana

    • Ah thankssss x3

      Kkkk padahal sejujurnya aku gayakin akan feel dari ff ini kkk x3
      aku pun, banyak yg bilang lustal itu weirdest crack couple ever, but why not? They’re looks cute together right? kkk

      red tear sih kulanjutin. tapi maaaffff kalo do you still love me even you can’t saw me aku gayakin xD dan aku malu kalo kamu baca ffku itu soalnya bahasanya masih norak bgt ugh xD
      wp pribadi? ugh kosong sekali. gak berisi :’D hehe btw thanks yaaaa, much love <3

  8. Waahhh thor ffnya bagus sweet banget lucu juga, aku sempet ketawa2 pas bacanya hehe kereeennn deh (y) aku suka couple LuStal ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s