[One Shot] Friendship, Love & Hate

image

Title
Friendship, Love & Hate

Author
Yoo Jangmi

Genre
teen-romance, drama, friendship, AU

Length
One shot

Rating
PG15

Cast (Pairing)
Taemin/Jiyoung Minho/Krystal Minho/Jiyoung

Disclaimer
i do not own the cast but i own the story.

Happy Reading ~

Summary

“let’s stay together like this forever! Three of us! Promise? Because i love you guys more than anything”

“we are best friends. We can share anything. Happiness, sadness, anything!”

“hyung, i know we are best friends. But there is one thing in this world that i can’t share with you”

“there is a thin line between love & hate. There is a thin line too between lovers.. and best friends”



(you will find out who say what in the story :p)

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Hari ini kantin sekolah ramai seperti biasa. Ada yang mengantri makanan, ada yang mondar-mandir sambil membawa makanan mereka karena kebingungan mencari tempat duduk, ada yang makan, kelahi, dan lainnya. Lee Taemin duduk diam di meja pojok sambil memakan roti dan menunggu Jiyoung mengambilkan susu untuknya.

Beberapa menit kemudian, Kang Jiyoung datang dengan dua karton susu pisang di tangannya. Gadis itu duduk di hadapan Taemin lalu memberikan salah satu dari dua karton susu itu pada Taemin.
“ini oppa, maaf lama. Antrian anak kelas satu panjang sekali” kata Jiyoung sambil tersenyum.

Taemin menerima susu pisangnya dan membalas senyum sahabatnya itu. “gwaenchana, eh kau lihat Minho hyung? Sejak pagi kita tidak bertemu dengannya” kata Taemin.

Jiyoung menggelengkan kepalanya. Wajahnya tampak kebingungan. Gara-gara Taemin menyebut Minho, ia jadi ingat hari ini ia seperti melupakan sesuatu.
“Minho oppa kan sudah kelas 3, hari-hari seperti ini kelas senior sudah sangat sibuk” kata Jiyoung, lalu meneguk susu pisangnya.

“hey, kau minum susu seperti minum soju” kata Taemin, saat melihat Jiyoung menghabiskan susunya sekali teguk. Jiyoung hanya mengerucutkan bibirnya.

“kenapa kau malah manyun seperti bebek? Komentarku kan benar” ujar Taemin lagi, lalu ia mengikuti Jiyoung, meminum susunya dalam sekali teguk, setelah itu ia berkata “one shot!”

“aigu oppa! susunya tumpah!” kata Jiyoung, sambil tertawa.

Taemin baru akan mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba Nicole Jung, salah satu anak kelas 3 menghampiri mereka berdua. Ia memanggil Jiyoung.

“Jiyoung-ah! Yah, kau lupa hari ini kau bagian siaran di radio sekolah? Minho dan yang lainnya sudah menunggu di ruang siaran, ia terus mengomel seperti seorang ahjumma” kata Nicole sambil terengah-engah karena habis berlari-lari.

Jiyoung menepuk dahinya dan memekik karena terkejut. “ah iya! Aku lupa! Ayo unnie cepat aku sudah terlambat” katanya. Ia berdiri dari kursinya lalu melambai pada Taemin “sampai nanti oppa, mianhae”

Nicole & Jiyoung berlari terburu-buru ke ruang siaran radio sekolah. Seharusnya 5 menit lagi siaran dimulai.

Jiyoung adalah anggota tim radio sekolah. Tim itu sekarang punya 12 anggota. Hari ini yang bertugas Minho (yang merupakan ketua tim), Kibum, Nicole, Ilhoon, seorang anggota baru, dan Jiyoung. Dan Jiyoung sama sekali lupa kalau ia punya jadwal siaran hari ini.

Ketika Jiyoung dan Nicole masuk ke ruang siaran, Minho menatap Jiyoung dengan tatapan ‘kemana-saja-kamu’, Jiyoung tersenyum polos dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “mianhae oppa, aku lupa hari ini ada jadwal siaran” ujar Jiyoung. “hm gwaenchana, sekarang cepat mulai siarannya” kata Minho.

Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka lagi, terlihat seorang siswi kelas 1 yang jelas tampak sangat kelelahan karena berlari, rambut hitam panjangnya terurai kusut, pipinya memerah dan napasnya tersengal-sengal.

“annyeong-huh-haseyo, maaf aku terlambat. Jung Soojung-imnida. Aku anggota baru” kata gadis itu, berusaha memasang senyum termanisnya di wajahnya.

Minho menghela napas, ia tidak berniat untuk marah-marah lagi hari ini. Jadi ia menyuruh Soojung masuk dan mulai bertugas.

“oke sudah siap. Lagu pertama yang akan kita putar nanti Big Bang – Blue, okay?” kata Kibum.
Nicole langsung memukul lengannya keras-keras,

“yah Kim Kibum! Kau mau membuat orang galau siang-siang? Kita putar T-Ara – Roly Poly saja” kata Nicole sambil mengganti playlistnya.

“Jung Nicole nuna, hari ini giliranku memilih lagu. Bilang saja kau yang takut galau!” seru Kibum, lalu menjulurkan lidahnya, mengejek Nicole.

“yah Kibum! Kau panggil aku apa? Nuna? Hey kita seumur! Mungkin kau sendiri yang galau karena tidak punya pacar” balas Nicole.

“ish aku memang tidak punya pacar, tapi kau tidak usah menghinaku begitu cole, mentang-mentang kau kencan dengan si Woohyun” kata Kibum, kali ini membawa-bawa nama Nam Woohyun ke dalam pertengkaran konyolnya dengan Nicole.

“kalian…” Minho kehilangan kata-kata melihat kedua temannya yang sangat kekanak-kanakan.

“Kim Kibum! Aku tidak kencan dengan si Woohyun” bantah Nicole sambil memukul Kibum dengan gulungan kertas di tangannya.

“bohong! Kau bohong!” seru Kibum.

“aku tidak bohong! Yah i hate you jinjja” Nicole balas berseru.

“OPPAAA UNNIEEE STOP!” teriak Jiyoung frustasi. Ia tidak tahan mendengar dua sunbae-nya itu bertengkar terus.

“kalau kalian bertengkar terus siarannya kapan dimulai?” kata Jiyoung.

Kibum dan Nicole saling lirik lalu saling buang muka.

“mereka akan baikan lagi setelah ini, ayo Jiyoung mulai siarannya” kata Minho sambil duduk di sebelah Jiyoung, sementara Soojung yang kebingungan hanya memperhatikan mereka semua sejak tadi.

Akhirnya siaran itu terlambat 20 menit.

“annyeong yeorobun~ Kang Jiyoung disini! Maaf sedikit terlambat hihi hari ini aku dan Jung Ilhoon…”

Terdengar suara manis Jiyoung memenuhi udara. Taemin tersenyum mendengar suara sahabatnya itu, gadis itu terdengar begitu ceria dan hidup.

Taemin, Minho, dan Jiyoung sudah bersahabat sejak mereka masih di sekolah dasar. Persahabatan mereka diawali ketika Taemin dan Minho mengusir anak-anak yang mengganggu Jiyoung karena gadis itu main sendirian di kotak pasir, sementara anak lain asik bermain dengan teman-temannya.
Sejak saat itu mereka menjaga dan menyayangi Jiyoung seperti adik mereka sendiri. Hubungan mereka menjadi sangat dekat, sampai sekarang. Mereka sempat bersekolah di tempat yang terpisah ketika SMP, tapi kemudian mereka bersatu lagi di SMA, mereka bahkan tinggal di rumah kos yang sama. Ahjumma pemilik rumah kos itu tak lain adalah bibi-nya Minho.

Sekarang Jiyoung menjadi lebih ceria daripada dulu. Jiyoung selalu berkata itu semua karena ia dan Minho. Dan entah kenapa itu membuat Taemin sangat senang.

Taemin melihat karton susu milik Jiyoung di meja, lalu meraih benda itu. Di dalamnya masih tersisa sedikit susu, ia mendekatkan karton itu ke mulutnya dan meminum sisanya.

Jam pulang adalah waktu yang paling dinanti-nanti oleh semua murid di dunia, termasuk Minho. Ia mungkin terlihat cool (kadang), tapi ia bukan anak rajin yang  populer dengan ratusan fangirl di sekitarnya. Ia cuma seorang siswa kelas 3 biasa yang sedang mempersiapkan ujian. Dan sangat lelah dengan sekolah. Bertemu kedua sahabatnya adalah satu-satunya hal yang bisa melepas penatnya selain tidur. Ia berdiri dari tempat duduknya dan membereskan buku-bukunya. Segera setelah Han sonsaeng pergi, ia mengikuti teman-temannya ke luar dari kelas.

Minho menenteng tas beratnya sambil berjalan menuju gerbang sekolah, tempat Taemin dan Jiyoung biasa menunggunya. Ia selalu menjadi yang pulang paling terakhir, karena kelas 3 ada jam tambahan.

Mendekati gerbang, Minho bisa melihat Taemin & Jiyoung ada di sana, keduanya sedang mengobrol sambil tertawa. Sesekali Taemin mengacak-ngacak rambut Jiyoung, membuat gadis itu manyun dan menendang pelan kakinya.
Saat itu, Minho bisa dengan jelas melihat ada yang berbeda dari cara Taemin melihat Jiyoung. Ia belum pernah melihat Taemin melihat gadis itu dengan sorot mata seperti itu.

Minho mengabaikan apa yang dilihatnya dan menghampiri kedua sahabatnya itu. “mungkin perasaanku saja batinnya.

“Minho oppa!” seru Jiyoung riang sambil tersenyum pada Minho. Senyuman favoritnya dari semua senyuman yang orang pernah berikan padanya.
“hey Jiyoungie. Kajja~ kita pulang” kata Minho, ia merangkul Taemin dengan tangan kanannya, dan Jiyoung dengan tangan kirinya.

“hyung, kau janji mau traktir makan malam” kata Taemin.

“ah ne! Kemarin oppa bilang hari ini mau traktir makan malam” tambah Jiyoung, mendukung kata-kata Taemin.

“ayo hyung, tepati janjimu” kata Taemin lagi.

“kalian berdua benar-benar seperti adik kecil yang berisik. Eoh, hari ini aku traktir, tapi nanti kalian yang pergi membeli makanannya” kata Minho.

Jiyoung menggumamkan kata “yes” lalu melepaskan dirinya dari rangkulan Minho. Ia pindah ke tengah, di antara Minho dan Taemin. Jiyoung menggandeng tangan keduanya lalu tersenyum. “ayo tetap bersama seperti ini selamanya! kita bertiga! Karena aku menyayangi kalian melebihi apapun” kata Jiyoung

“tentu saja! Kita akan bersama selamanya” kata Minho.

Jiyoung mengerucutkan bibirnya dan memberi pandangan tidak percaya pada Minho. “wae?” tanya Minho heran.

“oppa sangat sibuk akhir-akhir ini. Kita jadi jarang menghabiskan waktu bertiga, aku bosan selalu berdua dengan mushroom oppa” kata Jiyoung.

“yah Kang Jiyoung! Jadi kau bosan padaku? Jahat sekali, katanya kita sahabat” Taemin berseru seolah-olah ia marah pada Jiyoung.

“Iya aku bosan. Weeee” Jiyoung menjulurkan lidahnya pada Taemin, lalu tertawa cekikikan.

Taemin pun mendaratkan sebuah sentilan di kening Jiyoung. Gadis itu langsung merengut sambil mengusap-usap keningnya dengan poni. “sakit tahu” keluh Jiyoung sambil mengerucutkan bibirnya.

“apa sesakit itu? Yah Jiyoung-ah, mianhae” ujar Taemin sambil menyingkirkan poni Jiyoung untuk melihat keningnya di bagian yang disentil tadi.

“sudahlah Taemin-ah, Jiyoung terlalu berlebihan” kata Minho.

“kalian berdua kenapa sih hobi sekali menggodaku seperti ini? Mentang-mentang aku yang paling muda bukan berarti aku anak kecil” Jiyoung mengeluh lagi, bibirnya masih manyun.
Jiyoung tidak suka diperlakukan seperti anak kecil, tapi memang kelakuannya masih kekanak-kanakan dan ia sangat polos, sehingga Taemin & Minho sangat suka menggodanya, membuatnya manyun dan ngambek.

Minho mengacak-ngacak rambut Jiyoung lalu tertawa kecil. “ayo jalan yang benar, aku ingin cepat sampai rumah. Aku lelah” kata Minho.

——————————————

Minho mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dompetnya lalu memberikannya pada Taemin. “ini, beli saja apa yang kalian mau untuk makan malam” kata Minho. Sesuai janjinya, ia mentraktir kedua sahabatnya itu makan malam.

“hyung tidak mau kasih ide?” tanya Taemin, ia sendiri bingung harus membeli apa.

Minho menggaruk kepalanya sambil menggumamkan “um” panjang. “pizza? ayam goreng? Jajangmyeon?”

“ayam goreng!” seru Jiyoung tiba-tiba sambil berlari ke luar ke teras rumah.

“oke ayam goreng, kajja Jiyoung-ah” kata Taemin, ia  mengulurkan tangannya pada Jiyoung yang sedang memakai sepatunya. Setelah selesai dengan sepatunya, Jiyoung meraih tangan Taemin, mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan, menuju pagar rumah lalu meninggalkan rumah kos itu.

Minho memperhatikan keduanya lalu menghela napas panjang. “kenapa aku merasa seperti kalian berdua ada sesuatu yang tidak bisa kalian bagi denganku?”

Akhir-akhir ini melihat Jiyoung & Taemin jadi sangat mengganggunya. Padahal mereka bertiga kan sahabat, ia sudah sering melihat Taemin & Jiyoung berpegangan tangan, atau pelukan dan sebagainya. Semua itu harusnya terlihat biasa. Tapi sekarang semua itu terlihat sangat mengganggu di matanya. Apa ia cemburu? Apa ia memang menyukai Kang Jiyoung? Dulu ia pikir ia menyukai Jiyoung, tapi ia membantah perasaannya dan membuangnya jauh-jauh karena tidak ingin merusak persahabatan mereka bertiga. Sekarang ia bingung, apa mungkin perasaan itu masih ada?

“ada sesuatu yang mengganggumu?” Bibi Choi tiba-tiba muncul di ambang pintu, membuat Minho kaget setengah mati (?). Wanita paruh baya itu duduk di sebelah keponakannya lalu memberinya isyarat untuk bicara.

“imo, aku.. baik-baik saja” kata Minho sambil menggaruk kepalanya.

“kau tidak berbakat bohong sama sekali Choi Minho” kata Bibi Choi datar.

“ya memang ada sesuatu yang agak menggangguku tapi ini tidak penting” kata Minho lagi.

“soal Kang Jiyoung? Kau menyukai gadis itu kan? Tapi sepertinya ia sudah melihat orang lain?” ujar Bibi Choi, tahu betul apa yang dirasakan keponakannya.

“bukan itu saja… Hm entahlah aku bingung” kata Minho, lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“cerita saja padaku Minho-ya-_-” kata Bibi Choi, mulai kesal dengan Minho yang terus berusaha menutupi sesuatu yang terlihat sangat jelas.

Minho menatap langit malam yang sama sekali tidak berbintang. Banyak kalimat berawalan “bagaimana kalau” di otaknya. Ia teringat masa-masa ketika ia, Jiyoung, dan Taemin sering menghabiskan waktu bertiga. Kemana saja selalu bersama, makan bertiga, pergi ke taman hiburan bertiga, nonton film horror bertiga. Tapi kemudian kehidupan pelajar SMA kelas 3-nya mengganggu semua itu, ia mulai sibuk. Jam tambahan setiap hari, ulangan-ulangan harian, persiapan ulangan… membuat Jiyoung & Taemin menghabiskan waktu berdua lebih sering. Tanpa dirinya. Apa selama menghabiskan waktu berdua itu lalu mereka jadi… saling menyukai?

Minho sendiri tidak mengerti kenapa ia harus memikirkan hal-hal seperti ini. Ia menghela napas panjang (lagi), dan berdiri dari kursinya. “nanti saja aku akan cerita pada imo” ujarnya.

Minho melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Sekarang ia teringat PR-PRnya yang menumpuk. Ia tidak berselera sama sekali untuk mengerjakan itu semua. “aku bisa gila” gumam Minho.

Tak lama kemudian terdengar suara riang Jiyoung menyapa Bibi-nya, dan membicarakan soal uang sewa kamar bulan ini. Terdengar suara Taemin juga.
Oh mereka sudah pulang. Pikir Minho.

Ia pun menyingkirkan kata “PR” di kepalanya dan menggantinya dengan kata “makan”

Makan malam hari ini dipenuhi aura aneh dari Minho. Biasanya makan malam mereka tidak sesunyi ini. Minho terlalu fokus pada ayam gorengnya. Taemin memperhatikannya dengan ekspresi heran, paha ayam yang dipegangnya di tangan kanannya tetap menggantung di udara, tidak juga dimasukan ke mulut. Jiyoung duduk di hadapan dua sahabatnya itu sambil memereteli ayam gorengnya menjadi potongan-potongan kecil, biasanya ia begitu bawel dan selalu cerita tentang apapun saat makan malam, tapi kali ini ia diam.

“kalian sedang apa?” tanya bibi Choi datar, saat ia berlalu di ruang tengah rumah yang dijadikan rumah kos itu.

“makan” jawab Minho simpel.

“ya cuma kau yang makan” kata Bibi Choi, lalu melanjutkan langkahnya ke dapur.

Minho yang terlalu fokus pada ayam goreng, sekarang memandang ke arah Jiyoung & Taemin yang tampak kebingungan.

“kenapa kalian tidak makan?” tanya Minho berlagak polos.

“hyung, kau kenapa?”

“oppa kelaparan?”

“ayam gorengnya seenak itu kah?”

“oppa menghabiskan 4 potong sendiri”

Sekarang Taemin & Jiyoung membombardirnya dengan pertanyaan & pernyataan (?)

“ehem. ya aku lapar, sangat lapar. Dan sekarang sangat kenyang. Kalian makan saja sisanya aku mau tidur” kata Minho, ia tersenyum salah tingkah, lalu berlari ke kamar mandi.

“Minho oppa kenapa?” tanya Jiyoung.

“Jing,” panggil Taemin. Wajahnya berubah sedikit serius.

“um? wae oppa?” jawab Jiyoung.

“apa menurutmu… Minho hyung sudah tahu?” kata Taemin pelan.

“tahu apa?” tanya Jiyoung polos. Meskipun sebenarnya ia mengerti apa yang Taemin bicarakan.

“soal… itu” kata Taemin lagi.

“molla” ujar Jiyoung pelan. Wajahnya menunjukan perasaan bersalahnya pada Minho.

Ia dan Taemin menyembunyikan sesuatu dari Minho, sudah setahun lamanya. Hanya karena mereka takut merusak persahabatan mereka yang lebih berharga dari apa pun.

Minho tidak bisa memejamkan matanya. Percakapan aneh Jiyoung & Taemin terus terngiang-ngiang di kepalanya.

“soal itu? Itu apa? Kenapa pembicaraan mereka sangat aneh?!” batin Minho. Ia tidak mengerti perasaan apa yang ia rasakan sekarang. Ia jengkel, penasaran, seperti mau tersedak, haus, gelisah. Komplikasi (?)

Ia pun duduk di atas tempat tidurnya, mengatur napas lalu meminum segelas air. Setelah itu ia keluar dari kamarnya, dan langsung menuju teras rumah.

Ia tidak menyangka akan menemukan Jiyoung di sana. Gadis itu duduk memeluk lutut di lantai teras, sambil melamun. Minho pun duduk disebelahnya, lalu menyapanya.

“Jiyoung-ah? kenapa kau masih disini? Ini waktunya tidur”

“oppa sendiri sedang apa di sini?” Jiyoung malah balik bertanya.

“aku terbangun. Um.. karena mimpi buruk” ujar Minho berbohong. Karena sesungguhnya ia sama sekali belum tidur.

“hmm…” Jiyoung menggumam pelan.

“waeyo Jiyoungie? kau ada masalah?” tanya Minho.

Jiyoung menggelengkan kepalanya, lalu membenamkan wajahnya ke kedua lututnya.

“ayolah Jing, kita kan sahabat. Kita bisa berbagi apa saja! Sedih, senang semuanya” kata Minho sambil mengacak-acak rambut Jiyoung.

Jiyoung mengangkat kepalanya, lalu tersenyum tipis pada Minho. “maafkan aku oppa, tapi aku tidak bisa membagi masalah ini denganmu”

Setelah mengatakan itu, Jiyoung berdiri dan masuk kembali ke kamarnya, meninggalkan Minho sendirian di teras rumah.

“aish. Aku frustasi” keluh Minho.

Ia menjadi lebih frustasi ketika mengingat ada kelas tambahan matematika besok sepulang sekolah.

“ah lebih baik aku tidur di perpustakaan besok”

| next day…

Perpustakaan sekolah hari ini sangat sepi. Biasanya ada yang kerja kelompok, numpang tidur, atau sekedar baca buku dan browsing. Tapi siang ini anehnya sangat sepi.

Taemin meletakkan sebuah buku biologi tebal di meja. Jiyoung meminta bantuannya untuk mengerjakan pr biologi untuk besok.

Jiyoung meletakkan buku-buku dan tasnya di meja, lalu menghela napas.

“Jing, waeyo?” tanya Taemin heran. Jiyoung sangat murung seharian ini.

Jiyoung memeluk Taemin dan menghela napas lagi. “oppa, aku capek” katanya pelan.

“kenapa hm?” tanya Taemin sambil memeluk Jiyoung dan memainkan rambut gadis itu.

“aku tidak mau sembunyi-sembunyi lagi. Aku merasa bersalah, Minho oppa akan sangat membenciku, maksudku kita” ujar Jiyoung.

“ia tidak akan membenci kita Jing, kita bisa jelaskan padanya pelan-pelan” kata Taemin, lalu mencium kening gadis itu.

Jiyoung melepaskan pelukannya, lalu tersenyum. “jadi? Kita bisa beritahu Minho oppa kan? Ia benar tidak akan marah kan?” kata Jiyoung.

“hm.. Aku tidak tahu. Ya semoga saja” ujar Taemin ragu. Ia tidak tahu apa hyung-nya itu akan marah kalau tahu ia dan Jiyoung sudah setahun berpacaran, dibelakangnya.

“tapi aku masih takut” Jiyoung menundukkan kepalanya, kembali murung.

“hey, ini bukan Kang Jiyoung-ku. Kang Jiyoung yang kukenal selalu tersenyum, apapun masalah yang ia hadapi”

Setelah mendengar kata-kata Taemin, Jiyoung langsung tersenyum manis pada laki-laki itu.

Taemin tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum juga. Ia mengacak-acak rambut Jiyoung dan berkata “that’s my girl! sekarang ayo kerjakan tugasnya Jiyoung-ah”

Jiyoung mengeluarkan pulpennya dari tas dan membuka buku biologinya. “ayo oppa, bantu aku ya!”

“hoy Choi Minho, kau mau kemana? Kelas tambahan 15 menit lagi mulai” Nicole Jung, yang duduk di belakangnya, tiba-tiba bertanya pada Minho, karena melihat laki-laki itu membereskan buku-bukunya.

“aku mau bolos cole, sudahlah tidak usah urusi aku, urusi saja si Kibum” kata Minho sambil menunjuk Kibum yang duduk di pojok kelas.

“urusi Kibum? Apa maksudmu? Heh!” seru Nicole kesal, pada Minho yang sudah ada di ambang pintu kelas. Minho tidak menjawab seruannya dan pergi begitu saja.

Ia langsung menuju perpustakaan, karena sejak kemarin ia sudah berencana mau tidur di perpustakaan saat jam tambahan.

Begitu sampai di depan pintu perpustakaan, langkahnya terhenti. Ia diam dan mengawasi dua sahabatnya yang ada di dalam perpustakaan. Hanya berdua. Dan lebih terlihat seperti pasangan yang sedang pacaran daripada dua sahabat yang mengerjakan pr bersama.

Interaksi mereka sama seperti biasanya. Bercanda, saling mengejek, tertawa bersama.

“apa dugaanku benar? Mereka punya hubungan dibelakangku? Hm”

Minho tidak melakukan apa-apa tapi ia tetap berdiri diam dan mengawasi.

Awalnya ia tidak yakin pada dugaannya, tapi barusan saja ia mendengar Taemin memanggil Jiyoung dengan nama panggilan spesial yang belum pernah ia dengar, cara mereka melakukan skinship pun sangat beda dari yang biasa Minho lihat.Pemandangan itu membuktikan dugaannya.

“hm. Benar kan? Lalu sekarang aku harus apa?” Minho membatin lagi. Ia tidak begitu terkejut, karena ia sudah menduga.

Tapi ia jelas kecewa.

Perasaan itu, perasaan seolah ia tersisihkan.

Perasaan itu, ketika melihat Taemin dan Jiyoung berbagi sesuatu yang tak bisa dibagi dengannya.

Perasaan kecewa yang dalam, yang membuatnya lupa pada cara berpikir dewasa, dan menerima hubungan kedua sahabatnya.

Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, jadi ia tetap berdiri di sana, mematung, sampai-sampai ia tidak sadar Taemin baru saja keluar dari perpustakan dan tentu saja memergokinya berdiri di situ.

“h-hyung” kata Taemin pelan.

“sejak kapan?” tanya Minho to the point.

“setahun yang lalu” jawab Taemin.

“kenapa kalian tidak beritahu saja padaku sejak dulu?” tanya Minho lagi.

“karena kami takut hyung marah. Aku dan Jiyoung tidak mau persahabatan kita rusak”

Minho tersenyum kecut mendengar jawaban Taemin.

“tapi kalian sudah merusaknya” jawab Minho datar. Ia memutar badannya, kakinya sudah melangkah, siap meninggalkan tempat itu, tapi tiba-tiba Taemin mengatakan sesuatu.

“hyung, kita memang sahabat, tapi ada satu hal di dunia ini yang tidak bisa aku bagi denganmu” katanya.

“Jiyoung. ya kan? Terserah kau saja. Dia milikmu” ujar Minho masih dengan nada datar.

“oh.. satu lagi, tidak perlu lagi menganggap aku bagian dari kalian” ia menambahkan.

Minho melangkahkan kakinya, menyusuri koridor sekolah. Ia berjalan mengikuti kemana kakinya melangkah, ia tak punya tujuan pasti. Ia tidak tahu di mana ia bisa menyendiri dan menenangkan diri.

Kakinya membawanya ke ruang siaran radio.

Pintu ruangan itu terbuka, terlihat seseorang sedang bersih-bersih di dalam sana.

Minho tidak peduli, ia masuk ke ruang siaran, duduk di kursinya, menghela napas dan membenamkan wajahnya ke kedua tangannya. Kepala & pundaknya terasa berat.

“sunbae? Ada apa?” Jung Soojung meletakkan sapu yang ia pegang sejak tadi, lalu duduk di sebelah Minho.

“tidak ada apa-apa Soojung-ah. Bersih-bersih saja lagi” kata Minho.

“aniyo. Sunbae, pasti ada sesuatu kan? Mau cerita padaku?” Soojung menawarkan jasa pendengar padanya. Minho menatap gadis manis itu sesaat lalu mengangguk.

“kedua sahabatku, mereka mengkhianatiku. Terdengar childish kan?” kata Minho.

“mengkhianati seperti bagaimana, sunbae?” tanya Soojung.

“mereka pacaran, sudah setahun lamanya, dan mereka menyembunyikan hubungan mereka dariku. aku hanya… merasa kecewa”

Soojung mengangguk pelan, ia menggigit bibir bawahnya, sambil memikirkan saran apa yang harus berikan pada sunbae-nya itu.

“Sunbae, aku pernah mengalami hal yang sama dengan sunbae. Dulu aku menyukai sahabatku, dia namja yang baik, keren, ah pokoknya aku sangat menyukainya. Tapi ternyata diam-diam ia pacaran dengan sahabat kami yang satu lagi. Aku sangat marah, sangat kecewa, aku menyendiri, lalu menyadari kalau aku sangat kekanak-kanakan” cerita Soojung.

“lalu? apa yang kau lakukan?” tanya Minho.

“aku kembali pada mereka, aku maafkan mereka, dan mendukung hubungan mereka. Lagipula mereka tidak sepenuhnya salah, mereka menyembunyikan hubungan mereka karena tidak mau aku merasa sendiri, merasa… kecewa. Tapi tetap saja, jujur sejak awal lebih baik. Nah sunbae, sahabat sunbae juga sama saja, mereka tidak bermaksud menyakitimu. Kau harus memaafkan mereka, aku tahu kau pasti sangat menyayangi mereka” kata Soojung sambil tersenyum.

“ah sunbae, aku punya quotes untukmu, “there’s a thin line between love & hate; there’s a thin line too between bestfriends & lovers” betul kan?”  tambah Soojung.

Setelah omongan panjang lebar Soojung, Minho terdiam beberapa saat. Ia memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian, ia membukanya lagi dan tersenyum kecil.

“Soojung, quote macam apa itu?” tanya Minho sambil tertawa kecil.

“quote buatanku. ah sudahlah sunbae tidak usah dibahas” Soojung tersenyum malu. Sebenarnya ia mendapat quotes itu dari neneknya.

“Sunbae, aku boleh bertanya?” kata Soojung. Minho mengangguk pelan, Soojung pun melontarkan pertanyaannya. “sunbae… menyukai sahabat sunbae yang yeoja? ah maksudku.. Kang Jiyoung”

Minho terdiam sejenak. Ternyata pertanyaan sederhana itu menjadi sangat sulit untuknya. Ia tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang. Apa ia masih menyukai Jiyoung? tapi gadis itu milik Taemin. Sementara bagian hatinya yang lain berkata ia mulai tertarik pada junior baru tim radio sekolah yang sekarang duduk di sebelahnya, Jung Soojung.

“um… Kurasa tidak lagi. Dulu aku menyukainya, tapi sekarang aku sadar kalau itu hanya karena terbiasa. Aku terbiasa bersama dengannya sejak kecil, perasaan sayangku padanya lebih seperti dari oppa ke dongsaeng-nya” jawab Minho, pada akhirnya menemukan penjelasan untuk dirinya sendiri.

Soojung mengangguk mengerti. Ia meletakkan sapunya di pojok ruangan lalu kembali duduk di sebelah Minho. “nah sekarang sunbae temui mereka berdua, selesaikan masalah kalian” kata Soojung lalu menggumamkan kata “fighting!” sambil mengepalkan telapak tangannya. Minho tertawa kecil dan ikut-ikutan melakukan hal yang dilakukan Soojung.

“ah Soojung-ah, kau boleh siaran sekarang. hm.. sekalian putarkan lagu Secret – Friends untukku. Minta saja Sanghyuk untuk membantumu” kata Minho sambil berdiri dari tempat duduknya.

“si-siaran? Maksudnya… ini.. Siaran pertamaku? Oke sunbae! Sanghyuk? baiklah nanti kucari dia” kata Soojung, mata berbinar penuh semangat, lalu ia duduk di kursi yang biasa di duduki Jiyoung, dan mengirim pesan pada Sanghyuk.

Minho memandangi gadis itu sekali lagi, lalu pergi meninggalkan ruang siaran radio.

Minho menyusuri koridor, kembali berjalan menuju perpustakaan, berharap Jiyoung dan Taemin masih ada di sana. Ia menarik napasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi. Jujur ia sangat gugup, karena itu ia berjalan pelan-pelan, tidak ingin cepat sampai di perpustakaan.

“annyeong yeorobun! Wah siang ini mendung ya? Kk aku Jung Soojung, ini siaran pertamaku! Mohon dukungannya! Haha”

Terdengar suara riang Soojung di udara, diikuti suara Sanghyuk. Minho tersenyum membayangkan wajah Soojung yang sekarang pasti seceria suaranya saat ini.

“siang ini, lagu pertama yang akan aku putarkan sangat spesial. ini request dari seorang sunbae, lagu ini ditujukan untuk kedua sahabatnya. hm.. baiklah langsung saja aku akan memutarkan lagunya! Enjoy your class sunbaenim!”

Sekarang terdengar alunan lagu girl group Secret yang berjudul Friends. Lagu yang di request Minho tadi.

Tepat ketika lagu itu mencapai ref di bagian “oh i love you my friend~” Minho sampai di depan perpustakaan. Ia menarik napas dalam-dalam lagi lalu masuk ke dalam ruangan sepi itu.

Hal yang ia lihat adalah Jiyoung sedang menangis sesenggukan, dan Taemin sedang berusaha menenangkan yeoja itu.

Minho berdiri di hadapan mereka dengan canggung, ia berdehem lalu berkata perlahan. “Jiyoungie, Taemin-ah, maafkan aku”

Taemin dan Jiyoung (yang masih menangis) memandanginya dengan bingung. Bukannya seharusnya mereka yang minta maaf?

“aku sangat childish, harusnya aku mendengar penjelasan kalian dulu bukannya marah tidak jelas seperti tadi” ujar Minho. Lalu ia melihat ke arah Jiyoung dan tersenyum. “uljima, Jiyoungie”

“oppa, maafkan aku dan Taemin oppa. kami tidak bermaksud seperti ini… tapi… tapi…” kata Jiyoung, terputus-putus sambil mengelap air mata dan ingusnya.

“hm, arasseo. Tidak apa-apa” kata Minho sambil mengacak-acak rambut Jiyoung seolah Jiyoung itu anak kecil. Seperti biasanya.

“Lee Taemin, perkataanku soal tidak usah anggap aku bagian dari kalian itu aku tarik kembali ya. Aku sayang kalian berdua, jadi… duh kenapa aku jadi menjijikkan begini” kata Minho sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“tidak mau hyung! Belikan kami makan siang dulu! Haha ani, Minho hyung selalu bagian dari kami. Kita sudah pernah berjanji kan tidak ada yang boleh saling meninggalkan?” kata Taemin.

Minho duduk di sebelah Taemin lalu memukul lengan namja itu, “eiy ternyata kau sama menjijikkannya denganku. Kalian yang harus traktir makan siang!” kata Minho, yang berhasil membuat Jiyoung manyun.

“Tapi uang di dompetku sudah menipis” kata Jiyoung sambil menunjukkan dompetnya, tidak sengaja Minho dan Taemin melihat foto mereka bertiga waktu SMP di dompet Jiyoung.

“hyung! Lihat waktu SMP wajahmu sangat aneh” kata Taemin sambil tertawa. “wajahmu seperti bocah” balas Minho kesal. “aku tetap manis kan?” kata Jiyoung sambil menjulurkan lidahnya pada Taemin dan Minho.

Dalam sekejap saja mereka sudah kembali normal, seolah masalah tadi tidak pernah terjadi.

| Sunday …

Hari ini Taemin, Jiyoung dan Minho menghabiskan waktu bertiga lagi seperti biasanya. Hari ini mereka pergi ke taman hiburan karena Jiyoung bilang ia ingin sekali masuk rumah hantu dan naik Roller Coaster.

“ayolah oppaaa temani aku~” pinta Jiyoung pada Taemin saat mereka mengantri untuk naik Roller Coaster. “tidak mau Jing, berapa ribu kali pun kamu pakai aegyo, aku tidak mau” tolak Taemin, Jiyoung menarik-narik lengan bajunya tapi ia tetap menolak. “oppa takut? ah payah” kata Jiyoung sambil manyun. “bukan begitu -_-” bantah Taemin. “naik denganku saja Jing” kata Minho. “aku mau kita naik bertiga” rengek Jiyoung.

“Minho sunbae!” Tiba-tiba seseorang memanggil Minho. Itu Soojung, gadis itu menghampiri mereka bertiga sambil tersenyum ceria. “oh hai Soojung-ah!” sapa Jiyoung sambil tersenyum dan melambai-lambai pada Soojung.
“sedang apa di sini sendiri?” tanya Minho. “aku mau naik Roller Coaster tapi Jinri tidak mau ikut” kata Soojung. “kalian mau naik juga kan? Ayo naik berempat!” lanjut Soojung ceria.

“berempat? Kalian bertiga saja, aku tidak ikut” kata Taemin sambil menggelengkan kepalanya penuh penolakan. “kenapa sunbae?” tanya Soojung bingung.

Mata Jiyoung tiba-tiba berbinar-binar, ia melihat ke arah Minho dan Soojung bergantian lalu tersenyum nakal. “ini semacam double date ya?” katanya.

Soojung menggelengkan kepalanya “a-ani” pipinya mulai berubah warna jadi pink cerah. Sementara Minho tidak mengatakan apa-apa, ekspresi salah tingkah-nya sudah cukup mengatakan semuanya.

“yasudah pokoknya kita harus naik berempat!” paksa Jiyoung.Ia menarik tangan Taemin dan berlari masuk ke areal Roller Coaster, sementara Soojung dan Minho mengikuti di belakangnya.

“Soojung-ah” kata Minho sambil duduk di salah satu seat di cart berbentuk ulat itu. Soojung duduk di sebelahnya, dan menjawab panggilannya. “ne sunbae”

“besok siaran denganku ya?” kata Minho sambil memasang sabuk pengaman untuknya dan Soojung. “okay!” kata Soojung senang.

“oh satu lagi…” ujar Minho.
“aku ingin mengajakmu kesini lagi. Tapi cuma berdua” lanjutnya.

Soojung tertawa kecil.
“sunbae mengajakku kencan?” tanyanya.

“menurutmu?”

~~
-END-

Secret – Friends
KARA – Jet Coaster Love (sorry can’t find the mp3 vid for JCL T.T just dl the song :p kekeke)

——————————————
[A/N]: Gaje yah? T_T mana akhirnya nanggung (?) Kkkk. Makanya nanti mau bikin side story (atau sequel) buat nyeritain MinStal sama KeyCole hehe.
Akhir2 ini pairing yang saya sering pake emang pairing ShinRa (terutama Taemin-Jiyoung huee saya lagi seneng bgt sama mereka /.\) dan kebetulan saya kangen MinStal :’D hehe akhir-akhir ini pairing ff disini mainstream bgt EXO mulu (?) hehe kalo saya sih jujur bosen nulisnya T^T #INIBUKANBASH #HANYAPENDAPATDANPERASAANSAYA (??) #janganbunuhsaya #dor wkwk.
Hanya ingin ngasih warna berbeda untuk fki (?) XD
Yaudahlah terima kasih sudah baca one shot aneh ini T_T mohon rcl (?)

Btw ada yang Shawol / Kamilia juga? :”D dua fandom utama saya (?) Muahaha dan dua2nya lagi bikin galau -_- (SHINee: SWC III KARA: nicole abis out, bias saya (JY) juga mau out T_T)

Jadi curhat -_- maaf random @_@

bye readers~ maafkan author yang random ini T_T

– yoo jangmi –
12/02/14

20 thoughts on “[One Shot] Friendship, Love & Hate

  1. aku gk ngefeel sma pairing taemin-jiyoung hehe :) mian thorr
    tp… aku suka minstal, makannya aku baca kkkkk :v :v soojung lucu bangeett deh,, aah… image ice princess nya jd ilang di ff ini ^^

  2. Annyeong aku new reader disini ehehe btw thankyou udh ngehadirin fanfaction taemin-jiyoung lagi hehehe jujur aku kangen sama pairing mereka,kebanyakan kaijing/jinghun. Jiyoung kekanakkanaknnya dapet banget,taemin yg emg gajauh kerennta juga dapet bgt,minho dpt bgt dewasanya. Pokoknya daebak dan author aku harap makin banyakin lg yaa ff jimin eheheh aku juga kamilia dan shawol ~ shinning melody shipper

  3. saya KAMILIA ^^
    hehhee
    tadi pas baca ni fanfic udah kasian banget liat Minho ~_~ tp pas terakhirnya dia mulai suka ama Minho jadi seneng lagi,wkwk #plak
    sukses buat fanfic lainnyaa :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s