Hot Issue, Baby! (8)

Image

Title : Hot Issue, Baby!

Author : kimmyelf

Main cast : Kim Jongin / Kai , Hwang Jin Hee (OC)

Rating : PG – 13

Genre : Romance, Fiction

………………….

 

“Siapa dia?”

Pukul 12 malam saat Kai baru saja membuka pintu apartemennya ia melihat 3 sosok laki – laki menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam.

Ia tahu cepat atau lambat setelah pres conference tadi, teman – teman nya akan bertaya seperti ini padanya.

CHAPTER 8 

78(sub-tittle :Halo dunia! Aku masih Jinhee yang sama)

“Apa kalian melihat wawancara tadi?” kata Jongin sambil  menunduk  untuk melepas sepatu.

“Kenapa kau tidak memberitahu kami?” kata salah satu dari ke tiga laki – laki itu.

“Sebenarnya aku berencana untuk memberitahu kalian secara langsung..tapi kalian sibuk, ku kira tidak baik jika aku mengatakan berita penting ini jika hanya lewat pesan singkat.” Jongin melewati tiga orang laki – laki itu dengan mudah dan berjalan ke dalam ruangan.

Dalam perjalanannya menuju ke kamarnya itu, ia melirik si maknae yang sedang duduk di ruang tv. Wajahnya membelaknginya. Ia sebenarnya sedikit merasa heran karena laki –laki muda itu tidak bertingkah seperti yang lain. Ia bahkan sekarang seperti tak mau tahu akan berita yang telah terjadi.

“Bagaimana bisa terjadi? Aku tak pernah melihatmu akhir – akhir ini dekat dengan seorang wanita. Kenapa tiba – tiba ada berita ini?” suara Baekhyun Hyung memecakan keheningan juga lamunanku. Aku menghela nafas panjang. Dan melanjutkan langkah kaki ku menuju ke dalam kamar. Ku tutup pintu kamar dengan cepat  agar mereka tidak bisa masuk.

“Hei, Kkamjong!! Buka pintunya! Kau belum menjelaskannya pada kami!”

Aku masih berdiri tepat di balik pintu mendengar suara ketukan pintu yang bertubi – tubi. Chanyeol Hyung, Baekhyun Hyung aku tahu itu mereka. Tidak enak hati untuk menjadi seorang dongsaeng yang jahat aku pun membuka pintu.

Mereka pun berhenti berteriak. Aku menatap mata mereka satu persatu.

“Aku lelah, akan ku jelaskan besok.” Kataku dengan senyum. Kenapa? Aku hanya ingin tak membuat marah mereka. Aku benar – benar jujur kalau aku sangat capek. Aku butuh istirahat saat ini.

“Kau ini! sudah kubi~”

Suho hyung menepuk pundak Chanyeol Hyung membuat sang laki  laki yang paling tinggi di antara mereka itu diam dan mengalihkan pandangannya kepada sang ketua.

“Biarkan dia istirahat. Kita bisa menanyainya besok pagi.”

Aku tersenyum mendenger kalimat itu. “Terimakasih~” kataku lalu menutup pintu kamarku dan menguncinya.

………….

Keesokan harinya Jinhee pergi sekolah seperti biasa, pada jam seperti biasa, tetapi untuk saat ini ia merasa sedikit masih mengantuk karena kemarin dia tidur sangat larut malam sekali. Ia belum merasa ada perbedaaan dari hidupnya. Hanya beberapa interview detail dari ayah dan ibunya saat mereka bersama – sama sarapan tadi yang membuatnya ingat akan keadaannya sekarang.

“Aku memang membolehkanmu untuk berpacaran, tapi aku tak bilang kau boleh berciuman dengannya.” Kata ayah di sela – sela nasehat paginya kepadaku. Aku tersedak jus jeruku saat mendengar ayah berkata seperti itu.  “Ayah~!!” kataku bersama – sama dengan ibu. Aku tak percaya orangtuaku akan membahas persoalan itu secepat ini. “Apa kau tak melihat berita di tv kemarin?

Mereka berciuman di depan umum dengan santainya seperti itu. Apa tidak memalukan?” Kata ayah meyakinkan ibu atas pendapatnya. Kurasakan mukaku memerah,mendengar orangtuaku sendiri membiacarkan tentang ini di depan mataku. Aku tak ingin mendengarnya. Aku tak sanggup mendengarnya. Memalukan ><

Tapi bukankah kenyataannya tidak seperti itu? Kami tidak berciuman! Sudut kamera saat mengambil gambar membuat seakan – akan kami berciuman. Padahal tidak sama sekali!

“Kau benar~” kata ibu mengangguk ke arah ayah “Hyeri, kau masih muda. Jangan memalukan keluargamu. Jangan bertindak di luar batas.” Kata ibu.

“Omma~ ohh Tuhan. Aku tahu itu. Kumohon jangan bahas tentang itu. Aku akan menjaga diri. Ah aku sudah telat! Aku berangkat sekarang~!”

Hyeri mengingat kejadian itu sambil menghemsbuskan nafas panjang. Sekarang dia telah sampai di halte bis. Dimana biasanya dia rutin untuk menunggu kendaraan kesayangannya untuk pergi sekolah. Kali ini Hyeri mulai merasakan beberapa orang melihatnya dan berbisik – bisik di belakangnya. Tatapan orang – orang yang sedang menunggu bus di situ membuat Hyeri menjadi canggung untuk bergerak bebas. Ia hanya diam berdiri di paling sisi halte bis itu. Dengan memasang muka sebiasa mungkin. Dan juga pura – pura untuk tidak mendengar bisikan orang – orang itu, walau dia harus mengakui dia bisa mendengarnya! Ia bisa mendengarya dengan jelas!

Seorang tukang penjual koran lewat di depannya dan menawarkan beberapa koran kepada para calon penumpang bis. Tak sengaja Hyeri melihat ke arah kover depan Koran itu yang menyajikan fotonya dan Kai pada acara tadi malam. Jinhee menahan nafasnya dan cepat – cepat menundukan kepalanya. Untunglah pada saat bersamaan bus yang sangat ditunggu – tunggunya datang. Ia dengan cepat masuk kedalam bis itu.

………………………..

 

Tatapan mata mereka saat aku berjalan menuju ruang kelas sungguh menyeramkan. Semua orang melihatku dengan tatapan benci. Bahkan mereka tak segan – segan mengolok – ngoloku. Aku menundukan kepala karena takut. Aku tahu ini salah. Tapi semua telah terlanjur terjadi.

Ku arahkan pandangaku ke samping saat aku merasakan sebuah tangan menggemgam tanganku. Mina tersenyum padaku. Membuatku sadar, bahwa tidak semua orang membenciku. Sahabatku, Mina, masih disini mempercayaiku.

Tiba – tiba sebuah tangan menariku dengan kuat.

“Ikut dengan ku~!”

“Yoojin  sakit! Lepas~!” kataku memohon kepada Yooji yang terus saja menariku entah akan kemana.

Ku lihat ke dua orang sahabatnya In Na dan Seo juga menghalangi Mina yang mencoba menolongku.

Aku meronta – ronta cukup keras dan akhirnya aku berhasil lepas dari cengkeraman tangannya. “Cukup!” kataku membentaknya. “Katakan apa mau sekarang?” lanjutku melihatnya.

Mata Yoojin yang masih terlihat mengobarkan rasa marahnya padaku membuatku tahu apa yang dia maksud.

“Kau mau tahu aku ingin apa? kau benar – benar ingin tahu?” katanya membentaku.

“Bagaimana bisa anak miskin sepertimu bisa bepacaran dengan Kai Oppa, kau pasti melakukan sesuat padaya bukan? Apa yang kau lakukan padanya heh? Bagaimana bisa kau berpacaran dengannya??”

Aku terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut Yoojin. Yah aku tahu cepat atau lambat sesuatu yang seperti ini akan terjadi.

“Bagaimana Kai bisa menyukaimu? Tidak, lebih tepatnya bagaimana bisa dia berkata kalau kau berpacaran dengannya? Aku tidak percaya dengan berita tadi malam.” Yoojin memegang pundaku dengan kedua tangannya. “Apa yang kau lakukan padanya??” katanya lagi.

Aku tidak tahu harus berkata apa. Yoojin ~ aku sangat kasian sekali padanya. Orang yang disukainya harus berpacaran dengan wanita lain. Dan wanita lain itu adalah aku. Bukankah kalau seperti ini aku terlihat jahat sekali?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………

Aku keluar dari Taxi dan mulai berjalan ke gedung bertingkat 15 ini. Saat pertama kali masuk kedalam, orang – orang melihatku dari atas sampai bawah. Walaupun begitu banyak dari mereka yang sesekali tersenyum dan menyapaku. Tak seperti di dunia luar sana. Disini orang – orang tampak lebih ramah denganku.

Yah tentu saja, aku sedang berada di gedung MY, dimana awal aku mulai di kenal banyak orang karena sebuah berita besar.

Tidak seperti saat aku pertama kali datang kemari, aku kesini sendiri , walaupun aku sadar beberapa orang yang membawa kamera mengintaiku saat aku turun taxi dan masuk ke dalam gedung. Tapi Presiden selalu berpesan kepadaku untuk bertindak wajar dan tak usah berlebihan jika ada paparazi yang membuntutiku.

Aku mengetuk pintu 3 kali saat akhirnya seseorang dari dalam ruangan berkata padaku untuk masuk.

Seorang laki – laki dengan rambut yang sedikit panjang mengalihkan pandangannya dari kaca besar yang berada di ruangan saat aku masuk ke dalam.

“Terlambat  15 menit… dari mana saja?” Dia menyilangkan lengan di dada dan mengetuk – ngetukan satu kakinya di lantai berirama.

“Ah~” aku kehilangan kata. Selain saat sebelum pres conference itu, kami belum pernah bicara lagi. Ini lebih tepatnya pertemuan ke dua kami. Masih seperti image Nick yang dulu, dia berkata padaku juga dengan sedikit nada feminim.

“Mianhe~ ada sedikit pekerjaan di sekolah yang harus ku kerjakan dahulu” kataku sambil memegang rok sekolahku. Sebenarnya aku masih memakai seragam sekolahku lengkap saat ini. Aku bahkan tadi sempat berlari untuk mengejar taxi agar bisa cepat kemari. Mungkin itu penyebab kenapa mukaku kusut seperti ini.

Nick menggeleng – gelengkan kepalanya. “Duduklah dulu~”

Aku mematuhi perintahnya. Dia lalu berjalan mendekatiku. “Jangan lagi datang ke mari memakai seragam sekolahmu~ arraseo? Dan jangan sekali – kali menampakan wajah kusutmu itu di depan orang lain!”

“Wae?” aku mengkerutkan alis.

“Banyak orang yang sedang mengawasi segala gerak – gerikmu Baby~” kata Nick centil

“Kau tak mau kan wajah kusutmu ini ditampilkan di berbagai blog di internet dan tersebar luas?”

“Aniyaa..” kataku sambil memgang wajahku dengan kedua tangannku.

“Bersih kan wajahmu.. lalu kembali lagi kemari.” Kata Nick kepadaku sambil menunjuk sebuah pintu. Aku pun berdiri dan berjalan ke arah pintu itu.

Setelah selesai membersihkan muka, Nick menariku untuk duduk di kursi dekat dengan kaca. Ia mengambil  sebuah kapas dan memberikan sedikit cairan di kapas itu. Aku hanya diam mengamatinya. Sampai akhirnya Nick akan mendekatkan kapas yang dipegangnya di mukaku. Aku memundurkan kepalaku kebalakang.

“Diam~” kata Nick “Aku tidak akan memberikan racun padamu~” lanjutnya. Nick masih berkonsentrasi dalam membersihkan mukaku. Dan aku tak tahu apa yang harus ku lakukan.

“Bagaimana dengan Kai?” tanyanya tiba – tiba. Aku mengarahkan pandanganku padanya. Nick meliriku sekali , dan setelah itu berbalik badan saat ia sudah selesai dengan pekerjaannya tadi.

Sejujurnya Jinhee tak tahu apa yang dia harus katakan. Setelah malam itu, sampai sekarang ia belum melihat Kai lagi. Jinhee menggigit bibirnya, ia tahu ia harus berbohong saat ini.

“Dia baik~ jika kau tanya tentang keadaannya.”

Nick memutar badan dan menghadapku sekali lagi. Ia tersenyum. “Ah~lalu apa kau sudah bertemu dengan member yang lain?”

Ku lihat bayanganku sendiri di kaca. “Belum, ku rasa mereka selalu sibuk.” Kataku sekali lagi. Singkat, karena aku tak mau salah bicara.

Nick mendekatkan jari tangannya ke wajahku. Kali ini dia mengusapkan sebuah lotion yang berwarna coklat. “Suatu saat, Kai akan mengenalkanmu pada mereka.Bukankah kau seumuran dengan Sehun?”

“Sehun?” aku mengkerutkan alis.

“Ya~ maknae di EXO-K”

“AH?? Chinca? Itu bagus..” kataku bersemangat.

Ku lihat Nick yang ikut tersenyum denganku walaupun padangan matanya masih berada di wajahku yang sedang di taburinya dengan bedak tipis.

“Tapi .. Nick?”

“Hmm?”

“Kenapa kau menyuruhku kemari?”

……………….. ……………………… ………………………   ……………… …………….. ……………….. …………….  ……..

Pukul 03.15. Di ruang latihan gedung MY Entertainment. Kai memandang jam dinding untuk sekian kalinya sambil duduk di sebuah bangku di belakang ruangan berkaca ini. Ia lalu kembali meletakan penglihatannya pada Sehun yang sedang berada di tengah ruangan menari free style dengan alunan musik bertema hip – hop. Sang maknae melakukan beberapa gerakan yang sangat menarik sehingga Kai di dalam-hatinya- ia juga mengakui bahwa dongsaengnya ini juga tak kalah dalam urusan dance. Kai masih terpaku pada Sehun saat dia melakukan Moon Walk dengan sangat handal.

“Aku selalu berfikir bagaimana bisa gerakan ini dinamai Moon Walk? Apakah Micheal Jackson berada di bulan saat mendapatkan ide gerakan ini?”

Kai tersenyum atas celetuk asal si magnae. Reaksi tertawa di berikan D.O yang sedari tadi duduk disampingnya. “Aku tahu kau tidak sebodoh itu Sehun.” Katanya.

“Kalau begitu aku akan menciptakan gerakan fly to the sun. Seperti ini..” Kai akhirnya ikut tertawa melihat Sehun yang menggeliat dengan gerakan yang dicontohkannya.

“Kenapa kau bergerak seperti itu?” kata D.O melihat Sehun dengan tak percaya.

“Bukankah matahari itu panas? Aku akan membuat seakan tubuhku panas terbakar oleh api” jelasnya bersemangat.

“Pabo!” ejek Kai

Sehun menjulurkan lidahnya ke arah Kai.

“Kami dataaangggg~!!!!!!!” suara Baekhyun menggema ke penjuru ruangan ini.

Tampak ke tiga orang masuk secara bergiliran ke dalam ruangan. Baekhyun, Suho dan Chanyeol.

……………………….   ………………….  …………….  ………………   ……………. ..

Kami berada di lobi untuk menunggi manajer datang untuk menjemput kami pulang ke dorm.

Kai membaca pesan yang ada di handphone nya dan melihat ke arah Suho hyung. Setelah itu dia berjalan pelan mendekati sang Leader grup. “Aku akan berada disini sebentar. Kalian kembali ke dorm dulu.”

“Wae?”  Suho mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya ke Kai yang berdiri di sampingnya.

“Ada urusan kecil yang harus ku selesaikan.”

“Kau tidak terlibat dalam suatu masalah kan?” kata Suho dengan mengkerutkan alisnya.

Kai memandang sekitarnya untuk mengecek bahwa tak ada seorang pun sedang mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Aku tak mau membuat suasana di lobi ini menjadi gempar.

“Tentu saja tidak… sebenarnya aku harus menemui seseorang.” Kata Kai dengan canggung.

“Siapa?”  Chanyeol berteriak dari belakang.

Tak disangka seseorang tidak berada pada penglihatan Kai. Kai menggigit bibirnya dan dengan pelan memandang Chanyeol yang berada di belakangnya.

“Jinhee kah?” Chanyeol menyipitkan matanya ke arah Kai.

………………………………………………………………………………………………………..

” Nothing ever lasts forever
In the end, you changed ” G-Dragon – Crooked

 

xoxo to all my readers :))

5 thoughts on “Hot Issue, Baby! (8)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s