[First Lesson] The Qualified Qwartet

poster-the-qualified-qwartet1

 

Dear, Krystal Jung, Park Jiyeon, Xi Luhan, Kim Myungsoo

Sincerely, Ilo.ve.aj

Summary: Not an Ordinary Extraordinary, they are Extra Extraordinary

| Fantasy | School-life | Romance | Sci-fi | Chaptered | Teenager |

Disclaimer: Thanks for Cicil @HSG atas cover yang awesome! :D
This is mine, don’t ever try to blame it as yours, I’m watching you

Copyright © 2014 Ilo.ve.aj

The Qualified Qwartet

Story Begin

First Lesson: Protect yourself, cause no one can protect you

_

ISKSE (International South Korean School for Extraordinary), 12:55 KST

Headmaster, apa mereka berempat sudah datang?” tanya seorang pemuda berpostur tegap dengan surai kecoklatan pada pria tinggi besar di hadapannya

Pria tersebut tak juga menjawab pertanyaan dari pemuda tampan yang tengah menunggu jawaban darinya itu, ia masih saja terdiam memandang dari jendela kusam yang di tepi kusennya tertimbun salju musim semi ini

“Mendekatlah kemari” Pria itu akhirnya membuka suara, si pemuda dengan cepat mendekat kearahnya

Pria itu menunjuk ke suatu sudut dimana empat remaja tengah berkumpul dan membentuk aura aneh antara gelap dan terang, temaram

Pemuda itu mengeryit

“Apakah mereka? Empat orang pembawa kegelapan dan cahaya itu?”

Pria itu memandang pemuda itu sambil sedikit menaikkan dagunya

“Menurutmu, Byun Baekhyun?”

_

ISKSE (International South Korean School for Extraordinary) 12:02 KST

“Semua murid tingkat pertama harap berkumpul di aula tengah!” seru seorang student government dengan name-tag “Kim Taeyeon”

Dilihat dari suaranya yang menggema ke penjuru sekolah tanpa bantuan dari pengeras suara apapun, dapat dipastikan bahwa Taeyeon adalah seorang Banshee

Seorang gadis yang tengah menekuni sebuah buku tebal mendengar seruan itu dan bergegas menuju aula tengah setelah ia membuat buku tebalnya menghilang dengan sekali ayunan tangan

Gadis itu sedikit kerepotan berlari dengan jubahnya-yang memang menjadi seragam disini, ia kurang memperhatikan jalan, dan ia tanpa sengaja menginjak jubahnya sendiri, lalu…

“Whoops!” celetuk seorang pemuda dengan headphone merah menggantung di lehernya sambil menjulurkan tangannya dan membuat gadis itu sedikit menggantung di udara dengan tubuh condong

“Uh, Oh” ujar pemuda itu lagi sambil menggerakan tangannya dan membuat posisi gadis itu tegak kembali, lalu pemuda itu berjalan sambil tersenyum ke arah gadis itu. Tangannya terangkat dan membawa sekuntum bunga mawar ke tangannya

Agaknya, pemuda itu memiliki kemampuan Telekinesis

Pemuda itu mengulurkan bunga itu ke arah gadis itu

“Luhan, telekinator. What’s your super power?

Gadis tadi tersenyum sambil mengambil bunga mawar dari pemuda bernama Luhan itu lalu membakar bunga itu dari api yang keluar dari tangannya dan mengubahnya menjadi burung merpati dan menerbangkannya

“Krystal, demi-god

Luhan mengarahkan tangannya ke arah merpati itu dan merpati itu meledak dan berubah menjadi bulu-bulu putih bersih yang berjatuhan di sekitar mereka

Nice to know you” kata Luhan sambil tersenyum

Anyway, dewa apa?” sambungnya

Krystal kembali mengembangkan senyum

“Apollo, dan kau? Nephilim? Setengah malaikat?” terka Krystal, dan Luhan sekali lagi terpana

H, how’d you know that!?” tanyanya dengan ekspresi yang lucu dan membuat Krystal tertawa renyah

Mind-reader” jelas Krystal. Luhan hanya mengangguk-angguk

“Kau murid tahun pertama juga? Salam kenal” Luhan mengulurkan tangannya kearah Krystal.

Baru saja Krystal akan menjabat tangannya, namun, ia terjatuh

Ia tertubruk seorang gadis yang entah datang darimana, dan membuat Luhan ternganga

Gadis yang menubruk Krystal itu segera berdiri dan membantu Krystal berdiri

“Maafkan aku, namaku Park Jiyeon, aku belum terlalu bisa mengatur koordinat teleportasiku dengan baik, maafkan aku” jelas gadis bernama Jiyeon itu sambil membungkuk berkali-kali dan memberikan cengiran lebar

Krystal tersenyum

“Tidak apa, aku juga belum terlalu mahir mengontrol superpowerku, karena itu kita bersekolah disini bukan?
Namaku Krystal Jung, kau seorang Demi-god juga?” jelas Krystal panjang lebar

Jiyeon tercengang

“Bagaimana kau tahu!?” pekiknya

“Dia mind-reader” ujar Luhan menyela pembicaraan. Jiyeon membentuk mulutnya menjadi “O” sedangkan Krystal hanya tersenyum

“Ayo kita ke Aula tengah” ujar Luhan

“Kita terlambat!” pekik Krystal sambil menatap arloji yang melingkar manis di pergelangan tangannya dengan panik

Jiyeon dengan segera menarik tangan kedua teman barunya dan segera melakukan teleportasi

Akhirnya mereka sampai di aula dengan tepat waktu, namun dengan keadaan Luhan dan Krystal yang sangat tidak karuan, teleportasi memang sangat menyakitkan bagi orang awam

Well, bagaimanapun ini adalah perpindahan ruang dan waktu bukan? Tentu akan terasa seperti tercabik

“Ini” gumam seorang pemuda tampan sambil menyodorkan dua bungkus cokelat berbentuk segitiga

Mereka bertiga mengeryit menatap pemuda itu

“Cokelat? Untuk apa?” tanya Luhan seraya memijit pelipisnya

“Ah, aku tahu! Pasti tanda persahabatan!” seru Jiyeon girang, pemuda itu mengeryit menatap Jiyeon dengan tatapan tajam, membuat yang ditatap mengerut ketakutan

“Cokelat ini bukan cokelat biasa, ini dicampur dengan serpihan akar tanaman Snapdragon dan dibuat langsung oleh para Dryad hutan amazon, sangat ampuh untuk menghilangkan rasa sakit akibat Teleportasi” jelas pemuda itu sambil mengalihkan pandangannya dari Jiyeon dan membuat gadis itu bernapas lega

“Terima kasih” ujar Luhan sambil tersenyum dan mengambil cokelat dari tangan pemuda itu, disusul oleh Krystal yang melakukan aksi yang sama

“Ya, terima kasih, Kim Myungsoo” ujar Krystal sambil menatap pemuda bernama Myungsoo itu dengan tatapan yang tak dapat diartikan

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Myungsoo

“Dia Mind-reader!” sambar Jiyeon dengan berseri-seri

Krystal terlihat seperti ingin  mengatakan sesuatu, namun ia urungkan, Myungsoo balas menatap Krystal dengan tatapan yang tak dapat diartikan pula, mereka bertatapan dengan cukup lama

“Sama-sama” ujar Myungsoo akhirnya masih dengan tatapan tajam

“Baiklah, mari kita bersahabat!” seru Jiyeon ceria dan mengundang tatapan kaget dan aneh dari ketiga teman barunya tersebut

Namun kemudian Myungsoo tersenyum

“Bagus juga, persahabatan berempat”

Dan Krystal mengangguk ceria

“Ya! Persahabatan diatas segalanya!”

Dan Luhan menambahi

“Kita akan menjadi sahabat terakrab di seluruh dunia”

Jiyeon mengembangkan senyum senang

_

ISKSE (International South Korean School for Extraordinary) 13:25 KST

“Oh, gosh, betapa lama pidato Headmaster tadi! Kalian bisa bayangkan pegalnya kakiku?” keluh Jiyeon smbil menghentak-hentakkan kakinya

Luhan dan Myungsoo hanya tersenyum memandang tingkah kekanakkan Jiyeon

“Kami juga begitu Jiyeon-ah, bersabarlah karena kita akan menuju ruang makan sekarang dan kau bisa mengistirahatkan kakimu disana” ujar Krystal yang berjalan sejajar dengan Luhan

Jiyeon berteriak senang dengan semangat dan akhirnya berlari menuju ruang makan

“Dasar overload bersemangat, barusan ia bilang kakinya pegal dan sekarang ia berlari seperti itu?” celetuk Luhan sambil terkekeh geli melihat Jiyeon

“Kurasa ia akan dapat masalah, Myungsoo kejarlah dia” ujar Krystal lagi sambil memandang Jiyeon yang berlari-lari sambil sesekali menyenggol punggung seseorang secara tidak sengaja

Tentu saja, ia dengan bodohnya berlari dengan semangat di lorong yang jelas-jelas penuh dengan murid tingkat pertama yang berjejalan menuju ruang makan

Myungsoo mengangguk lalu segera berlari mengejar Jiyeon yang ceroboh

Luhan menatap Krystal yang tengah terkikik geli menatap punggung mereka berdua

“Krystal-ah, ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Luhan, Krystal menoleh ke arah Luhan, ia tampak terkejut, lalu menatap kebawah dan memangku tangan dibelakang punggung sambil tersenyum simpul

“Pemuda bernama Kim Myungsoo itu, sebenarnya aku mengetahui namanya dari name-tag nya. Entah mengapa aku tak bisa membaca pikirannya” jelas Krystal dan Luhan cukup terpana mendengarnya

“Mengapa begitu?”

“Entahlah, mungkin aku memiliki takdir yang aneh dengannya? Aku juga merasakan darahku bergejolak ketika menatap matanya” tutur Krystal, dan lagi-lagi Luhan terpana

“Kau menyukainya?” tanya Luhan sambil membelalakkan mata, Krystal tersenyum penuh arti

“Tidak, itu bukan gejolak cinta, tapi entahlah”

Luhan hanya terdiam

_

“Hey, kalian lama sekali!” seru Jiyeon yang sekarang tengah duduk manis disebelah Myungsoo, di meja dan kursi panjang yang diisi oleh murid tingkat pertama, tentu saja makanan sudah tersedia di meja bahkan sebelum seseorang dapat membayangkan bagaimana makanan itu dapat tersedia, well, sekolah ini penuh dengan orang ber’kelebihan’ ingat?

Ruang makan sekolah ini benar-benar besar, besar, besar, dan besar, para dewan guru makan di jajaran depan menghadap kursi para murid, dan ditengah mereka, Headmaster, duduk tepat di depan podium berbentuk griffin yang tengah merentangkan tangannya, griffin memang simbol sekolah ini

Para murid duduk bersebelahan di empat atau lima kursi panjang-sangat panjang yang disediakan saling berjejeran dengan posisi menyamping

Terlihat beberapa Student Government tengah menyiapkan sesuatu di depan sana, beberapa ada yang tengah membacakan jampi-jampi pada sebuah alat modern yang terletak tepat di sebelah podium, beberapa mengutak-atik alat tersebut-menyetelnya mungkin, dan beberapa melakukan aktifitas lainnya

“Kau tak akan menyangka apa yang telah ia perbuat” ujar Myungsoo sambil menuding Jiyeon dengan tatapan geram

Jiyeon hanya mengurucutkan bibirnya, Krystal tersenyum simpul

“Sudahlah, kau jangan menghardiknya terus, ia pasti tidak sengaja, ia memang belum ahli berteleportasi” ujar Krystal sambil memposisikan dirinya di sebelah Jiyeon

“Bagaimana kau mengetahui semua hal yang ingin ku katakan?” tanya Jiyeon takjub

Luhan memutar bola matanya

“Dia mind-reader” kata Luhan sambil duduk di sebelah Krystal, Jiyeon hanya bergumam seperti “Ah iya, aku lupa” terus menerus

“Jadi, apa yang terjadi?” tanya Krystal sambil meletakkan beberapa sosis panggang di piringnya, Jiyeon menggerutu sambil memasukkan potongan Bacon ke mulutnya

“Biar L saja yang menjelaskan” cibir Jiyeon

Myungsoo menghela napas lalu meneguk susu hangatnya kemudian menatap Krystal

“Saat ia sedang berlari-lari seperti tadi, ia sadar aku mengejarnya lalu ia berniat sedikit mengerjaiku lalu ia melakukan teleportasi, namun bodohnya, ia justru muncul tepat di belakangku dan menimpa Proffesor. Flora” tutur Myungsoo sambil memotong kue dadar berisi daging cincang dan mengolesinya dengan saus tomat

Krystal dan Luhan hampir tersedak mendengarnya

“Apa!? Dia gila! Lalu bagaimana? Apa yang terjadi selanjutnya?” pekik Luhan, dan membuat Jiyeon kembali mengerucutkan bibirnya

Sekali lagi Myungsoo menghela napas panjang

“Dan dengan bodohnya, dia memperkenalkan diri dan berceloteh tentang bagaimana ia belum mahir berteleportasi, dan… itu membuahkan hasil” Myungsoo melirik sinis Jiyeon yang sama sekali tak berani menatapnya atau merasakan aura kelamnya, sedangkan Luhan dan Krystal menunggu kelanjutan cerita Myungsoo

“Aku dan dia mendapat jam tambahan di kelas Superpower Controlling

Luhan dan Krystal tak kuasa menahan senyum, mendapat jam tambahan di hari pertama bersekolah, tentu sangat tak mengenakkan bukan? Namun mereka turut prihatin

“Mengapa kau juga?” tanya Krystal

“Itu kesalahannya sendiri! Karena ia memekik dan menghampiriku, namun hanya menertawakanku tanpa mengetahui bahwa Proffesor Flora-lah yang kutimpa!” sambar Jiyeon sebelum Myungsoo dapat membela diri, Krystal hanya tersenyum sedangkan Luhan tertawa terbahak-bahak sampai hampir tersedak

“Sialan” umpat Myungsoo namun tak melakukan apa-apa

“Hahaha, habiskan sarapan kalian, kurasa akan ada pengumuman penting sebentar lagi” celetuk Krystal sambil memotong sosis panggangnya dengan senyum merekah, entahlah, pagi ini suasana hatinya sedang baik

Ketiga temannya hanya mengangguk dan dengan segera menghabiskan sarapan mereka

Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan Mikrofon dan membuat semua murid menoleh, dan terlihatlah ketua Student Governement berdiri di podium dengan senyum merekah

“Selamat pagi teman-teman, khususnya untuk murid tahun pertama yang baru menginjakkan kaki di sekolah ini, selamat datang, namaku Byun Baekhyun, aku ketua Student Government di sekolah ini, selepas acara ini, kalian akan dipandu oleh leader asrama kalian masing-masing berkeliling sekolah, dan kalian akan mendapat masing-masing sebuah loker yang berisi seragam, buku, jadwal, keperluan sekolah kalian dan uang saku dari sekolah, pertama-tama, mari adakan penentuan asrama. Bagi yang merasa namanya dipanggil, harap meletakkan tangan disini, dan di layar besar itu akan terpampang nama asrama kalian, sebelumnya, sekolah ini dibagi menjadi 3 asrama, yaitu Black Swan, Blood Veil, dan Frail Eden. Selanjutnya, akan diterangkan oleh leader tiap-tiap asrama”

Setelah Baekhyun mengakhiri pidatonya, Taeyeon maju ke depan dan mulai memanggil nama murid-murid baru

Mereka berempat berharap-harap cemas

“Jang Wooyoung”

“Choi Minho”

“Juniel Kim”

“Jung Daehyun”

“Bang Minah”

“Jeon Jungkook”

“Jung Daeun”

“Goo Hara”

“Park Chanyeol”

“Park Sunyoung”

“Jung Soojung” panggil Taeyeon, Krystal terkesiap lalu beranjak

Wish me luck” bisiknya dan disambut tepukan Luhan pada punggungnya

Krystal melangkahkan kakinya langkah demi langkah menuju podium dengan gugup, sampai di sana, beberapa Student Government menjelaskan tata caranya lalu mempersilahkannya

Ia meletakkan telapak tangannya diatas alat itu, lalu alat itu seakan memproses sesuatu, dan seketika, di layar utama terpampang tulisan “Frail Eden” yang berarti, disitulah asrama Krystal

Namun sesaat kemudian, tulisan di layar berubah menjadi “Blood Veil” kemudian berubah lagi menjadi “Black Swan” dan kembali berubah menjadi “Frail Eden” dan begitu seterusnya

Krystal mengeryit bingung, apa yang terjadi? Beberapa Student Government pun tampaknya bingung, dan berusaha untuk mengutak-atik alat tersebut

Namun, Byun Baekhyun, ia membisikkan suatu kalimat dan alat itu diam tak bergeming lalu sesaat kemudian kembali menampilkan tulisan “Frail Eden” di layar

Krystal tersenyum lega, lalu membungkuk hormat kepada para Student Government

Krystal kembali ke tempat duduknya dengan senyum mengembang

“Selamat” ucap Luhan, dan Krystal hanya membalasnya dengan senyum penuh arti

“Kim Myungsoo” panggil Taeyeon, dan Myungsoo dengan segera berjalan menuju podium, Krystal memandang punggung Myungsoo dengan cemas, berharap bahwa mereka berempat satu asrama

Namun, hal yang tak kalah aneh terjadi, dilayar terpampang tulisan “Black Swan” yang makin membesar, dan membesar, hingga akhirnya

BOOM!

Layar itu tak meledak, hanya saja tulisan di dalamnya terurai menjadi beberapa butiran hitam seperti tinta yang menetes, Myungsoo benar-benar gugup, apakah ia pengacau?

Dan lagi, Byun Baekhyun membisikkan suatu kalimat dan dilayar terpampang tulisan “Frail Eden”, dan itu berarti, Krystal dan Myungsoo satu asrama

“Choi Jinri”

“Lee Jieun”

“Do Kyungsoo”

“Oh Sehun”

“Yoo Ara”

“Park Jiyeon”

Mereka berempat terkesiap mendengar salah satu dari mereka-yaitu Jiyeon, disebut namanya

Jiyeon segera berteleportasi ke depan podium-dia curang!

Dan dengan bersemangat, ia tersenyum kepada semua Student Government yang berada di podium dan dengan segera meletakkan tangannya diatas alat itu

Jiyeon dan Krystal bersorak dalam hati melihat tulisan “Frail Eden” lah yang terpampang di layar, Jiyeon segera berteleportasi dan kemudian memeluk Krystal bahagia

“Kenapa aku belum dipanggil juga” gerutu Luhan sambil menggigit bibir bawahnya, dan keringat mengalir dari pelipisnya, ia gelisah

“Margamu Xi bukan? Pantas saja, X termasuk huruf terakhir abjad, kau tahu” kata Jiyeon sambil mengendikkan bahu, Ia tinggi hati karena ia satu asrama dengan kedua temannya, dan, ia tak ‘bermasalah’ seperti kedua temannya

Luhan mencibir

Krystal dan Myungsoo berpandangan, lalu Myungsoo melempar Smirk-yang Krystal rasa memang hanya itu yang Myungsoo bisa, maksudnya, ia tak bisa tersenyum, hanya menyeringai

“Tapi aku takut bahwa aku tidak terdaftar sebagai murid disini, Aku takut kalau-”

“Konyol, itu tidak mungkin” Sambar Myungsoo menyela ucapan Luhan

Jiyeon menyentil dahi Myungsoo

“Diam kau, L! Luhan belum selesai bicara!”

Krystal hanya memandang pertengkaran ketiga sahabat barunya sambil sedikit mengeryit

“Luhan…” panggilnya pelan, namun Luhan tidak mendengar panggilannya karena masih berdebat dengan Myungsoo dan Jiyeon

“Lu…” panggilnya lagi, suaranya makin memelan karena matanya memandang nun jauh ke arah podium

Namun yang dipanggil tak juga bergeming, akhirnya ia menjulurkan tangannya untuk menepuk pundak pemuda dengan kulit putih bersih itu, Luhan sontak menoleh

“Ada apa?”

Krystal-masih memandang nun jauh disana, dengan tatapan kosong yang mengandung arti, menatap sepasang bola mata yang juga tengah menatapnya tajam, bola mata kecoklatan yang memancarkan pesona aneh dan misterius, sorot mata tegas yang melambangkan bahwa ia seorang pemimpin, bola mata seorang Byun Baekhyun

“Namamu dipanggil…” sahut Krystal pelan, Luhan terkesiap dan segera berjalan canggung menuju podium

Semuanya berjalan lancar, sampai…

Pyar!

Layar itu memancarkan cahaya yang begitu terangnya ketika tangan Luhan menyentuhnya sehingga semua orang di ruang makan harus menyipitkan matanya diakibatkan cahaya yang begitu menyilaukan

Luhan ternganga, nasibnya sama seperti kedua temannya, oh gosh, ia yakin ia dan kedua temannya akan menjadi bahan bully-an sepanjang semester-sepanjang ingatan teman-temannya

Lagi-lagi, Byun Baekhyun membisikkan sesuatu dan semuanya berakhir dengan tulisan “Frail Eden” terpampang di layar

Luhan membungkuk hormat sebelum berjalan takut-takut menuju tempatnya semula

Gosh, apa yang salah dengan kita?” tanya Luhan kepada kedua temannya yang juga mengalami “keanehan”

Myungsoo mengendikkan bahu tak peduli

“Aku tak peduli, yang penting kita semua satu asrama” ujarnya santai sambil kembali meneguk susu hangatnya

“Eh… Lihat itu!” seru Krystal sambil menunjuk ke arah jendela, sontak ketiga temannya menatap kearah yang ditunjuk Krystal

Mereka berempat mengeryit melihat makhluk besar bersisik yang tak jelas berjalan kesana kemari melewati jendela-jendela panjang yang berjejeran

“Apa itu?” gumam Luhan

“Itu Nebula” gumam seorang gadis berambut wavy panjang berwarna biru tua berpita dan kulit halus yang tengah mengunyah roti dengan olesan selai kacang

“Apa itu Nebula?” tanya Krystal sambil memandang gadis yang berposisi tepat di hadapannya itu

“Itu Scyllia yang tinggal di danau hitam tepat di sebelah sekolah ini, terkadang ia membantu melindungi sekolah ini dari gangguan para Minotaur dari Svarthalfheim, banyak yang mengatakan juga bahwa Nebula bisa meramal” jelas gadis yang berpipi kemerahan itu sambil tersenyum

Keempat orang yang mendengarkan dengan seksama penjelasan gadis itu mengangguk-angguk takzim

“Ohiya, namaku Summer Jung, aku penyihir bulan” kata gadis berambut biru tua tadi

“Summer Jung? Itu terdengar seperti Krystal Jung” pekik Luhan “Namaku Luhan” lanjutnya

“Namaku Park Jiyeon, kalian sama-sama bermarga Jung dan sama-sama menggunakan nama kebarat-baratan, hahaha” komentar Jiyeon sambil tertawa

“Iya, jangan-jangan… Kau saudaraku? Hahaha”

Summer tertawa menanggapi gurauan Krystal lalu sesaat kemudian mengalihkan pandangannya pada pemuda berambut hitam pekat yang tengah menatapnya

“Dan kau…?” tanya Summer sambil menaikkan alisnya pada Myungsoo

Agaknya Myungsoo tersadar dari lamunannya

“Ah… Kim Myungsoo” jawabnya

“Ya, salam kenal semuanya” kata Summer sambil tersenyum, mereka berempat membalas senyuman Summer

“Ngomong-ngomong, apa keistimewaan penyihir bulan? Sejak dulu aku penasaran” tanya Jiyeon

Summer mengangkat bahu

“Entahlah, penyihir bulan termasuk makhluk berkelebihan yang paling abstrak dan misterius, setiap penyihir bulan dikaruniai kemampuan melihat masa depan, dan memiliki satu kemampuan khusus, dan ada beberapa-atau mungkin bisa dibilang banyak- yang tak memiliki kemampuan khusus, kau lihat Student Governement disana?” Summer menunjuk salah satu Student Government dengan tubuh jangkung dengan name-tag “Wu Yifan” yang tengah mengobrol dengan Sunbae perempuan yang sangat cantik, yang tak lain adalah kakak dari Krystal, Jessica Jung

Mereka berempat mengangguk

“Dia adalah Penyihir Bulan, dia tetanggaku, kekuatan khususnya adalah memenjarakan orang dan membuangnya ke galaxy, tempat asalnya, jadi, dia bisa membuat portal yang menghubungkan antara tempatnya dan galaxy, dan portal itu, memiliki kemampuan menghisap yang sangat kuat, walaupun masih kalah kuat dengan black hole” jelas Summer panjang lebar

“Dan kau sendiri? Apa kekuatan khususmu?” tanya Myungsoo yang sepertinya penasaran dengan gadis berpengetahuan luas di hadapannya ini

Summer menatap Myungsoo sambil tersenyum

“Membuat Supernova atau ledakan bintang” jawabnya kalem

“Whoa! Keren!” pekik keempat orang yang sekarang tengah memandang Summer takjub

“Tapi, yah, karena sangat berbahaya, aku dilarang menggunakan kekuatanku, hanya diperbolehkan disaat darurat saja” sambung Summer sambil mengangkat bahu

“Ya, tentu saja, kalau tidak, kau akan meledakkan satu bintang setiap kau marah, itu mengerikan” gurau Luhan dan disahut dengan tawa keempat temannya

“Oh iya” Summer seperti mengingat sesuatu “Ketua Student Government, maksudku Byun Baekhyun, dia juga bisa meledakkan bintang dan membuat black hole” kata Summer serius

“Apa dia penyihir bulan?” tanya Krystal yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan mereka

Summer menggeleng

“Tidak, dia berasal dari Oread, jadi kemampuan alaminya adalah berbicara dengan hewan, namun, kau tahu, dia itu Multitalented, dia juga seorang Mind-controller atau yang lebih halusnya, telepathy, dia juga teleporter, dia juga light controller, water controller, air controller, dan dia bisa menumbuhkan tumbuhan dimanapun ia mau, hebat bukan? Karenanya, ia ditunjuk menjadi ketua Student Government dan asisten langsung Headmaster sejak tahun pertama bersekolah disini, biasanya yang bisa menjadi Student Government itu murid tingkat keempat, namun sekarang ia baru berada ditingkat kedua, jarang sekali ada orang sepertinya” jelas Summer, keempat orang dihadapannya benar-benar takjub mendengar kehebatan pemimpin mereka, terlebih Krystal, entah mengapa, ia merasa… Tertarik

_

“Krystal-ah, lokermu terletak tepat di sebelah lokerku” ujar Luhan berseri-seri, sebelumnya ia gelisah, ia takut akan dibully karena kejadian saat penentuan asrama tadi

Krystal tersenyum sambil membuka lokernya yang berwarna biru tua dan mendapati lokernya-yang dua tingkat- telah terisi oleh buku-buku tebal-beberapa telah usang dan berdebu-tapi itu memang ciri khas sesuatu yang ‘mistis’ bukan?- Dasi berwarna biru dan putih yang melambangkan asramanya-tiap-tiap asrama memiliki warna yang berbeda-gulungan perkamen di tingkat atas-Krystal langsung berpikir bahwa gulungan perkamen itu adalah jadwal pelajaran-kotak berbentuk kura-kura yang berisi koin-koin gemerincing dan beberapa uang kertas, pengaduk-yang harus dibawa di kelas Herbology-di sebelah perkamen, bulu berwarna marun dan beige untuk menulis diatas pengaduk, buku-buku kosong yang berjejer rapi

Di dinding loker banyak terdapat foto-foto lama bangunan ternama dunia, disudut loker juga terdapat gulungan kertas yang berisi  informasi tentang tempat-tempat mistis di penjuru dunia

Krystal tersenyum puas melihat lokernya, ini benar-benar dirinya

“Lu, bagaimana lokermu?” tegur Krystal dengan senyum mengembang

Luhan menoleh dengan senyum yang tak kalah mengembang

“Lebih dari yang kuharapkan, ini sempurna” sahut Luhan sambil menunjukkan eyesmilenya “Bagaimana denganmu?”

Krystal memiringkan kepalanya

More than perfect, haha” jawabnya sambil tertawa juga

“protect yourself… cause no one can protect you…”

Krystal tercengang mendengar bisikan di telinganya itu, ia sontak menoleh kebelakang namun ia mendapati bahwa hanya ada Ia dan Luhan di situ

“Lu, kau dengar itu?” tanya Krystal sambil mengeryit

Luhan mengangkat alisnya

“Mendengar apa?” Luhan balik bertanya

“Bisikan itu…” desis Krystal sambil menatap ke sekeliling was was, namun Luhan hanya mengeryit dan mengikuti arah pandangan Krystal, he can’t get over it

Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiing Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiing Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiing

Tiba-tiba di telinga Krystal ada sesuatu yang berdengung dengan sangat keras, Krystal terjatuh sambil memegangi pelipisnya dan memejamkan matanya kesakitan

“Krys! Kau tak apa?” pekik Luhan sambil berjongkok

Krystal tak merespon, ia masih mengerang kesakitan

Ditengah suara erangan itu, keseimbangan Krystal sirna, daya tahannya pun lenyap, ia ambruk

“KRYSTAL!!”

To be continued

16 thoughts on “[First Lesson] The Qualified Qwartet

  1. asiiikk… update jga nih :D astogeee,, bahasanya keren bangettt ^^ ceritanya jga seru, aku yg baca jd berasa nnton film nya XD baek ku multitalent bangetzz sih m^.^m suka … suka …
    looh :O soojung knpa tuh?? next thor >_<

    • Hehehe makasih udah nunggu :D
      Aaaa makasih x)
      berasa nonton film? Alhamdulillah amiin yaallah^^
      Iya baek hebat hahaha xD
      ah dia… Dia…. Tunggu aja nanti/?
      Haha makasih udah komen^^

  2. wiiih seru ceritanya, ala hogwarts gitu ya bedanya ini bukan penyihir hahaha
    kenapa krystal ga bisa baca pikiran myungsoo, siapa myungsoo sebenernya apa dia mata”? :O
    next ya

  3. Bagus, thor!
    Sayang Baekhyun bukan termasuk 4 sekawan! XD, tapi ga pa-pa kok, tetep keren (y)

    Krystal keren, tapi siapa yang bisik-bisik sama buat Krystal pingsan? Baekhyun kah? Myungsoo kah? X3

    Luhan keren, cute (?)XD oh ya, Luhan kekuatannya apa aja? Kok rasanya belum terlalu terkupas? But, it’s still good!

    Jiyeon… Keren sih, cuma semoga aja kekuatan teleportasi-nya bisa mengembang :)

    Myungsoo, keren XD.. Tapi masih penasaran! Kenapa Kryssie ngga bisa membaca pikirannya?

    #scroll-up…’_’ omaigat, maaf, komen saya panjang ‘-‘)v

    Well…
    Fighting, thor, ditunggu kelanjutannya! Keep up your work!! :*

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s