[Freelance] One Sided Love (Part-2)

cats

Tittle : One-Sided Love
Length : Chaptered
Rating : T
Genre : Romance, Drama
Author : yhupuulievya
Cast : Xi Luhan, Kim Jongin, Choi Ahri, Song Hera, and many more
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it.
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

Apakah kau pernah berfikir, mengapa kita sering jatuh cinta pada orang yang salah?
Karena, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin jatuh cinta.
Hati, keinginan dan logika memang sering tak sejalan. Lalu mengapa Tuhan mempertemukanmu dengannya?
Tentu saja, Karena Tuhan mempunyai rencana lain yang tak pernah kau ketahui.
Everything happens for reason, right?

CHAPTER TWO
(Freak Girl)

Dinning room

Xi Hanri kini tengah menatap anak kesayangannya dengan antusias, mengabaikan semua makanan lezat yang telah terhidang di meja makan mewahnya itu.
“Dia cantik, kan?” Luhan tetap melanjutkan makan malamnya tanpa menjawab pertanyaan ummanya
“Eeeeh jangan malu-malu seperti itu, sayang. Katakan saja, bagaimana pendapatmu mengenai Choi Ahri?”

Luhan menatap ummanya sekilas namun setelah itu ia kembali melanjutkan makan malamnya, Xi Hanri sedikit cemberut
“Kau harus percaya pada umma. Meski gadis itu terlihat kekanak-kanakan tapi dia benar-benar gadis yang baik, dia juga ceria dan tak mudah menyerah. Umma sangat yakin dia yang terbaik” Xi Hanri tersenyum pada Luhan
“Cobalah untuk mengenalnya” Tetap tak ada respon
“Mulai besok, umma menyuruhnya tinggal disini” Luhan tersedak
“Apa umma gila?” Luhan tampak tak terima dengan kalimat terakhir ummanya
“Memang apa salahnya? Dengan begitu kau bisa lebih dekat denganmu. Lagipula kamar di sebelah ruanganmu kan kosong”

Luhan menaruh sumpitnya dan berhenti menyantap makan malamnya
“Malam ini aku akan menginap di rumah Kris”
Setelah itu Luhan pergi begitu saja namun Xi Hanri tak berniat untuk mengejarnya, ia tau anak laki-lakinya itu tengah marah padanya,ah mungkin  ia hanya perlu memberikannya waktu.

***

    Luhan terlihat begitu berantakan malam ini, terlalu banyak hal yang ada dipikirannya. Seorang gadis yang kini duduk di hadapannya membuka percakapan di antara mereka
“Jadi kau akan menginap di Apartemen Kris?”
“Begitulah” Luhan menjawab singkat lalu meneguk minuman yang tertuang di gelas kaca dalam genggamanya, seketika cairan merah itu membasahi tenggorokannya. Gadis yang duduk didepanya sedikit menggelangkan kepala lalu berjalan dan berlih duduk tepat disamping Luhan
“Jangan terlalu banyak minum” Gadis itu lalu membawa gelas dalam genggaman Luhan dan menaruhnya di meja
“Umma benar-benar membuatku gila, ia bahkan berencana untuk mengajak gadis itu tinggal bersama”

Gadis di sampingnya berubah muram sekilas namun kemudian ia tersenyum
“Mungkin ummamu berencana untuk membuatmu dekat dengannya”
Luhan sedikit terganggu dengan ucapan gadisnya itu
“Kau tau kan bahwa aku hanya mencintaimu, Hera-ya”
Gadis bernama Hera itu tersenyum lembut

 “Arraseo tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini, jika kau langsung menolak rencana orang tuamu, bukankah appamu akan marah besar?”
Luhan berdiri dan berjalan ke arah balcony
“Ini benar-benar membuatku gila” Ia mengacak rambutnya frustasi
Hera mengikuti namja itu lalu memeluknya dari belakang
“Jangan khawatir, aku yakin kau bisa menyelesaikanya. Kita hanya perlu waktu. Aku bisa menunggu untukmu”

Luhan terdiam, namun kemudian ia tersenyum
“Aku berjanji akan menyelesaikan ini secepatnya. Kaupercaya padaku kan? Luhan berbalik dan gadis itu mengangguk dengan senyuman. Luhan menatapnya lekat lalu memeluka gadisnya erat
“Kau harus percaya padaku Hera-ah. Aku hanya mencintaimu” Luhan mengeratkan pelukannya
“Hm”
Hera memeluknya balik namun tatapan gadis itu terlihat kosong.

***

Kris’s Apartement 8:00 AM

Ding Dong
Ding Dong

Kris segera beranjak dari kasurnya begitu mendengar bel apartemenya berbunyi dua kali
~aissh siapa orang yang bertamu sepagi ini. Pikirnya
Kris mengucek matanya sebelum berjalan kearah pintu depan dan “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”
Tepat saat ia membuka pintu apartemenya, teriakan seorang gadis tiba-tiba terdengar dan memekakan telinganya. Berhasil membuat namja tinggi itu tersadar dari kantuknya dalam sekejap. Ia melihat gadis yang tak ia kenal kini bersemu merah lalu menutup matanya. Dari sana ia sadar bahwa kini ia hanya memakai sebuah boxer pendek dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos..

~Oh man!!!!! I’m topless. Kini namja itulah yang sedikit malu
Ia segera berlari dan mengambil pakaianya lalu memakai kaos putih sebelum kembali menemui gadis tadi.
“Ah maaf atas kejadian tadi noona, tapi.. kau siapa?” Kris terlihat bingung karena ia tidak pernah melihat gadis itu sebelumnya
“Apa kau Wu Yi fan?” Gadis itu malah balik bertanya
“Ne dan kau?” Kris kembali bertanya
“Apakah tunanganku menginapa disini?” Gadis itu malah kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan tadi

~oh mannnn, what’s wrong with this girl?
“Maaf noona. Tunanganmu yang ma…?”
“KKKKKKKYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAA, LUHANEY!!!!!”
Gadis itu langsung berteriak kegirangan begitu melihat orang yang dicarinya tertangkap indra penglihatannya. Luhan sepertinya baru saja bangun dan belum begitu sadar sepenuhnya namun gadis itu langsung menerobos masuk dan langsung memeluknya tanpa aba-aba
“BOGOSHIPPO!” Gadis itu sepertinya benar-benar bersemangat pagi ini. Pelukanya membuat mereka terhempas tepat kesofa yang berada dibelakang Luhan.
~oh mannnn, I know.. there’s something wrong with this girl
Kris hanya menatap mereka tanpa ekspresi.

***

 Suasana di mobil kali ini terasa begitu kaku.  Luhan sepertinya tidak berniat untuk mengajak ngobrol gadis disebelahnya. Ia hanya fokus pada jalanan di depanya dan menyetir dengan hati-hati
“Kenapa kau menginap di apartemen Wufan-ssi?”
“Apa kau bertengkar dengan umma?” Luhan tampak tak mempedulikan pertanyaan Ahri dan itu membuat gadis disampingnya mempoutkan bibir, sedikit kesal
“Kau tidak boleh bertengkar dengan umma, aku yakin umma hanya ingin yang terbaik untukmu”
Luhan menambah kecepatan mobilnya
~Memangnya siapa yang mebuatku bertengkar dengan Umma, gadis bodoh. Batin Luhan

“Bagaiman kalau kita minta maaf pada umma? Aku akan menemanimu”
Ahri hanya mengucapkan apa yang ada dipikrannya tanpa tahu apa akar permasalahan yang sebenarnya
“Bukankah tidak baik bertengkar lama-lama dengan ummamu?”
Luhan membanting stir dan menghentikan mobilnya
“DIAMLAH!” Luhan membentaknya dan Ahri terlihat begitu kaget
“Tap…”
“Dan berhenti memanggilnya umma, dia bahkan bukan umma-mu”

Ahri tak sempat melanjutkan kata-katanya, ia tak mengira bahwa Luhan akan mengatakan hal semacam itu. Ahri menundukan kepalanya lalu tersenyum lemah.
“Ah itu benar .. maaf”
Ia menatap Luhan lembut dan namja itu kembali melajukan mobilnya tanpa melirik Ahri sedikitpun
“Aku akan menjemput Hera jadi aku hanya bisa mengantarkanmu sampai stasiun”
“EH?”
“Dia adalah pacarku, kau mungkin akan canggung jika harus satu mobil bersama kami”

Ahri tampak terkejut tapi ia berusaha kembali menormalkan ekspresinya
“Tidak!  aku bisa mengatasinya. Aku benar-benar penasaran gadis seperti apa Heramu itu sehingga bisa begitu menarik dimatamu”
Ahri menyilangkan kedua tangannya, sebenarnya ia ingin marah pada namja itu, walau bagaimanapun ia adalah tunanganya, meski namja itu tidak pernah menyukainya setidaknya saling mejaga perasaan bukanlah hal yang beratkan? Ahri hanya sibuk dengan pikiranya matanya menatap pada jalanan yang dilaluinya.

    Beberapa saat kemudian Luhan menghentikan mobilnya dan keluar dari sana. Ahri baru saja menyadarinya, lalu matanya menatap keluar sana. Ia hanya mengejapkan matanya sekali tanpa mengubah arah tatapanya, tiba-tiba perasaan yang aneh menjalar di hatinya saat ia melihat Luhan mengecup kening seorang gadis berambut pirang. Ahri tidak pernah tau bahwa namja itu bisa begitu manis, sebuah sikap yang tak pernah ia dapatkan dari namja itu. Seketika Ahri merasakan sesuatu yang bahkan tak ia mengerti

~itu benar, mungkin suasananya akan sangat tidak nyaman
Ia diam sejenak sebelum memutuskan untuk turun dari mobil Luhan.

~Aku melakukan ini bukan berarti aku melepaskanmu, Luhan ge
Ahri lalu memilih untuk pergi tanpa berniat untuk pamit dulu pada namja yang ia anggap tunangannya itu.

***

    Choi Ahri kini hanya duduk disebuah stasiun tanpa melakukan apapun, ia hanya menatap kosong kedepan. Pikiranya entah melayang kemana. Ahri tampak begitu tak bersemangat. Sebenarnya, ia tidak berniat untuk bolos dihari pertamnya namun ia tidak dalam mood yang baik saat ini.

~tidak tidak tidak
Ahri menggelangkan kepalanya

~Seorang Choi Ahri tidak boleh menyerah semudah ini
Ahri mengangguk

~Itu benar! Kalau aku tidak berhasil mendapatkan Luhan ge, bukan Choi Ahri namanya
Ahri mengangguk lebih mantap kali ini dan tak menyadari orang-orang mulai menatapnya aneh

~Okay Choi Ahri. You Can do it!
“FIGHTING!!!!!” Ia berbicara pada dirinya sendiri tak peduli pada orang-orang yang mulai berbisik mengenainya.

Tanpa ragu langsung masuk kedalam bis begitu bis yang ditunggunya datang, meski ia tak pernah transportasi umum sebelumnya namun ia pikir ini bukan waktu yang tepat untuk egonya.

***

Seoul High School, 9.30 AM

Bel tanda dimulainya jam pelajaran sudah berbunyi setengah jam yang lalu dan kini gerbang sekolahpun sudah ditutup. Ahri hanya berdiri mematung tanpa tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia hanya menghembuskan nafasnya berat

“Sial, padahal aku sudah memaksakan diri naik bis dan hasilnya tetep telat!” Ahri langsung membalikan tubuhnya dan berniat untuk pulang saja namun wajahnya berubah cerah begitu menyadari bahwa ada oranglain yang datang terlambat juga

    “HEII!” Ahri melambaikan tangan lalu berlari kearah orang tsb namun begitu jarak mereka dekat ia bisa langsung menyadari bahwa namja ini adalah namja yang dua hari lalu menganggunya di sebuah Klub malam

Ahri mencoba mengingat-ingat namanya dan

    “KAIII?” Ahri sangat terkejut bahwa ia kembali bertemu dengan namja yang benar-benar ia harap tak pernah ia jumpai lagi

Well, sometimes we just meet with unexpected person in unexpected place like that. Who knows? Maybe God has some plans

    “KAU?” Kai membulatkan mata
“BAGAIMANA MUNGKIN KAU ADA DIMANA-MANA?” Kai menatapanya tak percaya dan Ahri memukul kepalanya
“Kau pikir aku hantu? Aku baru saja pindah kesini” Ahri mendelik sebal dan Kai mengusap kepalanya
“Aissshhh kalau sudah bertemu gadis ini, hariku pasti akan jadi sial” Kai bergumam pelan namun Ahri dapat mendengarnya

    “AWWWW!” kali ini Kai merasa kesakitan saat gadis itu menginjak kakinya
“YAAAA! TIDAK BISAKAH KAU BERHENTI MENYIKSAKU? AISSSH!!! PURA-PURALAH KAU TIDAK MELIHATKU DAN PERGILAH!” Kai kembali berjalan
“CHAMKAMAN!!!”
“APA LAGI?” Kai berbalik dan menatap kesal Ahri. Keduannya saling berbicara dengan nada tinggi

    “Aku tidak akan menganggumu lagi, asal kau harus bisa membuatku masuk kesana tanpa harus ketahuan terlambat”
Kai tampak berfikir, tawaran yang cukup menarik, ia lalu menyunggingkan smirk khasnya
“Itu gampang, ikuti aku!”
Kai berjalan cepat dan Ahri mengikutinya dibelakang
“Aku tau jalan rahasia”
“Jinjja?”
“Tentu saja”
“Whoaaa daebak!!! sudah aku duga orang sepertimu pasti adalah seorang pembolos yang handal”

    “Kau benar, selain bisa membolos lewat jalan ini, jika datang terlambat kau tak perlu khawatir”
Ahri mengangguk begitu mendegar semua ucapan Kai
“Jadi kau sering terlambat?” Ahri bertanya
“Kadang, kalau aku tidur terlalu larut”
“Ah Sekolah disini pasti sangat berat. Apakah gurumu memberikan banyka tugas?”
“Tidak juga” Kai berkata acuh tak acuh
“Lalu kenapa kau tidur larut malam, aihhh aku tau . kau pasti terlalu asik clubbin sampai malam”
“Tidak juga, aku hanya menonton film dewasa semalaman”
“MWOOOOOOOOOOOO?” Ahri setengah berteriak dan Kai mengusap telinganya
“Kau berisik sekali” Sahut Kai
“Naiklah!” Kai berucap lagi
“Huh?” Ahri tampak bingung
“Naik kepunggungku”
“Huh?”

    “Aisssh! Cepat naik kepunggungku! Memangnya kau bisa memanjat tembok itu sendiri?”
“Ah anio!” Ahri menggelang begitu menyadari maksud ucapan Kai
“PPALI”
“Ah iya iya”
Ahri langsung naik kepunggung pria itu begitu mendapatkan perintah darinya. Begitu sampai disana Ahri langsng meloncat dan mendarat dengan sempurna, dengan seketika ia berada di dalam Seoul High School.

    “Bagaimana?” Kai bertanya pada Ahri begitu ia menyusul memanjat tembok sekolah dan mendarat disamping Ahri
“Itu benar-benar keren! Bagaimana mungkin kau bisa menemukan jalan rahasia seperti ini?”
Ahri tampak terkagum
“Because I’m KIM JOGIN” Kai membusungkan dadanya bangga namun Ahri sekarang malah memutar bola matanya
“Ngomong-ngmong itu benar-benar cute”  Kai tersenyum penuh misteri pada Ahri
“Hah?”
“Kau menyukai warna pink?” Tanya Kai
Ahri mengernyitkan dahi
“Bagaimana kau tahu?”

Kai langsung tertawa terbahak-bahak
“HAHAHAHAHAHA” Ia mengedipkan sebelah matanya pada Ahri sebelum menjawab
“Dari motif  hello kitty yang kau pakai” Kai lalu berjalan menjauh dengan cool
Ahri hanya diam mematung. Tak mengerti arah pembicaraan Kai. Namun setelah beberapa saat ia baru sadar bahwa seingatnya ia mengenakan underwear pink bermotif hello kitty
~MWOOOOOOOOOOOO?
Ahri menjerit dalam hati. Itu berarti…..
“KAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!”

-to be continued-

12 thoughts on “[Freelance] One Sided Love (Part-2)

  1. dimana-mana kai emang yadong :D cock deh kai ama ahri ho8, sebenernya hera suka ga si ma luhan kok tatapannya kosong gitu waktu luhan bilang cinta ma dia?

  2. Ahayde.. sebenernya aku nyari momen luhannya yang kaya gt ama ahri tapi author berkata lain.
    Suka banget ama sikapnya kai. Hahahah
    Ngemeng2 luhan ama hera itu ih ngeselin bgd ahhh. Aku benci banget konflik
    Lanjut ya thor~~

  3. hahahhahah.. ngakak bacanya.. daebak thorrrr daebakkkkk xD
    4 jempol buat author/? hehe.. keren bgt thorrrrr
    izin baca next chap ne thor ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s