[Ficlet] Unspoken Words

UNSPOKEN WORD

Tittle : Unspoken Words
Length : Ficlet
Rating : T
Genre : Romance, Friendship
Author : yhupuulievya
Cast : Kim Jongin, Han Yoori
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it. xoxo~
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

***

“Orang bilang kadang kau tak bisa menyadari akan kehadiran cinta, selain tak mampu membaca hati seseorang, sebuah kata cinta yang tak terucap membuatnya menjadi rahasia yang hanya ia ketahui. Sampai pada saatnya ia menghilang kau akan menyadari bahwa ialah orang yang paling kau butuhkan saat ini. Akhirnya.. kau hanya bisa membisikan kata rindumu pada angin yang berhembus tenang.”

(Han YooRi’s pov)

Jika saja cinta itu mudah diungkapkan, mungkin sedari dulu aku sudah mengatakan tiga kata cinta kepadanya. Namun sebagai seorang perempuan aku memutuskan menyimpanya sebagai rahasia yang hanya ku ketahui, terlebih lagi dia adalah sahabat yang sudah begitu aku kenal. Melihatnya seperti melihat cerminan diriku sendiri, tak ada satupun hal dari dirinya yang tak aku ketahui .

Kim Jongin namanya, sebuah nama yang terdengar begitu indah saat aku mengucapkannya, sahabat sekaligus orang yang selalu ada untukku. Tentu saja, akupun berusaha untuk selalu berada disisinya saat ia membutuhkanku, seperti saat ini.. saat ia mengungkapkan persaanya pada Choi Hyemi aku memandangnya dari jauh dan kulihat gadis didepanya kini menunduk malu, semburat merah muda menghiasi pipinya lalu ia mengangguk pasti dan Kai menarik gadis itu kedalam peluknya. Mereka tersenyum bahagia.. dan saat itu pula aku tahu… mereka sedang jatuh cinta.

“Aku berhasil ..” Kai mengucapkan kalimat pertamanya begitu berlari menghampiriku

“Dia menyukaiku juga “

Aku menangkap ekspresi bahagia yang terlukis di wajahnya. Ah, sepertinya sore ini memang sesepi hatiku. Sosoknya yang berdiri beberapa langkah saja dihadapanku entah mengapa malah terasa begitu jauh. Sangat jauh seolah tak bisa ku gapai.

Aku berusaha sekuat mungkin menahan air mata yang kini berada dipelupuk, memaksa untuk meluncur bebas.
Aku mengalihkan tatapanku. Mendung dilangit sana kembali menyelimuti langit yang abu dan angin yang kencang malah meruntuhkan pertahananku, setetes air mata turun membasahi pipiku begitu saja. Tak seharusnya aku menangis didepan Kai

“Kau kenapa YooRi-ah?” Aku menggelengkan kepala, berusaha mencari satu dari ribuan kata yang tiba-tiba menghilang begitu saja.

“Apa kau baik-baik saja?” tambahnya, dan aku hanya mengangguk pelan

“Aku hanya merasa bahagia untukmu Kai” Kai tersenyum manis lalu memelukku, seperti biasa ia mengusap kepalaku lembut dan itu membuatku semakin berharap untuk menghilang bersama matahari yang meredup. Bahkan di hari terakhirku bersamanya aku tak mampu untuk jujur akan perasaanku.

“Kau memang sahabat terbaiku , sebagai gantinya aku akan menemanimu pergi ke bandara nanti malam”
Aku menyeka air mataku dan menggelengkan kepala. Jika ia mengantarkan kepergianku, aku tidak yakin aku bisa fokus belajar di Amerika nanti. Kadang memilih untuk tak mengucapkan salam perpisahan terasa jauh lebih baik.

“Omma akan mengantarkanku, kau tidak perlu khawatir Kai. Selain itu, bukankah kau harus mempersiapkan kencan pertamamu nanti?”

“tapi kau tau sendiri Yoori-ah.. aku tak pernah berkencan sebelumnya dan aku rasa ini akan..” Kai mengehentikan kalimatnya begitu aku memberikan sebuah buku tips kepadanya

“Tips untuk kencan pertama?” Kai bertanya sambil terkekeh

“Hnn! Aku sengaja membelikanya untukmu agar kau tak mengacaukan kencan pertamamu”

“Ah itu benar! Tapi.. mengenai kepergianmu, apa kau yakin tak mau ku antar?” Kai menatap lekat

“Tentu saja”

“Pulanglah Kai, kau harus segera bersiap untuk kencanmu nanti, terlambat di hari pertama bukanlah hal yang baik” lanjutku

“tapi kau?”

“Masih ada hal yang harus aku urus, kau pulang duluan saja” Kai menatapku tak yakin namun Aku berusaha menyembunyikan sedihku dengan senyuman yang kemudian aku berikan padanya. Kai mengangguk dan menepuk pundakku

“Take care” Kai tersenyum dan berjalan meninggalkanku

Lingkungan sekolah sudah tampak kosong sedari tadi, mengingat siswa lainya sudah pulang dan merayakan hari kelulusan bersama keluarga maupun sahabat mereka. Dan disinilah aku, berdiri..menatap siluetnya yang semakin menjauh lalu beberapa detik kemudian menghilang begitu saja.
Angin yang berhembus tenang menerpa wajahku, daun-daun keemasan mulai berjatuhan. Musim gugur yang sepi ini selalu menimbulkan kerinduan yang tak tertepikan. Aku kembali terisak dalam tangisku

“Tak akan ada yang mencintaimu seperti aku, Kai”

***

(Author’s Pov)
Kai’s room
8:00 PM

“Oppa, Yoori unnie menitipkan ini padaku” Kai menatap adik perempuanya lekat lalu bertanya

“untukku?”

“Nde!”
Kim Hana segera meninggalkan ruangan Kai begitu ia memberikan surat yang dimaksud padanya. Kai segera mengambil surat berpita biru itu lalu mulai membaca kata-kata yang terangkai disana

“Dear Kim Jongin, sahabat sekaligus orang yang begitu berarti bagiku …
Terimakasih telah menjagaku dan menjadi sahabat terbaik selama belasan tahun. Aku tidak pernah mengira bahwa hari dimana aku harus berpisah denganmu akan datang juga. Walapun aku tak ingin pergi, tapi baik aku maupun kau, kita masih mempunyai kehidupan yang harus kita lanjutkan.
Ah, setidaknya kita masih berteduh dilangit yang sama dan berdiam di planet yang sama pula.
Orang bilang, kita bisa melupakan orang yang pernah tertawa bersamamu tapi..tak akan pernah bisa melupakan orang yang menangis bersamamu.
Dan aku ingat, saat itu kau menangis bersamaku lalu meminjamkan bahumu untukku bersandar. Kau selalu menemani hari-hariku saat ayah yang kubanggakan pergi untuk selamanya.
kau selalu ada disana..
selalu ada untukku.
Terimakasih untuk segalanya Kai, Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti.
Your bestfriend :’)
Han YooRi

Kai membaca deretan kalimat dari sahabatnya dengan sendu, matanya berkaca begitu menyadari bahwa esok ia tak akan melihat Han Yoori lagi. Tiba-tiba saja tanpa ia tahu mengapa, kekosongan menyeruak didalam hatinya. Entahlah, perasaan semacam ini kerap kali membuatnya bingung, yang jelas ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.

Kai menghembuskan nafasnya yang berat, kadang jarak memang terasa begitu menyebalkan saat harus memisahkan mereka yang berarti untuk kita. Ia terdiam sejenak lalu melipat kembali surat itu seperti semula. Diambilnya buku pemberian Yoori tadi sore, ia berniat menjaga surat dan buku itu dengan baik, walau bagaimanapun benda itu adalah hal terakhir yang Yoori berikan padanya.
Kai berdiri dan hendak meletakan buku itu di rak bagian atas namun tiba-tiba selembar kertas terjatuh disela-sela halaman buku tersebut.
Kai mengambilnya dan menyadari tak ada tinta yang tercoret disana. Ini hanyalah sebuah kertas kosong biasa.. namun saat ia membaliknya, dipojok kanan tertulis kecil-kecil :

Kim Jongin, kau tak cukup peka untuk menyadari bahwa aku menicntaimu selama belasan tahun..
kau tak cukup peka sehingga membiarkan orang yang mencintaimu sejak kecil, melihatmu mengucapkan kata cinta pada wanita lain
kau tak cukup peka..

*END*

10 thoughts on “[Ficlet] Unspoken Words

  1. Aku membacanya dengan perasaan tak menentu, antara sadar dan tidak dengan celoteh dosenku di dpn sana.’sungguh ini sangat membuatku terharu. Aku sangat menyukai Kai, terutama hidungnya yang unik! Sangat keterlaluan kau Ka! Huh! Belasan tahun tidak menyadari, apa hatimu itu terbuat dari kue apem? Empuk tapi asem! Sial, sayangnya aku suka kue apem. Dan Yuri, kenapa wajahmu begitu pucat seperti hantu! Itu sangat mengerikan untuk Kai, Sayang! Semoga Kai bisa lebih peka lagi di hari nanti. Aku mendoakannya untukmu Author terhormat! PEACE! FIGHT FOR FREEDOM!

    • loh ko ?

      and btw, aku juga suka Kai ko, banget :) all the things about him is my favorite ! hihi

      Emang ya setau aku kebanyakan cowok emg gak peka, unless we tell them what’s on our mind. ya meski ga semuanya gitu sih

      Dan mengenai poster, ini emang aku postnya semacam ngedadak gitu, jadi ya hasilnya g sesuai, maklum kalo pemilihan image cwenya errr gtu deh

      last, thx buat komennya ;)

  2. Mabeles mabeles /jarjit/ wkwk
    Keren yaa, kaya cerita kenyataan aku dulu._____.
    Bikin Sequel nya thorr!’-‘

  3. haaaakkkjleeebbb jleeeebbbbb ituuuu endingnyaaaa jleeeebbbb
    KAI KENAPA KAU TIDAK MENYADARINYAA?? APA SEGITU SUSAH MENYADARINYA??
    HATI INI SAKIT /gak

    okeee ini duh pokoknya jleb lah… kenapa kalo dari persahabatan lama kali nyadarnya….
    dan Kai arrghhh….
    dan author ini jleeebbb
    oke sekian makasih ._.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s