One-Sided Love (Part-3)

OSL3

Tittle : One-Sided Love
Length : Chaptered
Rating : T
Genre : Romance, Drama
Author : yhupuulievya
Cast : Xi Luhan, Kim Jongin, Choi Ahri, Song Hera, and many more
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it.
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

Apakah kau pernah berfikir, mengapa kita sering jatuh cinta pada orang yang salah?
Karena, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin jatuh cinta.
Hati, keinginan dan logika memang sering tak sejalan. Lalu mengapa Tuhan mempertemukanmu dengannya?
Tentu saja, Karena Tuhan mempunyai rencana lain yang tak pernah kau ketahui.
Everything happens for reason, right?

CHAPTER THREE
(Our Problems)

Kai berjalan dengan santai, sedari tadi seulas senyuman terus terlukis di wajahnya, sesekali ia terkekeh mengingat kejadian tadi.

Underwear hello kitty ? Haha dia kembali tertawa, itu mungkin sangat lucu baginya tapi disisi lain, jika mereka kembali bertemu nanti, gadis itu tak akan melepaskannya. itu pasti.

Kai terdiam sejenak, seharusnya sekarang ia berjalan ke kelas dan diam-diam masuk lewat pintu belakang, sepertia biasa. Namun, ia tidak mau menghancurkan moodnya yang bagus ini dengan mengikuti pelajaran pagi yang begitu membosankan, oleh karena itu kini ia mengubah arah dan berjalan ke kantin belakang, tempat diamana ia selalu menghabiskan waktunya.

“Bibi Ann, berikan aku satu kotak nasi” Kai berbicara dengan sumringah lalu duduk di kursi kantin. Wanita paruh baya yang di panggilnya bibi itu kini menggelangkan kepala

“Kau bolos lagi, Kai?”

“Aigoo, sekarang aku sedang lapar bi, kita bicarakan itu nanti ya” Kai mengedipkan sebelah matanya

“Ya ampun Kai, ayahmu pasti akan marah jika ia tahu kau sering membolos seperti ini” Bibi Ann tampak khawatir

“Kau harus mulai belajar dengan sungguh-sungguh Kai, kau tidak bisa bersikap seperti ini terus, bukankah kau harus meneruskan perusahaan ayahmu nanti? Oleh..”

Bibi Ann tidak melanjutkan ucapanya karena ia melihat, Namja itu kini diam, raut wajahnya berubah, ekpresi senangnya entah kenapa menghilang begitu saja

“Kai.. ”

Kai masih belum menjawab namun kemudian namja itu tersenyum

“Aku tidak perlu belajar bi, Ayah sudah mempercayakan perusahaan pada Suho hyung, aku hanya perlu bersenang-senang dan menikmati hidupku saja, ah Suho hyung benar-benar bisa diandalkan”

Kai kembali melahap sarapannya, entah mengapa meski ucapan namja itu seperti seseorang yang bahagia, seseorang yang mempunyai kebebasan, namun bibi Ann menangkap ekpresi sedih dari namja itu, walau sekilas.

“Aigoo, kau lahap sekali”

Kai terkekeh sebelum menjawab

“Itu karena aku belum sarapan dari pagi bi”

Bibi Ann kembali menggelengkan kepalanya

“Kalau begitu kenapa melewatkan sarapan pagimu, huh ?Bukankah pelayanmu di rumah sudah menyiapkan semuanya untukmu? Masakannya juga pasti enak-enak”

Kai tersenyum lagi

“Masakan bibi yang paling enak” kemudian, namja itu mengacungkan jempolnya dan bibi Ann terkekeh

“Kau ini bisa saja, setelah sarapan jangan membolos lagi”

“Arraseo, aku akan mengikuti kelas berikutnya”Suara Kai terdengar dipaksakan dan itu membuat bibi Ann kembali tertawa

“Ya sudah nikmati sarapanmu, bibi harus menyiapkan yang lainya”

Kai hanya mengangguk pelan dan bibi Ann segera masuk kedalam

“Kau benar-benar menyukai tempat ini ya” Suara yang begitu familiar kini tertangkap pendengaran Kai, namun namja itu tetap melanjutkan sarapanya tanpa menjawab pertanyaan yang terlontar tadi

Kini, Song Hera berjalan ke arah Kai dan duduk disampingnya

“Aku tau kau pasti ada disini, bolos lagi, hmm?” Gadis itu kini menatap Kai lekat

“Bukankah itu pertanyaan untukmu juga?” Kai menjawab tanpa melihat sedikitpun pada Hera

Gadis itu segera sadar bahwa iapun tengah bolos kini

“Itu benar, aku hanya berencana untuk menemanimu.Maksudku, bukankah membosakan membolos sendirian? Lagipula bel istirahat akan segera berbunyi”

“Dan anehnya, membolos bersamamu lebih membosankan” Kai kini meneguk minumanya

Song Hera kini tersenyum lembut

“Kau tidak pernah berubah, sama seperti beberapa tahun yang lalu”

Kai menatap tajam pada Hera

“Jangan berkata seolah kau mengenalku”

Hera hanya diam, ia menatap balik pada Kai

“Bukankah aku memang mengenalmu?”

Kini Hera menatap Kai lebih dalam lalu menunduk

“Aku selalu berfikir apa kau akan bertindak sama seperti yang Luhan lakukan jika orang yang pertama kali aku temui adalah Kau..”

Gadis itu menghentikan kalimatnya sejenak, lalu tersenyum lemah

“Bahkan sampai sekarang aku selalu berharap bahwa waktu akan kembali berputar dan berharap Kaulah yang menjadi penyelamatku, jika itu terjadi apa mungkin kini kaulah yang berada diposisi..”

Hera tak sempat menyelesaikan kalimatnya karena kini Kai membanting sumpitnya

“Saat itu, aku sudah tau bahwa kau tak pernah pantas untuk Luhan”

Hera tetap tersenyum

“Kau masih peduli padanya, bukankah persahabatan kalian begitu menakjubkan? Bahkan setelah apa yang ia lakukan, kau masih peduli padanya”

“Itu sama sekali bukan urusanmu”

Kai beranjak dari sana dan mulai melangkah namun gadis itu kembali betanya

“Apakah aku sehina itu, Kai?”

Kai mengehentikan langkahnya lalu berkata

“Bukankah kau yang lebih mengenal dirimu sendiri, Hera-ssi? “

Dalam sekejap Kai berlalu dari sana dan Hera hanya diam terpaku lalu ia berdiri dan berjalan namun kembali menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah cermin, ia menatap kosong kedalamnya.

“Kadang aku berharap agar kau tak pernah terlahir kedunia ini, dengan begitu kau tak akan pernah bertemu dengannya dan terlihat begitu menyedihkan seperti ini”

Hera berbicara pada bayangannya sendiri.

***

            Kai melempar minuman kalengnya, ia benar-benar berada dalam mood yang buruk saat ini. Ia kembali berjalan melewati aula. Bel istirahat sudah berbunyi sedari tadi, mungkin sebentar lagi bel masukpun akan segera terdengar, oleh karena itu kini ia berjalan ke arah kelasnya karena ia sudah janji pada Bibi Ann untuk tidak bolos lagi. Kai menghentikan langkahnya begitu menyadari siapa yang tengah berdiri tak jauh darinya, Luhan.

~Sial, batinnya

Ia merutuki dirinya sendiri karena memilih untuk berjalan melewati aula dan akhirnya berpapasan dengan orang yang benar-benar tak mau ia lihat untuk saat ini.

Kai membuang pandagannya dan kembali berjalan melewati Luhan seolah ia tak melihat namja itu

“Kau bolos jam pertama?”

Luhan melontarkan pertanyaanya dan Kai menghentikan langkahnya, kini mereka berdiri saling membelakangi

“Itu bukan urusanmu sama sekali” Kai hendak berjalan lagi namun Luhan kembali berkata

“Ayahmu akan marah besar Kai, bersikaplah dewasa dan mulai untuk belajar mengelola perusahaan”

“Dan aku sangat bosan untuk mengatakan bahwa Suh..”

“Suho-hyunglah yang mempunyai tanggung jawab atas perusahaan ?berhentilah lari dari kehidupanmu Kai” Luhan melanjutkan kalimat Kai tadi, Kai tertawa kini

“Lari dari kehidupanku?Lari ?bukankah itu kata-kata untukmu juga?” Kai tersenyum sinis dan Luhan diam sejenak, ia tahu bahwa kini Kai mengubah topik pembicaraan mereka

“Kita sudah bersikap seperti ini untuk beberapa tahun Kai, katakan apa yang harus kulakukan untuk menebus semuanya?” Luhan berujar serius

“Tidak ada” suara kai berubah lebih dingin

“Kau boleh memukuliku sepuasmu Kai, buat aku meraskan kesakitanmu dulu, kau boleh mengirim ku kerumah sakit dan lakukan apapun yang kamu mau setelah itu lupakanlah semuannya dan kembali seperti dulu.Apa kau benar-benar tidak bisa?”

Kai mengepalkan tangannya dalam beberapa detik saja amarahnya bisa meledak

“Lakukan Kai”

“SIALAN KAU!!” Kai melayangkan tinjunya tepat kearah Luhan dengan keras dan namja itu kini jatuh tersungkur, Kai lalu mencengkram kerah baju namja itu, setetes darah meluncur di sudut bibir Luhan dan namja itu berusaha keras untuk tak menampakan rasa sakitnya

“AKU MEMANG BENAR-BENAR INGIN MENGHAJARMU DAN MENGHABISIMU SEKARANG JUGA TAPI APA KAU PIKIR DENGAN MELAKUKAN ITU, SEMUANYA AKAN KEMBALI SEPERTI DULU , HAH!!! ?” Kai kembali memukul Luhan namun namja itu sama sekali tak melawan, ia bahkan tak berencana untuk membalas pukulan Kai

“Lalu apa yang harus aku lakukan?”

Luhan menatap Kai yang tengah menatapnya juga dengan tajam.Ia tahu bahwa namja itu kini tengah berusaha keras untuk menahan emosinya, Kai dengan segera melepaskan cengkramanya lalu berdiri dan hendak pergi

“Katakan apa yang harus aku lakukan kai”

Kai hanya diam, berdiri membelakangi Luhan.Memang benar, sekarang namja itu tengah berusaha mengontrol emosinya dan berusaha berfikir jernih. Ia menghembuskan nafas beratnya dan beranjak pergi namun sesuatu melintas dipikarnya , kini ia menghentikan langkahnya.

“Apa yang akan terjadi jika perjodohanmu gagal?Apakah ayahmu akan mencoret namamu dari silsilah keluarga?”

Luhan tercengang, ia tahu kemana arah pembiacaraan Kai dan ia benar-benar tahu apa yang ingin Kai sampaikan

“Kau tidak perlu menyianyiakan waktumu untuk itu Kai, lagipula aku tidak berencana untuk mewujudkan keinginan keluargaku”

“Kau berusaha mengatakan bahwa Kau tak menyukai Ahri-mu?”

“Dengar Kai, gadis itu tidak ada hubunganya denganku. Kau tidak perlu membawanya dalam masalah ini”

Kai berbalik menatap Luhan, tetap dengan tatapan bencinya

“Itu benar… aku lupa..bahwa gadis yang benar-benar kau cintai adalah Hera” Kai tersenyum mencela

“Aku sempat berfikir untuk menghancurkanya karena dengan begitu kau juga dengan otomatis akan hancur bersamanya tapi.. ini sangat membosakan. Gadismu itu terlalu mudah untuk jatuh kepelukan pria lain” Kai memamerkan smirk khasnya

Luhan mengeratkan jari-jarinya, kini ialah yang mengepalkan tanganya

“Berhenti menyeret semua orang kedalam masalah kita Kai dan aku tidak suka kau berbicara buruk tentangnya”

“Apa?Tapi Itu benar, bahkan beberapa hari yang lalu aku melihatnya mabuk berat, aku benar-benar penasaran apakah dia tidur dengan seseorang setelah itu?”

“AKU BILANG BERHENTI KAI!!” Kini Luhanlah yang berdiri dan memukul Kai tepat di wajahnya, Kai tersenyum sinis dan mengusap darah disudut bibirnya lalu membalas pukulan Luhan

Mereka terus berkelahi dan suasana disana mendadaka gaduh karena semua orang kini mulai berdatangan dan mengerumuni mereka.

***

            Ahri berjalan malas, ia terus memainkan botol mineralnya, merasa bosan. Sedari tadi ia sama sekali belum mendapatkan teman dan kini ia harus makan sendirian. Dua puluh menit berlalu namun ia masih belum menyantap makananya, ia terus memandangi dua kotak yang ada didepanya, satu untuknya dan yang satunya lagi… seharusnya itu milik Luhan. Gadis itu memang bagun dini hari tadi dan untuk pertama kalinya mencoba memasak, pelayan pribadinya bilang bahwa laki-laki pasti akan sangat senang bila seseorang memaskan sesuatu untuknya. Oh well, handmade. Namun sayangnya gadis itu tak sempat memberikanya pada Luhan karena namja itu terlalu sibuk dengan pacar tercintanya.

~Sigh

Ahri menghembuskan nafasnya lalu memasukan kembali dua bento itu kedalam tasnya, lalu berjalan untuk kembali kekelas.Ia tidak mood untuk makan sekarang.

“HEY CEPAT-CEPAT, KITA HARUS SEGERA PERGI KE AULA UNTUK MELIHAT PERKELAHIANYA” Seorang namja berteriak kearah temanya dan mereka langsung berlari. Ahri menatap kesekitar dan orang-orang berhamburan ke arah aula

Ahri bertanya pada seorang gadis yang hendak pergi kesana juga

“Ah, maaf ..eung sebenarnya apa yang terjadi?”

Gadis didepanya menjawab dengan tergesa-gesa

“Xi Luhan dan Kim Jongin tengah berkelahi” Gadis itu langsung berlari meninggalkan Ahri begitu menyelesaikan kalimatnya

“Mwo? Apanya yang menarik dengan menonton orang berkelahi”

Ahri berbicara pada dirinya sendiri

Ia kembali berjalan dan..

“MWO ? XI LUHAN? LUHANKU?”

Ia berteriak pada diri sendiri begitu menyadari apa yang gadis tadi katakan

“Aigoo Luhan ge” Dengan secepat kilat ia berlari kearah aula, ia benar-benar khawatir akan calon tunagannya itu. Sesampainya disana, ia segera menerobos kerumunan orang-orang

“Persmisi”ia berusaha keras untuk berjalan kedepan dan ingin segera memastikan bahwa Luhan baik-baiik saja.

Akhirnya setelah susah payah kini ia bisa melihat dengan jelas, disana Luhan dan

~Hey, bukankau itu Kai? Namja yang ia temui malam itu dan tadi pagi. Namja yang…

Ahri berhenti memikirkan kejadia tadi pagi, ia benar-benar malu dan kesal, terlebih lagi namjaa bernama Kai itu, kini malah berkelahi dengan Luhannya.

“Namja itu benar-benar..” Ahri menatap kesal pada Kai dari Jauh dan ia melihat dua orang temannya kini berusaha menahan Kai, mencoba menghentikan perkelahian mereka. Ahri mencoba mengingat siapa dua namja yang kini berdiri disamping kanan dan kiri Kai karena wajah mereka terlihat familiar.

~hell yaaa…

Ahri lebih kesal begitu menyadari bahwa kedua namja itu adalah orang yang malam itu bersama Kai saat di club, orang yang ikut menganggunya juga. Sehun dan Chanyeol ..jika ia tidak salah mengingat namanya.

Ahri mengubah arah tatapanya, disana Luhan juga ditahan oleh sahabatnya, ah itu Kris, Ahri masih mengingatnya betul, namja tinggi yang ia temui di apartemenya.

Ahri terdiam, di ujung sana ia melihat sesosok gadis yang ia yakini adalah kekasih Luhan, meski ia hanya melihatnya sekilas tadi pagi namun ia benar-benar masih mengingat wajah gadis itu. Ahri sekarang merasa bingung, haruskah ia berlari kearah Luhan? Mungkin gadis itu juga akan berlari keraah Luhannya dan ia akan segera terlupakan, terlebih lagi Gadis itu terlihat begitu panik dan khawatir namun apa yang ialakukan selanjutnya benar-benar membuat Ahri terkejut. Gadis itu tidak berlari kearah Luhan, namun kearah Kai. Benar saja, gadis itu..mengahampiri Kai.

Didepan sana Luhan tampak sama terkejutnya dengan Ahri namun namja itu berusaha untuk menetralkan ekspresinya

“YAA KALIAN! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN HUH? CEPAT BUBAR DAN KEMBALI KE KELAS”

Semua orang yang ada disana dikejutkan oleh suara dari seorang ajushhi berpenampilan sangar

“Oh gawat, Lee Soman seongseonim datang ayo kita bubar” seseorang berkata seperti itu dan dalam sekejap kerumunan orang-orang tadi langsung menghilang.

“Kalian berdua bereskan penampilan kalian dan temui saya di kantor”

“Ah! Dan Saya juga sudah menghubungi orang tua kalian”

Tuan soman itu segera pergi setelah menyelesaikan kalimatnya. Ahri tanpa pikir panjang kini berlari kearah Luhan

“Luhan ge, kau tidak apa-apa?”Luhan masih menatap Hera yang kini tampak khawatir akan Kai, namun namja itu mengacuhkan Hera dan meninggalkanya. Kai berjalan kearah kantor diikuti oleh Sehun dan Chanyeol

“Gwenchanayo. Kembalilah kekelasmu Ahri-ya” akhirnya Luhan menjawab Ahri

“Tapi..”

Luhan menengok kearah Ahri dan ia melihat ekpresi khawatir tergambar jelas dalam raut wajahnya. Luhan diam sejenak

“Aku akan baik-baik saja” Luhan tersenyum lembut pada Ahri lalu berdiri dan berjalan kearah kantor, meninggalkan Ahri yang masih menatap kedepan tak percaya

“Dia tersenyum padaku” Ahri berkata pelan pada dirinya sendiri

“Ini pertama kalinya ia tersenyum padaku! Whoaaa”

Ahri berdiri dan berkata dengan ceria

***

            Nyonya Xi Hanri dan Tuan Cho Kyuhyun kini tengah berada di kantor kepala sekolah dan duduk berdampingan, tak lupa masing-masing disamping mereka ada Luhan dan Kai

“Aigoo, anakmu itu gengster atau apa? Lihat Luhanku sampai begini?” Umma Hanri berkata panik

“Maaf Hanri-ah tapi anakmu juga melukai Kai” Kyuhyun membela anaknya

“Tapi Kyuhyun-ssi ini semua pasti gara-gara Kai” Nyonya Hanri tak mau mengalah

“Tidak-tidak, siapa tau anakmu yang memulainya” Timpal Kyuhyun

Kai maupun Luhan memutar bola matanya, jika diperbolehkan mereka ingin keluar dari ruangan ini sekarang juga. Namun untungnya, Tuan Lee Soman segera datang dan ceramah panjangpun di mulai

***

            Mereka berempat keluar ruangan dan kali ini Nyonya Hanri maupun Tuan Kyuhyun tidak tampak membela anaknya masing-masing karena keduanya kini tengah menatap tajam pada anaknya

“Luhaney, sekali lagi kau berbuat seperti ini, Umma akan mengirimu keluar negeri.Aigooo kau benar-benar membuat malu nama keluarga kita, cepat pulang!”

Lee soman mempersilahkan keduanya pulang karena keadaan mereka tak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran selanjutnya oleh karena itu Nyonya hanri kini menarik Luhan untuk pulang bersamanya, sedangkan Tuan Kyuhyun sudah beranjak pulang terlebih dahulu meski Kai masih tetap berada disana, sekarang namja itu baru hendak melangkah pergi namun..

“Umma Han!!!” Ahri melambaikan tanganya dari jauh dan ia segara berlari untuk menghampiri nyonya Hanri

“Ah Ahri-ya cepat kemari” Raut wajah nyonya Han sedikit berbinar begitu melihat Ahri.

Kai tertegun sejenak lalu ia menatap kedepan sana, menatap Ahri yang kini hampir melaluinya

~kita lihat Luhan-ssi, apakah kau benar-benar tak menyukainya? Mari kita lihat apa kau benar-benar tak mau melakukan keinginan orang tuamu hanya untuk Hera?

Kai berbicara dalam hati lalu dengan tiba-tiba, ia mengehentikan langkah Ahri dengan menarik lengan gadis itu dan

~CUP

Nyonya Xi Hanri dan Luhan membulatkan matanya, dari jauh terlihat Song Hera yang juga menatap mereka berdua dengan tatapan tak percaya

Kai mengecup kening Ahri sekilas lalu berkata

“Sampai jumpa besok”

Setelah itu ia meninggalkan Ahri yang mematung, masih terkejut dengan perlakuanya yang tiba-tiba. Kai berjalan pergi meninggalkan mereka semua lalu tersenyum tipis

-to be continued-

20 thoughts on “One-Sided Love (Part-3)

  1. wah kai, jangan macem-macem dong ma ahri, jgn dijadiin mainan gitu kasian/ penasaran ama masalau kai,luhan ma hera/ knp mereka sampe bubar gitu pertemanannya. dan kai knp sifatnya gitu ya? dia ada masalah ama kluarga ato gimana, ada apa kai suho? dia cuma muncul nama aja ya disini kkk
    langsung ;lanjut y ke part 4 cusss….

  2. Aihahahahh aye demen banget dah kalo sekaiyeol dah bergabung wkwkwk. Gatau kenapa kalo baca partnya kai suka senyum2 sendiri h3h3h3
    Btw, ceritanya pendek bgt thor u.u lanjut ya thor.. fighting!!!

  3. wowowowow … pertengkaran antara teman gara2 yeojha

    ahri klok deket kyak gini terus ama kai bisa2 dia pindah haluan. no!!!!

    keep writing n fighting

  4. Huwaaa…
    Kai, apa kau sadr, kau baru sj mencium tunangan org lain. o m g… pasti Kai bakal merebut Ahri dr Luhan untuk bls dendam. sbenarnya mash blum tau jg sih masa lalu mereka…

  5. Thor itu jongin punya masalah apa sih sama luhan??
    Bikin penasaran deh
    Itu ngapain juga cium cium ???
    Wae thor waee??
    Haaha mian thor
    Next chap dh
    Good luck author 😆

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s