It Can Be ?

this picture credit goes: bean-pole CF

Tittle : It can be ?
Length : Ficlet
Rating : T
Genre : Mild (not really an Angst)
Author : bellatrixid
Cast : Kim Soohyun and Bae Suzy
Disclaimers : You can see, You can feel but you can have it.

Aku menghitung detak, bukan detik. Karena penantianku kepada kamu, bukan waktu. –DYF

Ia memilih untuk duduk di sudut belakang ruangan tersebut. Irisnya lurus menghadap ke arah pintu masuk cafe tersebut. Lamat-lamat menunggu seseorang yang sewaktu-waktu akan menampakkan batang hidungnya. Ia mengambil napas dalam-dalam ketika ia merasa mengaduk gula dan kopinya tidak bisa menyelesaikan resahnya. Ia tidak pernah tahu harus bagaimana memposisikan dirinya terhadap scandal yang di terimanya. Menjadi publik figur memang tidaklah mudah seperti memejamkan mata. Seharusnya ia merasa kalau itu semua tidaklah perlu. Terlebih mereka berdua telah setuju dan sudah membicarakannya di telepon dan bertukar pesan beberapa kali, akan tetapi rupanya, itu tidaklah cukup.

Sebenarnya ia sudah tidak ingin melihat gadis itu meminta maaf padanya. Ia sudah muak dengan segala tuntutan karir dan tetoran dari beberapa fangirlsnya. Namun masalah yang sebenarnya adalah bahwa gadis itu memohon sangat untuk bertemu. Gadis tersebut berkata ia sangat ingin meminta maaf secara langsung dan pribadi.

Dan atas kuasa apa ia bisa menolak semua itu?

Ia tidak bisa menolaknya, pemuda yang duduk di sudut kiri ber-jas hitam ini lemah terhadap setiap kata-kata gadis penyihir itu. Andai saja sang gadis tahu. Ia tahu kalau saat-saat berikutnya dalam cafe ini akan menjadi buruk. Karena bukan hanya ia membaca atau mendengar kata-katanya, ia malah harus berlagak seperti orang bodoh. Yang harus duduk, mendengarkan, dan melihat gadis tersebut menangis lagi di depan matanya sendiri. Dan ia benar-benar tidak siap untuk hal itu. Sebenarnya, jadwalnya sudah padat hari ini. Namun ia merasa denial terhadap perasaannya jika ia tidak bisa bertemu dengan sang gadis.

Jika hatinya bisa memilih dan lebih menuruti logikanya tentu ia akan memilih untuk mengabaikannya, untuk melanjutkan hidupnya seolah-olah semuanya baik-baik saja, meskipun hidupnya tidak baik.

 

She was always more his type. Pretty, cute as a puppy and funny; there was always a fun time to be had by all when Suzy was around. She always had a joke somewhere, a goofy but adorable expression, and a comfortable way of keeping the conversation going beyond the common courtesies and niceties. Her manner had always charmed him the few times he’d had the opportunity to be on variety shows with her or the movie. Their personalities were very similar—they were both the bright, active and sociable sort of people.

The girl approaches him as soon as she leans over a chair to rummage in her bag, bronze hair screening her face. Her hair is a strange shade, he briefly thinks, but yet somehow it suits her. It makes her stand out.

“Apa ada sesuatu yang hilang?” He clears his throat awkwardly, clasping his hands before him even though she can’t see it.

“Oppa, I just wanted to say that I’m really sorry about just now… I really didn’t mean about that thing.” Gadis tersebut kemudian mengangsurkan sebuah kartu. Lebih mirip seperti undangan dari permukaannya. It’s really absurd how a prettily decorated card could be offensive. 

“Apa itu?” Ia hanya merasa getir akan semuanya. Semua jalan yang di tempuhnya untuk mendapatkan hatinya ternyata berbuah manis. Sangat manis, apakah ia muluk kalau ia mengharap lebih terhadap hubungan platonik antara adik dan kakak? Apakah ia muluk mengharapkan cintanya tersebut berbalas? Dan bukan hanya kepura-puraan? Ia tidak tahu. Senyumnya mengambang menjadi sebuah gambaran kecut.

Kim Soohyun and Bae Suzy were as best as how friends of opposite gender were. He’s 15 while she’s just 12. They was born to be together. Kim Soohyun lebih kepada seorang kakak yang mengayomi dan mendidik Suzy. Hidup dengan dua orang kakak laki-laki membuatnya sangat menyayangi Suzy. Begitupun Suzy ia hidup sebagai anak tunggal dan menyayangi Soohyun sebagai seorang kakak laki-laki tidak lebih.

At 18, they went to clubs together. Partying like how teenagers their age did and they walked barefooted on empty roads at night. At 19, she had her first relationship and he was with her through it all, like how she did for him. The day she broke up with her boyfriend she cried on his shoulder through the night.
Kim Soohyun patted her shoulders and cursed the guy with everything nasty. “He’ll regret this, idiot doesn’t know what he lost.”

 

Ketika ia sadar dan merasa ia sudah jatuh hati kepada gadis yang selama ini ia anggap hanya sebagai seorang adik. Ia merasa canggung, ia bingung. Apa lagi semua orang mendukungnya untuk mempersatukan keduanya. Namun, ia tahu dan ia sadar, Suzy tidak pernah menganggapnya lebih dari seseorang yang mengetahui segala sesuatu tentangnya melebihi dirinya sendiri.

“Oppa, I’m sorry. Aku tidak bermaksud menyembunyikan itu semua dari mu.” Gadis di hadapanya ini seketika meneteskan air mata. Ia sepertinya tidak sanggup lagi menahan semua perasaannya.

“Tidak perlu kau katakan lagi, aku tahu.” Senyumnya terkembang. Di ulurkan tangannya untuk mengusap telapak tangan si gadis. Ia mengisyaratkan semuanya akan baik-baik saja.

 

“Appa!!”

Sebuah suara terdengar tidak jauh dari arah pintu. Satu orang lagi yang ia tunggu telah tiba. Seorang bocah laki-laki kecil yang memiliki warna mata dan hidung yang sama sepertinya berlari menujunya.

“Hei… anak papa yang cakep.” Ia berdiri, berjalan menuju ke arah bocah tersebut. Kemudian meraup serta menggendongnya. “Lihat, siapa ini..” Suzy ikut berdiri sembari mencubit pipi dari bocah laki-laki yang sedang di gendongnya.

Annyeonghaseyo, Suji–imoo..

Aiguuu~ kyeopta, can I hold him for second oppa?” Tanyanya kepada sang pemuda yang sudah di anggapnya lebih dari sekadar seorang kakak sekarang. “sure.”

“Aiguuu,, Suji-ah? You are getting married? Chukhae~” Sekarang terdengar suara seorang perempuan yang sedang memegang sebuah kartu undangan yang lima menit tadi masih tergeletak di atas meja. Belum sempat disentuhnya.

Istrinya.

 

Author note: Actually not really confident while writing this fict. Some words was taken from tims_tams eonnie for such a great mind blowing fics. So this is it. FF comebackku yang campur aduk. Pardon me for the wrong gremmer…

4 thoughts on “It Can Be ?

  1. Aigu, Jeng! Udah beristri toh! Baru diomongin pagi tadi tau2 udah nongol. Katanya males nuliz! Kim Sohyun kayak gitu ya. Kasusnya jelas, dan jalan ceritanya gak rumit. Gramarnya ga tau. Bahasa inggrisku ancur. Asal understanable aja! Hehe, begitunsih yg selalu mereka bilang ke aku! Peace! Fight for freedom!

    • Hahaha, actually aku cuma nulis ga ada 30 menit. LMAO~ Makanya saya agak ga jelas dengan bahasa indonesia. See? Banyak yang pake bahasa inggris. (PLAK) aku bener-bener fail sekarang kalau di suruh nulis :’) dapetnya ide juga acak hahaha, random. Peace and Fight for freedom mowya?? hahaha, Thanks udah mau comment ke semua fic, aku menghindari komen ke fic orang karena kelemahanku mencari kesalahan orang XD pfft.

      • Hehe,…aku seneng baca yg pndek2 aja. Kalo yg bersambung males. Ficlet ato drable itu sasaranku, sebentar bacanya tp bisa berapa judul aku telen.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s