[CHAPTERED] ANGEL : First Move

Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP
Genre : Fantasy, Supernatural
Length : Chaptered
Kata Author :
FF ini mucul karena author  lagi seneng banget sama lagu overdosenya exo *ga ada hubungannya*
Oke intermezo yang tadi~  haha
btw, di ff ini ga ada unsur melecehkan ya atau menjatuhkan karakter lain. Semua sifatnya ooc banget, author cuma pinjem nama, dan muka doang buat poster. Kalo ada yang ga suka dengan penggambaran karakternya maaf ya….
Ini ff baru author nih belom muncul dimana-mana hahaha oh iya maaf ya kalo kebanyakan cast ><

 

Introduction :

THE PROTECTOR
Penjaga langit, makhluk dingin sejenis peri yang tidak pernah tersenyum. Tugasnya adalah menjaga kestabilan langit. Para penjaga langit memiliki sepasang sayap besar berwarna hitam pekat dipunggungnya, mereka sangat cepat dan dapat menghilang. Masing-masing penjaga langit memiliki keistimewaan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
The Beauty     : Keistimewaan untuk mengendalikan seseorang
The Wise         : Keistimewaan untuk mengendalikan suasana
The Strenght  : Keistimewaan untuk mengendalikan segala kekuatan
The Luck         : Keistimewaan untuk mengendalikan keberuntungan
The Kindness : Keistimewaan untuk mengendalikan sifat
The Lover       : Keistimewaan untuk mengendalikan perasaan

THE POWER
Dua belas kekuatan alam yang lepas dari langit. Kekuatan ini sangat dahsyat namun belum stabil. Kekuatan ini hidup dan berkembang dalam tubuh manusia, namun karena kekuatan yang sangat besar ini manusia yang tak bisa mengontrolnya akan di kontrol oleh kekuatan tersebut.
Water Power             : Kemampuan mengendalikan air
Flame Power             : Kemampuan mengendalikan api
Earth Power              : Kemampuan mengendalikan tanah dan batuan
Sun Power                 : Kemampuan mengendalikan cahaya
Teleport Power         : Kemampuan berpindah tempat dalam sekejap
Wind Power              : Kemampuan mengendalikan angin
Frost Power              : Kemampuan mengendalikan es
Telekinesis Power    : Kemampuan mengendalikan benda dengan pikiran
Flight Power             : Kemampuan melawan gravitasi
Heal Power               : Kemampuan penyembuh
Lightning Power       : Kemampuan mengendalikan petir
Time Control Power : Kemampuan mengendalikan waktu

 

Makhluk langit?
Kekuatan super?
Peri?
Siapa yang bisa mempercayai hal-hal tersebut?

Makhluk yang hanya muncul dalam dunia fantasi tiba-tiba menjadi nyata. Mereka ada, mereka berkeliaran disekitarmu, mereka hidup berdampingan denganmu…

Apakah kau mempercayainya?

================================PART 1=================================

Mentari pagi itu masuk menembus gorden putih hampir transparan di sebuah kamar berwarna ungu gelap. Seorang yeoja menarik selimutnya menutupi wajahnya yang silau terkena sinar matahari tersebut.
“Kim Namjoo! Ayo bangun jangan malas! Ini hari pertamamu kuliah kan? Oppamu sudah menunggu!” seorang wanita paruh baya yang cukup cantik diusianya mengguncang tubuh wanita muda diatas kasur itu.
Eomma! Aku masih ngantuk” ucapnya kemballi bergelut dengan selimutnya.
Aishh anak ini!” wanita itu menyerah membangunkan gadis muda yang memanggilnya eomma itu. Tiba-tiba seorang laki-laki berusia sekitar dua puluhan lebih masuk dan menyibakan selimut tebal yang melilit gadis itu. Ia menggendong sang gadis dan menjatuhkannya di dalam bath tub yang telah terisi air.
Mmmph… oppa!!” teriaknya tak terima dengan perlakuan laki-laki yang dipanggilnya oppa itu. Gadis itu mnyingkirkan air yang membasahi wajahnya sebelum memberikan pandangan mematikan pada lelaki dihadapannya.
“Jangan menyusahkan eomma! Mandi dan bergegas turun aku akan menunggumu lima menit dari sekarang!” ucap lelaki itu menutup pintu kamar mandi.

Gadis itu bernama Kim Namjoo, ia baru saja memasuki usia dua puluhnya dan akan mulai memasuki dunia barunya, perkuliahan. Gadis berambut sebahu itu membiarkan rambut ikalnya tergerai dan menata poninya. Ia mengenakan pakaian santainya, hanya jeans dan kaus putih yag kebesaran dibadannya dan dipadukan oleh cardigan berwarna senada dengan celana yang dikenakannya. Ia berlalu turun menuju ruang makan dimana semua orang telah berkumpul. Hanya ada ia, ibunya dan oppanya dalam keluarga itu. Ayahnya tidak pernah pulang sejak terakhir kali ia pamit untuk pergi bekerja. Ia tidak ingat apa yang terjadi dengan ayahnya, tapi ia juga tidak ingin melukai ibunya dengan pertanyaannya.

Oppa menyebalkan sekali! Kenapa kau tega melakukan ini pada adikmu satu satunya hah? Kalau tadi aku jadi sakit bagaimana? Kau mau tanggung jawab?” omelnya pada lelaki dihadapannya.
“Iya, kau terlalu kasar Junmyun-ah…” ucap orang yang mereka panggil eomma.
“Kalau tidak begitu dia tidak akan bangun eomma! Dan berhentilah memanjakan dia! Usianya sudah dua puluh, jika kau terus begitu dia akan berpikir bahwa dia masih enam belas tahun” jelas laki-laki itu.

Namanya Kim Junmyun, usianya sudah 24 tahun. Ia masih berkuliah di kampus yang sama yang akan dimasuki oleh adik perempuannya sekarang. Junmyun orang yang berhati baik sebenarnya, ia hanya sedikit keras pada adiknya untuk tujuan mendidik. Karena tidak ada laki-laki selain dia di keluarga ini, jadi dia bertanggung jawab atas dua orang wanita dihadapannya.
“Kalau sudah selesai makan ayo berangkat!” Junmyun menggendong tas ranselnya dan menenggak susu dihadapannya. Namjoo mengikuti kakaknya lalu mencium pipi ibunya sebelum ia menghilang dari pandangan sang ibu.

****

“Sehun” panggil seorang gadis berperawakan tinggi dengan wajah khasnya.
“Oh… Hayoung-ah” orang yang dipanggil berbalik dan balik menyapa sang gadis.
“Apa yang kau lakukan sendirian disini?” tanya Hayoung.
“Berpikir” jawabnya singkat tanpa memandang lawan bicaranya.
“Ada yang aneh denganmu akhir-akhir ini. Kau tau kan kita saudara kembar? Aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Entah mengapa perasaanku hampa akhir-akhir ini, sesuatu terjadi padamu?” tanya Hayoung.
“Entahlah Hayoung-ah, akupun merasa ada yang aneh dengan diriku tapi aku sendiri tidak mengerti apa itu. Aku seperti orang mati yang kembali hidup, aku tidak merasakan apapun kecuali rasa dingin yang menerpa tubuhku” Sehun menatap langit. Hayoung menatapnya dan menjatuhkan kepalanya dibahu sang kakak kembar.
“Kita hanya berdua di dunia ini. Jangan tinggalkan aku, jika sesuatu terjadi padamu apa yang harus kulakukan? Aku tidak memiliki siapapun. Jadi, jika ada apa-apa ceritalah padaku” Sehun menatap puncak kepala adik kembarnya dan melingkarkan tangannya dibahu sang adik.
“Aku tidak akan meninggalkanmu”

****

Gadis berambut panjang dan berponi itu sibuk di dapurnya. Ia sibuk berkutat dengan barang-barang di dapurnya. Tiba-tiba telpon rumahnya berdering. Ia mengangkatnya dan mendengarkan suara disebrang saluran lalu menjawabnya sesekali.
Ne aku akan segera kesana” ucapnya memutus sambungan. Ia mematikan kompornya dan menggati pakaiannya  lalu beranjak keluar rumah. Ia pergi menuju kantor polisi di dekat rumahnya, sekitar lima menit ia sampai dan menghadap orang yang bertanggung jawab disana.
“Saya Park Chorong, wali dari Park Chanyeol” ucap gadis itu.
“Oh itu anda, orang berna Park Chanyeol ini berkelahi dengan pemilik toko. Ia mengatakan pemilik toko yang memulainya, namun pemilik toko mengatakan bahwa ia yang duluan memulai dengan memecahkan kaca toko” ucap pria tambun dengan seragamnya. Gadis bernama Chorong itu mentap pria bernama Chanyeol dengan penuh tanya.
“Bukan aku! Dia pantas mendapatkannya” bela Chanyeol atas tatapan Chorong.
YAH! KAU MEMECAHKAN KACA TOKO! KAU TIDAK MEMBAYAR! LALU ITU SALAHKU?” orang yang diyakini pemilik toko itu berteriak dan menunjuk-nunjuk Chanyeol.
Mianhamnida” ucap Chorong membungkuk. Ia mengeluarkan uang di dompetnya dan membayar ganti rugi atas kelakuan Chanyeol.
“Apa yang kau lakukan hah?!” Chanyeol menahan tangan Chorong. “Aku membayar apa yang aku beli! Hanya kurang beberapa sen saja dan dia tidak memberiku diskon! Aku hanya marah!” Chorong tidak memperdulikan Chanyeol dan tetap melakukan apa yang dikehendakinya. Chorong menandatangani surat pernyataan lalu keluar dari kantor polisi. Chanyeol mendahuluinya, ia tidak memandang wajah Chorong sedikit pun.
“Setelah aku membantumu, apakah ini yang kau lakukan?” tanya Chorong.
“Kau tak seharusnya membantuku! Aku bisa menyelesaikannya sendiri!” ketus Chanyeol.
“Kau adikku”
“TIRI” Chanyeol mengkoreksi ucapan Chorong. “Kita tidak punya hubungan darah jadi jangan anggap dirimu bertanggung jawab atas diriku! Biarpun kau lebih tua dariku, itu tidak menjadikanmu kakakku” Chanyeol meninggalkan Chorong.

****

Gadis berambut panjang dan berwajah sendu itu duduk diatas tangga di depan sebuah gedung bertuliskan ‘Panti Asuhan’. Ia menatap anak-anak kecil yang berlarian kesana kemari saling berkejaran, mereka tampak bahagia.
“Apa yang menjadikan mereka begitu bahagia? Dunia ini penuh ketidak adilan” ucap gadis itu.
“Semua akan indah pada waktunya, seperti musim semi yang hadir setelah musim dingin” seorang lelaki tersenyum padanya dan duduk disampingnya. “Kau terus menyalahkan dunia, Son Naeun. Bagaimana bisa kau menikmatinya”
“Dunia melawanku Kim Jongin, aku tidak akan begini jika ia bersahabat denganku” ucap gadis itu.
“Minseok hyung dan Jongdae hyung selalu bahagia. Mungkin kau harus belajar dari mereka” lelaki bernama Jongin itu memperhatikan dua pria dewasa yang berlarian bersama anak-anak kecil.
“Kalian beruntung diadopsi oleh keluarga baik, meskipun akhirnya mereka mati kalian tetap menjadi pewaris keluarga malang itu”
“Pewaris, kata yang begitu menyenangkan. Kau tahu? Beberapa bagian dari keluarga besar mereka menuntut kami karena merasa tidak adil. Mereka mengatakan kami yang membunuh mereka”
“Memang kalian tidak melakukannya?” tanya Naeun dengan wajah seriusnya.
“Kau serius?” tanya Jongin menatapnya. “Kau benar-benar berpikir bahwa kami membunuh mereka?”
Hmmm… kalau Jongdae oppa dan Minseok oppa yang melakukannya aku tidak percaya. Tapi kau bisa saja melakukannya. Hati mereka lembut, mereka bahkan tidak akan menyakiti seekor semut. Tapi kau? Kau bahkan bisa membunuh kelinci”
“Karena kau yang memintaku melakukannya. Aku akan melakukan apapun jika kau yang memintaku, Son Naeun”

****

Gadis penjual tanaman itu tampak begitu bahagia, bukan karena tokonya laris atau apa, hanya saja ia memang selalu tampak bahagia.
“Jung Eunji, bisa kah kau berhenti bernyanyi?” seseorang yang membantunya menegurnya.
“Kenapa?” tanyanya.
“Aku sedang tidak bahagia” ucap orang itu lagi.
“Do Kyungsoo! Kau harus selalu bahagia berdekatan dengan makhluk cantik”
“Siapa yang kau maksud dengan makhluk cantik?” tanya seorang pria yang baru datang bersama seorang gadis dengan rambutnya yang digulung keatas seperti para pesumo.
“Byun Baekhyun! Yoon Bomi! Kalian datang?” Eunji memeluk mereka satu persatu.
“Eunji-ah apa ada yang bisa kami bantu?” gadis yang baru datang itu langsung mengambil tempat disisi pria yang sudah ada sebelumnya dan merawat tanaman yang dipegangnya.
“Bomi-ah kau datang untuk membantu kan?” tanya Eunji menyipitkan matanya.
“Tentu saja” jawabnya singkat seraya tersenyum bodoh.
“Lebih baik kau bantu aku dan biarkan pekerjaan kotor dilakukan para namja” Eunji menyeret temannya menuju tempatnya semula. “Baekhyun-ah! kau bantu Kyungsoo mengganti tanah dalam pot-pot itu ya”
“Baiklah”
“Aku heran kenapa hidupmu bahagia sekali, padahal kau hidup sendirian, kau mencari uang sendiri untuk menghidupimu, kau hanya berjualan tanaman apa bisa membantumu menutupi kebutuhan hidupmu?” Kyungsoo menggerutu.
“Itulah baiknya aku, kalian harusnya beruntung berteman denganku haha” Tawanya ringan. “Lagipula, kehidupan kita berempat sama saja. Kita sama-sama merantau dari tempat asal dan sama-sama menghidupi diri sendiri”
“Kami masih punya orang tua, sedangkan kau?” ucap Kyungsoo lagi. Eunji hanya tersenyum tak mampu berkata lagi. Bomi memeluknya dan mengelus punggungnya.
“Hentikan Kyungsoo! Bisakah kau sedikit saja berhenti berpikiran negatif?” tanya Baekhyun padanya.
Mian

****

Bandara pagi itu sangat ramai, pasalnya baru saja pesawat asal China sampai di Korea. Para penumpang pesawat berhamburan keluar bandara dan menemui beberapa kerabat dan keluarganya.
“Luhan gege! Yixing gege! Yifan gege!” pria bermata panda itu berteriak memanggil tiga pemuda yang baru saja keluar dari jalur kedatangan.
“Zi Tao!” tiga orang itu menghampiri pria yang nampaknya lebih muda dari mereka.
Ni Hao gege?” tanya Tao.
“Bisakah kita bicara setelah tidur? Aku rasa aku terkena Jetlag!” keluh salah seorang dari mereka.
“Kau pasti sangat lelah ya Yixing gege! Baiklah kita pulang” Tao mengajak mereka pergi.
“Kau naik apa?” seseorang dengan wajah manisnya bertanya.
“Taksi”
“Apakah apartemenmu benar-benar cukup untuk ditinggali empat orang?”
“Lebih baik cukup, daripada kita berpisah kan? Ini negeri orang, pasti akan lebih nyaman bersama orang yang berasal dari negara sama dibanding harus sendirian bukan?”
“Tao benar Luhan! Lebih baik kita berempat tetap bersama” ucap pria yang sedari diam saja.

****

“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita akan tetap bersama atau lebih baik kita berpencar?”
“Kita berpencar.. Kalian sudah lihat kemana kekuatan itu jatuh kan? Kita berpencar dan mencari kekuatan itu berdasarkan pertama kali mereka jatuh”
Yes Sir!
“Perhatikan semua manusia yang ada di wilayah tersebut. Kekuatan itu, mereka hanya akan tumbuh dan berkembang pesat pada tubuh manusia yang cocok dengan mereka.”
“Sampai bertemu lagi, jika kalian butuh bantuan kalian tahu harus bagaimana bukan?”
Ne!

To be continue

34 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : First Move

  1. Bagus, thor^^
    Aku belum pernah baca cerita yang ship-nya EXO sama A-Pink, sama BAP juga.. Tapi setelah baca FF ini rasanya kok… Seru? :D oh ya, chapter 3 udah ada ya? Oke deh, semangat thor.. Terus berkarya! Ciayoo!! Fighting!! #teriakpaketoa(?)’-‘)v
    Update chapter 4 jangan lama-lama ya… #jangan paksakan diri juga, thor :*

    • Makasih :)
      Haha lebih sering exopinkfinite ya? ini ff kedua yang pake exo bap apink sebenernya tapi yang pertama cuma satu member doang ini semuanya agak ribet emang kebanyakan cast tapi mulai chap 5 udah mulai dikerucutin kok siapa main castnya heheh XD
      Udah update chap 4 kok hehehe ini mau update chap 5 ^^
      Keep supporting me ya :3

  2. Annyeong, I am new reader :)

    Wah aku baru nemu nih ff jd aku baru komen deh. Mw ninggalin jejak dlu sbelum mmbaca nnti author marah klw saya nggak ninggalin jejak :)
    *tebar wink bareng Xiumin oppa* ;) ;)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s