[Ficlet] Dandelion

BB

Tittle : Dandelion
Length : Ficlet
Rating : T
Genre : Mistic
Author : yhupuulievya
Cast : Kim Jongin, Han Yoori
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it. xoxo~
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

***

Deretan Apartemen mewah berjejer indah dikawasan elit Ginza, Tokyo. Sorot lampu-lampu yang berasal dari apartemen maupun gedung pencakar langit itu berkedip-kedip bagai kumpulan emas yang menyilaukan saat terkena cahaya. Di sebuah apartemen kelas atas, seorang gadis bergaun merah berdiri anggun di balcony, Menikmati hembusan angin malam mungkin. Mata coklat padamnya menatap kosong keluar jendela, sesekali jari-jari lentiknya menyetuh gelas kaca yang beirsi coktail, menggenggamnya dan dengan perlahan menyesapnya. Minuman yang memabukan itu perlahan mengalir membasahi tenggorokanya.

Angin malam berhembus sangat dingin, namun gadis dengan gaun berlengan pendek itu tetap bisu tak bergeming, sepertinya ia enggan berbicara pada malam atau bahkan untuk sekedar mengusap lenganya yang bergetar akibat ulah angin tadi. Ia tampak berfikir sesaat sebelum meletakan gelas kaca itu lalu pergi. Ia bejalan dengan langkah pendeknya menuju kamar mandi, rincingan bunyi dari gelang kaki yang di pakainya masih dapat terdengar , walau samar.

Kini ia berdiri tepat didepan sebuah bathtub putih. Entah apa yang ada dalam pikiranya.. yang jelas kini ia melepas sandal rumahnya dan mulai memasukkan kakinya kedalam sana. Beberapa saat kemudian ia menutup matanya lalu menenggelamkan dirinya kedalam bathub yang telah penuh terisi air. Matanya masih tertutup, membiarkan sedikit demi sedikit nafasnya habis dan pergi membawa semua beban hidupnya, rambut indahnya yang tergerai mengambang dibawah air. Detak jantungnya berhenti beberapa detik yang lalu.
Diluar sana bulan sabit memancarkan sinarnya yang semakin temaram, burung-burung malam mulai menyanyikan sebuah lullaby—lagu pengantar tidur— di malam yang sendu ini.

***

Di penghujung Musim Gugur, Tokyo.

Di Penghujung Musim gugur, angin berhembus lebih dingin mengingat sebentar lagi Musim gugur akan segera berakhir. Mungkin Lusa atau beberapa hari kedepan bulir-bulir salju akan turun, mulai menghiasi jalanan kota. Byun Baekhyun dengan rambut hitam berhighlight coklatnya kini mengeratkan syal hijau yang dipakainya, lalu menyusuri jalan utama di pemakaman Aoyama–Minatoku, Tokyo.

Sebuah jalanan yang sudah sangat ia hafal betul karena setiap tahun ia akan mengunjungi pemakaman ini untuk memperingati hari kematian ibunya. Laki-laki itu meletakan sebuket bunga dalam genggamanya tepat di atas batu nisan, lalu memanjatkan untaian do’a untuk arwah Beliau. Ia termenung sejenak, lalu berdiri hendak pergi. Namun langkahnya tertahan saat dilihatnya sesosok gadis berdiri tak jauh dari sana. Ditangannya terdapat bunga Dandelion.

Baekhyun mengernyitkan dahi
“Dandelion?” tanyanya, dengan nada sesamar angin yang berhembus tenang.

Sedetik kemudian ia mempoutkan bibirnya, ekspresi wajahnya menandakan bahwa ia tengah berfikir. Sepengetahuanya Dandelion adalah bunga liar yang sering dijumpai di jalanan, dengan kelopak yang rapuh, yang bilamana tertiup angin saja tangkai kecilnya akan bergoyang seperti hendak tercabut dari akarnya.

Ah tapi bukan itu intinya melainkan mengapa gadis itu membawakan bunga dandelion sebagai hadiah kunjunganya? Mengapa bukan bunga shiragaku putih? Bunga yang mungkin lebih “pas” dan khas di jumpai disetiap pemakaman.
Alasan sederhananya mungkin karena Ibu gadis itu sangat menyukai bunga Dandelion, itu mungkin saja kan? Baekhyun mengangguk sedikit pasti setelah beberapa persepsi bermunculan di otaknya, sebenarnya jika ia mau ia tidak perlu repot-repot memikirkan itu, toh bunga apapun yang hendak di bawa gadis itu, semua ini sama sekali bukan urusannya.

Baekhyun kembali melirik gadis yang baru saja mencuri perhatiannya , kini gadis itu berdiri dan bersiap untuk pergi. Angin musim gugur yang mulai terasa dingin kembali berhembus, hembusannya sedikit kencang kali ini, tak percaya? Lihat saja! Bahkan gaun merah yang dipakai gadis tadi berkibar mengikuti kemana arah angin berhembus, rambut hitam pekatnya yang dibiarkan tergerai bebaspun ikut tertiup angin, lalu dengan sigap di selipkanya helaian rambut itu ke daun telinga, menampakan sedikit siluet wajahnya.

“Cantik”

Kata dengan enam huruf itu reflek keluar dari mulut Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan gadis itu, matanya mengamati secara rinci rupa indah milik sosok didepan sana. Dalam beberapa waktu.. ia terhanyut dalam pesona yang tiba-tiba saja menyeruak, hatinya berdegup kencang tak karuan, matanya bahkan kini tak pernah lepas dari siluet gadis yang kini mulai berjalan menjauh, yang perlahan hilang dari pandangannya. Untuk pertama kalinya, laki-laki ini tertarik pada seorang gadis dalam waktu yang singkat, yup.. hanya dalam hitungan menit saja.

***

Esoknya, Baekhyun kembali datang ke Pemakaman Minatoku, dengan tekad dan harapan agar ia bisa bertemu dengan gadis yang sejak kemarin mencuri perhatiannya. Kebanyakan, orang tidak datang ke pemakaman setiap hari memang, namun sedikit melambungkan harapan juga boleh dicoba kan?

“Nenek, apa gadis dengan gaun merah yang kemarin itu sering datang ke pemakaman ini?” Baekhyun langsung saja bertanya pada Nenek penjual bunga, sedang yang di tanya hanya mengernyitkan dahi

“Yang mana?” suaranya sedikit serak

“Ah itu yang kemarin memakai gaun berwarna merah”

“Kau pikir yang berkunjung kesini hanya satu atau dua orang saja? banyak sekali gadis yang berkunjung dengan gaun berwarna merah”
Laki-laki itu terdiam sejenak, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“Ah benar.. Hehe”

“Tapi gadis yang ini beda, ia membawa bunga dandelion, ah benar dandelion!” lanjutnya . Antusias

“Anak muda! Aku tidak tahu gadis mana yang kau maksud, coba kau cari sendiri saja dan biarkan aku beristirahat”
laki-laki itu mengerucutkan bibirnya

“Baiklah-baiklah, selamat beristirahat nenek. Dan namaku bukan anak muda tapi Baekhyun, Byun Baekhyun”

“Yah baiklah.. terserah Kau saja”

Nenek itu lalu duduk, sedikit memijat kakinya yang terasa pegal. Baekhyun hendak memulai gerutuannya tapi sesuatu yang menarik tertangkap indra penglihatannya. Tak jauh dari sana, gadis yang sama yang ia lihat kemarin kini berjalan pelan kearah makam ibunnya, masih dengan gaun merah dan tentu saja dengan bunga dandelion di tangannya. Baekhyun tak menyianyiakan kesempatan ini, ia berlari kearah gadis itu

“Chotto mate kudasai!” Baekhyun berbicara di tengah-tengah nafasnya yang masih memburu.

Gadis itu menghentikan langkahnya, lalu berbalik kebelakang untuk melihat ke arah sumber suara. Lagi-lagi Baekhyun terdiam, dalam jarak sedekat ini Ia bisa melihat dengan jelas paras gadis yang menarik perhatiannya sejak kemarin. Wajahnya cantik menawan dengan mata onyx dan bola mata berwarna coklat padam, kulitnya putih bak porselen namun pucat seperti boneka, bibirnya tipis berwarna pink terang dan tatapan matanya kosong

“Ohayou gozaimasu” Baekhyun berucap semagat lalu membugkukan badanya
Baru saja ia kembali ke posisi semula, gadis itu sudah melangkahkan kakinya saja hendak pergi.

“Ah tunggu!”

Baekhyun tak sengaja menggenggam pergelangan tangan gadis itu, namun segera ia lepaskan lagi saat tiba-tiba hawa dingin menyeruak dan menyebar dalam dirinya. Gadis itu… tangannya sedingin es, sedingin angin musim gugur yang berhembus di hari yang bisa di bilang masih terlalu pagi ini. Aneh memang, namun ketertarikannya pada sang gadis mengalahkan semua keganjilan yang sudah ia rasakan sedari tadi

“Kau menyukai bunga dandelion?” Baekhyun kembali membuka suaranya.

Tatapan gadis itu sedikit berubah saat mendengar kata “dandelion” yang semula kosong kini dimatanya tersirat sedikit ketertarikan. Tapi ia tak menjawab membuat Baekhyun jadi salah tingkah, tidak tahu apa yang ia harus lakukan selanjutnnya.

“Ah benar! Aku juga membawa bunga dandelion, kau bisa membawanya jika kau mau, tunggu sebentar ya. Aku akan segera kembali”

Baekhyun segera berbalik arah dan berlari setelah menyadari bahwa bunga yang sengaja ia bawa dari rumah, tertinggal di tempat Nenek penjual bunga. Dengan nafas yang terengah-engah ia masih terus berlari.

“Nenek! Kau lihat bunga yang tadi aku bawa?”
Ia bertanya tanpa basa-basi dan nenek itu hanya memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan, bahkan malah terlihat sedikit ketakutan. tanpa mengucapkan sepatah katapun Nenek penjual bunga itu menunjuk kearah bunga dandelion yang tersimpan rapih di atas kursi di depannya

“Ah benar! Arigatou nek”

Baekhyun langsung membawa bunga itu dan berusaha menemui gadis tadi sesegera mungkin, namun sesampainya disana, ia sama sekali tidak menemukan sosok yang dicarinya. Matanya mengedar kesegala arah, menatap secara rinci kesetiap sudut tempat yang terjangkau penglihatannya dan hasilnya tetap sama. Gadis itu menghilang.

“Ah sial!”

Tak jauh dari sana, Nenek penjual bunga kini memperhatikan gerak-gerik Baekhyun dengan seksama lalu menggelengkan kepalanya dan berujar

“Sayang sekali, padahal anak muda itu sepertinya anak baik-baik. Ia juga sangat tampan” ujarnya masih tetap memperhatikan Baekhyun dari jauh

“Hmm kasihan sekali jika ia memang benar-benar sudah gila.. tapi kenapa keluarganya membiarkan ia berpergian sebebas ini? Ah anak itu bahkan tadi berbicara padaku”

Tatapan Nenek itu menyiratkan rasa iba namun beberapa saat kemudian ia bergidik ngeri saat kembali mengingat bagaimana ia melihat dari jauh laki-laki itu berbicara sendiri dan bertingkah laku aneh beberapa waktu yang lalu . Miris .

Nenek penjual bunga itu kembali membaca koran yang ia beli tiga hari yang lalu . Berita utamanya mengenai seorang gadis remaja bergaun merah yang mati bunuh diri di apartemenya. Gadis itu menenggelamkan dirinya di batthub dengan sebatang bunga dandelion di tangan kanannya.

“Ah anak muda Zaman sekarang” Ia kembali menggelengkan kepalanya.

*END*

5 thoughts on “[Ficlet] Dandelion

  1. ya ampun sumpah kaget pas baca terakhirnya :(
    kasian baekhyun di bilang gila cobaa :(
    gak adakah sequel kah thor :D
    author selalu berkarya yaa :D
    semangat :)

  2. apaan coba, Baekhyun dikira orang gila!
    tuh yeoja emang suka bunga Dandelion atau nggak?
    ditunggu ffmu yang lain, Author-nim!

    Fighting!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s