[CHAPTERED] ANGEL : Second Move

Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP
Genre : Fantasy, Supernatural
Length : Chaptered
Kata Author : Terimakasih ya buat yang udah baca ^^ aku lihat viewers part sebelumnya banyak tapi yang komen cuma dua orang~ Jangan begitu hayoo daripada ntar author males ngepost lagi karena mikirnya ga ada yang suka ceritanya mending di komen setidaknya author tau ada yg menanti ceritanya :D
Be a good reader guys~! kalo kalian suka ceritanya kalian harus kasih komentar biar jadi suntikan semagat buat yang buat ^^ hehe this is the next part

PREVIOUS PART :
Tidak ada yang aneh di dunia manusia, tidak, kata yang tepat untuk menggambarkannya mungkin ‘belum’. Setelah  para protector turun ke bumi mereka berpencar untuk mencari kekuatan tersebut. Mereka buta, mereka tuli, mereka tak bisa merasa…

Kekuatan itu, kekuatan seperti apa yang mereka cari sebenarnya mereka pun tak mengerti. Mereka tak bisa melihatnya, tak bisa mendengarnya, ta bisa merasakannya atau menyentuhnya. Lalu apa yang sebenarnya mereka cari? Bagaimana mereka menyelesaikan misi mereka dengan segala kekurangan yang ada?

Missed the previous story?
Click PART 1
===================================== PART 2=================================

Pagi itu begitu cerah lelaki berperawakan sedang,  berjalan-jalan di sekitaran komplek rumah, entah apa yang ia cari. Ia hanya terus berjalan dan mengedarkan matanya kesekelilingnya, tak ada satupun yang luput dari pengelihatannya.
“Apa yang sedang kau cari nak?” tanya seorang wanita paruh baya dengan belanjaan di tangannya. Pria muda itu hanya menatap datar tanpa ekspresi pada wanita tersebut. “Kau mencari tempat tinggal?” tanya wanita itu lagi.
‘Maafkan aku Dewi… aku terpaksa memakai kekuatanku’
“Kurasa begitu nyonya” ucap pria itu.
“Kau ingin tinggal di rumahku? Kami memiliki cukup ruang untukmu tinggal” ucap wanita itu.
“Aku akan menyewanya nyonya…”
“Kim, panggil saja Kim ahjumma atau kau bisa memanggilku eomonim
Ah gamsahamnida nyonya Kim, ah maksudku Kim ahjumma. Kurasa aku akan butuh waktu untuk memanggilmu lebih dari itu”
“Tidak masalah, siapa namamu?”
“Jongup, Moon Jongup”
“Nama yang bagus”
‘Tentu saja, itu pemberian Sang Dewi padaku selama aku jadi manusia’

****

Pagi itu suasana kampus begitu sepi bagi Namjoo, semua orang sibuk dengan kehidupannya masing-masing dan tak mempedulikan kehadirannya atau sekedar menoleh melihatnya. Ia sungguh tak peduli dengan itu pada dasarnya, hanya saja ia merasa sedikit kesepian. Kim Junmyun, oppanya sudah masuk kelasnya dan duduk manis mendengarkan dosennya bercerita panjang lebar. Ia berjalan-jalan sendirian, ya hanya sendirian karena ini pertama kalinya ia memasuki perkuliahan.

BRUKK

Karena sibuk dengan pikirannya ia tidak sadar menabrak seseorang. Ia menoleh untuk melihat orang itu.
Mian” kata itu keluar dari mulut Namjoo namun tak sepatah katapun keluar dari orang yang ditabraknya bahkan cacian pun tak keluar dari mulutnya. Ia hanya menatap Namjoo sekilas lalu pergi. “Huh? Apa-apaan orang itu” Namjoo hanya berdecak kesal lalu meninggalkan tempatnya berdiri.

Namjoo mengakhiri langkahnya di depan ruang musik, ia sangat menyukai musik. Sudah lama ia tidak bermain musik. Ia bahkan lupa kapan terakhir kali ia bermain musik. Namjoo melangkahkan kakinya masuk ke ruang itu lalu duduk didepan piano hitam. Ia memperhatikan piano itu cukup lama hingga tak sadar seseorang ada di belakangnya memandanginya yang memandang piano itu lama sekali.
“Kau akan memainkannya atau tidak?” tanya orang itu mengejutkan Namjoo. Ia menoleh dan mendapati seseorang dengan rahang kotak dan bibir yang lancip disisinya memandangnya penuh tanya. Namjoo berdiri dari kursi piano yang ia duduki, ingin keluar dari ruangan itu namun langkahnya terhenti setelah ia mendengar beberapa nada dimainkan dari piano itu. “Seperti ini kah suasana hatimu?” ia memainkan nada yang terdengar begitu sedih. “Atau seperti ini?” nada lain yang dimainkan orang  itu menggambarkan perasaan takut, trauma, atau apalah itu. Namjoo merinding mendengarnya, ia memeluk dirinya untuk menghentikan rasa dingin yang menerpa tubuhnya. “Aku Jongdae” itu hal yang terakhir Namjoo dengar sebelum ia meninggalkan ruangan itu.

****

Naeun terus berkutat dengan buku-bukunya, ia hanya membulak-balikan buku itu entah apa yang ia baca. Ia begitu fokus pada bacaannya hingga tak menyadari seseorang hadir dihadapannya.
“Aku ingin sekali menjadi buku itu” ucap orang itu.
“Kim Jongin” Naeun melirik orang itu sejenak lalu kembali berkutat dengan bukunya.
“Hanya itu saja setelah kau melihatku?” tanya Jongin.
“Kenapa kau terus datang ke panti, Jongin? Kau kan punya kehidupan yang harus kau jalani. Kudengar kau masuk kuliah hari ini” ucap Naeun.
Hmm… Kau mau kuliah juga? Tidak asik disana tanpamu” Naeun menatap Jongin heran. “Aku akan membiayaimu, Hyung juga setuju”
“Tidakkah itu akan mempersulitmu? Kau dan dua hyungmu akan semakin kerepotan mengurusi tuntutan keluarga orang tua angkatmu. Kau menggunakan harta mereka untuk menghidupi gadis yatim piatu yang tak diinginkan, bukankah aneh?” tanya Naeun.
“Kau selalu menganggap dirimu tak diinginkan… kau harus lihat bagaimana dunia luar Naeun-ah” ucap Jongin. “Ikutlah, kau kan suka belajar… kau akan menyukai perkuliahan”

“Maaf dimana kantor panti ini?” tiba-tiba seseorang yang nampak seumuran dengan Naeun dan Jongin muncul dihadapan mereka.
“Kau masuk saja lalu belok kanan di lorong pertama, kantornya besar dan ada tulisannya” ucap Naeun.
Gamsahamnida” ucap orang itu.
“Kau ingin membuang anak atau mengangkat anak? Kau nampak begitu muda untuk punya anak” Naeun berkomentar.
“Aku ingin tinggal disini” ucap orang itu.
“Kau pikir ini hotel? Atau rumah singgah? Ini panti asuhan, kalau kau ingin makan dan minum gratis harusnya jangan kesini. Panti asuhan tidak menerima anak usia remaja, tidak bukan remaja tapi orang dewasa” ucap Naeun lagi.
‘Manusia biasa mungkin akan ditolak! Tapi aku bukan manusia biasa nona’
“Naeun, sudahlah! Kau ikut denganku” Jongin menarik tangan Naeun dan membawanya masuk ke dalam mobilnya.

Orang yang tadi bertanya hanya mematung melihat mereka berdua sebelum akhirnya menggerakan kakinya masuk. Ia berbicara sejenak dengan kepala panti sebelum akhirnya diterima untuk tinggal disana.
“Siapa namamu tadi kau bilang?”
“Yoo Youngjae”

****

‘Aku bisa merasakan aura aneh disini… tapi apa yang aneh? Kekuatan Sang Dewi yang hilang itu begitu besar, tapi kenapa rasanya begitu lemah setelah jatuh ke bumi? Aku bahkan tak bisa menangkap getaran-getaran kekuatan itu sekecil apapun’

“Apa kau mencari sesuatu?” tanya seseorang padanya. Ia menoleh dan mendapati pria bermata panda sedang menatapnya aneh. Mungkin karena ia mengendap-endap dan melirik sana sini.
Ah tidak aku hanya… membiasakan diriku” ujarnya tak yakin dengan apa yang ia katakan. Orang itu mengerenyitkan dahinya keheranan. “Aku akan pindah ke kamar ini” tambah orang itu.
Ah kau tetangga baruku” orang itu tersenyum. “Aku Huang Zi Tao, Panggil Tao saja” ia mengulurkan tangannya.
“Kim Himchan” ia menjabat tangan Tao.
“Kau tinggal sendirian?” tanya Tao.
Hmm… kurasa” jawabnya.
“Aku tinggal bersama tiga kakakku, jika kau butuh apa apa silahkan ketuk pintu kami” Himchan hanya mengangguk. Tao masuk ke dalam rumahnya, sekilas Himchan menangkap mata tajam yang menatapnya aneh.

‘Aneh.. aura aneh itu berasal dari ruangan ini’

****

“Dewi… apa tugas yang kau berikan tidak terlalu berbahaya?”
“Aku juga bepikir seperti itu, aku tidak tau seberapa besar kekuatan itu di tubuh manusia” ucap seorang wanita dengan tubuh yang bersinar. “Simbolku, Yookyung-ah kau harus menjadi penghubung antara aku dan mereka. Kau harus mengantarkan pesanku pada ke enam penjaga itu tentang simbol yang kukatakan sebelumnya. Kau adalah satu-satunya angel yang tersisa setelah pertempuran perebutan kekuatan itu. Aku hanya bisa percaya padamu”
“Baik Dewi….”

****

Hari berubah jadi malam, langit pun terlihat begitu gelap.
Ahjumma…aku mohon ahjumma aku mohon beri kami waktu lagi. Aku akan bayar uang sewa itu segera tapi aku mohon jangan usir kami. Aku tidak tau harus kemana…” Park Chorong, wanita cantik itu sedang menangis sambil berlutut dihadapan wanita tua gemuk yang bertampang kasar.
“Jika kau mengerti hal itu harusnya kau tidak lupa untuk membayar uang sewamu!” wanita itu menghentakan kakinya yang dipegang oleh Chorong hingga ia tersungkur. Pria disampingnya hanya menatap wanita itu dengan jijik.
Ahjumma aku mohon setidaknya biarkan kami tinggal malam ini” gadis itu kembali memegang kaki wanita tua dihadapannya.
“Yah! Pergi dari sini!” ia menarik tubuh Chorong untuk bangkit lalu mendorongnya dengan kasar hingga gadis yang lebih kecil darinya itu jatuh.
YAH!” pria yang sedari tadi diam saja menarik kerah wanita tua yang bertubuh gemuk itu lalu menariknya keatas. Wanita tua it bisa merasakan kakinya tak menapak tanah lagi, kekuatan pria itu sungguh besar.
“AH PANAS!” wanita tua itu bisa merasakan panas mendera seluruh tubuhnya.
“PARK CHANYEOL! HENTIKAN!” Chorong menarik tangan Chanyeol untuk menghentikan ulahnya. Ia bisa merasakan panas itu menyebar ketubuhnya juga namun ia tak hiraukan rasa panas itu. “Chanyeol kumohon berhenti” seseorang melepaskan pegangan Chorong pada Chanyeol dan dengan sekali tepukan kekuatan pria itu melemah. Wanita yang dipegangnya terjatuh…

Flame aku menemukanmu!”

To be continue

16 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : Second Move

      • Yah….. Padahal aku udah nungguin banget… Udah berapa bulan lagi nunggunya…………… Kenapa gk dilanjutin? Lanjutin ajaaaa.. Fanfiction kamu sudah mengubah sebagian dari kehidupanku.. Aku seriusss,…. BTW thanks udah balas… Boleh minta email kamu? by:Miyuki-chan

        Pada tanggal 29/01/16, Fanfiction Kpop Indonesia

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s