[Ficlet] LOVELY POISON

SketchGuru_20140524200718 Title                LOVELY POISON

Author            Alana

Main cast        Hoya and You

Rating             M

Genre              Romance

**

Dia mendekat padaku, menatapku dengan seribu makna di matanya.  Menyudutku dengan senyum nakal yang mulai menelusuri wajahku. Kehangatan mulai merambati tubuhku.  Sentuhannya membuat simphony dikalbuku. Kau telah meracuniku. 

Mataku mengerjab beberapa kali. Mengintip sejenak pada sinar mentari yang tersenyum di balik tirai. Mendesah sesaat dan mulai menenangkan hatiku. Apa yang telah terjadi ? Aku melihat ke arah samping kananku. Sebentuk tubuh tergeletak dibalik selimut.  Laki-laki itu ?

Oh Tuhan..! Jeritku dalam hati.  Kenapa dia bisa berada di sini? Pelan-pelan aku menyingkap selimut di tubuhku.  Mendadak aku lemas karena apa yang kupikirkan benar-benar nyata.

Hoya. Dia masih tertidur pulas di bawah selimut yang sama denganku.  Wajahnya tampak manis dan lembut. Dia benar-benar sempurna sebagai laki-laki. Pujiku malu. Ya, setelah melewati malam yang luar biasa, mana sanggup aku tidak memujinya. Aku beranjak untuk duduk. Merapikan rambut lurusku yang total berantakan.  Entahlah, sepertinya aku masih ingin berada dalam pelukannya.

IMG_20140525_141729

Sekali melirik ke arahnya. Menikmati setiap jengkal tubuhnya . Aku tersenyum lagi. Lalu mendekat ke arahnya dan mengecup bahunya yang terbuka. Sejenak dia menggeliat.  Agh, sebaiknya aku tidak membangunkannya.

Tiba-tiba Hoya tersenyum kearahku. Melebarkan lengannya dan menarikku kembali terbaring di sisinya. Aku sedikit memberontak tapi aku tak kuasa.

“Sudah pagi!”  ujarku manja dalam pelukannya.

“Hh, sudah tahu.” jawabnya masa bodoh. Tangannya semakin erat memeluk tubuhku. Dia menenggelamkan kepalanya di dadaku. Aku mendesah. Tubuhku seperti di aliri oleh ribuan arus listrik yang mendera. Tidak, bukan itu. Aku tidak bisa mendefinisikannya.  Begitu hangat dan sentuhan bibirnya membuatku kehilangan akal.

“Apa kau tidak lapar?” tanyaku pelan sambil mengusap lembut wajahnya.

“Tidak.”  senyumannya kusambut kecupan di dahinya.  Kemudian tangannya mengambil jemariku. Dikecupnya lembut penuh perasaan.

“Tapi aku lapar.” ujarku datar.

“Apa…?” tanyaku bingung menadapati tatapannya tak bergeming.

“Kau cantik sekali.”  aku mencibir. Kupautkan bibirku padanya. Sekali, sentuhan lembut di bibir atasnya , lalu mata kami menyunggingkan asa. Kedua, dia menggigit bibir bawahku dengan lembut . Dia menggodaku. Mata kami bertatapan lagi. Lalu yang ketiga, semua menjadi lebih berwarna. Kami kembali dalam gejolak yang tak bisa kami lawan. Pagi yamg indah.

Ya, aku baru ingat kenapa Hoya bisa berada di sini saat ini. Semalam kami benar-benar dalam pengaruh alkohol.  Pesta ulang tahun Myungso memang sangat meriah. Aku tidak bisa menolak untuk tidak minum alkohol. Atmosfernya terlalu mendukung. Sehingga tanpa ampun aku menjadi linglung dan tak mampu berpikir lurus.

Pertama kalinya Hoya memperkenalkan aku sebagai kekasihnya dihadapan teman-temannya. Sebenarnya aku merasa canggung, namun ketika Hoya memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja , aku menjadi merasa lega.

Menjadi kekasih rahasia sungguh tidak nyaman. Aku harus merasakan rindu yang berkepanjangan. Khawatir seandainya Hoya akan melupakan diriku. Harus selalu bersabar untuk berita-berita yang beredar tentang aktivitas selebritisnya di dunia entertainment.

Belum lagi kesibukan-kesibukan yang tidak bisa aku hitung dengan jari. Bisa mendengar suaranya ditelepon saja aku sudah merasa lega. Namun malam tadi, semuanya sudah terbuka.

Seharusnya aku merasa bahagia. Ya, seharusnya. Tapi kenyataannya, aku memang harus tetap bersembunyi dari dunianya.

IMG_20140525_072037

“Apa kepalamu sudah tidak pusing lagi?”  Hoya menghampiriku di dapur. Aku sedang menyiapkan sarapan untuknya. Tangannya memeluk pinggangku dari belakang. Mengecup pipiku beberapa kali.

“Sudah lebih baik. Apa kau sudah mandi?” tanyaku sambil terus berkonsentrasi pada masakannku.

“Sudah. ” jawabnya singkat.

“Pantas saja wangi. ” Aku meliriknya sebentar.

“Aku pakai sabun mandimu. “

“Hm, hanya itu yang ada. Maaf. “

“That’s okay! Kamu ada rencana untuk hari ini, Beib?”

“Tidak. Aku sangat lelah. Aku ingin seharian bermalas-malasan berada di rumah. Bagaimana denganmu?”

“Apa kau ingin kutemani…?” pertanyaan itu sungguh tidak penting sekali. Tentu saja aku sangat senang ditemani.

“Kenapa tersenyum?” tanyanya padaku. Matanya mengerjap nakal. Aku menahan gelakku.

“Apa perlu aku menjawab pertanyaanmu?” dia mengangkat bahunya. Dia mendekat lagi padaku. Kali ini dia menepikan semua kegiatanku. Di dorongnya tubuhku merapat pada refrigerator.  Senyumannya memabukkan.

“Hoya…!” rengekku manja. Tapi dia tidak mau mendengarku.

“Aku harus menyelesaikan masakanku. Nanti gosong!” aku berusaha untuk melepaskan diri dari pelukannya.

“Sebentar saja. Aku ingin menciummu!”

“Kamu ini…! Tunggulah sampai aku selesai masak.”

Aku segera berlari ke arah kompor yang masih menyala. Aku bisa mendengar keluhannya saat kehilangan tubuhku dari rengkuhannya

“Hampir saja kita kehilangan sarapan kita.” aku bersungut kesal.

Dengan cekatan menyiapkan  semua hidangan di atas meja. Hm, sempurna! Ujarku puas.

SONY DSC

“Kelihatannya enak!” Hoya langsung menghadapi sarapannya.  Wajahnya terlihat lucu ketika menikmati aroma pasta dengan cincangan daging ayam ditambah saos spesial yang aku buat sendiri.  Senyumanya merebak memujiku.

“Silahkan!” ujarku sambil menyuapkan satu sendok ke arahnya. Mulutnya spontan menganga.

“Hm, luar biasa! Dimana kamu belajar memasak?” tanyanya serius.

“Ini biasa saja. Aku hanya mempelajarinya dari resep-resep di internet.”

“Ini enak sekali, Beib!”

“Terima kasih!” ujarku senang.

IMG_20140525_132425

“Kau kesinilah!” perintahmu tiba-tiba. Aku melihatnya dengan tatapan  bingung.  Sementara dia segera menarik tanganku untuk duduk dipangkuannya. Aku tidak bisa berhenti tertawa dengan ulahnya.

Hoya menyuapkan spageti itu kemulutku. Ternyata dia serius dengan aksinya. Sebentar aku merasa canggung. Blush.

“Aaaaaaaa..” perintahnya lagi sambil menyunggingkan senyum dewanya.

“O my God!” aku meraba debar jantungku. Hoya, dia telah membuatku menjadi seorang putri.

“Aaaaaaa….ayolah!” Sekali lagi dia menyuruhku untuk membuka mulut, tapi kali ini diselingi intimidasi lembut darinya. Digigitnya lenganku dengan deretan giginya yang putih.

“Hoya…!” aku memekik geli. Sungguh itu tidak sakit.

“Apakah sakit ?”  tanyamu sambil mengecup lenganku yang tadi dia gigit. Aku menggeleng.

“Lagi…?” tawarnya nakal.

“AAaaa..” aku membuka mulutku untuk menerima suapan spagetinya.  Pelan-pelan aku mengunyahnya.

“Ternyata memang enak. ” aku memastikan sendiri masakan buatanku.  Tidak percuma aku mempelajarinya selama imi, ternyata memang berguna. Beruntung dia adalah Hoya,yang pertama merasakan masakanku.

Aku tidak menyadari jika laki-laki bermata sendu itu menatapku dengan kilauan beningnya.  Dia tertegun dalam kesan yang dramatis. Pagi ini telah menyulapnya menjadi laki-laki yang sempurna, istimewa.

“Ada saos di pinggir bibirmu ” ujarnya kemudian.

“Agh iya, tentu saja. ” sahutku tak percaya. Dia pasti mengatakan hal itu untuk mencari alasan agar bisa menciumku kan. Aku sudah tahu itu.

“Kau tidak percaya.” Hoya mengulum senyum.

“Kau pasti mengira aku  mencari alasan untuk menciummu, kan?” Lanjutnya. Aku hanya mengangkat bahuku.

“Aku tidak perlu mencari alasan untuk menciummu. Kau kekasihku. Aku bisa kapan saja menciummu..”

“Tentu saja !” Aku mengerlingkan mataku.

“Kau nakal!” bisiknya ditelingaku. Desah nafasnya menggelitik sukmaku. Aku dibuatnya merinding.

“Hoya…!” sekali lagi aku merajuk manja.

“Ayo kita selesaikan sarapan kita!”  ajakku cepat.

“Baiklah !” jawabnya kemudian.

Kemudian dalam waktu sepuluh menit saja swmua hidangan itu lenyap dari pandangan. Mengerikan sekali nafsu makan kami pagi ini. Tapi aku senang dan tentu saja bangga bisa memberikan sesuatu yang istimewa untuknya.

Pagi ini meskipun berawal dengan malam yang kacau, aku tetap merasa bahagia.  Hoya bisa membuktikan dirinya sebagai kekasih yang sempurna. Siapapun akan luluh dengan sikapnya.

Waktu berjalan dengan lambat ketika Hoya berada di sisiku. Untuk pertama aku merasakan kasih sayangnya diluar keinginanku, jauh dari harapanku.

Sentuhannya melampaui imaginasiku selama ini. Sudah cukup pembuktiannya akan cintanya. Dan pagi ini aku begitu teracuni, oleh senyumnya, tatap matanya, bisikannya, debar jantungnya yang bisa kurasakan menembusi relung hatiku.

Hoya, dia tersenyum ke arahku. Memelukku dengan seluruh kemampuannya. Memberikan apa yang aku inginkan selama ini. Cintanya. Dan biarlah hari ini aku memilikinya .

  tumblr_lw66aa3FaI1qfn6t7o1_500

   End.  Peace! Fight for Freedom!

7 thoughts on “[Ficlet] LOVELY POISON

  1. alana anjir lu bikin gue step nih manis banget!! kali aja gue punya pacar semanis dia aahhhh
    nice deh! salam lemper dari cewek imut/?

    • Chino, lu knp muncul di sini! Ketauan ntar pas cerita Jongup keluar! Payah luh! Pengen punya cowoq kyk Hoya? Ntar yg enem lg mau lu kemanain?
      Tnx!

    • Ff yaoi pertama q itu Banghim. Tapi ga samae nc yaoi, terus yg interview baru ada yaoi. Kalo skr, ga nulis yaoi lg, cumalebih seneng baca and nonton yaoi. Hehehe..dua namja bergumul itu buat aq lebih hot. Sekrlagi asik nonton flm china yg judulna Heroin. Sweet and romantis. Keren banget deh, kalo pairing nya lagi suka Kai sam Suho, sama Nam Taehyun and Song Mino Winner. Itu bacaanku di AFF sama livejournal. Kalo di ffn, kurang suka. Begitu bebz!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s