One-Sided Love (Part-5)

OSL3

Tittle : One-Sided Love
Length : Chaptered
Rating : T
Genre : Romance, Drama
Author : yhupuulievya
Cast : Xi Luhan, Kim Jongin, Choi Ahri, Song Hera, and many more
Disclaimers : This Fanfiction is absolutely mine but the cast belong to themselves. Don’t ever plagiarize it.
Note : If you have some questions, feel free to mention me at @yhupuulievyaa

Apakah kau pernah berfikir, mengapa kita sering jatuh cinta pada orang yang salah?
Karena, kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin jatuh cinta.
Hati, keinginan dan logika memang sering tak sejalan. Lalu mengapa Tuhan mempertemukanmu dengannya?
Tentu saja, Karena Tuhan mempunyai rencana lain yang tak pernah kau ketahui.
Everything happens for reason, right?

CHAPTER FIVE
(Rain Hater)

Ahri tertegun sejenak, ia hendak menjawab Luhan namun dilihatnya namja itu tengah berbicara dengan mata tertutup, oh hanya mengigau rupanya. Ahri menghela nafas.. phew…
“Hampir saja”

Namun dengan tiba-tiba Luhan ambruk dan jatuh tepat di atasnya, Ahri tercengang
“Lu..Luhan ge”

Ahri menyentuh lengan Luhan berusaha membangunkan namja itu agar segera merubah posisinya, namun saat itu pula Ahri merasakan bahwa sekujur tubuh namja itu terasa panas

“Aigoo!”Ahri dengan sekuat tenaga mengubah posisi mereka dan membuat luhan kini terguling dan tertidur disebelahnya, Gadis itu lalu bangun dan menyentuh dahi Luhan

“Gege benar-benar demam”

“Apa yang harus aku lakukan?” Ahri terlihat bingung namun rasa khawatirnya terlihat begitu mendominasi raut wajahnya. Oleh karena itu ia segera berlari keluar kamar dan hendak mengetuk pintu kamar bibi yu

~tapi, bibi Yu pasti sudah tidur

Ahri tertegun sejenak, walau bagaimanapun ia tidak tahu dimana letak Bibi Yu menaruh obat-obatan tapi ia juga merasa tidak enak jika harus membangunkannya. Ahri berfikir lagi

~Mungkin lebih baik aku mengompresnya dulu
Ahri mengangguk mantap lalu segera berlari kedapur, mengambil air dingin dan handuk kecil sebelum kembali berlari ke kamar Luhan

“Pasti karena kau pulang basah kuyup tadi. Kau harus menjaga kesehatanmu, Luhan ge”
Ahri berbicara pelan lalu meletakan handuk kecil di dahi Luhan dan melingkarkan selimut itu sampai menutupi badan namja didepanya.

~aku harus membeli obat untuknya tapi.. aku takut
Ahri terdiam masih sibuk dengan argumen-argumen dalam hatinya, walau bagaimanapun ini sudah larut malam dan diluar hujan masih turun cukup deras

~tapi aku tidak boleh membiarkan Luhan ge sakit
Ahri menghela nafas

“Luhan ge, aku akan membeli obat dulu, aku akan segera kembali”

Ahri berbicara pada Luhan yang masih tertidur, digengggamnya tangan namja itu erat, benar saja suhu badanya semakin tinggi, ia harus segera membeli obat sekarang juga.

Ahri keluar dengan tergesa dari kamar Luhan dan segera menuruni tangga. Ia mengambil payung berwarna putih lalu bergegas keluar, berjalan menerobos hujan hanya membeli obat untuk Luhan.

Ia berjalan dengan hati-hati mengingat jalanan menjadi begitu licin karena air hujan yang membasahinya. Di tangan kananya terdapat tas plastik berisi obat yang baru saja ia beli sedangkan tangan kirinya mengenggam payung.
Suara gelap yang memekakan telinga kembali terdengar dan hujanpun malah turun semakin deras. Ahri menatap jalanan yang kosong lalu mengeratkan genggamanya pada payung di tangan kirinya, ia berharap agar tak ada hal buruk yang akan terjadi padanya karena situasi sekarangpun sudah membuatnya ketakutan. Jika boleh jujur, gadis itu ingin menangis saat ini juga.
Ia kembali melangkahkan kakinya namun dari belakang ia melihat bayangan hitam dan tepat saat Ahri memalingkan badanya seseorang datang dan membekap mulutnya.

***

Seoul, 11PM

Kai membanting pintu mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
“Sial.. hanya karena hujan, aku jadi terlambat” Ia terdengar menggerutu lalu ponselnya berdering, menandakan sebuah panggilan masuk, ia lalu memasang headsetnya dan menjawab

“Yeobseo”

“Ya!! Kkamjong! Kau masih dimana huh? aku dan sehun sudah menunggumu dari tadi. Kita jadi berpesta tidak?”

“Tunggu 15 menit lagi dan aku akan sampai disana” Kai masih tetap fokus pada jalanan didepannya.

“Aku sudah menunggumu sejam, kau tau? Menyebalkan sekali, cepat datang k..”

“Cerewet sekali! Aku sedang dalam perjalanan”

Tututututututututut
Kai memutuskan panggilan Chanyeol dan mempercepat laju mobilnya

Karena besok weekend ia tidak perlu menghadiri sekolah yang membosankan dan itu berarti :
Saatnya pesta sampai pagi. Kai menyunggingkan senyum khasnya, baginya masa muda harus dinikmati sebisa mungkin dan kehidupan yang seperti ini adalah gaya hidup yang paling menyenangkan .
Ia kembali berfokus kejalanan namun ia melihat sosok gadis yang ia kenal kini berlari dan menjatuhkan payungnya, berbelok ke gang kecil diikuti dengan sosok pria dibelakangnya.

~SHIT!

Ia berujar kesal karena kedua orang tadi menghilang dari pandaganya namun ia yakin gadis tadi adalah Choi Ahri dan situasi tadi ia yakini adalah sesuatu yang buruk.
Kai menepi mobilnya dan segera berlari keluar, ia mengambil payung ahri dan berlari menerobos hujan, mengikuti kearah gadis itu berlari tadi. Begitu ia belok ke gang tadi, ia melihat Ahri yang tengah berusaha melepaskan cengkraman pria yang kini berusaha menciumnya secara paksa. Kai menjatuhkan payungnya.

“Menyentuhnya, berarti kau siap mati”

Suara Kai membuat pria tadi menghentikan aktifitasnya, Lalu tanpa pikir panjang ia memukul pria tersebut dengan keras, memukul, memukul dan memukulnya lagi sampai pria itu tersungkur ke aspal

“Berdiri!” Perintah Kai, namun begitu pria itu berdiri Kai kembali melayangkan tinjunya, darah yang mengucur dari pria tersebut tersapu oleh air hujan yang turun. Kai mencengkram kerah pria tersebut
“Kau mabuk rupanya, tapi kau menyentuh gadis yang salah”

“Ma maafan saya”
Kai mengeluarkan tatapan tajamnya lalu mencengkram kerah namja itu semakin kuat dan tersenyum

“Apa aku harus membawamu ke polisi atau membunuhmu saja?”
Kai semakin mencegkram kerah namja itu, membuatnya sulit bernafas
Ahri yang tengah gemetar lalu mencoba melepaskan cengkraman Kai pada pria tadi

“Kai lepaskan Kai, itu cukup, kau akan membunuhnya”

“Memang kenapa jika aku melakukanya,hm?”
Namja didepanya semakin meronta, hampir kehabisan nafas

“KAI!!” Ahri berteriak dan Kai melepaskan cengkramanya, begitu lepas namja itu segera berlari sempoyongan

“Aku mengingat wajahmu, aku akan membunuhmu nanti”
Pria tersebut mengeluarkan ancamanya pada Kai sebelum benar-benar lari dari sana.

Kai mengepalkan tanganya, ia berusaha meredam emosinya
“APA KAU BODOH? BERJALAN SENDIRI DI MALAM SELARUT INI, HUH?”

“APA YANG AKAN KAU LAKUKAN JIKA AKU TAK ADA DISINI, COI AHRI?”
Kai berteriak pada Ahri lalu berbalik menatap gadis tersebut.
Ahri hanya menangis dan menundukan kepalanya, sebelum kejadian inipun ia sudah merasa ketakutan, mendengar bunyi gelap yang begitu keras, berjalan di jalanan yang sunyi, menerobos hujan yang deras, sebelum kejadian inipun ia sudah merasa takut, ia takut gelap, ia takut hujan, sendiri seperti tadi hanya mengingatkanya pada masa lalu yang ia takuti dan kejadian tadi membuatnya semakin bergetar. Ia kembali terisak dalam tangisnya.

Kai terdiam, entah mengapa kini ialah yang merasa bersalah karena telah berteriak dan memarahi gadis didepanya, jelas-jelas gadis ini terlihat ketakutan dan ia membentaknya tadi.
Kai menarik tangan Ahri lalu membawa gadis itu kedalam pelukannya
“Jangan menangis lagi, aku ada disini”

Kai menyentuh rambut Ahri dan berusaha menenangkannya
“Kau akan baik-baik saja” Kai semakin mengeratkan pelukanya

Untuk pertama kalinya Ahri merasa aman berda di dekat Kai, namja yang akhir-akhir ini mengacaukan kehidupannya, namja yang sering berbuat seenaknya, namja yang suka menganggunya, namun malam ini namja itu pula yang menyelamatkanya.

“Aku akan mengantarkanmu pulang”
Kai melepaskan pelukannya dan mengenggam tangan Ahri. Ahri menyeka air matanya dan berusaha mengeluarkan suara

“Aku tinggal di rumah Luhan”

Kai mengerutkan dahinya, itu membuatnya sedikit terkejut memang. banyak hal yang ingin ia tanyakan namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat
“Hm”

Kai hanya menjawab Ahri singkat lalu menuntun gadis itu dan membukakan pintu mobilnya untuk Ahri
“Masuklah”
Begitu Ahri masuk, Kaipun melakukan hal yang sama namun sebelum menjalankan mobil, ia mengambil jaket yang tersampai di joknya, mengambilnya lalu meletakanya tepat di badan Ahri

“Kai..” Ahri berusaha melepaskannya dan memberikanya pada Kai

“Pakai saja”

“Tapi kau..”

“Pakai saja, Aku ini laki-laki Ahri, aku tidak akan mati hanya karena kedinginan”
Kai berbicara enteng namun Ahri hanya memandangnya lekat, namja ini memang sering bertindak seenaknya dan mengeluarkan apapun yang ada dipikiranya lewat kata-kata yang apa adanya pula. Itu memang menyebalkan bagi Ahri namun malam ini ia merasa namja itu membuatnya tenang. Mungkin suatu saat nanti mereka bisa menjadi teman yang baik. Ahri berfikir dan masih menatap Kai lekat

“Jangan melihatku seperti itu atau kau akan jatuh cinta padaku nanti” Kai tersenyum namun masih fokus pada jalanan di depannya
Ahri mempoutkan bibirnya dan mengalihkan pandagannya ke sembarang arah.
Ia salah.. namja ini tetaplah menyebalkan.

***

Luhan terbangun begitu rasa haus menggerogoti tenggorokanya. Ia merasakan badanya panas dan sakit
“Pusing sekali”

Luhan berujar lemah dan berusaha bangun, ia lalu menyadari bahwa seseorang telah menaruh kompresan dikepalanya.
Ia encoba mengingat-ngingat kejadian sebelumnya, seingatnya Ahri tadi berada disini dan kemana gadis itu sekarang? Bukankah ia bilang ia takut gelap dan hujan?
~aissh
Luhan beranjak dari tempat tidurnya dan mengecek kamar ahri sebelum turun menuju dapur

“Ia tidak ada dikamarnya”

Luhan bergumam pelan
~ gadis itu merepotkan saja, apa dia pergi clubbing? Tidak mungkin

Luhan lalu mengambil sebotol air mineral dan meminumnya dengan perlahan, tak lama kemudian ia mendengar suara mobil di depan rumahnya. Luhan terdiam sejenak lalu berfikir

~apakah Ahri? Atau umma? Mana mungkin

Luhan lalu berjalan dengan lemah kepintu depan dengan langkahnya yang lambat. Panas badanya semakin menjadi. Tapi ia harus memastikan dulu kemana gadis itu pergi, walau bagaimanapun karena Ahri tinggal denganya mau tidak mau ia juga menjadi tanggung jawabnya sekarang. Jika ada yang terjadi pada gadis itu, sudah dipastikan eommanya akan memarahinya habis-habisan.

Tepat saat ia membuka pintu saat itu pula Ahri ada disana
“Luhan ge?”

“Ahri?”
Mereka berbicara berbarengan

“Kau… darimana?”

“Aku… sudah membeli obat untukmu dan tadi kehujanan jadi Kai mengantarkanku pulang”
Luhan membulatkan matanya, gadis itu basah kuyup seperti ini hanya untuk membeli obat? Untuknya? Luhan menatap Ahri lekat
~gadis ini..
Batinnya

“Bagaimana keadaanmu Luhan ge?” Ahri tersenyum pada Luhan namun entah mengapa namja itu merasa bahwa ada yang salah dengan Ahri, terlebih mata gadis itu terlihat sembab

“Aku merasa lebih baik”

“Meski begitu kau harus tetap minum obatmu, ini” Ahri kembali tersenyum dan menyerahkan kotak obat yang digenggamnya

“Ah..” Luhan hanya mengangguk dan mengambil kotak obat tersebut. Ia ingin mengucapkan terimakasih namun entah mengapa kata itu tak kunjung terucap dari bibirnya. Mereka berjalan menuju kamar masing-masing. Luhan berhenti didepan pintunya dan berfikir sejenak

“Kalau kau takut gelap kau boleh tidur dikamarku asal tidak menggangguku saja”
Luhan tak percaya bahwa kalimat itu keluar begitu saja dari bibirnya, mungkin melihat keaadaan Ahri, membuatnya simpati secara tiba-tiba

“Ta tapi..” Ahri masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Luhan

“Aku tidak akan macam-macam jika itu yang kau takutkan” Luhan memastikan bahwa dirinya tak akan berbuat apa-apa pada Ahri

“Eh? Ti – tidak aku tidak berfikir seperti itu”

“Kalau begitu cepatlah ganti bajumu “

“I iya. Gomawo”

***

Sinar matahari menelusup keselasela gorden kamar Luhan, membuat Ahri yang tertidur lelap kini mulai membuka matanya, sedkit merasa silau.
“Ah.. sudah pagi”

Ahri menggeliatkan badanya dan saat ia berpaling kesebelah kiri ia hampir saja menjerit jika tak segera membungkam mulutnya menggunakan tanganya sendiri. Ia begitu kaget saat melihat Luhan tertidur disebelahnya tanpa mengenakan baju atasan. Ahri segera membuka selimut dan mengecek kondisinya

“PHEWW”
Ia bernafas lega saat menyadari ia masih mengenakan pakaian yang lengkap
~aigoo kenapa aku berpikir macam-macam

Ahri menggelengkan kepalanya saat pikiranya melantur jauh entah kemana. Lucu memang, karena tak seharusnya ia berpikir seperti itu, namun melihat namja itu topless sukses membuat pipi Ahri bersemu merah.
~aigoo, aku lupa kalau kebiasaan Luhan ge saat tidur memang seperti itu.
Ahri bangun dan menyelimuti Luhan

“Demamnya sudah turun” Ia lalu membuka gorden kamar Luhan dan beranjak pergi ke kamarnya, pergi bershower lalu mengambil selembar kertas dan menuliskan sebuah pesan singkat disana

“Selamat pagi my Luhaney  terima kasih sudah mengijinkanku tidur di kamarmu, maksudku.. kau benar-benar mengerti bahwa aku sangat takut gelap dan hujan. Aku ingin menyiapkan sarapan pagi untukmu, tapi Bibi Yu sudah menyiapkan semuanya…hu hu Mungkin lain waktu aku akan memasakan makanan favoritmu. Cepat sembuh. aku mencintaimu <3
Your beloved fiance
Choi Ahri ^^ “

Ahri kembali ke kamar Luhan dan meletakan note itu di meja belajarnya
“Annyeong Luhan ge, Aku akan segera kembali nanti”

Ia berbicara pelan. Ahri lalu bergegas pergi, ia berencana untuk mengunjungi Kai dan membawakanya bento sebagai rasa terimakasih karena sudah menolongnya tadi malam.

***

~DingDong
Ahri kembali menekan bel rumah Kai berkali-kali tapi tak ada satupun yang membukakan pintu untuknya sampai saat ini

“Apa dia masih tidur?”

“Benar-benar anak malas” Ahri terlihat cemberut lalu menekan bel lagi

~DingDong
Ahri berdecak sebal lalu berencana untuk pergi saja namun ia mendengar suara pintu yang terbuka dan..disana berdiri Sehun yang tampak masih mengantuk

“Kau?” Ahri mengingat bahwa namja ini adalah salah satu dari teman Kai

“Apakah aku salah alamat? Bukankah ini rumah Kai?” Ahri terlihat kebingungan sedangkan namja di depanya hanya mengucek matanya lalu terlihat terkejut begitu menyadari siapa gadis ini

~bukankah gadis ini adalah …aisssh
Sehun mengingat kejadian malam itu, dimana ia, Kai, dan Chanyeol bermain-main untuk menganggunya dan gadis ini berubah mengerikan begitu Kai dengan tak sengaja melontarkan kata “bitch” Oh, wajah Sehun terlihat ketakutan kali ini

“A ah i iya . kau tidak salah alamat. Masuk saja, ah iya masuk” Sehun tersenyum kaku sedangkan Ahri hanya menatap namja itu bingung

“Duduklah, aku akan memanggilkan Kai untukmu”

“Nde, gomawo”

Ahri tersenyum manis dan itu membuat Sehun tertegun

~tapi gadis ini tak terlihat mengerikan
“Ah tunggu sebentar”
Sehun berlalu dan segera masuk ke kamar Kai

“KAI! Cepat bangun! Kau tau gadis waktu itu ada disini” Kai masih tak bergeming

“Kai….” Kai masih terlelap dalam tidurnya

Sehun beralih pada Chanyeol
“Hyung! Cepat bangun! HYUNGGGGGG!” Sehun sedikit berteriak dan itu berhasil membuat Chanyeol terbangun

“Apa yang kau lakukan? Aku masih nagntuk”

“Cepatlah bangun hyung, kau tau gadis yang ada dibar itu? Dia ada disini”

“Gadis yang mana? Banyak gadis yang kita temui di bar” Chanyeol masih menutup matanya

“Gadis yang melempar Kai dengan high heelsnya”

“MWO?” Kalimat Sehun berhasil membuat Chanyeol terbangun dalam sekejap

“Apa yang dia lakukan disini?”

“Mollayo.. Sepertinya Kai mencari masalah lagi dengannya”

“Jinjjayo?” Chanyeol terkejut

“Aisshh, KAI !! Cepat bangun Kai!” Chanyeol berusaha membangunkan Kai namun hasilnya nihil

“Bagaimana jika gadis itu marah karena Kai tak juga menemuinya?”
Sehun terlihat panik namun kemudian Chanyeol menampkan senyum misteriusnya dan memandang sehun. Tak lama keduannya lalu terkekeh

“KAJJA!”

Sehun dan Chanyeol dengan kompak menggotong tubuh Kai dan berjalan ke kamar mandi dengan sigap, mereka lalu berhitung

Hana

Dul

Set

Tepat saat hitungan ketiga dilemparkannya tubuh Kai tepat kedalam bathub yang sudah terisi air penuh, mereka segera berlari meninggalkan kamar dan menuruni tangga, tepat setelah itu terdengar suara Kai yang mengumpat kesal.

“Annyeong eung…” Chanyeol menghentikan kalimatnya

“Aku Choi Ahri” Ahri mengulurkan tangannya dan baik Sehun maupun Chanyeol, mereka saling bertatapan

“Ah Chanyeol imnida” ia bersalaman dengan Ahri dan

“Sehun imnida”

Ahri mengamati wajah ereka dengan seksama
“Kenapa kalian terlihat ketakutan? Seperti melihat hantu saja” Ahri mengerucutkan bibirnya dan Chanyeol menyikut lengan Sehun

“Ah anio! Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin kami terlihat takut melihat gadis secantik ini hehe” Sehun melontarkan kalimatnya dengan gugup

“Benarkah?” mata Ahri kini berbinar

“Tentu saja” Chanyeol meyakinkan namun kini Ahri melihat kesekitar, mencari sosok yang dicarinya

“Ah.. Kai akan segera kemari Ahri-ssi , dia sedang mandi dulu”

Sehun dan Chanyeol terkekeh mengingat kejadian tadi
“Apa yang kalian tertawakan?”
Ahri menatap mereka dan sontak Sehun maupun Chanyeol serempak menggelengkan kepala

“YYA!! KALIAN!” Kai melemparkan bantal pada Sehun dan Chanyeol lalu segera menuruni tangga

“Ahri?” Kai sedkit terkejut

“Aku membawakan bento untukmu sebagai ucapan terimakasih”
Ahri tersenyum tenang

“Bento? Hanya itu? Aku tidak mau” Kai berujar cuek

“Mwo? Aku berinisiatif sendiri untuk memberikan ini Kai, bukankah..”

“Aku ingin kau menemaniku seharian ini, maka aku akan menganggap hutangmu lunas”

“Hutang? Apa-apaan? Kau sendiri yang meutuskan untuk menolongku dan….”
~namja ini mulai menyebalkan pikir Ahri

“Ayolaaah hanya menemaniku sehari saja”

Ahri terdiam sejenak, kenapa semuanya jadi seperti ini? Tapi mengingat pertolongan namja itu semalam, rasanya menemaninya untuk seharai bukanlah hal yang berat lagipula ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Kai tak muncul saat itu.

“Tapi bagaiman nasib bento ini?” Ahri mengeluarkan kotak bento di tasnya dan sekejap mata Sehun maupun Chanyeol langsung berbinar

“Jika tak keberatan kau bisa memberikanya pada kami”
Sehun berkata dengan lancar dan Chanyeol mengangguk mantap

“Jinjja? Kalian mau memakannya? “ mataAhri lebih berbinar dan ia memberikan kotak itu pada Sehun dan Chanyeol
Dalam sekejap mereka langsung menyambar bento tersebut dan membukanya

“Whoaa terlihat enak”
Chanyeol berkata

“Jinjja? Padahal ini pertama kalinya aku memasak”

“Eeehh masakan itu tidak dinilai dari sebanyak apa pengalaman orang yang membuatnya tapi dari rasanya, dan melihat tampilanya saja sudah menggugah seleraku”

Ahri tersenyum senang mendengar kata-kata Chanyeol karena seingatnya semua anggota keluarganya selalu bilang bahwa ia sama sekali tak berbakat untuk memasak. Terakhir kali ia memasak, saudara sepupunya harus pergi ke dokter karena sakit perut.
Chanyeol maupun Sehun dengan semangat memegang sumpit mereka dan segera memakan maskan Ahri

1

2

3

Wajah mereka berubah muram

“Bagaimana?” Ahri terlihat senang dan menanti jawaban mereka.
Sehun dan Chanyeol saling berpandagan. Jika harus jujur ini adalah masakan terburuk yang pernah mereka makan namun sepertinya lebih baik berbohong dibanding harus melihat gadis itu berubah mengerikan seperti malam dimana mereka pertama bertemu

“ENAK!” Jawab mereka kompak
Dari jauh Kai terkekeh, melihat ekspresi dari kedua sahabtnya saja, ia tahu bahwa ada yang salah dengan masakan yang mereka makan dan raut wajah mereka mengatakan bahwa mereka tengah berbohong, Kai tau benar akan sahabtnya.

“Sebenarnya aku tidak bisa memasak tapi aku sangat senang kalian menyukainya, aku akan belajar lebih giat dan memasakan makanan yang lebih enak untuk kalian”

“Huh?” Sehun mengernyitkan dahinya

“Untuk meningkatkan kemampuan memasaku..Aku akan membuatkan bento untuk kalian setiap hari”

“MWWWWWWWWOOOOOOO?” Sehun setengah berteriak dan Chanyeol tersedak makananya.

-to be continued-

17 thoughts on “One-Sided Love (Part-5)

  1. minnnn, aku lebih suka ahri sama kai.. mereka cocok banget,, soalnya aku gak terlalu suka sama pemeran cowok yang nggak nganggap cewek….. kalau ahri akhirnya sama luhan, tolong banyakin cerita kedekatan mereka berdua ya min, supaya nanti aku nggak terlalu kecewa >_< … makasih minnn :) ;) :D

  2. ai.. kairi moment makin banyak aja nie, udah ama kai aja ahri :) tanda tanya nie maksud kai minta hari bt nemenin dia seharian apa usaha dia bt ngerebut ahri dr luhan, atau gimana? kasian ye ma sehun chaneol.. ketawaketiwi sendiri ngebayangin ekspresi mereka ttg masakan ahri :D lanjut ke part selanjutnya ya… gomawo :)

  3. hahaha lucu bgt xD ya ampun bias ku kasian sekali.. haha sehunnaaa moga ga sakit perut/? haha
    Thor, yg chap 7 ada PW nya ya? aku udh mention ke twitter author.. nama twitter aku @Nadya1120, tolong kasih tau ya thor PW nya xD hehe

  4. hahaha kocak2

    sehun+chanyeol … poor you kekeke

    kai kyaknya udah mulai suka sama ahri … ahri bakalan jadi sama siapa nih jadi bingung… tapi setujunya sih sama luhan oppa

  5. Hahahah….
    Ahri bener lucu. Kasian chanyeol dan ehun harus memakan bento yg sangat tdk enak itu setiap harinya…
    Ya ampun… Apa susahnya sih bilang klo bentonya tdk enak… Mmg benar yah kalo jujur itu sulit, apa lagi di epan gadis cantik.
    Wkwkwkw

  6. Aduh thor banyakin partnya kai aja
    Heheheh
    Ahaaaa pasti itu masakannya ahrin diluar ekpetasi 😂😂😂
    Lanjut aa
    Good luck thor 😆

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s