[CHAPTERED] ANGEL : Fourth Move

Image

Tittle : Angel
Author : DR
Main Cast : EXO, Apink, BAP
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~! kalo ada yang mau kontek-kontekan sama author bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :
Yookyung, angel terakhir, mulai memberi jalan bagi para protector untuk menemukan dua belas kekuatan yang hilang itu. Ia menjadi jembatan bagi protector dan Sang Dewi. Dengan informasi penting yang diberikan pada mereka, akankah mereka berhasil menangkap dua belas kekuatan tersebut dan mengemballikannya pada Sang Dewi?

Missed the previous story?
Click PART 1 PART 2PART 3

================================PART 4===================================

Kediaman keluarga Kim pagi itu tampak begitu murung, pasalnya ada orang luar yang tiba-tiba masuk ke rumah mereka tanpa persetujuan seluruh anggota keluarga.
Eomma, sebenarnya apa yang kau pikirkan? Kau tau Namjoo sekarang sudah menjadi gadis dewasa, dan kau memasukkan seorang pria dewasa ke rumah kita? Kau bahkan tidak mengenalnya eomma, apa kau tau latar belakangnya? Bagimana jika ia bukan orang baik?” Junmyun bagun lebih pagi dan menginterogasi ibunya. Ia tidak percaya dengan tindakan ibunya yang ia anggap tidak bertanggung jawab. “Eomma! Jawab aku…”
“Aku juga tidak tahu kenapa aku melakukan itu, tapi ia sudah disini. Kita tidak bisa mengusirnya begitu saja. Kau bisa mengawasinya jika kau tak percaya padanya. Tapi hatiku bilang ia anak yang baik, lagi pula ia membayar sewa. Uangnya bisa kita pakai untuk menambah penghasilan kan?”
“Bagaimana jika Namjoo di rumah sendirian dan dia ada di rumah? Bagaimana jika ia macam-macam pada Namjoo atau dia mencuri di rumah kita?”
“Junmyun… kau bisa mengawasinya jika kau tak percaya padanya” eommanya hanya menepuk pundaknya lalu kembali berkutat dengan kegiatan dapurnya. Lelaki itu mengerang kesal, ia tidak setuju dengan pendapat ibunya tapi ia tidak mampu berbuat apapun.

***

Hayoung membuka matanya, kepalanya terasa pusing dan matanya berkunang-kunang tampak belum terbiasa dengan cahaya yang tiba-tiba menerpa matanya. Ia memandang sekeliling dan menyadari bahwa ia sedang berbaring di kamarnya. Ia mengulang kembali ingatannya semalam. Sehun, kakak kembarnya, berteriak kesakitan lalu angin kencang menerpanya.
“Kau sudah bangun?” Sehun masuk dengan membawa nampan berisi sarapan pagi untuk adik kembarnya.
“Sehun! Apa yang terjadi denganmu semalam?” tanya Hayoung dengan wajah paniknya.
“Memang apa yang terjadi?” tanya Sehun balik padanya. Hayoung berpikir sejenak apa semalam ia bermimpi, apa semua tidak nyata, ia tak mampu membedakannya. “Kau kelihatan tidak sehat, disini saja tidak usah kuliah” ucap sehun.
“Lalu kau ingin meninggalkanku sendirian?” tanya Hayoung.
“Kau bisa menelpon temanmu untuk menemani… Err Chorong, Park Chorong nuna, gadis yang kau ikuti selama masa sekolah. Kau sangat menurutinya, sudah lama kalian tidak bertemu bukan?” Hayoung mengangguk. “Aku kuliah dulu… Kau hati-hatilah” Hayoung menatap Sehun yang meletakan nampan di meja kamarnya lalu keluar seraya menutup pintu.

***

“Dewi… empat dari kekuatanmu sudah menemukan tubuh yang tepat. Flame, Wind, Time Control, dan Telekinesis, mereka sudah menampakkan diri mereka”
“Iya Yookyung, aku dapat merasakannya. Aku mulai khawatir jika mereka tidak segera ditangani akan berdampak buruk bagi keseimbangan langit dan bumi”
“Apa yang akan terjadi pada tubuh itu Dewi?”
“Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka mati secara perlahan karena dikuasai kekuatan itu atau mereka hidup berdampingan dan kekuatan itu terkontrol”
“Mereka hanya manusia biasa… apa anda yakin mereka bisa berdampingan dengan kekuatan yang lebih besar?”
Sang Dewi menampakkan wajah sedihnya… Ia sendiri tidak yakin dengan tubuh yang ditumpangi oleh kekuatannya. Apa yang akan terjadi pada tubuh itu jika kekuatan itu keluar? Apa yang terjadi jika mereka tidak bisa keluar? Ia benar-benar tidak tahu.
“ Tapi Yookyung, ada perasaan yang aneh di bumi… seperti ada kekuatan lain yang lebih besar”
“Aku juga merasakannya…”

***

Pagi itu Chanyeol bangun dengan basah kuyub. Setiap orang dalam ruangan itu benar-benar panik melihat apa yang terjadi semalam dengan Chanyeol. Pria itu, tubuhnya terbakar dan malayang-layang di udara. Suhu di ruangan pun benar-benar panas. Tapi anehnya tak ada yang mengingat kejadian semalam dengan baik kecuali Tao.

—Flashback—-

“CHANYEOL!!”

Seseorang berteriak ketika mendapati pria jangkung itu mulai terbakar. Benda disekitarnya pun ikut terbakar. Luhan, pria itu tampak panik dan takut jika apartemen Tao akan terbakar. Ia hanya berpikir jika saja Chanyeol terbakar di udara akan lebih aman bagi semua orang, tiba-tiba saja apa yang ia pikirkan menjadi nyata. Chanyeol mengambang tanpa ada yang mengikatnya atau menahannya. Semua mata takjub dengan apa yang mereka lihat. Tao mengedipkan matanya berkali-kali berharap hal itu tak terjadi, ia memejamkan matanya dan seketika semua benda dan makhluk hidup di dalam apartemennya tidak bergerak sedikit pun. Ia bingung apa yang sedang terjadi, tapi ia mengambil air lalu menyiramkannya ke tubuh Chanyeol yang mengudara.

—Flashback End—-

Tao sendiri tidak paham bagaimana semua kembali seperti semula. Yifan, Luhan dan Yixing hanya ingat tubuh Chanyeol melayang dan terbakar selebihnya mereka tidak mengingatnya. Mereka pikir itu hanya mimpi hingga mereka tak mengungkitnya sama sekali. Chorong sendiri tidak tahu menahu apa yang terjadi pada adik tirinya, setelah mendengar teriakan ia berencana keluar tapi ia mengurungkan niatnya takut-takut Chanyeol marah padanya karena ia melanggar perintahnya. Ia hanya berdiri di balik pintu kamar Tao dan gelisah sepanjang malam. Chanyeol sendiri tidak paham apa yang terjadi padanya, ini bukan pertama kalinya ia terbakar. Ia pamit ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Tao mengetuk pintu kamarnya.
Nuna, maaf bisa aku masuk sebentar? Aku ingin mengambil beberapa pakaian” ucap Tao. Chorong membukakan pintunya. Ia tak melirik Tao sama sekali hanya menunduk, ya menunduk ketakutan.
“A..Apa yang terjadi pada Chanyeol semalam?” tanyanya gemetar.
“Aku tidak begitu paham… tapi, tubuh Chanyeol terbakar semalam” jawab Tao.
“Apa dia baik-baik saja?” Tao tersenyum dan menangguk. “Syukurlah” ucapnya pelan. Luhan mengetuk pintu kamar Tao yang terbuka untuk meminta perhatian orang di dalamnya.
“Aku lapar” ucap pria berwajah manis itu.
Gege kau tau kan aku tidak bisa masak? Beli saja di luar” Tao mengeluh.
“Kami kan belum dapat pekerjaan, kau satu-satunya disini yang sudah bekerja seharusnya kau yang membelikan kami makanan” Yifan menimpali dari balik tubuh Luhan. Tao hanya menghela napasnya. Ia tidak suka diperintah, tapi ketiga orang itu sangat berjasa baginya karena itu ia tak bisa meninggalkan mereka luntang-lantung di negeri orang.
“Mmm… maaf, apa kau punya bahan mentah? Aku akan memasakkan sesuatu untuk kalian” Chorong bersuara. Luhan dan Yifan melirik satu-satunya wanita di ruangan itu. Chorong beranjak dari kamar Tao menuju dapur yang jaraknya hanya kurang dari sepuluh langkah. Chorong mengecek isi kulkas Tao dan tak menemukan apapun kecuali telur dan alkohol. Ia menghela napas.
“Hehe maaf nuna aku tidak punya apapun kecuali telur, ramyeon, dan alkohol” ucap Tao. Ia ingin memasak sesuatu tapi ia butuh bahan lain. “Kau ingin masak apa? Biar aku belikan di minimarket dekat sini” tawar Tao.
“Ah biar aku saja yang berbelanja” ucap Chorong. Ia sebenarnya tidak punya uang yang cukup, tapi sebagai balas budi Tao dan teman-temannya ia terpaksa memakai uang terakhirnya. Ia sedikit berat mengeluarkan uangnya, karena hanya itu yang tersisa untuknya.
“Mana dompetmu?” Luhan mengulurkan tangannya meminta Tao mengeluarkan dompetnya.
“Untuk apa?” tanya Tao.
“Chorong sudah baik ingin memasak, kau ingin minta dia mengeluarkan uangnya untuk biaya makan kita juga?” tanya Luhan. Tao yang mengerti kesulitan Chanyeol dan Chorong dengan rela hati memberikan dompetnya pada Luhan. “Ayo berbelanja, kau pasti butuh teman untuk membawakan belanjaannmu kan?” tanya Luhan.
“Hah? Tidak juga… aku tidak masalah pergi sendiri” Luhan tak mendengarnya lalu menarik Chorong keluar dari apartemen itu.
“Apa tidak masalah meninggalkan Luhan gege dan Chorong nuna berdua saja?” Tao berbicara lebih pada dirinya sendiri.
“Memang kau pikir Luhan akan menyakitinya? Ia akan baik-baik saja”

***

Semalaman Himchan tak bisa tidur, ia yakin sekali kalau ia merasakan aura yang aneh semalam. Aura itu benar-benar kuat dan berasal dari tetangga apartemennya. Ia ingin sekali mendobrak pintu tetangganya untuk melihat apa yang sebenarnya ada di dalam apartemennya. Sayang ia masih paham sopan satun.
“Himchan! Apa yang kau pikirkan?” Yongguk bertanya setelah keluar dari kamarnya. “Kau tampak terganggu”
“Hmm… ada yang aneh dari tetangga sebelahku. Kau tau jika aku sangat sensitif dengan kekuatan/makhluk lain selain manusia kan? Aku merasa, penghuni sebelah apartemenku bukan manusia biasa. Aku benar-benar merasakan keanehan itu” ucapnya.
“Kau ingin kita memergoki mereka? Maksudku… kita masuk berpura-pura bertamu sebagai tetangga yang baik” saran Yongguk.
“Aku juga ingin begitu! Buatkan makanan, apa saja lalu kita masuk ke sana!”

Himchan dan Yongguk mengetuk pintu apartemen yang mereka anggap aneh. Seseorang yang Himchan kenali sebagai pemilik dari apartemen itu membukakan pintu dan  tersenyum.
“Ah kau rupanya! Ada yang bisa kubantu?” tanya Tao.
“Kami ingin beramah tamah. Ini saudaraku, Yongguk. Ia baru sampai semalam dan akan tinggal di apartemenku selama beberapa hari” Himchan membuka mulutnya.
“Pagi ini kami sedikit kerepotan, aku tidak yakin bisa menerima kalian masuk. Apartemenku..emm.. berantakan” Tao melihat isi apartemennya yang basah karena genangan air yang ia siramkan pada Chanyeol semalam dan sofanya yang sedikit terbakar.
“Tidak masalah! Kami hanya ingin melihat” Yongguk sedikit memaksa. Postur tubuhnya yang lebih besar dan lebih kekar membuat Tao kalah saing. Ia merasa terintimmidasi saat berhadapan dengan Yongguk namun seketika pearasaan itu hilang dan digantikan perasaan nyaman. Tao tersenyum pada dua pria dihadapannya dan mengizinkan mereka masuk.
“Perbuatanmu kan?” Yongguk berbisik pada Himchan dan hanya dibalas dengan senyuman.
Gege kenalkan ini tetangga baru kita. Ini Himchan dan Yongguk. Nah mereka berdua kakakku, Yifan dan Yixing” ucap Tao.
“Apa yang terjadi disini? Sepertinya habis kebakaran” Himchan memperhatikan sofa yang sedikit hangus dan genangan air di lantai apartemen Tao. Tao hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan itu.
“Tao! Bajumu kecil sekali” seseorang keluar dari kamar mandi. Yongguk memperhatikan orang tersebut dan mengenalinya.
FLAME!!” Teriaknya
Aishh kenapa ia ada disini!” Chanyeol berlari menuju pintu apartemen Tao untuk kabur namun sial Yongguk lebih cepat darinya. Ia mencengkram leher Chanyeol dengan tangan kanannya dan mengunci kedua tangan Chanyeol dengan tangan kirinya.
“Kau mau kemana lagi?! Sekarang kau tidak akan bisa lari lagi dariku!!”

To be continue~

6 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : Fourth Move

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s