[CHAPTERED] ANGEL : Fifth Move

ao

Tittle : Angel
Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~! kalo ada yang mau kontek-kontekan sama author bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :
Perlahan namun pasti kekuatan itu mulai menunjukkan dirinya. Entah apakah alasannya karena mereka cocok dengan tubuh itu, atau mereka sedang memaksa tubuh itu untuk menurutinya. Yang pasti keberadaan kekuatan itu semakin jelas, mereka semakin dekat dengan para protector.

Yongguk berhasil mengenali satu dari dua belas kekuatan tersebut. Ia menangkapnya, namun berhasilkah ia menaklukannya?

Missed the previous story?
Click PART 1 PART 2PART 3 PART 4

================================= PART 5 ==================================

Chanyeol memancarkan api dari sekujur tubuhnya dan memabakar tangan Yongguk. Yongguk melonggarkan tangannya pada Chanyeol.
“Berhenti mengikutiku! Aku tidak tau kenapa kau mencariku tapi aku tidak suka diikuti” Chanyeol menyentuh tangan Yongguk dengan tubuhnya yang terbakar. Himchan yang melihat hal itu segera membantu Yongguk. Mereka tak mempedulikan rasa panas yang menjalar di tubuh mereka dan menahan Chanyeol. Chanyeol melebarkan apinya sehingga membuat Yongguk dan Himchan terlempar. Chanyeol mengambil kesempatan itu untuk kabur dari Himchan dan Yongguk.

***

Naeun menyiapkan dirinya, pagi ini ia akan mulai berkuliah di tempat yang sama dengan Jongin. Ia bahagia, sebenarnya ia sangat ingin melanjutkan sekolahnya tapi panti tempatnya tinggal tidak dapat membiayainya hingga jenjang yang lebih tinggi. Naeun menyisir rambut panjang lurusnya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Tiba-tiba Jongin muncul di kamarnya, entah dari mana ia masuk. Naeun masih ingat ia mengunci pintu dan jendela kamarnya.
“JONGIN?!” Naeun menatap Jongin yang tiba-tiba muncul dengan piyamanya.
“Naeun?” Jongin menatap sekelilingnya ia menyentuh seluruh tubuhnya dan tersadar bahwa ia tak lagi berdiri di kamarnya. “Bagaimana aku bisa disini?” tanyanya lebih pada dirinya sendiri. Naeun menatapnya tak percaya, namja dihadapannya muncul bagaikan hantu.
“Kau? Trik apa ini?” Naeun geram.
“Aku… aku sendiri tak mengerti” Jongin menampakkan wajah bingungnya.
“Jangan pura-pura Jongin! Kau? Apa kau belajar sihir?” Naeun menatapnya marah.
“Tidak! Tadi aku sedang di kamarku, lalu aku tiba-tiba rindu padamu. Aku menutup mataku seraya memikirkanmu dan dalam sekejap aku ada disini” jelas Jongin. Naeun masih tak mempercayai kata-kata Jongin.
Yedeul-ah! Saatnya sarapan!” Ibu asuh panti berteriak.
“Kau! Lebih baik kau cepat pergi dari sini dengan trik bodohmu itu atau kau tak akan pernah melihatku lagi!” Naeun mengancamnya.
“ARGHHH” tiba-tiba Jongin berteriak.
“Jongin jangan bercanda denganku!” Naeun masih marah padanya.
“ARGGGGHHH” Jongin tak mendengar dan masih berteriak kesakitan. Ia memegang kakinya. Naeun menyaksikan bagaimana tiba-tiba kaki Jongin terukir suatu simbol. Jongin terus berteriak kesakitan lalu menghilang dari pandangan Naeun.
“JONGIN!!!”

****

Eunji bangun karena sinar mentari sudah mulai memasuki toko kacanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk membiasakan cahaya yang masuk. Ia menatap sekeliling dan mendapati Daehyun, namja yang semalam bersamanya, sudah merapikan tokonya. Ia mengeluarkan beberapa tanaman agar mendapat sinar mentari yang lebih baik lalu menyirami beberapa pot dengan senyum yang mengembang diwajahnya.
“Kapan kau bangun?” tanya Eunji mendekatinya.
“Sebenarnya semalam aku tak tidur” ia tersenyum kembali. “Hei, ayo kita berbelanja. Aku punya sedikit uang” ucap Namja itu pada Eunji. Eunji menyiapkan dirinya, sementara Eunji bersiap Daehyun menunggunya di toko.
“Siapa kau?” seorang pria masuk ke toko Eunji dan menampakkan wajah tak sukanya.
“Aku teman pemilik toko ini” Jawab Daehyun.
“Aku juga temannya! Dan aku tak pernah ingat Eunji memiliki teman selain kami disini” pria itu mencengkram kerah Daehyun.
“Kau tak perlu marah, aku tidak jahat” Daehyun tersenyum.
‘Semua Proterctor harap berkumpul! Kita harus berbicara, ini penting!’ Daehyun mendengar suara dalam kepalanya. Ia tahu milik siapa suara tersebut.
“Katakan pada Eunji aku harus pergi, aku akan kembali setelah menyelesaikan urusanku” Daehyun menghilang dari pandangan pria itu.

***

Jongin terus berpindah tempat dalam sekejap mata, ia meringis kesaitan di bagian kakinya seperti tersayat oleh pisau. Ia tak mampu berpikir ataupun bertindak seperti apa yang ia inginkan hanya saja beberapa tempat terputar dalam otaknya seperti slide show dalam kamera dan dalam sekejap ia berada di tempat tersebut. Perjalanan terakhirnya ia merasa semua tenaganya habis terkuras, ia ingat tempat ini. Ini adalah tempat dimana ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang selalu mengikutinya. Gadis kecil yang manis, yang mampu membuat dadanya berdebar untuk pertama kali.
“Ini.. Busan”
Jongin tak mampu mempertahankan kesadarannya. Ia benar-benar lelah dan berharap meutup matanya mampu menghilangkan lelahnya. Sebelum akhirnya ia menghilang lagi entah kemana.

***

Namjoo berjalan sendirian menyusuri lorong gedung kampusnya. Ia menikmati kesendiriannya sementara menunggu oppanya selesai kuliah. Sebenarnya ia ingin pulang sendiri tapi sang oppa melarangnya dengan alasan ada namja asing di rumahnya. Ia tak mempermasalahkan mengenai namja yang bahkan ia tak tau namanya itu. Orang yang tinggal di rumahnya tidak pernah berbicara atau tersenyum, ia benar-benar merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
“ARGHHHH” Namjoo mendengar seseorang berteriak kesakitan di ujung lorong yang menuju gudang. Lorong ini tampak gelap karena memang hanya diisi oleh gudang dan lab tak terpakai. Ia mendekati asal suara itu dan menemukan seorang pria sedang berteriak kesakitan.
“Si…siapa kau?” Namjoo bertanya namun orang tersebut rasanya tak mampu menjawabnya. Ia terus memegangi betisnya yang mengeluarkan cahaya. Namjoo mendekati orang itu dan mengenalinya. Ia adalah orang yang Namjoo temui di ruang musik kemarin, Kim Jongdae. Namjoo ingat betul orang itu menyebut namanya Kim Jongdae. “Kau kenapa? Kau baik-baik saja?”

JLEGERR

Suara petir terdengar begitu nyaring. Namjoo tak mengerti, jika memang sedang hujan di luar sana pasti suaranya tidak akan terdengar nyaring di ruangan ini. Namjoo menutup telinganya karena suara petir itu tidak berhenti terdengar.
“Ada apa? Apa yang terjadi sebenarnya?”

***

Junmyun mengitari kampusnya untuk mencari keberadaan adiknya. Ia sudah mengatakan pada adiknya untuk menunggunya tapi ia masih tak bisa melihat batang hidungnya.
“Namjoo awas kalau kau berani pulang duluan!”
Junmyun mengitari kampusnya dengan perasaan kesal, ia menghentak-hentakkan kakinya kesal tak bisa menemukan Namjoo.
“TOLONG!!” Junmyun mendengar teriakan seorang gadis. Ia mengenali suara itu sebagai suara adik kecilnya. Junmyun berlari menuju sumber suara itu dan menemukan adiknya bersama seorang pria yang terkapar dipangkuannya.
“NAMJOO!”
OPPA!!
Junmyun mendekati Namjoo dan pria itu namun tiba-tiba tubuhnya melemah, ia merasakan sakit yang teramat sangat di kakinya.
“ARGHHHH” Junmyun terjatuh dan memegang kakinya. Rasanya seakan seseorang memotong kakinya dengan pisau yang tajam.
Oppa!! Ada apa denganmu?” Namjoo mendekati oppanya. Tiba-tiba keran dalam lab kosong itu bergetar dan lepas dari tempatnya hingga mengeluarkan air yang cukup deras. Tidak hanya satu keran, namun lebih dari itu.  “Aaaahhh” Namjoo berteriak ketika tiba-tiba lab kosong itu berubah menjadi area hujan lokal. Air yang begitu deras menyembur dari berbagai arah dan menghujani dirinya dan dua orang yang terkapar di lantai. Junmyun masih berteriak tak mampu menahan rasa sakit di kakinya. Namjoo tidak mengerti apa yang terjadi ia mencoba menyelamatkan oppanya namun tiba-tiba air di sekeliling oppanya menjadi tameng besar yang melindungi oppanya. Setiap kali namjoo berusaha mendekat, air itu akan berubah menjadi cambuk dan menyabet Namjoo. Tubuh Namjoo terlempar dan mengeluarkan darah dari hasil luka sabetan itu.

***

Chorong hanya terus berdiam diri tak mengeluarkan sepatah katapun selama berjalan bersama Luhan. Ia tak mengenal lelaki disebelahnya dengan baik, ia juga tak memiliki topik pembicaraan yang tepat, jadi dia memutuskan untuk diam.
“Kau… emm… Kau dan Chanyeol, kalian bukan saudara kandung tapi kenapa kalian selalu bersama?” Luhan membuka mulutnya. Chorong sedikit terkejut dengan topik yang diangkat Luhan.
“Itu karena Chanyeol tidak punya siapapun kecuali aku… Aku tak bisa meninggalkannya” Chorong menunduk menatap langkah kakinya.
“Apa… apa aku…” belum sempat Luhan menyelesaikan ucapannya pria bertubuh jangkung menyambar tangan Chorong dan menariknya menjauh.

***

“Yah Chanyeol!” Chorong menarik tangannya paksa. Chorong melihat pergelangan tangannya yang merah dan terasa perih.
Mian” Chanyeol memandang luka bakar di tangan Chorong.
“Ada apa denganmu?” tanya Chorong.
“Pria yang mengejar kita semalam, ia ada di apartemen Tao. Kita tidak bisa tinggal disana lagi, kita harus cari tempat lain untuk tinggal” jawab Chanyeol.
Gwenchana?” Chorong menatap wajah Chanyeol dengan mata lembutnya. Berada di dekat Chorong sedikit banyak membantu Chanyeol mengontrol emosinya. Ia selalu merasa tenang dan nyaman berada dekat nunanya itu. Chanyeol hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Chorong.
“Kita akan kemana sekarang? Aku tidak bisa membiarkanmu luntang-lantung di jalan” Chorong menatap lelaki dihadapannya dengan senyum penuh arti.
“Kau peduli padaku?” Chanyeol membuang wajahnya tak berani menatap mata Chorong. Chorong hanya tersenyum lembut seraya berpikir. “Aku punya teman, setahuku setelah kedua orang tuanya meninggal ia hanya tinggal berdua dengan saudara kembarnya. Aku akan mencoba menghubunginya dan sementara kita tinggal disana. Tapi tidak untuk waktu yang lama, aku akan bekerja, kau juga harus bekerja. Setelah uang kita cukup, kita harus pindah. Ottae?” jelas Chorong panjang lebar. Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan.

***

Hayoung membuka pintu rumahnya lebar-lebar menantikan seseorang yang baru saja ia pikirkan akan datang ke rumahnya. Ia membuka pintu gerbang kyu yang mengitari rumahnya. Rumah keluarga hayoung berada di kawasan rumah tradisional Korea, kawasan itu biasa disebut hanok maeul. Bisa dibilang penghuni rumah-rumah ini bukan orang biasa. Hayoung melirik ke kiri dan kanan pintu gerbangnya sebelum menangkap sosok yang dinantinya.
“Chorong unnie!” Hayoung berlari menuju orang yang ia panggil dan memeluknya. “Unnie bogoshipoyo” tutur Hayoung tak melepaskan pelukannya.
Nado” orang yang dipanggil Chorong itu membalas pelukan Hayoung. “Kau semakin tinggi” puji Chorong. Yang dipuji hanya tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk. “Ah ini adikku, Park Chanyeol” ujar Chorong.
“Kau punya adik? Bukannya kau anak satu-satunya?” tanya Hayoung.
“Setelah lulus sekolah, ibuku menikah lagi dengan seorang duda. Ini anak ayah tiriku” Hayoung hanya mengangguk.
“Kalian pasti lelah, kalian ingin istirahat dulu? Disini ada tiga kamar. Kamarku, kamar Sehun dan kamar orang tuaku. Kupikir kau sendiri unnie, jika kau sendiri kau bisa langsung istirahat di kamarku. Sehun belum pulang, aku tak bisa menyuruh adikmu untuk istirahat dikamarnya atau di kamar orang tuaku” ucap Hayoung.
“Aku bisa tinggal di ruang tamu sementara, jika kalian ingin mengobrol silahkan saja” Chanyeol angkat bicara. Chorong menatap adiknya dan tersenyum sebelum mengikuti Hayoung ke kamarnya.

Belum lama Hayoung memutar memorinya bersama Chorong, tiba-tiba angin kencang berhembus di dalam rumahnya. Angin itu berputar dan menerbangkan benda-benda ringan di dalam rumahnya. Hayoung keluar dari kamarnya, ia khawatir hal ini terjadi karena Sehun seperti kemarin malam. Suhu di rumah pun memanas, seakan matahari dari luar berpindah ke dalam. Chorong sadar ulah siapa ini, tapi siapa yang membuat adiknya marah? Ia bahkan tak kenal seorang pun disini dan ia paham betul adiknya bukan orang yang mudah marah dengan orang yang ia tak kenal kecuali orang tersebut benar-benar melakukan kesalahan fatal. Chorong dan Hayoung menyaksikan dari mana asal kekacauan ini terjadi. Chanyeol melayang di udara dengan lingkaran api yang membungkus tubuhnya, hal yang sama terjadi pada orang yang Hayoung kenali sebagai kembarannya, Sehun. Pusaran angin mengangkat tubuh sehun seperti yang terjadi kemarin malam. Hayoung mencoba mendekati tubuh Sehun namun angin dahsyat menghempasnya hingga menabrak pintu kayu dan menghancurkannya. Hayoung tak sadarkan diri, kejadian ini terulang, ia bahkan tak tau apakah ini benar-benar nyata atau memang mimpinya. Chorong yang menyaksikan pun tak tau apa yang harus ia lakukan, jika ia nekat melakukan hal yang serupa pada adiknya ia tahu pasti apa yang akan terjadi pada dirinya. Ia membopong tubuh Hayoung keluar dari rumah, ia merasa itu yang bisa ia lakukan untuk saat ini.

“Park Chanyeol… Kumohon sadarlah”

***

“Yookyung! Peringatkan para protector kalau empat disaster power telah menampakkan dirinya! Ini gawat, empat kekuatan itu adalah kekuatan yang paling dahsyat! Jika mereka disatukan bahkan delapan dari sisa kekuatan yang hilang tidak akan menghentikan mereka”
“Apa yang harus saya sampaikan pada para protector?”
“Halangi flame, wind, water, lightning bertemu! Mereka harus menangkap keempat kekuatan itu dan mengembalikannya padaku!”
“Tapi… bagaimana menangkap kekuatan itu Dewi?”
“Guci… mereka harus mengurung kekuatan itu dengan guci milik Dewa Bumi. Kekuatan langit tidak akan melemah dengan kekuatan bumi”
“Baik akan kusampaikan pesan Dewi pada mereka”
Yookyung melebarkan sayapnya dan terbang menuju bumi
‘Semua protector harap berkumpul! Kita harus berbicara, ini penting!’ Yookyung mengirimkan pesan telepatinya pada setiap protector.
“Keseimbangan langit dan bumi dalam bahaya! Aku harus cepat sebelum musuh mengetahui rahasia ini”

To be continue

32 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : Fifth Move

  1. Seru ff-nya !!.
    Maaf baru komen disini. Hehe
    Chorong dipasangin sama Luhan dong thor please…
    Oh ya, trus agak panjangin lagi stiap chapternya. Keep writing ya author!^^

    • LuRong Shipper ya?? Kita sama *TOS* hahah
      Well liat nanti ya haha aku gatau mau ada couple apa engga tapi sedikit romance mungkin nanti kedepannya banyak XD
      Emang sedikit banget ya? banyak yang minta dipanjangin haha padahal dulu kalo nulis panjang2 suka diomelin ama temen XD
      Sipp thanks yaps ^^

      • Oh, ternyata LuRong shipper juga toh ? *TOS* Ternyata banyak juga LuRong shipper.
        Sebenernya ga terlalu pendek juga sih. Tapi akan lebih sip kalau 2000 words mungkin. Soalnya, tiap lagi seru-serunya baca trus dapet feel-nya. Eh, kebawah sdikit udah nemu TBC. Biasanya kan kalau nemu ff yg bagus *kyak ff kamu* kepengennya readers tuh kurang panjang gitu.

        Aku tunggu kelanjutannya^^

        • Iyaaaaa hahaha XD seneng bgt kalo liat banyak editan/ff lurong XD
          Aku juga lagi bikin oneshoot Lurong tapi belom selesai haha XD
          hahah okee lihat nanti ya lagi otw bikin chapter 6 nih hehe

  2. author penasaran banget ma kelanjutan ceritanya, lagi seru2nya baca eh TBC huwaaah..
    beneran penasaran banget thor XD
    .naeunnya kok jarang muncul sih thor? naeun dipasangin sama kai atau ga gitu sama sehun donk thor XD
    maap thor aku cerewet, piss damai thor hehehe ^-^)v
    Ditunggu next ya thor~ Fighting ^-^)9

    • kebanyakan cast sih hahah XD
      tapi main fokusnya juga bukan naeun jadi ya jarang muncul tapi aku usahain muncul lebih lama nanti… oke saran diterima, nanti diusahain deh ada adegan kaieun/huneun :)
      Sipsip thanks ya komennya ^^

  3. O em ji!! Keluar juga ini ff yang ditunggu” seru banget thor ff nya saya kan selalu suka angel updatenya enggak lama kok thor jadi saya juga nggak perlu terlalu nunggu keep writing

  4. Hai lagi min^^
    Nanya dong, mimin line brp?

    Untuk ff-nya, bagus(y) semakin banyak kemajuan^^
    Cepet update ya thor.. Gara2 baca ff ini di otakku jadi muncul ide2 ff fantasy dan magic2 gini XD
    Ur my inspiration :* #maafalay’-‘

    Oke deh, keep fighting! Cepet update!:*

    • aku 94-line ^^
      Tua ya? aku sudah 20 tahun hahah XD
      terimakasih~~ aku juga terinspirasi dari konsepnya exo terus gegara aku suka banget lagu overdose haha pas denger lagu overdose tuh kepalaku terputar sebuah film fantasy tentang kekuatan2 gitu haha XD
      Makasih sudah menjadikanku inspirasimu hahaha aku juga punya author favorit yang jadi inspirasiku :3
      Thanks ya~

  5. Thor, MINSEOK sma BAEKHYUN nya mna?? D.O jga mna nih thor?? MINSEOK dr chapter 1-5 nggak muncul2 nih thor, nggak prnah dpt dialog sma skali. Sya harap di chapter 6 MINSEOK nya sdh muncul :)

    Ff nya dr chapter ke chapter makin seru, makin kece aja. Klw bsa nih thor lngsung update 2 part dong! ;)

    Oh trnyata BAP di sini perannya nggak antagonis. Saya kira BAP jahat di sini. Trus siapa dong peran antagonis di sini???

    Pokoknya NEXT PART/PART 6 secepatnya di update yah thor. Saya tunggu! :) ;)

    Satu lg kelupaan next part MINSEOK, BAEKHYUN, D.O sdh hrs ada dialognya yah thor!! :) *tebar wink bareng Minseok, Baekhyun, & D.O* ;)

    • Mereka ada di part 1 harusnya hehehe emang belum dapet dialog hueee maaf aku coba nanti dimunculin ya hehe tapi harusnya emang ada nanti :)
      wahh itu beraaat hahah bikin satu chapter aja kalo moodnya ga ada ga bisa xD
      ada kok nanti pasti kebongkar antagonisnya :D
      sip sip aku usahain ya :)
      makasih ya udah baca :)

  6. wah keren jln ceritanya, d tunggu update tan trbaru nya ya :). aq mnikmati x jln critanya. . slam knal aja, aq reader baru :)

  7. Aaa ff nya kerennn lanjutin dong thor tapi dibanyakin ya tiap chapter terus chorong sama luhan dong thor please bangettt!

    • Oke ada rencana mau ngepost kok hehehe semoga aja ga mengecewakan ya :)
      Haduh haha oke aku coba tapi ga janji ya soalnya niatnya gamau ada romance haha XD

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s