[CHAPTERED] Exopink Triangle Love Special : Beetween Love and Friendship : Maknae Line 3 END

Maknae Line
Exopink Triangle Love Special : Beetween Love and Friendship
(maknae line)

Author : deerdewi
Genre : Romance, Angst
Length : Chaptered
Rating : PG-17

Main Cast :
– Kim Namjoo (Apink)
– Oh Hayoung (Apink)
– Oh Sehun (EXO)

Namjoo telah memantapkan niatnya untuk bercerai dari Sehun. Ia merasa tempatnya bukan berada disisi Sehun, ia merasa hanya menjadi beban dan benalu bagi Sehun.
Akankah Namjoo benar-benar pergi meninggalkan Sehun?
Akankah Sehun melepas Namjoo dan kembali pada Hayoung?

previous chapter : 1 | 2

============================== 남주김 ♥ 세훈오♥ 하영오 ============================

Listen to this (Beast – Will You be Alright?)

—SECOND POV—

Sehun memasuki rumahnya, kejadian semalam membuatnya tak bisa tidur dengan tenang. Sesuatu terjadi padanya, pada Sehun, lebih tepatnya pada hati Sehun. Ia tak mengerti mengapa tapi jantungnya tak bisa berhenti berdetak dengan cepat. Ia sedikit gemetar saat memegang kenop pintu, ia tak tau harus bagaimana menghadapimu nanti.
“Sehun… apa yang terjadi padamu! Calm down… calm down…” ia mengetuk pintu putih itu berkali-kali namun tak ada jawaban. “Apa Namjoo masih tidur?” tanyanya pada dirinya sendiri. Ia mengeluarkan kunci candangan dan membuka pintu putih itu. Ia berjalan menuju kamar kalian sedikit ragu untuk membuka pintu itu sebelum akhirnya memberanikan dirinya untuk masuk. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tak mendapati sosokmu di sana. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mengetuknya. “Namjoo, kau didalam?” tanya Sehun namun ia tak mendapatkan jawaban darimu.  Ia membuka pintu itu namun kembali tak menemukan sosokmu. Ia panik dan menelponmu berkali-kali. Ia meneriaki namamu dan mencarimu keseluruh penjuru rumah namun hasilnya nihil. Ia menelpon orang tuamu dan orang tuanya namun tak satupun dari mereka ada janji denganmu. Ia menelponmu kembali namun hasilnya masih tetap sama. Saat ingin beranjak keluar ia menemukan secaangkir kopi di meja makan, ada sebuah amplop coklat dibawah cangkir itu. Ia membukanya dan mendapati surat cerai yang sudah kau tanda tangani. Sepucuk surat darimu mengisi amplop coklat itu juga.

 

Dear Sehun oppa

Oppa, terimakasih telah menjagaku selama tujuh bulan terakhir ini. Kau benar-benar seperti seorang dokter bagiku, terimakasih telah mengembalikanku seperti semula. Bukan aku tak menganggapmu sebagai suamiku, aku selalu menganggapmu sebagai suamiku. Tidak hanya suami, kau segalanya bagiku…

Kau seperti udara yang kuhirup, entah sejak kapan aku mulai tak bisa hidup tanpamu. Seperti udara, kau memenuhi hidupku.
Bagaimana bisa aku menjauh dari udara?

Kau seperti cermin yang ku tatap, entah sejak kapan aku mulai tak bisa berhenti memandangmu. Seperti cermin, aku selalu membutuhkanmu.
Bagaimana bisa aku hidup sehari saja tanpa cermin?

Kau seperti bumi yang kuinjak, entah sejak kapan aku tak bisa berdiri jauh darimu. Seperti bumi, kau membantuku berdiri.
Bagaimana bisa aku berdiri tegak tanpa bumi?

Namun aku rasa aku harus mengucapkan selamat tinggal padamu oppa. Hubungan ini, kita akhiri sampai disini…

Kau harus kembali ketempat yang seharusnya sehingga aku bisa melihatmu tertawa lagi, aku bisa melihatmu kembali tersenyum, aku bisa melihat pangeran tampanku seperti dahulu. Maafkan aku, aku sudah berani mencintaimu. Maafkan aku, aku sudah berani bermimpi hidup bahagia bersamamu. Maafkan aku oppa… maafkan aku merebut kebahagianmu dan membuatmu kehilangan cintamu.

Memori indahku bersamamu akan kukenang seperti hujan…
Aku pernah bilang aku suka hujan, kau tahu alasannya? Karena kau juga suka hujan, setiap hari hujan kau selalu mencariku untuk bermain bersama. Tapi… seperti hujan yang akan berhenti, kau juga berhenti melakukan itu.

Karena itu, seperti hujan yang akan berhenti aku juga akan berhenti. Aku akan berhenti mengganggumu, aku akan berhenti mencintaimu, aku akan berhenti menjadi bebanmu. Hingga ketika hari hujan kau tak harus mencariku, kau bisa pergi mencari cintamu.

Hujan akan terus mengguyur bumi lalu berhenti… itu akan terus berulang.
seperti hujan yang datang dan pergi, seperti itu aku akan mengingatmu. Ketika hujan turun, aku akan mengenang masa indahku bersamamu dan ketika hujan berhenti aku akan melupakanmu.

Meski rasanya sakit, tapi melihatmu sedih karena merindukan cintamu membuatku lebih sakit. Meski aku ingin menangis, tapi melihatmu merasa bersalah karena tidak bisa mencintaiku lebih membuatku sedih. Meskipun aku tak ingin pergi, tapi melihatmu dalam dilema harus memilihku atau Hayoung membuatku semakin ingin pergi. Kurasa ini jalan yang terbaik, kita akhiri kisah sedih ini disini.

Oppa…. Saranghae…

Kata itu akan menjadi pertama kali dan terakhir kali terucap dari mulutku untukmu. Aku janji itu terakhir kalinya, kuharap kau bisa bahagia dengan Hayoung. Ketika kau membaca surat ini, aku mungkin sudah bicara pada Hayoung. Aku sudah meyakinkannya untuk kembali padamu… berbahagialah oppa. Melihatmu bahagia sudah cukup bagiku.

Your Ex-Wife
Namjoo

Sehun meremas suratmu dan menghempaskannya. Ia berlari keluar rumah entah kemana kakinya membawanya.

***

“Kai, aku pergi terimakasih telah menjadi temanku selama ini” ucapmu di telpon.
“Kau benar-benar akan pergi? Kau tahu apa yang sehun katakan padaku semalam?”  Kai menjawabmu dari sebrang saluran. “Ia mengatakan, tak ada alasan baginya untuk meninggalkanmu dan kembali pada Hayoung”

—FLASHBACK—

Malam itu Sehun berbaring di depan televisi apartemen Kai. Mereka berencana menonton pertandingan sepak bola. Kai membawakan beberapa makanan dan minuman ringan.
“Sehun, kau habis berkencan dengan Namjoo?” tanya Kai.
“Hmm” jawab Sehun singkat.
“Kau… apa kau sudah melupakan Hayoung?” tanya Kai lagi. Sehun berbalik menatap Kai dengan tatapan tidak senang. “Kau masih mencintai Hayoung kan? Namjoo sudah kembali normal kurasa kau sudah bisa melepaskannya” Sehun melemparkan kulit kacang yang ditangannya ke wajah Kai.
“Kau ini sembarangan sekali! Memang Namjoo itu apa?” Sehun terlihat sangat terganggu dengan ucapan Kai.
“Aku hanya bicara kenyataan, jika memang kau tak bisa mencintainya bukannya lebih baik jika kau melepaskannya? Dia akan tersiksa jika tahu hidup dengan seseorang yang tak mencintainya” ucap Kai.
“Aku mencintai Namjoo” ucap Sehun.
“Seperti adikmu? Wake up Sehun! Dia wanita, dia juga ingin dicintai seperti wanita. Jika kau tak bisa mencintainya, aku bisa melakukannya” sahut Kai.
Mwo?” Sehun menatap Kai heran.
“Kau bisa kembali pada Hayoung, aku yang akan mencintai dan menjaga Namjoo menggantikanmu. Anggap saja hutang budimu lunas! Hanya berikan Namjoo padaku” jelas Kai. Sehun menarik kerah baju Kai .
“Kau pikir dia mainan? Setelah bosan, setelah tidak suka kau membuangnya? Kau pikir dia barang? Karena kau menginginkannya aku memberikannya dengan senang hati?” tanya Sehun.
“Kenapa kau marah? Kau tidak mencintainya kan? Selama aku dekat dengannya perasaan ini muncul, perasaan dimana aku mulai melihat Namjoo sebagai wanita. Kau tak pernah menyentuhnya kan? Kau tidak bisa berhenti memikirkan Hayoung ketika melihat Namjoo, kenapa kau marah? Kau lah yang keterlaluan!” Kai melepaskan cengkraman Sehun.
“Aku tidak menyentuhnya bukan karena aku tidak ingin… aku hanya takut ia kembali mengingat kenangan buruknya. Aku tak pernah memandangnya bukan karena aku mengingat Hayoung, tapi aku tak bisa mengontrol jantungku yang mulai berdegup kencang ketika bersamanya. Bukan aku tak mencintainya atau hanya mencintainya sebagai adikku, aku mencintainya karena dia istriku. Dia istriku yang setiap malam wajahnya aku rekam dikepalaku, dia istriku yang setiap pagi tersenyum padaku, dia istriku yang setiap aku jauh selalu merindukanku, dia istriku kai, DIA ISTRIKU!” Sehun menekankan kata-katanya. “Hari ini dia menciumku, kau tau berapa lama aku menahan diriku untuk meminta cintanya. Aku bertahan, karena aku menginginkan cintanya. Aku diam, karena aku ingin ia bisa menerimaku. Aku menginginkannya Kai… aku benar-benar menginginkannya” Sehun mengerang frustasi. “Tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkan Namjoo dan kembali pada Hayoung, karena orang yang kucintai saat ini adalah Namjoo bukan Hayoung”

—FLASHBACK END—

“Kau masih mendengarkanku kan?” Kai masih berbicara di sebrang telpon. Kau tak bisa menghentikan isak tangismu mendengar cerita Kai. “Harus kuakui aku cukup tertarik padamu, tapi setalah kupikir kau tidak cocok denganku. Kau lebih cocok dengan Sehun. Kau salah Namjoo, aku yang benar! Kau tidak tahu isi hati Sehun seperti yang kau katakan karena kau tak menyadari  bahwa hati Sehun telah memanggilmu, kau tidak menyadari cinta Sehun untukmu. Kau salah meninggalkannya… Sehun akan lebih menderita kalau kau pergi” ucapan Kai menusuk jantungmu. Dia benar, kau tidak memahami Sehun seperti apa yang kau katakan pada Kai. Kau tidak sadar jika selama beberapa bulan terakhir kau sudah menempati tempat spesial dihati Sehun, beberpa bulan terakhir nama yang terpahat dihati Sehun adalah namamu, beberapa bulan terakhir wajah yang selalu terekam dikepala Sehun adalah wajahmu, beberapa bulan terakhir orang yang selalu Sehun pikirkan adalah dirimu. Ya, hati Sehun telah berubah.  Ia telah memandangmu, ia melihatmu, ia mencintaimu. Sehun, pangeranmu telah mencintaimu namun kau tidak bisa mengenali cinta Sehun padamu.

Hujan turun, hari ini hujan turun. Kau memandang langit mendung dibawah atap halte yang melindungimu. Kau sedang berdiri di halte menantikan bis yang akan datang membawamu menjauh dari Sehun. Bismu datang, bisa yang akan membawamu menjauh dari Sehun datang. Kau melangkahkan kakimu, satu langkah, dua langkah, lalu kau berlari, kau berlari menjauhi bis yang akan menjauhkanmu dari cintamu dan menjauhkan pangeranmu dari cintanya. Kau berlari, kau berlari mencari Sehun seperti dulu. Seperti kenangan masa kecilmu bersama Sehun di hari hujan. Kau terus berlari hingga menemukan Sehun di sebrang jalan. Kau diam, kau melihat Sehun berjalan kearahmu dan berhenti didepanmu.
“Aku ingin bertemu Hayoung” ucap Sehun. Kau membulatkan matamu tak percaya apa yang kau dengar. “Karena aku tahu kau ada di tempat Hayoung” lanjutnya. “Aku ingin mengatakan pada Hayoung bahwa aku minta maaf, aku minta maaf telah mengkhianati cintanya” Sehun masih berbicara tersenggal-senggal akibat rasa dingin yang menjalar ditubuhnya karena terpaan hujan dan napasnya yang tak teratur. “Aku juga ingin mengatakan pada sahabat Hayoung bahwa dia sangat bodoh!” Sehun mengatur napasnya dan kembali berbicara. “Yah! Apa kau sudah pikirkan baik-baik kata-katamu? Keputusanmu? Kau tau aku benar-benar benci ketika melihatmu merasa bersalah dan sedih karena aku. Aku mungkin akan baik-baik saja tanpamu, tapi bagaimana denganmu? Aku sangat khawatir hidupmu tanpa diriku. Kau hanya gadis bodoh, the clumsy girl, kau tidak pernah benar melakukan apapun sendirian. Kau bilang aku segalanya bagimu, apa kau akan baik-baik saja tanpa aku disisimu? Apa kau akan baik-baik saja tanpa memandangku? Apa kau akan baik-baik saja tanpa aku? Tanpa orang yang bisa kau ajak bicara, kau ajak bertengkar, kau ajak berdebat, kau ajak tertawa, kau ajak bercanda, apa kau baik-baik saja? Kau akan kesepian jika kau sendirian. Pikirkan baik-baik, jika kau meninggalkan aku apa kau benar-benar akan baik-baik saja? Aku tau kau tidak akan baik-baik saja, terakhir kali kau tidak disisiku sesuatu terjadi. Aku melindungimu dan menganggapku seperti adikku bukan berarti aku tidak mencintaimu seperti seorang wanita. Kau seperti anak kecil yang rapuh, karena itu aku memilih ada disisimu, kau butuh aku. Kemana kau akan pergi tanpa aku? Apa yang akan kau lakukan tanpa aku? Pada akhirnya kau akan menghabiskan harimu dengan menangisi diriku. Bagaimana aku bisa melepaskanmu?” Sehun berhenti untuk mengatur napasnya. “Kau akan hancur jika aku melepaskanmu. Jangan pergi…. Jangan tinggalkan aku… tinggalah disisiku, tetap berada didekatku… kumohon” kau memeluk erat tubuh Sehun. Sehun memelukmu lebih erat lagi dan mengecup pucuk kepalamu. “Aku diam bukan berarti aku merindukan Hayoung, aku diam karena aku terus berpikir apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tersenyum. Aku tak menyentuhmu bukan karena aku tak bisa mencintaimu, aku takut kau terluka karena kembali mengingat kenangan burukmu. Aku memang dalam dilema, tapi bukan karena harus memilih antara dirimu dan Hayoung melainkan harus menahan keinginanku untuk menyentuhmu atau menuruti nafsuku. Istriku, Kim Namjoo, aku mencintaimu… aku benar-benar menginginkanmu. Jangan pergi, jangan tiinggalkan aku” Sehun mencium bibirmu lembut, cukup lama hingga kau berani membalas ciumannya.
“Sehun oppa… saranghae” ucapmu pelan namun Sehun mampu mendnegarnya.
“Jangan katakan itu yang terakhir! Karena aku akan terus mencarimu setiap hari hujan dan menganggumu untuk mendengar kata itu” kau tersenyum, Sehun pun tersenyum padamu. Rasanya seperti mimpi kau berada sedekat ini dengan pangeranmu, seperti mimpi kau mendengar ia mencintaimu, seperti mimpi ia memeluk dan menciummu lembut. Ya, mimpi….

****

“NAMJOOO BANGUN!!! INI JAM BERAPA?” eommamu membangunkanmu dari tudur panjangmu. Kau bangun dan mengusap matamu. Kau mengedarkan pandanganmu dan sadar bahwa kau berada dirumahmu, dikamarmu.
“Jadi semua itu mimpi?” Kau ambil ponselmu dan mendapati nama Sehun menghiasi panggilan tak terjawabmu dan beberapa pesan darinya.

From : Sehun oppa
Namjoo! sepertinya aku sakit… bisakah kau datang?

From : Sehun oppa
Namjoo! kenapa tidak datang semalam? Aku jadi merepotkan Hayoung

From : Sehun oppa
Namjoo! aku di rumah sakit kau harus kesini sekarang!

From : Sehun oppa
Namjoo! kau kemana? Sedang apa? Kenapa tak satupun pesanku kau balas?

From : Sehun oppa
Namjoo! jangan abaikan aku atau aku marah!

From : Sehun oppa
Namjoo! aku rasa aku akan menikahi Hayoung! Kau harus lihat bagaimana dia merawatku

From : Sehun oppa
Setelah keluar dari rumah sakit aku akan melamar Hayoung! Kau harus membantuku!

Kau membaca pesan itu dan tertawa pahit…
“Meskipun hanya mimpi rasanya benar-benar nyata. Rasanya benar-benar bahagia! Meskipun hanya mimpi, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh Sehun” kau kembali tertawa pahit. “Aku pasti sudah gila! Ini benar-benar terlihat pathetic, aku benar-benar terlihat menyedihkan! Mencintai seseorang dengan segala hatiku, memimpikannya jadi milikku, dan berakhir bangun dengan berita bahwa orang yang kusukai akan jadi milik orang lain! Ckck”

Love is something you can’t predict
Mungkin hari ini Sehun tidak mencintaimu, tapi kau tak pernah tau bagaimana dengan besok…

 

“Namjoo!! Kau harus bangun dan sadar! Mimpi tak pernah jadi kenyataan!” kau menarik napas panjang sebelum bangkit dari tempat tidurmu. “Mungkin Sehun bukan untukku, tapi… hei! aku memimpikan Kai! Siapa Kai? Aku tak pernah bertemu dengannya bagaimana dia bisa hadir dalam mimpiku?” kau menghentikan aktivitasmu untuk sejenak berpikir. “Ah molla!!”

 

Life is unpredictable….
Mungkin hari ini hanya mimpi, tapi kau tak  pernah tahu apa yang menunggumu nanti…

TAMAT

 

17 thoughts on “[CHAPTERED] Exopink Triangle Love Special : Beetween Love and Friendship : Maknae Line 3 END

  1. KEREN!!!!!!
    ending.a gga bsa ditebak, kirain bneran trnyta mimpi :)
    aku suka jalan critanya thor, gga terburu-buru, daebak!!
    Penasaran sma kai didunia nyata :D
    butuh squel ;)

    keep writing!!

  2. aa~ kerenn
    baguss
    dapett banget feel nyaa
    bikin sequel dong?? masih seru banget ini kalo dilanjutin :3 apalagi kalo ada siJong in didunia nyata :3
    aaa pkoknya lanjut dongg unn~ aku bakal tunggu :P
    <3 <3

  3. Authornim kereeennnn!!!! Aku nangis bacanyaa tapi akhirnya ini cuma mimpi… Feel nya dapet banget^^. Authornim ngelanjut bikin sequel nya atau nggk?^^

  4. JEBALLL endingnya gak bisa di tebak. Daebakkk good job ya Thor udah bikin saya nangis mewek dan terharu bacanya. Hwaa fighting Thor untuk FF berikutnya (berharap castnya EXOPink couple kkk) 💪💪💪

  5. Nggak nyangka.. padahal udah serius banget bacanya.. ternyata :v

    Ya.. walaupun akhirnya juga nyesek.. :’v *pukpuk Namjoo* tapi keren ^^
    Kai? sequel..!!! penasaran nasib si Kai ini.. :v

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s