[CHAPTERED] ANGEL : Sixth Move

ao

Tittle : Angel
Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP, Girls Day
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Tadah~~~! Aku datang bawa angel ke-6 ^^
Ada karakter baru nih, siap-siap ganti poster deh~ hahah XD
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~!  Kritik & Saran bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :
Empat kekuatan inti Sang Dewi muncul, mereka dipertemukan. Namjoo yang menyaksikan pertemuan Water & Lighting terkapar akibat sabetan dahsyat air yang menyelimuti tubuh Junmyun, oppanya. Hayoung pun kembali tak sadarkan diri akibat ulah Wind. Chorong, satu-satunya saksi mata tak dapat berbuat apapun kecuali berharap semua baik-baik saja. Sebenarnya apa yang ditakutkan Sang Dewi jika empat kekuatan inti bertemu? Apa yang akan terjadi jika mereka semua bertemu? Dapatkah para protector menghentikan pertemuan mereka?

Missed the previous story?
Click PART 1 PART 2PART 3 PART 4 PART 5
====================================PART 6================================

Junhong, Yongjae, Daehyun dan Jongup sudah berada di tempat yang di minta oleh Yookyung.
“Dimana Himchan dan Yongguk?” tanya Yookyung.
“Mereka belum datang sepertinya” jawab Junhong.
“Aku tahu bereka belum datang, maksudku apa yang menahan mereka untuk terlambat?” tanya Yookyung lagi.
Flame” Yongguk dan Himchan muncul di belakang Yookyung. “Kami mengejar Flame tapi dia kabur” Yongguk menambahkan.
“Kalian sudah bertemu flame?” tanya Yookyung dan mereka hanya mengangguk.
“Omong-omong soal itu, aku juga bertemu dengan wind! Ia menampakkan kekuatannya dihadapanku namun sayang aku tak berhasil melacaknya” Junhong berkomentar.
“Ini semakin gawat!” Yookyung terlihat panik.
“Memangnya ada apa? Kenapa kau mengumpulkan kami disini?” tanya  Jongup.
“Aku akan memberi tahu rahasia penting tentang duabelas kekuatan itu dan bagaimana cara menangkapnya” ucap Yookyung.

***

‘Kita tidak bisa diam saja! Empat kekuatan utama sudah muncul, kita harus segera menguasai mereka’
‘Maksudmu Wind, Flame, Water, dan Ligthning? Apa empat kekuatan ini benar-benar kuat?’
‘Menurut informasi yang kudengar begitu. Mereka kekuatan alam, sangat kuat, sangat berguna dalam penyerangan. Kau tau flight, adalah kekuatan umum makhluk langit dia tidak akan berbahaya. Time control, tidak akan bisa membekukan mahkluk langit kita tidak hidup dengan waktu kalian tau kan? Telekinesis, beberapa makhluk langit memiliki kekuatan ini, kuat memang tapi tidak cukup mematikan. Healing, cukup berguna untuk menyembuhkan dan sebagai tameng tapi tujuan kita menyerang bukan? Kita tidak butuh healer. Teleport, apa yang kita butuhkan dari kekuatan ini? Kita butuh kekuatan alam. Flame, Wind, Lightning, Water, Earth, Sun, dan Frost’
‘Kita cukup optimis mendapatkan empat kekuatan utama tapi bagaimana mendapatkan earth, sun, dan frost?’
‘Jika hingga akhir kita tidak bisa menguasai kekuatan itu kita harus menghancurkannya! Empat saja sudah cukup kuat, dari apa yang aku dengar empat kekuatan ini jika bersatu akan menghasilkan kekuatan yang lebih besar dari delapan kekuatan sisanya’
‘Benarkah? Jika begitu kemenangan sudah dipastikan milik kita’
‘Kita harus muncul kepermukaan, kita harus mendapatkan empat kekuatan itu sebelum didahului para protector. Mereka sudah mengincar flame’
‘Baik’

***

Naeun berlari menuju rumah besar dengan halaman luas yang dipagar tinggi. Ia menekan bel rumah itu berkali-kali bahkan menggedor tak sabar.
“Naeun? Apa yang kau lakukan disini?” tanya seseorang yang membuka pintu itu.
“Minseok oppa! Jongin! Jongin! Dimana jongin?” Naeun tak bisa mengatur napasnya dengan baik. Setelah berlari dari panti menuju rumah Jongin yang jaraknya kurang lebih 3km.
“Kau kelelahan, apa sangat penting? Kau bisa menelpon untuk minta dijemput. Masuk dan minumlah, aku akan memanggil Jongin” ucap Minseok. Naeun mengangguk dan menenangkan napasnya yang tersenggal-senggal. Tak berapa lama Minseok kembali menghampiri Naeun. “Aku tak bisa menemukan Jongin… ini aneh, setahuku dia belum keluar rumah tapi dia tidak ada di kamarnya atau di kamar mandi. Aku menghubunginya berkali-kali namun tak ada jawaban” jelasnya.
Oppa yakin? Kau yakin dia belum keluar rumah?” tanya Naeun khawatir.
“Aku yakin! Eh… apa dia bersama Jongdae?” Minseok menekan beberapa tombol di ponselnya. “Eodiya?” tanyanya. “Rumah Sakit? Siapa yang di rumah sakit?”
“Apa Jongin sakit?” Naeun bertanya tak sabar. Minseok hanya menggelengkan kepalanya menjawab Naeun sebelum memutus sambungan telpon.
“Bukan, itu hobaenya di kampus” Minseok menjawab pertanyaan Naeun yang sebelumnya. “Aku tidak tahu dimana Jongin, jika sangat penting aku akan mencarinya dan mengabarimu jika bertemu” lanjutnya.
“Bisakah aku ikut saja? Aku khawatir” Naeun memegang tangan Minseok memohon. Naeun merasakan rasa dingin menjalar keseluruh tubuhnya. “Ahh dingin!”
“Kenapa? Ada apa?” Minseok menyentuh bahu Naeun. Naeun bisa merasakan sekujur tubuhnya terasa kaku. Ia merasa dingin itu menyerang lebih dahsyat membuatnya tak bisa bergerak. “Naeun…” Naeun tak bergerak, tubuhnya kaku. “Naeun-ah Gwenchana?
Op…paa….

****

Namjoo mengerjapkan matanya berkali-kali, kepalanya terasa amat pusing.
“Namjoo, gwenchana?” tanya seorang namja di sampingnya. Namjoo berusaha mengingat wajah itu sebelum akhirnya mengangguk. “Kau terluka parah” namja itu masih menatap wajah pucat Namjoo yang kehilangan banyak darah.

—-Flashback—
Namjoo yang terkapar di lab usang itu mengeluarkan banyak darah. Luka bekas sabetan air Junmyun menganga di lengan, kaki dan pinggangnya. Namjoo terlihat semakin pucat. Dua lelaki yang mengapung diudara sedikit demi sedikit mulai sadar. Mereka membuka mata, dan menangkap sosok Namjoo yang tak sadarkan diri. Junmyun melihat adiknya yang terluka parah, ia memaksakan dirinya untuk bergerak mendekati adiknya. Rasanya sulit, semua badannya seperti tertempel di magnet. Semakin keras ia berusaha  melepaskan diri, semakin kencang jeratan di tubuhnya. Jongdae melihat perjuangan Junmyun dan berusaha semaksimal mungkin untuk melepaskan diri juga. Namun kekuatan Jongdae rasanya lebih mudah dikendalikan, atau memang Jongdae mulai berpikir untuk mengendalikannya. Penguasaan diri dan kontrol Jongdae sangat baik, ia hanya berpikir bagaimana melepaskan diri dan petir yang menyelubungi tubuhnya menuruti keinginannya.
“Tolong adikku” Junmyun bersuara. Jongdae melihat tubuh Namjoo yang melemah.
“Ia kehilangan banyak darah” Jongdae berkata pada dirinya sendiri. “Cobalah mengusai pikiranmu sendiri, jangan berpikir kau harus lepas tapi bagaimana kau bisa lepas” teriak Jongdae pada Junmyun. Junmyun memutar otaknya mencerna perkataan Jongdae. Tak lama ia berhasil melepaskan diri. Ia berlari kearah Namjoo dan membawanya ke rumah sakit
—Flashback End—

“Apa oppa baik-baik saja?” tanya Namjoo pada lelaki itu. “Junmyun oppa, apa dia baik-baik saja Jongdae?” Namjoo menyebut nama lelaki itu. Lelaki itu sempat terkejut Namjoo mengingat namanya.
Oppamu baik” jawab Jongdae. Baru saja Jongdae menjawab Namjoo, orang yang dibicarakan muncul. Junmyun berlari kearah Namjoo dan mengecup keningnya.
Gwenchana? Aku benar-benar khawatir! Kau mendapatkan jahitan yang panjang dan banyak kehilangan darah” Junmyun bersura.
“Aku sangat lelah, rasanya seluruh tubuhku tak ingin kugerakkan tapi aku masih terlihat cantik kan?” Namjoo tersenyum dan dibalas dengan anggukan oleh Junmyun. “Apa yang terjadi padamu oppa? Kau dan Jongdae” tanya Namjoo.
“Kami sendiri tidak mengerti”

***

Chorong dan Hayoung duduk berhadapan dengan dua lelaki muda yang jelas mereka kenal.
“Beruntung kau tak membakar rumah ini Chanyeol” ucap Chorong.
“Maafkan aku” Chanyeol menunduk.
“Apa kau baik-baik saja Hayoung? Aku benar-benar tak sadar menyakitimu” ucap Sehun pada kembarannya Hayoung.
“Aku tidak apa-apa, tapi apa yang terjadi pada kalian berdua?” tanya Hayoung.
“Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada adikku Hayoung, tapi aku sudah sering melihat hal ini. Aku sering melihat tubuh Chanyeol yang terbakar dan setiap kali dia marah, dia akan menyebarkan panas luar biasa pada setiap orang yang menyentuhnya. Itu seperti kekuatan, aku tidak tahu darimana asalnya tapi kekuatan itu semakin dahsyat” jelas Chorong. “Kurasa hal itu juga terjadi pada saudaramu, lihat tanda yang tiba-tiba terukir di kaki mereka” Chorong menunjukkan tanda aneh yang timbul di betis kanan Sehun dan Chanyeol. Tidak sama, namun serupa. Chanyeol memiliki tanda berbentuk burung, sedangkan Sehun memiliki tanda seperti sebuah pusaran berbentuk lingkaran.
“Apa yang terjadi padaku nuna? Aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi padaku” ucap Sehun pada Chorong.
“Aku tidak yakin hal seperti ini bisa dicari di internet atau buku” ucap Hayoung.
“Aku bisa memberitahu kalian” seseorang muncul di ruangan itu. Chanyeol, Chorong, Hayoung, dan Sehun tampak terkejut dengan sosok gadis berparas cantik dengan bibir merah meronanya. “Aku Hyeri, dan ini Minah” ucap gadis berambut pendek itu memperkenalkan diri.
“Siapa kalian?” tanya Chorong.
“Bukan manusia yang pasti, tapi aku akan memberitahu kalian semua hal yang aku tahu” jawab Minah.
“Apa yang kalian tahu?” tanya Sehun.
“Pengetahuan tidak pernah gratis, kalian harus membayar untuk sekolah, kalian harus membayar untuk membeli buku, kalian juga harus membayar untuk menggunakan internet. Jadi pengetahuan yang kuberikan tentu ada harganya” jawab Hyeri.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Chanyeol.
“Uh, sangat to the point aku menyukainya” ucap Minah. “Untuk saat ini aku tidak ingin apa-apa, tapi suatu hari nanti jika aku menginginkan sesuatu kalian harus memenuhinya. Bagaimana? Mudah kan? Aku memberitahu kalian, kalian cukup mengabulkan satu permintaanku saat aku membutuhkan” Minah tersenyum manis. Chorong menggelengkan kepalanya pada Chanyeol, ia merasa ada hal yang tidak benar. Sesuatu ada yang salah, dan ia merasa ini tidak baik. Namun Chanyeol memberi isyarat pada Chorong bahwa semua akan baik-baik saja. Chanyeol menatap Sehun, Sehun tampak berpikir. Ia takut pilihannya salah, namun ia juga ingin tahu kebenarannya. Sehun pun mengangguk pada Chanyeol.
“Kami setuju”

****

Hari itu untuk pertama kalinya Yixing keluar dari apartemen Tao. Ia merasa bosan seharian di dalam ruangan persegi dan melihat pemandangan yang  sama terus menerus. Ia berjalan tanpa tahu arah, ia hanya mengikuti instingnya dan terus berjalan hingga menemukan seseorang terkapar di jalan. Ia mendekati orang itu dan memeriksa keadaannya. Orang itu masih bernapas, jantungnya masih berdetak, dan tubuhnya masih hangat, tanda jika orang itu belum mati.
“Hey, bangun, apa yang terjadi?” Yixing menepuk-nepuk pipi orang itu. Tak ada tanda-tanda ia akan bangun. Yixing bingung apa yang harus ia lakukan padanya? Pada orang yang tak ia kenal itu. Haruskah ia membawanya ke rumah sakit? Atau ia tinggalkan begitu saja. Namun tiba-tiba tangan Yixing berpendar, cahaya biru menyelubungi tubuhnya. Yixing merasa tubuhnya ringan, ia tak mengerti apa yang terjadi padanya. Yixing mundur beberapa langkah dan menabrak pohon tua, pohon itu sepertinya sudah tidak sehat. Daunnya yang berguguran, dahannya yang rapuh, dan batangnya yang tampak kropos, benar-benar tampak tidak sehat. Sepertinya pohon itu hampir mati, namun setelah Yixing menyentuh pohon itu dengan ajaib pohon itu kembali normal. Batangnya kembali mengeras, dahannya kembali tegak, daunnya bermekaran dan buah muncul dari salah satu biji yang hampir mati. Yixing menatap kejadian itu dengan takjub.
“Ada apa ini? Apa yang terjadi padaku?” ia menatap tangannya yang masih berpendar. Ia beralih pada orang yang masih terkapar itu. Ia menyentuh dahi orang itu, dengan hitungan detik cahaya biru mengalir dari dahinya menuju kakinya. Yixing tak percaya apa yang baru saja terjadi.
“Uhuk…uhukk…” orang itu terbatuk. Ia mencoba mengatur napasnya kembali dan bangun dari tidurnya. Tiba-tiba sesuatu terasa bergerak di kaki Yixing,  rasanya seperti sesuatu yang menggigiti tubuhnya. Ia menatap kakinya dan melihat simbol terukir di kakinya, simbol seperti kepala unicorn.
“ARGHHHH” tiba-tiba rasa sakit itu menyebar. Orang yang baru diselamatkan Yixing tersadar kehadirannya dan melihat tubuh Yixing berpendar biru. Orang itu melihat kearah kaki Yixing dan mendapati sebuah simbol yang mulai terukir di kaki Yixing. Ia memperhatikan simbol yang baru saja ia dapatkan di kakinya juga. Sebuah simbol segitiga dengan lingkaran di dalamnya.
“Simbol” orang itu berbisik. “Apa yang sebenarnya terjadi? Simbol apa ini?”

***

Jongdae kembali ke rumah nyamannya dengan segala pikiran yang singgah dikepalanya. Apa yang terjadi padanya? Apa ada hal yang berubah darinya? Simbol, ia memiliki sebuah simbol seperti anak panah dengan enam kaki, apa artinya ini? Ia benar-benar tak mengerti. Ketika ia menyentuh kenop pintu utama kediamannya, rasa dingin menjalar keseluruh tubuhnya.
“Jangan bilang, sesuatu yang aneh kembali terjadi” ucap Jongdae. Ia membuka pintu itu dan menyaksikan seluruh rumahnya terbalut es. “Apa…bagaimana…” Jongdae tampak terkejut dan tak melanjutkan ucapannya. “MINSEOK HYUNG!! JONGIN!! KALIAN DIMANA?!” Jongdae berteriak mencari dua saudaranya. Karena khawatir ia terburu-buru dan tergelincir di es, tubuhnya terseret dan berhenti menabrak sebuah patung. “Oh! My! God!” Jongdae membuka mulutnya lebar saat melihat patung es itu berwujud Naeun. Ia kenal Naeun, sahabat adiknya Jongin, temannya saat di panti asuhan. Ia menatap sekelilingnya dan mendapati tubuh Minseok yang mengapung diatasnya. “Ini terjadi lagi!” Jongdae terlihat panik namun ia berusaha tetap tenang. “HYUNG!! MINSEOK HYUNG!! HYUNG SADARLAH!!!” Jongdae berteriak namun tak ada respon dari orang yang ia panggil.
“JONGDAE HYUNG!!” Jongdae mengalihkan perhatiannya menuju sumber suara yang memanggilnya dan mendapati Jongin masuk dengan seseorang yang ia bopong. “Ada apa hyung? Apa yang terjadi?” Jongin bertanya dengan nada panik.
“Ada yang tidak beres dengan Minseok! Sepertinya ia memiliki kekuatan aneh berupa es, atau entah apa namanya. Lihat, Naeun berubah jadi patung es!” ucap Jongdae.
“Oh No! No! Naeun-ah!!” Jongin mendekati patung es yang menyerupai Naeun.
“Siapa yang kau bawa?” tanya Jongdae.
“Dia penyelamatku” jawab Jongin. Jongdae tampak tidak senang dengan jawaban singkat Jongin dan mengerutkan dahinya. “Nanti saja kita bicarakan lagi! Kita harus menyelamatkan Naeun dan Minseok hyung! Sebelum itu kita harus menyadarkan orang ini dulu, dia bisa membantu kita” ucap Jongin.
“Maksudmu?” tanya Jongdae.
“Dia seorang healer…” ucap Jongin lirih hampir tak terdengar. “Hyung, kau ingat buku cerita tentang exo planet yang pernah kita baca? Satu-satunya buku yang ditinggalkan orang tua kandung kita sebelum kita berakhir di panti asuhan? Dua belas pemuda, dua belas kekuatan dahsyat, menghancurkan dunia atau menyelamatkan dunia. Kurasa itu nyata, kisah itu nyata” jelas Jongin. Jongdae membelalakan matanya tak percaya. “Orang ini healer, kurasa Minseok hyung adalah frost, aku juga memiliki kekuatan… kekuatanku adalah teleportation” ucap Jongin. Ia beruntung dulu ia adalah seorang penghayal yang mencintai kisah-kisah fiksi. Dengan cepat Jongin bisa menganalisa apa yang sedang terjadi dan mengaitkannya dengan kisah fiksi.
“Dan aku….Lightning” Jongdae berbisik.
Hyung…kau juga?” Jongdae mengangguk. “Sadarkan orang ini aku akan mencari buku cerita itu!” Jongdae sedikit berlari namun tetap hati-hati dengan es yang menutupi seluruh permukaan rumahnya. “Dimana buku itu? Aku yakin terakhir kali aku melihatnya adalah di ruang bawah tanah!” Jongdae membongkar semua peralatan yang ada.
“Kau mencari ini?” tanya seseorang pada Jongdae. Jongdae berbalik untuk menatap orang itu.
“Kau…” Jongdae menyipitkan matanya untuk melihat orang itu. “…Siapa kau?” tanya Jongdae.
“Yura, namaku Yura”

To be continue

2108 karakter buat ceritanya doang, cukup panjang kan yah? kalo semuanya sekitar 2300.
Next part berarti D.O, Baekhyun, Kris yah yang kekuatannya belum muncul? heheh nantikan ya :3

20 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : Sixth Move

  1. tokohnya banyak banget.. hahaha.. keren ceritanya :) kepengen trus baca ceritanya.. lanjut thor.. ga sabar nunggu nihh hehe .. semangat untung nulisnya !! keep writing !!

  2. Aa akhirnya yang ditunggutungguu
    Makin keren aje y hehhe
    Lanjutin thorr ditunggu!
    Semangat ya nulisnyaa! Fighting!
    Nanti romancenya chohan jan lupa hehehe^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s