[Chapter 1] Illfeel Queen

illfeel-queen

 

Dear, Jung Soojung, Kim Jongin, Byun Baekhyun

From, Ilo.ve.aj

| Comedy| School-life | Romance | Teenager |

Twoshot

Disclaimer: This is mine, don’t ever try to blame it as yours, I’m watching you

A/N: Thanks for Kissmedeers  from the awesome cover!

Summary:

“Aku menyukai Jung Soojung”
Tentu saja. Maksudku, siapa yang tidak?

Copyright © 2014 Ilo.ve.aj

Illfeel Queen

Story Begin

_

“Mengapa perasaanmu berubah begitu cepat, Soojung? Sedangkal itukah rasa cintamu padanya?”

Gadis bersurai cokelat itu melirik sebal ke arah gadis berambut sebahu yang tengah mengekori setiap langkahnya tersebut sambil beberapa kali mengajukan pertanyaan

“Psst, bisakah kau diam, Jinri-ah? Itu pertanyaan tidak penting. Cuaca terik ini membuat semangatku menguap dan aku sedang tidak mood menjawab pertanyaan seperti itu” sahut gadis dengan garis wajah angkuh dan tegas itu sambil berjalan dengan cepat sambil sesekali mengusap peluh di wajah cantiknya

Gadis manis bernama Jinri itu berdecak kesal melihat sikap sahabatnya yang sangat menganggap enteng persoalan ini. Menurut Jinri, percintaan adalah masalah yang sangat serius karena menyangkut hati, dan sahabatnya yang menganggap lalu masalah ini membuatnya sedikit geram.

“Kalau kau begitu terus, kau tidak akan pernah mengerti cinta, tidak akan merasakan pedihnya cinta, dan juga indahnya cinta.” Kata Jinri sambil menaikkan satu alisnya sangsi “Tidak seperti aku dan Taemin op−“ Jinri menghentikan kalimatnya ketika Soojung tiba-tiba menghentikkan langkahnya dan berbalik seraya menatapnya geli

“Ya, ya, aku mengerti. Kau kan sedang dimabuk cinta dengan Lee Taemin yang berambut jamur itu” kata Soojung sambil tertawa dan mengacak rambut Jinri yang jelas-jelas lebih tinggi darinya

Jinri mencibir kesal seraya merapikan rambutnya

“Ya, untungnya Taemin Oppa tidak terjatuh dalam pesonamu” kata Jinri

Soojung melirik Jinri sambil menyeringai

“Ya, karena dia pemuda aneh. Hahaha” gurau Soojung dan disahut oleh tinjuan Jinri di lengan kanannya

“Soojung, aku tidak sanggup berjalan lagi” keluh Jinri sambil bertumpu pada lututnya dan mengusap peluhnya yang bercucuran

“Payah, aku tidak akan kalah dengan cuaca panas. Tapi, bagaimana kalau kita makan es krim dulu? Kedainya dekat dari sini bukan?” sahut Soojung sambil bertolak pinggang dan menyapu pandangan ke sekelilingnya yang lengang

Jinri hanya mengangguk menyetujui tawaran sahabatnya tersebut−semangatnya telah benar-benar menguap sepertinya

_

Dua orang sahabat itu menghela napas lega ketika angin sejuk mulai menerpa mereka sedikit demi sedikit

“Ah akhirnya rasa panas tak tertahankan itu sirna juga~” ujar Jinri sambil merentangkan tangannya

“Ya, hentikan itu, Choi Jinri. Kau membuatku malu” kata Soojung sambil menarik pundak Jinri dan memaksa gadis periang itu duduk ditempatnya. Sedangkan Jinri hanya mencibir kesal

Agasshi, mau pesan apa?” tanya seorang waiter

“Nggg… Chocomint sundae dengan topping saus mangga, juga Lemonade. Bagaimana denganmu Jinri-ya?”

Jinri menekuni buku menu dengan teliti

“Ngg, lebih baik Raspberry sundae dengan jelly anggur atau Crème brulee?” tanya Jinri meminta saran

Soojung terdiam sejenak

Crème brulee” jawab Soojung yakin. Pasalnya, dibenaknya sekarang tengah terbayang betapa lezatnya Es krim Crème Brulee. Ia pernah mencicipinya beberapa kali bersama kakaknya

“Baiklah, aku pesan Crème Brulee dan Lemonade” kata Jinri mantap kepada Waiter yang segera mencatat pesanannya sebelum melenggang pergi

“Hey, Soojung-ah, coba lihat pemuda itu” ujar Jinri sambil menunjuk seorang pemuda jangkung dengan senyum manis yang tengah berdiri di pintu masuk kedai sembari bercakap dengan seorang anak kecil “Sangat tampan bukan? Kurasa dia cocok denganmu” lanjut Jinri sambil menyeringai kecil

Soojung mengeryit sambil memandang pemuda itu dengan seksama, lalu segera mengalihkan pandangannya dengan angkuh

“Lalu, kau mau aku melakukan apa? Tapi, maaf saja. Baekhyun oppa jauh lebih tampan daripada dia” sahut Soojung acuh sambil memainkan ponselnya. Jinri lagi-lagi hanya bisa mencibir menghadapi sifat sahabatnya yang satu ini

“Ish, Soojung-ah. Sampai kapan kau mengharapkan Byun Baekhyun yang jelas-jelas tidak peduli padamu itu? Dan kau menelantarkan belasan pemuda tampan hanya demi dia, bukan? Apa yang salah denganmu?” tegur Jinri gemas

Soojung menoleh cepat dan memasang muka tidak terima

“Aku sama sekali tidak mendekatinya, jadi dia bukannya tidak peduli padaku!” protes Soojung dengan kilatan mata yang mantap “Kurasa ia peduli padaku, walaupun… Hanya sebatas hoobae” lanjut Soojung sambil tersenyum masam

Jinri menatap sahabatnya itu iba. Walaupun bisa dibilang senang mempermainkan perasaan lelaki, cintanya pada Byun Baekhyun benar-benar tulus−walaupun cinta tulusnya itu tak berbalas

Sesaat kemudian Soojung dan Jinri menatap Waiter yang membawa pesanan mereka dengan mata berbinar, dan mereka berdua tak bisa melepaskan pandangan dari es krim mereka

Gamsahamnida” kata Jinri ramah kepada Waiter itu−sedangkan Soojung diam saja, ia merasa sudah terwakili oleh Jinri

“Ohiya Soojung-ah. Bukankah, Byun Baekhyun adalah mantan kekasih Kim Taeyeon Sunbaenim? Kau dekat dengannya bukan?” tanya Jinri sambil mengorek-ngorek es krimnya dan berusaha mencapai lapisan karamelnya

“Ng” sahut Soojung singkat karena mulutnya penuh dengan es krim sekarang

“Lalu… Apakah dia sering curhat tentang Baekhyun Sunbae padamu? Kudengar dia belum bisa melupakannya?” tanya Jinri lagi

Kali ini Soojung hanya mengangguk sambil tersenyum masam. Dan Jinri terlihat terkejut dengan reaksi Soojung

“Benarkah? Bagaimana perasaanmu?” tanya Jinri dengan mata membelalak

Soojung menghela napas

“Aku tak tahu bagaimana perasaanku” jawab Soojung sambil menatap Jinri nanar, senyumnya menggambarkan kesedihan yang mendalam

Jinri terdiam. Ia kaget juga sahabatnya bisa berekspresi seperti itu, Soojung yang selama ini ia kenal, bicaranya selalu penuh sarkasme, matanya selalu berkilat-kilat mantap, senyumnya penuh percaya diri, dan ekspresinya begitu angkuh. Tapi, Jinri menemukan satu karakter Soojung yang sangat berbeda, mungkin ini sisi lemah dari Jung Soojung yang punya segalanya.

Punya segalanya? Ya, Jung Soojung yang cantik, Jung Soojung yang cerdas, Jung Soojung yang bergelimang harta, Jung Soojung yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik, Jung Soojung yang juga aktif di kegiatan Organisasi. Definisi yang tepat dari memiliki segalanya, bukan?

“Jadi… Kau menyukai orang yang disukai sahabatmu?” tanya Jinri dengan hati-hati

Soojung tersenyum masam, semua yang mendengar cerita itu pasti berpikir bahwa ia adalah tipe gadis yang bisa dengan santainya menyukai kekasih sahabatnya

“Tentu saja tidak. Aku lebih dulu menyukainya. Taeyeon eonni menyukai Baekhyun oppa karena memang Baekhyun oppa mendekatinya. Awalnya Taeyeon eonni sama sekali tidak memikirkan Baekhyun oppa. Sedangkan aku, aku menyukainya sejak pertama menjadi juniornya di Organisasi” jelas Soojung sambil melahap suapan terakhir es krim Peppermint dengan Cool Sensation itu

Jinri mengangguk-angguk mengerti, lalu menepuk pundak sahabatnya itu sambil tersenyum menyemangati

“Semangat! Kalau Baekhyun oppa terus menyakitimu, pasti ada yang lebih baik dari dia!” kata Jinri sambil mengepalkan tangannya seolah berkata “Fighting!”
Soojung tersenyum tulus−yang sangat berbeda dengan senyumnya yang biasa

“Ohiya, bukankah, kau ini orangnya mudah sekali Illfeel bahkan hanya karena hal kecil dan sepele saja? Mengapa Baekhyun sunbae tak kunjung membuatmu Illfeel? Menurutku, dia orang yang cukup aneh” tanya Jinri lagi, dan disahut oleh death glare dari Soojung

“Kau bilang apa, tadi? Aneh? Jaga ucapanmu, Choi Jinri! Kurasa, Baekhyun oppa masih jauuuh lebih baik daripada Taemin oppa-mu yang berambut jamur itu” balas Soojung tidak suka

Jinri mencibir kesal

“Ish, kenapa kau harus melibatkan Taemin Oppa segala” gerutu Jinri sambil menyuap suapan terakhir es krimnya menyusul Soojung

Soojung menghela napas sambil meneguk Lemonade-nya yang dipersegar dengan beberapa bongkah es, sangat cocok untuk cuaca hari ini yang benar-benar menyengat kulit

“Yah, aku juga tidak tahu. Kuakui Baekhyun oppa memang aneh−tapi aneh dalam konotasi positif tentu saja. Tapi, dia tidak pernah membuatku Illfeel, tidak seperti pemuda lain, yang melakukan sedikit hal salah, langsung membuatku Illfeel dan benci. Baekhyun oppa tidak pernah. Mungkin itu yang membuatku benar-benar menyukainya” jawab Soojung, dan jawaban itu membuat Jinri terpana. Soojung yang sengak bisa juga bicara begitu

“Soojung, aku tahu bahwa kau memang mencintai Baekhyun sunbae dengan tulus, tapi tak kusangka Baekhyun sunbae dapat membuatmu jadi seperti ini” gumam Jinri kagum

Soojung mendecih, kendati itu memang benar

Baekhyun? Sesempurna apakah dia, sampai Soojung yang punya segalanya bisa begitu mencintainya?

Hmm, Byun Baekhyun, ya? Dia adalah tipe orang yang tidak peka akan keadaan sekitar dan cenderung tidak ingin tahu dan tidak peduli. Dia tak banyak bicara, namun dalam diamnya itu menyimpan banyak misteri. Ya, misteri. Ia cerdas, dan ia adalah anggota Organisasi yang juga diikuti Soojung, dalam seksi bidang Teknologi. Ia memiliki pribadi yang unik. Dan entah yang mana yang membuat Soojung jatuh padanya

“Jinri-ah, tekadku sudah bulat. Aku akan melupakannya!”

_

Good morning, Daddy, Jess” sapa Soojung seraya turun dari tangga rumahnya sambil melempar senyum pada ayahnya dan kakaknya, yang tengah duduk di meja makan sembari sesekali saling bercengkrama

Mereka membalas sapaan Soojung seraya balas melempar senyum pada putri bungsu keluarga Jung itu

Soojung menghambur ke pelukan ayahnya lantaran rasa rindu akibat lama tak bertemu−ya, ayahnya adalah direktur utama Jung Corporation yang terkemuka seantero dunia, tentu saja kau bisa bayangkan betapa sibuknya beliau, bukan?

I miss you so badly, Daddy” kata Soojung sambil memeluk ayahnya erat sambil menghirup dalam-dalam aroma yang ia rindukan itu

Miss you too even worse my princess” balas Jung Yunho−ayah Soojung sambil mengecup puncak kepala putri tersayangnya tersebut

Soojung melepaskan pelukannya lalu duduk di samping Sooyeon−yang sedari tadi tertawa geli melihat tingkah ayah dan anak yang lama tak bertemu ini

“Kryssie, ada satu hal yang harus Daddy bicarakan padamu” kata Yunho sambil tersenyum penuh misteri sambil menatap Sooyeon−yang juga tersenyum penuh misteri. Membuat Soojung meneguk salivanya, pasalnya ia merasakan firasat buruk, ia merasa bahwa ini tentang…

“Bulan depan, Our lovely Jess akan menikah dengan Donghae!” kata Yunho dengan berseri-seri, membuat Soojung membelalakkan matanya, firasatnya benar!

“A, apa?” tanya Soojung tergagap, hingga club-house sandwich yang dipegangnya terjatuh ke piring

Yunho dan Sooyeon berpandangan lalu mengangguk seraya tersenyum ceria, sedangkan Soojung hanya memegang kepalanya pening. Oh, tamatlah riwayatnya…

Mengapa? Tentu saja, kakaknya yang perfeksionis itu pasti akan menuntut bermacam-macam hal dari Soojung, tapi Soojung… kau tahu, malas. Tapi Soojung lebih suka menyebutnya ‘Hemat Energi’

“Semua kolega Daddy akan ada disitu, semuanya harus sempurna” gumam Yunho sambil menegukMango Milkshake-nya

Mendengar kata ‘kolega’, telinga Soojung berdiri, tak heran Soojung begitu, pasalnya, ayah dari Byun Baekhyun adalah salah satu kolega ayahnya yang paling dekat

“Semuanya?” ulang Soojung hati-hati

“Ya Honey, semuanya” sahut Yunho sambil tersenyum cemerlang, dan Soojung sekali lagi hanya bisa meneguk salivanya kasar

_

“Jinri-ya, Jess akan menikah bulan depan.” Kata Soojung sambil menatap Jinri datar

Jinri yang baru saja mengenyakkan pantatnya pada kursinya yang berada tepat di depan kursi Soojung itu menatap Soojung heran, bukankah itu berita baik?

“Lalu? Kau iri?” tanya Jinri polos sambil menatap lekat Soojung yang tengah melipat tangan di dada dan menatap lurus kedepan

Soojung menoleh cepat mendengar pertanyaan Jinri

“Ha? Iri? Yang benar saja.” Kilah Soojung sambil mengibas-ngibaskan tangannya jengah “Aku hanya… Yah, kau tahu sendiri betapa perfeksionisnya Jung Sooyeon yang cerewet itu” lanjutnya sambil kembali melipat tangan di depan dada

Jinri terkekeh kecil mendengar keluh kesah sahabatnya tersebut

“Ya, ya, aku paham maksudmu.” Kata Jinri sambil tertawa, Soojung hanya menatapnya dengan mata menyipit tidak suka−hal yang selalu dilakukannya ketika ia malas merespon−ah, Soojung lebih suka menyebutnya dengan ‘hemat energi’, ingat?

“Ohiya, Soojung” kata Jinri sambil menatap Soojung serius, membuat yang ditatap mendelik kaget

“Tadi aku melihat namja di ruang guru, mungkin murid baru” lanjut Jinri sambil tersenyum sumringah

“Lalu kenapa? Kau kan, sudah punya Lee Taemin” kata Soojung tak tertarik dengan topik pembicaraan sambil memainkan kukunya

Jinri memutar bola matanya melihat reaksi Soojung

“Ya, tentu saja aku sudah punya Taemin Oppa, maksudku, mungkin saja orang itu bisa menggantikan posisi Baekhyun Sunbaenim dihatimu, firasatku sih begitu” lanjut Jinri sambil memamerkan deretan giginya

Soojung menoleh cepat ke arah Jinri dan mengeryit menatapnya.
Menggantikan posisi Baekhyun dihatinya? Bahkan Jinri melihat rupanya dan mengetahui namanya saja belum.
Jinri berfirasat begitu? Kau pikir kau cenayang, Choi Jinri?

Yang benar saja.

“Konyol sekali” sahut Soojung tak acuh

Jinri hanya mencibir karena sifat dingin sahabatnya mulai muncul lagi

_

Seisi kelas menatap pemuda berkulit agak gelap yang memasuki kelas dengan langkah ragu mengekori Jeon Ssaem. Seketika kelas riuh meributkan pemuda yang cukup tampan itu sampai suasana kembali hening dikarenakan deheman guru senior dengan rambut mulai memutih itu

Soojung mengeryit menatap pemuda itu, memandangnya lekat-lekat dari ujung kepala sampai ujung kaki

Bukan tipikal pemuda yang disukainya−mengingat semua mantan pacarnya−yang ia seriusi, berparas imut, dan berkulit putih. Sedangkan, pemuda ‘baru’ itu? Tatapan mata yang tajam, kulit yang kecokelatan, bibir tebal yang acap kali menyunggingkan smirk yang menurut Soojung benar-benar menyeramkan

Well, he’s not Soojung’s style

Soojung mengeryit menatap Jinri yang terus menerus menggumamkan kata “Tampan” “Oh mengapa dia tak jadi pacarku” “Semoga Taemin oppa suatu saat nanti akan tampan sepertinya”

Oh, teruslah berdelusi, Choi Jinri.

“Perkenalkan, nama saya Kim Jongin. Salam kenal semua”

Pemuda itu membungkukkan tubuhnya sekitar 90 derajat

“Ya, duduklah disamping Do Kyungsoo” perintah Jeon ssaem dan pemuda itu mengangguk kecil sebelum melangkahkan kakinya hati-hati menuju bangku paling belakang kelas, disamping pemuda imut bermata besar bernama Do Kyungsoo

Sekali lagi, Soojung tidak peduli

_

Soojung meregangkan ototnya sebentar seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kelas

“Jinyoung-ah, aku izin. Keperluan Organisasi” kata Soojung sambil menatap datar ketua kelas berambut merah tersebut

Jinyoung yang tengah sibuk membenahi dasinya yang tampak berantakan akibat ulah Taehyung hanya menoleh sekilas dan mengangguk sekenanya pada Soojung sebelum kembali fokus pada dasinya sementara bibirnya terus melontarkan omelan-omelan, Soojung hanya mendecih kecil melihat itu

Ia menghela napas seraya membiarkan kakinya membawanya perlahan menuju ke ruang Extrakulikuler, tempat dimana teman seorganisasi nya tengah sibuk mempersiapkan Event yang sekiranya mereka songsong sekarang ini

“Hai, Soojung” sapa Qian, murid pertukaran pelajar dari Cina itu merupakan sahabat baik Soojung−mungkin setara dengan Jinri. Soojung hanya membalas sapaan itu dengan senyum tipis, entahlah, ia sedang tidak dalam mood yang tepat

Soojung melangkahkan kakinya besar-besar menuju Kim Junmyeon, teman akrabnya yang biasa memberinya arahan apa yang harus dilakukannya

“Pagi Joonma” sapa Soojung tanpa berekspresi, membuat yang disapa menoleh cepat dan mendelik tidak suka

“Berhenti memanggilku Joonma!” serunya yang sedang sibuk berdiskusi dengan Howon yang tampak sedang sibuk sendiri

Soojung hanya terkekeh kecil melihat reaksinya

“Kalau kau menanyakan pekerjaan, hampirilah Suzy disana” perintah Junmyeon sambil melirik Soojung sekilas, kendati begitu, yang dimaksud tetap saja tidak peka karena mengira Junmyeon sedang menjawab pertanyaan Yixing yang tatkala itu memang tengah menghampirinya. Soojung hanya memainkan kukunya sambil bersiul kecil, membuat Kim Junmyeon naik pitam

“Ya! Jung Soojung!” seruan melengking itu agaknya berhasil membuat Soojung tersentak dan sekonyong-konyong mengeryit padanya

Junmyeon menghela napas kesal lalu membalik badannya menghadap gadis itu

“Jung Soojung, jika kau menanyakan pekerjaan, hampirilah Suzy disana” ulang Junmyeon dengan penekanan pada setiap katanya. Alih-alih menganggap intonasi Junmyeon yang terdengar kesal, Soojung hanya mengangguk acuh sambil mulai melangkahkan kakinya menuju gadis cantik bernama Bae Suzy dengan santai

“Hai Suzy” sapa Soojung pada Suzy yang tengah berkutat dengan daftar nama siswa

“Hai Soojung, oh tolong bantu aku. Aku sedang memilih calon Junior kita, hehe” kata Suzy sambil memamerkan deretan giginya

Soojung mengendikkan bahunya sambil perlahan menyamakan tingginya dengan Suzy yang sedang bersila di karpet merah ruangan yang cukup luas ini

Well, memang itulah mengapa aku disini”

_

Soojung menyesap tehnya perlahan sambil menyapu ruangan dengan tatapan datarnya, lalu Qian duduk disampingnya sembari menyeruput jus kotaknya

“Hai, Soojung” sapa Qian sembari meletakkan jusnya di lantai dan membenahi poninya, Soojung hanya tersenyum samar

“Hai”

Qian kembali meraih jus kotaknya saat poninya dirasa sudah rapi

“Eh, kudengar di kelasmu ada murid baru?” celetuk Qian sambil menatap Soojung yang tengah menatap ke arah Kim Myungsoo−salah satu mantan pacarnya−dan teman satu organisasinya yang tengah memberi komando pada teman-temannya

“Begitulah” jawabnya

Qian mengangkat sudut bibir kirinya dan sekonyong-konyong membentuk seringaian

“Dia cukup tampan, eh?”

Soojung menoleh cepat mendengar pertanyaan Qian dan mengerutkan dahinya

“Tampan? Maaf saja, tapi Baekhyun oppa lebih tampan daripada dia” jawab Soojung sambil mengendikkan bahunya dan kembali memperhatikan gerak-gerik Kim Myungsoo yang sesekali mengusap peluhnya

“Bahkan Myungsoo lebih tampan daripada dia” lanjut Soojung dengan senyum yang tak bisa diartikan

Qian memutar bola matanya mendengar respon Soojung

“Tentu saja, Kim Myungsoo adalah pemuda paling tampan di sekolah ini. Aku saja heran saat kau memutuskan hubungan dengannya secara sepihak” tutur Qian sambil meremas jus kotaknya yang kosong dan melemparnya ke tong sampah

Nice shot!” serunya senang ketika jus kotaknya masuk dengan sukses ke tong berwarna hijau yang melambangkan sampah daur ulang tersebut

“Dia terlalu cuek. Dan cukup munafik” komentar Soojung mengenai Myungsoo “Dan itu membuatku mual” lanjutnya dengan dahi berkerut, membuat Qian tergelak. Mual? Yang benar saja, Jung Soojung

“Hahaha, munafik bagaimana, maksudmu?” tanya Qian sambil tertawa, membuat Soojung menoleh kearahnya dan menyipit tidak suka

“Yah, ketika beberapa orang meledeknya dan mengatainya tentang hubunganku dan dia, dia dengan tegas menampik itu semua dan mengatakan bahwa aku bukan tipe nya bahkan di depan wajahku! Tapi, ketika tak ada mereka semua dia bermanis-manis di depanku. Sungguh menyebalkan” jelas Soojung sambil menyandarkan bahunya pada tembok namun tak juga berhenti menatap Kim Myungsoo

Lagi-lagi Qian tergelak mendengar penjelasan Soojung

“Hahaha, mungkin dia tidak ingin hubunganmu dan dia diketahui, dan mengakibatkan fans-nya berkurang? Haha” komentar Qian dan membuat Soojung menyipit dan menatap Kim Myungsoo penuh dendam

“Ya, dasar playboy. Huh, aku yakin dia belum bisa melupakanku” sahut Soojung sambil mendecih

“Hahaha. Oh iya, kudengar dari Jiyoung, murid baru itu salah satu calon junior kita” kata Qian dan kalimat itu membuat gadis bersurai cokelat itu menoleh cepat ke arah Qian dan berjengit kaget

“A, apa!?”

Qian mengangguk angguk sambil menyematkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinganya

“Ya, kudengar dia cukup pintar di sekolah lamanya, kan?”

Soojung mengerutkan dahinya bingung

“Entahlah, aku tak tahu. Jika benar begitu, mengapa ia pindah kesini?” tanya Soojung seraya mengusap matanya yang sedikit berair karena beberapa detik tidak berkedip dikarenakan menatap Kim Myungsoo

“Sekolah lamanya kan, di desa. Ia jadi tidak difasilitasi dengan baik” jawab Qian seolah dirinya tahu tentang pemuda bernama Kim Jongin itu dengan baik

Soojung mengendikkan bahunya tak peduli

Sudah kukatakan berkali-kali, bukan? Soojung tak peduli pada pemuda itu. Ya, tak peduli

_

Soojung berjalan ringan dengan tangan Jinri di sela lengannya, perasaannya sedang baik karena ia tak harus menanggung beban sebagai pengurus kelas tahun ini

“Mengapa begitu senang, Soojung?” tanya Jinri yang tengah dengan susah payah menyamai langkah besar Soojung dengan langkah mungilnya

“Yaaaa begitulah” sahut Soojung riang, namun senyumnya hilang dalam sekejab ketika matanya menangkap tubuh kurus seorang pemuda berkulit putih yang tengah mengantre di sudut kantin

“Oh tidak, tidak…” gumam Soojung kemudian berbalik dan menyentuh pipinya yang memanas. Tebak, siapa pemuda itu? Tentu saja, Byun Baekhyun, bukan? Siapa lagi?

Jinri menatap Soojung bingung dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantin, dan mendapati pemuda bernama Byun Baekhyun tengah menatap ke arah mereka dengan pandangan aneh

“Oh tidak, Soojung-ah, ia menatap kesini dengan pandangan aneh. Dan akan lebih aneh lagi jika kita tiba-tiba berbalik memunggunginya atau tiba-tiba melengos pergi, bukan? Hadapi saja!”

Soojung menatap Jinri lemah sembari menata perasannya dan kemudian membenahi deru nafasnya

“Ehem” Soojung berdeham kecil lalu mengangkat sudut bibir kirinya “Tentu saja, aku telah terbiasa dengan situasi seperti ini”

Soojung berbalik mantap, merapikan untaian rambutnya kemudian kembali mengamit pergelangan tangan Jinri dan kemudian melangkahkan kakinya yakin ke arah Byun Baekhyun

Tepat di depan pemuda itu, ia berhenti sejenak, memantapkan hatinya, lalu…

Annyeong, Baekhyun oppa” sapa Soojung sambil tersenyum dan tangannya meremas tangan Jinri kencang pertanda ia tak nyaman dengan keadaan sekarang, dan hal itu menyebabkan gadis berambut sebahu itu mengerang kesakitan

Baekhyun menoleh ke arah Soojung kemudian balas tersenyum tanpa mengucapkan apapun sebelum kemudian Soojung dengan cepat melintasinya

“Ugh, Jinri-ya, pemuda itu benar-benar, aku ingin mengutuknya! Yaaaa! Mati saja kau, Byun Baekhyun!” seru Soojung sambil menangkup wajahnya sendiri tatkala mereka berdua tiba di halaman sekolah yang dipastikan hanya ada mereka berdua saat itu

Jinri hanya menatap sahabatnya itu iba, betapa gadis itu berharap bahwa sahabatnya itu segera menemukan pengganti Byun Baekhyun di hatinya

Ya, semoga secepatnya

_

Soojung tengah meneliti pekerjaan rumah yang diberikan guru matematika sekaligus wali kelas mereka, Jeon ssaem itu dengan seksama sebelum teman sebangkunya, Jeon Jungkook−atau anak semata wayang Jeon ssaem itu menghempaskan pantatnya pada kursi di sebelah Soojung dengan helaan napas berat, dan sekonyong-konyong membuat Soojung menoleh cepat dan mengeryit ke arahnya

“Jungkook, kau baru datang?” tegur Soojung pada pemuda berambut hitam itu, yang tengah sibuk meratapi nasib sialnya pagi itu

Jungkook membenamkan wajahnya diantara pergelangan tangannya yang ia lipat di atas meja dan menatap Soojung dengan tidak bersemangat

“Yah, aku terlambat beberapa menit tadi dan harus menghabiskan waktu dengan hukuman dari ketua Organisasimu itu” gerutu Jungkook

Jungkook terus mengomel sedangkan Soojung mendengarkan dengan sabar sampai Jeon Ssaemdatang dengan langkah berderap menuju kelas, dan Jungkook segera menegakkan kepalanya sambil sesekali menggerutu

Soojung menghela napas ketika dugaannya benar, Jeon ssaem langsung membahas tentang pekerjaan rumah yang ia berikan kemarin dan memanggil beberapa murid untuk maju ke depan

“Kim Jongin, kerjakan soal nomor 4”

Soojung memandang soal nomor 4, cukup sulit, namun Soojung dapat mengerjakannya, tentu saja

Jongin maju kedepan dengan langkah ragu sambil menatap buku catatannya yang masih tampak baru

Lalu dengan sedikit senyum kikuk ia meraih kapur dan menulis dengan hati-hati di papan tulis

Ia menulis sedikit demi sedikit rumus dengan mengagumkan, dan tepat. Kendati begitu, Soojung yang sangat menggemari matematika tetap tak peduli

Aku tak kalah darinya” batin Soojung sambil menatap buku catatannya seksama dan mengangkat sudut bibir kirinya puas ketika mendapati bahwa pekerjaan rumahnya sempurna, tak ada kesalahan sedikit pun

“Kau selalu sempurna, Soojung” gumam Jungkook yang tengah mengintip ke arah buku catatan Soojung, sedangkan gadis berperangai angkuh itu hanya melirik sinis ke arah Jungkook

“Aku tahu apa maumu” Soojung menghela napas sambil meletakkan bukunya di meja dan menyodorkannya ke arah Jungkook, membuat pemuda imut itu tersenyum sumringah dan terus melontarkan pujian-pujian pada Soojung yang diyakini gadis itu hanya bualan semata

Soojung malas berada di kelas, begitu membosankan. Ia mencintai kehidupan berorganisasi. Saat Kim Junmyeon atau Song Qian atau teman satu organisasi lainnya memanggilnya keluar dari kelas adalah saat yang paling ia tunggu-tunggu

Dan yah, keinginannya terkabul

Mata Soojung berkilat cepat ketika melihat Yixing di pintu kelasnya dan mengetuk pintu dengan sopan seraya melangkahkan kaki menuju Jeon ssaem dan meminta ijin untuk membawa Soojung keluar dari kelas untuk keperluan organisasi. Soojung senang, ya senang. Dengan semangat ia merapikan buku-bukunya dan tersenyum jahil pada Jungkook dan Jinri lalu ia menyempatkan diri membungkuk sekilas pada Jeon ssaem sebelum meninggalkan kelas dengan riang

“Terima kasih, Yixing-ah” kata Soojung sambil tertawa, sedangkan Yixing hanya tersenyum seraya bergumam bahwa ia hanya menjalankan amanat dari Joonmyeon, sedangkan Soojung tidak peduli. Yang penting baginya ialah, ia terbebas dari belenggu kantuk dan rasa bosan yang mulai menggerogoti dirinya sejak melihat wajah seram Jeon ssaem (walau Soojung tidak mau mengakui ini di depan Jungkook, karena ia akan melempar Soojung dengan penghapus)

Tatkala sampai di ruang Extrakulikuler, Soojung segera duduk di sebelah Chanyeol, pemuda jangkung konyol yang akrab dengan Soojung, walaupun ia juga salah satu mantan kekasih Soojung, namun toh, mereka berdua tak mempermasalahkan hal itu dan berteman sebagai mana seharusnya

“Hai Soojung” sapa Chanyeol dengan suara beratnya seraya menyunggingkan senyuman khas yangwaktu itu pernah membuat Soojung terjatuh

Soojung menoleh cepat dan mengangkat kedua sudut bibirnya ceria

“Suasana hati sedang bagus?” tegur Chanyeol lagi, dan Soojung mengangguk-angguk seraya menunjuk Yixing dengan dagunya

“Ia seperti malaikatku hari ini, memanggilku di saat yang tepat” Soojung mengayun-ayunkan kakinya riang seraya memperhatikan Yixing yang tengah bercakap dengan Junmyeon, sedangkan Chanyeol tertawa renyah mendengar pernyataan yang terlontar dari bibir Soojung

“Bukankah, dia memang angel?” gurau Chanyeol dan Soojung hanya menyipit menatapnya, dan membuat Chanyeol makin keras tertawa

Soojung meninju lengan Chanyeol dan membuat pemuda itu berhenti tertawa dan ganti meringis kesakitan

“Ya, Soojung-ah, kau tetap saja kejam. Padahal hari ini kau seharusnya baik sekali” gumam Chanyeol tidak jelas sambil mengusap-usap lengannya, sekonyong-konyong membuat Soojung menoleh cepat dan mengeryit kendati yang ditatap hanya mengangkat sudut bibir kirinya menantang

“Haha, tidak mengerti maksudku, eh?” gurau Chanyeol lagi, sedangkan Soojung mengeryit tidak suka

“Ish, kau terlalu banyak bercanda. Itulah yang membuatku…” belum selesai Soojung dengan kalimatnya, Chanyeol menghentikannya dengan meletakkan telunjuknya di bibir Soojung

“Itu yang membuatmu illfeel padaku, kan? Sudah jangan katakan itu lagi, itu hanya akan membuka luka lama, Soojung-ah” ujar Chanyeol sambil menyeringai terpaksa, Soojung hanya diam, ada sesuatu yang berdesir mendengar itu

_

“Apa? Kim Jongin benar-benar akan menjadi junior kita!?” pekik Soojung membuat beberapa teman satu organisasi nya mengeryit menatapnya

“Ya, ada yang salah dengan itu?” tegur Myungsoo ketus, Soojung balas menatapnya ketus, kalian bisa menyimpulkan, bukan? Hubungan mereka tak seperti hubungan Soojung dengan Chanyeol

“Ssst! Iya, Soo, dia akan menjadi calon junior kita” kata Suzy sambil memberikan penekanan pada kata calon “Itupun kalau dia bersedia” sambungnya

Soojung mengeryit mendengar penjelasan Suzy

“Kuharap dia tidak bersedia” gumam Soojung seraya menyibak poninya

“Mengapa begitu sensitif tentang Kim Jongin?” celetuk Myungsoo lagi, awalnya Soojung hanya meliriknya sengit namun kemudian ia menghela napas

“Ia tak terlihat berkompeten…” sahut Soojung

“Baiklah cepat panggil dia” perintah Suzy dan sekali lagi membuat Soojung membelalak

“Kenapa harus aku!?” serunya seraya menunjuk dirinya sendiri

Suzy melirik Myungsoo yang berada di sebelahnya lalu menghela napas

“Kau kan yang sekelas dengannya” ujar Suzy sambil menyeringai jahil disahut seringaian Myungsoo yang berada di sebelahnya, membuat Soojung hanya bisa mendesah pasrah

_

Soojung melangkahkan kakinya menuju kelasnya seraya berpikir, ia baru ingat kalau hari ini ia akan memilih Junior untuk mereka

Jadi, ini maksud Chanyeol?” batinnya seraya melongokkan kepalanya ke pintu kelas

“Hey Jinri, mana Kim Jongin?” tegur Soojung pada Jinri yang tengah bercakap pada Kang Jiyoung, gadis manis sekretaris kelas yang juga ketua tim paduan suara

Jinri menoleh sekilas pada Soojung kemudian berteriak memanggil pemuda yang sekarang tengah dikerubungi beberapa teman sekelas

Dan ketika pandangan Soojung dan Jongin bertemu, Soojung hanya mengendikkan bahunya santai

“Kim Jongin, ikut aku” kata Soojung datar, dan Jongin segera melangkahkan kakinya ragu menghampiri Soojung dan mengekor Soojung yang melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju ruang wawancara tanpa bicara apa-apa

Soojung berdiri tepat di depan pintu ruang wawancara dan Jongin ikut berhenti, Soojung mengeryit menatap Jongin yang kebingungan

“Masuklah” gumam Soojung ketus, dan Jongin hanya mengangguk kebingungan

Segera setelah punggung lebar Jongin menghilang, Soojung menyandarkan punggungnya pada dinding yang dingin dan menatap lekat pintu kayu mahoni itu, sampai tepukan seseorang mengagetkannya

Soojung hanya menoleh pada orang itu dan menatapnya tajam, orang itu hanya menyunggingkan seringaian khas-nya dan ikut bersandar pada dinding tepat di samping Soojung

“Kenapa begitu ketus padanya? Salah-salah, kau bisa jatuh cinta padanya” tegur pemuda dengan tatapan mata tajam itu, Kim Myungsoo

Soojung mendecih tidak suka, lalu menyingkirkan tangan Myungsoo dari pundaknya dengan begah

“Tidaaak” elak Soojung geram “Tidak mungkin. Dia bukan tipeku”

Myungsoo terdiam sejenak kemudian menyeringai seraya mengerling nakal ke arah Soojung

“Kalau begitu, aku tipemu?”

Soojung menyipitkan matanya tidak suka melihat Myungsoo, ia kesal mendengar pertanyaan Myungsoo, kendati itu memang benar

“Memang kenapa? Kau mau bermanis-manis lagi didepanku?” tanya Soojung dengan nada sarkastik seraya tersenyum sinis, agaknya membuat Myungsoo sedikit terhenyak dan hanya terdiam memandang Soojung

Lalu suara deritan pintu mengalihkan perhatian mereka berdua yang dengan cepat menoleh ke arah pemuda berkulit gelap yang tengah berdiri menatap Soojung di ambang pintu mahoni kecokelatan itu

Soojung dengan sigap berjalan menghampiri pemuda yang tampak bingung itu

“Jadi? Bagaimana keputusanmu?” tegur Soojung sambil sedikit mendongak lantaran Jongin memang lebih tinggi daripadanya

Jongin terdiam sejenak kemudian berdeham

“Aku… menerimanya” gumamnya pelan, dan sekonyong-konyong membuat Soojung membulatkan matanya

“APA!?”

-End of this chapter

Haiii /_\ ah akhirnya tulisanku bisa muncul lagi di blog ini :D setelah aku ngilang dalam jangka waktu lama karena kesibukanku :3 maafkan akuuuuuu/g

Ohiya, aku awalnya mau ngepost yg chapter 2 dari The Qualified Qwartet, tapi setelah kubaca ulang, disitu masih banyak yang perlu kubenahi jadi aku memutuskan untuk ngepost ini dulu kkk /_\

Awalnya cerita ini mau kubuat jadi oneshot saja, tapi ternyata, banyak yang melenceng dari plot awal dan ceritanya terus melebar /_\ ohiya, fyi, inti cerita ini berdasarkan kisah nyata aku /g /sapa peduli/wks :3

Oke semoga dapat menghibur :)

Sincerely

Ilo.ve.aj

6 thoughts on “[Chapter 1] Illfeel Queen

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s