ANGEL : Seventh Move

angel new

Tittle : Angel
Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP, Girls Day
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Sudah setengah jalan ini ff~~
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~!  Kritik & Saran bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :
Rahasia terbongkar? Siapa orang yang mengetahui rahasia langit selain Sang Dewi, Angel, dan Protector?
Apa benar rahasia itu hanya mereka yang tahu? Apa benar kekuatan dahsyat itu milik Sang Dewi?
Siapa lagi yang mengincarnya? Bagaimana mereka mengetahui tentang kekuatan itu?
Akankah para manusia itu menyadari apa yang terjadi pada mereka? Akankah mereka sadar?
Siapa yang tahu? Manusia makhluk sempurna mereka memiliki akal yang akan mencengangkan makhluk lain. Siapa yang tahu?

Missed the previous story?
Click PART 1 PART 2PART 3 PART 4 PART 5PART 6

================================== PART 7 ================================

Jongdae masih mematung ditempatnya berdiri menatap seorang gadis berambut panjang dengan bibir merah merona. Sungguh cantik, sungguh mempesona, siapa gadis itu dan darimana asalnya Jongdae tidak mengerti.
“Yu..ra..” ucap Jongdae terbata. “Kau siapa? Darimana kau muncul?” tanyanya.
“Aku muncul dari Bumi tentu saja” ia tersenyum manis, sangat manis hingga siapapun yang melihat Jongdae bersumpah mereka akan terpesona.  “Aku bukan manusia sepertimu itu yang jelas, jika kau tanya aku siapa sebenarnya aku. Dan kau tahu, apa kau mempercayai apa yang tertulis di buku ini? Ini hanya kisah fiksi, tidak nyata, hanya kebetulan serupa” Yura mengangkat buku itu dan dalam sekejap mata buku itu berubah menjadi butiran debu.
“Apa yang kau lakukan?!” tanya Jongdae sedikit marah. “Setidaknya itu satu-satunya petunjuk! Kenapa kau menghancurkannya?” tanyanya lagi.
“Aku akan memberitahumu semua hal yang kau ingin tahu. Lebih jelas dan lebih detail” ucap Yura. Jongdae menatapnya dengan tatapan ‘apa yang kau ingin kan dariku sebenarnya?’. “Aku hanya ingin bersamamu, ah tidak itu terlalu murahan. Aku akan memberitahumu segalanya asal kau, kau jadi milikku” lanjutnya.
“Apa yang kau maksud dengan ‘jadi milikmu’?” tanya Jongdae.
“Kau bukan pria yang mudah dirayu sepertinya” Yura mendekati Jongdae, meraba tengkuknya, dan menyandarkan tangannya di pundak Jongdae. “Jadi milikku berarti kau milikku, tidak ada yang bisa mengklaimmu selain aku” bisik Yura tepat ditelinga Jongdae. “Kau ingin tahu dan aku ingin kamu, bukankah impas?” tanya Yura. Jongdae berpikir keras apa yang harus ia katakan sekarang. “Hanya aku yang bisa membantumu sekarang, harusnya kau tidak perlu berpikir panjang! Lagipula jadi milikku adalah hal yang menyenangkan, aku janji ini tidak akan merugikanmu” Yura mengerling.
“Baiklah tapi aku juga punya syarat”

***

Eunji berdiri di depan tokonya dan melirik ke kiri dan ke kanan. Ia terlihat sangat gelisah menantikan seseorang.
“Eunji-ah, apa kau masih menunggu  pria yang tadi pagi? Kau tak mengenalnya bagaimana bisa kau percaya padanya?” tanya Baekhyun yang masih setia menunggu bersama Eunji. Hari sudah semakin sore, langit mulai memerah. “Eunji-ah, menyerahlah” ucap Baekhyun.
“Ini semua karena dirimu Baekhyun! Ia pasti pergi karena ucapanmu kan? Sebenarnya apa yang kau katakan padanya?” tanya Eunji marah.
“Aku tak mengatakan apapun Eunji-ah! Apapun tidak kukatakan padanya! Aku hanya bilang aku temanmu sudah!” Baekhyun terlihat balas marah padanya. Eunji membuang wajahnya tak ingin menatap Baekhyun lagi. “Maafkan aku Eunji-ah, tapi dia orang asing! Kau tidak mengenalnya jadi jangan terlalu percaya padanya, aku takut kau disakiti” ucap Baekhyun menghampiri Eunji. Ia meletakkan tangannya di pundak Eunji namun Eunji menepisnya. “Ayolah Nji jangan marah padaku, kau tau aku tak tahan lama-lama bertengkar denganmu” Baekhyun memanggil Eunji dengan nama kecilnya. Eunji berbalik dan menatap Baekhyun.
“Jangan panggil aku Nji, setiap kali kau memanggilku begitu rasanya aku tak tahan untuk tersenyum” Eunji tersenyum. “Baek, ayo masuk saja kita makan ramen” ajak Eunji. Baekhyun tersenyum balik dan mengikuti Eunji. Namun tiba-tiba kaki Baekhyun terasa lemas, rasanya kaki itu tak bisa bergerak.
“Nji, aku tak bisa bergerak” ucap Baekhyun.
“Jangan bercanda Baek!” Eunji mendekati Baekhyun dan membantunya berdiri namun usahanya sia-sia. Baekhyun benar-benar seperti menempel di lantai, kakinya tak bisa digerakan.
“ARGGHHH” Baekhyun merasakan kakinya seperti terpotong dari badannya, sakit, sangat sakit. Baekhyun menjerit dalam diam mencoba menahan rasa sakitnya namun rasa sakit itu lebih dahsyat.
“Bakhyun! Apa yang terjadi padamu?” tanya Eunji pada Baekhyun namun tiba-tiba cahaya terang memancar dari tubuh Baekhyun, sangat silau. Eunji tak bisa melihat apa yang terjadi pada Baekhyun, cahaya itu seakan membutakan matanya. Eunji tak berani membuka matanya ia hanya meneriakki nama Baekhyun seraya memejamkan matanya. Tak ada balasan dari Baekhyun, hanya terdengar suara teriakan Baekhyun yang terdengar kesakitan. “Baekhyun! Baekhyun!” Eunji terus meneriaki nama Baekhyun hingga Baekhyun tak menjawab lagi. Tiba-tiba..

PRANG

Atap kaca toko Eunji pecah. Tubuh Baekhyun terangkat dan terbang jauh keangkasa. Tubuhnya menutupi matahari sore yang ingin tenggelam. Eunji masih tak bisa melihat apa yang terjadi pada temannya itu. Mata Eunji begitu lelah, ia tak bisa membukanya tapi ia lelah menutupnya. Eunji mencoba membuka matanya lalu sinar terang itu kembali menyilaukan mata Eunji hingga segalanya berubah putih.

***

Kyungsoo dan Bomi sedang berjalan bersama setelah pulang dari toko milik Eunji.
“Kyungsoo-ah, apa tidak masalah meninggalkan Baekhyun bersama Eunji?” tanya Bomi.
“Kurasa baik-baik saja. Memangnya apa yang akan terjadi?” tanya Kyungsoo balik.
“Tidakkah kau lihat Baekhyun sedang marah karena Eunji tinggal bersama laki-laki asing dan kau harusnya mengerti bagaimana watak Eunji. Ia sangat keras kepala, ia pasti tidak akan mengalah begitu saja pada Baekhyun. Dan bagaimana jika pemuda yang tinggal bersama Eunji pulang? Ah sudah kuduga harusnya aku mengajak Eunji tinggal bersamaku. Aku selalu mengajaknya namun ia selalu menolak dengan alasan tidak ingin merepotkanku!” jelas Bomi.
“Mereka kan bukan anak kecil, aku rasa mereka lebih tahu apa yang harus mereka selesaikan” sahut Kyungsoo. Kyungsoo adalah orang yang dingin dan bermulut pedas. Ia hanya bicara sesekali dan itupun singkat sekali dan komentarnya begitu tajam pada orang yang tidak ia kenal. Tak ada bedanya dengan orang yang ia kenal, ia akan bicara tanpa ekspresi seakan tak ada keinginan untuk menjawabnya sama sekali. Tidak ada orang yang mengerti Kyungsoo dengan baik kecuali teman-temannya seperti Baekhyun, Eunji, dan Bomi. Berbeda dengan Kyungsoo, Bomi orang yang ramah dan selalu tersenyum. Ia banyak bicara dan menyenangkan, benar-benar berkebalikan dengan Kyungsoo. Eunji dan Baekhyun juga tak jauh berbeda dari Bomi, kadang orang yang melihat mereka berempat bersama selalu bingung bagaimana orang-orang seperti Baekhyun, Eunji dan Bomi yang penuh hal positif bisa berteman dengan Kyungsoo yang beraura negatif. Bomi tidak pernah peduli dengan tingkah dingin dan negatif Kyungsoo sebenarnya ia selalu menyukai Kyungsoo apapun yang ia lakukan, namun terkadang sikap Kyungsoo yang benar-benar kelewat dingin membuat Bomi sendiri malas untuk berdekatan dengannya. “Kau marah?” tanya Kyungsoo.
Ani, kenapa aku harus marah?” tanya Bomi.
“Apa aku menjawabmu terlalu dingin? Mian, aku tidak bermaksud jutek padamu” ucap Kyungsoo. Bomi hanya tersenyum singkat tanpa memandang Kyungsoo. Hal yang Bomi bertahan menjadi temannya adalah Kyungsoo selalu khawatir jika ia melukai temannya dengan ucapan atau tingkahnya. Ia yang merasa bersalah akan selalu minta maaf tanpa diminta.
“Aku harap Eunji dan Baekhyun berbaikan, suasana di toko benar-benar tidak nyaman jika mereka bertengkar” ucap Bomi mengalihkan pembicaraan.
“Hmm… melihat Eunji diam seharian benar-benar membuatku merinding! Kau tahu Eunji lebih seram dari eommaku haha” Kyungsoo bercanda dan Bomi pun tertawa.

DUGGG

Langkah kaki Kyungsoo berdebam seperti seekor gajah yang baru saja lewat. Bomi dan Kyungsoo bertatapan, apa mereka salah dengar. Namun langkah kaki Kyungsoo kembali mengeluarkan suara berdebam bahkan kali ini tanah yang ia pijak meninggalkan bekas berupa lubang.
“Kyungsoo…” panggil Bomi pelan hampir berbisik pada namja disebelahnya.

DUGGG

Lagi-lagi langkahnya meninggalkan bekas yang sama.
“Kyungsoo berhenti bergerak, kau seperti akan menghancurkan tanah yang kau pijak” ucap Bomi menahan tubuh Kyungsoo agar tak bergerak lagi

DRUDUGG

Tanah yang mereka pijak semakin amblas. Bomi berpegangan pada Kyungsoo dan Kyungsoo mencari pegangan lain yang bisa menarik mereka dari lubang yang mulai menenggelamkan mereka. Kyungsoo menarik tubuh mereka keluar dari lubang itu.

DRUAGGG

Tanah yang diinjak Kyungsoo retak. Retakan itu meninggalkan bekas panjang ke setiap sisinya. Bomi membuka mulutnya terkejut. Kyungsoo tiba-tiba terjatuh, kakinya terperosok kedalam lubang yang ia buat sendiri.
“Kyungsoo!!” Bomi berusaha menarik tubuh Kyungsoo namun rasanya berat. Tanah disekitar Kyungsoo membentuk jeruji yang mengurung Kyungsoo di dalamnya. “Kyungsoo!!” Bomi terpental ia tak bisa mendekati Kyungsoo. Kyungsoo berteriak, ia benar-benar terkurung tubuhnya sedikit demi sedikit lenyap dari permukaan bumi. “KYUNGSOO!!!”

DRUAGGG

Tubuh bomi kembali terpental diterpa tanah yang mengellilingi Kyungsoo. Tubuhnya ambruk menghantam tanah begitu keras, kepala Bomi sangat pusing, matanya berkunang-kunang. “Kyungsoo…” ucap Bomi sebelum akhirnya tak sadarkan dirinya.

***

“Tao! Kau yakin Yixing tak mengatakan padamu ia ingin kemana? Ini sudah malam!” tanya seorang bertubuh tinggi pada pria bermata panda disebelahnya.
“Tidak! Gege tidak mengatakan apapun padaku” jawab lelaki yang dipanggil Tao itu.
“Sudahlah lebih baik kita berpikir kemana kira-kira dia pergi” lelaki berwajah manis menyahut.
“Luhan gege benar! Lebih baik kita berpikir kemana tempat yang kira-kira Yixing gege sukai” ucap Tao.
“Kau masih kesal dengan kepergian Chanyeol dan kakaknya ya?” tanya lelaki tinggi itu pada Luhan.
“Aku tidak kesal hanya merasa ditinggalkan tanpa penjelasan! Kau tahu aku sedang berjalan berdua dengan Chorong tiba-tiba saja bocah itu datang dan menarik kakaknya menjauh dariku tanpa sepatah katapun!” ucap Luhan. Lelaki tinggi itu menepuk bahu Luhan menyuruhnya bersabar.
Gege! Bisakah kita fokus pada Yixing gege dan tinggalkan masalah wanita dulu?” Tao menghela napasnya. Mereka mencari ke setiap sudut kota Seoul berharap bisa menemukan sosok lugu Yixing yang berdiri mematung tanpa melakukan apapun. Mereka mulai berpencar untuk mempercepat menemukan Yixing. Yifan berjalan kearah sungai, tempat yang sempat dilalui Yixing sebelum menemukan seseorang terkapar.

Tiba-tiba mata Yifan menangkap sesuatu yang tak biasa, ia melihat sesuatu yang terbang melintasi kepalanya. Sesuatu yang besar dan bercahaya di langit gelap, ia hanya menatap kagum makhluk itu dalam diam. Tanpa sadar kakinya melangkah mengikuti makhluk besar itu dan berhenti tepat dihadapan makhluk itu berhenti. Makhluk itu berbentuk naga, tak ada kulit dan daging hanya bentuk naga dengan mata merah dan tubuh yang terlihat transparan. Yifan mendekati makhluk itu, menggapai tangannya berusaha menyentuh makhluk itu. Sang Naga menunduk dihadapan Yifan seakan memberi hormat seraya mengembangkan sayap lebarnya. Yifan terlihat sangat kecil dihadapan naga yang mulai berdiri dan mengepakan sayapnya. Naga itu mulai terbang tinggi, sangat tinggi hingga mata Yifan tak bisa menangkap sosok makhluk itu lagi. Ia tetap mendongakkan kepalanya masih berharap bisa melihat makhluk itu lagi. Namun tiba-tiba sesuatu terbang dengan kecepatan tinggi tepat menuju Yifan berdiri, benda itu terlihat sangat kecil dari tempat Ia melihat. Ia mencoba menyipitkan matanya untuk memperjelas pengelihatannya, semakin lama benda itu semakin besar. Yifan sadar benda yang terbang dengan kecepatan tinggi itu adalah makhluk transparan yang baru saja Yifan liat. Tubuh Yifan terasa kaku, ia ingin berlari dari naga yang terbang kearahnya namun tubuhnya tak menurutinya. Makhluk itu terbang dari atas kebawah seperti sebuah bola bowling yang dijatuhkan dari atas gedung, sangat cepat dan tepat diatas kepala Yifan. Yifan menyilangkan tangannya diatas kepalanya berharap bisa membantu menghalau jatuhnya makhluk itu.

BLASS

Makhluk itu masuk kedalam tubuh Yifan. Tiba-tiba tubuh Yifan terangkat keatas, tubuhnya diselubungi oleh selaput transparan berbentuk seperti cangkang telur. Yifan terkurung dalam selaput itu, ia berusaha merobeknya namun selaput itu sangat tebal. Yifan mulai kehilangan oksigen, ia merasa kepalanya sangat sakit, napasnya mulai terenggal. Dalam sekejap ia kehilangan kesadarannya. Sesosok makhluk memandangi kejadian itu dalam diam.

“Efek flight benar-benar dahsyat! Akankah manusia itu selamat?”

***

Namjoo bangun dari ranjang putihnya, ia merasa tidak nyaman jika harus terus tidur. Bau obat menyeruak hidungnya, ia benar-benar merasa pusing dengan bau yang tak biasa ia cium itu. Namjoo menarik tongkat roda tempat selang infusnya tergantung dan berjalan beriringan dengan benda itu. Setelah kejadian kemarin di lab ia masih tak boleh keluar rumah sakit, karena ada orang asing di rumahnya oppa dan eommanya bergantian menjaganya di rumah sakit. Ini sudah hari kedua ia dirawat, ia benar-benar merasa tidak nyaman di rumah sakit. Ia yakin oppanya pasti akan datang sebentar lagi setelah makan malam bersama eommanya di rumah. Malam ini sangat terang, Namjoo bisa melihat cahaya bulan yang masuk melalui jendela menyinari lorong rumah sakit yang gelap.
“Namjoo…” Namjoo mendengar suara samar memanggil namanya. Ia mengedarkan pandangannya kesekelilingnya namun tak ada siapapun disana. “Namjoo…” suara itu kembali menyerukan namanya. Namjoo berjalan lebih cepat menghindari suara itu. “Namjoo… lihat keluar” suara itu kembali memanggilnya kali ini suara itu memerintahkan sesuatu padanya. “Aku diluar…” suara itu kembali bergema. Namjoo menghadap jendela lebar rumah sakit yang ia lewati. Ia melihat dengan jelas bulan purnama yang terlihat sangat besar, ia merasa bulan itu sangat dekat dengannya, seakan ia bisa menggapainya hanya dengan mengulurkan tangannya. “Ya.. ini aku Sang Bulan” Namjoo membulatkan matanya tak percaya dengan pendengarannya. “Aku bicara padamu Namjoo… Kau adalah putri bulan. Sesuatu terjadi di bumi, kau harus membantu kaum langit menyeimbangkan bumi”
“Aku pasti sudah gila!!” Namjoo berjalan menjauhi jendela besar itu.
“Jangan pergi… kau harus bertemu putri surya! Kalian bisa menyeimbangkan bumi, kalian adalah Yin dan Yang” suara itu kembali berbicara. Namjoo menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan suara itu dari kepalanya. “Kau harus pergi ke toko buku di ujung jalan Mawodong dan kau akan menemukan jawabannya… Percayalah”
“Sebenarnya apa yang sakit dariku? Apa benar kepalaku baik-baik saja?” tanya Namjoo pada dirinya sendiri.

***

Keenam protector berkumpul untuk menyusun rencana selanjutnya. Mereka sudah berhari-hari berada di Bumi namun tak ada yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikki keadaan.
“Dengar! Karena aku dan Himchan hanya tau wujud flame kita bisa memulai menangkapnya. Junhong, Jongup dan Kau Youngjae, kalian bertiga cari dewa bumi. Aku, Himchan dan Daehyun akan menangkap flame. Kalian harus bergerak cepat mengambil guci itu dengan cara apapun! Kita harus berhasil” ucap Yongguk.
“Bagaimana cara kami untuk mencari Dewa Bumi?” tanya Youngjae.
“Kalian harus masuk kedalam tanah tentu saja” jawab Himchan. “Tapi…” Himchan tak melanjutkan ucapannya.
“Tapi apa?” tanya Junhong.
“Tapi kalian akan kehilangan kekuatan kalian disana! Makhluk langit tidak bisa bertahan lama di dalam bumi. Kalian hanya akan jadi manusia biasa yang sedang berjalan-jalan di kerajaan bumi” jawab Daehyun.
“Tidakkah tugas kami lebih berbahaya?” tanya Jongup.
“Tapi hanya kalian yang bisa! Biarpun kalian kehilangan kekuatan tapi sifat dasar kalian tidak akan hilang. Keberuntunganmu akan membantu kalian lebih cepat menemukan guci itu, Jongup. Dan dengan sifat baik Youngjae, kalian bisa meluluhkan hati dewa langit jika dia bersikeras tak ingin menyerahkan guci itu. Dan kau Junhong, aku yakin kau bisa membantu siapa tahu dewa langit itu sebenarnya perempuan kau ahli dengan perempuan bukan? Anggap saja kalian sangat tepat dalam misi ini” rayu Yongguk.
“Baiklah” sedetik kemudian Junhong, Jongup dan Youngjae sudah menghilang dari tempat mereka berdiri.
“Bagaimana dengan kita sekarang?” tanya Himchan.
“Kekuatan mereka semakin besar Himchan, kau pasti bisa merasakannya. Lacak keberadaan kekuatan yang terbesar yang kau rasakan. Perang ini akan dimulai persiapkan diri kalian!” ucap Yongguk

***

Junmyun berlari mengitari rumah sakit mencari sosok adik perempuannya yang menghilang dari kamarnya. Junmyun mencari di seluruh pelosok rumah sakit namun tak menemukan sosok yang ia cari. Ia menendang udara seraya meletakan tangannya di pinggang merasa frustasi.
“Water…” sebuah botol air mineral disodorkan seseorang kehadapan Junmyun. Junmyun menatap tangan yang memegang botol itu dan menemukan pemilik tangan itu tersenyum. “Air bisa mendinginkan kepalamu” ucap orang itu masih tersenyum. Junmyun memandang heran gadis dihadapannya. Gadis berambut coklat panjang dan bibir yang merah merona. Junmyun bisa merasakan bahwa jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. “Aku Sojin, kau Kim Junmyun kan?” tanya gadis itu. Junmyun hanya mengangguk menjawab gadis itu. “Kau terlihat tidak baik, kau harusnya lebih dingin karena kau air” ucap gadis itu lagi.
“Apa maksudmu? Siapa kau? Dari mana kau mengenalku?” tanya Junmyun.
“Perang akan dimulai Junmyun-ah… aku butuh bantuanmu” Sojin menyahut namun tak menjawab pertanyaan Junmyun.
“Perang? Perang apa? Siapa yang akan berperang?” tanya Junmyun.
“Kau satu dari kekuatan penting, perang ini antara yang baik dan jahat” jawab Sojin. “Tidakkah kau merasa aneh dengan kejadian yang menimpamu dua hari yang lalu? Dan kejadian yang menimpa pria yang tak kau kenal? Apa kau sama sekali tidak ingin tahu apa yang sedang terjadi dalam dirimu? Kau menyimpan kekuatan besar Junmyun” ucap Sojin. “Aku akan melatihmu sebelum perang dimulai agar kau bisa menguasai kekuatanmu. Aku akan membantumu sebisaku asal kau janji satu hal padaku” lanjutnya.
“Janji apa?” tanya Junmyun keheranan.
“Janji bahwa kau hanya akan mendengarkanku… satu-satunya orang yang harus kau percayai adalah aku” jawab Sojin.
“Aku punya seorang adik perempuan dan seorang ibu, apa aku juga tak bisa mempercayai mereka?” tanya Junmyun.
“Tidak! Hanya aku… adikmu, ibumu ataupun kekasihmu, kau tak bisa mempercayai siapapun kecuali aku” jawab Sojin lagi.
“Kau gila! Bahkan aku baru mengenalmu bagaimana aku bisa melakukan hal itu?!” Junmyun berbalik berencana meninggalkan gadis itu. Namun sesuatu menahannya, kaki Junmyun tenggelam kedalam tanah. Ia tak bisa menggerakan kakinya, semakin ia memaksa bergerak, semakin dalam tanah itu menghisap kakinya. “Apa yang kau lakukan? Siapa kau sebenarnya?” tanya Junmyun panik.
“Aku hanya ingin membantu, jika tak bisa dengan cara pelan maka aku harus memaksa!” Junmyun memandang gadis itu garang namun sorot mata gadis itu pada Junmyun lebih tajam seakan akan mata itu bisa menelan Junmyun saat itu juga. “Kau hanya perlu mendengarkanku! Mengerti?”

***

“Putri Surya… kau harus bangun” sebuah suara mengusik telinga seorang gadis berambut panjang. “Putri Surya adalah gadis yang kuat… kau harus bangun bumi membutuhkanmu” Suara itu kembali mengusik telinga sang gadis. “Ya bangunlah… buka matamu. Aku mentari, aku memanggilmu untuk membantu putri bulan demi keseimbangan bumi. Buka matamu…” gadis itu mengerjapkan matanya namun tak bisa melihat apapun.
“Dimana aku?” tanya gadis itu.
“Kau masih berada di tempat terakhir kau tak sadarkan diri” jawab suara itu.
“Siapa yang berbicara padaku?” tanya gadis itu lagi.
“Aku Sang Mentari” jawab suara itu. “Putri kau harus bangun”
“Siapa yang kau panggil putri?” tanya gadis itu masih dalam kegelapan.
“Kau! Seorang gadis manis yang tegar, itu dirimu……………..”

To be continue~

30 thoughts on “ANGEL : Seventh Move

  1. eoh? apakah putri surya itu Bomi?
    bagaimana nasib D.O sma Kris?
    masih banyak teka-teki, nmbah penasaran nih thor,
    makin jjang aja nih alur critanya, bakalan pjg part.a pasti, fighting!!!
    next soon yah?!

    • iyaa panjang banget XD
      author kalo bikin ff chapter paling pendek 14 itupun romance abal wkwk XD
      pernah bikin ampe 30-an chapter hehe asal sabar aja nunggunya pasti tamat XD

  2. yeyy akhirnyaaa.. kok lamasihh keluar sevent move nyaa ?? berharap cepet nihh hehe .. makin seru aja ceritanya :) banyak teka teki yg ga ketebak hehe.. penasaran nihh selanjutnya.. masihh berharap cepet keluarnya nihh wkwk keep writing !! fighting!!:)

  3. Aaaa akhirnya keluar juga yang seventh aku uda tunggu dari sixth keluarr lama tapi ngk papa tetep seru! Ayoo lanjutinn thorr!fighting!!–ditunggu–

  4. wah, makin keren aja jln ceritanya, tambah penasaran di buatnya. kelanjutannya, jgn lama2 ya thor. udh g’ sbar nih nnggunya, fighting!!

  5. Wah maap maap ya.. jadi makin kesel sama si ho.hun.yeol. sama dae -_-

    Lemah amat sama cewek cantik ><

    Authornim ceritanya kece :D
    Lanjutannya jangan lama lama ya..

    Chu chu chu ~~~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s