[Chapter 2] The Qualified Qwartet

poster-the-qualified-qwartet1

 

Dear, Krystal Jung, Park Jiyeon, Xi Luhan, Kim Myungsoo

Sincerely, Ilo.ve.aj

Summary: Not an Ordinary Extraordinary, they are Extra Extraordinary

| Fantasy | School-life | Romance | Sci-fi | Chaptered | Teenager | Alternative Universe (AU) |

Disclaimer: Thanks for Cicil @HSG atas cover yang awesome! :D
Soal Line masing-masing cast, mohon jangan dipermasalahkan karena saya sama sekali tidak memperhatikan Line para cast dalam pembuatan Fanfic ini ataupun dalam pembagian tingkatan, Thanks.
This is mine, don’t ever try to blame it as yours, I’m watching you

Copyright © 2014 Ilo.ve.aj

The Qualified Qwartet

Story Begin

Second Lesson: “Hurry Up, we got no time!”

 

_

Menyusuri bermacam-macam jalan di atas bumi

Namun, semuanya menuju ke tempat yang sama, tak masalah itu dengan menunggang kuda, atau mengendarai mobil, apakah itu ih ima berdua atau bertiga

Pada akhirnya, semua menuju tempat yang sama, dimana kita sendirian, selamanya

Selamanya−terdengar mengerikan bukan?


Krystal mengerjapkan matanya dengan cepat ketika cahaya mulai menerobos kelopak matanya dan bebauan menyengat menggelitik indera penciumannya. Ia mengeryit ketika melihat langit-langit yang sangat tinggi dengan pilar-pilar penopang putih bersih yang menjulang dengan agungnya. Tempat yang asing, dimana ini?

Krystal menegakkan punggungnya dan menyapu sekeliling ruangan dengan tatapan bingungnya. Tampaknya, ini rumah sakit sekolah. Mengapa ia bisa berada disini? Dan sendirian? Apa yang terjadi padanya? Agaknya Krystal lupa akan apa yang baru saja terjadi pada dirinya

Krystal sedikit mengeryit ketika merasa tangan kanannya terasa hangat sedangkan tangan kirinya sedingin biasanya−suhu tubuhnya memang tidak biasa

Ketika masih asyik menekuni telapak tangannya, Luhan berlari masuk dengan raut gembira

“Krystal-ah! Kau sudah sadar!?” pekik Luhan sambil duduk di samping Krystal dan menggenggam pergelangan tangan Krystal

Krystal tersenyum lembut

Jadi, Luhan yang menggenggam tanganku…

Batinnya

“Aku baik-baik saja, Luhan-ah. Eh, mengapa aku bisa berada disini? Apa yang terjadi?” tanya Krystal

Luhan mengeryit mendengar pertanyaan Krystal

“Kau lupa apa yang baru saja terjadi padamu?” Luhan balik bertanya sambil menaikkan kedua alisnya kaget

Krystal terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan Luhan, mengapa ia tak ingat? Ah sudahlah.

“Aku tak ingat, tapi sudahlah lupakan saja. Ohiya, terima kasih karena sudah menggenggam tanganku terus” kata Krystal sambil tersenyum tulus

Dan sekali lagi, Luhan mengeryit bingung

“Eh? Aku tidak menggenggammu kok, aku sedari tadi berada di ruang perawat karena diinterogasi oleh kepala suster” sahut Luhan sambil sedikit memelankan suaranya−kalau-kalau kepala suster yang galak itu berada di dekat sini dan dapat mendengar ucapannya

Krystal sekali lagi terdiam mendengar pernyataan Luhan, jika bukan Luhan… Lalu siapa?

_

Ckit

Krystal mengerang kecil ketika kepalanya harus kembali didera oleh sakit yang seakan menggerogoti rongga kepalanya

“Krystal… Kau baik-baik saja?” tanya Luhan pada Krystal yang tengah mengeryit menahan sakit sambil memegang pelipisnya tatkala mereka tengah kembali dari rumah sakit sekolah

Alih-alih menjawab, gadis bersurai cokelat itu justru teralihkan perhatiannya oleh pemuda di ujung sana−yang tengah berjalan menuju dirinya−atau setidaknya kearahnya

Gadis itu terdiam sambil mencengkeram pundak kawannya itu

“Aku baik-baik saja, Lu. Mari kita pergi” katanya buru-buru, entahlah, ia merasa tatapan pemuda yang tak lain adalah ketua Student Government−Byun Baekhyun itu seolah memburunya, membuatnya ingin lari menghindar

Baekhyun terus saja berjalan lurus kedepan, tiap langkahnya makin cepat, Krystal tak mampu melangkahkan kakinya, ia hanya mencengkeram lengan Luhan dan membuat pemuda itu meringis kesakitan

“Cepat sembuh” gumam sebuah suara−yang Krystal yakini sebagai milik siswa nomor satu itu

Krystal terkesiap dan menilik ke arah pemuda itu−kalau-kalau kata-kata tadi ditujukan untuknya−dan ia mendapati bahwa pemuda bersurai hitam itu juga tengah melirik kearahnya, sesaat pandangan mereka bersua

Deg

Krystal tak dapat memungkiri bahwa jantungnya berdegup sangat kencang saat ini, dan matanya tak pelak terus mengekori punggung pemuda itu yang terus berjalan lurus dengan tangan ke dalam saku celana

“Krystal-ah!” seru Luhan dan segera membuat Krystal mengalihkan pandangannya dari punggung Byun Baekhyun

“Ada apa?” tanya Krystal sambil menaikkan kedua alisnya

Luhan berdecak kesal, namun, baru saja ia membuka mulutnya untuk berbicara,

“Aku baik-baik saja” kata Krystal sambil mengangkat kedua sudut bibirnya lalu berbalik memunggungi Luhan yang masih terpana, dan lagi, baru saja Luhan membuka mulutnya untuk melontarkan pertanyaan,

“Aku mind-reader, ingat?” sela Krystal sambil menoleh kebelakang dengan senyum mengembang, sebelum ia kembali menyejajarkan posisinya dengan Krystal, sekali lagi Luhan terpana

“Syukurlah, kau sudah kembali seperti biasa” celetuk Luhan dan membuat Krystal menoleh dengan cepat kearahnya

Krystal terdiam tak mampu berkata-kata menatap pemuda yang tengah berdiri didepannya, memamerkan senyum tulusnya, dengan binaran mata yang benar-benar indah, untuk pertama kalinya, Krystal terpesona−pada sahabatnya

Luhan masih menatap Krystal dengan kedua sudut bibir terangkat sedangkan Krystal masih menatapnya terpesona

“Luhan…” Krystal berujar tanpa sadar, dan ia mengeryit sendiri mengapa ia bisa melontarkan kata itu−nama Luhan

Luhan mengangkat kedua alisnya, masih dengan senyumnya

“…tidak ada” ujar Krystal sambil mengalihkan pandangannya dari Luhan dan mulai berjalan mendahului Luhan, ia tak menghiraukan Luhan yang memanggil-manggil namanya dan berusaha menyusulnya, ia terus mempercepat langkahnya. Ada satu yang mengganjal pikirannya… Sayap itu…

_

“Psst, Krystal-ah” bisik Jiyeon sambil mencolek pinggang Krystal ditengah School Tour yang diadakan oleh Leader asrama mereka, Lee Donghae

Gadis yang sebelumnya tengah memfokuskan diri pada penjelasan sunbae tampan itu menoleh sambil mengeryit, sebelumnya, ia menjentikkan jari agar penanya menulis kata-kata yang diucapkan oleh Lee Donghae

“Ada apa?” balas Krystal−juga berbisik, Jiyeon sedang melihat ke satu titik, dimana para sunbae sedang berkumpul, Krystal mengikuti arah pandang Jiyeon

“Ng?Ada apa dengan kumpulan orang bossy itu, Jiyeon?” tanya Krystal tidak mengerti sambil mengeryitkan dahinya

Jiyeon menoleh dengan cepat kearahnya, dan mendelik tidak suka-membuat Krystal sedikit ngeri

Ya, kau sebut mereka apa tadi? Orang bossy? Tidakkah kau salah sebut? Harusnya kau sebut mereka kumpulan orang tampan!”

Krystal tergelak mendengar julukan yang diberikan oleh Jiyeon kepada kumpulan senior yang tengah menertawakan pada leader dari masing-masing asrama yang diekori oleh 16 orang siswa murid pertama

Krystal mengeryit ketika ekor matanya tak sengaja menangkap salah satu dari senior itu tengah menatap Jiyeon tanpa berkedip, lalu tanpa sadar ia mengembangkan senyum kecil

“Jiyeon-ah, sepertinya, diantara mereka, ada yang menyukaimu” desis Krystal sambil mengendikkan dagunya kearah sunbae yang masih menatap Jiyeon

Senior yang tampan−sangat tampan, dengan tubuh tinggi dan proporsional, dan senyuman manis yang senantiasa menghiasi wajahnya, membuat Krystal yakin bahwa ia banyak digandrungi kaum hawa sekolah ini

“Benarkah? Yang mana?” tanya Jiyeon antusias, Krystal hanya tersenyum penuh arti menanggapinya

“Kita lihat saja nanti” ujar Krystal dengan senyum mengembang sambil kembali memfokuskan diri pada Leader asramanya yang tak henti-henti berceloteh dan tak menghiraukan hingar bingar yang disebabkan oleh para senior

Krystal memutar bola matanya sedikit malas ketika School Tournya sedikit terganggu akibat ulah dari para senior yang ternyata membuat Leader mereka naik pitam juga. 16 Murid tahun pertama itu dengan sabar menunggu Leader mereka menyelesaikan urusan dengan sekumpulan senior ngangguritu

Krystal merogoh sakunya dan sedikit mengeryit karena ia merasakan sesuatu di sakunya−padahal ia yakin tak membawa apa-apa sebelum ini−ia lalu mengeluarkan gulungan perkamen kusam yang lusuh. Krystal membuka perkamen itu perlahan dan sangat berhati-hati, karena perkamen itu dirasa terlalu lusuh dan rapuh−ia tidak ingin merobeknya karena ia merasa tertarik sekaligus penasaran

Hurry up, we got no time” baca Krystal pelan dan ragu
“Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu…?” ulangnya “Untuk apa?” gumamnya lagi sambil melipat perkamen itu dengan hati-hati dan kembali menjejalkannya kedalam saku roknya karena School Tournya akan segera dimulai kembali

_

Senyum empat sekawan−dan keduabelas yang lain−itu mengembang ketika menatap pintu besar berwarna merah marun dengan kenop bergambar kepala kuda yang tak lain adalah pintu asrama mereka. Dan dengan semangat, mereka ber-enam belas menggenggam kenop pintu itu bersama-sama dan mendorongnya kuat-kuat

Mereka segera menghambur masuk ke asrama mereka dan segera menempatkan diri pada kamar yang sudah tertera nama mereka

Krystal menghela napas sambil menghempaskan koper merah marunnya ke ranjang dengan posisi tepat di samping jendela, Krystal memilih ranjang itu karena ia suka langit malam

Yah, satu kamar di asrama ini memang diharuskan untuk 4 orang murid, dan Krystal sekamar dengan Park Jiyeon (Krystal sangat mensyukuri ini), Oh Hayoung (Dia terlihat tenang, Krystal menyukainya) dan Yoo Ara (Dia terlihat baik hati, Krystal sangat-sangat menyukainya)

Setelah berbaring sejenak untuk menghilangkan kepenatan, Krystal segera berdiri karena menyadari bahwa semua teman sekamarnya sedang berada di ruang rekreasi sekarang ini, dan akhirnya−dengan sedikit letih ia menyeret kakinya menuju ruang rekreasi asrama mereka

Dan semangatnya langsung timbul kembali ketika melihat bahwa hampir semua teman seasramanya tengah berada di ruang rekreasi, kedua sudut bibirnya sontak terangkat merespon senyuman ramah yang juga ia dapat dari berpasang-pasang mata di ruang ini

“Hey, kau Krystal Jung?” sapa seorang pemuda tinggi dengan kantung mata yang tampak seperti orang kurang tidur sambil berjalan menuju Krystal yang masih kerasan di posisinya semula, di ujung ruang rekreasi yang terhubung dengan lorong menuju masing-masing kamar

“Ya, salam kenal Jung Daehyun” sahut Krystal sambil tersenyum dan menjabat tangan Daehyun yang sejak beberapa detik yang lalu terulur dengan sukarela

Daehyun tampak sedikit terkejut−entah karena Krystal yang mengetahui namanya atau karena sensasi dingin yang ia rasakan ketika menyentuh telapak tangan Krystal, Krystal hanya terkekeh melihat reaksi Daehyun

“Ah, ya, salam kenal juga”

Lalu−dengan lagak seolah seorang Gentlemen, Daehyun menuntun Krystal menuju ruang rekreasi, dan Krystal hanya terkekeh dengan sikap Daehyun itu

Krystal lalu menempatkan dirinya di salah satu kursi beludru yang melingkari sebuah meja bundar besar di ujung ruang rekreasi

“Hai Krystal-ah” sapa Luhan yang duduk tepat di sebelah Krystal

“Hai Lu~” sahut Krystal sambil tersenyum senang

“Krystal Jung? Aku Yoo Ara, dan ini Oh Hayoung kita satu kamar kan?” ujar gadis berparas cantik yang duduk berseberangan dengan Krystal sambil menunjuk gadis berambut hitam di sebelah kirinya yang sekarang tengah melambai-lambai pada Krystal.

Krystal tersenyum dan membalas lambaian mereka

“Kau boleh memanggil Ara dengan ‘si pipi gendut’” sela seorang pemuda jangkung yang duduk tepat di sebelah kanan Ara, dan di sahut oleh sebuah tinjuan yang mendarat dengan sukses di lengannya

Krystal mengembangkan senyum kecil ketika pemuda bernama Park Chanyeol itu berhasil ia baca pikirannya

“Park Chanyeol-ssi, kau seharusnya jujur saja tentang…” belum selesai Krystal bicara, ia dikejutkan oleh percikan api yang disebabkan oleh tangan Park Chanyeol yang menggebrak meja, beberapa murid lain juga terkesiap oleh percikan api itu−dan beberapa gadis memekik kaget kemudian mengomeli Park Chanyeol

”Ya!” seru Chanyeol dengan suara beratnya dan menatap Krystal tak percaya, lalu segera menghampiri Krystal dengan panik

“Kau… tahu mengenai itu?” desis Chanyeol dengan panik sambil sedikit mencengkeram pundak Krystal

Krystal hanya mengangkat sudut bibir kirinya lalu mengangguk pelan

“Ya… tentu saja. Aku mind-reader” sahut Krystal santai, dan seketika membuat wajah Chanyeol pucat namun juga sedikit ada rona merah di pipinya

“Tolong rahasiakan ini. Kumohon dengan sangat” pinta Chanyeol sambil memasang tampang memelas

Mereka larut dalam transaksi mereka hingga tak menyadari tatapan aneh dari orang-orang di sekitar mereka

Krystal tersenyum

“Tentu saja, sebagai mind-reader, aku telah terbiasa menyimpan rahasia” ujar Krystal dan agaknya pernyataan Krystal tersebut dapat menenangkan pemuda dengan surai cokelat madu itu yang sekarang berjalan dengan hati-hati menuju tempatnya semula

Tak lama, pemuda berambut oranye menggebrak meja dengan semangat dan membuat perhatian semua orang teralihkan

“Ada apa V?” tanya seorang pemuda dengan surai merah gelap seraya menempatkan dirinya di salah satu kursi beludru tepat di sebelah pemuda yang ia panggil ‘V’ tersebut

“Karena kita teman satu asrama, ayo kita masing-masing memperkenalkan diri!” serunya bersemangat, dan tanpa persetujuan dari yang lainnya, ia memperkenalkan diri “Ya, Namaku Kim Taehyung, tapi panggil aku V! Aku seorang metamorphagus!” dan segera setelah ia mengucapkan identitasnya, rambut oranye-nya berubah warna menjadi kuning gading, dan disahut oleh decakkan kagum dari teman-temannya. V membusungkan dadanya bangga melihat respon akan ‘kelebihan’nya

“Nah, sekarang giliranmu, Kookie!” ujar V sambil menepuk pundak pemuda berambut merah disampingnya itu, membuat yang ditepuk mengaduh kesakitan lalu menghela napas

“Baiklah. Well−namaku Jeon Jungkook, tapi kumohon dengan sangat, jangan memanggilku Kookie, jujur saja, itu menggelikan.” Tutur Jungkook sambil melirik sinis V yang hanya bisa memamerkan deretan giginya sekarang “Dan aku, Wizard” lanjutnya sambil mengacak rambut V dan mengeluarkan sekuntum mawar merah dari sana−V tercengang kaget melihat itu dan agaknya ia sedikit ketakutan kalau-kalau ia pernah tidak sengaja menelan bibit bunga mawar dan sekarang bunga itu tumbuh dari kepalanya−lalu Jungkook menyodorkan bunga mawar itu kepada Naeun yang berada tepat di seberang Jungkook−yang tengah tersipu-sipu sekarang

Selanjutnya, Jiyeon−yang memang duduk tepat di sebelah Jungkook−berdiri dan dengan senyum cemerlang memperkenalkan dirinya

“Aku Park Jiyeon, aku teleporter” ujar Jiyeon percaya diri lalu berteleportasi ke kursi kosong di sebelah Krystal

See?” lanjutnya bangga sambil tersenyum dan mengendikkan bahu sebelum menghempaskan tubuhnya dengan senyum puas

Lalu seorang pemuda dengan rambut pirang dan mata sipit berdiri dengan senyum ala Cassanova

“Namaku Jang Wooyoung, aku Mutan, aku sangat cepat” ujarnya lalu ekor matanya menangkap seekor capung terbang melintas dan dengan sekali gerakan tangan capung itu tergeletak di meja dengan sayap yang patah. Semuanya berdecak kagum melihat itu, dan ia kembali menyunggingkan senyum Cassanova-nya sebelum kembali duduk

Selanjutnya, gadis berambut biru tua berwawasan luas yang kita kenali sebagai Summer, berdiri dan memperkenalkan diri

“Namaku Summer Jung, aku penyihir bulan. Salam kenal semua” ujarnya sambil membungkuk hormat

“Coba tunjukkan kelebihanmu!” kata Park Chanyeol, Summer hanya menyunggingkan senyum kebingungan, lalu Luhan menyelanya

“Ya! Tidak bisa, kelebihannya adalah membuat Supernova atau ledakang bintang, kalau ia menunjukkannya disini… ugh membayangkan pun aku tak mau. Apa kau gila?” pekik Luhan, dan agaknya sedikit membuat Summer terpana−eh, terpana?

“Whoaaaa, keren sekali!” seru V dengan mata berbinar “Aku sejak dulu ingin meledakkan bintang” gumamnya dan disahut oleh toyoran Jungkook di belakang kepalanya. Summer hanya terkekeh melihat keceriaan kawan-kawan seasramanya

“Ya, ya, aku selanjutnya” ujar Luhan sambil berdiri dengan mantap

“Namaku Xi Luhan, aku telekinator” ujarnya sambil mengangkat tangannya dan menyebabkan barang-barang yang berada diatas meja melayang-layang diudara

Semua berdecak kagum dan menggumamkan kata “Whoaaaaa” dan itu membuat Luhan sangat-sangat puas sebelum ia menurunkan semua barang-barang kembali

Krystal segera berdiri setelah menyadari bahwa sekarang gilirannya, dan ia berdeham terlebih dahulu sebelum mulai memperkenalkan diri

“Namaku Krystal Jung” ujarnya sambil menatap satu-persatu teman satu asramanya

“Terima kasih karena telah berpikir bahwa aku cantik, Jang Wooyoung” celetuk Krystal sambil tersenyum, membuat pemuda berambut blonde itu sedikit tersentak kaget sebelum kemudian tertawa karena mendapat sorakan dari yang lain

“Aku Mind-reader” gumam Krystal sambil mengerling jahil

Seketika suasana riuh, dan Krystal terkekeh melihat kekhawatiran teman-temannya−tentu saja, Krystal akan mengetahui semua rahasia mereka!

“Namun, aku tidak akan membeberkan rahasia kalian, para Mind-reader telah terbiasa menjadi penjaga rahasia” sambung Krystal sambil tersenyum penuh arti dan mengundang desahan lega seluruh teman-temannya

Krystal hanya terkekeh sebelum kemudian kembali duduk dan mendengarkan satu-persatu identitas teman-teman seasramanya dengan seksama

_

Hingga datangnya waktu makan siang

_

Krystal melangkahkan kakinya menyusuri koridor panjang dengan pilar-pilar tinggi itu sambil menatap murid-murid yang berjejalan sambil sesekali merespon perkataan teman-temannya−yang memang berjalan di dekatnya

Tiba-tiba, ekor matanya menangkap siluet seorang pemuda berkulit agak gelap. Entah apa yang menarik Krystal untuk menatap pemuda dengan dasi berwarna Hitam-Putih itu. Yang jelas, pemuda itu juga tengah menatapnya

Kedua bola mata itu saling mengunci dan membuat Krystal maupun pemuda itu menghentikkan langkahnya dan saling menatap satu sama lain

Ada desiran lembut yang merayap perlahan di dada Krystal, ia merasa tersihir oleh tatapan pemuda itu dan ia merasa darahnya menghangat. Ia tak nyaman, namun tak dapat melepaskan tatapannya

“Hey, untuk apa kau memandang si freak itu?” tegur seorang pemuda yang berdiri tepat disamping pemuda berkulit gelap tersebut

Krystal mengeryit tidak suka mendengar julukan yang ditujukan padanya itu−walaupun ia sudah menduga akan di juluki begitu−ingat kejadian saat penempatan asrama?

“Krystal-ah?” tegur Jiyeon−yang agaknya sedikit heran lantaran Krystal tiba-tiba menghentikkan langkahnya

“Ada apa?” tanya Jiyeon lagi sambil menepuk pelan pundak Krystal, dan menyebabkan gadis itu tersentak dan segera mengalihkan pandangannya pada Jiyeon

“Ng… Tidak ada” sahut Krystal sambil lalu

_

Krystal dan teman-temannya masuk ke ruang makan dan berdecak kagum karena tatanan ruang makan sudah berbeda dibanding saat mereka sarapan pagi tadi

Bangku-bangku itu bertambah panjang−bahkan menjadi sangat panjang sekarang

Namun jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 dan tepat diatas masing-masing meja, perisai berlambangkan asrama masing-masing melayang-layang

Jiyeon langsung menarik Krystal untuk duduk di kursi panjang yang berada di tengah−yang memang telah terisi oleh teman-teman satu asramanya dan beberapa seniornya

“Belum ada makanan yang tersedia? Tak biasanya” celetuk seorang pemuda yang duduk tepat di seberang Krystal. Krystal mengalihkan pandangannya pada pemuda berambut golden brownishtersebut

“Mungkin akan ada sesuatu, Sehun” sahut Krystal dan pemuda bernama Sehun itu hanya mengangguk-angguk

Namun sepertinya dugaan Krystal salah, tiba-tiba meja panjang yang semula kosong itu terisi oleh beraneka ragam makanan yang membuat air liur siapapun yang menatapnya terbit

Namun, Krystal merasa ada yang aneh dari makanan-makanan ini, ya, aneh. Krystal merasa aura yang membuatnya sedikit merinding ketika makanan-makanan itu muncul di hadapannya. Namun perasaan itu menghilang seiring berjalannya waktu

“Krystal-ah, bukankah ini menakjubkan?” celetuk Myungsoo yang duduk tepat di kiri Krystal

Krystal menoleh sejenak pada Myungsoo lalu menyunggingkan senyum terpaksa

“Ya, mungkin” sahutnya ragu. Entahlah, ia merasa ada yang janggal, ada yang salah…

Tapi, apa?

_

Krystal mengenyakkan pantatnya pada tepi ranjang berwarna merah marun itu sebelum membenamkan kepalanya diantara bantal-bantal

“Klee, kau tak apa?” tegur Ara yang tengah melintas sambil mengenakkan masker. Entah sejak kapan gadis itu memanggilnya dengan “Klee”

Krystal menegakkan tubuhnya sesaat lalu mengembangkan senyum tipis sebelum kembali membenamkan kepalanya. Hari yang panjang, menurutnya.

“Besok kita sudah mulai belajar, bersemangatlah” kata Hayoung sambil duduk di tepi ranjang Krystal dan membuat gadis itu dengan sedikit terpaksa menegakkan kepalanya

“Ya, aku antusias, kok. Aku hanya sedikit lelah. Hehe” kata Krystal sambil memamerkan deretan giginya sebelum kemudian kembali membenamkan kepalanya di bantal dan terjatuh ke alam mimpi

_

Hurry up…”

Krystal mengerutkan dahinya mendengar bisikan samar dari suara parau yang kasar di telinganya itu

Hurry up bec…”

Krystal mengerut heran mendengar bisikan itu makin jelas namun kalimatnya seperti terputus

Hurry up because…”

Krystal menajamkan pendengarannya tatkala ia mulai dapat membaca apa isi kalimat itu

Hurry up because we…”

Krystal menahan napasnya ketika ia merasakan deruan napas dingin mulai menjamah telinganya

Hurry up because we got…”

Krystal berusaha keras menahan detak jantungnya karena kalimat itu mulai terngiang terus di kepalanya

Hurry up because we got…”

Krystal sedikit mengeryit karena ia merasakan bulu kuduknya sedikit berdiri

Hurry up because we got no…”

Krystal merasa isi perutnya ditekan, dan ia merasakan bahaya yang besar.

Namun disisi lain ia merasa aman ketika rasa hangat mulai beringsut merayapi tubuhnya, sesuatu yang membahayakan di ujung sana, dan sesuatu yang melindungi di ujung lainnya. Namun Krystal tak memiliki cukup nyali untuk beringsut dari selimutnya dan menilik apa yang tengah terjadi

Tiba-tiba Krystal merasakan sesuatu yang menggelitik yang memaksanya untuk membuka matanya, dengan sedikit takut ia membuka perlahan kedua kelopak matanya, dan…

Hari sudah pagi.

Krystal termenung, masih pada posisinya semula, sesekali ia menggerutu dalam hati, dan terbersit keinginan untuk kembali memejamkan mata. Namun suara melengking Jiyeon memaksanya untuk mengurungkan niatnya

“Krystal-ah!!!”

Krystal mengusap matanya seraya menegakkan punggungnya dan menatap Jiyeon masih dengan pandangan buram

“Nanti aku dan Myungsoo ada kelas meramal, jadi kau dengan Luhan ya!” seru Jiyeon seraya mengenakkan jubahnya dan meninggalkan Krystal yang masih terpekur di ranjangnya

_

“Krystal-ah, aku duluan ya, aku harus menyiapkan peralatan alat-alat kelas Herbology hari ini, Proffesor Lockson yang memintaku” ujar Luhan buru-buru seraya menjejalkan pengaduknya ke tasnya yang berisi buku-buku tebal berdebu favorit Oh Sehun−si kutu buku tampan−Krystal terkekeh sendiri tatkala mengingat julukan yang diberikan Jiyeon kepada pemuda lugu itu

Krystal mengangguk mengerti lalu melambai pada sahabatnya itu.

Gadis bersurai cokelat itu meraih kenop pintu loker itu dengan cepat dan menariknya.

Namun, lho…?

Grek Grek

Krystal menarik lokernya sebanyak tiga kali, tak terbuka.

Ia kembali menariknya sebanyak lima kali, tak juga terbuka.

Lalu ia mencoba menarik pintu loker kuat-kuat, namun justru ia terpelanting kebelakang dan loker itu masih bergeming

Duk!

Akhirnya Krystal menendang pintu lokernya dengan geram sampai-sampai ujung kakinya berdenyut dan tak pelak membuatnya meringis kesakitan

Namun, alih-alih terbuka, tendangan Krystal tadi justru menyebabkan ‘kerusakan kecil’ pada pintu lokernya.
Krystal menggeram sebal sambil meniup poninya gerah

“Yaaaa! Luhan-ah mengapa kau justru tak ada disampingku disaat seperti ini!!” pekik Krystal frustasi sambil mengguncang-guncang lokernya

Grep

Sepasang tangan yang terjulur dari arah belakang Krystal menghentikan aktifitas gadis itu yang bisa dibilang ‘merusak’ fasilitas sekolah itu

Krystal tertegun, tubuhnya membeku, degup jantungnya berpacu sangat cepat dan matanya tak dapat lepas dari sepasang tangan yang tengah menari-nari dengan lincah membentuk simbol-simbol tertentu. Krystal berandai-andai, siapakah gerangan pemuda ini? Salah satu kenalannya kah? Myungsoo kah? Sehun? Daehyun? Wooyoung? V? Jungkook? Chanyeol? Atau… Byun Baekhyun?
Tiba-tiba ada seberkas cahaya berbentuk bidang-bidang geometris yang dipadukan berpendar, dan sesaat kemudian…

Cklek

Pintu loker Krystal terbuka dan berhasil membuat mata si empunya berbinar senang dan reflek memutar tubuhnya berhadapan dengan ‘penolong’nya tersebut

Namun Krystal terpaku tatkala menatap bola mata penolongnya tersebut. Pemuda jangkung berkulit gelap yang merupakan pemuda yang Krystal temui di lorong itu juga hanya terdiam menunggu respon Krystal

Kendati merasa hanya ditatap, ia berdeham guna menghilangkan kecanggungan

“Lokermu dimantrai, kali lain, berhati-hatilah. Kau bisa memasang pelindung di lokermu barangkali” ujar pemuda itu sambil tersenyum

Krystal memaksa mengangkat kedua sudut bibirnya, namun, ototnya lemas, berkedip pun dirasa berat.
Namun bagaimanapun, ia memaksa membuka rahangnya karena paling tidak ia harus berterima kasih, bukan?

“Terima… Kasih” ucap Krystal susah payah dan tingkah Krystal itu membuat pemuda itu terkekeh pelan dan kembali mengembangkan senyum

Krystal mengalihkan pandangan dari pemuda itu, ia berkilah dengan menatap arlojinya. Namun ia terkaget sendiri, pasalnya ia baru sadar bahwa ini sudah jam 08:25 p.m dan kelas Herbology dimulai pukul 08:30 p.m yang berarti 5 menit lagi

“Gawat, kelas Herbology akan segera dimulai!” pekik Krystal sambil menjejalkan beberapa buku tebal serta pengaduk ke dalam tasnya dengan panik

Krystal melirik pemuda itu, bermaksud mengucapkan selamat tinggal. Namun pemuda itu tampak tengah menimbang-nimbang sesuatu dalam benaknya dan kemudian−tanpa diduga−ia menarik tangan Krystal, lalu…

Pof!

Mereka berdua menghilang ditengah kepulan asap kehijauan, lalu mereka berdua muncul lagi tepat di depan ruang dimana kelas Herbology akan dilaksanakan.

Krystal menyandarkan punggungnya pada dinding seraya mengatur napas dan detak jantungnya

Pemuda itu merogoh sakunya lalu menyodorkan sebatang cokelat berbentuk segitiga−seperti yang diberikan Myungsoo sebagai penawar rasa sakit akibat teleportasi

“Namaku Kim Jongin. Tapi kuharap kau memanggilku Kai” ucap pemuda itu sambil mengangkat sudut bibir kirinya

Krystal menatap pemuda itu sejenak lalu beralih ke cokelat yang disodorkan pemuda itu dan menerimanya lalu kembali memaksa mengangkat kedua sudut bibirnya dan membentuk seulas senyum−untungnya, kali ini ia berhasil

“Terima kasih−lagi, Kai. Namaku Jung Soojung, tapi kuharap kau memanggilku Krystal.” Sahut Krystal menirukan cara bicara Kai.

Pemuda berkulit gelap itu tertawa, sedangkan yang ditertawakan hanya tersenyum

“Masuklah, kelasmu akan dimulai bukan?”

Krystal mengangguk cepat

“Sampai jumpa, Kai-ssi”

“Sampai bertemu lagi, Krystal-ah”

_

Krystal menghempaskan tubuhnya disatu-satunya kursi kosong disebelah Son Naeun, dan sesaat kemudian, Proffesor Lockson memasuki kelas dengan langkah berderap dan langsung memanggil Luhan yang tampak kewalahan dengan tabung-tabung dan pot-pot yang menggunung sampai menutup wajahnya

“Klee, tumben kau datang mepet waktu begini” celetuk Naeun sambil menoleh ke arah Krystal yang tengah mengusap peluhnya

Krystal tersenyum terpaksa

“Tadi ada sedikit masalah dengan lokerku” jawab Krystal, sejenak Naeun terdiam kemudian ia berjengit

“Apa? Kau juga?”

Krystal mengeryit mendengar pertanyaan Naeun

“Juga? Apa maksudmu?”

Naeun melirik ke kanan dan kiri seolah memastikan sesuatu kemudian ia menggeser tubuhnya mendekat ke arah Krystal

“Aku dan beberapa anak juga mengalami hal serupa”

Krystal membulatkan matanya tak percaya, bukankah, Jongin bilang lokernya dimantrai? Itu bukan sesuatu yang bisa terjadi secara kebetulan pada banyak orang bersamaan, bukan?

“Summer, Jungkook, Hayoung, Sehun. Dan kudengar beberapa murid asrama lain” jelas Naeun

Krystal mengeryit mendengar itu, apakah ini semua ada hubungannya dengan…?

|| To be continued ||

Haaaai, akhirnya lanjutan ff ini muncul juga :3 sebenernya udah selesai dari lama kok untuk chapter ini, cuma yaaa baru bisa di publish sekarang kkk

dan… chapter ini panjang? Atau kurang panjang? Alurnya kecepetan? Atau kelambatan? Oke kritik dan saran di comment box akan sangat membantu ;3

Ohiya sebagai bonus, aku kasih image Summer Jung ok kkk ;3 have fun~!

summer jung

9 thoughts on “[Chapter 2] The Qualified Qwartet

  1. Holaaaaaaa, ini apa? Astaga ini keren. Sumpah!
    (apa ini? dateng2–“)

    Fantasinya dapet banget, jadi bisa kebayangin sendiri. Apalagi ini ala2 hogwarts HarPot gitu kkk~

    haaa nyesel baru nemu ff ini, aseli ini tu.. wow!
    dan gaya bahasanya aku suka. Sederhana tapi ngena /cielah?/

    Castnya juag si klee juga luhan, wah kebetulan lagi suka pairing mereka. Mereka disini bakal jadi couple kan? jadi dong, harus. /maksa

    dududuh maap aku komen disini ya thor hehe bacanya agak ngebut dari chap sebelumnya. maapin aku~

    Aku Anseul, salam kenal^^~
    Ditunggu chap selanjutnya ya!

    p.s : uname kamu unik, anyway./abaikan/

    • Aw thanks x)

      Fantasinya dapet? Syukurlah, aku pusing sendiri nulisnya kkk. Ya bisa dibilang gitu hahaha

      Aw thanks padahal aku nggak pd sama gaya bahasaku loh x3

      Ah, lustal? XD jadi kopel gak yaaa kkk

      Iyaaa tak apa kok ;D

      Awkay, salam kenal seul^^ sipsip

      Haha, I love unique in some way kkk ;3 thanks for comment btw~

  2. ur welcome thor ;))
    duh berasa gaenak manggilnya thor thor (entar dikira thor yg ditipi kemaren), aku enaknya manggil apa ni? hehe

    Eiiii, itu bagus kali. bisa ngeciriin gitu kalo setiap baca ff lsg ngeuh ‘ini pasti author ilo.ve.aj’ kkk~

    ho~ harus couple dong, ntar aku kirim rambut blondenya si klee deh buat imbalan wkwk

    salam balik juga thor/eh, thor lagi/plak xD

  3. ur welcome thor ;))
    duh berasa gaenak manggilnya thor thor (entar dikira thor yg ditipi kemaren), aku enaknya manggil apa ni? hehe

    Eiiii, itu bagus kali. bisa ngeciriin gitu kalo setiap baca ff lsg ngeuh ‘ini pasti author ilo.ve.aj’ kkk~

    ho~ harus couple dong, ntar aku kirim rambut blondenya si klee deh buat imbalan wkwk

    salam kenal balik juga thor/eh, thor lagi/plak xD

  4. Myungsoo jarang muncul dipart ini..T.T
    Apa pngaruh baekhyun ya? Spertinya ia peran besar juga..apa Kai juga???
    Msih dlm keadaan misteri..sru..
    Next^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s