[PROLOG] Slow With Me

slowwm

SLOW WITH ME || CAST : YOO AH IN – HA JI WON – AHN JAE HYUN – PARK SHIN HYE || GENRE : ROMANCE – CRIME || LENGTH : CHAPTERED || RATING: PG-16|| AUTHOR: BAYUNAVANTO (@bayunavanto)

SLOW WITH ME [PROLOG]

 

 

Ini mungkin bukan hari dimana semua orang menanti-nanti kedatangannya, tetapi tidak dengan sepasang suami istri ini, karena tepat hari ini senin 1995 November 24 adalah hari yang sudah sangat dinanti nanti sejak 3 tahun silam, pasalnya tepat hari ini adalah hari kelahiran anak pertama mereka, wajar kalau mereka berdua sangat tidak sabar untuk melihat, menimang dan mengajari anak pertamanya keluar ke dunia keduanya.

 

Pukul menunjukan pukul 08:00 pm tetapi belum ada tanda-tanda sang istri akan melahirkan, sang istri mulai cemas akan situasi dan dalam kondisi seperti ini, sang suami berusaha untuk menenangkan sang tambatan hatinya itu, sampai pukul 10:00 pm, sang istri mulai merasakan ada konstraksi hebatdi bagian bawah perutnya, dengan sigap, sang suami segera memanggil team medis, benar saja tak selang beberapa menit terdengar suara tangisan bayi, sang suami yang menunggu di luar ruang bersalinpun terharu mendengar suara tangisan bayi tersebut, akhirnya sekarang utuh juga keanggotaan keluarga kecilnya itu, selang 15 menit sang suami di perbolehkan menengok istrinya.

 

Dengan senyum sumringah yang mengembang di bibirnya Yoo In Seuk memberi kecupan manis pada putra pertamanya itu, tangis bahagia tak terlekakan lagi.

 

“Chagiya, gomawo” ujar In Seuk singkat sembari memberi kecupan manis nan hangat di bibir istrinya itu.

 

 

 

12 month leter

In Seuk dan keluarga kecilnya itu tengah berjalan-jalan sore di trotora jalan ruko-ruko megah berdiri berjejer, seraya membentuk formasi benteng pertahanan. Tak lama berjalan beberapa blok, sang istri  berhenti dan menatap sebuah bangunan ruko yang tepat berdiri di depan mereka. In Seuk tahu apa yang di rasakan istrinya itu, dia merangkulistrinya itu sambil mengisyaratkan untuk lanjut berjalan.

 

Malam hari itu adalah malam hari tersunyi semenjak adanya sang buah hati hadir di dalam kehidupan mereka, sunyi bukan karena tak ada tangisan bayi, bunyi televisi atau apapun itu, tetapi sunyi hati yang di rasakan oleh In Seuk. Dia takut akan hal bila dia tak dapat melunasi hutang yang meilit erat pikirannya itu.

 

Sang istri yang sehabi menidurkan anaknya itu mendekati In Suk di balkon rumah mereka.

“Kita pasti bisa melewati ini” ujarnya memenangkan suasana hati In Suk

“Ya, aku yakin akan hal itu, yang terpenting adalah kelak jika Yoo Ah In dewasa dia jangan tahu akan hal ini, cukup aku saja yang menanggungnya”

“Jangan risau, sebelum hal itu terjadi, kita sudah terbebas dari belenggu ini”.

 

4 years later

“Ayah, Ah In mau berangkat sekola, ayolah cepat ayah, nanti Ah In terlambat”dengan logat dan tingkah lugunya itu, Ah In merengek untuk cepat-cepat berangkat.

“Iya Ah In sayang sebentar” jawab In Seuk sambil memberesi pakaian yang ia kenakan

 

Ah In berpamitan kepada ibunya sebelum ia berangkat, dia melambaikan tanagn ke arah ibunya sambil berjalan keluar rumah bergandengan tangan dengan Ayahnya. Nampak raut muka bocah 5 tahun itu sangat gembira, bagaimana tidak, ini adalah hari pertama dalam sejarah hidupnya untuk bersekolah, dengan penuh semangat dan gairah untuk menuntuk ilmu, Ah In berjalan dengan sangat semangat,in Seuk yang meilhat polah tingkah anaknya yang masih lugu itu, hanya bisa tersenyum pilu, pilu karena pikirannya yang masih kalut takut untuk tidak bisa membiayai kelanjutan sekolah anak semata wayangnya itu.

 

Sesampainya di depan pintu gerbang taman kanak-kanak, Ah In melihat anak semuruannya turun dari mobil Sedan mewah berwarna hitam, ketika berpapasan dengan anak tersebut, dengan sopannya dan tanpa di komando oleh ayahnya, Ah In memberi salam kepada ank tersebut, namun sapaan Ah in itu, tidak mendapat balasan yang mengenakan, anak itu terus berjalan masuk ke taman kanak-kanak tanpa memperhatikan Ah in dan sapaannya itu, In Seuk yang melihatnya, berlutut dan memegang kedua bahu anak terhebatnya itu.

“Ah In walau orang-orang tidak menyukai kita, walaupun orang – orang tidak merespon kita, walaupun orang menganggap kita sebelah mata, satu hal yang perlu Ah In pertahankan, ‘Sopan Santun’ itu yang harus Ah In jaga, jangan sampai Ah In menjadi orang yang sombong, yang picik, karena orang yang sopan santun adalah jiwa yang besar, sedangkan orang yang sombong dan picik adalah orang yang besar emosi, pahamkan apa yang dikatakan ayah?”

“Ne” jawab Ah In singkat, “Ah In akan menjadi orang yang terhebat yang dibanggakan bangsa” lanjut Ah In penuh semangat. In Seuk tersenyum melihat polah tingkah anaknya itu

 

 

Di depan pintu kelas, Ah In melihat sekeliling mencari bangku kosong yang nantinya akan ia tempati untuk menimba ilmu, agar menjadi modal masa depannya itu. Dia menemukan sebuah bangku yang belum berpemilik itu, lantah Ah In menuju bangku tersebut, ternyata tempat duduk seblahnya sudah ada yang memiliki, manik-manik matanya itu berputar ke setiap sudut ruang kelas mencari siapa yang sudah menjadi tuan dari bangku sebelahnya tersebut, selang beberapa waktu Ah In mencari siapa tuan dari bangku tersebut, seorang gadis kecil berjalan mendekatinya, ternyata dialah sang tuan dari bangku tersebut, awalnya Ah in mengurungkan niatnya untuk duduk di bangku tersebut mengingat sebelahnya adalah seorang wanita, tetapi hal itu urung ia lakukan karena tak ada lagi bangku kosong tersisa untuk ia duduki.

 

“A-Annyeong” sapa Ah in sedikit ragu kepada gadis kecil tersebut.

“Ne Annyeong” balas sang gadis dengan sopan

“Boleh aku menempati bangku di sebelahmu itu?” tanya Ah In lugu

“Ne, tentu saja, silakan” balas gadis itu. Lantas Yoo Ah In-pun menanggalkan tasnya di bangku tersebut dan duduk.

 

“Ha Ji won imnida” ucap gadis tersebut memperkenalkan namanya sambil mengulurkan tangannya

“Yoo Ah In imnida”balas Ah In, dan merekapun berjabat tangan.

Ha Ji Won adalahtean pertamanya di sekolah

Jam istirahatpun tiba, karena Ah In hanya baru mengenal Ji Won, begitupun sebaliknya. Kemana-mana mereka berdua selal berdampingan, saat Ah in melewati selasar pinggiran gedung sekolah tanpa dia ketahui, sebuah bola telah menghantam kepalanya tersebut, tidak keras memang, tetapi cukup untuk mendorong Ah In sampai terjatuh ke tanah.

“Ah In-ya, kau tidak apa-apa?” lukas Ji Won sambil membantu Ah In untuk berdiri

“Aku tidak apa-apa, terima kasih” ungkap Ah in sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pening itu.

Selang beberapa waktu, yang empunya bola-pun menghampiri Ah in.

“YA! Kau ini kalau jalan lihat-lihat, sudah tahu ada orang bermain bola, kamu tetap saja lewat, mana pakai jatuh segala lagi, kau laki-laki atau bukan, baru begitu saja sudah terjatuh” ujar anak laki-laki dengan begitu angkuh dan sombongnya.

Ah In yang merasa harga dirinya itu di lecehkan mulai tersulut amarahnya, tetapi di cegah oleh Ji Won, sehinga ia mengurungkan niatnya untuk berkelahi dengan anak laki-laki yang angkuh dan sombong tersebut.

“Kau mau berkelahi ayo, siapa takut” ujar anak laki-laki tersebut.

“Sudahlah Ah In jangan ladeni dia, lebih baik kita pergi saja” ucap Ji Won sambil menarik tangan Ah In untuk pergi menjauh

“Hah looser” celetuk anak tersebut.

Ah In kini benar-benar marah, tetapi sekali lagi, Ji Won berhasil meredam amarahnya supaya jangan sampai berbuat hal yang konyol. Perlahan tapi pasti, dia berjalan meninggalkan anak tersebut. Sejenak baru ia sadar, bahwa anak tersebut adalah anak yang tadi ia temui di depan pintu gerbang sekolah.

 

Dengan tatapan dan lirikan yang tajam, Ah In menengok ke belakan seraya mengisyaratkan bahwa suatu saat nanti, Ah In akan tunjukan kepada anak sombong dan angkuh tersebut bahwa dia bisa melebihi segala sesuatu apa yang iya punya.

 

 

A/N : Maaf-maaf jarang update kekeke, lagi sibuk kerja cari duit buat hidup di masa depan sih hhhh, overall ini comeback aku dari long hiatus, semoga pada suka yah

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s