[CHAPTERED] ANGEL : “Eight Move”

angel new

Tittle : Angel
Author : deerdewi
Main Cast : EXO, Apink, BAP, Girls Day
Genre : Fantasy, Supranatural
Length : Chaptered
Kata Author :
Huaaa aku diserang readers di twitter gegara kelamaan XD
Maaf yaps kawan kawan aku habis liburan nih terus sibuk banget sekarang-sekarang ini.
Setelah jelas perannya mau ganti poster lagi aaahh XD
Thanks for all readers yang udah baca dan komen ^^
Keep supporting me~!  Kritik & Saran bisa mention ke @derah1994 ^^

PREVIOUS PART :
Perang semakin dekat, para penjaga mulai mengerahkan tenaga ekstranya untuk menangkap dua belas kekuatan sebelum perang benar terjadi. Mereka mulai bergerak mencari guci untuk mengurung dua belas kekuatan itu. Siapa musuh mereka sebenarnya? Kekuatan-kekuatan itu kah? Atau ada sosok lain? Tak ada yang tahu. Namun bulan dan mentari sudah memilih wakil mereka untuk membantu langit dan bumi. Akankah apa yang mereka takut kan terjadi?

Missed the previous story?
Click PART 1 PART 2PART 3 PART 4 PART 5PART 6 PART 7

====================================== PART 8 ====================================

“……Son Naeun. Kau adalah Putri Surya, Naeun” Naeun tiba-tiba mengingat kejadian terakhir yang menimpa dirinya. Ia sedang berada di rumah Jongin karena khawatir dengan pria itu namun tiba-tiba saat ia tersentuh kulit dingin Minseok, sehingga ia tak sadarkan diri. Ia benar-benar tak mengerti apa yang terjadi padanya, namun saat ini ia tak bisa menggerakkan badannya atau melihat apa pun. “Kerah kan tenagamu Naeun, kerah kan lebih kuat. Kau pasti bisa lolos” Naeun mengerahkan segala kekuatannya untuk menggerakkan badannya.

 

KRETEKK

 

Ia bisa menggerakkan jari dan tangannya.

 

KREKKEK

 

Ia mulai bisa merasakan udara masuk ke paru-parunya.

 

PRANGG

 

“NAEUN!!” seseorang menangkap tubuh Naeun yang lemah tak sanggup berdiri.

“Jong…in” Naeun menyahut dengan nada suara lemahnya. Jongin merebahkan tubuh Naeun di atas sofanya. Rumahnya telah kembali normal berkat bantuan wanita tak dikenal yang ditemukan Jongdae di loteng rumahnya. Minseok dan Yixing pun telah sadarkan diri setelah wanita itu menjentikkan jarinya. Entah kekuatan apa yang dimiliki wanita itu yang Jongin tahu ia sangat membantu.

“Naeun, gwenchana?” Jongin mengelus wajah pucat Naeun. Naeun hanya memejamkan matanya, ia merasa sangat lemah dan lelah.

“Biar kucoba membantunya” ujar pria dengan bahasa korea seadanya itu. Ia menyentuh dahi Naeun, cahaya putih keluar dari dahi Naeun. Naeun tak menjerit atau merasa kesakitan, ia hanya merasa dirinya semakin lelah dan mengantuk.

“Coba singkirkan tanganmu dari dahi wanita itu” ucap gadis cantik berbibir merah merona itu. Yixing menyingkirkan tangannya namun cahaya putih itu tak kunjung memudar. “Hmm.. ada yang aneh dengan dia!” ucap gadis itu.

“Apanya yang aneh?” Tanya Jongin khawatir.

“Bukankah cahaya penyembuh milik healer itu berwarna biru? Kenapa tubuh wanita itu berpendar dengan cahaya putih? Yang aku tahu….” Ucapannya terhenti seketika.

“Apa? Apa yang kau tahu?” Tanya Jongin mendesaknya.

“Maaf aku harus pergi! Kekasihku, aku akan mendatangimu lagi jadi jangan mendekati gadis lain! Mengerti?” gadis itu menghilang dari pandangan mereka.

“Jongdae, apakah dia benar-benar aman?” Tanya minseok.

“Entahlah, tapi untuk saat ini kita hanya bisa mempercayainya” ucap Jongdae. Jongin menggenggam tangan Naeun erat berharap ia baik-baik saja.

 

***

 

Hyeri dan Minah masih berada di tempat flame dan wind sedang menjelaskan tentang apa yang ingin mereka ketahui.

“Jadi maksudmu di dalam tubuh kami ada kekuatan dahsyat milik kaum langit? Jadi orang yang mengincarku selama ini adalah makhluk langit yang ingin mengambil kekuatan ini dari tubuhku?” Tanya Chanyeol.

“Aku tidak tahu apakah dia makhluk langit atau sosok yang ingin menguasai kekuatan kalian. Yang pasti kami disini hanya ingin membantu kalian agar kalian tidak berada di tangan yang salah” jelas Minah.

“Lalu apa pria yang mengejar adikku adalah orang jahat?” Tanya Chorong.

“Siapa yang tahu? Tapi jika kalian ingin selamat, caranya hanya satu yaitu dengarkan kami. Aku minta pada kalian jangan percaya pada siapapun” jawab Hyeri.

“Lalu bagaimana cara menguasai kekuatan ini? Kalian akan mengajari kami bukan?” Tanya Sehun.

“Apa tujuanmu menguasai kekuatan itu?” Hyeri balik bertanya.

“Untuk melindungi diri kami tentu saja! Bagaimana jika kami bertemu dengan sosok jahat itu? Kau ingin kami diam saja?” Sehun menaikkan nada suaranya.

“Jangan bicara dengan nada seperti itu padaku!” Hyeri tak terima. “Kekuatan yang kalian miliki bukan kekuatan sembarangan, jika kau belajar menguasainya apa kau yakin kau masih akan hidup?” Tanya Hyeri.

“Kami akan membantu, tapi tidak sekarang” ucap Minah.

“Minah!” Hyeri ingin protes namun Minah memandangnya dengan pandangan ‘tenang saja’. “Asal ingat, kalian tidak bisa menggunakan kekuatan itu tanpa seizin kami. Mengerti?” Minah menekankan kata-katanya. Seketika Minah dan Hyeri terdiam cukup lama sebelum saling memandang satu sama lain. “Kami harus pergi! Jangan gunakan kekuatan itu tanpa izin kami, aku mohon kalian camkan hal itu” Minah dan Hyeri menghilang seketika.

 

 

“Kalian percaya pada mereka? Bagaimana kalau mereka lah yang jahat?” Tanya Chorong.

“Aku setuju dengan Chorong eonni, kalian tidak mengenal mereka. Bagaimana kita tahu mereka pihak yang baik?” Hayoung menyetujui.

“Tapi untuk saat ini kita harus mempercayai mereka” Sehun berkomentar.

“Atau memanfaatkan mereka” ucap Chanyeol yang sukses mendapat pandangan dari semua orang di ruangan itu. “Kita ikuti apa mau mereka, ketika kita tahu apa yang harus kita lakukan dengan kekuatan ini kita sudah tak harus mendengarkan mereka lagi” lanjutnya.

“Chanyeol, itu sungguh berbahaya” ucap Chorong.

“Aku setuju, apapun itu kita hanya akan mengambil keuntungan dari mereka. Aku juga tak bisa mempercayai mereka seratus persen” Sehun menyetujui.

“Kalian ini…” Chorong hanya menggelengkan kepalanya.

 

***

 

“Jongup, kau yakin ini jalan yang benar menuju kerajaan bumi?” Tanya Youngjae.

“Aku yakin, Daehyun sudah memberi arahan sebelumnya” jawab Jongup.

“Aku tidak suka berada disini, aku benar-benar merasa lemah” ucap Junhong.

“Aku juga! Kenapa harus kita yang berada disini” keluh Youngjae. Youngjae, Jongup, dan Junhong sudah berada di dalam lorong gelap yang terbuat dari tanah mirip sebuah gua. Lorong itu gelap dan sangat panjang, hanya cahaya samar yang ada di lorong itu.

“Hei apa itu?” Tanya Jongup. Dari ujung lorong terlihat sebuah api menyala, api itu semakin dekat dan terus mendekat ke arah mereka berdiri. Api itu berderet di dinding lorong seperti obor untuk menerangi jalan mereka. Di ujung lorong mereka dapat melihat sebuah pintu raksasa yang terbuat dari besi dan kayu.

“Itu pasti jalan masuknya” ucap Junhong.

“Jalan masuk kemana?” Tanya seorang gadis yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. Mereka berbalik untuk melihat sumber suara itu dan mendapati seorang gadis berambut hitam panjang dengan bibir merah merona.

“Si..siapa kau?” Youngjae terlihat gugup ketika melihat sosok itu.

“Pemilik kerajaan ini tentu saja” ucap gadis itu mendekati mereka seraya mengendus bau tubuh mereka dari jauh. “Apa yang dilakukan kaum langit disini?” tanyanya.

“Pemilik? Pemilik kerajaan ini sudah pasti dewa bumi, yang namanya dewa itu laki-laki. Jika dewa bumi adalah wanita seharusnya ia dipanggil dewi seperti ratu kami” ucap Jongup. Tiba-tiba dari kiri dan kanan gadis itu muncul sosok lainnya.

“Ada apa ini Yura? Bagaimana bisa ada orang yang masuk kesini?” Tanya sosok gadis berambut panjang lainnya dengan bibir yang sama merahnya.

“Ada kaum langit yang masuk kesini Minah, entah apa yang mereka cari” jawab gadis yang dipanggil Yura.

“Apa perlu kita panggil Sojin?” Tanya gadis lain dengan rambut sebahunya.

“Tidak perlu, Sojin harus menyelesaikan urusannya” jawab Minah. “Kalian mau apa datang kesini? Kalian tahu bukan kalau makhluk langit tidak bisa bertahan lama disini, bumi akan menyerap energi kalian” Tanya Minah.

“Bagaimana dengan kalian? Siapa kalian sebenarnya?” Tanya Youngjae.

“Kami dewa bumi” jawab Minah.

“Kalian bercanda? Apa dewa bumi ada tiga? Dan semuanya wanita? Aku tak percaya” ujar Junhong.

“Kami ada empat, dan asal kalian tahu kami bisa merubah diri kami menjadi apapun yang kami inginkan. Seorang gadis, pria, binatang, atau apapun. Kami ini satu, hanya kami membelah diri” jelas gadis berambut sebahu bernama Hyeri itu.

“Ada apa ini sebenarnya? Jadi dewa langit itu tidak berwujud seperti dewi langit?” Jongup berbisik pada dua temannya.

“Ini satu dari kekuatan kami. Jika di langit sang dewi memiliki kemampuan untuk menciptakan kekuatan dan memasukkannya kedalam tubuh para ajudannya untuk mengurus segala urusan langit, di bumi kami bisa membelah diri dan berubah menjadi apapun yang kami inginkan untuk mengurus urusan bumi. Intinya, kami tak punya pasukan seperti ratu kalian, kami mengurus segalanya sendiri” jelas Minah seakan mendengar bisikan Jongup. Tiba-tiba saja lorong itu berguncang hebat, makhluk langit yang berada di dalam lorong itu tak bisa menjaga keseimbangan mereka dan ikut terguncang.

“Sesuatu terjadi pasti ada yang tidak beres” ujar Hyeri.

“Minah! Hyeri! Ada seseorang jatuh ke dalam kerajaan” sosok gadis berambut coklat tiba-tiba muncul. “Cepat lakukan sesuatu” ujar orang itu. Ia melirik tiga pemuda yang tadi berbincang dengan sosok dirinya yang lain. “Siapa mereka?” Tanya sosok itu.

“Makhluk langit” jawab Yura. Guncangan berhenti seketika.

“Cepat masuk, kalian bertiga jika ingin masuk kami persilakan” ucap sosok itu lagi. Pintu raksasa itu menghilang tertelan tanah yang mereka injak, menampilkan interior ruangan yang sangat megah dan mewah. Ada empat kursi singgasana, mereka tahu itu singgasana karena persis seperti milik ratu mereka Sang Dewi Langit. Di sekeliling ruangan itu ada meja yang diatasnya terdapat banyak makanan. Interiornya full dengan warna emas, coklat dan kuning. Ada sebuah cermin besar di tengah ruangan itu yang menampilkan sosok dua wanita yang mereka temui sebelumnya.

“Aku Sojin, kalian harusnya sudah tahu siapa aku. Dan aku sudah tahu apa maksud kedatangan kalian kesini, tapi aku minta maaf apa yang kalian cari tidak bisa kami berikan” ucap gadis bernama Sojin itu.

“Apa maksudmu?” Tanya Youngjae. Sojin memperhatikan cermin itu yang menampakan Hyeri dan Minah membawa sosok seorang pria menuju permukaan.

“Itu pasti earth, hanya dia yang bisa membobol kerajaan bumi” ucap Sojin. Ruangan itu kembali bergetar, tidak sedahsyat sebelumnya hanya merupakan getaran kecil. “Yura lebih baik kau periksa permukaan, aku akan menjamu tamu kita” ucap Sojin lagi. Yura langsung menghilang dalam hitungan detik.

“Apa ini akibat kekuatan Dewi Langit?” Tanya Jongup penasaran.

“Benar! Kalian makhluk langit benar-benar membuat susah kami” jawab Sojin.

“Tapi apa yang kau maksud dengan tak bisa memberi apa yang kami inginkan? Kau tahu apa yang kami inginkan akan menstabilkan bumi kembali bukan?” Youngjae kembali bertanya.

“Guci itu, guci pengurung kekuatan yang kalian inginkan telah dicuri” jawab Sojin.

“APA?!” ucap Jongup, Youngjae, dan Junhong bersamaan.

“Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi sepertinya ada yang mendahului kalian” ujar Sojin. “Aku tidak tahu apa yang kalian hadapi, entah siapa dan bagaimana tapi sepertinya sosok ini selangkah lebih cepat dari kalian” jelasnya.

“Tapi tidak ada yang tahu misi kami selain kami berenam, Sang Dewi, dan seorang angel. Bagaimana mungkin ada yang mendahului kami? Bahkan kami tidak tahu siapa musuh kami” ujar Youngjae.

“Aku tidak tahu, yang aku tahu sosok ini benar-benar lihai memainkan perannya” Sojin berkomentar.

“Jika kami tidak mempunyai guci itu lalu bagaimana kami bisa menangkap kekuatan itu? Bagaimana kami bisa menang jika sosok itu muncul?” Tanya Junhong.

“Aku tidak bisa membantu apapun. Tapi kami berempat sudah berusaha untuk mengawasi empat kekuatan berbahaya yang Dewi Langit katakan. Wind, Flame, Water, dan Lightning kami berusaha untuk memenangkan mereka sebelum sosok itu menguasai mereka” ujar Sojin.

“Mengawasi?” Tanya Youngjae. “Kalian yakin kalian berada dipihak kami?” Youngjae terlihat menyelidik.

“Kau tidak percaya? Dewi Langit sudah memperingati kami tentang apa yang akan terjadi, dan kalian harus tahu! Cara yang kalian gunakan untuk menangkap kekuatan-kekuatan itu salah! Harusnya kalian mendekati mereka dan menjadikan mereka teman kalian bukan malah melawan mereka dan menjadikan diri kalian musuh mereka! Bagaimana jika sosok itu selangkah lebih pintar? Bagaimana jika sosok itu berhasil mengusai mereka? Kalian yang hancur! Ini hal yang bisa kami bantu, kami berempat akan mengawasi empat kekuatan disaster itu dan kalian lebih baik berusaha untuk menjadikan mereka teman kalian sebelum mereka bergerak kearah yang salah, mengerti?” Sojin menghentakkan kakinya dan tanah yang dipijak Youngjae, Jongup, dan Junhong naik hingga mendorong tubuh mereka keluar dari dalam menuju permukaan.

“ARGHH” mereka terlempar kepermukaan dan terjatuh entah dimana.

“Aishh kau membuatnya marah Youngjae! Sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa yang bisa kita katakan pada Himchan, Yongguk, dan Daehyun?” Tanya Jongup.

“Entahlah, kita harus kembali menyusun rencana! Ayo pergi” ajak Youngjae.

 

***

 

Minah dan Hyeri berhasil mengeluarkan pemuda yang terkurung di dalam tanah itu. Pemuda itu masih tak sadarkan diri.

“Sekarang apa yang harus kita lakukan?” Tanya Hyeri pada Minah.

“Ke rumah sakit? Kurasa kita harus membawanya ke rumah sakit” Minah berpendapat.

“Tapi pria ini tadi tidak sendirian bukan? Kemana temannya pergi?” Tanya Hyeri lagi.

“Bagaimana kau tahu ia tidak sendirian?” Tanya Minah heran.

“Kau tidak menciumnya? Ada bau lain disini” jawab Hyeri.

“Hyeri… kau tahu kan penciuman kita itu hanya…” Minah menatap Hyeri. Hyeri membulatkan matanya dan menatap sekelilingnya. “Kita harus membawanya ke rumah sakit! Sekarang!” Minah dan Hyeri menghilang dari tempat mereka berdiri bersama tubuh pemuda yang tadi mereka bawa.

 

***

 

Yura muncul di sebuah tanah lapang, terlihat sosok seorang pria yang terbungkus selaput transparan.

“Astaga ini pasti satu dari kekuatan Dewi Langit! Apa yang harus kulakukan? Bagaimana ini manusia itu bisa mati” Yura mendekati sosok itu namun tubuhnya terlempar begitu saja. Sesosok makhluk terbang dan mendekati selaput itu, hanya dengan sentuhan kecil makhluk bersayap itu berhasil memecahkan selaput itu. Ia menangkap tubuh yang terlepas jeratan selaput itu dan hendak membawanya pergi. “HEY SIAPA KAU!!” Yura tak bisa terbang mengikuti makhluk itu namun ia bisa berlari dengan cepat. Yura menyentuh sebuah pohon hingga pohon itu bertambah tinggi dan menghalangi jalan makhluk itu. Makhluk itu menatap garang Yura, mereka beradu pandang. “Kau…. Bukankah kau…” makhluk itu melemparkan tubuh pria yang ia gendong sebelumnya kearah Yura. Yura tersentak kaget sebelum refleks menangkap tubuh itu. Dalam sekejap mata sosok makhluk yang ia lihat sebelumnya menghilang dari pandangannya. “Sial! Jadi dia biang keladinya? Aku harus memberi tahu yang lain!”

 

***

 

Junmyun masih terngiang ucapan wanita yang ia temui sebelumnnya. Ia hanya menundukkan kepalanya dan terus berpikir hingga ia menabrak seseorang.

“Ah mian” ucap Junmyun.

Gwenchana” balas orang yang ia tabrak. Junmyun melanjutkan langkahnya tanpa memandang orang itu. “Chogiyo…” panggil orang itu. Junmyun berbalik untuk menatap orang itu. “Kim Junmyun, kau kah itu?” Tanya orang itu dengan senyum terukir diwajahnya.

“Ya ini aku, nuguseyo?” Tanya Junmyun.

“YAH! Kau tidak mengingatku? Aku tahu ini sudah lama sekali sejak terakhir kali aku melihatmu di Busan, tapi kau tidak seharusnya melupakanku!” orang itu mengerucutkan bibirnya. Junmyun tampak berpikir sejenak.

“Ah! Jung Eunji! Kau… Kau Jung Eunji kah?” Tanya Junmyun dan dijawab dengan anggukan oleh orang itu.

“Lama tak bertemu Jun-man!” Eunji menepuk bahu Junmyun dan tersenyum senang.

“Yah jangan memanggilku begitu lagi! Aku sudah 24 tahun, kau tahu kan?” ucap Junmyun tertawa. “Kau sedang apa disini? Di Seoul?” Tanya Junmyun.

“Aku sudah lama pindah ke Seoul asal kau tahu! Dan aku sedang menjenguk temanku disini, sesuatu yang aneh terjadi pada dua temanku” ucap Eunji.

“Aneh? Apa yang terjadi?” Tanya Junmyun lagi.

“Jika kuceritakan belum tentu kau percaya! Ini benar-benar aneh” jawab Eunji.

“Yah apa mungkin aku tak percaya padamu?” Junmyun merangkul bahu Eunji. Eunji hanya tertawa menatap wajah Junmyun.

“Salah satu temanku ia terbang, aku tidak tahu bagaimana tapi ia mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata lalu terbang. Tiba-tiba saja aku mendapat kabar ia ada disini. Dan temanku yang lain, ia masuk ke dalam tanah. Aku tidak begitu paham tentang hal itu karena bukan aku yang menyaksikan” ucap Eunji. Wajah Junmyun berubah menjadi serius mendengarkan penjelasan Eunji.

“Apa sebelumnya ia merasa kesakitan? Apa ada simbol yang terpahat di kakinya?” Tanya Junmyun.

“Aku tidak tahu soal simbol yang kau katakan, tapi iya kau benar. Sebelum ia terangkat ke udara ia berteriak karena kakinya tidak bisa bergerak” jawab Eunji.

“Bisakah aku bertemu dengan temanmu?” Tanya Junmyun.

“Oh baiklah” ujar Eunji. Eunji memimpin perjalanan menuju kamar temannya.

 

“Eunji!!” seorang gadis berkuncir kuda berlari mendekati Eunji dengan seorang pria disebelahnya.

“Kau!” Junmyun dan pria itu saling menunjuk merasa mengenali satu sama lain.

“Kalian saling kenal? Ah Junmyun! Ini Bomi, temanku. Dan…”Eunji menghentikan ucapannya karena ia bingung bagaimana mengenalkan pria yang tak ia kenal pada Junmyun.

“Namanya Jongdae, benar kan?” Tanya Junmyun. “Aku kenal padanya” tambahnya.

“Iya kau benar, ini Jongdae. Dia teman kecilku. Bagaimana kalian saling mengenal?” ucap Bomi.

“Ceritanya panjang” jawab Junmyun seadanya.

“Oh iya kalian ingin kemana?” Tanya Eunji.

“Setelah mendengar ceritaku tentang Kyungsoo, ia ingin melihat Kyungsoo” jawab Bomi.

“Apa kau sudah mendengarnya juga?” Tanya Jongdae yang mendapat anggukan dari Junmyun. “Tadinya aku hendak mengunjungi adikmu sebelum aku bertemu dengan Bomi dan mendengar ceritanya” lanjutnya. “Tapi kalian berdua tidak apa-apa? Ini agak aneh” ucap Jongdae lagi.

“Kenapa?” Tanya Eunji.

“Aku kenal dua orang gadis yang menyaksikan keanehan seperti kalian dan mereka terluka, satu dari mereka adalah adik Junmyun” jawab Jongdae.

“Benarkah?” Eunji kembali bertanya. Junmyun hanya mengangguk dan masih merasa bersalah dengan kejadian yang menimpa adiknya.

“Siapa satu lagi?” Tanya Bomi.

“Ia seorang anak yatim piatu, teman adikku. Tapi keadaannya sudah lebih baik” jawab Jongdae.

“Lebih baik kita segera menengok teman kalian” ajak Junmyun. Mereka memasuki kamar Kyungsoo dan Baekhyun, teman Eunji dan Bomi yang diceritakan sebelumnya. Kyungsoo dan Baekhyun sudah sadar, mereka hanya mendapat beberapa perawatan kecil akibat luka pecahan kaca dan gesekan tanah di tubuh mereka. Junmyun dan Jongdae melihat tanda yang serupa namun tak sama di betis sebelah kiri mereka.

“Apa yang terjadi pada kami sebenarnya?” Tanya Baekhyun.

“Aku tidak bisa menjelaskan apapun, karena aku sendiri tak mengerti” jawab Junmyun.

“Dari apa yang pernah aku baca, kejadian ini mirip sebuah cerita fiksi ilmiah tentang sebuah planet bernama exo planet. Tapi aku lupa cerita detailnya, hanya saja aku ingat kisah ini menceritakan dua belas pemuda yang membangun exo planet. Dua belas pemuda dengan dua belas kekuatan alam” jelas Jongdae. “Kekuatan-kekuatan yang disebutkan dalam cerita itu persis dengan yang kita miliki” tambahnya.

“Tapi apa maksudnya kekuatan ini ada di dalam tubuh kita?” Tanya Kyungsoo.

“Seorang wanita memberitahuku, kekuatan yang ada di dalam tubuh kita sedang direbutkan oleh pihak jahat dan baik” ujar Junmyun.

“Kau didatangi seorang wanita? Wanita seperti apa?” Tanya Eunji.

“Seorang wanita berambut panjang dengan bibir merah merona” jawab Junmyun.

“Mustahil! Kau tau? Aku juga didatangi oleh gadis berambut panjang dengan bibir merahnya” Jongdae menyahut.

“Ada apa ini? Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Baekhyun.

“Aku tidak tahu, sungguh semua ini sangat membingungkan” ucap Junmyun pelan.

 

***

 

“SOJIN! MINAH! HYERI!” Yura datang terengah-engah.

“Ada apa Yura? Apa yang terjadi? Kenapa kau berlarian seperti itu?” Tanya Sojin.

“Aku melihat sesuatu yang mengejutkan!” ucap Yura.

“Bagiamana orang yang kau selamatkan? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Minah.

“Dia baik aku sudah membawanya ke rumah sakit terdekat” jawabnya. “Daripada membicarakan manusia itu, aku punya kabar lain” ucap Yura.

“Sebelumnya kau harus tahu! Saat aku dan Minah menyelamatkan orang yang terjebak di dalam bumi itu, aku mencium bau makhluk lain. Sangat tipis, tapi kalian semua tahu aku punya penciuman yang paling tajam kan?” Tanya Hyeri.

“Lalu?” Tanya Yura.

“Kau kan tahu, manusia tidak memiliki bau. Hanya makhluk selain manusia yang berbau, kau tahu apa maksudnya?” Tanya Minah pada Yura.

“Apa maksudnya?” Tanya Yura tak mengerti.

“Makhluk yang berada disana sebelumnya bukan manusia, artinya kekuatan itu sudah berdekatan dengan makhluk lain. Kau masih tak mengerti?” Tanya Sojin.

“Maksud kalian sosok yang diduga pihak jahat itu sudah berada didekat para kekuatan?” Tanya Yura. Mereka mengangguk dengan ucapan Yura. “Ah itu yang ingin kukatakan! Saat aku berusaha menyelamatkan manusia itu, aku melihat….” Ucapan Yura terpotong karena getaran dahsyat singgasana mereka tanda ada seseorang yang menerobos masuk ke kerajaan bumi.

“Kalian terlalu banyak ikut campur!!”

 

 

To be continue….

7 thoughts on “[CHAPTERED] ANGEL : “Eight Move”

  1. hailo/? stlah tdi sdg nyari-nyari fotonya jiyoung kara, eh malah dpet fanfic ini /trus ada yg nanya gitu #plak/ aku udh baca dari first chapnya smpe yah smpe sini /wht (maaf baru ngecomment;;) dan yg pengen aku blg adalah…………../suara drum/

    INI FANFIC SERU SUMPAH PAKE BEGETE /alayah #digampar/ meskipun aku bacanya agak bingung jg (castnya banyak sih /iyalah exo ber12; apink ber6; bap ber6; gsd ber4; jdilah kpop48 /what /abaikan-_-)

    peran gsd di sini baik pan? (dai5y soalnya /gaada yg nanya-_-/) soalnya sering potek gitu klo baca ff yg peran antagonisnya gsd, heol</3 trus trus, itu sbnrnya siapa biang kelabu /eh keladinya?;; ceritanya makin orang mati penasaran aja oemji;; so, ditunggu next chapnya ya thor!! fighting!!^~^)9

    • Waduh komennya sangat asik buat dibaca hahah XD
      iya gsd baik kok ^^
      Dan iya nih castnya emang banyak banget tapi yang ga begitu penting mungkin munculnya cuma sedikit /ditabok XD
      dan makasih ya udah baca plus komen plus pujiannya juga semoga next part ga mengecewakan banget :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s