DARK INVITATION 2

di

CreditPosterbyAndinarima@CafePoster

 

DARK INVITATION 2

~alana~

Main Cast

Park Jiyeon feat Kim Myungso

Support Cast

Oh Sehun and Bae Suzy

Genre

” ? “

Visit. alanayuen.wordpress.com

 

 

Jiyeon keluar dari tandunya, dan melihat ke arah sekelilingnya yang begitu ramai. Jam  sudah menunjukan waktu lewat tengah malam. Tempat ini sungguh mengerikan. Semua yang datang terlihat begitu antusias, begitu bersemangat. Namja-namja hidung belang terlihat sedang bergerilya mencari sosok yeoja dambaan mereka. dari sudut ke sudut yang terlihat hanya bentuk erotis yeoja yang sedang menggoda dengan lekak lekuk kemolekan mereka. JiYeon tidak bisa membayangkan bahwa Suzy melakukan hal itu.

“Jiyeon-ah! ” sebuah suara menegur lamunan gadis siluman kelinci itu.  Dia melihat ke arah Mami Ailee yang mendatanginya dengan senyum.

“Apa Suzy masih sakit ?”  tanyanya.

“Masih, Mami..!”

“Sayang sekali, padahal malam ini banyak yang mencarinya. Sepertinya omset malam ini akan sedikit menurun.  “

“Mami Ailee, saya tidak mau seperti Suzy. Saya bekerja di belakang saja.”  Jiyeon sudah mulai panik.

“Tenang saja, kau hanya akan menyiapkan hidangan untuk para tamu. Ayo!”

Jiyeon melangkah perlahan memasuki bangunan bertingkat tiga itu. Halaman depannya memang terlihat luas, ada bayak lampu dan lampion yang dipasang di sekitar taman. Di samping kirinya ada sebuah pohon beringin tua yang begitu besar. Akar-akar gantungnya terlihat hampir mencapai tanah, sementara diameter batangnya begitu besar. Pohon itu sudah berumur lebih dari seratus tahun. Dia terlihat angker.

Sementara itu tandu Tn.Kim Myungso pun tiba lima menit setelah Jiyeon masuk ke dalam rumah nikmat itu.

Penampilan Myungso berubah, dia memakai jenggot dan kumis palsu yang membuat wajahnya terlihat sedikit seram.  Dia melihat ke arah bangunan yang bertuliskan Selamat Datang dan Selamat Bersenang-senang itu. Dahinya mengernyit.

“Kenapa tulisannya ‘Selamat Datang, Dan Selamat Bersenang-Senang…!’  Ajudan Sehun ?” tanya Myungsoo heran.

“Tadinya tulisannya, ‘Selamat Datang, Selamat Menikmati’, Tn. Kim Myungso. Tapi oleh pemiliknya yang ‘Selamat Menikmati’ di hapus, karena orang salah mengira tempat itu adalah restaurant.”   ujar ajudan Sehun menjelaskan.  Myungso memgangguk-angguk mengerti.

Lalu berjalanlah dia menapaki halaman rumah yang terlihat megah dan indah itu. Semarak dan riuh rendah para yeoja begitu terdengar hingga keluar.

“Ramai sekali!”

“Ya Tn.Kim Myungso. Tempat ini memang paling ramai. Karena di sini wanita-wanitanya paling cantik di banding wanita-wanita di tempat lain.”

“Jadi kau sudah mensurvei semua tempat, Ajudan Sehun ?”

“Begitulah Tn.Kim Myungso.”

“Aku heran kenapa kau begitu punya banyak waktu untuk pergi ke tempat semacam ini, padahal kau selalu bersamaku sepanjang hari.”

“Saya pergi ke sini jika Tn.Kim Myungso sudah tidur di malam hari. “

“Apakah setiap malam kau ke sini ?”

“Tidak Tn.Kim Myungso. Hanya jika penangkal petir saya merasa membutuhkan service saja Tuan.”

“What is penangkal petir ?”  Tn. Kim Myungso beringsut bingung.

“it’s a kind of my hardware , Sir!”  ujar Ajudan Sehun sambil melihat ke arah privat area nya.  Agh… Myungso mengerti.

Sehun celingukan ke sana dan ke sini. Biasanya jika dia datang maka Mami Ailee sudah menyambutnya. Tapi kali ini berbeda. Di mana wanita itu?

“Sebaiknya kita masuk saja Tuan. ”  Sehun mempersilahkan Myungso untuk masuk.

“Tuan Sehun !”  sambut seorang namja ketika mereka masuk di ruang lobby.

“Hi, Sung Jae !  ”  sapa Sehun ganti.

“Siapa dia ? ” tanya Sungjae sambil melihat ke arah Myungso.

Dia , Sung Jae adalah PR {Public Relation} merangkap Customer Service di rumah bordir milik Mami Ailee ini. Dia sangat ramah, wajah lelakinya sangat  mempesona, dan dia mempunyai deretan gigi yang memukau saat dia tersenyum.  Tingkah lakunya selembut desahan angin, dia adalah sosok namja pelipur lara. Senyumnya laksana tetesan embun di pagi hari, menyejukkan. Dan dia sangat suka sekali dengan laki-laki yang suka menjamah seperti Sehun. Dia sangat rela sekali tubuhnya disentuh.

“Dia majikanku. Carikan ruangan yang special dan yeoja kelas satu.”  ujar Sehun memesan tempat.

“Beres, Tuan Sehun. Tapi hati ini Nona Bae Suzy tidak datang Tn. Sehun.”

“Kenapa ? Padahal aku rindu sekali padanya!”

“Menurut Mami, Nona Suzy saat ini sedang sakit.”

“O begitu, Lalu Mami Ailee biasanya menyambut tamu. Kemana dia ?”  tanya Sehun lagi.

“Sedang mengantar pembantu baru ke dapur.”

Sehun mengangguk-angguk. Sementara Myungso masih melihat-lihat papan reklame di dalam ruang lobby. Di sana berjajar gambar-gamabr Yeoja yang di promosikan tempat ini.

“Wah cantik cantik semua!”  ujar Myungso mengagumi semua wanita yang ada di gambar itu.

“Ya Tuan, mereka cantik dan sexy.”  sahut Sehun bersemangat. Sepertinya dia sudah tidak sabar.

“Tn.Sehun silahkan !  ruangannya sudah disiapkan!”  ujar Sung Jae dengan senyumnya yang menawan. Dia mengerling ke arah Sehun.

“Malam ini kau manis sekali, Sung Jae!”  bisik Sehun di telinga Sung Jae. Sang PR  tersipu-sipu mendengarnya.

“Benarkah ?”  Dia tersenyum. Membuat Sehun tidak tahan untuk mencubit pantat Sung Jae.

“Awww!  Tuan Sehun, kau masih saja nakal !”  jerit Sung Jae tertahan.

Myungso memperhatikannya dengan mata melotot. Dia tidak percaya Ajudannya begitu genit terhadap namja.

“Ajudan Sehun!  apa yang kau lakukan ?”  Hardik Myungso

“Saya mencubit pantatnya, Tuan!”

“Kenapa kau mencubit pantatnya ?”  tanya Myungso heran.  Baik Sung Jae dan Sehun sama-sama bingung mendengar pertanyaan Myungso.  Mereka berpandangan karena mereka merasa kalau Myungso aneh.

“Karena saya suka mencubitnya. Anda mau mencobanya ?” tawar Sehun kemudian.

“Apa ? yang benar saja !!  Saya tidak mau melakukan hal yang tidak senonoh itu !”  Myungso berkata dengan geram.

“Tuan, tidak apa-apa!  Dia suka di cubit !”  jelas Sehun lagi. ^^”

” Tidak mau. Kita pulang sekarang kalau kau terus memaksaku !”  Ancam Myungso kesal.

“Baik-baik!  ayo kita masuk ke dalam.”

^^°

Myungso dan Sehun sudah masuk ke dalam ruang VIP yang dipesan Sehun sebelumnya. Mereka duduk lesehan dengan jendela menghadap ke sebuah taman yang dilengkapi kolam. Pemandangan alam buatan di tengah-tengah bangunan rumah itu terlihat mempercantik suasana.

“Tn. Myungso Anda mau minum apa ?”

“Yang biasa kau minum saja Ajudan Sehun .”  Myungso tidak perduli dia masih terus melihat-lihat ikan yang berenang-renang di kolam.

“Tuan, wanitanya sudah datang !”  ujar Sehun kemudian. Myungso menoleh ke arah dalam. Dia melihat dua orang wanita cantik sudah duduk di sisinya.

“Malam Tuan Myungso ! Perkenalkan , nama saya Bang Minah” Sapa wanita yang ada di sisi Myungso. Dia tersenyum ke arah Myungso hingga menampakkan gigi gingsulnya. Sementara wanita yang lain sudah bergayut manja di lengan Sehun.

Myungso tersenyum panik menghadapi wanita di sisinya yang terlihat agresif. Dia semakin merapat ke arah Myungso dan menggapai tangan Myungso dengan manja.

“Anda tamu baru di sini, Tuan ? Anda terlihat sangat tampan dengan kumis itu.”  ujanya dengan suara yang dibuat merdu.

Myungso tersenyum malu. Dia mengusap pipinya dan membetulkan posisi kumis palsunya itu.

“Benarkah ?”  katanya sambil melirik ke arah Sehun yang sudah mulai asik bergerilya dengan tangannya.

“Ajudan Sehun !”  panggil Myungso kemudian.

“Ya, Tuan Myungso?”  Sehun terkesiap sesaat. Dia meninggalkan aktifitas tangannya yang sedang merayapi paha yeojanya.

“Apa yang harus aku lakukan ?”  bisik Myungso di telinga Sehun.

Sehun tercengang mendengarnya. Memang betul Tuannya itu masih perjaka, tapi kenapa juga dia tidak bisa bersikap terhadap wanita.   Sehun menyipitkan matanya.

“Tuan, serahkan saja padanya jika Tuan Myungso tidak bisa berbuat apa-apa. Saya yakin dia dengan senang hati melayani Anda Tuan. Dia sangat pengalaman Tuan”

Myungso melirik ke arah wanita itu. Lalu tersenyum.

“Aku rasa aku harus buang air kecil dulu..!”  Myungso pura-pura memegang private areanya dan beranjak dari tempatnya.

“Ah iya, silahkan Tuan.”  Sehun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

&&&

Sementara itu, Jiyeon, si siluman kelinci manis yang sedang merana duduk sendirian di dapur. Dia sibuk memotong-motong buah dan menyiapkannya di dalam nampan untuk di hidangkan kepada para tamu. Dia merasa sedih dengan nasibnya. Kenapa dia harus mengalami masa-masa sulit ini?  Seharusnya dia sudah pergi bertapa di pegunungan dan menghindari keduniawian demi niatnya untuk hidup secara suci di Nirwana.

Ini salah Ayahnya yang pernah berhutang pada Mami Ailee semasa hidupnya. Dia telah mengambil perhiasan Nona Ailee sewaktu bekerja di rumah bordir ini. Dan Ayah tidak pernah bisa mengembalikan perhiasan itu karena telah dijual kepada pedagang dari Timur Tengah oleh ibu tirinya.

Hidup Jiyi semakin terlunta-lunta saja setelah Ayahnya meninggal dunia. Dia harus menjadi pelayan di rumahnya sendiri dan harus menerima perlakuan buruk dari ibu dan kakak tirinya. Untung saja masih ada Ahjuma, pemgasuhnya yang selalu setia kepadanya.

Myungso berjalan hilir mudik mecari toilet. Namun dia tidak kunjung juga menemukannya. Dia berjalan ke arah seorang gadis yang di dapur yang tengah asik memotong buah-buahan. Myungso melihatnya sebagai gadis yang sangat cantik. Meski pakaiannya tidak seindah para yeoja penghibur itu, namun gadis itu terlihat lebih memancarkan aura-aura kasihnya…

Myungso menyentuh pundak si gadis, karena sejak tadi dia memanggil, gadis itu tidak menyahut. Myungso berpikir, gadis itu mungkin sedang melamun.

“Nona…!”  sapanya ketika gadis itu menoleh.

“Tuan…jangan!  Saya bukan seperti yang Tuan maksud. Saya hanya pembantu di sini!”  ujar si gadis yang ternyata Jiyeon. Dia begitu tekutnya dengan kehadiran Myungso sehingga dia mau berlari.

“Bukan..bukan itu ! saya cuma mau bertanya..”  ucap Myungso sambil tak henti menatap wajah Jiyeon. Dia terpukau oleh kecantikannya. Mana mungkin ada manusia secantik ini.Pikirnya heran. Dia pasti seorang Peri atau Dewi dari khayangan. Tapi Myungso mencium bau siluman…Meskipun dia kurang begitu yakin, namun Myungso merasa ada sesuatu dengan diri Jiyeon. Dan Myungso tersenyum…

Untuk sesaat Jiyeon terdiam. Dia memperhatikan laki-laki aneh yang berdiri di depannya. Wajahnya begitu semrawut. Dia terlihat sangat tidak pantas dengan kumis dan jenggot palsu itu. Jiyeon menatap dengan kekuatannya. Dan dia tersenyum. Kenapa namja tampan ini berusaha menyembunyikan wajahnya dengan penyamaran yang payah itu. Jiyeon tersenyum…

Mereka sama -sama tersenyum.

“Anda ingin bertanya apa Tuan ?”  tanya Jiyeon dengan sambil tetap menjaga jaraknya dari Myungso.

“Aku mencari toilet.”  jawab Myungso.

Lalu Jiyeon menunjuk ke arah bilik kayu di belakang rumah.

“Di sana Tuan. Anda bisa menggunakannya.”  Jiyeon memberikan jalan kepada Myungso untuk lewat. Untuk beberapa saat Myungso berada di sana.

Lalu dalam waktu lima menit dia kembali lagi. Dan dia menemui Jiyeon yang masih memotong buah-buahan. Dia duduk di depan Jiyeon.

“Kenapa Anda duduk di sini ?  tempat ini sangat tidak pantas untuk seorang bangsawan seperti Anda , Tuan!”  Jiyeon menegur dengan santun.

“Tidak apa-apa. Lagi pula tempat ini juga tidak pantas untuk gadis secantik dirimu.”

Geezz, Myungso sedang merayu rupanya. Dia tersenyum dengan penuh maksud. Maksud yang terselubung. Dia tertarik dengan Jiyeon dan sedang mencoba untuk menyelidiki tentang Jiyeon. Gadis itu tersenyum.

“Saya tidak cantik. Tuan mungkin berlebihan menganggab saya cantik.  Yeoja-yeoja cantik terpampang begitu banyak di depan sana Tuan. Anda silahkan memilih!”  ujar Jiyeon  dengan was-was.  Laki-laki adalah mahluk dengan stempel tanda tanya besar dimukanya. Siapapun dia. Namun Jiyeon tetap berusaha ramah. Dia takut Mami Ailee kecewa terhadapnya.

“Tuan Myungsoo!”  Sehun tiba-tiba muncul dengan tergopoh-gopoh.

“Ada apa Ajudan Sehun ?”  tanya Myungso santai.

“Saya mencari Anda .”

“Aku bilang aku kan ingin buang air kecil !”  sahut Myungso geregetan.

“Iya. Saya mencari Anda di bawah pohon di samping rumah, tapi Anda tidak ada.”  ujar Sehun lagi sambil mengatur nafasnya.

“Di bawah Pohon ? kamu pikir saya Bethoven, pipis di bawah pohon! Keterlaluan kamu ini!”

Sehun  melihat ke arah Jiyeon. Lalu ke arah Myungso.

“Anda sungguh pintar mencari Yeoja Tuan. Dia sangat cantik.”  uajr Sehun saat tersenyum ke arah Jiyeon. Dasar mata keranjang!

“Kau jangan macam-macam padanya! Dia gadis baik-baik! ”  Myungso sepertinya tidak suka Sehun melirik Jiyeon. Gadis itu sesaat tertegun, mengingat tentang pesan Suzy.

“Maaf, apakah Anda Tn.Sehun ?”  tanya Jiyeon pada Sehun. Wajah Sehun berubah sumringah.

“Ya. Saya Sehun. “

“Saya punya pesan dari Suzy. Dia mengatakan kalau Anda tidak perlu khawatir, karena kakak saya Suzy malam ini sedang sakit.”

“Kamu adiknya Suzy ?”  tanya Sehun ganti. Jiyeon mengangguk

“Sakit apa dia ?”  tanya Sehun lagi.

“Dia terkena flu mus…”  Jiyeon hampir saja keceplosan. Dia menutup mulutnya

“Flu  ?”  tegas Sehun.

“Ya. Dia terkena flu.”  akhirnya.

“Oh Tuan Myunhso, tidak bisakah kita mengirim dokter pribadi kita untuk memeriksa penyakit Suzy?”  tanya Sehun pada Myungso.

Laki-laki itu melirik sebentar ke arah Jiyeon yang beringsut agak menjauh. Perempuan itu sepertinya berhati-hati sekali terhadap laki-laki. Apakah dia benar-benar bukan wanita penghibur seperti yang lainnya?

“Tn.Myungso!”   Sehun menepuk pundak Myungso.

“Ya, Ajudan $ehun ?”

“Apa bisa kita mengirim dokter pribadi kita untuk memeriksa Nona Suzy ?”  tanya Sehun sekali lagi.

“Apa menurutmu itu hal yang sangat perlu ?”

“Ya. Aku ingin dia cepat sembuh, Tuan.”

“Kelihatannya kau begitu khawatir padanya, tapi kau masih saja bersenang-senang dengan wanita lain.”

“Saya tidak berdaya Tuan. Mereka sangat menggoda!”  jawab Sehun.

“Kalau kau memang merasa perlu silahkan saja kau menghubungi dokter kita untuk memeriksa Suzy.”  Sehun terlihat senang dengan persetujuan Myungso. Dia segera berlari keluar.

Sepeninggal Sehun, Myungso melihat lagi ke arah Jiyeon yang berdiri semakin menjauh.

“Kenapa kau begitu takut padaku ?  Apa aku terlihat mengerikan ?”  tanya Myungso.

Jiyeon menggeleng. Dia hanya merasa tidak nyaman dengan laki-laki. Selama ini dia tidak pernah berbicxara dengan laki-laki selain Ayahnya.

Tiba-tiba Sehun datang lagi dengan membawa burung merpati. Dia menuliskan sesuatu pada secarik kertas lalu diselipkan pada silinder kecil di kaki kanan merpati itu. Lalu diterbangannya ke udara. Myungso memperhatikannya dengan heran.

“Menurutmu apakah merpati itu akan sampai ke tempat tujuannya, Ajudan Sehun?”  Myungso tetap memperhatikan ke arah langit, pada merpati yang telah lenyap di kegelapan malam. Begitupun dengan Sehun dan Jiyeon.

“Entahlah Tn. Myungso. Saya tidak yakin. ”  jawab Sehun

“Lalu kenapa kau masih mempercayai merpati ?”  Myungso menghardik Sehun dengan gemas.

“Ya sudah, biarkan saja Tuan !” jawab Sehun pasrah.

Jiyeon tersenyum,, dan saat itulah Myungso melihat. Dan dia merasa nyawanya seperti lepas dari raganya. Senyum itu sungguh membuatnya melayang.  Dia terpana, terpesona…dia hilang, dia mengembara. Halusinasinya sedang membawanya ke sebuah padang rumput yang luas,  dengan begitu banyak tanaman bunga dan kupu-kupu yang sedang berterbangan, lalu dia melihat Jiyeon sedang menatapnya, dan mengerlingkan matanya melambaikan tangan kepadanya. Dan MYungso berlari dengan kakinya yang seakan melayang di udara. Dia berusaha menggapai gapai gais itu namun tidak juga terjangkau oleh tangannya.

“Tn. Myungso..!”  panggil Sehun.

“Tn. Myugso..!”  Sehun masih berusaha untuk menyadarkan Myungso yang sedang berada di alam bawah sadarnya.

“Sebaiknya kau bawa dia pulang! ”   saran Jiyeon dengan lembut. Dia menyadari bahwa dia sudah melakukan kesalahan dengan tersenyum. Myungso sedang terkena ajian senyuman kelinci maut yang dimiliki Jiyeon.

Akhirnya, Sehun membawa Myungso meninggalkan rumah bordir Nona Ailee tanpa mendapatkan service apapun.

****

Ketika mereka tiba di rumah kembali, Sehun sudah melihat Myungso sudah tersadar dari pengaruh sihir siluman kelinci yang tidak pernah di sadarinya.

“Apa Anda tidak apa-apa Tuan?”  tanya Sehun ketika Myungso keluar dari tandu. Myungso merasa sedikit pusing.

“Apakah kita sudah sampai di rumah lagi ?”  tanya Myungso.

“Ya. Tuan. Saya terpkasa membawa Anda pulang, karena tadi Anda sepertinya tidak sadarkan diri.”

“Ajudan Sehun, senyum gadis itu begitu memabukkan. Aku benar-benar menyukainya.”  ujar Myungso kemudian.

“Maksud Anda , gadis yang tadi berada di dapur itu ?”

“Ya, Ajudan Sehun. Aku menginginkannya!”

Tiba-tiba sebuah panah melesat hampir mengenai mereka, namun panah itu akhirnya menancap di pilar penyangga rumah yang terbuat dari kayu.

“Ajudan Sehun!  Apa itu ?”  teriak Myungso dengan mengamati arah panah itu menancap.

Sehun melesat mencanari sosok si pemanah gelap itu di pepohonan tapi dia tidak menemukannya. Myungso segera menuju kearah panah itu tertancap. Sebuah kain hitam terikat di tangkai panah itu. Myungso sekali lagi melihat ke arah sekitarnya. Dia benar-benar merasa aneh dengan kejadian itu. Hampir saja tadi wajahnya yang tampan ini tergores busur panah. Untung saja refleksnya bagus.

“Tuan, benda apakah itu ?”  tanya Sehun kepo.

“Sebentar Aku lihat dulu.”  Myungso melepaskan ikatan kain hitam  dari tangkai panah itu, lalu perlahan-lahan dia membuka selembar kain berwarna hitam itu dengan hati-hati.

“Apa Tuan ?”  tanya Sehun lagi tidak sabaran.

WaJah Myungso berubah bingung ketika dia membuka lembaran kain hitam itu. Dia mencoba untuk membaca tulisan-tulisan di sana.

“Apakah sebuah ancaman Tuan ?”  tanya Sehun curiga.  Tapi Myungso menggeleng.

“Apa kau kenal seseorang bernama Master V ?”  tanya Myungso sambil termangu-mangu.

“Master V ?  sepertinya dia adalah ketua dari kelompok Aliran Hitam  negeri ini, Tuan.”

“Aliran Hitam ?”

“Ya, Tuan. Kenapa memangnya ? Apa dia sedang mencari masalah dengan Tn.Myungso?”  tapi MYungso menggeleng

“Lalu isi surat itu apa?”

“Ini sebuah undangan Pesta Dansa ,Ajudan Sehun.”

Myungso terduduk lemas di teras rumahnya. Sementara Sehun menjejerinya.

“Kenapa orang itu tidak bisa menyampaiakn surat undangan ini dengan cara baik-baik kalau hanya sekedar undangan Pesta Dansa ya?”

Myungso tidak habis berpikir.

“Dan kenapa undangan ini berwarna hitam? “

Tanya Sehun.

“Itu karena mereka dari kelompok Aliran Hitam, ajudan Sehun.”

Jawab Myungso

“Kenapa ketua kelompok Aliran Hitam mengadakan Pesta Dansa, Ajudan Sehun ?” tanya Myungso sekali lagi.

“Saya tidak tahu Tuan.”

Mereka saling berpandangan tak mengerti. Agak lama mereka termangu di depan rumah, sampai akhirnya dia merasakan bumi seakan bergoyang.

“Oh Dewa, …Siluman apalagi ini ?”  keluh Myungso dengan wajah suntuk.

tbc.


a/n

Hi reader-nim

Untuk chapter kali ini ga tau deh! ya, semoga bisa menikmati saja jalan ceritanya..walau tidak jelas dan tidak bermutu.

pertanyaannya :  siapakah Master V , kenapa ketua kelompok aliran hitam itu mengadakan pesta dansa, apa tujuannya dan siluman apa lagi yang akan dijumpai Myungso? hiks…

maaf kalau ada banyak typos soalnya males ngedit!   -MIAN-

Sekali lagi jangan terlalu serius menanggapi ff ini, walau bagaimanapun

Aku harus mempertanggungjawabkan apa yg udah aku mulai,

Aku ga pernah niat bikin ff comedy, semua berjalan apa adanya

Karena bukan ahlinya aku bikin comedy, nikmati aja

Dan ff ini harus mencapai dan berakhir dengan kalimat ending toh

Nantinya…jadi sekali lagi nikmati ajah!

Untuk yang menanti Reinkarnasi and No Regret aku usahakan update next week

oke, see you di chapter ke 3

peace,alana

57 thoughts on “DARK INVITATION 2

  1. hahaha kata2nya lucu apalagi kalau myung dan sehun bercakap-cakap nanbah ngakak.wiw ada ajian senyum maut kelinci lgii.kirainn cuma ada di ina ajaa.bagus kok alana keyeeeeen.m..

  2. iuhhhh sungjae and sehun. doubleS couple?? Cekakak!
    semua dialognya absurd, bikin ngakaks!
    ceritanya mengalir, asik :-D asik pula myungsoo udah ketemu jiyeon :-D blm pernah baca yg macam siluman” gini, alana keren *kasih jempol*
    pinginnya ff ini berjalan santai aja tanpa konflik yg terlalu berat xp

    • Makasih Aya,
      Agak berat kalo ada yg bilang ff ku comedy, soalnya aku ga pernah niat bikin ff comedy, smuanya normal berjalan biasa aja waktu nulisnya.
      So pasti kali ini gada konflik berat, gada adu ilmu
      Ya, memang idenga agak random dari kera sakti, cinderella, sama, n lain-lain…
      Liat aja nanti deh!

  3. Aku ngakak waktu baca.. Kata2nya lucu, ditambah cerita yg g biasa malah bikin penasaran… entah kenapa waktu baca ff ini malah keinget sama salah satu comic fico hahaha…

  4. LMAO!! Alurnya gak panjang sih, tapi sensasi ditiap scene-nya astaga!!!!! *ngakak abis
    hebat! gak perlu dg minuman bikin myungsoo mabuk tapi cukup dg ajian senyuman kelinci maut-nya jiyeon. doh! parah lol
    suka dg kisahnya!! sedikit berharap semoga ada suatu misteri gitu, yang menyelimuti jiyeon,, atau apa gitu… yang jelas cerita ini benar2 NIKMAT! LOL
    *nb: saya suka dg pemikiran authornim, apa yg telah dimulai-maka diselesaikan. Meski para readers tidak dapat mendesak terus kapan di-update ceritanya. yeah, we have a busy life. and thank you so much for your hard work and keep update!

    • Sebelumnya makasih banget masih ngikutin ff ku,
      Iya, aku emang paling tekanan batin kalo ada yg bilang ff ini comedy. Padahal niatnya ta gitu.
      Alurnya aku bikin cepat, paling sama kayak Frozen. 5 aja cukup.
      Trus di sini aku sengaja ga kasih beban atau khasus yg berat, semua berjalan enteng dan ringan.
      Mungkin misterinya sedikt tentang undangan gelap itu. Tp tetep aja ga penting2 amat.

    • Makasih masih ngikutin ff ini.
      Semoga ga terlalu dipikirkan ya aku udah jelsin sebenarnya aku ga nia bikin ini jadi serius, wala judul dan nuansa posternya serius. Buat hiburan aja!

  5. Cieee…myungsoo trpicut sama kncantikan jiyeon apalagi snyuman jiyeon sampai2 dia tidak sadarkan diri..kkk
    Siapa master V ? Dan siluman apa lagi yg akan dtg??? Dng tjuan apa?? Heheh
    Next ^^

  6. wahahahaha cius lan,walopun kamu gada niat bwt bkin ni ff jdi komedi,tp for god shake aku bnr2 ktawa ngakak bca ni ff gara2 tgkah konyol sehun n kpolosannya s myung hahaha aplg yg sehun nyubit pantat pr namja d rmh bordil itu xD hahaha kocak parah. cieee myung tkt ama minah tpi pas liat jiyi malah lope2 :p wkwkwk. kren dah ni ff sukses bkin aku trhbur gra2 dgr brita Rise LC hri ini :'( #RipRise .next d tgu bgt ya lan,adgan myungyeonnya hrus sweet kalo bisa nc xD hahaha #pervi

  7. Yohooo Myung terpana akan senyuman Jiyeon! *dancedancedance* 🙆💃
    Sehun bikin ngakak, gegara sifat dia yang terlalu blak-blakan itu hahha
    Wah apakah Jiyeon tertarik sama Myung seperti halnya Myung yang tertarik sama dirinya? Karena Jiyeon senyum sama Myung yang notabene Jiyeon jarang senyum hehhe :P semoga mereka bisa bersatu aja deh
    Wah Sehun suka ya sama Suzy? Tapi dia terlalu mata keranjang! Nanti kesian lagi Suzy hahha Suzy sama Ommanya jahat ya sama Jiyeon? Andweyo! Mereka harus baik sama Jiyeon!
    Wah di sini Myung sama Jiyeon sama-sama polos! Itu yang bikin geregeta epep ini! :D

  8. ya ampun kelakuan sehun itu bnar2 genit bnget -_- yeay akhirnya myung sma jiyeon ktmu jga :) hhaha myung udh terpesona tuh sma kecantikan jiyeon :D master v siapa tuh thor? Penasaran, lanjut bca ya ^^

  9. haaaa..jinja,,kocak abis..
    myungsoo yg brwibawa…bs jg brskp konyol..

    daebakkk..semyuman maut jiyi mmbuat myungsoo melayang n mruntuhkan hati nya…jinja,,g kuat..heeeee

    p myungsoo bkalan datang k pesta tu?

  10. Haha pengen ketawa bagass tapi takut ditabok orang ruma,, malam2 berisik ,,
    Tuh myungsoo polos amat yh ,, berbanding terbalik sama pengawalnya hahaha,,,
    Em myungsoo uad terpanah tu sama jiyeon,
    Kira2 siluman apa lagi ya yang ganggu myungsoo itu,
    Tu yng ngundang ke pesta dangsa gak ada noat jahat kan,,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s