[ Seri #1 ] Dream Catcher ; Part 3

dream_catcher_3

Title
Dream Catcher

Sub-Title
We Fight Monsters and Unfold The Mystery

Author
Yoo Jangmi

Genre
Fantasy; AU; School; Teen-romance

Length
Mini Seri(es)

Rating
PG

Cast
Krystal Jung (f(x))
Byun Baekhyun (EXO)
Kang Jiyoung
Lee Taemin (SHINee)
Jung Ilhoon (BTOB)
And so many other cameos!

Disclaimer
All cast featured here are not mine. But storyline is PURELY MINE.
Please be a good reader by leaving a feedback! ^^

H A P P Y R E A D I N G


Part 1| Part 2
Krystal berusaha mengatur napasnya dan kakinya yang gemetaran. Ia tidak mau monster di hadapannya itu melihatnya dan lebih buruknya langsung memakannya hidup-hidup. Murid-murid yang berada di tempat kejadian berteriak ketakutan, beberapa orang guru sedang mencoba melawan makhluk itu.

“Itu Troll.” Ucap Baekhyun, yang sudah kembali muncul di sebelah Krystal.

Troll? Bagaimana makhluk itu bisa masuk ke dalam? Sekolah ini kan punya pagar pelindung transparan yang sangat kuat?” Kata Krystal heran.

Baekhyun menggelengkan kepalanya, ia terlihat seperti memikirkan sesuatu.
“Entah bagaimana makhluk itu dimasukkan oleh seseorang. Troll tidak begitu membahayakan, ia bodoh dan bau tapi cukup untuk membuat keributan. Ini pasti pengalihan perhatian! Krys, kau diam di sini. Aku akan pergi memberitahu Jiyoung.”

Baekhyun langsung menghilang setelah mengatakan itu. Krystal hanya menggumamkan kata “Ok” sambil menyaksikan perbuatan si Troll menghancurkan lemari piala milik sekolah yang dipajang di salah satu kelas. Piala-piala emas dan perak perjatuhan dari lemari itu bahkan ada yang melayang terlempar ke luar sekolah menembus jendela.

Sekarang Troll itu berjalan menuju Dorm Water. Langkahnya yang besar dan berat membuat lantai bergetar. Krystal langsung berlari mengikuti makhluk besar dan bau itu.

“Tidak. Tidak boleh dormku.” Ujar Krystal pelan sambil berusaha menyusul si Troll.

Seorang laki-laki dengan pakaian tidur dan rambut cokelat kemerahan tiba-tiba menabraknya dari belakang. Krystal hampir jatuh tapi laki-laki itu menangkap tangannya. Gadis itu mengumpat pelan dalam bahasa Inggris, ia terhambat menyusul si Troll karena laki-laki ini menabraknya.

“Maafkan aku.” Kata laki-laki itu sambil kemudian berlari meninggalkan Krystal, mengejar si Troll.

Krystal mengumpat lagi dan menyusul laki-laki tadi.

Dormnya sudah hancur berantakan. Pintunya lepas, kamar setiap murid diacak-acak dan sekarang makhluk itu ada di kamarnya dan Jiyoung. Jiyoung duduk di atas tempat tidurnya dengan ekspresi shock, ia juga bisa melihat Baekhyun sedang berusaha bicara dengan Jiyoung.

Murid-murid lain berhamburan keluar, tapi Jiyoung tetap diam di kamarnya. Krystal baru saja akan menghampiri Jiyoung tapi seseorang menariknya keluar dari dorm.

“Jiyoung masih di dalam! Kalian mau meninggalkannya?” Seru Krystal panik.

“Ia bilang ia akan melakukan sesuatu.” Ujar Yookyung, ia tersenyum pada Krystal dan menepuk bahu gadis itu. “Perasaanku bilang ia akan baik-baik saja.”

Krystal mengangguk setuju. Intuisinya mengatakan Jiyoung akan melakukan sesuatu yang hebat.

“Jiyoung! Cepat lakukan!” Seru Baekhyun.

Jiyoung menggelengkan kepalanya sambil melihat si Troll mengacak-acak laci meja seolah sedang mencari sesuatu. Dan makhluk mengambil dream catcher milik Krystal.

“Aku tidak mungkin membanjiri dorm.. uh baiklah.”

Ia memejamkan matanya, lalu mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke Troll jelek di hadapannya.

“Eh… hei bau! Kau harus mandi!” Seru Jiyoung sambil melepaskan ribuan liter atau mungkin lebih, air, dari tangannya.

Makhluk jelek itu menoleh dan terkejut, ia melepaskan dream catcher milik Krystal, hendak kabur namun terhantam air dari Jiyoung. Tubuhnya terhempas melewati lorong dorm hingga terlempar ke aula sekolah. Seluruh Dorm Water dibanjiri air dan kerusakannya makin parah.

Setelah kejadian itu, Lizzy, si ketua dorm dan Krystal langsung masuk ke dalam untuk mencari Jiyoung. Gadis itu masih duduk di atas tempat tidurnya, sambil memegang dream catcher dan menggigil karena terendam airnya sendiri.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Lizzy, sambil memunculkan sehelai handuk kering di tangannya dan memakaikannya pada Jiyoung.

“Hm, aku baik-baik saja.” Jawab Jiyoung singkat.

Lizzy mengangguk dan membantu gadis itu berjalan keluar dari dorm. Krystal mengikuti dari belakang, bersama Baekhyun (yang baru saja muncul kembali). Mereka langsung menuju ke aula sekolah, kepala sekolah baru saja meminta semua murid berkumpul di aula. Troll-nya memang sudah diamankan, tapi wajah-wajah ketakutan masih terlihat saat Krystal sampai di aula. Beberapa anak dari Dorm Earth bahkan menangis. Krystal berusaha tetap memasang ekspresi sedatar dan sebiasa mungkin walaupun di dalam dirinya ada sebuah perasaan yang menggebu-gebu dan memaksa serta rasa ingin tahu yang tinggi untuk segera memecahkan semua misteri yang ada.

Krystal dan Jiyoung duduk bersebelahan sementara Lizzy harus berkumpul bersama ketua dorm yang lain. Mereka berdua saling diam beberapa saat, sampai Krystal membuka pembicaraan dengan sahabat barunya itu.

“Kau gila.” Kata Krystal, tapi ia mengatakannya sambil tersenyum kecil. “Tapi keren.” Tambahnya.

“Keren apanya, aku baru saja membanjiri seluruh dorm. Anyway, tadi si bau itu mau mencuri ini.” Ujar Jiyoung, sambil memberikan dream catcher milik Krystal yang masih ia pegangi dari tadi.

Krystal mengambil benda itu dari tangan Jiyoung lalu memiringkan kepalanya.

“Kenapa mau mencuri ini?”

Jam besar di sekolah baru saja berdentang, menandakan sekarang pukul 2 pagi. Aula yang tadinya sangat ribut akhirnya menjadi tenang setelah seorang pria tua memasuki ruangan itu. Pria tua ini adalah kepala sekolah Seoul Magic School, seorang penyihir yang dapat mengendalikan keempat elemen, ia biasa dipanggil Headmaster Park saja oleh murid-murid.
Headmaster Park berdehem lalu mulai bicara di atas mimbar.

“Seperti yang kalian tahu, kita baru saja mendapat masalah besar dini hari ini. Serangan Troll menyebabkan kerusakan berat pada Dorm Water, dan 1 masalah besar lainnya,”

Pria itu berhenti sejenak, kesedihan terlihat jelas di matanya.

“Kita kehilangan seorang murid malam ini, Lee Young dari Dorm Earth seorang 3rd grader. Gadis ini menghilang begitu saja. Aku khawatir ini adalah penculikan yang disengaja. Mari kita harapkan yang terbaik saja untuknya, dan tentu saja kami sudah punya dugaan tentang siapa pelaku dibalik serangan Troll dan penculikan Lee Young haksaeng. Jangan panik, semua akan baik-baik saja.”

Headmaster Park akhirnya turun dari mimbar. Untuk sesaat, Krystal seolah melihat rambut pria tua itu makin memutih dalam beberapa menit saja.

Sekarang Kim sonsaeng yang bicara. Wanita itu mengumpulkan 4 ketua dorm di sebelah mimbar, lalu membisikkan sesuatu pada keempatnya.

“Baiklah, karena situasi saat ini, dimana Dorm Water harus direnovasi dan akan membutuhkan mungkin lebih dari dua bulan, anggota Dorm Water sementara harus tidur di Dorm Fire selama proses renovasi. Dan anggota Dorm Earth akan dipindahkan ke Dorm Air untuk alasan keamanan. Ketua Dorm masing-masing yang akan mengatur pembagian kamar. Itu saja, silahkan kembali tidur, sekolah akan dimulai dalam beberapa jam.”

Terdengar suara-suara protes di seluruh aula, tapi mereka semua tetap mengikuti ketua dorm masing-masing untuk pergi ke “kamar baru” mereka.

Lizzy menuntun teman-teman se-Dormnya untuk pindah ke Dorm Fire, sambil mengobrol dengan Taemin yang memimpin barisan Dorm Fire, mereka sedang mendiskusikan bagaimana cara membuat seluruh murid dari dua dorm bisa muat dalam satu dorm.

“1 kamar harus diisi 4 orang.” Kata Lizzy

“Terlalu sempit, sunbae.” Kata Taemin, sambil mengeluarkan kunci Dorm-nya.

“Mau bagaimana lagi? Kau tidak akan membiarkan kami tidur di koridor kan?” Kata Lizzy, sambil memberi tatapan mengancam (?) pada Taemin.

Taemin menggelengkan kepalanya dan menelan ludah.

“Tidak, sunbae.”

Mereka semua berhenti di depan pintu dorm, lalu mereka diatur memasuki dorm berempat-berempat. Krystal menghela napas ketika mendengar namanya dipanggil, ia harus berbagi kamar dengan Bae Suzy dan Na Haeryung. Ia tahu mulai sekarang, tidurnya akan semakin terganggu.

Pagi ini Krystal harus kecewa ketika mengetahui bulan purnama baru akan muncul minggu depan. Itu artinya ia tidak bisa mendapatkan petunjuk secepatnya dari Peramal Bulan, dan kasus Baekhyun tidak akan bisa selesai secepatnya.
Siang harinya, Jiyoung mengajaknya ke ruang makan untuk makan siang tapi ia benar-benar tidak ada mood untuk makan, tapi karena perutnya mulai berisik, ia akhirnya ikut bersama Jiyoung ke ruang makan. Mereka duduk di kursi pojok seperti biasa, bersama beberapa anak Dorm Water yang lain, dan beberapa anak Dorm Air, kali ini bahkan Lizzy bergabung bersama mereka, Park Chanyeol juga duduk di meja yang sama dengan mereka, menjadikannya satu-satunya penyihir api di meja itu.

Menu hari ini Bimbimbap standar, dengan soybean sauce dan kimchi, juga beberapa potong ayam bumbu kecap. Krystal tidak begitu semangat makan, ia bahkan memberikan ayamnya untuk Jiyoung (yang dengan senang hati juga melahap jatah kimchi Krystal).

“Kang Jiyoung!”

Sebuah suara tiba-tiba memanggil Jiyoung, Krystal juga ikutan melihat ke sumber suara, karena penasaran siapa namja di sekolah ini yang mungkin mengenal Jiyoung selain teman sedormnya.
Di dekat tempat duduk Jiyoung sekarang berdiri Lee Taemin sambil tersenyum (sok ramah), dan membawa nampan makanannya.

“Jiyoung-ah, mau makan di meja yang sana bersamaku?” Ajak Taemin.

“Uhuk.. a-apa? Ah iya sunbae!” Ujar Jiyoung gugup, tapi tidak menolak kesempatan untuk makan bersama sunbae favoritnya, ya setidaknya untuk saat ini Taemin adalah sunbae favoritnya.

Jiyoung cepat-cepat berdiri lalu mengikuti Taemin ke meja yang dimaksud, ia melihat ke arah Krystal sambil tersenyum senang.
What?” Gumam Krystal tidak mengerti.

“Dia baru saja mengajak Kang Jiyoung, tidak beres.” Kata Lizzy khawatir.

“Liz, ayolah, mereka cuma makan bareng, apa yang salah?” Kata Chanyeol sambil menyikut Lizzy.

“Oh enggak itu bukan sekedar makan, aku tahu ada yang salah, kau juga pasti ikut-ikutan kan?” Kata Lizzy mulai kesal.

“Ikut-ikutan apa Sooyoung-ah?” Tanya Chanyeol, memasang tampang bingung. Sesungguhnya ia memang bingung.

“Park Chanyeol, dengar ya, Jiyoung itu polos, ia tidak mengerti kalau—“

Pertengkaran mereka terhenti oleh seruan Soohwa yang melihat kejadian mengerikan(?) di ruang makan.

Taemin sedang menggunakan tongkatnya untuk melayangkan sepanci soybean sauce tanpa sepengetahuan Jiyoung, dan menumpahkan seluruh isi panci ke kepala gadis itu.
Setelah badannya penuh soybean sauce, Jiyoung diam saja, ia terlalu shock untuk mengatakan apa-apa. Setelah tahu siapa pelakunya, ia mulai menangis karena malu dan sakit hati.

“Astaga. Sudah kubilang, dasar Lee Taemin si gila itu.” Lizzy langsung berlari dan mengamankan Jiyoung, membawa gadis itu ke kamar mandi untuk dibersihkan (?).

Sementara Krystal langsung berdiri dari kursinya, dan menghampiri Taemin yang masih berdiri di tempatnya dengan santai dan seolah barusan tidak terjadi apa-apa (padahal seluruh ruang makan tercengang saat melihat panci melayang tadi).
Krystal menonjok sunbae-nya itu sekeras yang ia bisa, dan mulai mengumpat dalam Bahasa Inggris.

“Aku cuma bercanda.” Kata Taemin, kata-katanya malah membuat Krystal semakin mau mengamuk.

“Oh iya tentu saja kau cuma bercanda! Lucu sekali sunbae, kau baru saja menyakiti hati Jiyoung dengan kelakuan bodohmu!” Kata Krystal

Ia hendak melayangkan satu tendangan ke wajah Taemin, tapi ia tidak beruntung, seseorang melapor pada Byun Sonsaeng dan membuatnya harus berhenti mengamuk dan menerima hukuman dari Byun Sonsaeng karena berkelahi pada jam makan dan memukuli seorang senior.

Krystal tidak terima, bukan dia yang mengawali keributan, tapi apa boleh buat, sekarang ia berdiri di depan tumpukan piring kotor untuk membantu mencuci piring di dapur sekolah sebagai hukuman. Ia harus mencuci setiap piring secara manual, tidak boleh menggunakan sihir.

“Lee Taemin sialan.” Umpat Krystal sambil menggosok piring-piring kotor.

“Kau tidak boleh mengatai seorang sunbae.” Kata seorang laki-laki yang juga sedang mencuci piring.

Krystal melihat ke arah laki-laki itu, ia merasa seperti mengenali wajahnya.

“Kau yang mengejar Troll kemarin kan? Sedang apa di sini?” Tanya Krystal, tangannya masih bergerak mencuci setiap piring.

“Iya, aku Oh Sehun, umma-ku tukang masak di dapur sekolah, jadi aku bantu mencuci piring di sini.” Kata Sehun.

Kemudian ia mengeringkan tangannya, lalu merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan potongan koran dan memperlihatkannya pada Krystal.

“IWWA Bangkit Kembali, Penyerangan dan Penculikan Di mana-mana.” Krystal membaca judul berita utama pada sobekan koran yang ditunjukkan Sehun.

“Apa maksudnya?” Tanya Krystal.

“Aku sedang menyelidiki ini, aku ini reporter sekolah. Serangan Troll kemarin, penculikan murid-murid, aku bisa bilang IWWA ada dibalik semua itu. Tapi untuk membuktikan itu aku harus menyelidiki lebih lanjut.” Kata Sehun, matanya berkilauan penuh semangat ketika ia mengucapkan kata demi kata.

Krystal mulai melupakan cucian piringnya, ia ingin membicarakan hal ini lebih lanjut dengan Sehun, laki-laki itu tahu sesuatu dan jika ia bisa mendapat informasi lebih, misinya akan lebih mudah diselesaikan.

“Jadi, apa itu IWWA dan kenapa kau memberitahu semua ini padaku?” Krystal bertanya lagi.

“Karena aku rasa kau tahu sesuatu tentang ini, aku mendengar pembicaraanmu dengan Kang Jiyoung dan hantu Baekhyun sunbae di perpustakaan. Oh iya, IWWA itu Illegal Witch & Wizard Association. Sekumpulan penyihir yang memilih mempelajari sihir hitam, istilahnya mereka ini jahat.” Ujar Sehun.

“Kau bisa melihat Baekhyun sunbae? Kau tahu tentang penculikannya?” Kata Krystal agak memekik.
Sehun hanya mengangguk pelan.

“Uh baiklah, kau mau ikut dalam penyelidikanku dengan Jiyoung? Kami akan menemui Peramal Bulan saat bulan purnama minggu depan, kalau kau mau ikut… temui kami di gerbang sekolah pada tengah malam saat bulan purnama nanti.” Krystal akhirnya memutuskan untuk menawari Sehun ikut dalam ‘tim penyelidik’ kecilnya.

Tentu saja Sehun tidak menolak, ia akan menjadikan ini berita paling keren sepanjang tahun. Mereka pun sepakat dan memulai pertemanan mereka sejak hari itu, di dapur sekolah, sambil mencuci ratusan piring kotor.


Seminggu setelah kejadian memalukan soybean sauce di ruang makan, Jiyoung masih belum juga mau keluar dari kamarnya. Ia terus-terusan menutupi seluruh badannya dengan selimut dan meringkuk di atas tempat tidur, menolak untuk makan apapun kecuali buah-buahan dan menolak bertemu siapapun kecuali Krystal, ia bahkan bersikap sangat jutek pada Suzy dan Haeryung. Selama seminggu itu, untungnya tidak ada kejadian-kejadian aneh lagi, tidak ada serangan monster, walaupun Krystal masih terus mendapat mimpi buruk.

Dan selama seminggu itu juga, Taemin berusaha menemui Jiyoung untuk meminta maaf tapi Krystal selalu mengusirnya dan mengatakan “Jiyoung tidak mau keluar,” atau “Jiyoung tidak mau melihatmu.” Rasa bersalah benar-benar mengganggunya, ia tidak bisa tidur dan terus terbayang-bayang wajah gadis itu dipenuhi soybean sauce dan air mata.

“Kau kenapa?” Tanya Chanyeol sambil menepuk bahu Taemin.

Mereka sedang berada di ruang makan, tepat di meja tempat Taemin akan mengajak Jiyoung duduk minggu lalu, sebelum ia melakukan hal mengerikan yang membuat gadis itu tidak pernah keluar dari kamar selama seminggu.

“Aku merasa bersalah hyung, yang aku lakukan minggu lalu itu memang keterlaluan.” Ujar Taemin, sambil membenamkan wajahnya di lengannya yang dilipat di atas meja.

“Kau memang jahat sekali waktu itu, kau harus minta maaf sama Jiyoung.” Kata Chanyeol, sama sekali tidak menolong Taemin, tapi malah membuat namja itu semakin merasa bersalah.

“Dia kan tidak pernah keluar dari kamar, bagaimana cara menemuinya?”

“Kalian sekarang tinggal di dorm yang sama, mudah saja, nanti setelah jam makan, semua murid ada di kelas masing-masing, dorm pasti sepi, kau bolos kelas terus temui dia di kamarnya.” Kata Chanyeol santai, ia memasukkan sepotong kue ke mulutnya lalu menepuk punggung Taemin. “Cepat sana.”

Tepat saat Taemin berdiri dari kursi, bel masuk berbunyi, orang-orang mulai meninggalkan ruang makan untuk menuju ke kelas masing-masing. Sementara Taemin cepat-cepat berlari menuju dormnya.

Benar saja dormnya sangat sepi. Ia langsung masuk ke dalam dan mencari kamar Bae Suzy, dimana Jiyoung ditempatkan untuk sementara. Ia ketua dorm tapi sama sekali tidak hafal isi dormnya. Setelah menemukan kamarnya, ia membuka pintunya perlahan. Di dalam kamar tidak ada siapa-siapa, hanya ada gumpalan selimut di atas ranjang, yang setelah diamati beberapa saat oleh Taemin, itu adalah Jiyoung.

“Kang Jiyoung? Ehm…Aku—“

Jiyoung langsung keluar dari bungkusan selimut, ketika ia melihat Taemin, ia memekik kaget dan langsung menyerang sunbae-nya itu dengan semprotan air dan mengikat laki-laki itu dengan air yang membentuk seperti tali-tali, anehnya Taemin bisa terikat walau itu cuma air.

“Aku mau minta maaf, jangan langsung menyerangku begini. Dengar ya, Kang Jiyoung, aku merasa bersalah, serius seminggu ini aku tidak bisa tidur.” Kata Taemin pelan, tali-tali air buatan Jiyoung mulai mengikatnya terlalu kuat.

Jiyoung terdiam, mulutnya membentuk o kecil, ia melepaskan tali-tali airnya.

“Maaf.” Gumam Jiyoung pelan. Ia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi tidak sampai kepala. “Tadi sunbae mau bilang apa?”

“Maaf karena aku bercanda keterlaluan minggu lalu.” Kata Taemin.

Jiyoung terdiam sesaat, ia memandangi Taemin dari atas sampai bawah (?) lalu menghela napas, ia terlihat sangat kecewa.

“Sebelum kejadian itu kau adalah sunbae favoritku di sini. Sekarang sih tidak lagi.” Kata Jiyoung pelan, sekarang ia mengerucutkan bibirnya.

“Eh.. terima kasih. Jadi? Kau sudah memaafkanku?” Tanya Taemin.

“Dengan 1 syarat,” ujar Jiyoung, tiba-tiba mendapat ide untuk rencananya dengan Krystal malam ini, “ijinkan aku dan Krystal keluar dari dorm malam ini. Sunbae kan ketua dorm, pasti bisa kan membukakan pintu dorm tengah malam nanti?”

Setelah memikirkannya beberapa saat, Taemin akhirnya mengangguk setuju. Ia akan menyanggupi permintaan Jiyoung walau resikonya jabatan ketuanya bisa dicabut karena ia melanggar aturan.

“Oke, tapi aku harus tahu, kau mau ke mana tengah malam nanti?”

Jiyoung mengeluarkan suara “mm” panjang sambil menarik-narik ujung selimutnya dengan gelisah. Ia takut Krystal marah kalau ia membocorkan penyelidikan kecil-kecilan mereka pada Taemin. (Terutama karena Krystal sangat membenci laki-laki itu).

“Aku dan Krystal mau menemui peramal bulan. Kami sedang menyelidiki tentang… penculikan yang terjadi di sekolah. Eung… aku mohon jangan beritahu siapa-siapa.” Kata Jiyoung, sambil menggenggam ujung selimutnya semakin kuat.

“Oh…soal itu, tenang saja rahasia kalian aman. Sebenarnya aku juga penasaran, boleh aku ikut dengan kalian?” Tanya Taemin lagi.

“Oh.. oke, sunbae boleh ikut. Kenapa sunbae mau ikut?”

Mendengar pertanyaan Jiyoung, Taemin langsung berjalan ke pintu kamar untuk segera pergi dari situ, tapi kemudian ia berhenti di depan pintu dan melihat ke arah Jiyoung yang duduk di atas tempat tidur dengan berbalut selimut dan ekspresi bingung di wajahnya.

“Akan aku ceritakan, kapan-kapan.”


 

Jadi malam ini tepat pukul 00:00 Krystal, Jiyoung, dan Taemin (yang sama sekali tidak diprotes Krystal karena ia yang membuat mereka keluar dari dorm dengan mudah), keluar dari Dorm Fire diikuti hantu Baekhyun yang muncul di sebelah Krystal. Mereka berjalan keluar dari bangunan sekolah, melewati halaman depan yang luas dan ditumbuhi tanaman hias, sampai akhirnya sampai di depan gerbang sekolah. Di gerbang sekolah, berdiri dua sosok laki-laki, awalnya mereka kira itu satpam sekolah tapi ternyata kedua sosok itu adalah Jung Ilhoon dan Oh Sehun, yang ingin ikut juga dalam penyelidikan itu.

“Aku kira kau lebih suka belajar di dorm.” Kata Krystal saat melihat sosok Ilhoon di hadapannya.

Ilhoon terlihat murung, tapi ia menanggapi kata-kata Krystal.

“Ini jadi masalahku, karena itu aku harus ikut. Nuna-ku baru saja diculik juga. Jung Minjoo sunbae, kau tahu dia?”

Mereka semua mengangguk, Jiyoung menepuk bahu Ilhoon sambil menggumamkan kata “fighting” dan tersenyum.

“Baiklah kita berangkat ke Peramal Bulan sekarang.” Kata Krystal.

Peramal Bulan yang akan mereka temui ini tinggal di sebuah danau mistis (yang cuma bisa dilihat oleh penyihir), bernama Silver Lake. Mereka cuma harus berjalan kaki ke luar sekolah sejauh tiga kilometer. Di sana ada tanah kosong, di tengah tanah kosong itu ada Silver Lake.
Di sekitar tempat itu sangat gersang, tidak ada pepohonan atau semak sama sekali. Bulan purnama terlihat sangat jelas di situ, cahayanya menerangi lahan kosong itu, bayangan bulan terlihat jelas di danau.

“Jadi? Bagaimana cara memanggil wanita peramal itu?” Tanya Sehun.

Jiyoung pun maju mendekati pinggir danau, lalu melempar sebuah uang koin cina kuno ke dalam danau.

“Tunggu saja.” Ujar Jiyoung sambil tersenyum lebar.

Air danau mulai bergolak, airnya berpusar membuat pusaran yang sangat kuat dan dari tengah pusaran itu keluar dua orang wanita cantik, mereka kembar.

“1 koin sama dengan tiga pertanyaan.” Ujar wanita pertama dengan pakaian berwarna kemerahan dan rambut panjang sepinggang berwarna hampir sama dengan bajunya. Di tempat seharusnya ada kaki, digantikan oleh ekor merah berkelip yang cantik.

“Ramalan kami tidak berima atau berirama.” Kata kembaran-nya, dengan pakaian dan ekor berwarna krem, dan rambut panjang berwarna cokelat.

“Tanyakan pertanyaan kalian!”

Krystal terdiam sesaat, lalu melihat ke arah Baekhyun yang berdiri di sebelahnya.

“Tanyakan siapa orang dibalik penculikan ini, di mana tubuhku berada, dan… cara menyelamatkan korban. Itu saja, Soojung-ah.” Ujar Baekhyun.

Krystal mengangguk pelan, lalu menatap peramal kembar di hadapannya.

“Pertama, aku mau tahu siapa orang dibalik semua penculikan ini.” Kata Krystal.

Kedua wanita itu saling berbisik satu sama lain selama beberapa menit, kemudian si wanita merah mengangkat kedua tangannya ke cahaya bulan, pusaran air di bawahnya bergolak lagi. Ia berdehem (untuk mendramatisir), dan mulai mengucapkan ramalannya.
“Mereka yang tidak di akui keberadaannya, mereka yang memakai kekuatan gelap, mereka yang memasuki mimpi-mimpi buruk untuk menculik penyihir-penyihir muda.Mereka yang berada di sekitar kita, secara tersembuyi sangat dekat keberadaannya…”

Wanita itu membuka matanya yang sejak tadi dipejamkan saat mengatakan ramalannya.

“Itu yang bisa kuberitahu, pertanyaan berikutnya?”

“Ia mengacu pada IWWA.” Kata Sehun.

“Dan mungkin mata-mata di sekolah?” Tebak Taemin.

Krystal meletakkan telunjuknya di bibirnya, memberi isyarat agar keduanya diam.

“Nanti saja dipikirkannya. Pertanyaan kedua dan ketiga, di mana tubuh Byun Baekhyun berada dan bagaimana cara menyelamatkan korban yang diculik.”

Sekarang wanita kedua yang memejamkan matanya dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan saudara kembarnya. Ia kemudian terdiam selama beberapa menit, lalu melanjutkan ritualnya.

“Byun Baekhyun, tubuhnya tersembunyi dibalik pintu, yang paling menarik, yang paling terang dari pintu manapun, sangat dekat namun sulit dijangkau. Untuk menyelamatkannya dan korban lainnya… bebaskan mereka dari mimpi buruknya.”

Entah kenapa bayangan pintu perak terlarang di sekolah muncul di pikiran Krystal. Apa iya tubuh Baekhyun dan mungkin korban lainnya ada di sana? Tapi waktu itu Byun sonsaeng yang melarangnya masuk ke sana dan mengatakan pintu itu terlarang bagi siswa. Apa mungkin ia terlibat dalam penculikan anaknya sendiri? Krystal langsung menghapus asumsinya dan kembali pada peramal kembar di hadapannya.

“Terima kasih atas bantuannya. Petunjukmu sangat membantu.” Kata Krystal, sambil memasang senyum tipis.

“Tentu saja, oh kalian sebaiknya cepat kembali ke sekolah kalian karena aku mencium bahaya di sekitar sini.” Kata wanita yang berpakaian merah.

“Ya, baunya sepertinya sesuatu yang busuk hangus terbakar.” Kata kembarannya.

Kemudian mereka bergandengan tangan dan menghilang dalam pusaran air Silver Lake.

Krystal dan yang lainnya melihat ke sekeliling mereka, memastikan apakah ada sesuatu yang berbahaya dalam jarak dekat.

“Kalian lihat atau dengar sesuatu?” Tanya Krystal.

“Sejauh ini tidak. Tapi kalau mendengar kata – kata si peramal sepertinya aku tahu makhluk apa yang ia maksud.” Ujar Ilhoon, dan kedengarannya tidak berarti baik.

“Apapun itu sebaiknya kita kembali sekarang, sebelum kita bertemu sesuatu atau tertangkap basah oleh guru.” Kata Taemin, diikuti anggukan setuju dari yang lain, kecuali Jiyoung yang terpaku melihat ke arah sesuatu di hadapannya.

“Um… bisa kita lari sekarang?!” Kata Jiyoung panik.

Makhluk – makhluk itu terlihat seperti burung, tapi lebih mengerikan. Paruh dan cakar mereka terlihat sangat tajam —ya, mereka punya cakar— terlihat cukup tajam untuk mencabik – cabik mereka sampai habis. Warna bulu mereka hitam kelam dengan sedikit highlight merah di ujung – ujungnya. Bulu – bulu itu terlihat kusam dan pastinya bau.

Sudah terlambat untuk berlari, makhluk – makhluk itu (berjumlah sekitar 10 atau lebih) sudah mengepung mereka, membentuk lingkaran di sekeliling mereka.

“Makhluk apa itu??” Bisik Krystal pada hantu Baekhyun yang berdiri di sebelahnya.

“Mereka burung.” Jawab Baekhyun.

“Aku serius, sunbae, makhluk apa itu?” Tanya Krystal lagi, mencoba tetap berbisik supaya teman – temannya tidak mendengar.

Fire Birds. Mereka mematikan, tapi es atau air cukup untuk menahan mereka sebentar.” Kata Baekhyun, otaknya mulai menyusun strategi penyelamatan diri untuk Krystal dan teman – temannya.

“Suruh mereka berkumpul di tengah.” Kata Baekhyun lagi pada Krystal.

Krystal mengangguk, lalu berteriak. “Hey! Semuanya ke tengah! Merapat, tetap bersama.”

Mereka semua mengikuti komando Krystal dan berkumpul di tengah membentuk lingkaran kecil.

“Lalu sekarang apa?” Tanya Sehun.

“Kita akan melarikan diri, tapi sebelumnya, kita harus berusaha melemahkan mereka untuk sementara.” Ucap Krystal. Jantungnya berdegup sangat kencang, sebenarnya ia ketakutan.

Burung – burung bernapas api itu mulai menyembur mereka dengan kobaran api. Mereka berusaha melawan sebisa mungkin. Salah satu serangan es dari Krystal berhasil menjatuhkan seekor dari puluhan burung jelek itu, dan memberi mereka kesempatan untuk kabur.

“Cepat lari sekarang!” Seru Ilhoon.

Mereka pun berlari secepat mungkin untuk kembali ke sekolah, di belakang mereka burung – burung penyembur api yang tidak bisa terbang itu mengejar mereka sambil tak hentinya menyemburkan api panas bagai teror.

Gerbang sekolah sudah terlihat beberapa meter di depan mereka, Taemin yang sampai di depan gerbang paling pertama cepat – cepat membuka kunci gerbang. Tangannya gemetaran, ia takut tidak dapat membuka gerbang itu tepat pada waktunya.

Tepat saat Krystal dan yang lainnya sampai di depan gerbang sekolah bersama Fire Birds di belakang mereka, gerbang itu berhasil dibuka dan menyelamatkan mereka sebelum mereka terpanggang habis. Pelindung sihir yang melindungi seluruh sekolah menghalau burung – burung itu untuk masuk.

Mereka pun menghela napas lega dan mulai merasa kelelahan. Sehun dan Ilhoon menjatuhkan diri di tanah. Krystal dan Jiyoung terdiam sambil mengatur napas, mereka masih sedikit shock.

“Tadi itu sangat gila.” Kata Ilhoon sambil terengah – engah. Jantungnya masih berdegup sangat kencang karena berlari tadi.

“Setidaknya kita sudah aman sekarang.” Ujar Sehun. Yang lain mengangguk setuju.

Mungkin mereka pikir begitu, tapi tidak. Masalah mereka belum selesai. Terdengar suara langkah kaki menuju ke arah mereka. Krystal mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang menghampiri mereka. Ia merasa seperti tercekik. Ia rasa sekarang mereka dalam masalah (lagi) karena telah melanggar selusin aturan sekolah.

“Ikut denganku ke kantor kepala sekolah.”

TBC


A/N: Hai hai T.T maaf baru sempet lanjutin ini, soalnya sibuk sekolah akhir-akhir ini. semoga aja masih ada yg mau baca. terus momen BaekStal bakal dibanyakin di chap selanjutnya :D maaf kalo kependekan T.T saya juga bakal ngelanjutin projek2 FF yg lain so ini comeback stage saya xD yaudah don’t forget to leave your comment :3

11 thoughts on “[ Seri #1 ] Dream Catcher ; Part 3

  1. yaampuuunn akhirnyaa.. wkwk
    udah lupa jalan cerita yg di part 1dan2.. jadi akhirnya ku baca lagi dari awal hehe
    ceritanya tambah seru aja.. lanjutin yaa.. keep writing !! ditunggu lohh (klo bsa jgn lama2, soalnya pelupa nihh hehe)

  2. Daebakkk! Aku sudah menunggu FF ini hampir berabad-abad(?)!
    Critanya makin seru, deh. Kata-katanya keren, dan mudah dimengerti. Janji, ya, BaekStal moment-nya dibanyakin! Hueheheh :3
    Btw, itu yang datengin mereka guru, ya? Jangan-jangan… Byun songsaeng?

    • selama itu ya ff ini ga di update :’3 /lap ingus(?)/ makasih banget udah baca dan komentar. iya nanti bakal dibanyakin momen baekstal XD saya juga udah gatel mau bikin momen mereka yg banyak tp ga pernah pas timingnya (?)
      um.. mungkin aja(?) tunggu aja di next part XD

  3. Aaaaa>,< akhirnya bisa baca juga part 3 nyaaa.. Ceritanya makin seruu , jadi gasabar buat baca selanjutnya :3 daebakk pokoknya, ditunggu part 4 nya(?)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s