DARK INVITATION 6



CreditposterbyAndinarima@CafePoster

CreditposterbyAndinarima@CafePoster

 

 By.Alana

Park Jiyeon feat Kim Myungsoo

 

 Oh Sehun/Bae Suzy/V/Jungkook

 

 .

.


Kali ini Serius.

Mudah-mudahan!

udah diniatin dari awal nih!


 

 

 

Jiyeon sedang menikmati wortel ketika Sehun datang. Dia berada dalam pangkuan Myungsoo yang selalu mengelus-elus bulu putihnya. 

 

Myungsoo-shi! tanganmu begitu nyaman menyentuhku. 

 

Jiyeon merasakan perasaannya begitu damai. BErkali-kali dia mendengar Myungsoo mengeluh. Dan dia tahu apa yang sedang dirasakan Myungsoo. Namja tampan ini sedang merindukannya. Merindukan wujud Jiyeon sebagai manusia. Sayang hal itu baru akan terjadi tiga hari lagi. Jiyeon menahan perasaannya.

 

Myungsoo adalah sosok yang baik. Dia tidak pernah terlihat menggoda yeoja-yeoja manapun, dengan ketampanannya. Dia bahkan terkesan begitu menutup diri, ya walaupun dengan sikapnya yang sepertinya memang harus sedikit dimaklumi. 

 

“Tuan Myungsoo !”  Ajudan Sehun terlihat panik, namun dia begitu berhati-hati sekali dengan nada bicaranya. Lebih terdengar seperti berbisik.

 

“Ada apa Ajudan Sehun ?”  tanya Myungsoo dengan berbisik juga.

 

“Di luar ada Ketua dari perkumpulan aliran Hitam. Master V dan ajudannya yang bernama Jungkook. Dia ingin bertemu dengan Tuan.”  ujar Sehun.

 

Dia berusaha mau mengambil kelinci yang berada di pangkuan Myungsoo, namun Jiyeon enggan dipegang oleh Sehun. Dia meloncat.

 

“Kau jangan membuat Jiyiku ketakutan !”  hardik Myungsoo 

 

“Maaf, Tuan!  saya hanya ingin memegang bulu lembutnya.

 

“Jangan! Nanti kelinciku tidak perawan lagi setelah kau pegang!” Myungsoo berdiri untuk mengambil Jiyi. Dia menggendongnya.

 

“Tuan ini bagaimana, masa saya disamakan dengan pedorabbit!”

 

Myungsoo berjalan menuju ke depan. Dia ingin menemui Master V. Namun Sehun mengendap-endap ke kamar Myungsoo. Dia berniat untuk mengambil sepatu Tuannya dan menyembunyikannya.

 

Dimana Tuan Myungsoonya itu menyembunyikan sepatu berwarna putih itu. Tanya Sehun dalam hati. Matanya celingukan kemana-mana.

 

” Ajudan Sehun !”  teriak Myungsoo dari depan. Sehun yang sedang menukik  terhempas kaget.

 

“Ya, Tuan Myungsoo! ” jawab Sehun dengan berteriak.

 

“Kesini !” perintah Myungsoo.

 

 

 

Sementara itu Master V dan Jungkook, berdiri di depan ruah Myungsoo. Dia terlihat sedikit kepanasan.

 

“Master V, kenapa kita tidak diijinkan masuk ?”

 

“Tidak tahu.” jawab Master V, sambil mengelap keringat yang bercucuran di dahi Jungkook. Kasihan dia! pikir Master V.

 

Lalu munculah Myungsoo dengan wajah tidak sukanya. Dia mengingat kalau Master V pernah berdansa dan menginginkan Jiyeon di pesta itu.

 

“Master V!”  sapa Myungsoo dengan suara yang dibuat berwibawa. Master V menoleh dengan dramatis ke arah Myungsoo. Angin-angin menyibakkan rambutnya yang keemasan sehingga terlihat melambai-lambai. Myungsoo sedikit terpesona melihatnya. 

 

“Myungsoo-shi!”  sapanya ganti. Mereka saling menatap.

 

“Ada perlu apa Anda datang ke sini ?”  Myungsoo mempersilahkan mereka masuk dengan bahasa isyaratnya. 

 

Master V duduk lesehan di ruang tamu Myungsoo. Dia menyuruh Jungkook duduk di teras. Sementara Sehun sudah menemukan sepatu putih milik Myungsoo dan menyembunyikannya di atas loteng. Dia berharap semoga sepatu itu tidak ditemukan sampai kapanpun.

 

“Ajudan Sehun!” panggil Myungsoo lagi. Dia bingung kenapa ajudannya itu tidak muncul-muncul juga.

 

“Saya hanya ingin konfirmasi dari Anda apakah Anda mengenali bentuk sepatu…..”  Master V celingukan. Dia mencari kantong kresek yang dia bawa.

 

“Ajudan Jungkook, ke sini sebwntar !” perintah Master V

 

Jungkook yang sedang menikmati sepoi-sepoi angin terpaksa berdiri dan menghampiri Master nya di dalam.

 

“Ada apa, Master V?”  tanya sang ajudan bingung.

 

“Apa kau membawa kantong kresek yang berisi sepatu putih itu ?”  Jungkook memutar bola matanya. Dia melihat ke luar kembali lalu masuk dengan wajah panik.

 

“Master V, sepertinya kantong kresek berisi sepatu itu ketinggalan di warungnya Bang Taeyang.” 

 

“Mwo! “

 

“Maaf, Master V !”  Jungkook masih bersiri dengan rasa panik.

 

“Kalau begitu kembali ke sana dan rebut kembali, maksudku ambil kembali!”  perintah Master V.

 

Sementara Myungsoo bingung dengan obrolan mereka. Dia masih menunggu Sehun yang sejak tadi nguping pembicaraan mereka dari balik pintu.

 

Untung sepatunya ketinggalan. Mudah-mudahan Mas Bro Taeyang sudah membuangnya, sehingga dia tidak lagi punya alasan mencari pasangan sepayu itu. Pikir Sehun sedikit masuk akal. Dia merasa bangga dengan dirinya sendiri.

 

“Saya tidak berani Master V. Saya takut dengan orang itu.”  ujar Jungkook menolak untuk kembali ke warung Taeyang.

 

“Bagaimana ini ?”  Master V garuk-garuk kepala.

 

“Sebenarnya ada masalah apa ya ?” tanya Myungsoo bingung. 

 

“Sepatu yang ditemukan oleh Jungkook di tangga rumah saya waktu itu, kemungkinan milik perempuan yang berdansa dengan saya di pesta malam itu.” jelas Master V.

 

“Sepatu ?”  ulang Myungsoo. Master V mengangguk.

 

Myungsoo teringat sepatunya yang tertinggal di sana saat tersandung di tangga. Apakah mungkin itu sepatunya.

 

“Ajudan Sehun !”  Myungsoo kembali memanggil Sehun. 

 

“Ya, Tuan Myungsoo.” Sehun muncul dari balik pintu.

 

“Ajudan Sehun coba tolong kamu ambilkan……” perkataan Myungsoo tertahan ketka Sehun berbisik ditelinga Myungsoo.

 

“Tuan, dia akan menikahi orang yang memiliki pasangan sepatu itu.”  Mata mYungsoo terbelalak ketika mendengar hal itu.

 

“Jinjja ?”

 

Master V terkesiap. Dia melihat Myungsoo yang sedang kaget.

 

“Ada apa Myungsoo-shi ?” 

 

“Aniyo…” Jawab Myungsoo. Dia lalu menggeret Sehun masuk ke ruang tengah. 

 

“Apa kau yakin ?”  ujarnya lirih. Sehun mengangguk.

 

“Itu tidak boleh terjadi. Aku tidak mau menikah dengannya.”  Myungsoo terlihat panik.

 

“Jangan khawatir Tuan, saya sudah menyembunyikan sepatu Anda. “

 

“Lalu sepatu yang katanya tertinggal di warung itu bagaimana ?”

 

“Saya akan ke sana dan mengambilnya, Tuan.” usul Sehun briliant.

 

“Kalau begitu cepatlah sebelum Jungkook pergi mengambilnya.”

 

“Siap, Tuan Myungsoo.”

 

Lalu Sehun bergegas keluar lewat pintu belakang. Dia melaju secepat angin melintasi pepohonan. 

 

Sementara itu Myungsoo kembali menemui Master V. Dia masih duduk di sana bersama ajudannya yang terlihat begitu manis.

 

“Maafkan Saya, Master V. Sepertinya saya tidak tahu apa-apa masalah sepatu itu. Lagi pula di sini tidak ada wanita.  Saya yakin hal itu tidak ada kaitannya dengan saya. “

 

“Ya, sepertinya begitu. Saya minta maaf sudah mengganggu waktu Anda.” ujar Master V sambil beranjak keluar.

 

“Tidak masalah. ” jawab Myungsoo.

 

 

Master V dan Jungkook meninggalkan kediaman Myungsoo dengan perasaan dan tangan hampa. Kawaisoo!

***

 

Tiga hari kemudian, ketika pagi menyonsong dan ketika suara burung berkicau di pucuk-pucuk dahan pohon di depan rumah Myungsoo, dan ketika matahari masih begitu lembut menyapa tubuh mungil Jiyeon, Myungsoo masih setengah tertidur. Tapi dia bisa melihat cahaya matahari sudah mengintip dari celah-celah jendela kayunya. 

 

Jiyeon yang berada di dalam kamar Myungsoo menjadi panik ketika dia menyadari perubahan bentuknya menjadi manusia kembali. Namun kini, di tubuhnya tidak terdapat sehelai bajupun. Dia berjingkat-jingkat untuk mencari pakaian di dalam lemari Myungsoo. Dia melihat namja itu masih tertidur. Sehingga dia dengan cepat membuka pintu lemari itu dan mengambil baju dari dalamnya.

 

Suara pintu lemari tertutup membuat Myungsoo tertegun. Dia membuka matanya dan menerka-nerka kenapa pintu lemarinya tadi bergerak. Dia bangun dan duduk. Diperjayikannya ke arah sekelilingnya. Tapi dia tidak menemukan siapa-siapa. Tapi dari balik partisi, dia mendengar sesuatu. Seperti ada seseorang di balik sana.

 

Dia bergegas ke sana dan berhati-hati mengintip ke belakang partisi yang terbuat dari kayu itu. 

 

“Nona Jiyeon !”  sebut Myungsoo kaget, ketika melihat Jiyeon hampir selwsai menggunakan baju. Jiyeon melirik …

 

“Aaaaaaaaaa…..,!”  teriaknya.  dan lagi..”Aaaaaaaaaaaaaaa…!”  …sekali lagi “Aaaaaa….!”

 

Dia melemparkan apa saja yang bisa dia lemparkan kecuali baju yang sedang dipegangnya.

 

Myungsoo menutup kupingnya demi mendengar jeritan yang begitu memekakan genderang telinganya itu.

 

 

“Nona Jiyeon, apa yang kau lakukan di sini ?”  Tanya Myungsoo dengan berjalan hilir mudik. Dia bingung apa yang harus dia lakukan.

 

“Maaf, Myungsoo Shi! saya akan segera pergi setelah berpakaian.” jawabnya.

 

Myungsoo berpikir apa tadi malam dia dan Jiyeon melakukan hubungan? Ah, tidak! tegas Myungsoo, tapi kenapa Jiyeon ada di kamarnya.

 

 

“Tuan Myungsoo, ada apa ?”  Sehun tiba-tiba muncul menyeruak.

 

“Ajudan Sehun cepat keluar! jangan masuk dulu !”  

 

Kemudian Jiyeon keluar dari balik partisi. Dan Sehun sempat melihatnya. Dia benar-benar terkejut.

 

“Tuan Myungsoo ?”  Sehun memandang penuh arti ke arah Myungsoo yang sedang menggeleng-gelengkan kepala.

 

“Ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Aku bisa menjelaskannya.” ujar Myungsoo.

 

“Anda tidak perlu menjelaskan apa-apa,Tuan. Saya sudah tahu apa yang akan Anda katakan. Dan saya mengerti.”

 

“Mengerti apa?!”  Myungsoo geram mendengarnya.

 

“Anda benar-benar mengalami kemajuan yang pesat Tuan Myungsoo.”

 

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan Tuan Sehun.”  ujar Jiyeon membela Myungsoo

 

“Memangnya apa yang aku pikirkan ? Aku tidak berpikir apa-apa. Kalian sok tahu!”  ujar Sehun geli. Dia heran kenapa tuannya dan Jiyeon memikirkan apa yang dia pikirkan.

 

“Ya, akupun berpikir, mungkin kau sedang tidak berpikir. Ya, pikiranku salah saat menduga kau memikirkan apa yang aku pikirkan.” Ujar Myungsoo.

 

“Saya juga tidak berani berpikir tentang apa yang Tuan Myungsoo pikirkan.”

 

“Pikiranku juga mengatakan hal itu. Kau tidak mungkin berpikir kalau aku memikirkanmu, kan !”

 

“Apa Tuan memikirkan aku ?”

 

“Aku tidak sedang memikirkanmu Ajudan Sehun.”

 

“Ya, baiklah Tuan. Kita tidak usah repot-repot bepikir, ini masih pagi. ” balas Sehun.  *capek deh!*

 

Myungsoo mendesah sambil memperhatikan Jiyeon yang mengenakan bajunya. Jiyeon menunduk.

 

“Maaf Myungsoo-shi. Saya meminjam baju Anda.”

 

“Iya. Tapi kenapa? dan kenapa tiba-tiba berada di kamarku ?”  tanya Myungsoo kemudian.

 

Jiyeon menarik nafasnya lembut. Dia memperhatikan Sehun yang masih berdiri di batas pintu. Myungsoo mengerti, lalu…

 

“Ajudan Sejun pergilah! dan tutup pintunya. Kami akan bicara empat mata.”  perintah Myungsoo.

 

Lalu Sehun menutup pintu dan berjalan menjauh. Dia kali ini mendengarkan apa yang dikatakan Myungsoo.

 

Dan sekarang hanya tinggal Myungsoo dan Jiyeon berada di dalam kamar. Jiyeon duduk berhadapan dengan Myungsoo. Hatinya berdebar-debar kisruh. Ada apa ini ?

 

“Maafkan Saya, Myungsoo-shi.” ujar Jiyeon lirih.

 

“Saya masih belum mengerti.”

 

“Saya adalah kelinci Jiyi, Myungsoo-shi.” 

 

“Kelinci ? Kamu kelinci?” Myungsoo terbelalak.

 

“Myungsoo-shi ingat, waktu di pesta itu saya berlari ke hutan kecil di dekat kediaman Master V, saya telah berubah wujud menjadi kelinci, Myungsoo-shi. Dan setiap bulan purnama saya akan selalu berubah menjadi kelinci selama tujuh hari tujuh malam, Myungsoo-shi.”

 

Myungsoo mendengarnya dengan rasa tak percaya, tapi dia bahagia karena dia bisa menemukan Jiyeon dan berhadapan dengan jarak sedekat ini. Hatinya berdebar-debar.

 

“Jadi kau siluman kelinci?”  tanya Myungsoo kemudian. 

 

“Iya, Myungsoo-shi. Saya siluman kelinci yang sedang melakukan pertapaan. Saya berkeinginan untuk menjadi suci seumur hidup saya, supaya saya bisa mencapai nirwana.”

 

“Kenapa harus begitu? Banyak siluman di dunia ini yang setiap hari menggodaku supaya aku mau menjadi suaminya. Kamu justru menjauhkan diri dari hal-hal semacam itu. “

 

“Saya tidak menyukai hal-hal keduniawian.”

 

“Bagaimana denganku? apa kau tidak menginginkan aku menjadi suamimu ?”  tanya Myungsoo sengan tegas.

 

Jiyeon diam beberapa saat. Dia menatap wajah Myungsoo yang muram. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan Myungsoo.

 

“Saya minta maaf, Myungsoo-shi. Meskipun itu adalah hal yang indah, saya masih ragu apakah itu akan membawa kedamaian. Saya merasa takut dunia ini akan menyakiti saya.”

 

“Sayang sekali. Rasa takutmu itu sebenarnya tidak berdasar. Kau belum menemukan sesuatu di dunia ini yang membuatmu merasa bahagia.”

 

Sebenarnya sudah Myungsoo-shi. Dan kebahagiaan itu adalah dirimu. Ujar Jiyeon dalam hati.

 

“Aku akan melamarmu untuk menjadi iatriku pada orang tuamu.”  ujar Myungsoo kemudian. Hal itu membuat Jiyeon kaget.

 

“Kenapa Myungsoo-shi? Kita belum saling mengenal?”  

 

“Aku tidak perduli. Aku hanya menginginkanmu menjadi istriku. Apalagi setelah peristiwa ini, aku akan meyakinkan diriku bahwa aku akan benar-benar melamarmu! TITIK!”

 

Jiyeon menghela nafasnya lagi. Dia merasa bicara dengan Myungsoo tidak ada artinya. Namun dia berpikir, bagaimana Myungsoo akan menghadapi ibu tirinya sementara ibu tirinya itu sungguh licik. 

 

 

****

 

Sehun menghampiri Myungsoo yang masih duduk di sisi Jiyeon di dalam kereta kuda. Dia mengantar Jiyeon pulang. Namun keadaan rumah dalam keadaan sepi.

 

“Tuan Myungsoo, kita sudah sampai !”  ujarnya 

 

“Baiklah, kita turun !”  ajak Myungsoo pada Jiyeon.

 

“Myungsoo-shi, saya hanya ingin mengatakan kalau keluarga saya adalah siluman. Mereka tidak menyambut tamu di siang hari. Jadi mereka tidak akan menampakkan diri pada Anda.” 

 

Myungsoo mengerutkan dahinya.

 

“Apakah kakakmu yang bernama Nona Suzy itu juga siluman ?”  tanya Myungsoo.

 

“Ya. Dia adalah siluman musang. Ibu tiri saya juga, dan bibi pengasuk saya juga. ” jawab Jiyeon lirih.

 

“Apakah ajudanku mengetahuinya kalau kekasihnya itu adalah siluman ?”

 

Jiyeon menggeleng.  “Tidak tahu Myungsoo-shi.”

 

“Lalu aku bagaimana ?  kapan aku bisa menemui orang tuamu ?”  Myungsoo bingung harus bagaimana. 

 

“Orang tua saya sudah lama meninggal. Saya hanya tinggal dengan ibu dan kakak tiri saya.”

 

“Jadi kau yatim piatu.”

 

Jiyeon menunduk. Dia mengangguk sebelum akhirnya turun dari kereta kuda Myungsoo.

 

“Jangan khawatir Jiyeon. Aku akan tetap pada tujuanku untuk memperistri dirimu. Aku tidak akan mengingkari janjiku. Nanti malam aku akan datang lagi.”

 

JIyeon berjalan mendekati pintu rumahnya dan melambaikan tangannya. Sementara itu, Myungsoo memperhatikan Sehun.

 

“Ajudan Sehun!” panggil Myungsoo

 

“Sebentar Tuan Myungsoo.”  sahutnya.

 

“Apa yang kau lakukan di situ ?”  tanya Myungsoo ketika melihat Sehun berdiri celingukan.

 

“Apakah Nona Suzy ada ?”  tanya Sehun pada Jiyeon.

 

“Dia masih tidur. ” jawab Jiyeon.

 

Wajah kecewa Sehun di bawa menghampiri Myungsoo. 

 

“Jangan khawatir Sehun, nanti malam kita datang lagi ke sini. ”  hibur Myungsoo pada ajudannya yang setia.

 

“Baiklah Tuan Myungsoo.”

 

****

 

 

“Siapa dia ?”  hardik Sang ibu tiri ketika Jiyeon masuk ke dalam rumah. Mata Jiyeon terbelalak melihat ibu tirinya begitu sangar.

 

“Dia…dia…Tuan Myungsoo.”

 

“Maksudmu Tuan Kim Myungsoo yang keturunan Dewa dan sedang mencari calon istri itu ?”  

 

Jiyeon menggeleng tidak tidak tahu. Selama ini dia tidak tahu menahu masalah itu.

 

“Kenapa kau bersamanya? Apa dia akan menjadikanmu istrinya ?”  tanya Sang Ibu tri.

 

“Dia berniat melamarku. Eomma.” 

 

“Tapi kau bilang kau tidak akan menikah dan akan tetap suci supaya kau bisa mencapai Nirwana.”

 

Jiyeon diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Apakah ibu tirinya ini akan mempercayainya saat dia mengatakan kalau dia tidak akan merubah niatnya. Namun Myungsoo bersikeras akan melamarnya. 

 

“Kenapa tidak kau biarkan kakakmu yang menjadi Istrinya, dan kau tetap suci seperti keinginanmu, Jiyeon!”  

 

Hati Jiyeon tiba-tiba merasa sesak. Kenapa ibu tirinya berkata seperti itu? apakah dia berniat untuk menjodohkan Suzy dengan Myungsoo?  Tiba-tiba Jiyeon menjadi panik. Oh Tidak!  Bagaimana ini ?

 

 

 

 

 

 

tbc.

 

 °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°′°°°°°°°°°°°

a/n

 

Maaf updatenya lama..bagi2 soalnya dengan ff yg lain.

Semoga ga gregetan! mudah2 an happy ending…kita tunggu chapter berikutnya! okay!

 

 

see u And Peace,alana

19 thoughts on “DARK INVITATION 6

  1. Geregetan pake banget! dan harus happy ending! Myung cuma buat Jiyeon! TITIK!
    Ajudan Sehun, kamu harus batalin rencana licik ibu tiri Jiyeon! HARUS! dan jangan sampek dh tu Suzy kepincut sama Myung! bisa-bisa Jiyeon tamah terpojok! Andweee!
    Huahaha Master V sama Jungkook takut ya ama Taeyang? wah kasian kkk
    Myung, kamu harus nolak kalo nantinya yang diajuin buat jadi istri kamu Suzy! Awas ye sampek situ berubah halauan!
    Alanaaa jangan buat MyungYeon kagak berjodoh dan berpisah ye? pretty please?

  2. iye agak serius dikit. gue jadi gak kerawa di part ini :3
    jiyeon udah gak suci lah pas dia mau ganti baju myungsoo udah lihat duluan, kikikik. semoga suzy setia yaa, jangan sia” kan ajudan sehun yg kece itu. tapi firasat berkata lain, ciah… lan… jangan kasih ff ini konflik yg berat yeee,, plisssss :-) hehe

  3. semoga aja suzy tetap sama sehun sehingga jiyi menikah sama myungsoo..master V rempong sendiri aja mudah-mudahan sepatu yg ketinggal di warung bang taeyang udah keburu di jadiin sayur lodeh biar myungsoo aman hahaha

  4. srperti biasa perdebatan myungsoo dan ajudan sehun membuatku ngakak
    memikirjsn di pikirkan,apalah itu.cape deh!hahaha.dan ternyata sehun cepat tanggap tentang sepatu itu.kwkwk…

  5. anyeong aku readers baru di sini , nama ku farokha . salam kenal author ….

    thor ceritanya BAGUS & MENARIK … semoga saja jiyeon yang menikah dengan myungsoo . lannjuuutttt thorrrr ….

    # I like this ff

    • Makasih udah membaca ff gaje ini…n komentar, waduh makasih nya double!
      Iya kayaknya ff ini akan segera dituntaskan saja! Setelah mereka bersatu begitu ?

  6. yeay akhirnya jiyeon udh berubah :) wah2 semoga myungyeon bersatu, dan jngan sampai ada penghalang diantara mereka. Hah semoga suzy tetap setia sma sehun ;) penasaran lan, ditunggu bnget ya next chapternya :D

  7. AAAAAAA!!!!!!
    kenapa bisa terlewat satu chapter!!!!!! *tepok jidat
    OMGGGGGGG!!!! myungsoo kekeh melamar jiyeon!!!! asyekkkkk!!! makan makan ye!!
    tapi ck, knp ibu tirinya ngeganggu banget!!!
    ANDWEEE! myungsoo gak boleh ama suzy no no BIG NO!
    lalu gimana dg sehun?? apa suzy sebaiknya di temuin ana master V aja kali ya hahaha *makin konyol
    aigoo, kenapa jiyeon kedapatannya pas dah make baju?? #plakkk *mesum lagi hahaha
    plissss plisss next update!!! can’t wait!! haha

  8. mwo !!ibu tiri memang sllu jahat!!enk j mo jodohin suzy m myungsoo..liat dlu,suzy sprti apa oeh..
    mana mau myungsoo m yeoja kya suzy..

    ottokhaji??

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s