[Oneshoot] I Can’t Say It

img1403754377092

Title     : I Can’t Say It

Author : Chunniest http://fandreamstory.wordpress.com/

Genre :Romance, Oneshoot

Cast     :

Byun Baekhyun (EXO)

Choi Yunsoo (OC)

Kim Taeyeon (SNSD)

 Disclaimer : Ide cerita ini milik author yang berasal dari imajinasi author sendiri.

Ini bukan ff pertama author, tapi ini adalah ff pertama yang author posting di FKI. Semoga readersdeul menyukainya, jangan lupa komennya pleasee!!!!! Happy Reading^_^

DON’T BE SILENT READERS!!!!

*  *  *  *  *

Seorang gadis mengembalikan buku-buku di tempatnya semula. Di sisinya tampak tumpukan buku-buku yang menggunung siap menunggu di tempat semula.

“Mau kubantu?”

Gadis bernama Choi Yunsoo itupun menoleh. Dia memutar bola matanya malas mendapati seorang laki-laki menyerahkan satu buku seraya tersenyum padanya.

“Tak perlu aku bisa melakukannya sendiri.” Ketus Yunsoo menghiraukan lelaki itu.

“Aigo… Yunsoo-ah. Kau berani sekali apa kau tidak takut berada di sini sendirian Yunsoo-ya? Padahal hari sudah mau gelap.”

“Tidak.” Ucap Yunsoo seraya melanjutkan menata buku-buku.

“Wah… Kau benar-benar berani Yunsoo-ya. Padahal banyak siswa yang takut kemari saat menjelang sore.”

“Kenapa?”

“Apa kau tak pernah mendengar hantu pengganggu di perpustakaan ini?”

Yunsoo hanya menggeleng menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Dari cerita yang kudengar dulu ada seorang gadis penjaga perpustakaan sepertimu. Gadis itu selalu menjadi bahan ejekan temannya. Hingga suatu hari dia tak tahan dan menggantung diri di perpustakaan ini. Karena itu rohnya bergentayangan di perpustakaan dan sering mengganggu siswa lain. Ada yang bilang dia mendengar rak berguncang tapi dia tak melihat seorangpun di situ.”

“Kau sedang tidak mengerjaiku kan?”

“Terserah jika kau tak percaya.”

Yunsoo melihat Baekhyun meninggalkannya dan diapun melanjutkan tugasnya.

GUBRAK…GUBRAK…GUBRAK…

Yunsoo memekik kaget mendengar suara rak berguncang.

“YA!! Baekhyun-ah. Kaukah itu?” Yunsoo mendekati rak itu.

Namun saat Yunsoo melihat dibalik rak itu, dia tak mendapati sosok Baekhyun. Yunsoo menysuri rak meneliti penyebab rak berguncang.

“Baekhyun-ah. Ini sama sekali tidak lucu.” Kesal Yunsoo.

GUBRAK…GUBRAK…GUBRAK…

“HUUWWAA…..” Teriak Yunsoo.

Karena ketakutan kaki Yunsoo jadi lemah dan gadis itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.

Mianhae. Aku tak bermaksud mengganggumu. Tolong jangan menakutiku hantu.” Ucap Yunsoo ketakutan.

“Hhhaa….Haa… Haa…”

Yunsoo mendongak dan melihat Baekhyun tertawa terbahak-bahak. Bahkan waajahnya tampak memerah karena terlalu banyak tertawa. Yunsoo mengepalkan tangannya seraya melayangkan tatapan kesal pada Baekhyun.

“Hantu itu tidak ada Yunsoo-ah, aku hanya mengarangnya saja.” Baekhyun kembali tertawa.

“Aiisshh…. Kau rasakan ini.” Yunsoo mengambil buku lalu melemparkannya pada Baekhyun.

Buku itu tepat mengenai sasaran membuat sang korban berhenti tertawa.

Yunsoo mengambil buku lagi hendak melemparkannya lagi namun Baekhyun sudah melesat pergi.

“AWAS KAU BYUN BAEKHYUN!!!” Teriak Yunsoo kesal.

Selama ini Baekhyun selalu saja mempermainkan Yunsoo membuat gadis itu sampai kesal. Namun entah mengapa Yunsoo selalu saja masuk perangkap laki-laki itu. Ucapan Baekhyun yang meyakinkan membuat gadis itu menjadi boneka mainannya.

*  *  *  *  *

Dengan serius Yunsoo mencatat rumus matematika yang diajarkan oleh guru Lee. gadis itu menoleh ke samping dan melihat Baekhyun tengah tidur di mejanya. Dia hanya menggeleng melihat kebiasaan Baekhyun. Yunsoo mengamati rambut hitam baekhyun yang terlihat lembut. Tangan Yunsoo terasa gatal ingin memegangnya namun gadis itu tetap menahan diri.

Meskipun Baekhyun selalu menjahilinya tapi sebenarnya Yunsoo tak keberatan dengan hal itu. Karena dengan begitu Yunsoo bisa dekat dengan Baekhyun.

“Ada yang bisa menjawab pertanyaan di papan tulis ini?”

Semua siswa menunduk berharap bukan mereka yang ditunjuk oleh guru Lee. Yunsoo mengamati soal persamaan matematika. Dengan singkat Yunsoo mengerjakan soal itu dan langsung menemukan jawabannya. Guru Lee menangkap basah Baekhyun yang tengah tertidur.

TUKKK….

Sebuah penghapus papan tulis mendarat di kepala Baekhyun membuat lelaki itu terbangun. Dengan polosnya Baekhyun mengucek matanya yang masih mengantuk.

“Apa kau bermimpi indah Baekhyun-ssi?”

“Ne.”

Jawaban Baekhyun membuat seisi kelas tertawa. Sedangkan guru Lee tampak kesal.

“Kalau begitu sekarang jawab pertanyaan ini. Berapa nilai x dan y?”

Baekhyun terdiam menatap soal di papan tulis dan wajahnyapun memucat karena tak bisa mengerjakan soal itu.

“Ada apa Baekhyun-ah? Apa kau tak bisa menjawabnya?”

Baekhyun masih terdiam tak bereaksi dengan ucapan guru Lee. Tiba-tiba Baekhyun merasa ada yang menarik ujung seragamnya membuat lelaki itu menoleh. Yunsoo menyodorkan sebuah kertas yang berisi jawaban. Baekhyun tersenyum sedangkan Yunsoo hanya tersenyum tipis.

“Jawabannya adalah x sama dengan 8 dan y sama dengan 4.”

Kelas menjadi hening menunggu reaksi guru Lee.

“Kau beruntung jawabanmu benar jika tidak aku pasti sudah menghukummu.”

Baekhyun kembali duduk sedangkan guru Lee meneruskan penjelasannya.

“Terimakasih.” Ucap Baekhyun pada Yunsoo.

Ne.”

*  *  *  *  *

“Aku datang Yunsoo-ah.” Seru Baekhyun ceria menghampiri Yunsoo yang sedang menata buku-buku perpustakaan.

“Jika kau kemari untuk mengusiliku lagi sebaiknya kau pergi saja.” Ketus Yunsoo.

“Aiiggoo… Apa kau masih marah padaku Yunsoo-ah? Aku kan hanya bercanda Yunsoo-ah. Aku kemari benar-benar ingin membantumu sebagai ucapan terimakasih karena kau sudah membantuku. Jadi bolehkah aku membantumu.”

“Terserah kau saja.”

Baekhyunpun mulai membantu Yunsoo menata buku-buku sesuai dengan abjadnya. Terkadang Yunsoo melirik ke arah Baekhyun yang serius menata buku-buku itu.

“Yunsoo-ah. Apa kau pernah menyukai seseorang?” Tanya Baekhyun terus melanjutkan pekerjaannya.

Ne.”

“Jika orang yang kau sukai menyukai orang lain. Apa yang akan kau lalukan?”

“Aku… Aku akan mengatakannya agar dia tahu perasaanku padanya.”

“Baiklah aku juga akan melakukannya. Gomawo Yunsoo-ah.” Baekhyun segera melesat pergi.

Yunsoo mengamati beberapa buku yang baru Baekhyun tata.

“Dasar… Bukannya dia bilang mau membantuku?”

Pertanyaan Baekhyunpun masih berputar di pikiran Yunsoo.

“Jika orang yang kau sukai menyukai orang lain. Apa yang akan kau lalukan?”

“Apa Baekhyun menyukai gadis lain?”

Entah mengapa pemikiran itu membuat dada Yunsoo nyeri. Gadis itu tidak menyukai pemikiran itu.

*  *  *  *  *

Dengan lunglai Yunsoo berjalan menuju kelasnya. Tugasnya di perpustakaan sudah selesai saatnya gadis itu pulang. Jujur Yunsoo sedikit takut pulang sore hari karena sekolah jadi sangat sepi dan hening.

Yunsoo mempercepat langkahnya namun tiba-tiba langkah gadis itu terhenti saat mendengar suara orang mengobrol. Dia mengedarkan pandangannya mencari sumber suara itu. Matanya tertuju pada pintu yang terbuka sedikit.

Yunsoo memutuskan menghampiri pintu itu. Yunsoo mengintip dari celah pintu itu. Nafasnya tercekat saat melihat pemandangan di dalam ruangan itu.

“Kau bicara apa Baekhyun-ah? Jangan bercanda. Aku harus kembali mengajar.”

Taeyeon hendak pergi namun Baekhyun menahan tangannya.

“Aku tidak bercanda seonsaengnim. Aku menyukaimu.”

PLAAKK!!!!

Yunsoo menutup mulutnya yang nyaris mengeluarkan suara karena terkejut melihat Taeyeon menampar Baekhyun dengan keras.

“Berhentilah mengucapkan hal itu. Aku guru dan kau murid. Hubungan kita tidak lebih dari itu.”

Taeyeon meninggalkan Baekhyun yang masih terpaku di tempatnya. Baekhyun mengangkat tangannya menyentuh bekas tamparan Taeyeon. Rasa sakit di pipi tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit di hatinya. Yunsoo hanya terdiam menatap Baekhyun. Tiba-tiba Baekhyun menoleh membuat tatapan keduanya bertemu.

“Apa kau ingin menertawakanku sekarang? Kau bisa membalas perbuatan jahilku kemarin.” Ucap Baekhyun.

Yunsoo tak berkata apapun lalu berjalan menghampiri Baekhyun. Tatapan keduanya tak lepas satu sama lain. Sampai di hadapan Baekhyun, Yunsoo menarik lelaki itu duduk di bangku membuat Baekhyun bingung. Yunsoo menoleh lalu menepuk bahunya mempersilahkan Baekhyun bersandar padanya. Namun sepertinya Baekhyun tak mengerti maksud gadis itu karena dia hanya terdiam dan menatap Yunsoo bingung. Yunsoo menghela nafas lalu menarik kepala Baekhyun bersandar pada Baekhyun-ah.

“Aku tidak akan menertawakanmu karena… Karena aku tahu bagaimana rasa sakit cinta bertepuk sebelah tangan.”

Lalu keduanya terdiam tak berkata apapun membiarkan suasana hening. Yunsoo tahu Baekhyun tidak akan menangis dengan mudahnya tapi gadis itu yakin jika hanya sandaranlah yang lelaki itu perlukan. Detik jam berdetak memenuhi ruangan itu. Waktu terus berlalu dahi Yunsoo berkerut saat merasakan bahunya pegal karena Baekhyun tak kunjung menegakkan tubuhnya.

“Baekhyun-ah.” Panggil Yunsoo tapi tak terdengar respon dari laki itu.

“Baekhyun-ah.” Panggil Yunsoo sekali lagi dan hasilnya tetap sama.

Yunsoo memberanikan diri menyentuh tangan Baekhyun dan mengguncangkannya. Akhirnya terdengar erangan dari lelaki itu. Yunsoo menatap tak percaya saat Baekhyun mengucek matanya karena bangun tidur.

“YA! Kau tertidur?”

Ne. Habis bahumu seperti bantalku nyaman.” Jawab Baekhyun dengan polosnya.

“Aiissshhh… Menyesal aku meminjamkan bahuku.” Gerutu Yunsoo.

“HHAA…HAA….HAA….” Tawa Baekhyunpun meledak melihat Yunsoo kesal.

Yunsoo tersenyum tipis. Paling tidak Baekhyun tidak lagi sesedih tadi. Tawa Baekhyun terhenti dan lelaki itu menatapYunsoo membuat gadis itu salah tingkah. Yunsoo terkejut saat Baekhyun mengulurkan tangannya lalu mengacak lembut puncak kepala Yunsoo.

Gomawo Yunsoo-ya.” Ucap Baekhyun sebelum meninggalkan gadis itu.

Yunsoo menyentuh bekas tangan Baekhyun. Bibir Yunsoo menyunggingkan senyum senangnya.

*  *  *  *  *

Nngggeennnngg…. Nggeengg….. Cciitt….

Yunsoo memutar bola matanya malas mendengar suara berisik itu. Yunsoo berusaha mengacuhkannya dan kembali mencoret-coret rumus di kertasnya. Namun meskipun Yunsoo sudah berusaha mengabaikannya namun tetap saja suara itu membuat telinganya gatal.

“YYEEEEE…..!!!” Suara teriakan itu membuat tulisan Yunsoo menjadi jelek.

Yunsoo menoleh dan melayangkan tatapan membunuh pada laki-laki yang tengah merayakan kemenangannya.

“YA!!!” Bentak Yunsoo kesal.

“SSHH…..” Desisan dari murid lain menyadarkan Yunsoo jika mereka tengah berada di perpustakaan.

Yunsoo membungkuk meminta maaf pada siswa lain karena sudah mengganggu ketenangan mereka.

“Aaiishh…. Bagaimana bisa kau berteriak di perpustakaan?” Gerutu Baekhyun.

Yunsoo semakin menatap kesal Baekhyun.

Bukankah dia yang baru saja membuat keributan. Gerutu Yunsoo.

“Ini semua kan ulahmu.” Ucap Yunsoo dengan nada yang pelan.

“Apa yang sudah kulakukan?” Tanya Baekhyun dengan polosnya.

“Kau….” Yunsoo kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa memarahi Baekhyun dengan wajah imutnya.

“Aaisshh…. Lupakan.”

Yunsoo berdiri dan mengambil buku-buku yang baru saja di kembalikan.

“YA!! Kau mau ke mana?”

Baekhyun menahan tangan Yunsoo.

“Pergi jauh dari tukang berisik sepertimu. Kenapa kau tidak main saja di luar eoh?”

“Di luar membosankan tidak ada kau yang bisa membuatku tertawa.”

“Ciihh.. Itu kan karena kau hanya ingin mengerjaiku saja.”

Lagi-lagi Baekhyun tertawa membuat Yunsoo menghela nafas.

“Yunsoo-ya.”

Suasana menjadi hening saat terdengar suara seorang gadis memanggil. Yunsoo dan Baekhyun sama-sama terkejut melihat Taeyeon datang. Yunsoo mencuri pandang ke arah Baekhyun. Wajah Baekhyun menjadi serius dan tatapan matanya tak lepas dari Taeyeon.

Ne seonsaengnim?” Tanya Yunsoo.

“Aku ingin meminjam buku soal-soal untuk pelajaran Fisika. Bisakah kau mencarinya untukku?”

Yunsoo kembali menatap Baekhyun. Jika dia pergi mencarinya dia akan meninggalkam Baekhyun dan Taeyeon berdua. Bayangan Baekhyun dan Taeyeon berdua membuat Yunsoo kesal.

“Bagaimana Yunsoo-ah?” Tanya Taeyeon menyadarkan Yunsoo.

Ne seonsaengnim. Tunggulah sebentar.” Yunsoo berjalan menuju rak-rak dan segera mencari buku yang Taeyeon minta.

Baekhyun tak berkedip memandang Taeyeon membuat guru itu salah tingkah.

“Aku tak pernah tahu kau sering di perpustakaan?” Tanya Taeyeon memecahkan keheningan.

“Karena seonsaengnim tak pernah memperhatikanku.”

“Kulihat kau akrab dengan Yunsoo.”

Ne. Kami memang akrab. Apa hal itu membuat seonsaengnim cemburu?”

Taeyeon tersenyum. “Tidak. Justru aku senang karena aku berpikir Yunsoo sangat cocok denganmu.”

Rahang Baekhyun mengeras dan tangannya terkepal tak menyukai ucapan Taeyeon.

“Ini Seonsaengnim.”

Yunso kembali dengan membawa dua buku tebal di tangannya. Yunsoo menyerahkan buku itu pada Taeyeon.

Gomawo Yunsoo-ah. Sampai bertemu di kelas Baekhyun-ah.”

Taeyeonpun meninggalkan perpustakaan itu. Yunsoo mengamati wajah Baekhyun yang terdiam.

“Baekhyun-ah.” Panggil Yunsoo.

“Aku harus pergi.”

Yunsoo mengamati Baekhyun yang pergi meninggalkannya.

*  *  *  *  *

Pelajaran dimulai dan semua muridpun dengan tenang mendengar serta mencatat pelajaran fisika yang diajarkan Taeyeon. Yunsoo melihat Baekhyun yang tampak sedih. Semenjak kejadian di perpustakaan tempo hari, Baekhyun menjadi lebih pendiam. Bahkan sekarang Yunsoo jarang melihat Baekhyun di perpustakaan. Hal itu membuat Yunsoo sedih.Yunsoo merindukan sifat jahil Baekhyun.

Belpun berbunyi dan dengan kilatnya semua siswa membereskan buku-buku mereka dan bergegas keluar. Mata Yunsoo mengekori Baekhyun yang berjalan keluar kelas tanpa memandang Taeyeon. Yunsoo menghela nafas berat. Yunsoo merasa ada yang tak beres dengan mereka.

Setelah membereskan buku dan peralatan tulisnya, Yunsoo menghampiri Taeyeon. Tampak Taeyeon tengah membereskan buku-bukunya.

“Kim seonsaengnim.”

Taeyeon mendongak lalu tersenyum pada Yunsoo.

Ne Yunsoo-ah?”

“Bisakah kita bicara seonsaengnim?”

“Tentu saja.”

Yunsoo terdiam menunggu semua siswa keluar. Sedangkan Taeyeon membereskan buku-bukunya.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Taeyeon setelah kelas sepi.

“Kenapa anda menolak Baekhyun?”

“Baekhyun adalah muridku Yunsoo-ah. Hubungan guru dan murid sangat di larang.”

“Tapi Baekhyun tulus menyukai anda seonsaengnim.”

Taeyeon menghela nafas. “Sudah saatnya kau pulang Yunsoo-ah.”

Taeyeon membawa bukunya lalu meninggalkan Yunsoo.

“Jika anda tidak bisa menerimanya, bisakah anda memenuhi satu permintaanku seonsaengnim?” Ucap Yunsoo menghentikan langkah Taeyeon.

Taeyeon berbalik dan kembali menghampiri Yunsoo.

“Paling tidak lakukanlah satu permintaanku seonsaengnim.”

Taeyeon terdiam melihat Yunsoo yang menatapnya dengan tatapan memohon.

*  *  *  *  *

“Aku punya cerita baru Yunsoo-ah. Apa kau mau mendengarnya?” Tanya Baekhyun duduk disamping Yunsoo yang sedang mencocokan buku-buku ke dalam daftar.

Shirreo. Kenapa kau tidak pulang saja eoh?”

Shirreo.” Yunsoo memutar bola matanya malas saat mendengar Baekhyun menirukan ucapan dengan gaya yang di miripkan dengannya.

“Kau yakin tidak ingin mendengar ceritaku Yunsoo-ah?”

Ne. Aku sangat yakin seratus persen.”

Yunsoo menahan tawanya melihat Baekhyun mempoutkan bibirnya. Tiba-tiba terdengar ponsel Baekhyun berdering. Baekhyun mengambil benda itu dari sakunya. Sebuah pesan terlihat di layarnya. Baekhyun membuka pesan itu dan membacanya. Yunsoo bisa melihat bibir Baekhyun mengembangkan sebuah senyuman. Lalu laki-laki itu menatap Yunsoo seakan tidak tega meninggalkan gadis itu.

“Pergilah. Bukankah dari tadi aku menyuruhmu pergi.”

Lagi-lagi Baekhyun tersenyum senang lalu mengacak rambut Yunsoo membuat poni gadis itu berantakan.

“Aishhh… Pergilah.” Kesal Yunsoo sedangkan Baekhyun berlari dan tertawa senang.

Yunsoo tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Baekhyun seperti anak kecil. Namun senyum itu memghilang seiring kepergian Baekhyun. Yunsoo memegang dadanya yang terasa sakit.

“Bodoh!! Kau memang bodoh Yunsoo-ah. Bahkan kau tak bisa mengatakan perasaanmu padanya.”

Yunsoo memghela nafas lalu memutuskan menenggelamkan diri dalam tugasnya sebagai penjaga perpustakaan.

*  *  *  *  *

Baekhyun membuka pintu cafe lalu mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Bibirnya kembali tersenyum menemukan seseorang yang dicari tengah tersenyum padanya. Baekhyun segera menghampiri gadis itu.

Annyeong hasseyo seonsaengnim.”

Taeyeon tersenyum merasa aneh mendengar panggilan itu di luar sekolah.

“Sekarang kita sedang tidak berada di sekolah, jadi kau bisa memanggilku noona. Duduklah Baekhyun-ah.”

Gomawo noona.”

Baekhyunpun duduk di hadapan Taeyeon.

“Kau ingin pesan minum apa?” Tanya Taeyeon seraya membaca menu.

“Aku lebih suka buble tea.”

“Baiklah.”

Taeyeon memberi isyarat agar seorang pelayan menghampirinya. Taeyeon memesan white capuccino dan buble tea sesuai keinginan Baekhyun.

“Kenapa tiba-tiba noona memanggilku kemari?” Tanya Baekhyun setelah pelayan itu pergi.

“Aku hanya tidak ingin minum sendiri saja. Kenapa kau baru pulang?”

“Aku membantu Yunsoo di perpustakaan seperti biasanya.”

Merekapun terus mengobrol tanpa memperhatikan sekeliling. Baekhyun yang tergolong laki-laki yang pintar mencairkan suasana membuat Taeyeon tak bosan mengobrol dengannya. Baekhyun menceritakan kejahilannya pada Yunsoo hingga Taeyeon tertawa melihat Baekhyun menirukan berbagai ekspresi yang Yunsoo tunjukkan. Tak terasa mereka sudah satu jam berada di cafe itu bahkan minum yang mereka pesanpun sudah habis.

“Aku rasa aku menyadari apa yang tak kau sadari Baekhyun-ah.” Ucap Taeyeon.

“Apa maksudmu noona?”

“Perasaanmu padaku bukanlah rasa suka Baekhyun-ah. Kau hanya mengagumiku, karena kupikir kau menyukai Yunsoo.”

Tawa Baekhyunpun pecah mendengar kesimpulan Taeyeon.

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu noona? Mana mungkin aku menyukai Yunsoo.”

“Tentu saja mungkin Baekhyun-ah. Apa kau tidak sadar sejak tadi kau terus bercerita tentang Yunsoo?”

Baekhyun terdiam mengingat pembicaraannya bersama Taeyeon. Gadis itu benar karena memang sejak tadi Yunsoolah yang mendominasi pembicaraan Baekhyun. Entah mengapa Baekhyun selalu ingin membicarakan gadis penjaga perpustakaan itu.

“Sebenarnya alasan ‘tidak ingin minum sendiri’ itu bukanlah alasan yang benar Baekhyun-ah. Aku melakukannya karena Yunsoo yang memintanya.”

“Yunsoo?”

Ne. Karena aku tak bisa menerima perasaanmu, dia memintaku untuk berkencan sehari denganmu. Kurasa dia juga menyukaimu. Karena Yunsoo tidak akan memintaku berkencan satu hari denganmu jika dia tidak memiliki perasaan padamu.”

Baekhyun terdiam berusaha menyerap ucapan Taeyeon. Tiba-tiba Baekhyun bangkit berdiri.

“Aku harus pergi. Terimakasih seonsaengnim.”

Baekhyun membungkuk sebelum akhirnya berlari meninggalkan Taeyeon. Taeyeon tersenyum melihat kepergian Baekhyun.

“Dasar anak itu masih saja polos.” Ucap Taeyeon menggelengkan kepalanya.

*  *  *  *  *

Yunsoo menepuk-nepuk tangannya membersihkan debu di tangannya. Gadis itu tersenyum puas melihat buku-buku sudah rapi dan berada di tempatnya semula. Dia mengambil  catatan yang berisi data buku dan meneliti lagi buku-bukunya sudah lengkap.

“Akhirnya selesai juga. Saatnya pulang.” Seru Yunsoo senang.

GUBRAKK…GUBBRRAAKK… GUUBBRAAKK…..

Langkah Yunsoo terhenti saat mendengar rak berguncang. Darahnya berdesir saat menyadari dirinya hanya sendirian di perpustakaan itu. Dengan ragu-ragu Yunsoo menoleh ke belakang. Tangannya memegang erat buku catatan menunjukkan betapa takutnya gadis itu.

“Si-siapa itu?” Tanya Yunsoo terbata-bata.

Suasana hening tak terdengar suara apapun.

GUBRAKK…GUBBRRAAKK… GUUBBRAAKK…..

Lagi-lagi terdengar suara rak berguncang.

“YA!!! Jangan bercanda, siapa itu?” Kesal Yunsoo tidak menyukai permainan menegangkan ini.

Lagi-lagi tak ada suara apapun hanya keheningan. Yunsoopun memberanikan diri melangkahkan  kakinya menghampiri rak itu.

“Ke-keluarlah.” Ucap Yunsoo bergetar.

Yunsoo sampai di ujung rak. Gadis itu menarik napas sebelum akhirnya menjulurkan kepalanya.

“BOOO….”

“UUUWWAAAHH…..” Teriak Yunsoo kaget hingga gadis itu terjatuh di lantai.

Terdengar suara tawa Baekhyun membuat Yunsoo semakin kesal.

“Jadi ini ulahmu Baekhyun-ah?”

“Hhaa… Haa… Haa… Tentu saja Yunsoo-ah, bagaimana bisa kau masih berpikir cerita karanganku itu nyata?” Baekhyun kembali tertawa.

“Aiishh…. Kau menyebalkan.” Kesal Yunsoo berdiri lalu meninggalkan Baekhyun.

Baru beberapa langkah, Yunsoopun terhenti saat Baekhyun memelukmya dari belakang.

“Pabo!”

“MWO? Apa kau bilang?” Yunsoo mendengus tak percaya mendengar ejekan Baekhyun.

“Pabo… Bagaimana bisa kau meminta seonsaengnim berkencan denganku sementara hatimu menyukaiku?”

Yunsoo terkejut mendengar Baekhyun menyadari perasaannya.

“Yaa… Ya… Ya… Apa maksudmu dengan aku menyukaimu. Kurasa kepalamu baru saja terbentur Baekhyun-ah.”

“Jika kau tidak menyukaiku kenapa kau perduli saat aku sedih Yunsoo-ah?”

DEGGHH…..

Tubuh Yunsoo terpaku. Gadis itu berusaha memutar otaknya mencari alasan yang masuk akal. Namun sayang semua alasan selalu tertuju pada perasaannya. Tiba-tiba Baekhyun memutar tubuh Yunsoo sedangkan gadis itu menunduk tak berani menatapnya.

“Selama ini aku selalu berpikir aku menyukai Kim seonsaengnim hingga aku tidak sadar ada seorang gadis yang sudah mengisi hatiku.”

Yunsoo mendongak menatap Baekhyun kaget.

“Gadis itu selalu membuatku tertawa, bahkan dia juga meminjamkan bahunya yang seperti bantal padaku. Dia juga selalu masuk ke dalam jebakanku dan dia yang selalu perduli padaku.”

Baekhyun merapikan poni Yunsoo yang sedikit berantakan.

“Maafkan aku tidak menyadari perasaanku sejak awal. Tapi mulai sekarang aku akan mengatakannya, aku menyukaimu Choi Yunsoo.”

Yunsoo terperangah tak percaya mendengar pengakuan Baekhyun. Namun ekpresi kekagetan itu diganti dengan ekspresi kebahagiaannya. Yunsoo langsung memeluk laki-laki dihadapannya. Tersenyum senang dalam pelukan Baekhyun.

GUBRAKK…GUBBRRAAKK… GUUBBRAAKK…..

Yunsoo melepaskan pelukannya dan melihat wajah Baekhyun sama terkejutnya dengan dirinya.

“Kau sedang tidak mempermainkanku lagi kan?” Tanya Yunsoo menatap Baekhyun penuh selidik.

“YA!! Bagaimana bisa aku mempermainkanmu jika saat ini aku berdiri di hadapanmu?”

“Lalu siapa itu?”

GUBRAKK…GUBBRRAAKK… GUUBBRAAKK…..

Baekhyun dan Yunsoo saling menatap.

“HAAANNTUU…. LAARRII…..”

Baekhyun menarik Yunsoo berlari keluar perpustakaan.

~~~END~~~

6 thoughts on “[Oneshoot] I Can’t Say It

  1. kereeeen! ceritanya so sweet banget! baekhyun sukanya sama Yunsoo… tapi dia bilang sukanya sama Taeyeon… lucu pake banget.

    Fighting!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s