THE ROOKIES [Eps.1]

EP 1

Title: The Rookies

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Genre: Romance, Life, Friendship

Author: Stylejung

CAST/Main Cast: S.M ROOKIES S.A (OC), EXO Xi Luhan, INFINITE Kim Myungsoo (L), T-ara Park Jiyeon, BTS Min Yoongi (Suga), S.M ROOKIES Lee Eunhye (OC)

Support CastFind in the Story

A/N: Hello, greetings from FKI new author:) hope you enjoy the story yup. ah! THE ROOKIES is also published in my blog: shinstyle.wordpress.com PLEASE RESPECT THE AUTHOR by Giving comment and like at the bottom of the page. thank you:))

MOVIE TRAILER:

=====

-S.A POV-

Aku hampir tidak percaya. Aku sudah menjadi bagian dari perusahaan ini sejak Agustus 2014 lalu. Dan sekarang..Desember 2014, aku akan jadi anggota baru grup predebut..

S.M ROOKIES..

Siapapun yang menjadi peserta pelatihan di agensi sebesar S.M Entertainment pasti berpeluang untuk bisa masuk ke dalam tim pre-debut itu untuk bergabung bersama Seulgi eonni, Irene eonni, Taeyong oppa, dan yang lain nya. menurut ku, trainee pemula seperti aku ini mana pantas bisa bersanding dengan mereka. Tapi ini…

“Jadi S.A-ya, bagaimana? Kau mau kan?”

Aku mengerjapkan mata ku lalu menatap seorang pria paruh baya yang duduk di depan ku, “Ye, Sajangnim?”

Pria itu mengerutkan keningnya, “Sejak tadi kau tidak mendengar ku?”

Aku buru-buru menggeleng sambil berkata, “Bukan. Aku bisa mendengar jelas setiap kata yang meluncur dari bibir mu Sajangnim” jawab ku spontan, “Hanya saja..kenapa aku? Masih banyak Trainee lain yang lebih baik dari aku..em..em..misalnya, mantan pacar nya Chanyeol sunbaenim..aish..siapa ya namanya.. aku lu—“

“Sudah-sudah”

-Author POV-

“Sudah-sudah”

S.A mengangkat kepalanya, pria paruh baya yang duduk di depan nya, CEO S.M Entertainment Korea, Kim Youngmin menatap gadis itu sambil memijat dahinya.

“Tak ada yang bisa menguasai bidang akting dalam waktu singkat sebaik kau, trainee lain belum tentu bisa mengimbangi Jongin ketika bocah itu –Jongin- menjadi tutor menari ketika kelas menari. Hanya kau yang bisa. Ya, bisa di bilang kau sudah sangat diperhitungkan” jelas Kim Youngmin panjang lebar, “Kau bersedia kan? Bergabung bersama S.M ROOKIES?”

S.A terlihat menimang-nimang sebentar, sebelum akhirnya gadis itu mengangguk penuh keyakinan. Kim Youngmin tersenyum.

“Bagus” sahut Kim Youngmin, “Ini kesempatan mu, buat semua impian mu menjadi nyata. Buktikan kalau kau pantas menyandang status sebagai S.M ROOKIES”

“Ne, Sajangnim”

=====

Cheondamdong-gu, South Korea

“Hoo…nona Rookies”

S.A mendengus lalu duduk di depan seorang gadis dengan rambut pendek. Gadis yang sangat manis dengan wajah putih juga tubuh mungil.

“Eunhye-ya, kau juga kan?”

Gadis itu –Lee Eunhye- mengernyit, “Juga apa?”

“Aish..S.M ROOKIES”

Eunhye mengangguk santai sambil menikmati Milshake nya, “Aku akan diperkenalkan lebih dulu bersama Jeesu dan Taeil. Ku dengar kau akan diperkenalkan bersamaan dengan Donghyun”

S.A memijat dahi nya lalu menatap Eunhye, “Rasanya bagai mimpi” sahut nya, “Kau tahu kan , bahkan aku baru menandatangani kontrak Trainee Agustus lalu, lalu tahu-tahu saat Desember tiba..aku..ROOKIES..ah tidak bisa dipercaya”

Eunhye menatap S.A lalu tertawa renyah, “Siap tidak siap kau sudah setuju kan?” tanya nya, “Bisa jadi artis di agency sebesar itu jadi mimpi banyak orang. Bersyukurlah sedikit”

S.A melipat tangan nya sambil menoleh keluar jendela. Salju mulai turun sejak pagi tadi sehingga jalanan berubah warna menjadi putih.

“Kau tahu kan..aku..agak kurang percaya diri” S.A menghela nafas, “Aku tak cantik. Sungguh, aku merasa..aneh nantinya”

Eunhye tertawa sambil menatap S.A, “Dengar. Penggemar tak peduli kau cantik atau jelek. Pada akhir nya mereka semua hanya akan melirik bakat dan perilaku mu. Saran ku, mulai sekarang kau harus benahi sikap-sikap mu yang ceroboh itu. toh, kau harus jadi panutan untuk penggemar mu nanti”

Eunhye memajukan wajah nya sambil memicingkan matanya, “Jadilah bintang besar. Kau dan aku, kita akan sama-sama guncang dunia, eotte?”

S.A menutup mulut nya menahan tawa. Eunhye tersenyum, setidak nya lelucon aneh nya bisa membuat S.A tersenyum sedikit.

“Cepat habiskan Milshake mu” tukas S.A setelah berhasil mengendalikan tawa nya, “Bukan kah hari ini harus berbenah, kita akan pindah Dorm kan?”

Eunhye tersenyum lalu mengangguk, “Baiklah nona Rookies”

=====

Apgujeong-dong

“Jiyeon-ah”

Park Jiyeon membalikan badan nya lalu menghela nafas, “Oppa, sudah ku bilang jangan ikuti aku terus”

Pria itu menggeleng, “Aku tak mengikuti mu”

Jiyeon melepas kaca mata hitam yang di pakai nya lalu menatap pria yang berdiri di depan nya dengan tatapan tajam, “Luhan Oppa!”

Pria itu –Luhan menghela nafas, “Aku hanya minta kau jelas kan kenapa kita harus putus. Hanya itu”

“Aku sudah bilang kan..” Jiyeon menarik nafas nya pelan, “Aku akan fokus dengan karir ku sebagai artis solo”

“Jadi karir lebih penting dari aku?”

Jiyeon mengangguk, “Sudah dapat kan jawaban yang kau inginkan. Sekarang pulang lah, aku mau Istirahat Oppa” Jiyeon membalikan badan nya lalu berjalan menjauh meninggalkan Luhan sendirian di sana. Luhan menatap pergelangan tangan nya. sebuah gelang perak terpasang disana. Luhan menghela nafas lalu menatap jejak kepergian Jiyeon.

=====

“Eunhye-ya, aku mau ke kantor agency dulu. Kau bisa kan ke Dorm sendiri?”

Eunhye tertawa mendengar pertanyaan sahabatnya S.A, “Kau pikir aku anak umur lima tahun? Tentu saja bisa S.A-ya, jangan khawatir” jawabnya, “Hati-hati S.A-ya, ini sudah malam”

S.A mengangguk lalu berjalan menjauh. Eunhye menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah yang berlawanan dengan sahabatnya. Gadis itu berjalan dengan langkah pelan. Bibir nya sejak tadi tidak berhenti mengukir sebuah senyuman kecil. Dalam beberapa waktu ke depan, hidupnya akan berubah drastis. Ia akan menjadi seorang artis besar.

“Eum..Jeosonghabnida, nona?”

Eunhye menghentikan langkah nya lalu menoleh ke belakang. Seorang pria berpakaian hitam berdiri di belakangnya. Pria itu membungkuk lalu tersenyum. Eunhye agak kesulitan melihat wajah pria itu karena kondisi malam yang gelap juga pria itu mengenakan tutup kepala dan kaca mata hitam.

“Ada perlu apa?” tanya Eunhye sambil membetulkan letak tas nya.

“Bisa kau mengantarkan ku ke alamat ini?” tanya pria itu sambil menyodorkan selembar kertas kecil. Eunhye membaca tulisan yang ada di alamat itu lalu menatap pria tadi dengan tatapan menyelidik. Seolah tahu apa yang dipikirkan Eunhye, pria itu menjawab, “Aku bukan hidung belang nona, tolong jangan tatap aku seperti itu”

Eunhye menelan ludah nya lalu membungkuk tanda minta maaf, “Jeosonghabnida” jawab nya pelan, “Aku bisa mengantar, ini beberapa blok dari Apartemen tempat ku tinggal”

Pria itu tersenyum lalu membungkuk, “Gamsahabnida”

“Ayo, sebelum makin malam”

=====

Satu kata yang terlintas di benak Eunhye saat ini hanyalah, awkward. Sejak tadi ia dan pria yang sedang berjalan bersamanya ini tidak mengeluarkan suara apapun. Rasanya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Aneh sekali.

“Nona”

Eunhye mengangkat kepalanya lalu menoleh ke pria itu, “Ne?”

“Kau artis?”

Eunhye melebarkan matanya, “Apa aku seperti artis?”

Pria itu terkekeh, “Ya, sedikit” jawab nya, “Jadi, kau memang artis?”

Eunhye tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Bukan” jawab nya, “Aku masih peserta pelatihan”

“Calon artis rupanya” gumam pria itu, “Mimpimu menjadi bintang?”

Gadis itu mengangguk, “Ini mimpiku sejak kecil” sahut nya, “Aku menghabiskan waktu empat tahun untuk berlatih balet sebelum audisi” tambahnya. Eunhye menghentikan langkahnya lalu tersenyum, “Disini tempatnya”

Pria itu menoleh lalu membungkuk, “Gamsahabnida” sahutnya, “Nona, semoga sukses dengan karir mu kedepan nya. ku harap kita bisa bertemu lagi”

Eunhye terkekeh lalu mengangguk, “Aku permisi” sahut nya lalu berjalan menjauh. Pria itu melepas kaca matanya sambil menatap Eunhye yang mulai berjalan menjauh.

“Hyung”

Pria itu menoleh, “Ah, Jungkook”

“Yoongi hyung, dari mana saja?”

Pria itu tersenyum, “Aku tersesat lalu ada seseorang yang menolongku” sahut nya lalu berjalan masuk ke area Apartemen mereka.

“Siapa? Yeoja? Namja?”

Pria itu tersenyum sambil berkata, “Aku harap bisa bertemu dengan nya lagi”

=====

S.M Building, Cheondamdong, South-Korea

Setelah mengurus surat-surat dan sebagainya di kantor direksi. S.A memutuskan untuk mampir ke studio dance para Artis. Tempat impian banyak trainee selama ini. Disinilah para  calon orang yang akan debut dan juga para artis berlatih dance.

Aku tak percaya, beberapa hari lagi akan mulai berlatih di sini, gumam S.A dalam hati nya sambil mengintip ke dalam ruang dance. Ruangan itu gelap, hanya ada satu lampu menyala di sudut ruangan yang menerangi seorang pria yang sedang duduk di lantai.

Eh, pria?

S.A membuka pintu ruang dance sedikit lebih lebar sambil berjalan dengan langkah pelan masuk ke dalam ruangan itu. pria itu memegang sebuah botol (entah apa itu), sambil menundukan kepalanya. Pria itu hanya bergumam tidak jelas.

“Jeosonghabnida, anda baik-baik saja?” tanya S.A sambil berjalan mendekati pria itu. biasanya, dalam keadaan seperti ini. Seorang gadis memutuskan untuk kabur karena takut akan di apa-apa kan. Tapi lain hal dengan S.A, gadis ini seperti memiliki mental besi. Tidak takut akan apapun.

Kini S.A sudah berdiri di depan pria itu. gadis berambut panjang itu berjongkok untuk bisa lebih jelas melihat wajah pria yang sedang duduk di depannya ini.

“Anda baik-baik saja?”

Pria itu mengangkat kepalanya lalu menatap S.A. gadis itu mengernyitkan dahinya begitu melihat wajah pria tersebut.

“Sunbae?”

“Kenapa kau meninggalkanku?”

S.A mengernyit kebingungan. Tapi sedetik kemudian kebingungannya sirna setelah mencium bau alkohol yang menyengat dari mulut pria itu. pria dihadapannya mabuk saat ini.

“Sunbae, kau mabu—“

BRUK!

Mata gadis itu melebar. Dalam waktu cepat, pria itu mendorongnya hingga jatuh ke lantai dalam posisi tertidur. Pria tadi merangkak hingga saat ini posisinya berada di atas S.A. tatapan pria itu sayu, matanya sembab, seperti habis menangis.

“Sun-sunbae..”

“Kenapa kau jahat padaku..”

“Sunbae kau mabuk”

BUK!

Pria itu mengepalkan tangan nya lalu meninju lantai tepat disamping telinga S.A, “Kau tahu kan aku benar-benar mencintaimu..jangan tinggalkan aku”

“Sun—“

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, bibir S.A dibungkam oleh pria tadi. Ya, pria itu mencium bibir S.A. kaget dengan perilaku pria itu, S.A mendorong kasar pria itu hingga ia terjungkal.

S.A berdiri lalu menutup mulutnya, “Kau gila sunbae!”

Pria itu hanya meracau tidak jelas. S.A menghela nafas lalu berjalan menuju pintu keluar. Sebelum keluar, gadis itu melirik ke arah pria yang sejak tadi dipanggilnya ‘sunbae’.

“Sunbae, cinta itu seperti tanaman. Mati satu tumbuh seribu. Jangan jadi rusak karena cinta lalu mabuk” tukas gadis itu lalu keluar dari ruangan dance.

=====

Luhan membuka matanya. Putih. Ia menoleh ke samping, di sana ada Sehun sedang bermain game di Macbook nya. Luhan bangkit dari ranjang nya lalu berjalan menuju nakas untuk mengambil segelas air yang ada di atas nakas.

“Sudah sadar Hyung?”

Luhan menoleh ke arah Sehun, “Apa maksudmu?” tanya nya sambil meneguk segelas air sampai habis. Rasa kering di tenggorokannya hilang seketika.

“Kau mabuk” jawab Sehun santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Macbook, “Apa kata penggemar kalau tahu kau berubah jadi pemabuk”

“Aku tak mengerti” Luhan berjalan ke sudut ruangan lalu duduk di sofa yang berada di sana, “Mabuk apa?”

Sehun menatap Luhan sambil mendecakan lidahnya, “Kemarin malam, aku mencarimu ke kantor. Aku bertemu seorang gadis, sepertinya dia Trainee. Dia bilang kau mabuk di ruang dance” jawabnya lalu kembali fokus ke permainan, “Yang ku bingung, kenapa Trainee bebas berkeliaran di kantor Agency. Harusnya dia di Trainee centre”

Luhan terdiam. Mencoba mencerna segala macam kata-kata yang keluar dari bibir Sehun. Setelah berusaha mencerna, ia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Matanya melebar seketika. Sepertinya ingatannya semalam sudah kembali sepenuhnya.

“Aku harus bertemu dia”

Sehun kembali menatap Luhan, “Siapa?” tanya nya.

“Gadis itu” Luhan menatap Sehun, “Bantu aku menemukan Trainee itu”

=====

Bahkan aku hampir gila sekarang..

S.A mengacak rambut nya frustasi. Kejadian kemarin malam sangat membekas di ingatannya. Bahkan ketika mandi pun ia masih mengingat kejadian itu.

“Kau suka buku fotografi?”

S.A mengangkat kepalanya lalu menoleh. Seorang pria berambut coklat tersenyum padanya sambil berkata, “Buku karangan Ham Jinhwa adalah buku Fotografi. Kau suka?”

“Eh?” S.A melihat tangan nya yang memegang buku karangan Ham Jinhwa lalu menoleh ke pria itu, “Ya, aku baru mau belajar Fotografi”

Pria itu tersenyum lalu mengambil sebuah buku, “Ini seri pertama, bacalah. Yang kau pegang itu bukan tentang dasar-dasar Fotografi”

S.A mengambil buku yang di pegang pria itu lalu membungkuk, “Gamsahabnida”

“Namaku Kim Myungsoo, Kau?”

“Eh? Kim Myungsoo?”

Pria itu membuka sedikit kacamata hitam nya lalu tersenyum. S.A terdiam, ia sedang berhadapan dengan visual INFINITE Kim Myungsoo atau akrab disapa L.

“A..Annyeonghaseo” S.A membungkuk, “Panggil saja aku S.A”

“Kau bukan orang Korea?”

Gadis itu menggeleng, “Aku pendatang” jawab nya, “Myungsoo-ssi sudah pernah mengeluarkan photobook yang isinya hasil jepretan mu sendiri kan?”

Myungsoo mengangguk, “Kau sudah lihat?”

S.A mengangguk, “Ne” jawab nya, “Senang bisa berkenalan dengan orang yang lebih handal dariku”

“Aku pun senang mengenalmu” jawab Myungsoo, “Bagaimana kalau kita minum kopi di café seberang sana? Kau bisa bertanya soal Fotografi padaku”

“Benarkah?” tanya gadis itu, Myungsoo mengangguk, “Dengan senang hati  Myungsoo-ssi”

=====

“Seulgi-ya!”

“Luhan Oppa, Annyeong”

Luhan berjalan mendekati seorang gadis bertubuh agak jangkung yang ia panggil Seulgi tadi. Luhan tersenyum ketika sudah berdiri di depan gadis itu.

“Kau kenal banyak Trainee?”

Seulgi mengernyit, “Ya..tidak banyak sih, waeyo Oppa?”

“Aku mencari Trainee..” Luhan menggaruk belakang leher nya sambil menelan ludah nya, “Aku tidak begitu bisa menggambarkan wajah nya. tapi menurut Sehun, gadis itu tinggi, rambutnya panjang, dan tidak terlihat seperti orang Korea..ah! warna kulitnya lebih gelap dari Jongin”

Seulgi melipat tangannya di dada lalu berusaha berfikir, “Mungkin..yang kau maksud Trainee baru?”

Luhan mengangkat bahunya, “Aku tak tahu dia baru atau lama”

“Ada sih Trainee dengan ciri-ciri seperti itu” gumam Seulgi, “Dia baru masuk Agustus ini..hm.. kalau tidak salah dia akan di promosikan menjadi anggota Rookies yang baru”

“Ah! Bisa jadi dia, Sehun bilang gadis itu berkeliaran di gedung Agency, harusnya Trainee kan tidak boleh berkeliaran sembarangan disana”

Seulgi mengangguk, “Hari ini dia pindah ke Dorm ku. tapi siang ini dia sedang beli buku” sahut gadis itu, “Kalau kau mau, datang saja ke Dorm Rookies nanti malam, minta tolong saja pada Youngho untuk diantar”

“Jinjjayo?” tanya Luhan, Seulgi mengangguk, “Gomawo Seulgi-ya” sahut nya lalu berbalik.

“Luhan Oppa?”

Luhan menoleh, “Ne?”

“Kenapa kau menanyakan Trainee itu?”

Luhan mengernyit, pria itu tersenyum samar sambil berkata, “Hanya ada sesuatu yang penting” jawab nya lalu bergegas pergi.

=====

“Eunhye-ya, bisa tolong antarkan cucian ke ruang cuci di bawah?” suara Wendy Son menggema dari arah dapur, Eunhye yang sedang membersihkan ruang tengah lantas langsung menghampiri rekan satu Dorm nya yang baru.

“Semua cucian?”

Wendy menoleh ke arah Eunhye, “Hanya milik kau dan aku” jawab nya, “Cucian Irene, S.A, dan Seulgi sudah di antar S.A tadi sebelum dia pergi. Aku sedang memperbaiki keran yang agak macet ini. Bisa antarkan kan?”

Eunhye mengangguk. Setelah Wendy mengucapkan terima kasih Eunhye langsung mengambil satu keranjang cucian miliknya dan Wendy yang sudah di satukan. Gadis itu buru-buru keluar dari pintu Dorm sampai tidak sengaja menabrak beberapa orang. Begitu sampai di pintu lift, Eunhye menekan simbol panah kebawah menunjukan ia ingin turun ke bawah.

“Iya Hyung aku akan segera ke bawah”

Eunhye menoleh sekilas, seorang pria berdiri di sebelahnya. Pria itu terlihat begitu sibuk. Sebelah tangannya terus memegang ponsel, tangan yang satu lagi digunakan untuk merogoh saku celananya.

“Ya..aku mengerti Hyung, aish..iya-iya, kenapa Seokjin hyung bawel sekali sih”

Eunhye memutuskan untuk mengalihkan pandangannya dari pria itu. setelah itu, bunyi denting tanda pintu lift akan terbuka mulai terdengar. Saat pintu lift terbuka, Eunhye buru-buru masuk sambil membawa keranjang cuciannya di ikuti oleh pria tadi.

“Nona, kau mau ke lantai berapa?”

Eunhye mengadahkan kepalanya. Kini pria tadi –yang asyik dengan ponselnya, sudah menatapnya dibalik kaca mata hitam nya.

“Eng..Lantai dasar”

“Kau tukang cuci?”

Eunhye mengernyit, tapi kerutan di dahi nya menghilang begitu pria tadi tertawa melihat ekspresinya. Aneh.

“Apa kau tak ingat aku?”

“Nuguseo?” tanya Eunhye. Sambil mengunyah permen karet, pria itu melepas kaca mata hitam nya lalu mengulurkan tangan.

“Min Yoongi imnida” sahut nya, “Kemarin ditolong seorang gadis untuk menemukan alamat. Ingat?”

Eunhye mengangguk penuh keyakinan lalu membalas uluran tangan pria bernama Min Yoongi tadi, “Pria yang tersesat kan?” tanya nya, “Lee Eunhye imnida”

Yoongi tertawa, “Sepertinya aku punya nama sebutan disini” ucap nya, Eunhye hanya terkekeh pelan. Begitu Lift terbuka, Yoongi melepas jabatan tangannya terlebih dahulu sambil berkata, “Kapan-kapan kita bertemu lagi”

Eunhye mengangguk, Yoongi keluar dari lift meninggalkan gadis itu sendirian. Begitu pintu lift hampir tertutup. Seolah mengingat sesuatu, mata Eunhye melebar sempurna begitu melihat sosok Yoongi dari belakang.

“DIA BANGTAN SUGA?!?!?!?” teriak Eunhye dari dalam lift. Di luar lift, Yoongi yang mendengar kata-kata Eunhye menoleh ke arah gadis itu. sebelum pintu tertutup, Yoongi melambaikan tangannya sambil tersenyum kecil.

“Lee Eunhye. Menarik sekali”

=====

S.A merebahkan tubuh nya di sofa sambil memeluk buku yang ditunjukan Myungsoo tadi siang. Gadis itu benar-benar serasa terbang ke awan. Dulu, ia kira Myungsoo benar-benar orang yang dingin dan tanpa ekspresi. Seperti yang kelihatan di televisi. Nyatanya justru berbanding terbalik. Myungsoo benar-benar ramah, ia menjelaskan banyak hal pada gadis itu.

“Senang sekali sepertinya”

S.A tersenyum lalu bangkit dari tempatnya sambil berkata, “Tahukah kau Seulgi eonni, hari ini aku bertemu Kim Myungsoo”

Seulgi duduk di samping S.A lalu menoleh ke arah gadis itu, “Myungsoo INFINITE?” tanya nya, S.A mengangguk, “Bagaimana bisa?”

“Kami bertemu di toko buku”

Seulgi mengerucutkan bibirnya, “Beruntungnya..aku juga ingin” sahut nya dengan nada memelas, S.A tertawa melihat sikap senior nya yang satu ini. Baginya Seulgi bahkan terlihat seperti adik, bukan kakak.

Ting Tong!

Seulgi berdiri lalu menatap S.A, “Sepertinya dia sudah datang”

“Eh, nuguya?”

“Orang yang mencarimu”

Kening S.A mengerut, mencariku? Pikirnya. Seulgi berjalan menuju pintu, melihat siapa yang datang di Interkom, lalu dengan cepat membuka pintunya. Terlihat jelas yang datang lebih tua dari Seulgi, karena begitu pintu dibuka, Seulgi langsung membungkuk dan berkata “Annyeong Oppa”

Yang pertama masuk ke ruangan itu adalah seorang pria yang memiliki rambut gaya curly wave atau sejenisnya. S.A tahu siapa pria itu. ia adalah Johnny atau Seo Youngho, anggota Rookies yang lebih tua setahun darinya.

“Kau mencariku Youngho Oppa?”

Pria itu Seo Youngho menggelengkan kepalanya, “Bukan aku, tapi dia” sahut nya lalu menunjuk ke pintu. Seorang pria dengan pakaian serba hitam masuk lalu berdiri di samping Youngho. S.A membulatkan matanya lalu berdiri.

“Kau…”

Pria itu melepas kacamata nya, “Jadi kau?” tanya nya sambil tertawa miris, “Bisa-bisanya kau ada di sana dan kau menciumku”

“MWO!”

Teriakan tadi bukan berasal dari S.A, melainkan dari Johnny dan Seulgi. Bukan hanya mereka, bahkan para gadis yang ada di dapur seperti Eunhye, Jeesu, Wendy, Lami, dan Irene ikut berteriak seolah saling bersahut-sahutan.

“YA!” S.A melipat tangannya di dada, “Aku? Mencium mu? Aigoo, jangan sembarangan bicara!”

“Aku, Xi Luhan” pria itu –Luhan ikut-ikutan melipat tangannya di dada, “Mana mungkin mencium gadis yang tak kukenal. Aku hanya akan mencium gadis yang ku cintai”

S.A tertawa renyah sambil menarik nafas, pria ini membuat emosinya naik setingkat, “Kau mabuk jadi mana ingat! Kau meracau ‘Jangan tinggalkan aku..kenapa kau tinggalkan aku’. Aigoo, apa kau baru putus sunbaenim? Tsk, aku merasa kasihan pada orang yang mau jadi pacar mu”

“Mwo? Aish..Ya!”

“Sudah-sudah”

Johnny berusaha menenangkan Luhan dan Seulgi menenangkan S.A. Luhan menatap S.A sambil menjulurkan lidah nya, S.A yang kesal lantas mengepalkan tangannya lalu melakukan tinju udara seolah berkata ‘kau mau mati ya’.

“Dia mabuk eonni!” S.A berusaha membela diri sambil menatap Seulgi, “Kalau tidak percaya tanya saja Sehun sunbaenim. Dia pasti tahu kalau orang aneh ini –Luhan, mabuk kemarin”

“Ya! Kau bilang aku apa? Aneh? Kau itu yang Aneh!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau!”

“HENTIKAN!”

Semua langsung terdiam begitu mendengar suara kencang si kecil Lami. Gadis kecil itu menghampiri S.A lalu menarik tangannya untuk mendekati Luhan.

“Kalian berdua, selesaikan ini di luar” ucap Lami sambil melotot. Bagi S.A, Lami yang sedang melotot sangat lucu. Tapi karena ini bukan kondisi bercanda. S.A tak akan menggodanya.

“Hyung, lebih baik kalian cari udara segar sambil sedikit..ya, mengobrol lah” Johnny mulai buka suara, dengan perlahan pria itu agak mendorong S.A dan Luhan hingga keduanya sudah berada di luar Dorm Rookies, “Aku tahu Luhan hyung, kau mabuk kemarin. Sehun hyung cerita padaku. Jadi, aku lebih percaya S.A ketimbang kau” bisik Johnny sambil tersenyum lalu menutup pintu Dorm. Meninggalkan S.A dan Luhan berdua saja diluar.

“Aku menang” S.A berbisik pada Luhan sambil menunjukan senyum kemenangannya lalu berjalan ke arah Lift. Luhan memasukan tangannya ke kantong jaket lalu mendecakan lidah.

“Astaga, gadis ini..Ya!”

=====

Sementara kedua orang aneh itu –S.A dan Luhan sudah keluar. Para Rookies yang terdiri dari Eunhye, Lami, Jeesu, Irene, Wendy, Seulgi, dan Johnny yang sedang mampir, berkumpul di ruang tengah membicarakan keduanya.

“Youngho-ya, menurut mu se Intens apa hubungan mereka?” Irene mulai buka suara, “Luhan Oppa..bahkan aku tidak tahu mereka pernah bertemu sebelumnya”

“Sepertinya itu kecelakaan noona” Youngho memijat dahinya, “Orang mabuk bisa berbuat sesuka hati tanpa kehendak bukan?”

“Jadi Luhan sunbaenim sungguhan mabuk?” tanya Eunhye, yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Yang tahu cerita ini hanya mereka berdua” jawab Seulgi, “Yang paling tahu tentu S.A, karena kalau Luhan Oppa sungguhan mabuk, ia pasti akan lupa beberapa hal”

-To Be Continued-

WARNING! You must watch the teaser first! And give me a comment about that teaser xixi agak maksa sih, Cuma ya demi berkembangnya ilmu edit-edit saya kkk.

S.A still S.A. I don’t have any idea about her korean name. bisa dipikirkan sendiri monggo kekekek.

Don’t forget to comment and like, salam kenal dari author baru, thank you!:D

One thought on “THE ROOKIES [Eps.1]

  1. ceritanya kayaknya seru :’3 tapi maaf saya belom liat trailernya berhubung koneksi busuk hehe. S.A jadi hoobae ga sopan banget haha XD
    tapi saya bingung nama “S.A” si tokoh utamanya ini bacanya gimana(?) i mean itu singkatan dari dua nama atau gimana? kenapa ga pilih nama yang lebih…apa ya… simple? doh maap pertanyaannya stupid bgt XD maaf udah ninggalin komen ga mutu ini, ditunggu lanjutannya :) btw author baru kah? (atau saya baru liat? (?))

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s