DARK INVITATION 7

 

CreditposterbyAndinarima@CafePoster

CreditposterbyAndinarima@CafePoster

 

Park Jiyeon feat Kim Myungsoo

 

Support Cast.

Ajudan Oh Sehun, dan Siluman Musang Suzy

 

Rated G

.

 

Malamnya sedang pucat. Kelihatannya mendungnya sedang mempermainkan kesungguhan hati Myungsoo untuk pergi melamar Jiyeon. Malam ini sebenarnya dia harus melakukan persembahan untuk Ayahnya. Dia adalah dewa kemakmuran. Paling tidak dia harus memberikan sebuah doa untuk memohon kemakmuran di bumi. Myungsoo mendesah. Dia mencari Ajudannya. Dia ingin agar ajudannya itu segera melakukan persiapan ritual yang harus dia lakukan sebelum pergi menemui Jiyeon.

 

Ajudan Sehun datang tergopoh-gopoh ke hadapan Myungsoo. Dia terlihat lelah. Sementara Myungsoo sudah mempersiapkan dirinya.

 

“Apa kau sudah mempersiapkan altar, Ajudan Sehun ?”

 

“Sudah Tuan Myungsoo.” 

 

“Bagaimana dengan binatang kurbannya ?”

 

“Sudah, Tuan.”

 

“Tuan memesan kepala babi tapi badannya tidak. Bagaimana sih Tuan Myungsoo?”  Ajudan Sehun mengeluh.

 

“Penghematan Ajudan Sehun. Uangku nanti akan aku pakai untuk mengadakan resepsi pernikahanku dengan Jiyeon di Pulau Dewata. ” ujar Myungsoo tegas.

 

“Baiklah Tuan, saya mengerti. Lalu bagaimana dengan persiapan lamaran ? ” tanya ajudan Sehun.

 

“Aku sudah mempersiapkannya, tapi sepertinya ada yang kurang.”

 

“Apa ?”  tanya Sehun sambil melirik Myungsoo yang sedang berdandan. Dia menyisir rambutnya ke kiri lalu ke kanan, lalu ke kiri lagi dan akhirnya dia menyisirnya ke belakang semua. Membuatnya terlihat lebih tampan. 

 

“Kue mangkok, kue pisang, kue cucur, kue apem, dan mungkin roti buaya.” lanjut Myungsoo menjelaskan.

 

“Tuan banyak sekali, malam-malam begini, dimana saya harus mencarinya ? semua toko sudah tutup.”

 

Myungsoo manggut-manggut. Terlihat begitu berat, dan sangat bingung.

 

“Nanti saja kita pikirkan, sekarang kita persiapkan altarnya. “

 

Myungsoo berjalan untuk melakukan upacara persembahan. Dia melihat dua kepala babi berada di meja altar bersama tumpukan beberapa buah dan kue. Asap dari dupa mengepul tinggi dan berwarna putih, pertanda persembahannya sedang dalam proses Mas menuju tempat persemayaman para dewa di langit. Dan Myungsoo bersimpuh di depan altar bersama Sehun di belakangnya. Mereka menjura sepuluh kali.*anggab aja begitu* hingga pinggang mereka terasa pegal.

 

“Tuan, Anda harus menuangkan darah babi ke atas tanah.”  ujar Sehun. Hampir saja Myungsoo melupakannya. Lalu dia menuangkan darah babi itu ke atas tanah horizontal di depan altar. Lalu dia meletakkan mangkuk kosong itu di atas meja.

 

“Sekarang arak putihnya Tuan !”  ujar Sehun mengigatkan lagi. 

 

Myungsoo memang tidak berkonsentrasi, yang ada dipikirannya adalah segera menemui Jiyeon. Semoga gadis itu dan keluarganya masih bersedia menantinya.

 

 

 

***

 

Di rumah Jiyeon,

 

 

Gadis siluman kelinci itu sibuk berdandan. Dia menyisir rambutnya ke kiri, ke kanan, lalu kekiri lagi dan ke kanan..akhirnya dia harus pasrah dengan model belahan tengah tanpa poni. Baiklah begini sudah terlihat cantik, pikirnya.

 

“Ahjuma, aku cantik, kan !”  ujar Jiyeon memastikan.

 

“Cantik Nona. “

 

“Di mana Eomma, dan Suzy, Ajumma ?”  Jiyeon memakai gaunnya yang terindah, bukan gaun baru tapi gaun indah. Sudah lama dia tidak beli gaun baru. Ya, kasihan sekali.

 

“Mereka sedang di ruang tamu, Nona. Mereka sedang menunggu orang yang akan melamar Nona Jiyeon .”  

 

Wajah sang Ajumma terlihat bahagia. Dia tidak menyangka Nona Jiyeon akan di lamar oleh seseorang dan yang penting Nona Jiyeon tidak akan merasa merana lagi. Ajumma menitikkan airmatanya.

 

“Kenapa menangis, Ajumma?” 

 

“Aku sangat terharu.”

 

“Apakah keputusanku ini tepat, Ajumma ?”  tanya Jiyeon ragu.

 

“Sangat tepat, Nona. Dia adalah namja baik. Aku sudah bisa melihatnya saat mengantar Nona pulang. “

 

“Benarkah ?” 

 

“Kenapa masih ragu Nona.”

 

“Apakah menikah itu enak, Ajumma ?”  tanya Jiyeon kemudian.

 

“Saya tidak bisa menjawabnya, karena saya tidak menikah, Nona.”

 

“Apa terlibat dengan manusia itu diperbolehkan oleh para dewa ?”

 

“Nona, cinta tidak bisa di salahkan.Jika memang Nona mencintainya dan dia mencintai Nona, lalu kalian bedua menikah maka, seperti itulah kehendak para dewa Nona.”  

 

“Begitukah ?” 

 

Jiyeon mendengarkan pesan yang disampaiakn oleh jangkrik. Dia mengatakan kalau saat ini sudah ,lewat tengah malam, jangkrik-jangkrik itu sudah tidak sabaran untuk mencari makan. Mereka lelah menunggu kedatangan Myungsoo.

 

“Ajumma, dia belum datang. Bagaimana ini ?” Jiyeon mulai terlihat gelisah. Apakah Myungsoo akan datang ?

 

Sementara itu, ibu tiri dan Suzy sedang menunggu di ruang tamu. Mereka saling menatap.Ada sebuah rencana yang sedang bergelantungan di kepala wanita berhati dengki itu. Sejak awal dia mengetahui bahwa Jiyeon akan dilamar Myungsoo, dia sudah merasa tidak setuju. Dia heran kenapa bukan Suzy yang dilamar oleh Myungsoo. 

 

“Suzy sayang, apakah kamu sudah pernah bertemu dengan  namja yang akan melamar adik tirimu ?”

 

Suzy diam. Dia malas menjawab pertanyaan eommanya. Dibayangannya saat ini adalah 

ingin segera bertemu dengan Sehun. Bagaimana ini ? Apakah eommanya itu akan membuatnya menikah dengan tuan Myungso. Dia sama sekali tidak hot. Pikir suzy kesal. Sehun lebih hebat. Sayang eommanya belum bertemu dengan Sehun. 

“Suzy, kenapa kamu garuk-garuk kepala? Apa kau sudah keramas tadi saat mandi ? 

Jangan-jangan kutu-kutu itu sudah menetas. Aigoo!  ”  Sang Eomma langsung memeriksa rambut Suzy.

 

“Eomma !”  Suzy menghempaskan tangan eommanya. Dia tidak suka Eommanya terlalu protektif padanya. 

 

“MakanyaSuzy, jangan suka bergaul dengan musang liar! mereka itu jarang mandi ! PAsti kamu ketularan kutu-kutu dari mereka lagi.”

 

“Tidak eomma!! Suzy tidak pernah bermain dengan mereka. ”  jawab Suzy dengan nada emosi.

 

 

Lalu Jiyeon muncul . Wajah sang Eomma langsung berubah kusut. Dia tidaka suka Jiyeon terlihat cantik. 

 

“Eomma, Suzy eonnie  !” sapanya.

 

“Kenapa dia belum datang ? PAsti dia tidak jadi melamarmu. Dia pasti berpikir dua kali untuk melamar seekor siluman kelinci sepertimu !”  ujar sang Eomma tiri dengan mata sadis.

 

“Tidak mungkin Eomma. Myungsoo ssi pasti akan datang. Dia namja baik dan sangat bertanggung jawab.”  ujar Jiyeon membela Myungsoo.

 

“Benarkah ?” tiba-tiba Suzy angkat bicara. Dia melirik Jiyeon dengan sengit.

 

“Apa maksudmu eonnie ?” tanya Jiyeon lembut.

 

“Bukankah selama ini kau tidak suka dengan keduniawian. Kemana perginya slogan hidupmu itu, yang katanya kau ingin tetap hidup suci dan terus bertapa demi untuk mencapai nirvana. Apakah itu hanya bentuk kemunafikan seorang Jiyeon saja ?” Suzy terdengar begitu kritis. 

 

Jiyeon menunduk. Diapun tidak sanggup utuk menjawab hal itu. Kenyataannya diapun merasa betapa nistanya semua yang dia lakukan saat ini. Kemana semua itu? kemana dia meninggalkan semua kaul hidupnya yang tadinya dia baktikan untuk kehidupan suci.

 

“Benar kataku sebelumnya, kau pasti akan tergoda laki-laki dengan mudah. Kau sungguh siluman yang sangat lemah! kau payah! munafik dan tidak punya prinsip. Kau selalu mengataiku, hidupku sebagai wanita penghibur di club malam Mami Ailee sebagai pekerjaan nista, tapi sekarang kau sendiri….”  Suzy mencibir.

 

“Eonnie, kenapa kau berkata seperti itu ? kau sengaja ingin menyakiti perasaanku kan ”  jawab Jiyeon sedih. dia tidak menyangka kalau Suzy akan mengatakan hal-hal yang membuatnya terhina.

 

“Jiyeon! kenapa kau berani membentak kakakmu!” hardik sang eomma. Dia mendekati Jiyeon dan melemparkan tatapan ganasnya yang langsung menyerang ulu hati Jiyeon.

 

Gadis itu memegangi perutnya dan mundur beberapa langkah. Lalu munculah ajuma dengan sebuah tongkat pemukul anjing. Dia mengacungkan tongkat itu ke arah Ibu tiri Jiyeon dan melihat wajah siluman musang itu memerah, dia memperliihatkan taringnya dan menyeringai seperti ketakutan. 

 

“Eomma  !” teriak Suzy’.

 

“JAngan memperlakukan Jiyeon dengan kasar, atau aku akan benar-benar membunuhmu, Siluman Musang !” 

 

Ibu tiri Jiyeon hanya menatap dengan amarah. Dia tidak bisa melawan togkat pemukul anjing peninggalan dari kelompok Kaifang. Tongkat itu sangat hebat. Kekuatannya sungguh bisa membunuh wanita siluman musang itu dengan hanya sekali tebas. 

 

“Sudahlah Ahjuma, jangan diteruskan!”  ujar Jiyeon memohon. GAdis siluman kelinci itu menyingkir ke dalam sambil memegangi perutnya. Dia merasa dia harus menetralkan rasa sakitna dengan bertapa. 

 

 

 

 

BAhkan ketika malam hampir mencapai pagi, Myungsoo belum juga tiba. Jiyeon pun masih dalam kondisi semedi. Dia melupakan Myungsoo untuk beberapa saat, karena dia berkonsentrasi oleh luka dalam yang dia terima akibat ilmu yang dilontarkan oleh ibu tirinya.

 

Sinar matahari sudah mengintip, dan Jiyeon baru membuka matanya untuk memeriksa keadaan sekitarnya. Dia berada di dalam sebuah goa yang selama ini menjadi tempat pertapaannya.

 

“Ahjuma, dia tidak datang.” ujar Jiyeon lirih. Hatinya perih. Dia tela termaka ole peersepsinya sendiri tentang betapa seorang laki-laki memang tidak bisa dipercaya.  Ahjuma hanya memeluk Jiyeon dengan hati gundah. Dia tidak ingin Jiyeon menjadi sedih. 

 

“Bersabarlah Nona Jiyeon ! Sesuatu pasti sedang terjadi dengan dia. Mugkin dia mengalami kesulitan sehingga dia tidak bisa datang.”

 

JIyeon tidak menjawab. Dia hanya menitikan air mata sambil menatap cahaya matahari yang tersembul dari langit Timur.

 

 

***

 

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Myungsoo dan Sehun? KEnapa mereka tidak jadi datang ke rumah Jiyeon dan tidak jadi melamar gadis siluman itu. 

 

Rumah Myungsoo terlihat sepi. NAmun pintunya terlihat terbuka begitu lebar. 

 

Myunggso tergeletak di depan altar tak sadarkah diri. Di sisinya Sehun pun dalam kodisi yang sama. Sebenarnya mereka kenapa ?

 

Kondisi Myungsoo tertelungkup dengan sebuah luka dipunggungnya. Terlihat kalalu ada seseorang yang telah menteangnya dari arah belakang. Sedangkan Ajudan Sehun, dia dalam kondisi terlentang, terlihat kalau dia diserang dari arah depan. Mungkin dia berusaha untuk melindungi Tuan Myungsoonya,namun gagal. 

 

Angin mempermainkan daun jendela sehingga menghadirkan suara yang begitu menggigit perasaan.

 

 

Perlahan-lahan Myungsoo tersadar. Dia membuka matanya dan melihat Sehun terkapar di dekatnya dengan mulut dan hidung berdarah. Myungsoo berusaha untuk bangun. Dia sangat sulit sekali mengangkat tubuhnya, seperti ditimpa oleh beban berat.

 

“Aj..udhaan SSseehun !”  panggilnya dengan suara lirih.

 

Tapi Sehun tidak mendengarnya. Dia masih tidak sadarkan diri.  Myungsoo meihat matahari sudah terang, semakin hancurlah perasaannya. Dia mengingkari janjinya pada Jiyeon. Gadis itu pasti kecewa.  Myungsoo memejamkan matanya. MEncoba untuk bangkit dengan sekuat tenaganya. Dia mengumpulkan energi dari udara sekitarnya, menanamkannya di dalam rongga diafragmanya dan memnghidupkan kembali cakranya yang sudah lama tidak dipakainya. 

 

Dia langsung bediri dalam posisi tegak, seperti medapatkan dirinya kembali. Wajahnya berubah menjadi garang. Kelembutan dan ketampanannya berubah menjadi bentuk mengerikan. 

 

Tiba-tiba Sehun terbangun karena mendengar suara gaduh di dekatnya. Dan ketika dia melihat Tuan Myungsoonya, Sehun menjadi beku. Akhirnya Tuan Myungsoo berubah juga jadi bentuk dewanya. Dia kembali ke wujud laki-laki dingin dan angkuh. 

 

“Sehun !” panggilnya dengan suara datar dan menggema. Sehun terduduk dengan perasaan was-was. 

 

“Ya, Tuan Myungsoo.” jawabnya langsung.

 

“Siapa yanag telah menyerangku di saat aku sedang melakukan ritual untuk Ayahku ?”  tanya Myungsoo dengan tatapan mata tajam. 

 

“Maaf, Tuan Myungsoo. Saya tidak jelas. Orang itu memakai pakaian ninja. Dia mempunyai kekuatan yang sangat kuat. Tendangan tanpa bayangannya sungguh hebat. Dia membuat pertahanan tenaga dalam saya hancur, Tuan.”  Sehun menunduk takut.

 

“Tendangan Tanpa Bayangan ?” Myungsoo mnggeram. Dia mencoba untuk mengingat kembali siapa gerangan yang memunyai tendangan semacam itu.

 

“Kenapa kau bisa begitu yakin kalau tendangan itu tanpa bayangan ?”  tanya Myungsoo memastikan.

 

“Tuan, saat dia menendang tidak ada cahaya yang meneranginya, sehingga otomatis tendangan kakinya tidak mempunyai bayangan. KAlau saja ada cahaya yang merangi kakinya saat menendang, mungkin tendanganya mempunyai bayangan Tuan.” jawab Sehun tanpa dosa.

 

Tuan Myungsoo berpikir sebentar. dia dengan wajah yang masih gahar, menatap Sehun tak mengerti. 

 

“Ajudan Sehun, apa kau sedang bercanda ?”  tanya Myungsoo sambil berkacak piggang. dia tidak suka dengan jawaban Sehun. 

 

Ajudan itu garuk-garuk kepala. Tuan Myungsoonya kalau sudah berubah menjadi bentuk dewanya, dia menjadi orang yang bodoh dan tidak funky, pikir Sehun galau.

 

“Maaf Tuan. saya juga tidak tahu kenapa dia bisa menendang tanpa bayangan. Apa mungkin dia menyembunyikan bayangannya sewaktu mau menendang ? “

 

“Ajudan Sehun !”  hardik Myungsoo lagi.  sehun hanya menatap ke arah  Myungsoo dengan mata ketakutan.

 

“Maaf, Tuan.”

 

Myungsoo menghela nafasnya.

 

“Dengan kaki sebelah mana dia menendang ?”  tanya Myungsoo lagi.

 

Sehun sedang mengingat-ingat. Dia terdiam sambil melihat ke arah pintu. dia berusaha untuk melihat kaki mana duluan yang dipakai orang misterius itu untuk menendang dirinya dan Tuan Myungsoonya.

 

“Sepertinya kaki kanan, Tuan. Karena sewaktu dia mmasuk, dia berjalan dengan terburu-buru, dia tersandung di depan pintu kemudian dia menapakkan kaki kirinya di dalam dan berlari lalu berjalan loncat, terus jalan lagi loncat dan akhirnya dia menendang dengan kaki kanan. ” JAwab Sehun  dengan semangat. Dia melakukan rekontruksi ulang di tempat kejadian.

 

Myungsoo mengerutkan dahinya.

 

“Apa kau bilang dia loncat ?”

 

“Ya. Tuan.”jawab Sehun.

 

“Dengan kaki apa dia meloncat ?”

 

“Dua-duanya Tuan.”  

 

“Apa kau serius ?” 

 

“Ya Tuan.”

 

“Sepertinya aku tahu siapa dia ”  

 

Myungaoo berjalan keluar. Dia langsung bersiri di tengah-tengah halaman depan rumahnya. Dia menatap langit dan dengan rahasia yang dia simpan. Sesuatu yang selama ini mengganjal hubungan baiknya dengan Ayahnya. Sabotase semalam telah membuat ritualnya terganggu. Pasti ini ada hubungannya dengan persembahannya.

 

Itu sebabnya Myungsoo selalu tidak dijinkan untuk datang menemui Ayahnya. Ternyata perlakuan ibu tirinya yang menyuruh Wong Fei Hung untuk mencelakainya benar-benar berhasil. 

 

Sebuah kilatan cahaya dari langit menyambar tepat di depan Myungsoo. Kakinya hampir terkena kalau saja dia tidak mundur. 

 

“Tuan Myungsoo, hati-hati !” ujar Sehun sambil mendekat ke arah Myungsoo.

 

“Sehun, minggirlah !  ini bukanlah tandinganmu.”  Myungsoo mendorong Sehun agar dia minggir.

 

“Tuan Myungsoo…so…so…so…so.soo.!”  dia terjerembab jatuh di teras. 

 

“Jangan khawatir ajudan Sehun. Aku bisa mengatasi semua ini sendirian.”  ujar Myungsoo tegas.

 

Ajudan Sehun menatap tak percaya, bahwa dia tidak sanggub membantu Tuannya menghadapi Dewi Lightning. Dia adalah Permasuri Ayahnya. Yang notabene adalah ibu tirinya. *koq jd kayak Hercules sih?* 

 

“Apa maumu ?”  tanya Myungsoo sambil menatap ke arah langit. Suaranya disambut oleh suara burung gagak yang melintas di atas sana.

 

“Berhentilah berusaha untuk menjadi dewa. Kau keturunan kotor dari wanita budak, dibumi. Jangan bermimpi untuk bisa sampai ke langit !”

 

Myungsoo tidak habis pikir kenapa ibu tirinya bisa membencinya dan ibunya yang sudah meninggal. Apa kesalahannya. 

 

“Myungsoo, …persembahanmu gagal. Dewa kemakmuran murka dan dia akan menghukum wilayah yang kau tinggali dengan kekeringan yang berkepanjangan.”  seru sang Dewi Lightning.

 

Myungsoo menjadi kian emosi. Dia menghentakkan kakinya di bumi hingga tanahnya amblas sedalam lutut. Dia bergeser. 

 

“Tuan Myungsoo apa yang harus kita lakukan ?”  Myungsoo menoleh ke arah Sehun. Lalu dengan tatapan pasrah dia berkata.

 

“Ajudan Sehun. Kita harus melakukan persembahan lagi . Kali ini dengan nyawa manusia.”

 

“Jangan Tuan Myungsoo.Itu sama sekali tidak dibenarkan. Andwee !”  teriak Sehun histeris.

 

“Jangan menjerit Ajudan Sehunie…! kau seperti wanita saja !”  Hardik Myungsoo.

 

“Maafkan Saya ,Tuan.”

 

“Kita siapkan persembahan lagi nanti malam!”  ujar Myungsoo sambil masuk ke dalam rumahnya.

 

tbc.

 

 

 

 

a/n 

 

bersambung lagi ya ! 

Ga jadi lamaran ? Andweee…

SABARRRRRR!  pokonya kan endingnya okeeee!

 

pengennya sih ending, tapi jadi ngelantur ke mana-mana. Ya sudahlah, …nanti akan aku selesaikan dengan cara damai ! Aduh…janjinya gitu terus!  

 

 

 

oke, see you !

 

peace , alana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25 thoughts on “DARK INVITATION 7

  1. Haha gokil, itu acara lamaran nya gagal kasian bgt jiyeon. Ini ada dri betawi nya juga wkwk
    lah, klo mlm nnti myungsoo lakuin persembahan lgi, trus lamaran jiyeon kpn? :/

  2. hahaha…. gokil abis ceritanya, aduh kasihan jiyeon dia ga jadi dilamar sama myung gara-gara myungnya di celakaiin sama orang dengan tendangan tanpa bayangan

  3. jiyeon kecewa sama myungsoo karena insiden lamarana gagal akibat penyerangan yg dilakukan tendangan kaki kanan itu yg sehun ceritakan.myungsoo roti buaya ngfak ada diganti aja sama kue lapis/ongol2 hehehe

  4. yeeahh dilanjut akhirnyaaaa^^
    Kue2 nya enakk tuhh wkwk~ tapi….. yahhhh Myungsoo–” Jiyeonnya kasian u,u dia merasa ditipu sama myung grgr Lamaran gagal._.
    eomma tirinya jiyi pasti Seneng bgt ituu~~

  5. doh!!! Jadi penasaaran abis!!!
    lamaran gak jadi, jiyeon dan myungsoo sama sama dibenci ibu tiri..
    dan suzy.. dia suka sehun ok! tapi kok kata kata kejam amat sama jiyeon? kalau sehun dengar bisa dijadiin pepes musang!! secara Tn. Myungsoo kan doyan ama jiyeon, engga sama musang.. hahaha *gua keknya error nih
    trus trus.. jiyeonnya sedihh apa dia bakal benci ama myungsoo?? huaaa dan negeri pun bakal kekeringan apa jiyeon juga bakal ikut kehausan? trus myungsoo melakukan persembahan dg nyawa manusia omg! nugu?!!!
    lanjut lanjut juseyooo~

  6. Dewi Lighting? Wong Fei Hung? Sumpah ini bikin ngakak berat Lan! Ada-ada aja kamu itu Lan! XD
    Yah batal lamarannya -_-‘ , Jiyeon jangan berprasangka buruk dong sama Myung, ini beneran diluar dugaan itu Wong Fei sama Dewi Lighting muncul!
    Ih ibu tiri Jiyeon juga bikin bete! Suzy kenapa gitu sih sama Jiyeon? Harusnya kamu dukung dia jadikan kamu bisa sama Sehun kalo kayak gini, si emak bisa malah jodohin kamu sama Myunh! Andweee!
    Maap yak Lan aku eng terlambat. #Bow

  7. hahaha. di saat genting sehun masih sempet2nya lawak plus teriak2 gaje ala banci di kejar trantib! Cekaka!
    yah myungsoo blm lamaran udah mikir mo bulan madu. jadi gagal dah tuh lamarannya :3
    kirain emaknya suzy yg nyerang myungsoo buat nyegah acara lamarannya. ehh ternyata ada konflik baru /getok lana/ konfliknya gak komedi nih xD

  8. ya q kemana ya.knpa part ni q lom baca jdi ketinggalankan/??? oh jdi jiyeon terpengaruh myung tentang duniawi ya,hahaha gagal deh lamaran myungsoo.gokil gokil ada wobg fei hungnya sgala.pokoknya campur..

  9. Wkwkwk myungsoo koplak bnget nih ngelamarnya pake adat betawi bawa roti buaya wahh keren2, ibu tiri myungsoo jahat banget si gara2 dia myungsoo ga jadi ngelamar jiyeon deh

  10. Aq msih lom ngerti spa yg nyerang myungsoo sm sehun waktu sembayang? Apa dia ibu tirinya myungsoo? N gara” itu myungsoo gk datang ngelamar jiyeon,, smpai jiyeon kecewa sma myungsoo.. Mkin keren :)

  11. wow..sma nya komplit dsni..d wong fe hung jg..d juga tongkat pemukul anjing nya hwang chikung..oenni daebakkk..haaaaa..sma pndekar ada..

    keunde,hiks…lmaran nya gagal jiyi sedih bgt..p jyi akn msh prcya m namja..(myungsoo..)
    pdhal jyi udh ngurungin jd petapa yg suci demi lmaran tu..
    huwaaaaa…

    ottokhe..p myungsoo bnr2 mo ngorbanin mnusia tuk prsmbhan tu??

  12. Mengorbankan nyawa manusia? Kira kira sapose ya?
    Ooohh jadi myungsoo gajadi dateng gegara ibu tirinya itu tooh
    Tapi kok bisa samaan ya haha jiyeon juga punya ibu tiri emm ini sepertinya kode berjodoh nih wkwk l

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s