Sunset

sbjn

Starring: Krystal Jung and Kang Minhyuk

Genre: Romance (slight!), Fantasy

Length: Drabble

Rating: Teenager

Summary: When the day end

A/N: Ini di ceritakan kembali oleh saya dari kutipan novel karya M. Badri yang berjudul “Perempuan Senja dan Lelaki yang Suka Menyendiri”

All in this fic is Minhyuk’s point of view


Story Begin

Beberapa waktu terakhir ini aku selalu merindukan senja. Entah mengapa terkadang aku juga membencinya. Senja selalu mengingatkanku pada siluet seorang gadis yang berkelebat di setiap putaran jarum jam. Namun gadis itu selalu menghilang secepat kedipan mata, sebelum dapat kuraih. Hanya suaranya yang tertinggal di ceruk telingaku. Kadang ia membuatku tertawa sendiri, entah akalku yang hilang atau aku hanya terlena dengan sandiwara yang kumainkan

“Coba katakan padaku, siapa dirimu?” Tanyaku pada suatu senja, entah keberapa.

“Kau tak perlu tahu siapa diriku, toh aku tak mau tahu siapa dirimu.” Jawabnya santai. Seperti biasa, seusai bicara ia selalu menyelipkan sekuntum bunga di celah hatiku. Tak berwarna, namun tak pernah layu.

“Apa maumu?” Hardikku seolah belum terbiasa.

“Mauku seperti maumu juga. Tak usah dongkol, nikmati saja permainan ini. Aku memang datang untuk menemanimu. Namun maaf, kau tak bisa merabaku layaknya kau meraba huruf-huruf itu. Kau juga tak bisa mengkhayalkanku layaknya kau mengarang kisah-kisah itu” Jelasnya kalem. Aku hanya terdiam dalam dudukku, menatap intens semburat merah membara di hadapanku.

“Apa kau sebangsa iblis ayau sejenisnya?” Tanyaku iseng, memecahkan keheningan pada prinsipnya.

“Lancang! Belum saatnya kau tahu siapa aku, kurasa aku lebih manusiawi daripada dirimu!” Sahutnya. Suaranya terdengar gusar, aku hanya tertawa menanggapinya.

Dan seketika senyap… Suaranya lenyap ditengah rintik hujan yang mulai menjamah bumi. Malam merangkak naik dan semburat merah semakin sirna sejurus dengan hilangnya gadis itu.

Dan selama beberapa hari, tak pernah kudengar lagi suaranya. Tak ada lagi yang menemaniku mengetik guratan-guratan ide yang terlukis di dahiku, tak ada lagi yang menemaniku makan ditengah sepinya malam, atau sekedar menikmati senja di balkon tepi jendela.

Aku mulai membencinya. Karena aku mulai sadar senja terasa asing tanpa kehadirannya. Mungkin, aku jatuh cinta padanya. Apa aku gila?

Berhari-hari aku tak mendengar suaranya, dan aku telah termakan anganku sendiri sampai mencari gadis itu kesana kemari. Di sudut stasiun, di pusat perbelanjaan, sampai diskotik kujamah hanya untuk menjumpai sosoknya. Tentu pencarianku tak berujung, aku bahkan tak yakin bahwa dia ada.

Sampai suatu ketika di malam yang sepi, suara lembut itu kembali mengejutkanku.

“Merindukanku, eh?”

Ya, dia benar. Namun aku berusaha terdengar marah. Aku merajuk.

“Untuk apa? Aku bahkan tak tahu siapa, dirimu”

Terdengar tawa renyahnya. Aku menggerutu di dalam hati sampai sejurus kemudian ia melontarkan dua kata pendek yang berhasil menjungkir balikkan duniaku.

“Namaku Krystal”

Fin.

_______

Hey i’m back! I dont have a thing to say, but… check out my personal blog in here, I have some things I want you to see and appreciate, thanks!

4 thoughts on “Sunset

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s