[ Seri #1 ] Dream Catcher ; Part 5 (END)

DC5

Title
Dream Catcher

Sub-Title
Melted Heart

Author
Yoo Jangmi

Genre
Fantasy; AU; School; Teen-romance

Length
Mini Seri(es)

Rating
PG

Cast
Krystal Jung [f(x)]
Byun Baekhyun [EXO]
Kang Jiyoung
Lee Taemin [SHINee]
Jung Ilhoon [BTOB]
Oh Sehun [EXO]
And many other cameos~

Disclaimer
All cast featured here are not mine, but the storyline purely mine. Please be a good reader by leaving a feedback and don’t plagiarize! ^^

H A P P Y R E A D I N G


Read previous stories:
Part 1: First Nightmare
Part 2: Boy in the Dream
Part 3: We Fight Monsters and Unfold the Mystery
Part 4: Half-way to Death
Part 5: Melted Heart

.

.

.

Please wake up …

Krystal masih terbaring di lantai sejak tadi. Matanya terasa semakin sulit untuk dibuka. Kepalanya juga semakin terasa berat. Pelatih Shin sedang menyanyikan sebuah lullaby dengan suara serak monsternya, sambil sesekali mengejek Krystal. Sepertinya ia berusaha membunuh gadis itu atau semacamnya.

Lullaby yang merupakan nyanyian berkekuatan sihir kuno itu mulai memasukkan semacam mimpi buruk dalam kepala Krystal, sehingga ia melihat potongan-potongan adegan seperti film. Kejadian itu terjadi di rumahnya, lebih tepatnya di kamarnya yang dulu ia tempati bersama dengan saudari-saudarinya sewaktu kecil. Lampu di ruangan itu dimatikan, tapi Krystal bisa melihat kakaknya, Jessica, dalam balutan gaun tidur putih dan dalam versi usia 9 tahun. Jessica sedang duduk di atas ranjangnya bersama Nicole sambil berpegangan tangan, mereka berdua terlihat ketakutan. Di ranjang lainnya, ada dirinya sendiri saat berusia 4 tahun, sedang menangis sambil memeluk Soohwa yang tertidur pulas dan tidak tahu apa-apa. Tak lama kemudian, Krystal melihat bayangan seorang wanita di luar pintu kamar, diikuti bayangan sepasang pria dan wanita yang kemudian ditodong tongkat oleh wanita pertama. Ada cahaya yang sangat terang dari balik pintu, setelah itu pasangan tadi terjatuh ke lantai.

Krystal baru sadar, ini adalah kejadian pembunuhan orang tuanya. Ini mimpi terburuk dari semua mimpi buruk yang ia alami, seolah seperti menyaksikan sendiri pembunuhan itu.

“Apa yang harus kulakukan?” Tanya Krystal pada dirinya sendiri. Ia merasa ia mulai semakin melemah dan ia masih bisa mendengar lullaby sialan itu.

Benar. Dream catcher-nya.

Benda itu satu-satunya harapan Krystal untuk melawan Pelatih Shin. Krystal yakin pria itu monster dalam mimpinya. Waktu itu monster itu berkata “Aku adalah mimpi burukmu.” Maka, mungkin dream catcher itu bisa menangkapnya.

Jadi Krystal menggenggam dream catcher itu kuat-kuat, berusaha keras untuk fokus pada benda itu selagi kepalanya dibuat pusing dan kesadarannya semakin berkurang.

“Aku mohon, dia mimpi buruknya. Tangkap dia untukku.”

Tidak terjadi apapun selama beberapa menit, sampai akhirnya terdengar sebuah suara mendesing, lalu teriakan yang memekakkan telinga. Krystal bisa merasakan sesuatu menyembur keluar dari dream catcher di tangan kanannya, seperti sebuah kekuatan. Matanya mulai dapat dibuka sedikit demi sedikit. Sesaat kemudian suara mendesing itu berhenti, dan kesadaran Krystal pulih kembali.

Gadis itu membuka matanya, setetes air mata mengalir dari matanya. Ia masih terbayang akan mimpi buruknya yang tadi. Krystal mengedipkan matanya beberapa kali, lalu menarik napas dan duduk. Orang pertama yang ia lihat di hadapannya adalah Oh Sehun.

“Hei, aku belum terlambat kan?” Tanya Sehun saat melihat Krystal sudah sadar.

“Eung… engga terlalu kok. Apa yang terjadi? Kemana Pelatih Shin?” Tanya Krystal.

“Monster itu tersedot ke dalam dream catcher-mu. Kau sudah mengalahkannya.” Jawab Sehun sambil menunjuk dream catcher milik Krystal yang masih berpendar-pendar.

Krystal mengangkat benda itu agar bisa melihatnya dengan jelas. Bagian luarnya berpendar, dan diantara jeratan tali-talinya ia bisa melihat pelatih Shin, dalam wujud aslinya, nightmare.

“Yang benar saja.” Gumam Krystal setengah tidak percaya ia telah berhasil menangkap penjahat utamanya dengan begitu mudah.

“Nanti akan kubawa ini untuk Mr. Park. Dia bakal suka koleksi barunya.” Ujar Krystal, kemudian ia sadar akan satu hal. “Baekhyun sunbae? Dia kemana?”

Sehun mengangkat bahunya, “entahlah, saat aku sampai di sini monster itu sedang tersedot ke dalam dream catcher-mu. Aku tidak lihat Baekhyun hyung sama sekali.”

Krystal memasukkan dream catcher itu ke dalam saku celananya, lalu berdiri dan berlari ke pintu perak yang belum terbuka sejak tadi.

“Kau bisa bantu aku?” Tanya Krystal pada Sehun.

“Ya, tentu. Apa pun itu.” Kata Sehun.

Sehun menyuruh Krystal menjauh dari pintu itu, lalu ia menghempaskan pintu bercat perak itu hingga lepas dari engselnya dengan menggunakan kekuatan udaranya.

Krystal segera masuk ke dalam ruangan gelap yang sekarang terekspos dan bisa terlihat jelas itu, diikuti Sehun di belakangnya. Ruangan itu benar-benar kosong, tak ada apa pun di sana kecuali seorang lelaki berambut cokelat yang tergeletak lemas dengan pakaian rumah sakit di pojok ruangan.

Tanpa harus banyak berpikir atau menduga, Krystal langsung mengenali siapa laki-laki itu. Ia menghampirinya, lalu menepuk-nepuk wajah pucat lelaki itu sambil memanggil-manggilnya.

“Baekhyun sunbae! Aku … aku menemukanmu. Oh tidak aku harus bagaimana? Cepat bangun bodoh! Aku sudah sejauh ini dan kalau kau tidak bangun aku…”

Krystal tidak pernah melihat Baekhyun terbangun untuk pertama kalinya, karena bahkan sebelum selesai mengucapkan kata-katanya ia sudah jatuh pingsan. []


 

Pagi ini, salju sudah mulai turun lagi. Belum sampai melapisi seluruh tanah dan pepohonan, tapi cukup untuk main perang bola salju atau semacamnya. Krystal terbangun dan mendapati dirinya ada di Pusat Kesehatan Seoul Magic School, disambut udara dingin yang berhembus dari jendela dan minuman sewarna bunga lavender di atas meja, di sebelah ranjangnya.

Jiyoung dan Lizzy juga ada di sana, sekarang Jiyoung sedang menutup jendela setelah itu ia kembali ke sebelah ranjang Krystal.

“Krys, kau sudah bangun! Bagaimana perasaanmu?” Tanya Jiyoung sambil tersenyum senang.

Krystal menggaruk kepalanya lalu melihat ke sekitar, “Agak mual. Kayaknya sebentar lagi aku mau muntah. Ngomong-ngomong aku pingsan berapa lama?” Ujar Krystal.

“Kau sudah pingsan selama 4 hari. Malam itu Baekhyun dan Sehun yang membawamu ke sini. Aku agak kaget melihat Baekhyun.” Kata Lizzy sambil mencari sesuatu entah apa di dalam tasnya.

“4 hari? Yang benar saja. Baekhyun sunbae? Dia manusia? Eh maksudku dia hidup kan?” Kata Krystal, mengingat ia tidak sempat melihat apakah Baekhyun berhasil bangun atau tidak.

“Tentu saja dia hidup, malah dia yang menggendongmu ke sini.” Kata Jiyoung.

Krystal tidak bisa membayangkan seperti rupa Baekhyun kalau bukan hantu transparan yang biasanya. Tapi ia berharap ia bisa secepatnya menemui laki-laki itu, entah kenapa ia sangat senang mengetahui sunbae-nya itu hidup.

“Ini, ada titipan untukmu dari Kim Sonsaeng.” Kata Lizzy sambil mengulurkan selembar undangan yang bernuansa natal pada Krystal.

Krystal menerima undangan itu, lalu duduk dan membaca isinya.
“Kau diundang ke Seoul Magic School’s Christmas Party. Sebuah pesta malam natal yang dimajukan sekaligus untuk menyambut murid-murid yang terselamatkan dari penculikan. Kehadiranmu sangat diharapkan.” Baca Krystal, setelah itu ia melihat nama Kim sonsaeng di akhir undangan yang membuatnya hampir memekik.

“Nama lengkap Kim sonsaeng Kim Soojung?” Tanya Krystal sambil memperlihatkan undangan itu pada Lizzy dan Jiyoung.

Keduanya mengangguk bersamaan.

“Ia juga menulis dearest untuk undanganmu, yang lain cuma ditulis dear.” Kata Lizzy, seolah itu adalah fakta yang sangat penting.

Krystal mengangkat bahunya, ia melihat undangan itu sekali lagi lalu meletakkan benda itu di meja. Ia menyingkirkan selimut rumah sakit yang menutupi kakinya dan segera turun dari tempat tidur. Ia ingin sekali menemui Baekhyun dan melakukan apapun yang tidak bisa ia lakukan pada laki-laki itu sewaktu Baekhyun masih hantu; memukulnya misalnya.

“Hei tunggu dulu kau mau kemana?” Tanya Lizzy sambil menangkap lengannya.

“Aku mau menemui seseorang.” Jawab Krystal.

“Pesta natalnya nanti malam. Kau harus datang. Kau punya baju atau tidak? Aku dan Jiyoung berencana mau melakukan semacam make over gitu.” Kata Lizzy.

“Kau bisa menemui Baekhyun sunbae di pesta nanti. Ayolah ikut kami dulu.” Kata Jiyoung, seolah membaca pikiran Krystal.

“Err baiklah.”


 

Lizzy mengajak Jiyoung dan Krystal untuk kembali ke dorm asal mereka (yang ternyata berhasil direnovasi dalam waktu yang lebih cepat.) dan masuk ke kamarnya. Ini kali pertama Jiyoung dan Krystal masuk ke kamar Lizzy dan mereka sangat senang. Lizzy tidak berbagi kamarnya dengan siapa pun dan ruangan itu jadi kelihatan luas. Wall paper yang ia pakai gambarnya bisa bergerak dan berubah warna, Lizzy juga punya sekoper penuh pakaian mahal kiriman dari orang tua angkatnya di Ontario yang tidak pernah ia pakai.

Lizzy menggeser koper besar itu ke sebelah ranjangnya lalu membukanya. Di dalamnya ada berbagai jenis pakaian, mulai dari blouse sampai mini dress yang kelihatan mahal tapi simple dan classy.

“Pilih saja salah satu, aku tidak tahu kalian bawa pakaian untuk acara semacam ini atau tidak, makanya aku mau pinjamkan baju-bajuku. Ini semuanya belum pernah dipakai.” Kata Lizzy sambil tersenyum.

Krystal menatap pakaian-pakaian itu dengan mata berbinar, Lizzy seolah tahu betul kalau ia tidak punya baju untuk pesta.

“Sunbae baik sekali. Tapi sebaiknya sunbae yang pilih duluan.” Kata Krystal.

“Benar juga,” kata Lizzy setuju, lalu berjongkok dan membongkar koper itu untuk mencari baju yang ia suka.

“Nah aku mau pakai yang ini, bagaimana menurutmu?” Tanya Lizzy sambil mengangkat sebuah mini dress selutut, berwarna merah carmine, dengan lengan panjang yang terbuat dari renda, dan bagian dada yang juga ada rendanya.

“Itu cocok untuk sunbae, menurutku sih.” Kata Jiyoung sambil tersenyum, sementara Krystal hanya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum tipis.

Sekarang Krystal dan Jiyoung yang sibuk memilih pakaian dari koper milik Lizzy, sementara pemiliknya sedang membongkar koleksi sepatu.
Krystal sudah meletakkan hatinya pada sebuah mini dress berwarna putih gading tanpa lengan, dengan bagian bawah yang melebar dan terlihat sangat simple. Ia sangat suka warna-warna yang lembut. Jiyoung juga memilih mini dress yang serupa dengan miliknya tapi warnanya baby pink yang hampir seperti putih, dan bagian lengannya bermodel puff.

Selesai dengan masalah baju, sekarang keduanya dihadapkan dengan koleksi sepatu milik Lizzy. Mereka bertiga pun berkutat di kamar selama berjam-jam untuk mengurusi hal ini mulai dari gaya rambut sampai cat kuku (padahal Krystal biasanya tidak terlalu peduli tentang ini), sambil sesekali membicarakan murid-murid Seoul Magic School.

Tak terasa acara sekolah akan dimulai satu jam lagi. Setelah selesai mandi, Jiyoung dan Krystal kembali ke kamar Lizzy untuk melancarkan rencana make over mereka. Krystal memilih untuk berdandan super simple, dengan make-up tipis dan rambut yang diurai begitu saja. Lizzy menggulung rambut merah Krystal dengan hair curler, membuat rambutnya yang biasanya lurus menjadi spiral di bagian ujungnya. Lizzy juga memakaikannya jepit rambut berbentuk kepingan salju, ia jadi kelihatan manis.

“Aku … kelihatan beda.” Kata Krystal sambil mematut diri di depan kaca.

“Tapi cantik kok.” Kata Lizzy, tersenyum pada Krystal.

“Krys, mungkin kita harus coba ganti warna rambut nanti.” Kata Jiyoung sambil cemberut, menurutnya rambut biru keabu-abuan miliknya sangat tidak cocok dengan dress-nya.

“Kenapa? Rambut kita unik. Menurutku itu bagus-bagus saja.” Kata Krystal, tapi jujur ia juga sangat menginginkan rambut cokelat atau hitam sejak lama.

“Baiklah ayo pergi. Kim sonsaeng bakal ngomel kalau kita terlambat.” Kata Lizzy sambil memasang jepit terakhir untuk menahan gulungan rambutnya.
Aula sekolah sudah dipadati dengan murid-murid Seoul Magic School yang semuanya berpakaian semi-formal, agak beda dari pemandangan biasanya. Krystal, bersama dengan Lizzy dan Jiyoung memasuki aula sambil melihat ke seluruh penjuru aula mencari teman-teman mereka. Akhirnya mereka menemukan Ilhoon dan Sehun dalam balutan jas hitam yang hampir sama, sedang mengobrol di depan stan minuman, tidak jauh di sebelah mereka Chanyeol dan Taemin sedang menjahili Soohwa yang kelihatannya tidak begitu menyukai apa pun itu yang mereka berdua lakukan padanya.

“Lihat mereka, laki-laki memang membosankan. Warna baju mereka tidak bervariasi.” Komentar Lizzy sambil berjalan menghampiri stan minuman, diikuti Krystal dan Jiyoung di belakangnya.

Krystal masih celingak-celinguk mencari seseorang, ia tidak melihat orang yang sangat ingin ia temui, siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun. Jangan-jangan ia tidak datang, pikir Krystal. Untuk sesaat merasa kecewa.

“Wah Park Lizzy! Kau terlihat cantik dengan itu, aku suka warna merah. Seperti api.” Kata Chanyeol sambil mulai memainkan trik sulap apinya yang membuat Lizzy harus melempar bola air padanya.

Sehun dan Ilhoon yang sejak tadi mengobrol sekarang diam saja ketika melihat Krystal dan Jiyoung. Mereka tidak menyangka teman-teman mereka yang aneh bisa jadi gadis cantik seperti ini, keduanya tanpa sadar terus menatap Krystal dan Jiyoung. Membuat kedua gadis itu merinding. (?)

“Apa yang kau lihat?” Tanya Krystal sambil menoyor kepala Sehun.

Engga ada. Maksudku kau cantik.” Kata Sehun sambil membuat v sign.

Krystal memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan semburat pink yang muncul di pipinya tanpa diundang.

“Terima kasih.” Ujarnya pelan.

Pesta natal yang bahkan belum dibuka itu sekarang sudah semakin ramai, bahkan N si mantan murid datang ke sana. Tanpa disangka ia langsung menghampiri stan minuman. Krystal sempat menduga laki-laki itu mau mencarinya, tapi ternyata ia mencari Lizzy.

“Hei Liz,” sapa N sambil melambai kaku.

Lizzy terdiam sejenak, Chanyeol yang ada di sebelahnya juga ikut-ikutan diam sambil memandangi Lizzy dan N bergantian.

“Oh hai Hakyeon oppa. Sekolah mengundangmu ya?” Kata Lizzy, tidak kalah awkward.

“Eung… iya. Eh aku benar-benar minta maaf soal kejadian yang dulu itu. Aku benar-benar tidak bermaksud melukaimu.” Kata N sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Oh jadi mantan pacar yang sunbae ceritakan itu, Lizzy sunbae?” Celetuk Krystal dengan cueknya.

Kedua sunbae-nya itu langsung melihat ke arahnya, begitu juga Chanyeol yang terlihat kaget.

“Dia mantan pacarmu?” Pekik Chanyeol.

“Bukan! Maksudku, diamlah Park Chanyeol!” Kata Lizzy sambil membungkam mulut Chanyeol.

“Eh oppa, maafkan aku. Kayaknya aku ada urusan. Bye bye.” Kata Lizzy lagi pada N, kali ini sambil menggeret Chanyeol pergi dari situ.

N hanya mengangkat bahunya, lalu mengambil segelas minuman dan berjalan pergi untuk menemui gerombolan senior tahun ke-5.

“Aku benar-benar tidak menyangka.” Kata Jiyoung pelan.

Krystal hanya tersenyum tipis.

“Hei akhirnya kita berlima kumpul lagi.” Kata Ilhoon tiba-tiba, menyadari di depan stan minuman hanya ada mereka berlima sekarang.

“Tapi sejak tadi aku ngga lihat Baekhyun hyung. Dia kemana?” Tanya Taemin yang menyangka kalau Krystal tahu jawabannya.

“Aku juga sedang mencarinya.” Kata Krystal, sambil celingak-celinguk lagi.

“Nanti juga dia datang sendiri.” Ujar Sehun, ia menepuk bahu Krystal pelan dan tersenyum padanya. Gadis itu membalas senyumannya.

Mereka sempat saling tatap beberapa detik, sampai suara Kim sonsaeng yang terdengar sangat keras lewat mikrofon memotong momen itu.

“Baiklah anak-anak, seperti yang kalian lihat di undangan, ini adalah Pesta malam natal yang sedikit dimajukan dan sekaligus sebuah penyambutan untuk Lee Young, Jung Minjoo dan Byun Baekhyun yang baru saja kembali. Aku tidak akan bicara banyak, nikmati saja pestanya dan makanannya. Dan tentu saja musiknya!” Kata Kim Sonsaeng, segera setelah wanita itu memetikan jarinya, musik dansa langsung mengalun ke seluruh ruangan.

“Ugh aku benci banget dansa.” Kata Ilhoon, membuat Jiyoung tertawa melihat ekspresi wajahnya.

“Jadi apa yang akan kita lakukan?” Tanya Krystal, melihat keempat temannya tidak ada yang berminat untuk dansa.

“Entahlah, tapi aku rasa ada sesuatu yang ingin kulakukan,” kata Taemin, sambil meraih tangan Jiyoung “tapi cuma sama Jiyoung.”

Kemudian ia menarik Jiyoung pergi, entah mau ke mana. Jiyoung hanya tersenyum senang sambil melambai pada Krystal, Sehun dan Ilhoon, yang membalas lambaiannya dengan lesu dan wajah muram.

“Baiklah kurasa hanya kita bertiga yang kesepian di sini.” Kata Sehun lalu tertawa.

Ilhoon menepuk pundaknya sambil ikut tertawa, Krystal memandangi keduanya sambil tersenyum lalu tiba-tiba memeluk mereka. Sehun dan Ilhoon bahkan tidak membalas pelukannya karena terlalu kaget akan sikap Krystal yang tidak biasanya.

“Terima kasih kalian mau jadi temanku. Sungguh aku kira aku tidak akan punya teman selain Jiyoung di sini.” Kata Krystal.

“Eh ya tentu saja, kenapa kau jadi manis begini.” Kata Ilhoon sambil menepuk-nepuk pundak Krystal.

“Biasanya kau seperti ngga menganggap kami teman.” Kata Sehun.

Krystal melepaskan pelukannya lalu menendang kaki Sehun. Ia memasang wajah dinginnya yang biasanya lagi karena kesal. Sehun hanya tertawa sambil mengulurkan tangannya untuk mencubit pipi gadis berambut merah itu, tapi ia segera menurunkan tangannya ketika melihat seseorang berdiri di belakang Krystal.

Laki-laki berambut cokelat yang biasanya terlihat transparan itu hari ini adalah seorang manusia seratus persen. Ia memakai jas hitam biasa seperti milik Sehun dan Ilhoon. Kedua matanya yang indah memancarkan kehidupan, tidak kosong seperti biasanya. Laki-laki itu menyentuh pundak Krystal perlahan sambil memanggil namanya.

“Soojung.”

Krystal segera berbalik untuk melihat siapa yang berani memanggil nama aslinya dan berniat untuk memberi orang itu sebuah tendangan keras. Tapi ketika ia melihat wajah orang itu tubuhnya langsung terasa kaku. Ia terdiam selama beberapa detik sampai akhirnya bisa menyebutkan nama orang itu dengan mulutnya.

“Baekhyun sunbae!” Kata Krystal, suaranya bergetar.

Baekhyun tersenyum lalu mengacak-acak rambut Krystal. Salah satu dari semua hal yang sangat ingin ia lakukan. Krystal cemberut sambil merapikan kembali rambutnya, ia masih tidak percaya Baekhyun benar-benar bukan hantu lagi. Sekarang ia bisa melihatnya lebih jelas, ia bisa menyentuhnya, bisa memukulnya, bisa melakukan apapun.

Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Krystal, ia memegang pergelangan tangannya kuat-kuat dan menariknya pergi dari stan minuman tadi. Krystal tak mengatakan apa pun, kakinya merangkai untaian langkah mengikuti langkah-langkah Baekhyun di depannya. Keduanya berjalan tanpa suara dan kata-kata bertukar diantara mereka.

Tentu saja, Krystal sudah tahu Baekhyun akan membawanya ke halaman belakang sekolah. Tempat itu adalah tempat favorit Baekhyun, yang kini menjadi tempat favoritnya juga.

Baekhyun duduk beralaskan rumput dan bersandar pada dinding bangunan sekolah, matanya melihat jauh ke dalam hutan yang terhubung dengan halaman itu. Mengingat cerita Jiyoung padanya, hutan itu jadi terkesan mengerikan. Tapi ia tidak melihat lubang-lubang besar yang diceritakan Jiyoung atau ancaman hellhounds ganas. Yang ia lihat hanyalah hutan yang begitu tenang dengan suara kicauan burung-burung penyanyi kesukaannya sebagai musik pengiring.

Krystal duduk di sebelahnya, seolah tak peduli akan mini dress putihnya yang akan terkotori tanah dan rerumputan sebentar lagi. Ia menatap Baekhyun yang sedang memanggil burung-burung penyanyi mendekat dan membuat mereka berkicau di depannya.

”Apa sunbae tidak punya kekuatan lain selain bicara pada binatang terbang?” Tanya Krystal, tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang tidak Baekhyun duga.

“Ada. Tapi kau tidak mau kan aku membuat angin badai di sini lalu merubuhkan sekolah?” Jawab Baekhyun sambil tersenyum dan membuat Krystal tenggelam dalam mata cokelatnya yang indah.

Untuk pertama kalinya Krystal melihat senyuman dan tatapan mata Baekhyun yang sangat nyata, bukan tatapan mata kosong seperti yang dulu. Ia sudah tahu kedua mata itu akan terlihat sangat indah kalau pemiliknya hidup. Dan ia benar.

“Selamat datang kembali, Baekhyun sunbae.” Kata Krystal, membalas senyuman Baekhyun, berusaha semanis yang ia bisa. Meskipun nyatanya yang keluar tetaplah senyuman tipisnya yang biasanya.

Baekhyun tidak mengatakan apa pun, ia hanya menarik Krystal ke dalam pelukannya, membuat gadis itu membelalakan matanya karena terkejut.

Krystal tidak tahu harus bagaimana, ia membalas pelukan itu tapi masih setengah hati. Baekhyun adalah sunbae yang baik, Krystal senang bisa mengenal laki-laki itu hanya saja …

“Krys, aku ingin melakukan ini sejak dulu. Aku menyukaimu, sejak hari pertama kau setuju untuk membantuku. Aku … entahlah. Apa ini yang mereka bilang love at the first sight atau semacamnya?” Oceh Baekhyun.

Krystal terdiam selama beberapa saat, tenggelam dalam pelukan dan kata-kata Baekhyun tapi kemudian ia mendorong laki-laki itu perlahan dengan kedua tangannya. Kedua lengan Baekhyun melepasnya, ia memandangi Krystal dengan sorot mata yang memancarkan perasaan tidak mengerti dan bertanya-tanya.

Krystal menelan ludahnya, sambil berusaha merangkai kata-kata untuk diucapkan pada Baekhyun di dalam benaknya.

“Sunbae orang yang baik. Aku senang bertemu dengan sunbae tapi untuk hal yang satu itu … maaf. Aku menyukai orang lain.” Kata Krystal, berusaha tidak terdengar sedingin gunung es.

Baekhyun hanya tertawa kecil mendengar perkataan Krystal.

“Hm, baiklah. Mungkin aku belum bisa melelehkan hati es-mu itu. Tapi masih ada kesempatan kan?”

Krystal tidak menjawab pertanyaan itu. Sungguh sebenarnya ia bimbang, ia menyukai dua orang sekaligus dan ia tidak bisa memilih satu diantaranya. Jadi ia memutuskan untuk mengesampingkan dulu masalah itu dan mulai memikirkan orang tuanya.

“Kira-kira aku harus mulai dari mana?” Batin Krystal sambil memusatkan perhatiannya pada bintang-bintang di langit, menghindari tatapan mata Baekhyun yang masih duduk di sebelahnya.

Tanpa sepengetahuan mereka, sepasang mata biru yang tajam sedang memperhatikan mereka sejak tadi. Senyum licik menghiasi wajah cantiknya yang terlihat tak alami.

“Aku butuh rencana baru.”


 

Di dalam gedung sekolah, pesta masih berlangsung dan semakin gila dengan adanya bintang tamu band rock yang sedang menyanyikan Jingle Bell rock version. Sehun masih saja berdiri di stan minuman sejak tadi, sekarang ia sendirian karena beberapa menit yang lalu Ilhoon mengajak bicara seorang murid tahun pertama dari dorm Earth yang bernama Kwon Sohyun, lalu pergi begitu saja dengan gadis itu.

Sehun menghela napas sambil melihat ke sekitar ruangan aula, ia tidak menemukan siapa pun untuk diajak bicara. Tanpa sadar sekarang kepala dan kakinya mulai bergerak mengikuti alunan Jingle Bell.

Tiba-tiba seseorang menghampiri stan minuman itu. Gadis itu punya kulit yang putih pucat, kedua bola matanya berwarna hitam dan menyorot tajam seolah kau akan masuk ke dalam lubang tanpa dasar kalau menatapnya terlalu lama. Ia mengenakan gaun hitam, disaat orang lain menggunakan warna cerah. Kelihatannya ia seperti seorang senior bagi Sehun. Gadis itu mengambil segelas punch dan berdiri diam di sebelah Sehun. Tidak bisa digambarkan betapa menggigilnya Sehun saat itu karena aura gadis itu sangat kuat dan kelam.

“Sendirian juga?” Tanya gadis itu pada Sehun.

“Eh iya.” Jawab Sehun canggung.

“Kau seorang sunbae?” Tanya Sehun, sesaat melupakan ketakutannya.

Gadis itu menyesap punchnya lalu merengut, kelihatannya ia tidak suka dengan pertanyaan Sehun.

“Aku murid tahun kedua. Aku tahu kamu murid tahun pertama tapi ngga usah panggil aku sunbae atau nuna, aku ngga suka.” Kata gadis bergaun hitam itu.

“Eh baiklah. Aku Oh Sehun. Namamu siapa?” Sungguh cara paling canggung untuk mengajak seorang gadis berkenalan, dasar Oh Sehun.

Gadis itu meletakkan gelas punch-nya di meja, lalu melihat ke arah Sehun. Ia tersenyum. Sehun berani sumpah ia bisa melihat sepasang taring vampire.

“Aku Park Jiyeon.”

END OF SERI 1


Hai *0* akhirnya seri pertama selesai hehe. Maaf kalo ga bagus dan banyak kekurangan. Chap yang ini emang pendek hehe. RCL ya ^^ terima kasih sudah mengikuti FF ini. Adakah yang bisa nebak kira-kira Krystal suka sama siapa aja? XD atau adakah yang bisa nebak peran Jiyeon?

Anyway, please anticipate the 2nd Seri.
.
.
.
.
.
SERI #2: THE QUEST

coming soon

-Yoo Jangmi-

19 thoughts on “[ Seri #1 ] Dream Catcher ; Part 5 (END)

  1. Ooh, demi apapun ini keren banget. Gak kepikiran, Krystal juga pasti bimbang milih Baekhyun atau mungkin Sehun. Aigoo~
    Ini ya ampun, siapa lagi wanita yang memperhatikan BaekStal? Apa Park Jiyeon, yang baru muncul di end gantung ini? Hahah :-D
    Sangat di harapkan dan ditunggu kelanjutannya.
    Jebal… hwaiting!

    Ini komen pertama aku disini seperti, mian baru komen. Tapi aku suka sekali. Menarik….
    Daebak…!

    • makasih sudah dibilang keren(?) X3
      ah kamu pinter sekali bisa nebak triangle lovenya baek-stal-hun XD (orang udah jelas bgt XD)
      jiyeon ini nanti di seri2 penting perannya(?)

      sip sip ditunggu aja ya lanjutannya :3 makasih udah komen dan suka sama ff ini XD

  2. Authornim~ seri 2nya kutunggu loh… jangan sampai buat readersmu ini menunggu lama. Kayaknya ak dah pernah komen ff ini, eeh tpi gak muncul :(

  3. ffnya keren banget…ditunggu seri 2 nya ya ? jangan lama-lama lho #maksa
    BTW nnti krystal pilih siapa ya Sehun atau Baekhyun ? ah entah pokoknya aku tunggu seri ke-2nya

  4. omg ini seru bgt kak,tapi kenpa krystal ga sma baekhyun huaaaaa kan jadi syedih akunya padahal udah sweet bgt tuh si baekhyunnya.pokoknya di seri ke2 harus bnyak moment baekstal yah kak dan harus cepet di post loh jgn smpe aku lumutan nunggunya/agakmaksahehe.terakhir semngat buat kakak author

  5. hai authornim… aku reader baru nih. mian baru komen disni.
    ffnya keren aku suka deh.. feelnya dapet.
    digunggu seri 2nya. jangan lama2 ya hehhe
    gomawo.. n.n

  6. seri satu udah ending~~
    tadinya aku berharap pakek banget krystal milih baekhyun, tapi taunya suka sama yang lain sehun kah? ceritanya keren deh (entah udah berapa kali bilang) seri duanya ditunggu thor! semangat terus, fighting!!

  7. Ini fix keren. Huahahaha pasti si krystal bingung milih sehun atau baekhyun. Wkwk udah kai aja krys *eh (salah aliran)
    Aku tunggu seri2 nya. Pasti gak kalah keren dari ini. Ye gak? Hehe. Keep writing thor:-)

  8. Masa iya aku baru baca ini? Ya Allah aku merasa berdosa. /digampar.

    Kak, masih ingat aku? Aku AJ, kak! HAHAHAHAHAHA /digampar lagi.

    Soojung suka Sehun kan? Iya kan? Kan? Kan? /kok maksa.

    Entahlah, Kak, padahal Krystal sama Baekhyun chemistrynya udah nganu banget. Aku BaekStal stan sekaligus HunStal stan yang enggak bisa move on ke KaiStal. /ditendang.

    Anyway, aku lagi kangen masa-masa dulu (?) jadi aku mampir dan ngubek-ngubek :”)

    Aku lupa password WP lama dan aku udah enggak ngikutin KPOP sejak hengkangnya Luhan dari EXO jadi yah… Aku nggak bisa nulis di sini lagi karena passion-ku sama KPOP udah hilang dan aku juga lupa password WPku jadi ya begitulah(?) /kok curhat.

    Aku senenggg sama endingnya btw :”) Ngga sabar baca lanjutannya! Ehehe keep up the good work, Kak!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s