A Simple Thing

Photo_Lab

 

 By. Alana

Park Jiyeon feat Kim Myungsoo

 

Drable

.

 

 

Mungkin pagi, mungkin siang. Namun matahari sudah setengah jalan menuju puncak hari. Ini terlalu melelahkan. Bahkan untuk seorang Myungsoo yang terlahir sebagai laki-laki, untuk berlari lima kali putaran lapangan bola berukuran International, keringat dan penat sudah menjadi satu bagian yang tak terpisahkan.

 

Dia melihat ke segala arah, di mana teman-temannya pun sedang berusaha mencapai garis finish dengan tertatih-tatih. Mereka berada di ambang batas . Sisa-sisa tenaga mereka sudah kritis . Mereka ingin segera menepi, mungkin duduk-duduk dibawah rindang pepohonan, ataupun merebahkan tubuh di lantai dingin dengan suhu udara di bawah 16° c. 

 

Myungsoo masih mencoba berlari. Kakinya terseok-seok demi sebuah nilai ujian praktek terakhirnya di bangku sekolah menengah atas. Dan dia melirik ke arah Jiyeon yang sejak tadi sudah memutuskan untuk tidak berlari. Dia berjalan dengan sedikit cepat. Namun kadang terlihat lirih. Semangatnya naik turun diantara kegelisahannya menyikapi panasnya udara. 

 

“Kau duluan saja, tidak usah menungguku !” ujar Jiyeon pada Myungsoo. Namun namja itu hanya tersenyum. 

 

“Aku masih mengatur nafasku.” Myungsoo menghela nafasnya berkali-kali, sambil menyeka keringatnya. Diperhatikannya lagi Jiyeon yang menunduk melihat ke arah kakinya. 

 

“Apa kau lelah ?”  tanya Myungsoo. Dia melihat Jiyeon mengatur nafasnya juga berkali-kali. Wajah cantiknya sudah basah oleh keringat, begitupun rambutnya.  

 

“Satu putaran lagi ! Fighting !!”  ujarnya memberi semangat. Dan Myungsoo tersenyum. Dia mengaggumi Jiyeon sejak lama. Bahkan ketika dia belum mengenalnya. 

 

Satu kesempatan itu ketika dia diijinkan untuk berada dalam kelas yang sama, Myungsoo hampir berteriak karena senang. Jiyeon memilih duduk di depannya. Di dalam hati, Myungsoo telah mengikrarkan hatinya, bahwa satu-satunya yeoja yang kelak disandingnya adalah yeoja yang saat itu duduk di depannya. Dengan punggung yang selalu ditatapnya, dengan helai rambut yang selalu menebarkan keharuman shampoo favoritnya, juga ketika Myungsoo harus merasakan debaran-debaran aneh ketika Jiyeon menoleh ke arahnya. 

 

Untuk waktu satu tahun yang telah dijalaninya di dalam kelas yang sama, dan kini sepertinya satu tahun berjalan begitu cepat. Jika saat ini mereka sudah menghadapi ujian terakhirnya, berarti tinggal menghitung hari di mana saat perpisahan itu akan menghukum hatinya. 

 

Myungsoo mendesah.

 

“Kau duluan saja !”  ujar Jiyeon lagi menyadarkan lamunan Myungsoo. Dia melihat senyum Jiyeon menyapanya dengan manis. 

 

“Aku ingin sebentar bersamamu !”  balas Myungsoo. Dan Jiyeon kehilangan senyumnya. Dia tercekat begitu saja. 

 

“E-hhm..!”  Ditelannya saliva bersama rasa gugubnya .Jiyeon menunduk lagi.

 

“Sebentar !” ujar Myungsoo menahan langkah Jiyeon. Gadis itu terpekur.

 

“Kenapa ?”  tanya Jiyeon.

 

Myungsoo berjalan menghadap ke arah Jiyeon. Lalu bersimpuh di depannya. Sejenak dia mendongak untuk menatap Jiyeon yang sedang memperhatikan tingkah Myungsoo yang aneh.

 

Tiba-tiba dengan cekatan dia menalikan kembali tali sepatu olah raga Jiyeon yang terlepas sejak tadi, namun gadis itu enggan membetulkannya. 

 

“Myungsoo..!”   Pekik Jiyeon kaget. Dia merasa tidak enak. Diperhatikan ke sekelilingnya ketika semua temannya memperhatikan tingkah Myungsoo dengan senyuman. 

 

“Hentikan Myungsoo !”   Hardik Jiyeon.

 

“Kenapa tidak kau rapikan! padahal sejak tadi kau sudah tahu, tali sepatumu lepas. ” keluh Myungsoo sambil menghela nafasnya. Dia berdiri dan menatap Jiyeon setelah tali sepatu itu selesai di rapikannya. 

 

Jiyeon tidak bisa berkata apa-apa. Dia malu.

 

Dan Myungsoo tidak bisa menahan dirinya untuk melihat wajah yang sedang merona itu. Dia berbalik dan melangkah meninggalkan Jiyeon.

 

“Aku sangat menunggumu di garis finish !”  seru Myungsoo sambil melambaikan tangannya.

 

Jiyeon terpekur menatap tali sepatunya. Apa maksudnya dengan menekankan kata sangat menunggunya?  Tak urung membuat lutut Jiyeon menjadi gemetar. Dilihatnya Myungsoo yang telah berlari meninggalkannya. Dan hatinya berdebar-debar melihat bentuk lelah itu berlari sambil sesekali meliriknya. Kenapa hanya karena mengikatkan tali sepatu, kini dia seperti merasa Myungsoo telah mengikatkan cintanya di dalam hatinya. 

 

Ah, Myungsoo tunggu aku di garis finish ! Seru Jiyeon dalam hati.

 

 

 

end

 

 

 

a/n

 

Yak Drable saja, cuma lima belas menit bikinnya ! jangan nambah lagi. biar kesan manisnya meresap di hati ! 

30 thoughts on “A Simple Thing

  1. huuuffff hanya drabble ku tertipu hahahaha

    AKU MAU DITALIIN MYUNGSOO HWAAW
    duuhh manis cekaleee itu Jiyeonnya langsung berubah semangat buat lari :3
    sok pake marah marah ke Myungsoo hahaha akhir akhir luluh juga gegara tali sepatu *eyaaak

    sekian saya merusuhnyaaa :3

  2. ebuseh envy -,- ini mah suwit bgt dah lan ampe bkin diabet xD wkwkwk. myung ucul beud deh,perlakuan ama kata2nya adeuh.. bikin tepar sesaat,jdi pen tukeran jiwa ama jiyi utuk,utuk,utuk.. <3 :p
    oia lan bkin marriage life myungyeon dnk,yg manisnya bkin overdose gtu. ff myungyeon bkinan lana kan berkesan gt :^) d tgu ya #maksa hahaha.
    oia 1 lg,pw stormy night 2 masi sama ama yg pertama ga? kalo bda kirim ke email aku ya lan,tingkyu :*

  3. right!! this is simple. so. sweet!
    ahh perlakuan myungsoo memberikan rangsangan semangat juga debar debar pada hati jiyeon!
    “Kenapa hanya karena mengikatkan tali sepatu, kini dia seperti merasa Myungsoo telah mengikatkan cintanya di dalam hatinya. “.. awww!!! this sentence too beautiful! haha

  4. ini benerbener meresap dihati ..
    biasanya aku paling gasuka baca drabble soal’a pasti ceritanya ngambang gaze tp skarang malah ketagihan baca drabble buatan kamu ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s