100 Random Drabble Collection `Part 3′

rdc_3

Title
100 Random Drabble Collection (Autumn/Winter Special!)

Author
Yoo Jangmi

Genre
Romance; AU

Length
Drabble(s)

Rating
PG

Cast
Various K-POP idols/couples

Disclaimer
All cast featured here are not mine, but all story ideas are mine. Please inform me first & take with full credit if you want to take it.

A/N
Hello~ just got time to update this hehe :3 request couple idol x idol masih open. Tinggal komen aja buat requestnya, tapi seenggaknya hargai author juga dengan komentar tentang drabble/ff pendek yang udah dipost juga :)
These are drabbles no. 41-60

H A P P Y R E A D I N G


̀PART 1 (01-20)
̀PART 2 (21-40)


 

041; Words of Love
GOT7 Mark & 15& Yerin
Baek Yerin hanya seorang gadis biasa, sama seperti yang lainnya di sekolah ini. Ia duduk di kursinya sambil memegang ponselnya dan membuka folder messages berulang kali. Ia menunggu sesuatu yang ia rasa mustahil akan terjadi. Sudah dua bulan sejak terakhir kalinya ia bicara pada Mark, pacarnya. Laki-laki itu menghilang begitu saja. Yerin tidak tahu harus berbuat apa jadi ia hanya menunggu. Hari ini anniversary pertama mereka, ia berharap Mark akan muncul.
Setelah setengah hari menunggu, tak satupun pesan ia terima dari Mark. Yerin mulai menyerah dan meneteskan air mata, tapi ia tersadar bahwa ia sangat ingin Mark kembali, jadi ia tetap menunggu. Sampai akhirnya beberapa menit kemudian ponselnya bergetar. Dengan penuh harap, Yerin membuka pesan itu. Raut wajahnya langsung berubah setelah membacanya.

From: Mark Tuan
Message: Happy 1st Anniversary Yerin-ah ♥ maaf aku menghilang, ini karena ada kecelakaan pada ponselku -_- kau mau maafkan aku kan? Hari ini aku ke Seoul, ayo bertemu sekarang. Kita main kkk.

Yerin tersenyum, masih meneteskan air mata. Tapi karena perasaan senang yang meluap.

To: Mark Tuan
Message:Mark oppa! Aku pikir kau membuangku T.T tentu! Ayo pergi keliling Seoul kkk oh iya aku mau bilang… I miss you so much.


 
042; Memories in Fallen Leaves
NU’EST Minhyun & f(x) Sulli | requested by: pyroquatics
Jalan setapak yang sepi itu dipenuhi daun-daun kering berwarna cokelat kemerahan, berguguran dari pepohonan yang berjajar di sisinya. Angin dingin musim gugur meniup dedaunan itu, menimbulkan suara gemerisik. Aroma musim gugur tercium sangat jelas di udara. Semua tentang musim gugur mengingatkannya pada Hwang Minhyun. Hari ini Jinri memang sengaja melewati jalan setapak itu untuk melewati rumah lamanya. Sejak pindah rumah, ia tidak pernah mendengar kabar tentang tetangganya itu.
Seolah dibawa oleh angin musim gugur, tak terasa Jinri sudah berada di depan rumah lamanya. Rumah itu sudah ada yang menempati, tapi Jinri lebih peduli pada rumah di sebelahnya, rumah Minhyun. Jinri menunggu beberapa saat di depan rumahnya sambil menggumamkan lagu kesukaannya, ketika tiba-tiba pagar rumah Minhyun terbuka. Minhyun keluar dari balik pagar itu sambil membawa plastik sampah.
Plastik itu segera jatuh dari tangannya segera setelah ia melihat Jinri. Jinri pun terdiam, tidak percaya Minhyun masih tinggal di rumah itu selama ini. Daun-daun kembali berguguran, mengingatkan mereka pada memori-memori indah 3 tahun yang lalu.

“Hwang Minhyun.” Kata Jinri sambil berjalan menghampiri Minhyun lalu memeluk laki-laki itu.

“Jinri nuna?” Ujar Minhyun bingung, sambil membalas pelukan Jinri.

“Tolong jangan menghilang lagi.” Kata Jinri.


 
043; First & Last Date
NU’EST Jr & f(x) Krystal | requested by: pyroquatics
Apa yang biasa dilakukan orang saat kencan pertama? Ke taman hiburan? Makan es krim? Nonton film? Atau sekedar jalan-jalan sambil berpegangan tangan dan ngobrol? Soojung sudah bisa membayangkan semuanya di depan mata. Saat ini ia sedang berada di taman hiburan bersama Jonghyun*. Laki-laki itu sudah berjanji untuk membawanya kencan ke sini, karena itu meskipun musim dingin sudah dimulai, mereka tetap pergi. Ini adalah kencan pertama mereka sejak 5 bulan pacaran. Jonghyun terlalu sibuk dengan tugas sekolahnya dan tidak pernah mengajaknya jalan-jalan sampai hari ini.

“Apa yang akan kita lakukan pertama?” Tanya Jonghyun sambil melihat ke sekitar taman hiburan itu.

“Ayo naik roller coaster.” Ajak Soojung.

Tapi Jonghyun menolak dan menyarankan untuk makan es krim saja. Jadi mereka pergi membeli es krim lalu memakannya berdua. Setelah itu mereka mencoba semua wahana yang ada. Mulai dari permainan lempar ring sampai rumah hantu dan bianglala.
Bianglala ini adalah wahana terakhir yang mereka naiki, dari atas bianglala itu Soojung bisa melihat pemandangan yang indah. Ia pun sibuk melihat ke luar jendela dengan senyum terbentuk di wajahnya.

“Soojung nuna, maaf tapi… aku ingin ini jadi kencan terakhir kita.” Kata Jonghyun tiba-tiba.

Soojung langsung mengalihkan pandangannya ke Jonghyun. Ia tidak tahu harus berkata apa, tapi seolah bisa membaca pikirannya, Jonghyun langsung melanjutkan kata-katanya.

“Aku terlalu sibuk. Aku kasihan pada nuna. Jadi kita sampai sini saja. Maafkan aku Soojung nuna. I love you.”

Bianglala itu berhenti tepat pada waktunya, setelah mengatakan itu, Jonghyun turun dari bianglala dan meninggalkan Soojung, yang mulai merasakan betapa dinginnya musim dingin. Sendiri.

*Kim Jonghyun is the birth name of Jr~


 
044; Catch Me, Ms. Officer!
BIGBANG G-Dragon & 2NE1 Dara | requested by: riereichan
Keringat menitik di pelipis polisi wanita itu, padahal cuaca sangat dingin, tapi mengejar penjahat muda itu berhasil membuatnya berkeringat juga. Dara berhenti untuk mengambil napas sesaat, lalu kembali mengejar seorang pencopet yang ia tangkap basah di tengah keramaian Hongdae tadi. Ini hari minggu, bukan hari bertugasnya, tapi tetap saja ia mengikuti naluri polisinya untuk menangkap pencopet itu.
Setelah berlari sangat jauh, ia akhirnya berhasil menangkap pencopet tadi. Dara memasang borgol di pergelangan kedua tangan laki-laki itu dan merebut kembali dompet yang diambilnya. Dara membuka masker si pencopet itu, lalu menghela napas kesal, napasnya mengepulkan asap putih karena udara yang dingin.

“Kau lagi.” Kata Dara.

“Hai nuna polisi! Aku punya nama, jangan panggil aku dengan sebutan “Kau” terus. Aku Kwon Jiyong.” Kata si pencopet sambil nyengir.

“Kelihatannya kau sengaja mencopet untuk memancingku ya?” Tanya Dara, mungkin kedengarannya seperti kepedean, tapi ia kan hanya mengutarakan dugaannya.

“Nuna percaya diri sekali. Tapi memang iya sih. Aku suka nuna, aku ngga bisa lupa pertama kalinya nuna menangkapku. Nuna keren banget.” Ujar Jiyong sambil tersenyum lagi.

Kali ini Dara membalas senyumnya, lalu melepas borgol di tangan Jiyong.

“Berhentilah mencopet, kalau mau bertemu denganku cukup datang ke kantor. Oh iya, lain kali jangan pakai bahasa informal padaku! Dasar tidak sopan.”

Dara pun berjalan pergi, meninggalkan jejak sepatunya di salju. Jiyong yang masih berdiri di tempat, meneriakinya sekali lagi.

“Nuna! Lain kali tangkap aku lagi ya!”


 
045; Orange Love
SHINee Minho & f(x) Krystal | requested by: riereichan
Jung Soojung, atau lebih dikenal sebagai fotografer muda Krystal Jung, sedang duduk di bawah pohon sambil memperhatikan daun-daun yang berguguran. Ia terus memegangi kameranya, kalau-kalau ada sesuatu yang bisa ia foto dan ia jadikan inspirasi untuk photobook barunya. Ia berencana untuk merilis photobook keduanya bulan depan, tapi sampai saat ini ia belum dapat inspirasi apapun, bahkan untuk judulnya. Soojung mulai merasa mengantuk setelah berjam-jam duduk di taman itu, baru saja ia akan memejamkan matanya ketika sesuatu yang menarik terlihat beberapa meter darinya.
Laki-laki tinggi itu berdiri disamping sebuah pohon yang daunnya berguguran sambil melihat ke atas, rambutnya yang kecokelatan dilintasi (?) sinar matahari keemasan musim gugur.
Soojung terdiam sejenak karena terpesona, lalu ia cepat-cepat mengabadikan momen itu dengan kameranya. Dilihatnya preview foto itu lalu tersenyum. Ini lah yang ia cari sejak tadi. Laki-laki itu inspirasinya. Soojung ingin mengambil lebih banyak foto, tapi setelah itu ia berpikir apa tidak apa-apa menggunakan wajah orang itu untuk photobook-nya? Ah mungkin tak apa, mungkin ia tak kan membeli photobook-nya, pikir Soojung. Jadi ia mengangkat kameranya dan memotret setiap momen lelaki itu, terutama ketika daun-daun kecokelatan musim gugur berjatuhan dan menambah kesan musim gugur, yang merupakan tema dari photobook-nya. Laki-laki itu sesekali menoleh ke arah Soojung, membuat Soojung harus pura-pura sedang memotret sesuatu yang lain. Setelah itu kadang Soojung tertawa kecil, kembali memotret laki-laki itu atau sekedar mengikuti langkah-langkahnya.
Tepat sebulan kemudian photobook milik Soojung berhasil dirilis, akhirnya judul yang tertulis di covernya diputuskan menjadi Orange Love. Gadis itu dengan ceria menceritakan bagaimana ia bertemu laki-laki tampan yang menjadi inspirasinya itu di acara fansign. Sesaat kemudian, Soojung melihat seseorang berjalan mendekat ke mejanya, semakin ia mendekat Soojung semakin mengenali wajahnya.

Laki-laki itu.

Ia membawa satu copy photobook itu di tangannya sambil tersenyum pada Soojung.

“Ini photobook yang indah. Terima kasih sudah menggunakan wajahku.” Katanya, sembari menyodorkan photobook tersebut untuk ditanda tangani oleh Soojung.

Soojung menuliskan tanda tangannya pada halaman pertama photobook itu dan mengembalikannya pada laki-laki musim gugurnya itu.

“Sama-sama. Ah kau tak perlu membayar photobook itu.” Kata Soojung, sedikit malu.

“Tapi aku seharusnya membayar. Kalau begitu biarkan aku membayar dengan cara lain.” Kata laki-laki itu sambil tersenyum.

“Baiklah, berikan saja namamu.” Ujar Soojung, membalas senyuman ramah lelaki tinggi itu dengan senyuman manisnya.

Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke telinga Soojung untuk membisikkan namanya, membuat Soojung tak bisa mengatur detak jantungnya.

“Namaku? Choi Minho.”


 
046; Taehyung The Handsome Thief
BTS V & AOA Hyejeong | requested by: Milana Isyafitri Dewi
Malam itu malam yang dingin dan sunyi. Shin Hyejeong sedang berbaring nyaman di kamar tidur yang terletak di lantai atas rumah besarnya. Bantal empuk menyangga kepalanya, selimut bulu yang hangat membungkus tubuhnya yang kedinginan. Sungguh, itu adalah tidur paling nyaman di dunia bagi Hyejeong.
Tanpa sepengetahuan pemilik rumah, seorang tamu tak diundang masuk ke dalam rumah. Tamu bermasker hitam itu menaiki anak tangga menuju kamar Hyejeong di lantai atas. Ia membuka pintu kamar perlahan, melakukan scanning singkat untuk melihat ada barang berharga apa yang bisa ia ambil. Setelah itu ia melihat sang pemilik rumah yang sedang tidur pulas, sebuah smirk terbentuk di wajahnya yang sebagian tertutup masker itu. Ia tahu ia sedang beruntung. Segera saja kamar itu ia masuki, tangannya menjamah setiap laci dan rak yang bisa ia jangkau. Ketika tangannya baru saja akan membuka pintu lemari, lampu kamar tiba-tiba menyala terang. Hyejeong duduk di ranjangnya sambil memelototi si pencuri seperti melihat tukang jagal. Gadis itu turun dari ranjangnya dan dengan berani menghampiri pencuri itu, dibukanya masker si pencuri dengan paksa. Anehnya sang pencuri pun tak menolak atau berusaha lari, malah terdiam seperti patung seolah sesuatu melekatkan kakinya ke lantai.

“Kau…” Hyejeong terdiam melihat wajah si pencuri, andai laki-laki itu bukan seorang pencuri yang menyelinap ke kamarnya dan dengan tidak sopan menyentuh barang-barangnya, ia tampan sekali.

“Kalau kau butuh uang, akan kuberi, tapi keluarlah dari kamarku. Ampun deh.” Kata Hyejeong, lalu mencari dompetnya di dalam salah satu dari puluhan tas yang ia miliki.

“Eung… tidak usah. Aku akan keluar sekarang. Maaf mengganggu tidurmu, nona cantik.” Kata si pencuri sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hyejeong.

Entahlah, tapi rasanya Hyejeong telah jatuh cinta pada seorang pencuri.


047; Autumn’s Kiss
INFINITE L & f(x) Krystal | requested by: erinda
“Aku sangat menyukai musim gugur.” Ucap Soojung, selagi kedua kakinya merangkai langkah bersama Kim Myungsoo di jalan setapak Nami Island.

“Mengapa?” Tanya Myungsoo, tanpa rasa penasaran sedikitpun. Tapi ia akan senang kalau Soojung bicara lebih banyak dengannya tentang apa pun itu.

“Karena musim gugur sangat indah.” Jawab Soojung sambil tertawa kecil.

Soojung kembali sibuk dengan dirinya sendiri, menikmati pemandangan di Nami Island yang memang sangat indah. Gadis itu berputar-putar di bawah daun-daun yang berguguran, ia sungguh menikmati musim favoritnya itu.

“Soojung ayolah, bicara lebih banyak padaku.” Kata Myungsoo sambil menarik tangan Soojung agar ia berhenti berputar.

Laki-laki itu menarik Soojung ke dalam perangkap kedua lengannya, ia menempatkan kedua lengannya itu dipinggang Soojung. Soojung tersenyum sambil menatap Myungsoo dengan kedua bola matanya yang indah.

“Kalau aku tidak mau, apa yang akan oppa lakukan?” Tanya Soojung.

“Aku akan menciummu di sini.” Kata Myungsoo sambil menunjuk bibir Soojung dengan telunjuknya.

Soojung tertawa mengejek, lalu melepaskan dirinya dari Myungsoo. Gadis itu hendak berlari kabur namun Myungsoo kembali menangkapnya. Laki-laki itu memberikan sebuah kecupan lembut di bibir Soojung.

Daun-daunan kembali berguguran di sekitar mereka seolah membangun dunia sendiri untuk kedua remaja itu. Mulai detik itu Soojung tahu ia semakin mencintai musim gugur, dan Kim Myungsoo.


 
048; You’re Different
INFINITE L & T-ARA Jiyeon | requested by: b2utyinspirit
Tak ada yang bisa menolak pesona seorang Kim Myungsoo. Semua gadis di sekolah itu mengakui hal itu. Kecuali satu orang, Park Jiyeon—si Putri Kesucian, begitu ia biasa disebut—yang tidak pernah sekalipun membicarakan Myungsoo seperti teman-temannya atau bahkan sekedar melihat laki-laki itu untuk barang sedetik. Park Jiyeon tidak pernah peduli soal lelaki, ia tidak pernah pacaran, ia tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki manapun kecuali ayahnya, dan fakta itu lah yang membuat Myungsoo tertarik padanya.
Jiyeon sedang duduk di bangku taman, di dekat lapangan basket. Sebuah novel tebal berada di tangannya, menjadi pusat dari seluruh perhatiannya. Myungsoo mendatanginya sambil memasang senyum mempesonanya yang biasanya. Laki-laki itu berdiri di hadapan Jiyeon, menunggu gadis itu untuk menyadari keberadaannya. Namun sepertinya ia terlalu tenggelam dalam rangkaian kata-kata dan imajinasi yang disajikan oleh novel kesukaannya.

“Park Jiyeon.” Panggil Myungsoo.

Gadis itu akhirnya menurunkan novelnya, dan melihat ke arah Myungsoo. Tak ada sedikitpun ketertarikan tersirat di raut wajahnya atau pun di kedua bola matanya.

“Ya? Kau memanggilku?” Tanya Jiyeon.

“Seperti yang kau dengar, tentu saja. Ada yang ingin aku katakan.” Kata Myungsoo sambil tesenyum.

Jiyeon menutup novelnya, lalu berdiri dari bangku taman yang sedari tadi ia duduki. Ia bersiap untuk pergi, ia tidak tertarik untuk bicara pada Myungsoo. Ia pikir laki-laki itu hanya akan tebar pesona seperti biasa.

“Tunggu,” Myungsoo meraih tangan Jiyeon untuk menahannya, membuat Jiyeon terkesiap sejenak.

“Ia memegangku.” Batin Jiyeon, gelar Putri Kesucian-nya akan hilang sebentar lagi.

“Aku menyukaimu. Kau berbeda. Aku suka.” Kata Myungsoo.


 
049; Finale
EXO Sehun & 4Minute Sohyun | requested by: michimimaa
“Aku harus pergi, Sehun-ah. Maaf aku tak tahan lagi.”

Kwon Sohyun tak berani menatap mata laki-laki di hadapannya. Ia terus menundukkan kepalanya, menatap boarding pass yang ia pegang erat di dalam genggaman tangannya. Udara dingin semakin terasa, menusuk ke tulang, menembus melalui mantel tebal yang ia gunakan.

“Aku tidak mengerti di mana salahnya. Aku pikir kita baik-baik saja.” Kata Sehun.

“Aku tahu. Tapi aku sudah lelah. Perasaanku untukmu masih ada tapi rasa sakitnya jauh lebih besar dari semua itu.” Ujar Sohyun, air matanya mulai tak bisa ia bendung lagi.

Sehun menghela napas, ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Pelukan terakhir, mungkin. Ia menepuk-nepuk punggung gadis itu, lalu memaksakan diri untuk tersenyum.

“Aku rasa aku memang banyak menyakitimu. Maafkan aku Sohyun-ah. Mungkin memang pergi adalah jalan terbaik untukmu. Hiduplah yang baik, bahagialah. Aku harap kau mengingatku sebagai kenangan baik.”

Sehun melepaskan gadis itu untuk selamanya. Ia membiarkan Sohyun melangkah pergi jauh dari dirinya untuk memulai hidup baru. Mungkin hidup yang lebih baik dari pada bersamanya di sini.

Sohyun tak menyangka seiring langkah demi langkah yang ia rangkai, ia semakin merasa kehilangan setengah dari dirinya. Ia ingin berhenti, ia ingin kembali pada laki-laki itu, namun sebuah suara di hatinya bersikeras. Ia harus pergi, ia harus bahagia.

“Sehun-ah, terima kasih. Aku tidak tahu kita akan berakhir seperti ini. Maafkan aku.”

Our finale.


 
050; Christmas Gift
EXO Chanyeol & Girl’s Day Yura | requested by: AinaRifky
Hari ini toko pernak-pernik dan hadiah natal itu sangat ramai. Pengunjung mengantri sangat panjang di depan meja kasir, membuat Kim Ahyoung cukup kelelahan. Ia bekerja tanpa henti sejak tadi pagi, temannya yang akan menggantikan shift-nya belum juga datang.
Setelah melewati beberapa jam melelahkan berikutnya, akhirnya Ahyoung mendapatkan istirahat yang telah dinanti-nanti. Ia duduk di salah satu meja di pojok toko, sambil memperhatikan temannya yang sedang dimarahi oleh bos mereka karena terlambat datang. Ketika sedang asyik melihat rombongan pengunjung dan temannya itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Terdengar alunan ringtone yang sudah tidak asing di telinga Ahyoung. Gadis itu buru-buru mengangkat telepon itu sambil tersenyum.

“Chanyeol-ah! Akhirnya kau menelponku.” Kata Ahyoung bahagia.

“Hai Ahyoungie, maaf baru menghubungimu. Aku sibuk seharian. Kau sedang apa?”

“Aku baru selesai bekerja. Hari-hari begini orang sudah sibuk beli hadiah natal. Toko jadi sangat ramai.”

Ahyoung tiba-tiba memikirkan sesuatu, apakah Chanyeol, pacarnya itu sudah menyiapkan sesuatu untuknya sebagai kado natal? Atau kah laki-laki itu cuek seperti biasanya?

“Hmm benar juga sebentar lagi natal. Kau mau kado natal juga?” Tanya Chanyeol, melalui koneksi telpon yang masih tersambung dengan Ahyoung.

“Tentu saja!” Seru Ahyoung bersemangat.

“Coba kau lihat di tokomu ada barang apa, nanti kubelikan.”

Mendengar kata-kata Chanyeol, Ahyoung langsung mengerucutkan bibirnya.

“Dasar menyebalkan. Tidak manis sama sekali!”

Dengan kalimat itu, Ahyoung memutus telponnya dengan Chanyeol. Ia sangat kesal. Ia meletakkan ponselnya di meja, lalu bertopang dagu sambil melihat keluar jendela toko. Beberapa menit kemudian, matanya menangkap sesuatu.
Di sana, di seberang jalan, di depan tokonya, ia melihat Park Chanyeol sedang berdiri sambil membawa sebuah buket bunga mawar yang besar. Laki-laki itu melambaikan buket bunganya pada Ahyoung sambil tersenyum.

Ahyoung pun melupakan semua rasa lelahnya dan berlari keluar toko untuk menemui hadiah natalnya, Park Chanyeol.


 
051; Hot Winter
Wu Yifan (Kris) & Girl’s Day Yura | requested by: AinaRifky
“Sepertinya berendam air hangat akan sangat menyenangkan.” Pikir Yura, selagi membuka pintu apartemennya.

Ia terlalu lelah untuk menyadari kalau pintunya tidak terkunci, yang seharusnya adalah hal aneh.

Yura membuka mantel, kaus kaki, dan seluruh lapisan luaran penahan dingin yang ia gunakan. Yang tersisa hanya one piece tanpa lengan warna putih kesukaannya yang masih melekat di tubuhnya. Ia mengambil handuk, bubble bath aroma lavender, dan shampoo favoritnya. Tanpa mencurigai apa pun, ia masuk ke dalam kamar mandi kesayangannya yang selalu ia sikat bersih setiap hari minggu.

Setelah menutup pintu, barulah ia melihat bahwa seseorang sedang berendam dengan nyamannya sambil memasang tampang tak berdosa di dalam bathtub-nya. Yura memekik kaget sambil menjatuhkan barang-barang bawaannya ke lantai kamar mandi.

“Kris oppa! Apa yang kau lakukan di dalam kamar mandiku? Keluar sekarang!” Seru Yura.

“Kamar mandi di unitku sedang diperbaiki, aku cuma ikut mandi kok.” Jawab Kris santai, tanpa ada sedikitpun tanda-tanda kalau ia akan keluar dari situ.

Yura mendengus kesal, ia meletakkan tangannya di atas kenop pintu, hendak segera keluar dari ruangan itu, ketika ia sadar kalau pintunya terkunci.

“Sial. Aku lupa kalau pintunya rusak.” Kutuk Yura sambil menendang pintu tak bersalah itu.

Ia pun berdiri di situ, seolah sedang menunggui Kris yang sedang menikmati mandi air hangatnya. Sekitar 15 menit kemudian, Kris tiba-tiba keluar dari bathtub. Yura mengira ia akan melihat sesuatu yang mengerikan setelah ini, namun ternyata laki-laki itu masih menggunakan boxer.

“Masuklah.” Kata Kris sambil menunjuk bathtub.

“Apa?!” Pekik Yura kaget.

Tanpa menunggu respon selanjutnya dari Yura, Kris mengangkat gadis itu dan menceburkannya ke dalam bathtub yang penuh air busa. Setelah itu, Kris kembali masuk ke bathtub bersama Yura, membuat gadis itu memekik lagi. Meskipun akhirnya ia mendapatkan mandi air hangatnya, ia rasa ini terlalu gila.

“Kau gila ya?! Apa yang akan kau lakukan padaku?” Seru Yura panik.

“Tidak ada. Kau kan ingin mandi air hangat, ya kita berbagi saja.” Kata Kris, sangat santai.

Yura tak bisa protes lagi, ia duduk diam sambil memainkan busa-busa di sekitarnya. Ia mulai merasa mengantuk dan hampir melupakan kalau Kris sedang duduk bersamanya di dalam bathtub ini, tapi kemudian ia merasakan sepasang tangan sedang melepaskan one piece-nya yang sudah basah dan memang membuatnya tidak nyaman.

“APA YANG KAU—“ Yura hampir berteriak sekuat tenaga, namun Kris membekap mulutnya.

“Aku tidak bisa lihat kok, kan kau tertutup busa.” Kata Kris sambil melempar baju one piece basah milik Yura ke lantai kamar mandi.

Gadis itu tertegun. Ia dan tetangganya, sedang berada di dalam bathtub yang sama, hanya memakai pakaian dalam. Yura merasa ia sudah mulai gila karena menurutnya tiba-tiba musim dingin jadi terasa panas.

Untungnya belum sempat terjadi apa-apa, karena tiba-tiba sebuah suara terdengar dari luar pintu kamar mandi.

“Wu Yifan-ssi, kamar mandinya sudah selesai dibetulkan.”


 
052; At The Bus Stop
INFINITE Hoya & A Pink Eunji | requested by: Nichan-chan
Jung Eunji berlari menuju halte bus sambil menenteng tas usangnya yang tidak begitu berat. Di dalam tas itu ada baju-bajunya, dan sejumlah uang milik ayahnya yang gemar berjudi. Ia yakin ayahnya yang tadi sedang dalam keadaan mabuk tidak mengejarnya lagi, jadi ia mengistirahatkan diri di kursi halte sambil menunggu bus terakhir ke Seoul. Ya, sekarang ini jam 11 malam dan Eunji baru saja kabur dari rumah.

“Ah kakiku sakit.” Keluh Eunji sambil memijat-mijat kakinya.

Di sebelah Eunji ada seorang laki-laki, memakai jaket tebal berwarna cokelat, sedang memperhatikan jalanan dengan tatapan kosong. Di sebelahnya, tergeletak sebuah tas yang tak kalah kumalnya dengan milik Eunji.
Eunji memandangi laki-laki itu lalu mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan wajah tampan laki-laki itu.

“Kau kabur dari rumah juga?” Tanya Eunji, laki-laki tadi cuma mengangguk.

“Kau mau ke mana? Kalau mau ke Seoul ayo pergi bersama. Namaku Lee Howon.” Kata Howon, kali ini menunjukkan sedikit senyuman.

“Jung Eunji. Ayo, aku juga mau ke Seoul.” Kata Eunji.

Eunji dan Howon bertukar pandang sesaat, kemudian keduanya tergelak. Mereka mengobrol tentang segala hal, seolah mereka sudah saling kenal untuk waktu yang lama, padahal mereka baru saja saling memberi nama masing-masing beberapa menit yang lalu.

Saat itu pukul 11:30, bus terakhir menuju Seoul sudah terlihat dari kejauhan. Eunji dan Howon berdiri bersamaan, bersiap untuk naik ke bus. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar sebuah suara memanggil nama Eunji. Itu ayahnya.

“Jung Eunji! Bocah sialan! Kembalikan uangku!”

Howon dengan reflek meraih tangan Eunji dan menarik gadis yang sedang panik itu naik ke dalam bus. Bus itu langsung melaju pergi, meninggalkan ayah Eunji yang sedang berteriak histeris di belakangnya.

Setelah berhasil duduk, Eunji dan Howon tertawa bersama, tanpa sadar masih saling berpegangan tangan.


 
053; One Minute Back
EXO D.O & Girl’s Day Minah | requested by: Nichan-chan
Bisakah ia memutar waktu? Bisakah walau hanya satu menit? Ia sangat membutuhkan kesempatan itu, ia harus memutar waktu. Namun apa daya, semuanya sudah terjadi. Ia tidak sempat melakukan apa-apa, Minah sudah pergi. Ia terlambat.

Kyungsoo duduk di bahu jalan, ia mengacak-acak rambutnya. Ia menyesali perbuatannya. Mengapa ia tidak menahan emosinya? Kalau saja lima menit yang lalu ia menahan amarahnya, Minah masih akan berada di sampingnya. Tersenyum padanya.

“Maafkan aku. Aku sangat mencintaimu, Bang Minah.”

(*yang ini memang sengaja dibuat pendek. Jadi semacam teka-teki(?) ayo tebak apa yang terjadi :’) )


 
054; Teach Me S
U-KISS Kiseop & After School Jooyeon | requested by: choiraebin
Kiseop mulai bosan dengan buku matematikanya. Guru privat yang duduk di hadapannya jauh lebih menarik untuk dipandang. Rambut wanita itu panjang, lurus tergerai sampai ke pinggang. Kulitnya putih dan terlihat sangat mulus, lekuk tubuhnya sangat indah. Membuat Kiseop mulai memiliki pikiran-pikiran terlarang mengenai guru privat-nya ini. Ia tidak menghindari pikiran-pikiran itu, ia menyukai apa yang sedang terjadi padanya saat ini.

“Sonsaengnim, bagaimana kalau kita hentikan saja?” Tanya Kiseop, kemudian berpura-pura menguap.

“Kau kan akan menghadapi ujian akhir minggu depan, teruskan latihannya.” Kata Jooyeon, si guru privat.

“Hm sonsaengnim, lebih baik kau bicara lebih banyak padaku. Aku suka suaramu.” Kata Kiseop, sambil membentuk sebuah smirk di wajahnya.

“Kau sedang merayuku? Hey Lee Kiseop, sadar lah! Lanjutkan latihannya.” Jooyeon mulai kesal, walau harus ia akui muridnya itu memang tampan.

“Kalau begitu latihan yang lain saja. Bagaimana kalau olahraga? Nuna?” Kata Kiseop, masih berusaha menggoda gurunya. Ia memang tak tahu malu.

Jooyeon memiliki rencana sendiri di kepalanya, untuk memberi pelajaran pada muridnya yang pervert itu. Ia duduk di atas meja, tepat di hadapan Kiseop. Disingkirkannya semua buku-buku milik Kiseop. Laki-laki itu malah tersenyum.

“Jadi kau mau aku mengajarimu hal lain?” Tanya Jooyeon.

“Ya, misalnya ajari aku s—“

“S apa?” Tanya Jooyeon, sambil tersenyum jahil.

Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Kiseop, seolah hendak mencium laki-laki itu. Kiseop terpaku, ia tidak tahu dirinya akan segugup ini menghadapi guru privatnya yang cantik itu.

“S-s-sinus cosinus! Baiklah aku menyerah, aku kerjakan latihannya.” Kata Kiseop gugup.

Jooyeon tersenyum manis lalu mengacak-acak rambut Kiseop, “anak pintar.”


 
055; 2080
VIXX Leo & Dal Shabet Woohee | requested by: choiraebin
Tidak ada yang mustahil. Itu yang selalu ada di pikiran Jung Taekwoon, atau ia lebih dikenal sebagai Dr. Leo. Ini tahun 2080, di mana teknologi sudah berkembang pesat di bumi yang semakin rusak itu. Penemuannya, yaitu Cyborg-cyborg pembantu kegiatan manusia merajalela di instansi mana pun. Hal itu untungnya tidak menyebabkan pengangguran merajalela juga, jumlah manusia saat itu sudah tidak sebanyak dulu. Leo adalah seorang ilmuan yang kaya, tapi merindukan sesuatu. Seseorang lebih tepatnya. Seorang perempuan, yang dulu pernah mengisi hari-harinya, tapi perempuan itu kini sudah pergi. Pergi jauh untuk selamanya.
Leo menatap langit malam kota Seoul yang sudah tak lagi berbintang. Ia kembali teringat akan prinsipnya; tak ada yang mustahil. Ya, tak ada yang mustahil. Mungkin ia bisa mengembalikan gadis itu, walau tidak dalam wujud sesungguhnya. Ataukah ia sudah mencoba hal itu sebelumnya?

Leo pun berlari tergesa-gesa ke lab-nya.

Lab itu penuh dengan proyek Cyborg-nya. Banyak juga proyek-proyeknya yang terlupakan atau tidak pernah selesai. Di antara tumpukan Cyborg setengah jadi itu, Leo menemukannya. Proyeknya yang hampir selesai, namun ia sempat melupakannya. Leo mengeluarkan perempuan Cyborg buatannya itu ke lab utamanya, Cyborg itu diberi kode BWH91. Inisial dari nama gadis yang ia rindukan itu, Bae Woohee. Ia menyelesaikan beberapa bagian yang belum sempurna dari Cyborg yang serupa dengan Woohee itu. Kemudian ia meletakkannya pada Energy Boot, namun tidak sedikit pun Cyborg itu menunjukkan tanda-tanda hidup.

“Mungkin aku gagal…” Gumam Leo, ia menyandarkan kepalanya pada meja kerjanya hingga akhirnya jatuh tertidur.

Tanpa sepengetahuannya, Cyborg Woohee itu membuka matanya. Kalender digital di ruangan itu menunjukkan tanggal 1 Januari, 2081. Tepat tengah malam.

“Aku siapa..” Kata si Cyborg, tanpa ekspresi. Kemudian ia melihat Leo yang sedang tertidur.

Cyborg Woohee berjalan menghampiri Leo lalu menepuk bahu laki-laki itu perlahan. Leo pun terbangun, ia terkejut melihat Woohee. Ia tahu itu bukan Woohee yang sebenarnya, ia tahu Cyborg itu tidak tahu apa-apa tentang ia atau Woohee yang asli. Tapi Leo memeluk Cyborg itu, seolah itu adalah Woohee yang ia rindukan.

“Bae Woohee, aku sangat merindukanmu.”


 
056; Shameless Prankster
Super Junior Eunhyuk & SNSD Hyoyeon | requested by: kamilia
Hyoyeon sangat membenci rekan kerjanya di kafe. Nama pria itu Lee Hyukjae. Pria itu sangat suka mengerjainya, mulai dari pagi hari sampai malam hari saat Hyoyeon akan pulang ke rumah. Hari ini wanita itu tidak lepas dari kejahilannya, Hyoyeon baru saja akan masuk ke dalam ruang pegawai ketika tiba-tiba sebuah ember berisi air cucian piring menimpanya dan membuat seluruh tubuhnya basah. Kali ini Hyoyeon tidak bisa menahan amarahnya, kekesalannya pada Hyukjae sudah pada puncaknya.
Wanita itu segera menemui Hyukjae yang sedang mengelap kaca pintu kafe untuk melampiaskan amarahnya.

“Hey Lee Hyukjae!” Seru Hyoyeon sambil menimpuk kepala Hyukjae dengan ember tadi.

“Apa-apaan sih kau ini!” Hyukjae balas berseru, sambil mengusap kepalanya yang sakit terkena ember.

“Kenapa kau tidak bisa berhenti menggangguku? Kau pikir aku tidak lelah terus-terusan dikerjai dengan perangkap-perangkap kekanakanmu itu? Berhenti menggangguku! Aku membencimu Hyukjae-ssi!” Kata Hyoyeon ketus dan penuh emosi.

Perkataan Hyoyeon tanpa disangka membuat Hyukjae tertegun. Ia menundukkan kepalanya, lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Aku semenyebalkan itu ya? Maafkan aku Hyoyeon-ah. Aku melakukan itu karena aku menyukaimu. Baiklah, tidak akan kulakukan lagi.” Ujar Hyukjae.

“Menyukaiku? Kau benar-benar tidak tahu malu ya.” Kata Hyoyeon, lalu meniup poninya dan berjalan pergi.

Hyukjae hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya, sambil membuntuti Hyoyeon ke ruang pegawai.


 
057; Piano Girl
SHINee Taemin & f(x) Sulli | requested by: kamilia
Hari ini hari terakhir sekolah sebelum libur musim dingin dimulai, Taemin dan beberapa temannya melakukan sebuah taruhan. Mereka akan tinggal di sekolah sampai pukul 5 sore, saat gerbang sekolah dan seluruh ruangan sudah dikunci. Siapa pun diantara mereka yang berani memasuki ruang musik di lantai tiga akan diberi voucher bulgogi oleh Sungjong. Ruang musik itu memiliki gosip yang sangat terkenal di seluruh sekolah, katanya ruangan itu berhantu. Tapi Taemin tidak percaya, ia memilih masuk ke sana demi sebuah voucher bulgogi. Kapan lagi ia bisa makan daging gratis? Pikirnya.
Taemin sekarang berdiri di depan ruangan itu, ia melangkah masuk perlahan sambil memegang kenop pintu masuk. Teman-temannya berjanji akan menunggu di luar tidak jauh dari sana.

“Tidak ada apa-apa di sini. Cih berhantu apanya.” Cibir Taemin.

Segera setelah itu, pintu dibelakangnya tertutup dan terkunci sendiri. Taemin berteriak memanggil teman-temannya, namun tak seorang pun menyahut. Sepertinya ia ditinggalkan oleh mereka. Taemin mengacak-acak rambutnya dengan kesal, harusnya tadi ia tidak ikut taruhan bodoh itu.
Ia duduk di lantai di dekat piano sambil menunggu keajaiban datang menolongnya, ia hampir jatuh tertidur kalau suara piano yang mengalunkan Fur Elise tidak mengejutkannya dan membuatnya merinding.

“Kau sedang apa di sini? Kau tidak pulang?” Tanya seorang gadis manis berseragam sekolah, yang tiba-tiba ada di dalam ruang musik dan memainkan Fur Elise di piano tadi.

“Aku terkunci di sini.” Jawab Taemin, ia memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. Kulitnya putih pucat, rambutnya panjang sepunggung, seragam sekolahnya adalah seragam yang model lama. Ada name tag di seragamnya, bertuliskan “Choi Jinri”

“Kau sendiri kenapa ada di sini?” Tanya Taemin.

“Aku selalu di sini. Pulanglah, sudah gelap di luar.” Kata Jinri sambil tersenyum pada Taemin, namun tatapan matanya kosong.

Taemin bangkit berdiri dari lantai, lalu berjalan menuju pintu. Ia mencoba membuka pintunya, dan berhasil. Taemin menghela napas lega, lalu membalikkan badannya untuk melihat Jinri sekali lagi.

“Terima kasih aku— eh baiklah…”

Perempuan itu sudah menghilang.


 
058; Ice Cafe Latte
Xi Luhan & A Pink Chorong | requested by: deerchx
“Laki-laki yang di sana itu selalu pesan Ice Cafe Latte.” Kata Chorong pada salah satu pegawainya yang bertanya tentang salah satu pelanggan kafe yang bernama Xi Luhan. Luhan, lelaki itu selalu duduk di meja paling pojok. Ia selalu memesan segelas Ice Cafe Latte, dan mengajak waitress yang mengantar pesanannya mengobrol. Plus, ia selalu datang sendiri. Chorong mengira mungkin laki-laki itu kesepian. Ia sedikit penasaran tentang Luhan, namun ia tidak pernah mengantar pesanan Luhan sendiri. Hari ini ia akan mencoba melakukannya.
Dengan segelas Ice Cafe Latte di atas nampan yang ia bawa, Chorong menghampiri meja Luhan. Saat ia meletakkan minuman itu di atas mejanya, Luhan tersenyum namun terlihat bingung.

“Aku kan belum memesan.” Kata Luhan.

Seketika itu, Chorong merasa semburat pink muncul di pipinya karena malu.

“Oh aku… kau selalu memesan ini, jadi aku langsung mengantarkan ini saja.” Kata Chorong.

“Baiklah. Terima kasih. Duduk lah sebentar, aku mau ngobrol. Kau pemilik kafe ini?” Ujar Luhan.

Chorong duduk di hadapan laki-laki itu lalu menganggukan kepalanya sebagai respon pada pertanyaan Luhan. Laki-laki itu meminum sedikit Ice Cafe Latte-nya, lalu bicara lagi pada Chorong.

“Aku selalu ingin bertemu pemilik kafe ini, aku suka sekali Cafe Latte-nya.” Kata Luhan.

Chorong tersipu lagi, “itu resepku. Baguslah kalau kau suka. Aku harap kau terus datang ke sini.”

“Tentu aku akan datang ke sini setiap hari, seperti biasanya.” Kata Luhan, kali ini ditemani sebuah senyuman lebar terbentuk di wajahnya.

Chorong membalas senyuman itu, lalu meninggalkan meja Luhan. Ia tahu itu adalah pembicaraan terakhir mereka hari ini, tapi ia harap masih ada pembicaraan berikutnya. Chorong tidak tahu apa yang ia pikirkan, tapi ia berharap laki-laki itu akan datang lagi dan bukan hanya untuk memesan segelas Ice Cafe Latte.


 
059; Nuna Next Door
BTS Jungkook & A Pink Eunji | requested by: apinkjenj
Jungkook tidak tahu kalau pindah ke Seoul akan terasa seberat ini baginya. Padahal pergi dari Busan adalah keinginannya dulu sewaktu ia dan keluarganya baru pindah ke Busan. Tapi sekarang, ada sesuatu yang menahannya untuk tetap di Busan. Sejak musim gugur tahun lalu hingga sekarang, ia menyimpan perasaan untuk seorang Nuna yang tinggal di sebelah rumahnya. Nama gadis itu Jung Eunji. Eunji adalah tetangga yang baik. Ia sering mengajak Jungkook berjalan-jalan, ia juga sering mentraktir Jungkook makanan. Namun bukan itu yang membuat Jungkook menyukai gadis itu, ada sesuatu di dalam gadis itu yang tak bisa Jungkook jelaskan.
Saat ini adalah jam-jam terakhir Jungkook berada di Busan, ia mengajak Eunji pergi memancing agar ia bisa bicara dengan gadis itu untuk terakhir kalinya sebelum pergi.

“Kenapa kelihatan sedih banget? Bukannya kamu memang ingin ke Seoul sejak dulu?” Tanya Eunji sambil melempar kailnya.

“Iya tapi, aku menyukai seseorang di sini. Aku tidak mau meninggalkan Busan karena dia.” Kata Jungkook pada perempuan yang duduk di sebelahnya itu.

Eunji hanya menganggukan kepala, bibirnya membentuk huruf o. Jungkook tidak tahu harus membicarakan apa lagi dengan Eunji, ia pikir ia harus mengobrol sebanyak mungkin dengan Nuna favoritnya itu, tapi ia malah kehabisan kata-kata.
Sekitar 10 menit lagi, ia harus pulang ke rumah lalu berangkat ke Seoul. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia mengaku saja?

“Nuna, aku suka nuna.” Kata Jungkook.

Eunji hanya menatapnya dengan tatapan tidak percaya, “Hah? Jeon Jungkook kau gila ya?”

“Tidak, aku serius. Nuna, aku harus berangkat ke Seoul sebentar lagi. Tapi aku janji pasti akan kembali untuk nuna.” Kata Jungkook.

Eunji tersenyum lalu menepuk pundak Jungkook. “Baiklah, akan kutunggu. Tepati janjimu ya, Dongsaeng-ah”

(*Dongsaeng = Adik)


 
060; Snowball Fight With an Ice Prince
BTS Jungkook & f(x) Krystal | requested by: apinkjenj
Soojung baru saja keluar dari gerbang sekolahnya dengan hati bahagia, libur musim dingin telah tiba. Ia sudah memiliki banyak rencana dengan sahabat dan keluarganya. Tapi sepertinya tak semua orang merasa bahagia sepertinya, seorang laki-laki sedang duduk di dekat gerbang sekolah sambil melamun. Wajahnya kelihatan murung. Soojung mengenalinya sebagai salah satu junior, mungkin kelas satu.

“Hey kau kenapa?” Tanya Soojung pada laki-laki itu.

“Tidak apa-apa. Jangan menggangguku.” Kata laki-laki itu sambil beranjak pergi.

Soojung melempar bola salju ke punggung junior-nya itu sambil merengut.

“Dasar tidak sopan! Aku seniormu tahu. Kau Jeon Jungkook kan?” Seru Soojung.

Jungkook berbalik lalu membuat sebuah bola salju juga, ia melemparkan bola salju itu pada Soojung tepat ke wajahnya.

“Aku tidak peduli kau siapa.” Kata Jungkook. Ia melanjutkan langkahnya namun sekali lagi ia merasakan lemparan bola salju tepat di belakang kepalanya.

Ia berbalik lagi, mendapati Soojung sedang berjongkok sambil membuat bola salju. Jungkook mengikuti aksi senior-nya itu, ia langsung melemparkan tiga buah bola salju ke arah Soojung.

“Yah! Kau tidak boleh begitu padaku!” Seru Soojung sambil membersihkan salju di mantelnya.

“Kau yang mulai duluan.” Kata Jungkook dingin.

Soojung mengerucutkan bibirnya, lalu menghela napas. “Baiklah maafkan aku.”

Soojung membersihkan sisa salju yang masih menempel di mantelnya, setelah itu melangkah pergi menjauhi kawasan sekolah. Tak disangka Jungkook malah membuntutinya, sambil sesekali melemparinya dengan salju. Seolah laki-laki itu sedang memintanya untuk bermain perang bola salju lagi.
Soojung tak menolak, tentu saja. Dengan senang hati ia berhenti berjalan lalu berbalik melempari Jungkook dengan bola saljunya. Keduanya tertawa sambil kemudian melanjutkan ‘peperangan’ mereka.

Mungkin ini pertama kalinya seseorang membuat Jeon Jungkook tertawa, setelah ia menjadi seorang lelaki muram beberapa tahun terakhir ini.


Hai._. maaf kalo gaje dan ada drabble yg menjurus /apa. Request masih open kok~ idol x idol ga boleh yaoi/yuri okayy jangan lupa komen :3
Oh iya, saya punya rencana bikin project Drabble collection lagi, tapi khusus satu idol group ._. (misalnya SHINee Drabble Collection) nah couplenya itu bisa idol lain bisa original character sesuai request reader. Saya mau minta saran grupnya XD kira-kira bagusnya bikin drabble collection tentang siapa :3 ditunggu ya sarannya ~ XD

With love, Yoo Jangmi

17 thoughts on “100 Random Drabble Collection `Part 3′

  1. Aku mau request. Lee Taemin – Son Naeun, Key – Eunji, Xi Luhan – Seohyun. Haha banyak ya?
    Oh ya aku udah baca part 1 dan part 2 juga komen. Huh, oke ini tidak begitu penting.
    Untuk Drabble Colloection, maksudnya pemerannya itu idol group dengan pairing siapapun.
    Aku mau dua idol group. SNSD dan Shinee.
    SNSD
    Taeyeon – Leeteuk
    Jessica – Kris
    Sunny –
    Tiffany – Nickhun
    Hyoyeon – Eunhyuk
    Yuri – Yesung (atau eonni ada pilihan)
    Sooyoung – Changmin
    Yoona – Donghae
    Seohyun – Luhan

    Shinee
    Onew – (aku belum tahu siapa)
    Jonghyun – Luna (mungkin)
    Key – Eunji
    Minho – Krystal
    Taemin – Naeun.

    Itu juga terserah eonni. Sebenarnya masih ada lagi yang aku ingin request mungkin banyak. Rakus ya. Jika eonni punya inspirasi yang lain itulah eonni.
    Maaf jika keberatan. Ditunggu kelanjutannya. Fighting!! Eonni aku senang sekali.

      • Ya karena itulah eonni. Eonni kan yang berinspirasi, jadi itu terserah eonni.
        Oke yang Shinee – Apink itu bukan masalah, maaf bila seperti ini. Apa eonni udah nulis pairing yang eonni suka? *abaikan. Gomawo untuk Seohyun – Luhan

  2. Wahh… Ada Marknya yah hahah… keren thor… aku juga baru baca part 3 ini. keren banget thor.
    aku jug mau ksh saran couple
    Minhyuk BTOB- Bomi
    Wendy Red Velvet – Sehun EXO
    Junhee iKon – Soohyun AKMU
    Jackson Got7 – Young Ji KARA
    Chorong A Pink – Sungjae BTOB…

    keep writing thor (y)

  3. Yaampunnn,kaget request aku ternyata dibikinin wkwkwk,makasih banyakkk eon,seneng banget aku loh bacanya sampe senyum senyum sendiri wkwk

    Grup Drabble Collectionnya mungkin bagus tuh Winner

    Makasih sekali lagi wkwk

  4. Aaaaaaakkkkkkk
    Jr-Krystal sukses bikin bt
    Kim Jonghyun bener-bener *jambak jr*
    aku ga tau mo komen apa selain bagus buat ssul-minyon
    ehehe
    itu jiyong tengil ya
    Boleh request lagi ga? Boleh lah ya :D
    Exo Sehun – Red Velvet Wendy
    Exo Kai – Red Velvet Seulgi
    Nana-Chanyeol-Hayoung
    please please *puppy eyes bareng Baek*

  5. kak aku request krystal-V/taehyung dong sama krystal-baekhyun jebaaaaaalll ^^ cari ff baekstal yg baru lagi susah soalnya. drabble nya keren” loh kak apalagi yang kookstal. next update soon please

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s