Satu Permintaan (HanbinXHayi)

tumblr_mumb11NEvp1sf1y4jo1_1280

Title : Satu Permintaan

Author : Kimmyelf

Main Cast : Hanbin x Hayi

Rating : PG-13

Genre : Romance, Fiction

…………………………………………………………………………………………………………….

“Bolehkah aku mendapatkan satu pemintaan yang bisa kau kabulkan malam ini?”

Hayi tak bisa tidur. Padahal sudah jam 10.30 malam. Ia keluar rumah sampai akhirnya tiba di sebuah lapangan basket (yang sekaligus tempat bermain) di kompleks perumahannya. Tak di sangka seeorang laki – laki sedang bermain disana. Laki – laki itu memakai sepatu kets , celana ¾ dan kaos oblong serta sebuah topi di pakainya di kepala. Laki – laki itu adalah Hanbin~

Saat bola yang dilemparnya tak masuk dalam ring tapi malah memantul kembali. Laki – laki itu pun membalik badannya untuk mengambil bola yang terlempar tersebut. Tepat saat dia menghadap ke belakang wajahnya tampak terkejut. Ia mengkerutkan alis dan menyipitkan mata mencoba memperjelas penglihatanya. Seorang perempuan berdiri di pinggi lapangan basket itu

“Sedang apa kau disini?” dengan nada penasaran laki – laki itu bertanya kepada Hayi.

Hayi diam sebentar untuk mengamati Hanbin berjalan lebih melewatinya untuk mengambil bola yang menggelinding ke belakang.

Ia mendrible bola nya mendekati ring dan mencoba memasukan bola itu ke dalam ring.

“Kau juga, sedang apa kau disini?” tanya Hayi khawatir.

Hanbin tersenyum mendengar Hayi tak mau membalas pertanyaannya dan malah balik menanyainya

“Aku tidak bisa tidur.” Jawab laki – laki itu sambil melemparkan bola basket ke dalam ring, tapi gagal masuk dan menangkap bola itu lagi kembali saat terlempar ke arahnya.

“Dan yang kau lakukan adalah keluar rumah dimalam hari seperti ini?” Hayi mengekerutkan alisnya. Ia mencoba menasehatinya.

“Lebih tepatnya keluar malam untuk bermain basket. Aku suka basket, kau tahu itu kan? Dan aku adalah seorang laki – laki jadi kuarasa tidak apa – apa kalau aku keluar rumah sendiri di malam hari.”

Hayi memandang Hanbin yang saat ini melihatnya,lalu mengikuti arah gerak tubuhnya saat dia mulai berjalan pergi membawa bola basketnya.

“Mau kemana~?” tanya Hayi heran

“Ini sudah malam, akan ku antarkan kau pulang.” Jawab Hanbin tanpa berbalik badan. Mendengar kalimat itu Hayi terdiam. Tapi sesaat kemudian, Hanbin yang merasa tak ada langkah kaki yang mengikutinya pun berhenti dan membalikan badan.

“Ayo~” kata Hanbin singkat kepada Hayi. Hayi dengan senyum lebar, berjalan mendekatinya.

……………………………………………….

“Lain kali jangan keluar malam – malam sendirian~ kau seorang perempuan.” Hanbin memandang Hayi yang sedang membuka jaket. Jaket itu sebenarnya miliknya yang ia berikan kepada Hayi agar Hayi memakainya saat berjalan pulang ke rumah.

“Kau juga, lain kali dari pada pergi ke lapangan basket yang sepi itu kau harus menggunakan waktumu dengan baik.” Hayi memberikan jaket kepada hanbin dan mengangkat wajahnya agar bisa melihat wajah hanbin.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” Hanbin menyipitkan matanya merasa tidak setuju karena dia begitu menyukai basket.

Hayi mengkerutkan alisnya untuk berfikir “Belajar?”

Hanbin menyatukan bibirnya menjadi satu dan membuang muka “Tapi itu bukan style ku. Aku tidak betah jika harus memandang rumus – rumus matematika walau hanya 1 menit saja.”

Hayi tertawa. “oke aku menyerah, lakukan apa saja yang kau mau. Tapi akan lebih baik jika tetap di dalam rumah.” Kata Hayi, dengan sebuah senyum senang dari hanbin sebagai sebuah balasan.

Mereka terdiam untuk beberapa saat. Rasa ingin tetap tinggal begitu membelenggu di pikiran mereka. Hanbin memegang belakang kepalanya. Kebiasaan yang ia lakukan saat ia merasa canggung akan apa yang ia katakan. “Udara malam sangat tidak baik, masuklah ke rumah. Aku akan pulang sekarang.”

Wajah sedih terpampang jelas pada Hayi saat hanbin melambaikan tangannya. Dan akan berbalik badan.

“Hanbin~!”

Hayi menyatukan bibirnya. Meyakinkan diri.

“Bolehkah aku mendapatkan satu permintaan yang bisa kau kabulkan malam ini?”

Hayi memandang Hanbin dengan tatapan sedikit malu. Dan tanpa berpikir panjang Hanbin meng’iya’kan permintaan dari Hayi. Apapun itu walaupun dia belum tahu apa yang Hayi inginkan.

“Berikan aku satu pelukan selamat malam” kata Hayi tanpa memandang wajah Hanbin karena ia benar – benar malu untuk mengatakan itu.

Tapi ia harus mengatakannya. Karena jika ia tidak mengatakannya malam ini ia tidak akan bisa tidur.

Hanbin melangkah ke depan mendekat ke arah Hayi. Dan melingkar kedua lengannya pada tubuh Hayi. Jantung Hayi berdegup sangat kencang dan sedikit merasa tidak nyaman. Tapi setelah beberapa saat. Saat suhu tubuh Hanbin menghangatkan tubuhnya, Hayi sudah mulai terbiasa dan balik melingkarkan kedua lengannya juga pada hanbin.

“Oke waktu selesai, saatnya tuan putri tidur.” Kata Hanbin sambil melepaskan pelukannya.

Hayi tersenyum dan tanpa sadar ia reflek untuk berjinjit kaki mengarah kan bibirnya ke arah pipi kanan hanbin dan menciumnya dengan cepat.

“Terimakasih hanbin, selamat malam, hati hati dijalan.” Kata Hayi sambil melihat ke arah hanbin.

Dengan begitu, Hayi cepat – cepat masuk kedalam. Meninggalkan hanbin yang berdiri mematung masih di depan gerbang rumah.

-END-

………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………..

kimmyelf -MayJune-

2 thoughts on “Satu Permintaan (HanbinXHayi)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s